Anda di halaman 1dari 128

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior

Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Tujuan pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan

kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang optimal.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan upaya dari seluruh potensi bangsa baik
masyarakat, swasta maupun pemerintah pusat dan daerah. Pembangunan kesehatan untuk
mencapai Indonesia Sehat 2010 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan yang setinggitingginya dan perubahan paradigma sehat yaitu upaya untuk meningkatkan kesehatan bangsa
Indonesia agar mampu mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga
kesehatan sendiri melalui kesadaran yang tinggi yang mengutamakan upaya promotif dan
preventif.
Dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) ditetapkan sub sistem upaya kesehatan
yang terdiri dari dua unsur utama yaitu upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya
kesehatan masyarakat (UKM). UKM terutama diselenggarakan oleh Pemerintah dengan
peran serta aktif masyarakat dan swasta, sedang UKP dapat diselenggarakan oleh masyarakat,
swasta dan pemerintah. Penyelenggaraan upaya kesehatan harus bersifat menyeluruh, terarah,
terencana, terpadu, berkelanjutan, terjangkau, berjenjang, profesional dan bermutu.
Puskesmas merupakan ujung tombak penyelenggaraan UKM maupun UKP di strata
pertama pelayanan kesehatan, dan merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota yang bertanggungjawab menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan
kesehatan di Kabupaten / Kota. Upaya kesehatan yang diselenggarakan oleh Puskesmas
meliputi upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Kinerja Puskesmas,
sebagai sarana pelayanan kesehatan dasar yang paling dekat dengan masyarakat sangat
menentukan kinerja Kabupaten/Kota untuk mewujudkan masyarakat sehat di wilayahnya.
Prinsip penyelenggaraan upaya kesehatan yang menyeluruh, terpadu, terjangkau dan bermutu
merupakan prinsip yang seharusnya diterapkan di Puskesmas, sehingga kinerja Puskesmas
lebih optimal.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Saat ini permasalahan kesehatan yang dihadapi cukup kompleks, upaya kesehatan
belum dapat menjangkau seluruh masyarakat meskipun Puskesmas telah ada di setiap
kecamatan yang rata-rata ditunjang oleh tiga Puskesmas Pembantu. Hal ini ditunjukkan
dengan masih tingginya angka kematian bayi yaitu 35 per 1000 kelahiran hidup (SDKI 20022003) serta angka kematian ibu yaitu 307 per 100.000 kelahiriran hidup (SDKI 2002-2003),
Masalah kesehatan lainnya adalah munculnya penyakit-penyakit (emerging diseases) seperti
HIV/AIDS, SARS, Chickungunya, dan meningkatnya kembali penyakit penyakit menular
(re-emerging diseases) seperti TBC, malaria, serta penyakit yang dapat dicegah dengan
immunisasi. Sementara itu untuk penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan
penyakit pembuluh darah, juga terjadi peningkatan. Keadaan ini semakin dipersulit dengan
masih terbatasnya jumlah sumber daya manusia baik dari aspek kuantitas maupun
kualitasnya. Rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk masih rendah, seperti halnya
tenaga perawat. Produksi perawat setiap tahun sekitar 40.000 perawat baru, dengan demikian
rasio terhadap jumlah penduduk 1 : 2850 (SKN 2004).
Upaya keperawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya kesehatan penunjang
yang terintegrasi dalam semua upaya kesehatan Puskesmas termasuk dalam upaya kesehatan
wajib (Promosi kesehatan, Kesehatan lingkungan, KIA/KB, P2M, Gizi dan Pengobatan)
tetapi dapat juga sebagai upaya kesehatan pengembangan yang wajib dilakukan pada daerah
tertentu. Dengan terintegrasinya upaya Perkesmas ke dalam upaya kesehatan wajib maupun
upaya pengembangan, diharapkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih
bermutu karena diberikan secara holistik, komprehensif pada semua tingkat pencegahan.
Kesehatan merupakan faktor yang sangat penting dalam tahapan hidup manusia.
Dengan kondisi yang sehat, manusia dapat melakukan aktivitas sehari-harinya dengan baik,
tanpa terganggu oleh kesehatan tubuh yang kurang optimal. Masyarakat di Indonesia masih
terbilang terbelakang dalam hal menjaga kesehatan, mereka masih kurang menyadari akan
pentingnya untuk menjaga kesehtan diri, keluarga dan lingkungannya, yaitu memahami akan
pentingnya promotiv dan preventif atau lebih kita kenal dengan lebih baik mencegah dari
pada mengobati. Dengan kurangnya kesadaran tersebut mengakibatkan masyarakat di
Indonesia terutama masyarakat awam sangatlah mudah untuk terjangkit penyakit. Melihat
semua masalah kesehatan tersebut, perlu adanya perbaikan dibidang kesehatan.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Oleh karena itu, sangatlah perlu terselenggaranya berbagai upaya kesehatan, baik
upaya kesehatan perorangan maupun upaya kesehatan masyarakat yang sesuai dengan azas
penyelenggaraan sesuai salah satu fungsi dari puskesmas. Untuk memperbaiki kesehatan
masyarakat tersebut, perlu ditunjang oleh manajemen puskesmas yang baik agar puskesmas
benar-benar berfungsi sesuai dengan tugasnya.
1.2.

Tujuan Kegiatan

1.2.1. Tujuan Umum


Untuk mengetahui program - program kerja dan kegiatan kegiatan pemberdayaan
kesehatan masyarakat yang sedang dan telah dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Medan
Tuntungan, serta pembantu - pembantunya.
1.2.2. Tujuan Khusus
Untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan kegiatan
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Masyarakat yang dilaksanakan di wilayah kerja
Puskesmas Medan Tuntungan, dan melakukan pelayanan kesehatan di Puskesmas Medan
Tuntungan.
1.3.

Manfaat Kegiatan
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peserta Kepaniteraan

Klinik Senior tentang program program kesehatan di Puskesmas Tuntungan dan bagaimana
tata cara pelaksanaannya.
Diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bersosialisasi dengan
masyarakat. Juga dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi peserta tentang sejauh
mana gambaran pengetahuan sikap dan tindakan masyarakat terhadap masalah kesehatan
yang berkembang.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

PUSKESMAS

2.1.1

Pengertian Puskesmas
Puskesmas adalah suatu unit organisasi fungsional yang merupakan pusat

pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping
memberikan pelayanan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat
dalam suatu wilayah kerja dalam bentuk usaha-usaha kegiatan pokok.
Puskesmas unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang bertanggung
jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerja.Yang dimaksud
dengan Unit Pelayanan Teknis Dinas yang selanjutnya disebut UPTD, yakni unit organisasi
di lingkungan dinas kota yang melakukan tugas teknis operasional.Yang dimaksud dengan
pembangunan kesehatan adalah penyelenggaraan upaya kesehatan untuk meningkatkan
kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat
mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pengertian pembangunan kesehatan juga
meliputi pembangunan yang berwawasan kesehatan, pemberdayaan Kecamatan adalah batas
wilayah kerja Puskesmas dalam melaksanakan tugas dan fungsi pembangunan kesehatan.
Dari uraian singkat diatas, jelas bahwa Puskesmas adalah satu satuan organisasi yang
diberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota untuk
melaksanakan tugas-tugas operasional pembangunan kesehatan di wilayah Kecamatan.
Puskesmas merupakan suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat dan membina peran serta masyarakat
di samping memberikan pelayanan menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah
kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Puskesmas merupakan salah satu tempat yang di dalamnya terjadi proses pertukaran
informasi dengan kolaborasi, mobilitas, dan integrasi data, baik di dalam Puskesmas itu
sendiri atau dalam hubungan keluar dengan Dinas Kesehatan yang membawahinya. Dalam
penanganan seorang pasien bisa melibatkan beberapa aspek, seperti laporan pemeriksaan
aboratorium, ketersediaan kebutuhan lain seperti rekam medik pasien.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Puskesmas memiliki wilayah kerja yang meliputi satu kecamatan atau sebagian dari
kecamatan. Faktor kepadatan penduduk, luas daerah, keadaan geografi dan keadaan
infrastruktur lainnya merupakan bahan pertimbangan dalam menentukan wilayah kerja
puskesmas. Untuk perluasan jangkauan pelayanan kesehatan maka puskesmas perlu ditunjang
dengan unit pelayanan kesehatan yang lebih sederhana yang disebut puskesmas pembantu
dan puskesmas keliling.
Khusus untuk kota besar dengan jumlah penduduk satu juta jiwa atau lebih, wilayah
kerja puskesmas dapat meliputi satu kelurahan. Puskesmas di ibukota kecamatan dengan
jumlah penduduk 150.000 jiwa atau lebih, merupakan puskesmas Pembina yang berfungsi
sebagai pusat rujukan bagi puskesmas kelurahan dan juga mempunyai fungsi koordinasi.
2.1.2

Tujuan Puskesmas
Tujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah

mendukung tercapainya tujuan pembangunan kesehatan nasional, yakni meningkatkan


kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi orang yang bertempat tinggal di
wilayah kerja puskesmas agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
2.1.3

Fungsi Puskesmas
Fungsi puskesmas ada 3, yaitu: pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

yang berarti puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan


pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya,
sehingga berwawasan serta menduku ng pembangunan kesehatan. Disamping itu puskesmas
aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap program
pembangunan diwilayah kerjanya. Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang
dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan

kesehatan dan pencegahan

penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.


Pusat pemberdayaan masyarakat berarti puskesmas selalu berupaya agar perorangan
terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki
kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat,
berperan

aktif

dalam

memperjuangkan

kepentingan

kesehatan

termasuk

pembiayaannya, serta ikut menetapkan,

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

sumber

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

menyelenggarakan

dan

memantau

pelaksanaan

program

kesehatan.

Pemberdayaan

perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan
situasi, khususnya sosial budaya masyarakat setempat.
Pusat pelayanan kesehatan strata pertama berarti puskesmas bertanggung jawab
menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan
berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggungjawab
puskesmas meliputi : Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi
(privat goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan
perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan
perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat
inap.
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik
goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan

(public

serta mencegah

penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan. Pelayanan


kesehatan masyarakat disebut antara lain adalah promosi kesehatan, pemberantasan penyakit,
penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana,
kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
Beberapa proses dalam melaksanakan fungsi tersebut yaitu merangsang masyarakat
termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri,
memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan menggunakan
sumber daya yang ada secara efektif dan efisien, memberikan bantuan yang bersifat
bimbingan teknis materi dan rujukan medis maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat
dengan ketentuan bantuan tersebut tidak menimbulkan ketergantungan memberikan
pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat, bekerja sama dengan sektor-sektor yang
bersangkutan dalam melaksanakan program puskesmas.
2.2

Visi Dan Misi Puskesmas

2.2.1

Visi Puskesmas
Visi pembangunan kesehatan yang diselengarakan oleh Puskesmas adalah tercapainya

Kecamatan Sehat menuju terwujudnya Indonesia Sehat. Kecamatan Sehat adalah gambaran
masyarakat Kecamatan masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan kesehatan,
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

yakni masyarakat yang hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku sehat, memiliki
kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu secara adil dan merata
serta memiliki derajat kesehatan yang setinggi- tingginya.Indikator Kecamatan Sehat yang
ingin dicapai mencakup 4 Indikator yaitu:
1.Indikator Lingkungan sehat
2. Indikator Prilaku sehat
3. Indikator Pelayanan Kesehatan yang Bermutu
4. Indikator Derajat Kesehatan yang Optimal
2.2.2

Misi Puskesmas

Ada empat misi Puskesmas yaitu:


1. Menggerakkan pembangunan Kecamatan yang berwawasan kesehatan. Puskesmas akan
selalu menggerakan pembangunan sektor lain agar memperhatikan aspek kesehatan,
yaitu agar pembangunan tersebut mendorong lingkungan dan perilaku masyarakat
semakin sehat.
2. Mendorong kemandirian masyarakat dan keluarga untuk hidup sehat. Puskesmas selalu
berupaya agar keluarga dan masyarakat makin berdaya dibidang kesehatan, melalui
peningkatan pengetahuan dan kemampuan untuk hidup sehat.
3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan
terjangkau. Puskesmas harus selalu berupaya untuk menjaga agar cakupan dan kualitas
layanannya tidak menurun, bahkan kalau bisa ditingkatkan agar semakin besar
cakupannya dan semakin bagus kualitas layanannya.
4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta
lingkungannya. Puskesmas selalu berupaya agar derajat kesehatan individu, keluarga dan
masyarakat dapat terpelihara bahkan semakin meningkat seiring dengan derap
pembangunan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas.
2.3

Azas Dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas


Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan harus

menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara terpadu. Azas penyelenggaraan


puskesmas secara terpadu. Azas penyelenggaraan puskesmas tersebut dikembangkan dari
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

ketiga fungsi puskesmas. Dasar pemikirannya adalah pentingnya menerapkan prinsip dasar
dari setiap fungsi puskesmas dalam menyelenggarakan setiap upaya puskesmas, baik upaya
kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan. Azas penyelenggaraan puskesmas
yang dimaksud adalah azas pertanggungjawaban wilayah, azas pemberdayaan masyarakat,
azas keterpaduan dan azas rujukan.
2.3.1.

Azas Penyelengaraan Puskesmas

Azas penyelengaraan Puskesmas yang dimaksud adalah :


1. Azas pertanggung jawaban wilayah
Puskesmas harus bertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, dengan kegiatan antara lain:
a.

Menggerakkan pembangunan berbagai sektor tingkat Kecamatan sehingga berwawasan


kesehatan

b.

Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan masyarakat di


wilayah kerjanya.

c.

Membina setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh masyarakat
dan dunia usaha di wilayah kerjanya.

d.

Menyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama secara merata dan terjangkau di


wilayah kerjanya.
2. Azas Pemberdayaan Masyarakat
Puskesmas wajib memperdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat, agar

berperan aktif dalam penyelenggaraan setiap upaya Puskesmas dengan kegiatan antara lain:
a. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak, Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Bahagia (BKB).
b. Upaya Pengobatan : Posyandu, Pos Obat Desa (POD).
c. Upaya Perbaikan Gizi : Posyandu, Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi.
d. Upaya Kesehatan Sekolah : Dokter Kecil, Penyertaan guru dan orang tua / wali murid,
Saka Bakti Husada (SBH), Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren).
e. Upaya Kesehatan Lingkungan : Kelompok Pemakai air (Pokmair), Desa Percontohan
Kesehatan Lingkungan (DPKL).
f. Upaya Kesehatan Usia Lanjut: Posyandu Usila, Panti Wreda.
g. Upaya Kesehatan Kerja : Pos Upaya Kesehatan Kerja (Pos UKK).
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

h. Upaya Kesehatan Jiwa : Posyandu, Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat.


i. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional : Taman Obat Keluarga (TOGA).
j. Upaya Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan (inovatif) : Dana Sehat, Tabungan Ibu
Bersalin (Tabulin), Mobilitas Dana Keagamaan.
3. Azas Keterpaduan
Puskesmas dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya harus melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, bermitra dengan BPKM / BPP
dan organisasi masyarakat lainnya, berkoordinasi dengan lintas sektoral dan lintas program,
agar terjadi perpaduan kegiatan di lapangan sehingga lebih berhasil guna dan berdaya guna.
4. Azas Rujukan
Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan pertama, yang bila tidak mampu
mengatasi masalah karena berbagai keterbatasan, bisa melakukan rujukan baik secara vertikal
ke tingkat yang lebih tinggi, atau secara horizontal ke Puskesmas lainnya. Ada 2 macam
rujukan di Puskesmas :
a. Rujukan Upaya Kesehatan Perorangan.
b. Rujukan Upaya Kesehatan Masyarakat.
2.3.2 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas
Dalam mencapai Visi pembangunan kesehatan melalui Puskesmas yakni terwujudnya
Kecamatan Sehat, Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan
perorangan dan upaya kesehatan masyarakat.Upaya kesehatan tersebut di kelompokkan
menjadi 2 yaitu :
1. Upaya Kesehatan Wajib
Upaya kesehatan wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen nasional, regional, dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk
meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus diselenggarakan di setiap
Puskesmas.Upaya kesehatan wajib tersebut adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Upaya Promosi Kesehatan


Upaya Kesehatan Lingkungan
Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Upaya Pengobatan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

7.

Upaya Pencatatan dan Pelaporan

2. Upaya Kesehatan Pengembangan


Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan dimasyarakat serta yang disesuaikan
dengan kemampuan Puskesmas, yang dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok Puskesmas
yang telah ada yakni :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Upaya Kesehatan Sekolah


Upaya Kesehatan Olahraga
Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat
Upaya Kesehatan Kerja
Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut
Upaya Kesehatan Jiwa
Upaya Kesehatan Mata
Upaya Kesehatan Usia Lanjut
Upaya pembinaan Pengobatan Tradisional
2.4.
Kedudukan Puskesmas, Organisasi, dan Tata Kerja Puskesmas
2.4.1 Kedudukan Puskesmas
Sistem Kesehatan Nasional
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Nasional adalah sebagai sarana
pelayanan kesehatan strata pertama yang bertanggung jawab menyelenggarakan upaya

kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya.


Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Kesehatan Kabupaten / Kota adalah sebagai Unit
Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang bertanggung jawab

menyelenggarakan tugas pembangunan kesehatan Kabupaten / Kota di wilayah kerjanya.


Sistem Pemerintah Daerah
Kedudukan Puskesmas dalam Sistem Pemerintahan Daerah adalah sebagai unit
pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota yang merupakan unit struktural

Pemerintah Daerah Kabupaten / Kota bidang kesehatan di tingkat Kecamatan.


Antar Sarana Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Di wilayah kerja Puskesmas terdapat berbagai organisasi pelayanan kesehatan strata
pertama yang dikelola oleh lembaga masyarakat dan swasta seperti : praktek dokter,
praktek dokter gigi, praktek bidan, poliklinik, dan Balai Kesehatan Masyarakat.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kedudukan Puskesmas di antara berbagai sarana pelayanan kesehatan strata pertama ini
adalah sebagai mitra. Di wilayah kerja Puskesmas terdapat pula berbagai bentuk upayaupaya kesehatan berbasis dan bersumber daya masyarakat seperti : Posyandu, Polindes,
Pos Obat Desa, dan Pos UKK. Kedudukan Puskesmas di antara berbagai sarana
pelayanan kesehatan berbasis dan bersumber daya masyarakat adalah sebagai pembina.
2.4.2 Organisasi Puskesmas
Struktur Organisasi
Struktur organisasi Puskesmas tergantung dari beban tugas masing-masing Puskesmas.
Penyusunan struktur organisasi Puskesmas di satu Kabupaten / Kota dilakukan oleh dinas
kesehatan Kabupaten / Kota, sedangkan penetapannya dilakukan dengan peraturan
daerah.Sebagai acuan dapat dipergunakan pola struktur organisasi Puskesmas yaitu
sebagai berikut :
a. Kepala Puskesmas
b. Unit Tata Usaha yang bertanggung jawab membantu kepala Puskesmas dalam

pengelolaan :
Data dan informasi
Perencanaan dan penilaian
Keuangan
Umum dan kepegawaian
c. Unit Pelaksana Teknis Fungsional Puskesmas :
Upaya Kesehatan Masyarakat, termasuk pembinaan terhadap UKMB
Upaya Kesehatan Perorangan
d. Jaringan Pelayanan Perorangan :
Unit Puskesmas Pembantu
Unit Puskesmas Keliling
Unit Bidan di Desa / Komunitas
Kriteria Personalia
Kriteria personalia yang mengisi struktur organisasi Puskesmas disesuaikan dengan tugas
dan tanggung jawab masing-masing unit Puskesmas. Khusus untuk kepala Puskesmas
kriteria tersebut dipersyaratkan harus seorang sarjana di bidang kesehatan yang kurikulum

pendidikannya mencakup kesehatan masyarakat.


Eselon Kepala Puskesmas
Kepala Puskesmas adalah penanggung jawab pembangunan kesehatan di tingkat
Kecamatan. Sesuai dengan tanggung jawab tersebut dan besarnya peran kepala
Puskesmas dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan di tingkat Kecamatan maka
jabatan kepala Puskesmas adalah jabatan struktural eselon IV.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Dalam keadaan tidak bersedia tenaga yang memenuhi syarat untuk menjabat jabatan IV,
ditunjuk pejabat sementara yang sesuai dengan kriteria Kepala Puskesmas yakni seorang
sarjana di bidang kesehatan masyarakat, dengan kewenangan setara dengan pejabat tetap.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Puskesmas Medan Tuntungan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.4.3

Tata Kerja Puskesmas

Dengan Kantor Kecamatan


Dalam melaksanakan fungsinya, Puskesmas berkoordinasi dengan kantor Kecamatan
melalui pertemuan berkala yang diselenggarakan di tingkat Kecamatan. Koordinasi
tersebut

mencakup

perencanaan,

penggerakan

pelaksanaan,

pengawasan,

dan

pengendalian serta penilaian. Dalam hal pelaksanaan fungsi penggalian sumber daya
masyarakat oleh Puskesmas, koordinasi dengan kantor Kecamatan mencakup pula
kegiatan fasilitasi.

Dengan Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota


Puskesmas ialah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota. Dengan
demikian, secara teknis dari administratif, Puskesmas bertanggung jawab kepada Dinas
Kesehatan Kabupaten / Kota. Sebaliknya, Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota
bertanggung jawab membina serta memberikan bantuan administratif dan teknis kepada

Puskesmas.
Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Strata Pertama
Sebagai mitra pelayanan kesehatan strata pertama yang dikelola oleh lembaga
masyarakat dan swasta, Puskesmas menjalin kerja sama termasuk penyelenggara rujukan
dan memantau kegiatan yang diselenggarakan. Sedangkan sebagai pembina upaya
kesehatan bersumber daya masyarakat, Puskesmas melaksanakan bimbingan teknis,
pemberdayaan dan rujukan sesuai kebutuhan. Contohnya seperti Posyandu, Poskeskel,

dll.
Dengan Jaringan Pelayanan Kesehatan Rujukan
Dalam menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat,
Puskesmas menjalin kerja sama yang erat dengan berbagai pelayanan kesehatan rujukan.
Untuk upaya kesehatan perorangan, jalinan kerja sama tersebut diselenggarakan dengan
berbagai sarana pelayanan kesehatan perorangan seperti Rumah Sakit (Kabupaten / Kota)
dan berbagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balai Pengobatan Penyakit Paru, Balai
Kesehatan Mata Masyarakat, Balai Kesehatan Kerja Masyarakat, Balai Kesehatan
Olahraga Masyarakat, Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat, Balai Kesehatan Indra
Masyarakat). Sedangkan untuk upaya kesehatan masyarakat, jalinan kerja sama
diselenggarakan dengan berbagai sarana pelayanan kesehatan masyarakat rujukan,
seperti Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota, Balai Teknik Kesehatan Lingkungan, Balai

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Laboratorium Kesehatan serta berbagai Balai Kesehatan Masyarakat. Kerja sama


tersebut diselenggarakan melalui penerapan konsep rujukan yang menyeluruh dalam

koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota.


Dengan Lintas Sektor
Tanggung jawab Puskesmas sebagai unit pelaksana teknis adalah menyelenggarakan
sebagian tugas pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh Dinas Kesehatan
Kabupaten / Kota. Untuk hasil yang optimal, penyelenggaraan pembangunan kesehatan
tersebut harus dikoordinasikan dengan berbagai lintas sektor terkait yang ada di tingkat
Kecamatan. Diharapkan di satu pihak, penyelenggarakan pembangunan kesehatan di
Kecamatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai sektor terkait, sedangkan di pihak
lain pembangunan yang diselenggarakan oleh sektor lain di tingkat Kecamatan

berdampak positif terhadap kesehatan.


Dengan Masyarakat
Sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah
kerjanya, Puskesmas memerlukan dukungan aktif dari masyarakat sebagai objek dan
subjek pembangunan. Dukungan aktif tersebut diwujudkan melalui pembentukan Badan
Penyantun Puskesmas yang menghimpun berbagai potensi masyarakat, seperti tokoh
masyarakat, tokoh agama, LSM, organisasi kemasyarakatan, serta dunia usaha. BPP
tersebut berperan sebagai mitra dalam menyelenggarakan pembangunan kesehatan.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB 3
GAMBARAN UMUM PUSKESMAS
3.1

Lokasi Puskesmas

Puskesmas
Kecamatan
Alamat

3.2.

: Medan Tuntungan
: Medan Tuntungan
: Jl. Bunga Melati II Kelurahan Kemenangan Tani Lingk. II
Kec. Medan Tuntungan Kode Pos : 20132 Telp. (061) 8365756

Data Geografis

Luas Wilayah

: 806,3 Ha

Luas Kecamatan

: 1.911,3 Ha

Jumlah Kelurahan

: 6

Jumlah Lingkungan

: 29

Jumlah KK

: 5.150

Jumlah KK Miskin
: 1.180 KK atau 8403 jiwa
Luas Tanah
: 1.347 m2
Luas Bangunan
: 894 m2
Terdiri Dari
: Bangunan Puskesmas Rawat jalan dan rawat inap
Dilengkapi dengan :
1. Rumah dinas dokter
2. Rumah dinas para medis
Batas-batas wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Medan Selayang
2. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang
4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang

Gambar 3.1 Peta Wilayah Kerja Puskesmas Medan Tuntungan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.3

Data Demografis

a. Jumlah penduduk/kel. Tahun 2013

1. Kel. Tanjung Selamat

13.456

2. Kel. Kemenangan Tani

5.758

3. Kel. Laucih

1.982

4. Kel. Sidomulyo

2.020

1. Tanjung Selamat

: 300 Ha.

5. Kel. Namo Gajah

2.475

2. Kemenangan Tani

: 150 Ha.

6. Kel. Ladang Bambu

4.746

b. Jumlah penduduk menurut mata pencaharian

1. PNS

: 4,5%

2. TNI/Polri

: 0,5%

3. Swasta

: 4%
: 1,5%

4. Wiraswata
5. Pensiunan
6. Pedagang
7. Petani
8. Buruh
9. Dll

:
:
:
:
:

KETERANGAN
Luas Wilayah:

3. Namo Gajah

: 101 Ha.

4. Lau Cih

: 87 Ha.

5. Sido Mulio

: 82.3 Ha.

6. Ladang Bambu : 135 Ha.

Jumlah Penduduk:
1. Tanjung Selamat

: 10.546

1,5%

2. Kemenangan Tani

: 1.880

3%

3. Namo Gajah

: 5.032

30%

4. Lau Cih

: 1.749

10%

5. Sido Mulio

: 3.856

45%

6. Ladang Bambu : 24.580

c. Jumlah Penduduk Menurut Suku

1. Suku Batak Karo

: 30%

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2. Suku Melayu

: 21%

3. Suku Jawa

: 15%

4. Suku Batak Toba

: 13%

5. Suku Mandailing

: 8%

6. Suku Minang

: 7%

7. WNI Turunan

: 3%

8. Dll

: 3%

3.4. Data Kesehatan


1) Sasaran Kesehatan :
- Jumlah Bayi

: 517

- Jumlah Balita

: 2202

- Jumlah Bumil

: 542

- Jumlah Buteki/Bufas

: 551

- Jumlah PUS

: 4.241

- Jumlah Usila

: 2.083

- Jumlah Murid SMA

: 2.064

- Jumlah Murid SMP

: 1.354

- Jumlah Murid SD

: 2.656

- Jumlah Murid TK

: 198

2) Sarana Kesehatan :

RS. Pemerintah

: 1

RS. Swasta

: -

RS. Khusus/RSIA

: 1

Balai Pengobatan

: 4

Rumah Bersalin

: 4

Laboratorium

: -

Apotik

: 6

Optik

: 3

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Puskesmas Pembantu

: 2

Toko Obat Berizin

: 1

Praktek Dr. Umum Swasta

: 4

Praktek Dr. Spesialis Swasta

: 3

Praktek Drg. Swasta

: 2

Praktek Bidan Swasta

: 2

Batra : - Oukup

: 2

- Dukun Patah

: 2

Pos Kesehatan

: 6

b. Sarana Pendukung Kesehatan :


Jumlah Posyandu Balita

: 15

Jumlah Posyandu Lansia

: 6

Jumlah Posyandu Bumil

: 6

c. Tenaga Pendukung Kesehatan :


Jumlah Dasa Wisma

: 6

Jumlah Kader Balita

: 75

Jumlah Kader Lansia

: 18

Jumlah Dokter Kecil

: 60

Jumlah Dokter Remaja

: 70

Jumlah Patroli Kesehatan

: 29

Jumlah Guru UKS


3.5.
Data Pendidikan

: 25

Jumlah SD

11

Jumlah SMP

Jumlah SMA

Jumlah TK

Jumlah Perguruan Tinggi

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.6.
-

3.7.

Data Tempat-Tempat Umum


Rumah Ibadah
Restaurant
Hotel
Rumah Makan
Tempat Pembuatan Minuman
Salon/Tempat Hiburan
Kolam Renang
Pasar Tradisional

32
1
11
23
14
14
2
1

Data Sumber Daya Manusia


Tabel 3.1 Sumber Daya Manusia di Puskesmas Medan Tuntungan dan Pustu.
Jabatan

No
1
2
3
4
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

:
:
:
:
:
:
:
:

Dokter Umum
Dokter Gigi
Sarjana Keperawatan
Sarjana Kes Masyarakat
Sarjana Sains Terapan
Bidan /AKBID
Perawat /AKPER
Perawat Gigi
Asisten Apoteker
Gizi
Analis
Sanitarian
Tata Usaha
LCPK
Honor
Total
Total SDM : 76 orang

Gambar 3.2

Puskesmas
Induk
3
3
2
2
1
9
15
1
5
1
2
1
2
3
1
51

Pustu
L. Bambu

Pustu
M. Permai

1
-

1
-

-3
4
3
1
12

3
4
2
1
11

Denah

Gedung
Puskesmas
Medan
Tuntungan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.8
Fasilitas Puskesmas
3.8.1. Fasilitas Gedung Puskesmas
Tabel 3.2. Fasilitas Gedung Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2013
No.
1.
2.

Fasilitas Gedung
Ruang Kartu
Ruang KIA/KB

Jumlah
1
1

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11.
12.

Ruang Pengobatan
Ruang Gigi dan Mulut
Ruang Obat
Ruang Rawat
Ruang Pertemuan
Ruang Gizi
Ruang Administrasi
Ruang Dokter
Gudang
Kamar Mandi
JUMLAH

1
1
1
2
1
1
1
2
3
5
13

3.8.2. Fasilitas Administrasi


Perlengkapan yang dimiliki oleh Puskesmas Medan Tuntungan dalam menjalankan
peranannya agar terlaksananya laporan administrsi antara lain: meja, kursi, lemari arsip,
komputer, kartu berobat pasien, buku catatan arsip, kartu laporan, formulir kegiatan lapangan,
buku laporan kegiatan, kartu KIA / KB, buku bendahara, dan papan tulis.
3.8.3. Fasilitas Imunisasi

Lemari es

Alat alat imunisasi

Vaksin seperti : BCG, DPT, Polio, Campak, TT, Hepatitis

Termos

3.8.4. Fasilitas Alat-alat Kesehatan

Alat alat pemeriksaan kesehatan

Alat alat pertolongan persalinan

Alat alat P3K

Timbangan bayi dan dewasa

Dental Unit Chair

Alat alat perawatan gigi.


Gambar 3.3 Alur Berobat di Puskesmas Medan Tuntungan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB IV
UPAYA POKOK PUSKESMAS TUNTUNGAN
4.1.

Upaya Penyelenggaraan Puskesmas di Kota Medan

4.1.1. Upaya Kesehatan Wajib


Upaya Kesehatan Wajib Puskesmas adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan
komitmen

nasional, regional, dan global serta mempunyai daya ungkit tinggi untuk

meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan harus diselenggarakan di setiap


Puskesmas.Untuk Dinas Kesehatan Kota Medan upaya penyelenggaraan kesehatan wajib
Puskesmas ada 7 program wajib (basic seven) yaitu
1. Upaya Promosi Kesehatan
2. Upaya Kesehatan Lingkungan
3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana
4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat
5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
6. Upaya Pengobatan
7. Upaya Pencatatan dan Pelaporan
4.1.2. Upaya Kesehatan Pengembangan
Upaya Kesehatan Pengembangan Puskesmas adalah Upaya yang ditetapkan
berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan
dengan kemampuan Puskesmas, yang dipilih dari daftar upaya kesehatan Puskesmas yang
telah ada, yaitu :
1.

Upaya Kesehatan Sekolah (UKS)

2.

Upaya Kesehatan Olahraga

3.

Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat (PHN)

4.

Upaya Kesehatan Kerja (UKK)

5.

Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut (UKGM)

6.

Upaya Kesehatan Jiwa (UKJ)

7.

Upaya Kesehatan Mata (UKM)

8.

Upaya Kesehatan Usia Lanjut(USILA)

9.

Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional(BATRA)

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

10.
4.2.

