Anda di halaman 1dari 3

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Termodinamika sudah sangat tidak asing didalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali
peristiwa termodinamika yang terjadi dalam kehidupan. Sebagai contohnya perubahan suhu
yang terdapat pada badan kita, kemudian beberapa peralatan rumah tangga yang
menggunakan konsep termodinamika dan beberapa peralatan lainnya.
Termodinamika telah merubah sistem industri didunia, dari yang mulanya menggunakan
kayu bakar untuk memasak sampai menggunakan listrik untuk memasak. Hal ini karena
termodinamika merupakan hukum-hukum yang menyangkut banyak hal dalam kehidupan
sehari-hari. Salah satu contoh yang paling sederhana adalah es didalam gelas yang
menyebabkan terjadi pengembunan diluar gelas, padahal terpisahkan oleh medium gelas
(glass) yang memisahkan permukaan luar dan permukaan dalam. Untuk lebih lanjut, akan
dibahas dalam paper ini.
1.2 Tujuan
Untuk mengeahui penerapan termodinamika dalam proses terjadinya embun

BAB II
PEMBAHASAN

Pengambilan tema pada aplikasi termodinamika kali ini adalah tentang proses terjadinya
embun. Medium yang digunakan adalah gelas berisi air yang ditambahkan es batu. Jika diamati
beberapa menit, maka akan timbul butiran-butiran air di permukaan atau diluar gelas. Proses
timbulnya air pada permuakaan gelas itu menandakan adanya suatu sistem yang terjadi pada
perstiwa ini, sistem yang terjadi adalah bahwa udara yang ada di sekeliling gelas mengandung
uap air. Ketika gelas diisi es, gelas menjadi dingin. Udara yang bersentuhan dengan gelas dingin
ini akan turun suhunya. Uap air yang ada di udara pun ikut mendingin. Jika suhunya sudah cukup
dingin, uap air ini akan mengembun membentuk tetes-tetes air di bagian luar gelas. Hal ini
merupakan peristiwa termodinamika yang sesuai dengan hukum termodinamika yang ke dua
yang berbunyi Berikut Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi.
Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi
cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya,
dari hukum ini proses yang terjadi didalam gelas merupakan proses penyerapan panas dengan
kata lain udara akan berubah menjadi dingin, sementara udara mengandung kadar air yang tinggi
pada kelembaban yang tinggi, sehingga ketika udara dingin akan membuatnya mengembun
sehingga timbul air pada permukaan luar pada gelas.
Dari contoh es pada gelas diatas merupakan sistem pertukaran secara tertutup karena
terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan menggunakan media
pembatas rigid (tidak boleh mempertukarkan kerja) dengan mempertukarkan panas melalui
medium gelas.
Perubahan spontan adalah suatu perubahan yang terjadi tanpa perlu bantuan dari luar
sistem. Perubahan spontan akan berlangsung sampai terjadi keadaan seimbang dan setelah
keadaan ini tercapai perubahan akan terhenti. Salah satu contoh dari perubahan spontan yang
terjadi di sekeliling kita adalah es yang sedang mencair. Pada suhu ruang, es akan mencair secara
spontan membentuk air. Peristiwa ini merupakan salah satu conotoh proses alamiah yang
spontan.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Penerapan termodinamika pada proses terjadinya pengembunan memakai hukum
yang kedua , yang berbunyi Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Dari
contoh es pada gelas diatas merupakan sistem pertukaran secara tertutup karena terjadi
pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan menggunakan media
pembatas rigid (tidak boleh mempertukarkan kerja) dengan mempertukarkan panas
melalui medium gelas. Perubahan yang terjadi saat es mencair merupakan perubahan
yang terjadi secara spontan.