Anda di halaman 1dari 4

Calcium Hydroxide (Ca (OH)2)

Kalsium hidroksida adalah basa kuat diperoleh dari kalsinasi (pemasan) kalsium
karbonat sampai transformasi ke dalam oksida kalsium. Kalsium hidroksida diperoleh dari
hidrasi kalsium oksida dan reaksi kimia antara kalsium hidroksida dan karbondioksida bentuk
kalsium karbonat.
1. Indikasi
a. Perawatan pulp capping dan pulpotomi
b. Leakage canal
c. Apeksifikasi, merangsang pembentukan apeks
2. Kontraindikasi
a. Peradangan pulpa (pulpitis)
b. Gangren pulpa dengan abses
3. Kelebihan
a. Kelarutan rendah pada air , tidak larut dalam alkohol
b. pH tinggi berkisar 12,5-12,8
c. Biokompatibel
d. Efektif dalam jangka waktu yang cukup lama dibanding medikamen lainnya
e. Efektif melawan bakteri anaerob
f. Merangsang penutupan biologis pada daerah apikal, menghasilkan penutupan
apeks
4. Kekurangan
a. Tidak dapat mengeliminasi Enterococcus faecalis
b. Dapat menyebabkan resorpsi internal
c. Kekuatan kompresif rendah
5. Mekanisme Kerja
a. Pemisahan ion calcium dan ion hydroxyl dalam reaksi enzimatik pada bakteri
dan jaringan
b. Difusi ion hydroxyl menyebabkan lingkungan alkaline sehingga tidak
kondusif bagi pertahanan bakteri dalam saluran akar
c. Ion calcium memberi efek terapetik yang dimediasi melalui ion channel
d. Menginhibisi replikasi DNA serta bertindak sebagai barrier dalam mencegah
masuknya bakteri dalam sistem saluran akar
e. Menginaktifkan lipopolisakarida (LPS) bakteri, menghasilkan asam lemak
dalam jumlah banyak dan menonaktifkan enzim dalam membran bakteri serta
mengganggu transportasi pada sel bakteri
6. Manipulasi Kalsium Hidroksida
a. Bubuk kalsium hidroksida dicampurkan dengan larutan seperti air, gliserin,
metil selulosa, sampai menjadi pasta

b. Aplikasikan dengan jarum lentulo ke dalam saluran akar dengan gerakan


memutar berlawanan arah jarum jam
7. Efek samping
a. Resorpsi internal jika digunakan pada gigi sulung, karena kadar alkali kalsium
hidroksida menyebabkan inflamasi pulpa

Tri Kresol Formalin (TKF)


Disinfektan yang digunakan pada saluran akar sebelum pengisian saluran akar.
Terdapat campuran ortho, metham dan para-cresol dengan formalin. Berisi 10% trikresol dan
90% formokresol.
1. Indikasi
a. Bahan fiksasi perawatan pulpotomi
b. Antimikroba saluran akar
2. Kelebihan
a. Cukup efektif untuk mendesinfeksi pulpa
b. Sebagai antimikroba saluran akar
3. Kekurangan
a. Toksik pada jaringan periapikal
b. Bersifat mutagenik dan karsinogenik
c. Aplikasi yang berlebih dapat menyebabkan periodontitis
4. Mekanisme kerja
a. Liquid formaldehid
i. Menguap dan melepaskan gas antimikrobial
b. Cresol
i. Desinfektan yang lebih kuat daripada phenol
ii. Menghilangkan rasa sakit, mengurangi efek rangsangan dari
formaldehid
iii. Bersifat saponifikasi, lemak

dan asam lemak diubah menjadi

antiseptik
5. Manipulasi TKF
a. Basahi cotton pellet dengan TKF lalu masukkan ke dalam saluran akar
b. Tutup dengan tambalan sementara
6. Efek samping
a. Penggunaan jangka panjang dapat merangsang jaringan periapikal dan
menyebabkan jaringan menjadi nekrosis

Clorophenol Kamfer Menthol (ChKM)

Bahan ini memiliki kemampuan desinfeksi dan sifat mengiritasi yang kecil dan
mempunyai spektrum antibakteri yang luas sehingga dapat digunakan pada perawatan saluran
akar gigi yang mempunyai kelainan periapikal.
1. Indikasi
a. Disinfektan pada dentin setelah preparasi kavitas
b. Disinfektan setelah pulpektomi dan pulp dressing
c. Disinfektan root canal
d. Gigi dengan kelainan periapikal
2. Kelebihan
a. Sifat mengiritasi jaringannya lebih kecil dari formokresol
b. Spektrum antibakteri yang luas dan efektif terhadap jamur
c. Efektif untuk infeksi periapikal
d. Desinfektan yang kuat untuk infeksi root canal
3. Kekurangan
a. Sitotoksisitas jika digunakan untuk jangka panjang
4. Mekanisme kerja
a. Para-klorophenol membunuh bakteri dalam saluran akar, dalam bentuk gas
mampu menembus tubuli dentin dan mencapai apeks untuk mensterilkan
jaringan dan permukaan yang terkontaminasi
b. Kamfer di saluran akar dipisahkan dalam bentuk kristal halus yang
menempel pada dinding saluran akar dan memperlama efek desinfekstan.
Mengurangi efek mengiritasi klorophenol
c. Menthol vasokonstriksi untuk memperkecil hiperemia yang disebabkan
kamfer. Mengurangi sifat iritasi klorophenol dan mengurangi rasa sakit.
5. Manipulasi
a. Alikasi ChKM + paper point atau cotton pellet kedalam saluran akar
b. tutup dengan tambalan sementara

Daftar Pustaka
Cohen, Steven R, et al. 2006. Cohen Pathway of The Pulp ed.9. Mosby: St. Louis
Torabinejad, Walton. 2003. Prinsip dan Praktik Ilmu Endodonti Ed.3. Jakarta: EGC
Soedjono, P., Mooduto L., dan Setyowati L. 2009. Penutupan Apeks pada Pengisian Saluran
Akar dengan Bahan Kalsium Oksida Lebih Baik Dibanding Kalsium Hidroksida.
Journal PDGI

Beer, Rudolf, et al.2006. Pocket Atlas of Endodontics. New York: Thieme