Laboratorium Sederhana

Program Pokok Puskesmas

4.2.1. Upaya Promosi Kesehatan


Tujuan
Agar individu dan kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan perilaku
hidup sehat
Agar individu dan kelompok masyarakat berperan aktif dalam upaya-upaya kesehatan,
serta ikut aktif dalam perencanaan dan penyelenggaraan Posyandu.
Kegiatan
Memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di lingkungan wilayah kerja
Puskesmas Amplas di dalam maupun di luar gedung berbentuk kegiatan: Posyandu,
Posyandu lansia, Gizi, KB, Imunisasi dan lain-lain.
Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan membagikan brosur/leaflet
info kesehatan
4.2.1.1.Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu)
Pengertian
Posyandu merupakan suatu wadah pusat kegiatan pemberian pelayanankesehatan dan
KB yang terpadu tingkat desa.
Sasaran
Bayi, ibu hamil, ibu menyusui dan PUS (Pasangan Usia subur).
Tujuan
Mempercepat penurunan angka kematian bayi, Balita dan angka kelahiran
Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu untuk menurunkan IMR
Mempercepat diterimanya NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Peningkatan dan pembinaan peran serta masyarakat dalam rangka alih teknologi untuk
swakelola usaha-usaha kesehatan masyarakat
Meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan kesehatan dan
kegiatan lain yang menunjang sesuai kebutuhan.
Pendekatan dan

pemerataan pelayanan kesehatan pada masyarakat dalam usaha

meningkatkan cakupan penduduk dan geografi.


Menurut tingkatnya Posyandu dibagi 4 strata:
1. Pratama, kegiatan Posyandu strata ini belum mantap dan belum teratur tiap bulannya,
juga terbatas jumlah kader.
2. Madya, kegiatan Posyandu strata ini 8 (delapan) kali dalam setahun, mempunyai kader
sebanyak 5 orang dengan cakupan yang masih rendah dengan adanya dana sehat.
3. Purnama, kegiatan Posyandu strata ini lebih dari delapan kali dalam setahun dengan
kader lebih dari 5 orang dengan cakupan baik dan telah memiliki dana sehat.
4. Mandiri, kegiatan Posyandu strata ini sebanyak dua belas kali dalam setahun jumlah
kader lebih dari 5 orang, cakupan baik dan dana sehat sudah tersedia untuk lebih dari 50%
KK.
Pelayanan Posyandu dilakukan dengan pola 5 meja, yaitu :

Meja I

: Pendaftaran

Meja II : Penimbangan Bayi dan Balita

Meja III : Pengisian KMS

Meja IV : Penyuluhan perorangan


1.

Mengenai Balita berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang


diikuti pemberian makanan, oralit dan vitamin A dosis tinggi.

2.

Mengenai gizi, kesehatan diri, perawatan payudara, ASI ekslusif dan


P2P terhadap ibu hamil dan menyusui

3.

Menjadi peserta KB lestari, pemberian kondom, pil ulangan atau tablet


busa.

Meja V

: Pelayanan tenaga kerja profesional meliputi KIA, KB, Imunisasi


pengobatan dan pelayanan lain sesuai dengan kebutuhan setempat.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

dan

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4.2.2. Upaya Kesehatan Lingkungan


Sasaran

Daerah yang rawan air bersih


Daerah yang rawan penyakit menular
Daerah percontohan dan pemukiman baru
Tempat-tempat umum seperti terminal, pasar swalayan, rumah ibadah, sekolah dan

lain lain
Masyarakat yang padat penduduknya dan lingkungan kotor.
Kegiatan
Penggunaan sumber air bersih dan pembuatan WC yang memenuhi syarat kesehatan
Higiene dan sanitasi tempat tinggal mencakup :
1. Mendata tempat pembuangan sampah dan sarana jamban keluarga
2. Mendata sarana air minum
3. Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
4. Mendemonstrasikan tentang sumur yang baik untuk kesehatan
Higiene dan sanitasi lingkungan, berupa pengawasan kesehatan tempat-tempat umum
serta tempat pengolahan dan penyajiannya.
Melaksananakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

4.2.3. Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta KB


4.2.3.1.Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Pengertian
KIA adalah upaya kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu
hamil, ibu bersalin, bayi dan Balita serta anak usia pra sekolah yang menjadi tanggung jawab
Puskesmas, dalam rangka meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan bangsa pada
umumnya.
Sasaran

Ibu hamil, ibu bersalin, bayi, Balita, ibu nifasserta anak usia pra sekolah.

Tujuan

Melaksanakan pemeriksaan pada ibu hamil yaitu: timbang berat badan, mengukur

tekanan darah, mengukur tinggi fundus uteri, pemberian tablet tambah darah, serta
vitamin A.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai keadaan gizi, perawatan

payudara, ASI ekslusif, kebersihan diri dan lingkungan serta P2P.


Memberikan motivasi agar ibu hamil ikut pelayanan KB
Membina Posyandu.
Merujuk pasien ke Rumah Sakit apabila penyakitnya tidak dapat ditanggulangi di

Puskesmas.
Pencatatan dan pelaporan KPKIA (Kelompok Pembina Kesehatan Ibu dan Anak).
Pemberian Imunisasi pada bayi, Balita, ibu hamil, anak sekolah dan calon

pengantin.
Kegiatan

Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui dan KB
Pertolongan persalinan di luar Rumah Sakit.
Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.
Imunisasi dasar dan revaksinasi.
Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare

dengan pemberian cairan per oral.


Penyuluhan gizi untuk meningkatkan status gizi ibu dan anak.
Bimbingan kesehatan jiwa anak.
Menjalankan kunjungan rumah.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Pelayanan Keluarga Berencana

4.2.3.2. Keluarga Berencana


Pengertian
Keluarga

berencana

adalah

penggunaan

cara-cara

mengatur

kesuburan

agar

menjarangkan kelahiran selanjutnya untuk mencapai tujuan tertentu.


Sasaran
Pasangan usia subur, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Tujuan
Menaikkan kesehatan melalui upaya menjarangkan kelahiran dalam kelembagaan
NKKBS.
Kegiatan

Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha


terpadu.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Memberikan layanan kotrasepsi pada akseptor KB dalam bentuk Intra Uterine

Device (IUD), pil, kondom, suntikan, kontrasepsi mantap (KONTAP), dan susuk.
Menerima akseptor dan calon akseptor yang dirujuk dari pos-pos KB dan

Posyandu.
Memotivasi calon akseptor dan akseptor KB agar menjadi motivator KB.
Melayani konsultasi kemandulan dan konsultasi KONTAP.
Membuat laporan kegiatan KB bulanan, triwulan, dan tahunan.
Memberikan penyuluhan dan penerangan tentang KB dengan usaha-usaha terpadu

4.2.4. Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat


Permasalahan gizi di Indonesia merupakan masalah yang cukup berat dan komplit.
Pada hakekatnya disebabkan keadaan ekonomi yang kurang dan kurangnya pengetahuan
tentang nilai gizi dari makanan yang ada. Penyakit penyakit karena kurangnya gizi di
Indonesia adalah defisiensi protein kalori, defisiensi vitamin A, dan defisiensi yodium.
Beberapa Kegiatan Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat adalah :
1.
2.
3.

Mendata jumlah balita yang ada di wilayah kerja Puskemas


Melakukan survei terhadap keadaan gizi masyarakat terutama gizi balita.
Melaksanakan pemberian vitamin A dosis tinggi untuk mencegah defisiensi
vitamin A pada balita, juga diberikan pada ibu nifas. Vitamin A yang diberikan pada
bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya yaitu :
Pada bayi umur 6 bulan s/d 11 bulan diberikan vitamin A dengan dosis 100.000 IU
(kapsul biru).
Pada bayi umur 12 bulan s/d 5 tahun diberikan vitamin A dengan dosis 200.000 IU

4.
5.

(kapsul merah).
Memberikan tablet penambah darah untuk mencegah dan mengobati anemia
pada ibu hamil dan menyusui.
Memberikan penyuluhan

terhadap

masyarakat

untuk

memanfaatkan

pekarangan dengan menanam sayuran dan buah-buahan serta memelihara ternak


terutama unggas.
4.2.5. Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular
Dalam pencegahan penyakit menular, diberikan imunisasi dimana imunisasi adalah
merupakan suatu tindakan memberikan kekebalan kepada tubuh terhadap penyakit tertentu.
Sasaran Imunisasi
Yang menjadi sasaran imunisasi adalah bayi, balita, dan anak sekolah.
Tujuan Imunisasi:
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian


Mencegah terjadinya cacat pada bayi, anak, ibu hamil, dan pencegahan penyakit.
Jenis-jenis Imunisasi:
BCG
a. Yang berguna untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit TBC pada anak.
b. Cara pemberian, diberikan pada bayi umur 0-11 bulan, diberikan sekali.
c. Lokasi pemberian, pada lengan kanan atas dengan injeksi intrakutan, dosis 0,05 ml.
DPT
a. Yang berguna untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis, dan Tetanus
b. Cara pemberian, diberikan pada umur 2-11 bulan, diberikan 3 kali interval 4 minggu.
c. Lokasi pemberian, pada paha bagian luar dengan injeksi intramuskular, dosis 0,5 ml.
Polio
a. Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Polio.
b. Cara pemberian, diberikan pada umur 0-11 bulan, diberikan 4 kali.
c. Diberikan dengan dosis 2 tetes per oral.
Campak
a. Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Campak.
b. Cara emberian, diberikan pada umur 9-11 bulan, diberikan 1 kali.
c. Lokasi pemberian pada lengan kiri dengan injeksi subkutan, dosis 0,5 ml.
Toxoid Tetanus
a. Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus.
b. Cara pemberian, diberikan pada murid V SD, diberikan 2 kali dengan interval 4

minggu, dengan injeksi subkutan.


Hepatitis B
a. Yang berguna untuk memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit Hepatitis B.
d. Cara pemberian, diberikan pada umur 2-11 bulan, diberikan 3 kali interval 4 minggu.
e. Lokasi pemberian, pada paha bagian luar dengan injeksi intramuskular, dosis 0,5 ml.

PEMBERANTASAN PENYAKIT MENULAR


Pengertian
Penyakit menular adalah penyakit infeksi yang dapat dipindahkan dari orang atau hewan
yang sakit, dari reservoir ataupun benda - benda yang mengandung bibit penyakit lainnya
ke manusia yang sehat.
Sasaran
Seluruh lapisan masyarakat.
Tujuan
Mencegah terjangkitnya penyakit.
Untuk meningkatkan kesehatan yang optimal.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Menurunkan angka kematian dan kesakitan.


Pemberantasan Penyakit Menular atau P2M dilaksanakan karena :
Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi,

misalnya: penyakit Campak,TB Paru.


Masih tingginya penyakit menular yang berhubungan dengan higiene dan sanitasi,

misalnya: Diare, Infeksi mata, Infeksi telinga dan Mastoid.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang penularannya melalui vektor,

misalnya: Demam Berdarah.


Masih tingginya angka penderita penyakit menular yang ditulari secara langsung, TB

Paru, ISPA, Campak, Cacar air.


Kegiatan-kegiatan P2M berupa:

Mencari kasus sedini mungkin untuk melakukan pengobatan.

Memberikan penyuluhan kesehatan daerah wabah di Puskesmas.

Mengadakan imunisasi antara lain : BCG, DPT, Campak, Polio, DT dan TT.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengamatan dan pemberantasan

4.2.6.

penyakit
Mengumpulkan dan menganalisa data tentang penyakit.
Melaporkan penyakit menular.
Menemukan kasus-kasus untuk mengetahui sumber penularannya.
Tindakan permulaan untuk menahan penjalarannya.
Menyembuhkan penderita hingga sehat.
Pemberian imunisasi.
Pemberantasan vektor nyamuk.
Pendidikan kesehatan
Upaya Pengobatan
Dalam usaha pengobatan penderita tidaklah diobati secara kuratif melainkan juga

memberikan pengertian tentang preventif terhadap penyakit. Di Puskesmas Amplas


dilaksanakan pengobatan gratis untuk pengobatan dasar bagi pasien rawat jalan dan
menolong penderita gawat darurat baik tindakan operasi terbatas maupun rawat inap
sementara seperti kecelakaan lalu lintas, persalinan, dan lain- lain.Pemeriksaan kesehatan
masyarakat Puskesmas, kegiatan yang dilakukan meliputi:
Pemeriksaan mendiagnosa penyakit dan memberikan obat melalui apotik yang ada di

Puskesmas.
Penyuluhan kepada pasien pada saat dilakukan pemeriksaan.
Mengirim penderita yang tidak mampu dan melanjutkan pengobatan setelah penderita
dikembalikan.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4.2.7. Upaya Pencatatan dan Pelaporan


Tujuan
Untuk menilai hasil kerja yang sudah dilakukan
Untuk dipergunakan sebagai bahan dalam menyusun rencana kerja
Pembagian
1. Pencatatan
Kegiatan Administrasi
Registrasi family folder
Registrasi kegiatan lain
2. Pelaporan
Laporan kejadian luar biasa
Laporan pencatatan jumlah penyakit dan pengunjung Puskesmas
Laporan kasus penyakit menular
Laporan kegiatan Puskesmas dan Posyandu
Laporan triwulan yaitu mencatat semua kegiatan Puskesmas dan rencana kerja
selama triwulan
Laporan tahunan yaitu mencatat semua laporan dalam satu tahun yang diambil dari
laporan bulanan
Laporan khusus berupa laporan kematian, penyakit dan obat
4.3.

Program Kesehatan Pengembangan Puskesmas Amplas

4.3.1. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)


Pengertian
Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) adalah wadah belajar untuk meningkatkan
kemampuan hidup sehat dan selanjutnya membentuk perilaku hidup sehat anak usia sekolah
yang berada di sekolah maupun perguruan agama.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Tujuan
Menciptakan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta
memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka
pembentukan manusia seutuhnya. Kegiatan UKS di Puskesmas Amplas antara lain :
Mendata jumlah sekolah dan murid sekolah
Melakukan pemeriksaan berkala ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah kerja
Puskesmas.
Memberikan pendidikan kesehatan melalui kegiatan intra atau ekstra kurikuler
misalnya pelatihan dokter kecil dan dokter remaja.
Memberikan pelatihan Guru UKS serta pembinaan
Melaksanakan penyuluhan kesehatan pribadi, kesehatan gigi, kesehatan lingkungan,
P2M, imunisasi, P3K, dll
Membuat rencana kerja bulanan dan membuat laporan kerja bulanan, triwulan dan
tahunan.
Kegiatan UKS di tingkat sekolah Dasar :
1. Penyuluhan mengenai:
a. Cuci tangan yang benar
b. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
c. Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan
d. Pemberantasan Penyakit menular
2. Pembentukan dokter kecil
Kegiatan UKS di tingkat SMP dan SMA :
1. Penyuluhan mengenai:
a. HIV-AIDS
b. Kesehatan Reproduksi
c. Merokok dan Narkoba
2. Pembentukan dokter remaja
Sampai saat ini jumlah dokter remaja belum ada dikarenakan belum dilakukan
pemilihan kepengurusan yang baru.
4.3.2. Upaya Kesehatan Olahraga
Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan kepada penunjang
Puskesmas agar menjaga kebugaran tubuh dengan berolahraga juga dilakukan pendataan dan
pembinaan kepada klub-klub olahraga yang ada di wilayah Puskesmas. Hasil upaya
kesehatan olahraga belum ada dikarenakan pengumpulan data belum selesai dilakukan.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4.3.3

Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat

Tujuan
1.

Memberikan pelayanan perawatan secara menyeluruh kepada pasien atau keluarganya di


rumah pasien dengan mengikutsertakan masyarakat dan kelompok masyarakat

2.

disekitarnya.
Membantu keluarga dan masyarakat mengenal kebutuhan kesehatannya sendiri dan cara-

3.

cara penanggulangannya disesuaikan dengan batas-batas kemampuan mereka.


Menunjang program kesehatan lainnya dalam usaha pencegahan penyakit, peningkatan
dan pemulihan kesehatan individu dan keluarganya.
Cara-cara yang dilakukan dengan mengadakan penyuluhan perorangan, perkelompok

dan massal. Metode yang dilaksanakan yaitu bimbingan dan konseling, ceramah, diskusi
kelompok, demostrasi, dll. Hasil upaya perawatan kesehatan masyarakat belum ada
dikarenakan pengumpulan data belum selesai dilakukan.
4.3.4. Upaya Kesehatan Kerja
Pengertian kesehatan kerja adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh tenaga kesehatan
dalam bidang kesehatan kerja masyarakat baik dalam waktu sakit maupun sehat guna
meningkatkan derajat kesehatan para pekerja dan keluarannya.
Sasaran
Para pekerja dan keluarganya
Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan tiap pekerja agar dapat menjalankan fungsinya seoptimal

4.3.5. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut


Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut adalah bertujuan untuk mencegah dampak
pengobatan serta dapat diartikan pula kesehatan gigi dasar paripurna yang ditujukan pada
individu, keluarga dan masyarakat berpenghasilan rendah khususnya kelompok masyarakat
awam.Kegiatan-kegiatan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut yang dapat dilaksanakan:
Pemeriksaan, pengobatan dan perawatan gigi, penambalan dan pencabutan gigi.
Membuat rencana kerja dan laporan kegiatan.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kegiatan yang dilakukan meliputi :


Pemeriksaan, pengobatan, perawatan gigi dan mulut serta rujukan penyuluhan
kebersihan gigi pada pasien yang berobat di Puskesmas.
Usaha kesehatan gigi anak sekolah (UKGS).
Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa (UKGMD)
4.3.6. Upaya Kesehatan Lanjut Usia
Kegiatan-kegiatan upaya kesehatan lanjut usia di Puskesmas adalah pelayanan
kesehatan lanjut usia yang dibagi dalam 8 kelompok utama di tiap lingkungan. Kegiatankegiatan yang dilakukan dalam upaya kesehatan lansia ini dilakukan pada posyandu lansia
yang kegiatannya antara lain berupa :
1.
2.
3.
4.

Kegiatan Penyuluhan dan konseling


Pengukuran Antropometri
Pengukuran Tekanan Darah
Pengobatan dan rujukan

4.3.7. Upaya Pembinaan Pengobatan Tradisional


Kegiatan
Pembinaan kepada masyarakat pengobat tradisional antara lain dukun beranak, dukun
patah, dukun pijat, tukang jamu, dan lain-lain.
Memberikan penyuluhan tentang manfaat pekarangan untuk penanaman tanaman obat
keluarga (TOGA)
4.3.8. Laboratorium
Pelayanan laboratorium di Puskesmas Medan Tuntungan belum terlaksana dengan
baik.
BAB 5
LAPORAN KEGIATAN
5.1 Hari I (Senin, 1l 2014)
Pada hari I ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Kegiatan awal
yang dilakukan adalah melapor ke kepala Puskesmas Medan Tuntungan, yaitu dr. Immanuel
Sembiring pada pukul 09.00. Kemudian mahasiswa mendapat bimbingan dari dr. Immanuel
Sembiring mengenai manajemen puskesmas. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
perkenalan dengan seluruh staff dan pegawai Puskesmas Medan Tuntungan.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Perkenalan dengan staff Puskesmas Medan Tuntungan, mahasiswa ditugaskan oleh


Kepala Puskesmas untuk membantu pelayanan kesehatan di Puskesmas. Adapun ruangan
yang dimasuki oleh mahasiswa antara lain sebagai berikut :
3 orang mahasiswa di Ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
Kegiatan di ruang KIA berupa pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, ibu menyusui,
ibu bersalin, bayi, Balita, ibu nifasserta anak usia pra sekolah. Kegiatan yang dilakukan
antara lain :
Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui & KB
Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.
Imunisasi dasar dan revaksinasi.
Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare
dengan pemberian cairan per oral.
Bimbingan kesehatan jiwa anak.
Menjalankan kunjungan rumah.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Pelayanan Keluarga Berencana
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang KIA pada hari Senin, l2 Mei 2014 adalah 0
pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum I
Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap
masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum antara lain : ISPA, diare, demam, dll.
Kegiatan di Ruang Poli Umum I juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum I terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas
membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun
pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Senin, 12 Mei 2014 adalah 7
pasien.

2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum II


Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap masalah

kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum II antara lain : Demam. ISPA, diare. Dll. Di poli umum II untuk
anak- anak.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kegiatan di Ruang Poli Umum II juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum II terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas
membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun
pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Senin, 12 Mei 2014 adalah 4
pasien.

2 orang mahasiswa di Ruang Poli Gigi dan Mulut


Kegiatan di Ruang Poli Gigi dan Mulut berupa pelayanan terhadap pasien yang datang

ke puskesmas dengan keluhan pada gigi dan rongga mulut, sebagian besar pasien datang
untuk perawatan gigi dan pencabutan gigi. Di ruang Poli Gigi dan Mulut terdapat 1 orang
dokter gigi yang bertugas menerima pasien. Para mahasiswa bertugas membantu dokter gigi
menjalankan tugasnya dan memperhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasien.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Gigi dan Mulut hari Senin, 12 Mei 2014
adalah 5 pasien.

2 orang mahasiswa di Ruang Apotek


Kegiatan di Ruang apotek berupa pelayanan terhadap pasien yang akan mengambil

obat yang telah diresepkan oleh dokter. Di ruang Apotek terdapat beberapa apoteker yang
bertugas memberikan obat kepada pasien. Mahasiswa bertugas membantu asisten apoteker
memberikan obat kepada pasien dan membantu mencampur obat yang biasanya dilakukan
penggerusan pada obat untuk anak-anak.
5.2. Hari II (Selasa, 13 Mei 2014)
3 orang mahasiswa di Ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
Kegiatan di ruang KIA berupa pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, ibu menyusui,
ibu bersalin, bayi, Balita, ibu nifasserta anak usia pra sekolah. Kegiatan yang dilakukan
antara lain :
Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui & KB
Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.
Imunisasi dasar dan revaksinasi.
Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare
dengan pemberian cairan per oral.
Bimbingan kesehatan jiwa anak.
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Menjalankan kunjungan rumah.


Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Pelayanan Keluarga Berencana
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang KIA pada hari Selasa, 13 Mei 2014 adalah 0
pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum I
Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap
masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum antara lain : ISPA, diare, demam, dll.
Kegiatan di Ruang Poli Umum I juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum I terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas
membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun
pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Selasa, 13 Mei 2014 adalah 5
pasien.

2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum II


Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap masalah

kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum II antara lain : Demam. ISPA, diare. Dll. Di poli umum II untuk
anak- anak.
Kegiatan di Ruang Poli Umum II juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum II terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas
membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun
pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Selasa, 13 Mei 2014 adalah 2
pasien.

2 orang mahasiswa di Ruang Poli Gigi dan Mulut


Kegiatan di Ruang Poli Gigi dan Mulut berupa pelayanan terhadap pasien yang datang

ke puskesmas dengan keluhan pada gigi dan rongga mulut, sebagian besar pasien datang
untuk perawatan gigi dan pencabutan gigi. Di ruang Poli Gigi dan Mulut terdapat 1 orang

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

dokter gigi yang bertugas menerima pasien. Para mahasiswa bertugas membantu dokter gigi
menjalankan tugasnya dan memperhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasien.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Gigi dan Mulut hari Selasa, 13 Mei 2014
adalah 3 pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Apotek
Kegiatan di Ruang apotek berupa pelayanan terhadap pasien yang akan mengambil
obat yang telah diresepkan oleh dokter. Di ruang Apotek terdapat beberapa apoteker yang
bertugas memberikan obat kepada pasien. Mahasiswa bertugas membantu asisten apoteker
memberikan obat kepada pasien dan membantu mencampur obat yang biasanya dilakukan
penggerusan pada obat untuk anak-anak.
5.3.
Hari III (Rabu, 14 Mei 2014)
Pada hari III ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Kegiatan di
puskesmas antara lain pukul 08.00 s/d 12.00 wib dan setelah itu mengantar surat ke kelurahan
Tanjung Selamat untuk izin Keluarga Binaan, bertemu dengan ibu Sharifah :
3 orang mahasiswa di Ruang KIA (Kesehatan Ibu dan Anak)
Kegiatan di ruang KIA berupa pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil, ibu menyusui,
ibu bersalin, bayi, Balita, ibu nifasserta anak usia pra sekolah. Kegiatan yang dilakukan
antara lain :
Pemeriksaan dan pemeliharaan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui & KB
Pemeriksaan dan pemeliharaan anak.
Imunisasi dasar dan revaksinasi.
Pengobatan sederhana dan pencegahan dehidrasi pada anak yang menderita diare
dengan pemberian cairan per oral.
Bimbingan kesehatan jiwa anak.
Menjalankan kunjungan rumah.
Pendidikan kesehatan kepada masyarakat.
Pelayanan Keluarga Berencana
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang KIA pada hari Senin, 16April 2014 adalah 0
pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum I
Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap
masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum antara lain : ISPA, diare, demam, dll.
Kegiatan di Ruang Poli Umum I juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum I terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun


pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Senin, 16 April 2014 adalah 12
pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Poli Umum II
Kegiatan di poli umum antara lain memberikan pelayanan kesehatan terhadap masalah
kesehatan yang umum terjadi di masyarakat. Jenis penyakit yang yang sering terjadi dan
berkunjung ke poli umum II antara lain : Demam. ISPA, diare. Dll. Di poli umum II untuk
anak- anak.
Kegiatan di Ruang Poli Umum II juga berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
berobat dengan keluhan yang berbeda-beda. Di Ruang Poli Umum II terdapat satu orang
dokter umum yang bertugas menerima pasien yang datang. Para mahasiswa bertugas
membantu dokter untuk melakukan pemeriksaan baik pemeriksaan anamnesa maupun
pemeriksaan fisik.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Umum hari Senin, 14April 2014 adalah 4
pasien.
2 orang mahasiswa di Ruang Poli Gigi dan Mulut
Kegiatan di Ruang Poli Gigi dan Mulut berupa pelayanan terhadap pasien yang datang
ke puskesmas dengan keluhan pada gigi dan rongga mulut, sebagian besar pasien datang
untuk perawatan gigi dan pencabutan gigi. Di ruang Poli Gigi dan Mulut terdapat 1 orang
dokter gigi yang bertugas menerima pasien. Para mahasiswa bertugas membantu dokter gigi
menjalankan tugasnya dan memperhatikan tindakan yang dilakukan oleh pasien.
Jumlah pasien yang berkunjung ke ruang Poli Gigi dan Mulut hari Selasa, 13 Mei @014
berjumlah 3 orang.
2 orang mahasiswa di Ruang Apotek
Kegiatan di Ruang apotek berupa pelayanan terhadap pasien yang akan mengambil
obat yang telah diresepkan oleh dokter. Di ruang Apotek terdapat beberapa apoteker yang
bertugas memberikan obat kepada pasien. Mahasiswa bertugas membantu asisten apoteker
memberikan obat kepada pasien dan membantu mencampur obat yang biasanya dilakukan
penggerusan pada obat untuk anak-anak.

5.4.

Hari IV ( Senin,19 Mei 2014)

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Pada hari IV ini, kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Kegiatan di


Puskesmas Tuntungan antara lain kunjungan ke Posyandu yang dilaksanakan di RSIA
Salam . Kegiatan diadakan pada pukul 10.00 12.30 dengan penanggung jawab Ibu
Wiwik. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
Penimbangan bayi dan balita yang datang
Penyuluhan mengenai Pemberian ASI
Pengamatan tentang tata cara imunisasi
Pengamatan tentang tata cara pengisian KMS
Jumlah Ibu dan Balita yang datang berkunjung ke Posyandu RSIA Salam adalah
5.5

sekitar 19 orang.
Hari V (Selasa, 20 Mei 2014)
Pada hari V ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Kegiatan di
Puskesmas Tuntungan antara lain kunjungan ke SMPN 41 untuk melakukan penyuluhan
HIV- AIDS
Kegiatan yang dilakukan pada pukul 08.00 sd 10.00 wib. Isi penyuluhan ke sekolah

antara lain:
1. Perkenalan ke murid smp kelas 1, 2 berjumlah 73 orang
2. Permainan
3. Materi HIV AIDS
4. Pemberian snack
5.6.
Hari VI ( Rabu, 21 Mei 2014)
Kegiatan hari ke VI adalah berkunjung ke keluarga binaan. Kegiatan tersebut adalah
para mahasiswa diberikan keluarga binaan pada lingkungan yang sudah ditentukan oleh
kelurahan yang bekerja sama dengan puskesmas. Sebelumnya Mahasiswa didampingi oleh
seorang petugas dari Kelurahan berkunjung ke rumah bapak kepala lingkungan VIII
kelurahan Tanjung Selamat, untuk perkenalan mendapatkan informasi mengenai keluarga
binaan yang akan di kunjungi. Keluarga yang ditentukan sesuai dengan tujuan dari keluarga
binaan tersebut. Keluarga yang memang membutuhkan pengarahan ataupun binaan sesuai
dengan masalah yang ada di keluarga tersebut. Pada hari pertama kunjungan ke keluarga
binaan, mahasiswa melakukan perkenalan dan mengakarabkan diri dengan anggota keluarga
binaan masing - masing. Penyuluhan dan observasi masih belum bisa dilakukan dikarenakan
sebagian besar keluarga binaan masih belum siap dan kebanyakan dari mereka masih baru
ingin mengenal dan mengetahui maksud dan tujuan mahasiswa yang datang berkunjung.
5.7.
Hari ke VII (Kamis , 22 Mei 2014)
Pada hari VII ini, kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Kegiatan di
Puskesmas Tuntungan antara lain kunjungan ke Posyandu yang dilaksanakan di Rumah
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Warga di Jalan Sakura . Kegiatan diadakan pada pukul 10.00 12.30 dengan penanggung
jawab Ibu Norma. Kegiatan yang dilakukan antara lain :
Penimbangan bayi dan balita yang datang
Penyuluhan mengenai Tumbuh Kembang pada Anak
Pengamatan tentang tata cara imunisasi
Pengamatan tentang tata cara pengisian KMS
Jumlah Ibu dan Balita yang datang berkunjung ke Posyandu Jalan Sakura adalah
sekitar 16 orang.
Pada hari VII ini,

kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan.

Kegiatan di Puskesmas Tuntungan antara lain kunjungan ke Posyandu Lansia yang


dilaksanakan di Rumah Warga di Jalan Sakura . Kegiatan diadakan pada pukul 10.00
12.30 dengan penanggung jawab Ibu Hotmauli Adelina. Kegiatan yang dilakukan antara
lain :

5.8.

Pengobatan Umum
Penyuluhan mengenai Hipertensi
Pemeriksaan Gula darah
Jumlah Lansia yang datang berkunjung ke Posyandu sekitar 18 orang.
Hari ke VIII ( Jumat, 23 Mei 2014)
Pada hari VIII ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan.

Mahasiswa melakukan kunjungan kedua ke keluarga binaan. Di sana mahasiswa melakukan


beberapa kegiatan, antara lain :
Melakukan penyuluhan mengenai masalah PHBS dan kesehatan lingkungan
Melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana (Tekanan darah, KGD)
5.9.

Hari ke IX ( Sabtu, 24 Mei 2014 )


Pada hari IX ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Mahasiswa

melakukan kunjungan terakhir ke keluarga binaan. Di sana mahasiswa melakukan beberapa


kegiatan, antara lain :
Melakukan penyuluhan mengenai masalah PHBS dan kesehatan lingkungan
Melakukan pemeriksaan kesehatan sederhana (Tekanan darah, KGD)
Melakukan pemberian bantuan sembako
Berpamitan kepada keluarga binaan dan mengingatkan untuk terus menjaga kesehatan
dan kebersihan lingkungan
Berdasarkan laporan dari kunjungan keluarga binaan terdapat masing-masing laporan
mengenai keluarga yang dikunjungi seperti yang ada pada lampiran 5
5.10. Hari ke X ( Senin, 26 Mei 2014 )

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Pada hari X ini kegiatan bertempat di Puskesmas Medan Tuntungan. Mahasiswa


melakukan kunjungan ke desa binaan dalam rangka pengumpulan data untuk penelitian
5.11Hari ke XI ( Rabu , 28 Mei 2014 )
Kegiatan pada hari ke XI di Puskesmas Medan Tuntungan pukul 08.00 sd 10.00 wib di
SDN 064025 Kelurahan Tanjung Selamat. Kegiatan yang diberikan adalah:
Perkenalan dengan guru dan murid
Games
Peyuluhan tentang cuci tangan
Praktek Cuci Tangan
Penyuluhan Tentang Jajanan Sehat
Pembagian Bingkisan

5.12 Laporan Kegiatan UKS dan Kantin Sekolah


FORM ISIAN
USAHA KESEHATAN SEKOLAH
DI KOTA MEDAN
2014

PUSKESMAS

: Medan Tuntungan

DOSEN PEMBIMBING

: DR. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes

NAMA MAHASISWA

: 1. M. Alfisahni

7. Jonathan T.L.Tobing

2. Shella Febrina

8. Mega Rizkina

3. Ferdinando M. Baeha

9. Melisa

4. Maulinda Putri

10. Nina Kirana

5. Lisa Setiawati

11. Tunggul Sidabalok

6. Ahmad Tri Wibowo


KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

HARI/TANGGAL

: Rabu/ 28 Mei 2014

NAMA SD

: SDN 064025

ALAMAT SD

: jl. Flamboyan Raya

KECAMATAN

: Medan Tuntungan

KELURAHAN

: Tj. Selamat

KARAKTERISTIK SEKOLAH
Nama Sekolah

: SDN 064025

Alamat

: jl. Flamboyan Raya

Nama Kepala Sekolah

: Jendanari S.Pd

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


NO.

PROFIL

KETERANGAN

1.

Penyakit yg sering diderita


siswa pada 1 bulan terakhir

Demam, Batuk, Pilek

2.

Adakah kejadian darurat/trauma pada siswa 1 bulan terakhir ini?

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Ada dokter kecil?

SDN 064025 sudah memiliki dokter kecil

Siapakah yg melatih dokter


kecil pertama kali?

Pelatihan dokter kecil baru akan diadakan oleh


Dinas Kesehatan Kota Medan bersama Puskesmas
Tuntungan

Bagaimana kegiatan dokter


kecil saat ini?

4.

Pengobatan yang diberikan


pada siswa ketika sakit

a. Tempat dan tenaga medis

b. Jenis
obat-obatan
tersedia

Sudah 1 tahun ini dokter kecil berjalan

Puskesmas

yg Betadine, Minyak kayu putih

c. Ketersediaan obat P3K


Ada

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
NO. PROFIL
1.

KETERANGAN

Sekolah

Bentuk sekolah, lantai, atap,


jendela, besar kelas

SDN 064025 bentuk seperti huruf U


mendatar, gedung bertingkat
Lantai terbuat dari semen, atap terbuat dari
seng, jendela cukup memadai, besar kelas
+4x5 meter
Sekolah memiliki lapangan di depan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

MCK, kamar mandi, WC,


wastafel cuci tangan

3.

Air bersih

4.

Kondisi tempat sampah

(dalam kelas dan luar kelas)

Pembuangan sampah

5.

Pembuangan limbah

SDN 064025 terdiri dari 2 kamar mandi


terletak dibagian belakang gedung sekolah
Kebersihan kamar mandi kurang baik, lantai
keramik, bak mandi terbuat dari keramik
Air yang di tampung dalam bak tidak bersih
karena jarang dikuras
Jamban jenis jongkok juga terlihat tidak
terlalu bersih karena jarang dibersihkan
Tidak terdapat wastafel tempat cuci tangan
para siswa di bagian samping sekolah
namun sudah tidak berfungsi

Sumber air bersih


didapatkan dari PAM

di

SDN

SDN 064025 memiliki 2 buah tempat sampah


di luar gedung sekolah.
Tidak terlihat ada pemisahan sampah antara
organik, non-organik, dan sampah botol.
Di dalam kelas atau lorong kelas terlihat adanya
tempat sampah.

SDN 064025 memiliki selokan di sebelah


kamar mandi

STATUS KANTIN
NO.
1.

PROFIL
Kantin sekolah

067246

KETERANGAN
Ada, tepatnya di bagian samping sekolah

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

Makanan yang dijual

Makanan dan minuman ringan ringan, gorengan,


kue dan roti

3.

Higienis Makanan yang dijual

Cukup terjaga karena makanan dijual dengan


wadah

STATUS PERILAKU KESEHATAN


NO.

PROFIL

KETERANGAN

1.

Makanan Jajanan

Makanan dan minuman ringan, bakso goreng, sosis


goreng, dan burger

2.

Kebiasaan merokok

Dijumpai

3.

Kebiasaan olah raga

Ada setiap
Jasmani

jam

pelajaran

Pendidikan

UKS
NO.

PROFIL

KETERANGAN

1.

Kegiatan UKS di sekolah ini

Dijumpai

2.

Klinik sekolah

Tidak ada

3.

Kegiatan UKS selama ini

Meliputi Kesling dan jamban sehat

Tanaman obat di sekolah

Sudah ditanam pohon lengkuas dan jahe

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

PERAN SERTA PUSKESMAS ATAU LSM DAN INSTANSI LAIN


NO.

PROFIL

KETERANGAN

1.

Penyuluhan kesehatan yang


pernah dilakukan di sekolah ini
dalam 6 bulan ini (sebutkan
juga siapa dan instansi mana yg
memberikan)

Penyuluhan pernah dilakukan oleh Departemen


Ketahanan Pangan dengan materi kantin sehat.

2.

Pemberian imunisasi atau obatobatkan

Dalam 6 bulan belakangan tidak terlaksana di


sekolah ini.

KEGIATAN MAHASISWA PADA SEKOLAH INI

Pemetaan Usaha Kesehatan Sekolah.


Mengobservasi masalah-masalah kesehatan, masalah lingkungan, dan kegiatan-kegiatan
UKS serta ketersediaan obat-obatan pada sekolah tersebut.

Tanda Tangan Kepala Sekolah

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

LEMBAR PENGAMATAN
HIGIENE DAN SANITASI KANTIN SEKOLAH
Identitas Kantin
1. Nama kantin
2. Alamat
3. Nama pemilik
4. Jumlah karyawan
5. Jenis makanan yg dijual
6. Jumlah tenaga yg mengolah
No.

: Kantin Sekolah
: Jl Flamboyan raya kel. Tanjung Selamat
: Maskana
: 3 orang
: Gorengan, es, kue.
: 2 orang
Kategori

Ya

Tidak

Keadaan Kantin
1

Konstruksi kantin dapat melindungi makanan dari pencemaran

Letak kantin jauh dari jalan raya dan tempat pembuangan sampah

Kursi dan meja kantin terbuat dari kayu/bahan yang baik

Lantai kantin terbuat dari keramik/bahan yang mudah dibersihkan

Meja dan kursi selalu dibersihkan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Lantai kantin disapu dan dipel setiap hari

Tersedia tempat untuk air bersih

Tersedia penyimpanan bahan makanan

Tersedia penyimpanan makanan jadi/siap disajikan

10

Tersedia penyimpanan peralatan

11

Tersedia tempat cuci (alat, tangan, bahan makanan)

12

Tersedia tempat sampah

13

Tidak dijumpai vektor penyebar penyakit (lalat, nyamuk, kecoa)

14

Terdapat petugas kantin yang khusus menangani pembayaran

Peralatan
1

Peralatan yang sudah dipakai dicuci dengan air bersih dan sabun.

Peralatan dikeringkan dengan alat pengering/lap yang bersih

Peralatan disimpan di tempat yang bebas pencemaran.

Peralatan yang dirancang untuk sekali pakai, dilarang dipakai lagi

Pemilihan bahan baku makanan


1
2

Pemilihan kondisi fisik makanan dalam keadaan baik


Membeli bahan - bahan makanan di tempat yang telah berizin dan
terdaftar

Memakai bahan tambahan makanan yang aman dikonsumsi

Pemilihan bahan yang terdaftar tidak kadaluarsa

5
6

Bahan makanan yang digunakan terhindar dari berbagai kuman


penyakit
Punya wadah khusus untuk mengangkut makanan

Penyimpanan bahan makanan


1

Bahan yang disimpan dicuci terlebih dahulu

Punya wadah khusus untuk menyimpan makanan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Penyimpanan bahan makanan terpisah dengan tempat makanan


jadi
Menyimpan bahan makanan di dalam kulkas sesuai dengan
persyaratan jenis makanan
Bahan makanan disusun dlm rak& ditempatkan dalam aturan
sejenis

Menyusun bahan makanan dengan ketebalan tidak lebih dari 10 cm

Tempat penyimpanan sering dibersihkan

Tempat penyimpanan dalam keadaan bersih

Penyimpanan makanan jadi


1

Terpisah antara bahan yang mentah dengan yang masak

Punya wadah khusus untuk menyimpan makanan jadi

Cara penyimpanan tertutupdan terlindung dari pencemaran

Tempat penyimpanan dalam keadaan bersih

Waktu penyimpanan makanan jadi kurang dari 6 jam

Pengolahan makanan
1

Dapur selalu dijaga agar dalam keadaan yang bersih

Letak dapur jauh dari toilet

3
4
5

6
7

Tenaga pengolah makanan memakai pakaian kerja yang baik dan


bersih
Mengolah makanan dengan bersih
Tidak menggunakan minyak goreng yang sama dengan berulang
ulang
Menggunakan peralatan dengan benar pada saat mengolah
makanan
Wadah pengolahan bahan mentah bersih

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Wadah untuk memasak bahan mentah bersih

Penyaji makanan
1
2
3

Penyaji makanan tidak menderita penyakit mudah menular


(Influenza, hepatitis, diare, dll)
Penyaji makanan menutup luka (pada luka terbuka)
Penyaji makanan menjaga kebersihan tangan, rambut, kuku, dan
pakaian

Penyaji makanan memakai celemek, dan tutup kepala

Penyaji makanan mencuci tangan setiap mengambil makanan

7
8
9

10

11

12

Penyaji makanan tidak sambil merokok, menggaruk anggota badan

(telinga, hidung, mulut atau bagian lainnya)


Penyajian makanan menggunakan alat yg bersih& aman bagi
kesehatan
Pengambilan makanan dengan memakai alat bantu
Cara membawa dan menyajikan makanan dilakukan secara
tertutup / terbungkus
Pembungkus yang digunakan dan atau tutup makanan jajanan
harus dalam keadaan bersih dan tidak mencemari makanan
Wadah yang digunakan saat penyajian makan dalam keadaan
bersih dan kering
Dalam menyajian makanan hangat, suhu yang digunakan tidak
lebih dari 60 C

Jenis Makanan
1

Menyediakan makanan yang menyehatkan seperti sayur sayuran,

jus, dan buah buahan

Sebagian besar makanan berasa manis

Jarang memakai penyedap rasa

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Makanan instant disediakan dalam jumlah terbatas

Sanitasi Kantin
1

Air yang dipergunakan bersumber dari air bersih / PAM


Air bersih yang tersedia tidak berbau, tidak berwarna dan tidak

berasa
Letak toilet tidak berhubungan langsung dengan dapur atau ruang

makan

Tempat sampah yang disediakan dibuat dari bahan yang kedap air

Pengangkutan sampah dilakukan maksimal setiap dalam 24 jam

Saluran air limbah berjalan dengan lancar

Limbah dari hasil pengolahan makanan dibuang ke saluran limbah

yang tertutup

Observasi Jajanan di Luar Sekolah :


Jenis jajanan yang dijual antara lain bakso bakar, es krim, minuman sirup berwarna.
Letak jajanan berada dpinggir jalan dan di atas parit sehingga bibit penyakit bisa dengan
mudah menghinggapi jajanan yang dijual
Sebagian besar makan tidak menggunakan/ menggunakan penutup sehingga lalat dan
debu dengan mudah dapat/ tidak dapat mengotori makanan
Minyak goreng digunakan berulang kali/ tidak sehingga terlihat/ tidak terlihat warnanya
sudah hitam pekat
Tidak dijumpai/ dijumpai adanya makanan dan minuman dengan warna yang mencolok
Hampir semua makanan dan minuman/ tidak semua makanan dan minuman
mencantumkan izin dari badan POM
Kesimpulan :

Kantin sekolah SDN 064025 berada di jalan Flamboyan Raya Kelurahan Tanjung

Selamat
Kantin sekolah berada di bagian samping depan sebelah kanan gedung sekolah
Kantin sekolah beratap seng, berlantai semen

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Dari pengamatan yang dilakukan keadaan kantin, perlatan, pemilihan bahan baku,
penyimpanan bahan makanan,penyaji makanan, jenis makanan dan sanitasi makanan
belum higinis dan masih bisa tercemar bibit penyakit.

KANTIN SEKOLAH

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

5.13 Laporan Kegiatan Posyandu


KEGIATAN POSYANDU BALITA

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KEGIATAN POSYANDU LANSIA

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

5.14 Laporan Kegiatan Penyuluhan Ke Sekolah


PENYULUHAN HIV/AIDS di SLTP 41 MEDAN TUNTUNGAN

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KEGIATAN PENYULUHAN PHBS di SD 064025

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

5.15 Laporan Keluarga Binaan


FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2013
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M. Kes
: Jonathan Toman Lumbantobing
: Senin/ 19 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Istri Kepala Keluarga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Darwin Sihombing
Tanggal lahir/Umur
: 10 Maret 1965/ 49 tahun
Agama
: Kristen Protestan
Pendidikan
: S-1
Suku
: Batak
Pekerjaan utama
: PNS Dinas Pertamanan
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:
Tanggal lahir/Umur
:
Suku
:
Pendidikan
:
Pekerjaan
:

d. > 5 juta

Nurmauli br. Simanjorang


31 Maret 1972/ 42 tahun
Batak
SMA
Pedagang

KARAKTERISTIK KELUARGA
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Jumlah anggota keluarga(termasuk KK) saat ini


: 3 orang
Daftar anggota keluarga saat ini:
No
Nama
Status
Tgl lahir/umur
Pendidikan
1
Tinoel
Anak
12 Nopember 2013/ 6 bulan
Sahala
Sihombin
g
2
3

Pekerjaan

4
5

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyakit/kejadian darurat
Demam, pilek, batuk
yang diderita anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir
Anak
2.
Penderita
Anak-anak
3.
Pengobatan
a. Tempat dan tenaga medis
Bidan Lingkungan
Dokter Spesialis Anak
b. Jenis obat-obatan
Obat-obatan dari Dokter
4.
Tanaman obat keluarga
Tidak Ada
NO.
1.

2.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah
Rumah beratap genteng, berdinding beton ,
berlantai keramik dan memiliki 3 pintu, 1
di depan, 1 di samping rumah, dan 1 di
belakang, dan 2 pintu kamar tidur. Jendela
terdapat sebanyak 5 buah di halaman depan
rumah, 3 buah di sekitar ruang tamu, dan 2
buah di bagian belakang rumah. Terdapat 7
ruangan di dalam rumah yaitu ruang tamu,
ruang televisi , 2 kamar tidur, 2 kamar
mandi dan dapur /ruang makan terletak di
belakang rumah.
MCK
Kamar mandi terletak di bagian dalam
rumah, hanya berupa kotak persegi yang
berdinding bata, memiliki atap seng. Kakus
juga terbuat dari Porselin dan pembuangan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.

Air bersih

4.

Pembuangan limbah

NO.
1.

2.
3.
4.
5.

menuju ke septic tank. Septic tank berada di


belakang rumah.
Air bersih di dapat dari sumur bor dibawah
rumah yang ditampung di dalam tong
tong air plastic. Untuk makan, minum dan
memasak membeli aqua galon.
pembuangan menuju ke septic tank. Septic
tank berada di belakang rumah.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan
Anggota keluarga sering mengkonsumsi nasi
, lauk ikan dan telur serta kadang-kadang
daging , sayur selalu ada seperti sawi,
kangkung atau bayam, namun buah
buahan tidak selalu tersedia (komsumsi
buah lebih kurang sekali seminggu) Buahbuahan yang sering tersedia Pisang, Pepaya.
Kebiasaan merokok
Bapak nya merokok. Sebanyak 2 bungkus/
hari dan terbiasa merokok di dalam rumah
Kebiasaan alkohol
Bapak mengkonsumsi bir dan tuak sebanyak
2 gelas namun pada saat sedang bergaul
Pemakaian obat dan jamu- Istri meminum jamu temulawak
jamuan
Kebiasaan olah raga
Tidak dijumpai kebiasaan olahraga dalam
keluarga ini

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BALITA


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
(Fe)
c. Persalinan
2.
Balita
Dijumpai 1 orang balita

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif
d.Vitamin A

Status imunisasi lengkap sampai usia 6 bulan


dan menunggu imunisasi campak
Pada KMS bayi dinyatakan ibu status
tumbuh kembang baik
Tidak diberikan dikarenakan ibu tidak
memproduksi ASI
Belum diberikan

JAMINAN KESEHATAN
NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
ASKES/JAMSOSTEK/LAI Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa
NNYA
ASKES dan juga memiliki asuransi kesehatan
dari swasta.
2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan pelayanan


bidan lingkungan serta Klinik Dokter
Spesialis

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyuluhan/pelatihan yang pernah diikuti
2.
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.
KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Darwin Sihombing dan Ibu
Nurmauli br. Simanjorang, seorang kepala keluarga yang tinggal dengan istri,
dan 1 orang anak nya yang berjenis kelamin laki-laki yaitu Tinoel Sahala
Sihombing berusia 6 bulan. Pekerjaan Bapak Darwin Sihombing adalah PNS
Dinas Pertamanan.
2. Keluarga tinggal Rumah Rumah beratap genteng, berdinding beton , berlantai
keramik dan memiliki 3 pintu, 1 di depan, 1 di samping rumah, dan 1 di
belakang, dan 2 pintu kamar tidur. Jendela terdapat sebanyak 5 buah di
halaman depan rumah, 3 buah di sekitar ruang tamu, dan 2 buah di bagian
belakang rumah. Terdapat 7 ruangan di dalam rumah yaitu ruang tamu, ruang
televisi , 2 kamar tidur, 2 kamar mandi dan dapur /ruang makan terletak di
belakang rumah.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, hanya berupa kotak persegi
yang berdinding bata, memiliki atap seng. Kakus juga terbuat dari Porselin dan
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank berada di belakang rumah.


4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa ikan, telur , daging, serta sayur
namun buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu
bapak 2 bungkus /hari. Kebiasaan minum jamu sehat dijumpai pada Istri, dan
kebiasaan berolahraga tidak dijumpai
5. Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa ASKES dan juga memiliki
asuransi kesehatan dari swasta. Anggota keluarga memanfaatkan pelayanan
bidan lingkungan serta Klinik Dokter Spesialis
PENYULUHAN YANG DIBERIKAN
: Diskusi, Wawancara, Leafet
: Pencegahan DBD , PHBS
:
Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD, Gejala,
Pencegahan.

a. Media
b. Topik
c. Isi

Penjelasan mengenai PHBS, dan Aplikasinya


FOLLOW UP KEGIATAN
Outcome

Kunjungan
Kunjungan
II

Kunjungan
III

Tanda
tangan

Pada kunjungan kedua, setiap anggota keluarga


diukur tekanan darahnya dan didapati tekanan
darah yang masih dalam batas normal. Pada
kunjungan kedua dilakukan penyuluhan tentang
PHBS dan cara aplikasi nya.
1. Pada kunjungan ketiga dilakukan evaluasi
terhadap penyuluhan PHBS. Didapati bahwa
keluarga sudah mulai menerapkan PHBS di
keluarga dengan dilihatnya adanya penggunaan air
bersih, jamban, kebiasaan merokok di dalam
rumah yang mulai dikurangi.
1.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes.
: Mega Rizkina
: Senin, 19 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Kuli Bangunan/Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Suparwoto
Tanggal lahir/Umur
: 2 Maret 1965 / 49 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Suku
: Jawa
Pekerjaan utama
: Kuli Bangunan
Pekerjaan tambahan
:KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Penghasilan keluarga

:a. < 1 juta

KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:
Tanggal lahir/Umur
:
Suku
:
Pendidikan
:
Pekerjaan
:

b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta

Rika Rahmadani
26 Oktober 1971 / 43 tahun
Minang
SMP
Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga(termasuk KK) saat ini
Daftar anggota keluarga saat ini:
No
1

Nama
Suparwoto

Status
Suami

Tgl lahir/umur
02 Maret 1965 / 49 tahun

Pendidikan
SMA

Rika
Rahmadani
Zulfadli

Istri

SMP

Anak

26 Oktober 1971 / 43
tahun
23 tahun

Anak

20 tahun

SMA

5
6
7

Muhammad
Gazali
Bima
Jagad
Alromansyah

Kuli
Bangunan
Pelajar

Anak
Anak
Anak

18 tahun
16 tahun
14 tahun

SMA
SMP
SMP

Pelajar
Pelajar
Pelajar

Nufilquran

Anak

9 tahun

SD

Pelajar

Aisyah

Anak

7 tahun

SD

Pelajar

10

Mutia

Anak

6 tahun

Pelajar

3
4

NO.
1.

2.
3.

: 10 orang

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN
Penyakit/kejadian darurat
Demam
yang diderita anggota
Batuk
keluarga pada 1 bulan
Pilek
terakhir

Penderita
Pengobatan
c. Tempat dan tenaga medis
d.

SMK

Pekerjaan
Kuli
Bangunan
IRT

Jenis obat-obatan

Anak
-

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4.

Tanaman obat keluarga

Tidak Ada

3.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah
Rumah beratap seng, berdinding kayu,
berlantai keramik.
Rumah memiliki 1 pintu di depan.
Jendela terdapat sebanyak 1 buah di
ruang tamu.
Terdapat 6 ruangan di dalam rumah yaitu
1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1 kamar
mandi, dan
1 dapur yang terletak
bersebelahan dengan kamar mandi.
MCK
Kamar mandi terletak di bagian dalam
rumah, berupa ruangan persegi yang
berdinding kayu, dan memiliki atap seng.
Kakus terbuat dari porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank.
Septic tank berada di belakang rumah.
Air bersih
Air bersih didapat dari PDAM.

4.

Pembuangan limbah

NO.
1.

2.

NO.
1.

2.
3.
4.
5.
NO.

Pembuangan menuju ke septic tank. Septic


tank berada di belakang rumah.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan
Anggota keluarga sering mengkonsumsi
nasi dengan ikan dan telur.
Sayur selalu ada seperti sawi, kangkung,
daun ubi, atau bayam.
Buah buahan tidak selalu tersedia
(komsumsi buah sangat kurang sekali)
Kebiasaan merokok
Bapak adalah seorang perokok. Sering
merokok di dalam rumah dan menghabiskan
5-6 batang rokok sehari.
Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamu- jamuan
Kebiasaan olah raga
KELOMPOK IBU HAMIL DAN BALITA
PROFIL
KETERANGAN

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

1.

2.

Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
(Fe)
c. Persalinan
Balita
a. Status imunisasi

b. Antropometri

c. ASI eksklusif

d.Vitamin A

JAMINAN KESEHATAN
NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
ASKES/JAMSOSTEK/LAI Anggota keluarga memiliki jaminan
NNYA
kesehatan yaitu JAMKESMAS
2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan pelayanan


medis dari Puskesmas dan Rumah Sakit

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyuluhan/pelatihan yang pernah diikuti
2.
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.
KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Suparwoto, seorang kepala
keluarga yang tinggal dengan seorang istri dan 8 anak . Pekerjaan bapak
Suparwoto adalah seorang kuli bangunan.
2. Keluarga tinggal di rumah beratap seng, berdinding kayu, berlantai keramik
dan memiliki 1 pintu, di depan. Jendela terdapat sebanyak 1 buah di ruang
tamu. Terdapat 6 ruangan di dalam rumah yaitu 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 1
kamar mandi, dan 1 dapur yang terletak bersebelahan dengan kamar mandi.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, berupa ruangan persegi yang
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

berdinding kayu, dan memiliki atap seng. Kakus terbuat dari porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank berada di belakang rumah.
4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa ikan dan telur serta sayur namun
buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak,
sebanyak 5-6 batang/hari dan sering merokok di dalam rumah.
5. Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan yaitu JAMKESMAS dan
anggota keluarga memanfaatkan jasa puskesmas dan posyandu serta rumah
sakit dalam penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.
6. Tidak terdapat ibu hamil.
PENYULUHAN YANG DIBERIKAN
a. Media

b. Topik

c. Isi

Diskusi
Wawancara
Leaflet

Pencegahan DBD
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan sabun
Tidak merokok di dalam rumah

Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD


Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan
DBD
Penjelasan tentang Program 3M plus
Penjelasan tentang air bersih, cara mendapatkan air bersih
Penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun
Memperagakan cara cuci tangan yang benar dengan 6 langkah
Penjelasan tentang bahaya merokok
Penjelasan mengapa merokok di dalam rumah itu dilarang
FOLLOW UP KEGIATAN
Outcome

Kunjungan
I

II

Tanda
tangan

Pada kunjungan pertama, mahasiswa melalukan


perkenalan dengan tiap tiap anggota keluarga binaan
Selain itu juga meminta kesediaan dari anggota
keluarga binaan untuk diwawancarai, dilakukan
pengamatan keadaan rumah, serta diberi penyuluhan
tentang kesehatan.
Dilakukan pengamatan terhadap keadaan rumah dan
lingkunngan sekitar rumah.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

III

Dilakukan penyuluhan tentang Pencegahan DBD,


emberikan saran untuk melakukan pencegahan DBD
dengan program 3M
Dijelaskan tentang pentingnya menggunakan air
bersih, mencuci tangan, dan
Diperagakan cara mencuci tangan yang baik dan
benar
Dijelaskan mengenai bahaya merokok dan dianjurkan
supaya tidak merokok di dalam rumah.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M.
Didapati keluarga telah menutup tong/ember
penampungan air. Tidak ditemukan barang - barang
bekas yang terletak di sekitar rumah.
Dilakukan evaluasi cara mencuci tangan yang baik
dan benar.

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes.
: Melisa
: Kamis, 22 Mei 2014

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Eirin S.
Tanggal lahir/Umur
: 19 Mei 1989/25 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: S1
Suku
: Jawa
Pekerjaan utama
: Notaris
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
: a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:Tanggal lahir/Umur
:Suku
:Pendidikan
:Pekerjaan
:KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga(termasuk KK) saat ini : 5 orang
Daftar anggota keluarga saat ini:
No
Nama
Status
Tgl lahir/umur
1
2

Pendidika
n
SD
SMA

Pekerjaan

Sudiman
Sarmi
Sudiar
Eirin S.

Kakek
Ibu

30 Maret 1929/85 tahun


1 Juni 1959/54 tahun

Anak

19 Mei 1989/25 tahun

Endah
Tri

Anak

6 Agustus 1992/21 tahun

SMA

Mahasisw
a

Eko
Prasetyo

Anak

13 Mei 1996/18 tahun

SMP

Mahasisw
a

NO.
1.

2.

S1

Pensiunan
IRT
Notaris

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN
Penyakit/kejadian darurat
Demam, pilek, batuk
yang diderita anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir
Penderita
Anak

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.

Pengobatan
e. Tempat dan tenaga medis

4.
NO.
1.

2.

3.

4.

NO.
1.

Jenis obat-obatan
Tanaman obat keluarga

Puskesmas dan dokter umum


Obat demam, obat pilek, obat batuk
Tidak Ada

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah
Rumah beratap seng, berdinding setengah
kayu dan setengah tepas, berlantai semen
dan memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
belakang samping kiri. Jendela terdapat
sebanyak 2 buah, 1 buah di kamar tidur dan
1 buah di ruang tamu/ruang keluarga.
Terdapat 4 ruangan di dalam rumah yaitu 1
ruang keluarga/ruang makan, 1 kamar tidur,
1 kamar mandi, dan 1 dapur terletak di
belakang rumah.
MCK
Kamar mandi terletak di bagian dalam
rumah, hanya berupa kotak persegi yang
berdinding kayu, memiliki atap seng. Kakus
terbuat dari Porselin dan pembuangan
menuju ke septic tank. Septic tank berada di
depan rumah.
Air bersih
Air bersih didapat dari sumur bor di bawah
rumah yang ditampung di dalam tong-tong
air plastik yang digunakan untuk makan,
minum dan memasak.
Pembuangan limbah
Pembuangan menuju ke septic tank. Septic
tank berada di depan rumah.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan
Anggota keluarga sering mengkonsumsi nasi
sama telur, tahu dan tempe, sayur selalu ada
seperti sawi, kangkung atau bayam, namun
ikan, daging dan buah-buahan tidak selalu
tersedia (komsumsi lebih kurang sekali

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.
3.
4.
5.

Kebiasaan merokok
Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamujamuan
Kebiasaan olah raga

seminggu)
Kakek merokok. Sebanyak 5-6 batang/hari.
-

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BALITA


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
(Fe)
c. Persalinan
2.
Balita
a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif
d.Vitamin A

JAMINAN KESEHATAN
NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
ASKES/JAMSOSTEK/LAI Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa
NNYA
Jamkesmas.
2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan Puskesmas,


Posyandu dan Rumah Sakit.

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyuluhan/pelatihan yang pernah diikuti
2.
Aktivitas di masyarakat
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

dalam pencegahan penyakit


atau bidang kesehatan
lainnya.
1.
2.

3.
4.
5.
1.

KESIMPULAN
Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Alm. Edi Sumirin dengan istri
Sarmi Sudiar, 3 orang anak dan 1 orang kakek. Pekerjaan Eirin (anak) sebagai
kepala keluarga adalah notaris.
Keluarga tinggal di Rumah beratap seng, berdinding setengah kayu dan
setengah tepas, berlantai semen dan memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
belakang samping kiri. Jendela terdapat sebanyak 2 buah, 1 buah di kamar tidur
dan 1 buah di ruang tamu/ruang keluarga. Terdapat 4 ruangan di dalam rumah
yaitu 1 ruang keluarga/ruang makan, 1 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan 1
dapur terletak di belakang rumah.
Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, hanya berupa kotak persegi yang
berdinding kayu, memiliki atap seng. Kakus terbuat dari Porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank berada di depan rumah.
Air bersih didapat dari sumur bor di bawah rumah yang ditampung di dalam
tong-tong air plastik yang digunakan untuk makan, minum dan memasak.
Makanan yang sering dimakan adalah berupa telur, tahu dan tempe serta sayur
namun ikan, daging dan buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok
dijumpai yaitu kakek sebanyak 5-6 batang/hari.
Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan berupa Jamkesmas dan
anggota keluarga memanfaatkan jasa puskesmas, posyandu serta rumah sakit
dalam penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.

a. Media
b. Topik
c. Isi

PENYULUHAN YANG DIBERIKAN


: Diskusi, Wawancara, Leafet
: Pencegahan DBD, pemberian ASI eksklusif
: Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD
Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor resiko penularan
dan gejala DBD
Penjelasan mengenai Program 3M Plus
Penjelasan tentang apa itu ASI eksklusif
Penjelasan tentang keuntungan ASI ekslusif
Penjelasan tentang posisi pemberian ASI yang benar

Kunjungan

FOLLOW UP KEGIATAN
Outcome

Kunjungan
II

Pada kunjungan kedua, setiap anggota keluarga diukur


tekanan darahnya dan didapati tekanan darah yang masih

Tanda
tangan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kunjungan
III

dalam batas normal. Juga dilakukan penyuluhan tentang


pencegahan DBD dengan program 3M Plus dan mengenai
ASI eksklusif.
Pada kunjungan ketiga dilakukan evaluasi terhadap
pelaksanaan pencegahan DBD dengan program 3M Plus.
Didapati
keluarga
telah
menutup
tong/ember
penampungan air. Tidak ditemukan barang-barang bekas
yang terletak di sekitar rumah.
DOKUMENTASI

Ruang Tamu/Ruang Keluarga

Kamar Tidur

Ruang Makan

Ruang Dapur

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kamar Mandi

Foto Bersama Keluarga Binaan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS

: Medan Tuntungan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: dr. Yuki Yunanda, M.Kes


: Nina Kirana
: 20 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VII
: Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Ronal
Tanggal lahir/Umur
: 19 Februari 1982 / 32 tahun
Agama
: Kristen Katolik
Pendidikan
: SMP
Suku
: India
Pekerjaan utama
: Pedagang
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
: Meta
Tanggal lahir/Umur
: 19 Agustus 1985 / 29 tahun
Suku
: India
Pendidikan
: SMP
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga (termasuk KK) saat ini : 4 orang
Daftar anggota keluarga saat ini :
Statu
Jenis
No
Nama
Tgl lahir/umur
s
Kelamin
1

Ronal

Suami

Meta

Istri

Prem

Anak

Divia

Anak

NO.
1.

19 Februari 1982 / 32
tahun
19 Agustus 1985 / 29
tahun
18 Oktober 2004 / 10
tahun
29 April 2006 / 8
tahun

Pendidika
n

Pekerjaan

SMP

Wiraswasta

SMP

IRT

SD

Pelajar

SD

Pelajar

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN
Penyakit/kejadian

darurat

Demam

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

yang
diderita
anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir
2.
Penderita
3.
Pengobatan
g. Tempat dan tenaga medis
h.

4.

Jenis obat-obatan
Tanaman obat keluarga

Rumah

2.

MCK

3.

Air bersih

4.

Pembuangan limbah

NO.

Batuk
Pilek

Anak
Klinik, oleh bidan
Obat penurun demam, obat batuk
Tidak ada

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.

Rumah beratap seng, berdinding bata berlapis


semen, berlantai keramik.
Rumah memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
belakang.
Jendela terdapat sebanyak 4 buah, 2 buah di
ruang tamu/ruang televisi dan 2 buah lagi di
kamar tidur.
Terdapat 5 ruangan di dalam rumah, yaitu 1
ruang tamu/ruang televisi, 1 kamar tidur, 2
kamar mandi, dan dapur /ruang makan yang
terletak di belakang.
Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, 1
berada di dalam kamar tidur dan 1 lagi berada di
dapur. Kamar mandi berupa kotak persegi yang
berdinding bata berlapis semen, berlantai
semen, dan memiliki atap seng.
Kakus juga terbuat dari porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank
berada di depan rumah.
Air bersih di dapat dari PAM.
Pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank
berada di depan rumah.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

1.

2.
3.
4.
5.
NO.
1.

2.

NO.

Makanan

Anggota keluarga sering mengkonsumsi


nasi dengan ayam, ikan, dan telur.
Daging jarang dikonsumsi
Sayur selalu ada seperti sawi, kangkung,
daun ubi, atau bayam.
Buah buahan tidak selalu tersedia
(komsumsi buah kurang).
Kebiasaan merokok
Bapak adalah seorang perokok. Sering
merokok di dalam rumah dan
menghabiskan 1 bungkus rokok sehari.
Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamu- jamuan
Kebiasaan olah raga
KELOMPOK IBU HAMIL DAN BAYI
PROFIL
KETERANGAN
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
c. Persalinan
Bayi
a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif
d. Vitamin A
PROFIL

JAMINAN KESEHATAN
KETERANGAN

1.

ASKES/JAMSOSTEK/
LAINNYA

2.

Pemanfaatan
kesehatan

Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa


Jamkesmas.

fasilitas Anggota keluarga memanfaatkan Klinik


Bidan dan Posyandu serta Rumah Sakit

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
1.
2.

PROFIL

KETERANGAN

Penyuluhan/pelatihan yang -.
pernah diikuti
Aktivitas di masyarakat dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.

KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Ronal, seorang kepala keluarga
yang tinggal dengan istri dan 2 anaknya. Pekerjaan Bapak Ronal adalah seorang
pedagang.
2. Keluarga tinggal di rumah beratap seng, berdinding bata berlapis semen, berlantai
keramik. Rumah memiliki 2 pintu, 4 jendela, dan terdapat 5 ruangan di dalam
rumah.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, berupa kotak persegi yang
berdinding bata berlapis semen dan berlantai semen dengan atap seng, terdapat
septic tank.
4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa ayam, ikan, dan telur serta sayur,
namun buah jarang terdapat di rumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak,
sebanyak 1 bungkus rokok/hari dan sering merokok di dalam rumah.
5. Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan berupa Jamkesmas dan anggota
keluarga memanfaatkan jasa bidan dan posyandu, serta rumah sakit dalam
penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.

PENYULUHAN YANG DIBERIKAN


a. Media

b. Topik

c. Isi

Diskusi
Wawancara
Leaflet

Pencegahan DBD
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan sabun
Tidak merokok di dalam rumah

Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan DBD
Penjelasan tentang Program 3M
Penjelasan tentang air bersih, cara mendapatkan air bersih
Penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun
Memperagakan cara cuci tangan yang benar dengan 6 langkah
Penjelasan tentang bahaya merokok
Penjelasan mengapa merokok di dalam rumah itu dilarang
FOLLOW UP KEGIATAN

Kunjungan
I

Outcome

II

III

Tanda
tangan

Pada kunjungan pertama, mahasiswa melalukan


perkenalan dengan tiap tiap anggota keluarga binaan
Selain itu juga meminta kesediaan dari anggota
keluarga binaan untuk diwawancarai, dilakukan
pengamatan keadaan rumah, serta diberi penyuluhan
tentang kesehatan.
Dilakukan pengamatan terhadap keadaan rumah dan
lingkunngan sekitar rumah.
Dilakukan penyuluhan tentang Pencegahan DBD,
emberikan saran untuk melakukan pencegahan DBD
dengan program 3M
Dijelaskan tentang pentingnya menggunakan air bersih,
mencuci tangan, dan
Diperagakan cara mencuci tangan yang baik dan benar
Dijelaskan mengenai bahaya merokok dan dianjurkan
supaya tidak merokok di dalam rumah.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M. Didapati
keluarga telah menutup tong/ember penampungan air.
Tidak ditemukan barang - barang bekas yang terletak di
sekitar rumah.
Dilakukan evaluasi cara mencuci tangan yang baik dan
benar.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes
: Tunggul Soubaon Sidabalok
: 20 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Muhammad Salim
Tanggal lahir/Umur
: 15 Mei 1974/40 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMA
Suku
: Jawa
Pekerjaan utama
: pekerja serabutan (pekerja bangunan)
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:
Tanggal lahir/Umur
:
Suku
:
Pendidikan
:
Pekerjaan
:

Rubiyanti
25 Mei 1979 / 36 tahun
Jawa
SMA
Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga (termasuk KK) saat ini : 6 orang
Daftar anggota keluarga saat ini :
Nama

Status

Jenis
Kelamin

Usia

Pendidika
n

Pekerjaan

1
2
3

M. Salim
Rubiyanti
Syahrul

Suami
Istri
Anak

L
P
L

40 tahun
36 tahun
16 tahun

SMA
SMA
SMK

Wiraswasta
IRT
Pelajar

Silvia

Anak

12 tahun

SD

Pelajar

No

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Sindy

Anak

11 tahun

SD

Pelajar

Ridho

Anak

9 tahun

SD

Pelajar

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


NO.

PROFIL

1.

2.

Penyakit/kejadian
darurat yang diderita
anggota keluarga pada 1
bulan terakhir
Penderita

3.

Pengobatan

4.

Demam
Batuk
Pilek

Anak

Tempat dan tenaga


medis
Jenis obat-obatan

Klinik, oleh bidan

Tanaman obat keluarga

Obat penurun demam, obat suntik

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.

KETERANGAN

Rumah

2.

MCK

3.

Air bersih

Rumah beratap seng, berdinding anyaman


bambu, berlantai semen yang.
Rumah memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
bagian belakang rumah.
Jendela terdapat sebanyak 4 buah, 2 buah di
ruang tamu dan 2 buah lagi di kamar tidur.
Terdapat 5 ruangan di dalam rumah, yaitu 1
ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan
1 dapur yang terletak bersebelahan dengan
kamar mandi.
Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah,
berbentuk kotak persegi yang berdinding
anyaman bambu, memiliki atap seng.
Air bersih didapat dari sumur bor dibawah
rumah yang dipompa dengan menggunakan
mesin pompa air.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4.

NO.

Pembuangan limbah

Air ditampung di dalam ember plastik

terdapat septic tank.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN

1.

Makanan

2.

Kebiasaan merokok

3.
4.

Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamujamuan
Kebiasaan olah raga

5.
NO.
1.

2.

NO.

Anggota keluarga sering mengkonsumsi


nasi dengan ikan dan telur.
Sayur selalu ada seperti sawi, kangkung,
daun ubi, atau bayam.
Buah buahan tidak selalu tersedia
(komsumsi buah sangat kurang sekali)
Bapak adalah seorang perokok. Sering
merokok di dalam rumah dan
menghabiskan 10-12 batang rokok
sehari.

Jamu sehat (KK)


Jamu beras kencur (istri)

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BAYI


PROFIL
KETERANGAN
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
c. Persalinan
Bayi
a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif
d. Vitamin A

JAMINAN KESEHATAN
PROFIL
KETERANGAN

1.

ASKES/JAMSOSTEK/
LAINNYA

Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa


Jamkesmas.

2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan Klinik


Bidan dan Posyandu serta Rumah Sakit

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.
2.

Penyuluhan/pelatihan yang
pernah diikuti
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.

-.
-

KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Muhammad Salim, seorang kepala
keluarga yang tinggal dengan istri dan 4 anaknya. Pekerjaan bapak Salim adalah
seorang pekerja serabutan dan lebih sering bekerja sebagai pekerja bangunan.
2. Keluarga tinggal di Rumah beratap seng, berdinding Anyaman bambu, berlantai
semen. Rumah memiliki 2 pintu, jendela terdapat sebanyak 4 buah, dan terdapat 5
ruangan di dalam rumah.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, berupa kotak persegi yang
berdinding anyaman bambu dengan atap seng. terdapat septic tank.
4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa ikan dan telur serta sayur namun
buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak, sebanyak
10-12 batang/hari dan sering merokok di dalam rumah.
5. Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan berupa Jamkesmas dan anggota
keluarga memanfaatkan jasa bidan dan posyandu, serta rumah sakit dalam
penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.

PENYULUHAN YANG DIBERIKAN


a. Media

b. Topik

c. Isi

Diskusi
Wawancara
Leaflet

Pencegahan DBD
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan sabun
Tidak merokok di dalam rumah

:
Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD
Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan DBD
Penjelasan tentang Program 3M

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Penjelasan tentang air bersih, cara mendapatkan air bersih


Penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun
Memperagakan cara cuci tangan yang benar dengan 6 langkah
Penjelasan tentang bahaya merokok
Penjelasan mengapa merokok di dalam rumah itu dilarang

FOLLOW UP KEGIATAN
Kunjungan
I

Outcome

II

III

Tanda
tangan

Pada kunjungan pertama, mahasiswa melalukan


perkenalan dengan tiap tiap anggota keluarga binaan
Selain itu juga meminta kesediaan dari anggota keluarga
binaan untuk diwawancarai, dilakukan pengamatan
keadaan rumah, serta diberi penyuluhan tentang
kesehatan.
Dilakukan pengamatan terhadap keadaan rumah dan
lingkunngan sekitar rumah.
Dilakukan penyuluhan tentang Pencegahan DBD,
emberikan saran untuk melakukan pencegahan DBD
dengan program 3M
Dijelaskan tentang pentingnya menggunakan air bersih,
mencuci tangan, dan
Diperagakan cara mencuci tangan yang baik dan benar
Dijelaskan mengenai bahaya merokok dan dianjurkan
supaya tidak merokok di dalam rumah.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M. Didapati
keluarga telah menutup tong/ember penampungan air.
Tidak ditemukan barang - barang bekas yang terletak di
sekitar rumah.
Dilakukan evaluasi cara mencuci tangan yang baik dan
benar.

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2013
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Amplas
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes
: M. Alfisahni
: Rabu dan Kamis, 21 dan 22 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Ibu Rumah Tangga / Pembantu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Sumawardi
Tanggal lahir/Umur
: 4 Mei 1972/42 tahun
Agama
: Islam
Pendidikan
: SMP
Suku
: Jawa
Pekerjaan utama
: Wiraswasta (pekerja bangunan)
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:
Tanggal lahir/Umur
:
Suku
:
Pendidikan
:
Pekerjaan
:

Marlia
31 Januari 1968/46 tahun
Jawa
SMA
Pembantu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga (termasuk KK) saat ini : 4 orang
Daftar anggota keluarga saat ini :
No

Nama

Statu
s

Jenis
Kelamin

1
2
3

Sumawardi
Marlia
Sri Sumariati

Suami
Istri
Anak

L
P
P

Irmalasari

Anak

Pendidika
n

Pekerjaan

4 Mei 1972 / 42 thn


31 Januari 1968 / 46 thn
22 November 1989 / 24
thn

SMP
SMA
SMA

Wiraswasta
PRT
IRT

10 Pebruari 1994 / 20 thn

SMA

Penjaga
Toko

Tgl lahir/umur

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

NO.

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN

1.

Penyakit/kejadian darurat
yang diderita anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir

2.
3.

Penderita
Pengobatan
k. Tempat dan tenaga medis
Jenis obat-obatan

4.

Tanaman obat keluarga

Rumah

2.

MCK

3.

Air bersih

Pembuangan limbah

4.

Klinik, oleh bidan


Jamu pegal linu, obat suntik, obat tablet
warung
-

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.

Demam
Batuk
Pilek
Pegal linu
Sesak nafas
Kepala keluarga, istri dan anak

Rumah beratap seng, berdinding bata, berlantai


semen yang ditutupi oleh terpal plastik.
Rumah memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
bagian samping rumah.
Jendela terdapat sebanyak 4 buah, 2 buah di
ruang tamu dan 1 buah di samping rumah dan di
1 buah lagi di belakang rumah (dapur).
Terdapat 5 ruangan di dalam rumah, yaitu 1
ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan
1 dapur yang terletak di belakang rumah.
Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah,
berbentuk kotak persegi yang berdinding bata,
memiliki atap seng.
Air bersih didapat dari sumur bor dibawah
rumah yang dipompa dengan menggunakan
mesin pompa air.
Air ditampung di dalam ember plastik
Pembuangan menuju ke rawa rawa di
belakang rumah.
Tidak terdapat septic tank.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

NO.
1.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan

2.

Kebiasaan merokok

3.
4.

Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamujamuan
Kebiasaan olah raga

5.

NO.
1.

2.

NO.

Anggota keluarga sering mengkonsumsi


nasi dengan ikan dan telur
Sayur selalu ada seperti sawi, kangkung
atau bayam
Buah buahan tidak selalu tersedia
(komsumsi buah sangat kurang sekali)
Bapak merokok
Sebanyak 15 - 20 batang/hari
Jamu sehat (KK)
Jamu pegal linu (Istri dan anak)
Jarang melakukan kegiatan olah raga

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BAYI


PROFIL
KETERANGAN
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
c. Persalinan
Bayi
a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif
d. Vitamin A

Lengkap
Normal
Tidak diberikan
-

JAMINAN KESEHATAN
PROFIL
KETERANGAN

1.

ASKES/JAMSOSTEK/
LAINNYA

Keluarga memiliki jaminan kesehatan berupa


Jamkesmas / BPJS

2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan Klinik


Bidan dan Posyandu serta Rumah Sakit

NO.
1.

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


PROFIL
KETERANGAN
Penyuluhan/pelatihan yang

-.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

pernah diikuti
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.

KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Sumawardi, seorang kepala
keluarga yang tinggal dengan istri dan dua orang anak. Pekerjaan bapak
Sumawardi adalah seorang pekerja bangunan.
2. Keluarga tinggal di Rumah beratap seng, berdinding bata, berlantai semen yang
ditutupi oleh terpal plastik. Rumah memiliki 2 pintu, jendela terdapat sebanyak 4
buah, dan terdapat 5 ruangan di dalam rumah.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, berupa kotak persegi yang
berdinding bata dengan atap seng. Tidak terdapat septic tank dan pembuangan
menuju ke rawa rawa di belakang rumah.
4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa ikan dan telur serta sayur namun
buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak dan anak
pertama, sebanyak 15-20 batang/hari.
5. Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan berupa Jamkesmas dan anggota
keluarga memanfaatkan jasa bidan dan posyandu, serta rumah sakit dalam
penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.
6. Riwayat imunisasi kedua anak lengkap.
PENYULUHAN YANG DIBERIKAN
a. Media

b. Topik

c. Isi

Diskusi
Wawancara
Leaflet

Pencegahan DBD
Pemberian ASI eksklusif
Hipertensi & Gagal Jantung Kongestif

Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD


Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan DBD
Penjelasan tentang Program 3M
Pnejelasan tentang apa itu ASI Eksklusif
Penjelasan tentang keuntungan ASI Eksklusif
Penjelasan tetang posisi pemberian ASI yang benar
Penjelasan tentang penyakit hipertensi & gagal jantung kongestif

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Apa saja yang menjadi faktor risiko terjadinya hipertensi dan GJK
Apa saja komplikasi hipertensi dan bagaimana cara mencegah
munculnya hipertensi dan gaya hidup yang mengurangi kesakitan
akibat gagal jantung kongestif
FOLLOW UP KEGIATAN
Kunjungan
I

Outcome

II

III

Tanda
tangan

Pada kunjungan pertama, mahasiswa melalukan


perkenalan dengan tiap tiap anggota keluarga binaan.
Selain itu juga meminta kesediaan dari anggota keluarga
binaan untuk diwawancarai, dilakukan pengamatan
keadaan rumah, serta diberi penyuluhan tentang
kesehatan.
Dilakukan pengamatan terhadap keadaan rumah dan
lingkunngan sekitar rumah.
Dilakukan penyuluhan tentang Pencegahan DBD,
memberikan saran untuk melakukan pencegahan DBD
dengan program 3M
Dijelaskan tentang pentingnya dan keuntungan yang
didapat dari pemberian ASI eksklusif.
Setiap anggota keluarga diukur tekanan darahnya dan
didapati tekanan darah yang masih dalam batas normal.
Dijelaskan mengenai penyakit hipertensi dan gagal
jantung kongestif, apa saja faktor risikonya, apa
komplikasinya, dan bagaimana cara mencegahnya.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M. Didapati
keluarga telah menutup tong/ember penampungan air.
Tidak ditemukan barang - barang bekas yang terletak di
sekitar rumah. Dan diberikan cuma-cuma bubuk abate.
Diajarkan cara pemberian ASI yang benar, posisi bayi
dan ibu.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOKUMENTASI

Ruang tamu dan Ruang kumpul keluarga serta Ruang makan

Kamar tidur anak dan orang tua

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Atap Rumah

Kamar mandi

Dapur

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Tanah kosong samping rumah

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Bersama anggota Keluarga binaan


FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes
: ShellaFebrina
: 19 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: TanjungSelamat
: VIII
: IbuRumahTangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Anan
Tanggallahir/Umur
: 1 Desember 1985/28tahun
Agama
: Katolik
Pendidikan
: SMA
Suku
: India
Pekerjaanutama
: Marketing
Pekerjaantambahan
:Penghasilankeluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Nama
Tanggallahir/Umur
Suku
Pendidikan
Pekerjaan

:
:
:
:
:

Sri Dewi
27 Oktober 1987 /26tahun
India
SMA
IbuRumahTangga

KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlahanggotakeluarga(termasuk KK) saatini
Daftaranggotakeluargasaatini:

: 5 orang

No

Nama

Status

Jenis Kelamin

1
2
3

Anan
Sri Dewi
Subuh

Suami
Istri
Nenek

L
P
P

Tgllahir/umu
r
28 tahun
26 tahun
76 tahun

Trisa

Anak

3 tahun

Saswika

Anak

2 tahun

Pendidikan
SMA
SMA
TidakTamat
SD
BelumSekola
h
BelumSekola
h

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyakit/kejadiandarurat
yang
dideritaanggotakeluargapada
1 bulanterakhir
2.
Penderita
3.
Pengobatan
m. Tempatdantenagamedis
n.

4.
NO.
1.

Jenisobat-obatan
Tanamanobatkeluarga

Tidak Ada

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah
Rumahberatapseng,
berdinding
bata,
berlantai keramik dan memiliki 2 pintu, 1 di
depan dan 1 di belakang samping kanan.
Jendela terdapat sebanyak 2 buah di ruang
tamu. Terdapat 4ruangan di dalam rumah
yaitu ruang tamu dan 1 kamar tidur,1 kamar

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

MCK

3.

Air bersih

4.

Pembuanganlimbah

NO.
1.

2.
3.
4.
5.

mandi dandapur /ruang makan terletak di


belakang rumah.
Kamar mandi terletak di bagian dalam
rumah, hanya berupa kotak persegi yang
berdinding bata, memiliki atap seng. Kakus
juga terbuat dari Porselin dan pembuangan
menuju ke septic tank. Septic tank berada di
depan rumah.
Air bersih di dapat dari PAM yang ditampug
di dalam ember
Pembuangan menuju ke septic tank. Septic
tank berada di depanrumah.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan
Anggota keluarga sering mengkonsumsi nasi
sama ikan dan telur, sayur selalu ada seperti
sawi, kangkung atau bayam dan buah
buahan (komsumsi buah lebih kurang dua
kali seminggu)
Kebiasaanmerokok
Bapak merokok sebanyak 4-5batang/hari
Kebiasaanalkohol
PemakaianobatdanjamuJamu sehat (IRT)
jamuan
Kebiasaanolah raga
-

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BALITA


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Ibuhamil
-

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
(Fe)
c. Persalinan

Balita
a. Status imunisasi
b. Antropometri

Anak pertama dan kedua sudah imunisasi


lengap
-

c. ASI eksklusif

Ibu tidak memberikan ASI

d.Vitamin A

Sudahdiberikan

JAMINAN KESEHATAN
NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
ASKES/JAMSOSTEK/LAI
Keluarga tidak memiliki jaminankesehatan.
NNYA
2.
Pemanfaatanfasilitaskesehatan Anggota keluarga memanfaatkan Puskesmas
dan Posyandu serta Rumah Sakit

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyuluhan/pelatihan yang pernah diikuti
2.
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.
KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Anan, seorang kepala keluarga
yang tinggal dengan istri dan anak-anaknya. Pekerjaan bapak Anan adalah
Marketing.
2. Keluarga tinggal di Rumah seng, berdinding bata, berlantai keramik dan
memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di belakang samping kanan. Jendela
terdapat sebanyak 2 buah di ruang tamu/ruang televisi. Terdapat 4 ruangan di
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

3.
4.
5.
6.

dalam rumah yaitu ruang tamu, 1 kamar tidur 1 kamar mandi dan dapur terletak
dibelakang rumah.
Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, hanya berupa kotak persegi yang
berdinding bata dengan atap seng. Kakus juga terbuat dari Porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank. Septic tank berada di depan rumah.
Pembuangan limbah langsung ke sungai yang terletak di belakang rumah.
Makanan yang sering dimakan adalah berupa ikan dan telur serta sayur dan
buah-buahan. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak, 5-4 batang/hari.
Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan dan anggota keluarga
memanfaatkan jasa puskesmas dan posyandu serta rumah sakit dalam
penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.
PENYULUHAN YANG DIBERIKAN

a.

b.

c.

Media

Topik

Isi

Diskusi
Wawancara
Leaflet

PencegahanDBD
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan sabun
Tidak merokok di dalam rumah
Pemberian ASI eksklusif

:
Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD
Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan
DBD
Penjelasan tentang Program 3M
Penjelasan tentang air bersih, cara mendapatkan air bersih
Penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun
Memperagakan cara cuci tangan yang benar dengan 6 langkah
Penjelasan tentang bahaya merokok
Penjelasan mengapa merokok di dalam rumah itu dilarang
Penjelasan pemberian ASI eksklusif

Kunjungan
Kunjungan I

FOLLOW UP KEGIATAN
Outcome

Tanda
tangan

Memberikan
penyuluhan
mengenai
DBD
Memberikan saran untuk melakukan pencegahan
DBD dengan program 3M, Penjelasan pemberian
ASI eksklusif.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kunjungan II

KunjunganIII

Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M.


Didapati keluarga telah menutup tong/ember
penampungan air. Penggunaan serbuk Abate yang
telah di bagi kepada warga.Tidak ditemukan
barang barang bekas yang terletak di sekitar
rumah.
Dijelaskan mengenai bahaya merokok dan dianjurkan
supaya tidak merokok di dalam rumah.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M.
Didapati keluarga telah menutup tong/ember
penampungan air. Tidak ditemukan barang barang
bekas yang terletak di sekitar rumah.
Dilakukan evaluasi cara mencuci tangan yang baik
dan benar.

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2014
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes.
: Ferdinando M. Baeha
: Senin, 26 Mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: VIII
: Ibu Rumah Tangga

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Suaka
Tanggal lahir/Umur
: 27 Agustus 1975/39 tahun
Agama
: Kristen Protestan
Pendidikan
: D-3
Suku
: Karo
Pekerjaan utama
: Wiraswasta
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
: Susanti
Tanggal lahir/Umur
: 30 Juni 1974 /4 tahun
Suku
: Karo
Pendidikan
: SMA
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga(termasuk KK) saat ini
: 4 orang
Daftar anggota keluarga saat ini:
No
Nama
Status
Tgl lahir/umur
Pendidikan
1
Suaka
Suami
27 Agustus 1975/39 tahun
D-3
2
Susanti
Istri
30 Juni 1974 /4 tahun
SMA
3
Arpin
Anak
16 Juli 2000/ 14 tahun
SLTP
4

Jopie

Anak

21 Agustus 2006/ 8 tahun

SD

Pekerjaan
Wiraswata
IRT
Siswa
Siswa

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN
Penyakit/kejadian darurat
yang diderita anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir
2.
Penderita
3.
Pengobatan
o. Tempat dan tenaga medis
NO.
1.

p.

4.

Jenis obat-obatan
Tanaman obat keluarga

Tidak Ada

3.

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah
Rumah beratap seng, berdinding bata,
berlantai semen dan memiliki 2 pintu, 1 di
depan dan 1 di belakang samping kanan.
Jendela terdapat sebanyak 7 buah dengan
rincian 3 buah di ruang tamu/ruang televisi,
1 buah di ruang makan, dan sisanya di
masing-masing kamar . Terdapat 7 ruangan
di dalam rumah yaitu ruang tamu dan 3
kamar tidur,1 kamar mandi, 1 dapur dan 1
ruang makan terletak di belakang rumah.
MCK
Kamar mandi terletak di bagian dalam
rumah, hanya berupa ruangan persegi yang
berdinding semen, dan memiliki atap seng.
Kakus juga terbuat dari Porselin dan
pembuangan menuju ke septic tank. Septic
tank berada di belakang rumah.
Air bersih
Air bersih didapat dari PDAM Tirtanadi.

4.

Pembuangan limbah

NO.
1.

2.

Pembuangan menuju ke septic tank. Septic


tank berada di belakang rumah.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

NO.
1.

2.
3.
4.
5.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan
Anggota mengkonsumsi nasi setiap harinya
untuk makan pagi, makan siang, dan makan
malam. Sayur seperti daun ubi, bayam, atau
kangkung dikonsumsi setiap hari. Sumber
protein dari telur sering dikonsumsi, ikan,
ayam, dan daging sapi dikonsumsi sesekali.
Buah seperti pisang/pepaya/jeruk
dikonsumsi 1 kali setiap minggu.
Kebiasaan merokok
Suami merokok sekitar 6 batang setiap hari
di luar rumah.
Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamu- jamuan
Kebiasaan olah raga
-

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BALITA


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
(Fe)
c. Persalinan
2.
Balita
a. Status imunisasi
b. Antropometri

c. ASI eksklusif

d.Vitamin A

JAMINAN KESEHATAN
NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
ASKES/JAMSOSTEK/LAI Seluruh anggota keluarga memiliki jaminan
NNYA
kesehatan yaitu JAMKESMAS
2.

Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

Anggota keluarga memanfaatkan Puskesmas

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


NO.
PROFIL
KETERANGAN
1.
Penyuluhan/pelatihan yang Pemberantasan sarang nyamuk dan
pernah diikuti
penyuluhan mengenai DBD.
2.
Aktivitas di masyarakat
Gotong royong dalam membersihkan
dalam pencegahan penyakit lingkungan sekitar.
atau bidang kesehatan
lainnya.
1.
2.

3.
4.

5.
6.

KESIMPULAN
Keluarga binaan adalah keluarga Bapak Suaka, seorang kepala keluarga yang
tinggal dengan seorang istri dan dua orang anak. Pekerjaan bapak Suaka adalah
seorang pegawai farmasi.
Keluarga tinggal di Rumah beratap seng, berdinding bata, berlantai semen dan
memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di belakang samping kanan. Jendela terdapat
sebanyak 7 buah dengan rincian 3 buah di ruang tamu/ruang televisi, 1 buah di
ruang makan, dan sisanya di masing-masing kamar . Terdapat 7 ruangan di
dalam rumah yaitu ruang tamu dan 3 kamar tidur,1 kamar mandi, 1 dapur dan
1 ruang makan terletak di belakang rumah.
Pembuangan limbah ke septic tank yang berada di belakang rumah..
Makanan yang sering dimakan adalah nasi, telur, dan sayur-sayuran, daging
ayam dan sapi dikonsumsi sesekali. Buah-Buahan seperti pisang, papaya, dan
jeruk jarang tersedia. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak, sebanyak 6
batang/hari.
Anggota keluarga mempunyai jaminan kesehatan yaitu JAMKESMAS dan
anggota keluarga memanfaatkan jasa puskesmas dalam penggunaan fasilitas
kesehatan yang ada.
Tidak terdapat ibu hamil maupun balita.

PENYULUHAN YANG DIBERIKAN


a. Media

b. Topik

Diskusi
Wawancara
Leaflet

Pencegahan DBD
Menggunakan air bersih
Mencuci tangan dengan sabun
Tidak merokok di dalam rumah

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

c. Isi

Pemberian ASI eksklusif

Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD


Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan
DBD
Penjelasan tentang Program 3M
Penjelasan tentang air bersih, cara mendapatkan air bersih
Penjelasan tentang pentingnya mencuci tangan pakai sabun
Memperagakan cara cuci tangan yang benar dengan 6 langkah
Penjelasan tentang bahaya merokok
Penjelasan mengapa merokok di dalam rumah itu dilarang
Penjelasan pemberian ASI eksklusif
FOLLOW UP KEGIATAN
Outcome

Kunjungan
Kunjungan
I

1. Pada kunjungan kedua, setiap anggota keluarga


diukur tekanan darahnya dan didapati tekanan
darah yang sedikit tinggi diatas batas normal.
Pada kunjungan kedua dilakukan penyuluhan
tentang Pencegahan DBD Memberikan saran
untuk melakukan pencegahan DBD dengan
program 3M, Penjelasan pemberian ASI eksklusif.

Kunjungan
II

2. Pada kunjungan ketiga dilakukan evaluasi


terhadap pelaksanaan 3M. Didapati keluarga telah
menutup
tong/ember
penampungan
air.
Penggunaan serbuk Abate yang telah di bagi
kepada warga.Tidak ditemukan barang - barang
bekas yang terletak di sekitar rumah. Dan
dilakukan pemeriksaan kadar gula darah.

Kunjungan
III

Tanda
tangan

Dijelaskan mengenai bahaya merokok dan dianjurkan


supaya tidak merokok di dalam rumah.
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M.
Didapati keluarga telah menutup tong/ember
penampungan air. Tidak ditemukan barang - barang
bekas yang terletak di sekitar rumah.
Dilakukan evaluasi cara mencuci tangan yang baik
dan benar.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOKUMENTASI

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

FORM ISIAN
PROFIL KESEHATAN KELUARGA BINAAN
DI KOTA MEDAN 2013
PUSKESMAS
DOSEN PEMBIMBING
NAMA MAHASISWA
HARI/TANGGAL

: Medan Tuntungan
: dr. Yuki Yunanda, M.Kes.
: Lisa Setiawati
: Rabu, 21 mei 2014

KECAMATAN
KELURAHAN
LINGKUNGAN
RESPONDEN

: Medan Tuntungan
: Tanjung Selamat
: XII
: Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KEPALA KELUARGA


Nama
: Jodi Ginting
Tanggal lahir/Umur
: 4 Mei 1977/37 tahun
Agama
: Kristen
Pendidikan
: SMA
Suku
: Karo
Pekerjaan utama
: Wiraswasta (satpam)
Pekerjaan tambahan
:Penghasilan keluarga
:a. < 1 juta b. >1-3 juta c. >3-5 juta d. > 5 juta
KARAKTERISTIK ISTRI
Nama
:
Tanggal lahir/Umur
:
Suku
:
Pendidikan
:

Nia br Samosir
15 Oktober 1980 /34 tahun
Batak
SMA

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Pekerjaan

: Ibu Rumah Tangga

KARAKTERISTIK KELUARGA
Jumlah anggota keluarga (termasuk KK) saat ini : 5 orang
Daftar anggota keluarga saat ini :
Statu
s

Jenis
Kelamin

Jodi Ginting
Nia br
Samosir
Angel
Ginting
Julia Ginting

Suami
Istri

L
P

Anak

Julius
Ginting

No

Nama

1
2
3
4
5

NO.

Pendidika
n

Pekerjaan

4 Mei 1977 / 37 thn


15 Oktober 1980 / 34 thn

SMA
SMA

Wiraswasta
IRT

30 Desember 2005 / 8 thn

SD

Anak

25 November 2007 / 6 thn

Anak

15 Agustus 2010 / 3 thn

STATUS KESEHATAN DAN KEJADIAN DARURAT


PROFIL
KETERANGAN

1.

Penyakit/kejadian darurat
yang diderita anggota
keluarga pada 1 bulan
terakhir
2.
Penderita
3.
Pengobatan
q. Tempat dan tenaga medis
4.
NO.
1.

Tgl lahir/umur

Jenis obat-obatan
Tanaman obat keluarga

Demam
Batuk
Pilek

Istri dan anak


Klinik, oleh bidan
Obat demam, Obat batuk hitam
-

KARAKTERISTIK LINGKUNGAN
PROFIL
KETERANGAN
Rumah

Rumah beratap seng, berdinding tembok semen,


berlantai semen yang ditutupi oleh terpal
plastik.
Rumah memiliki 2 pintu, 1 di depan dan 1 di
bagian belakang rumah.
Jendela terdapat sebanyak 4 buah, 2 buah di
ruang tamu dan 2 buah lagi di dapur.
Terdapat 5 ruangan di dalam rumah, yaitu 1
ruang tamu dan ruang keluarga, 2 kamar tidur,
1 kamar mandi, dan 1 dapur yang terletak di
belakang rumah.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

2.

MCK

3.

Air bersih

4.

Pembuangan limbah

NO.
1.

Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah,


berbentuk kotak persegi yang berdinding
tembok semen, memiliki atap seng.
Air bersih didapat dari PAM
Air ditampung di dalam bak mandi
Pembuangan menuju ke parit di belakang
rumah.
Terdapat septic tank.

STATUS PERILAKU KESEHATAN


PROFIL
KETERANGAN
Makanan

2.

Kebiasaan merokok

3.
4.

Kebiasaan alkohol
Pemakaian obat dan jamujamuan
Kebiasaan olah raga

5.
NO.
1.

2.

Anggota keluarga sering mengkonsumsi


nasi dengan daging, ikan dan telur.
Sayur selalu ada seperti sawi, kangkung
atau bayam.
Buah buahan tidak selalu tersedia
(komsumsi buah sangat kurang sekali)
Bapak dan anak pertama merokok.
Sebanyak 10 - 12 batang/hari

KELOMPOK IBU HAMIL DAN BAYI


PROFIL
KETERANGAN
Ibu hamil
a. Pemeriksaan
b. Pemberian tablet besi
c. Persalinan
Bayi
a. Status imunisasi
b. Antropometri
c. ASI eksklusif

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

d. Vitamin A

JAMINAN KESEHATAN
PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.
2.

ASKES/JAMSOSTEK/
LAINNYA
Pemanfaatan fasilitas
kesehatan

2.

Keluarga tidak memiliki jaminan kesehatan.


Anggota keluarga memanfaatkan Klinik
Bidan dan Posyandu serta Rumah Sakit

PERAN SERTA DI MASYARAKAT


PROFIL
KETERANGAN

NO.
1.

Penyuluhan/pelatihan yang
pernah diikuti
Aktivitas di masyarakat
dalam pencegahan penyakit
atau bidang kesehatan
lainnya.

-.
-

KESIMPULAN
1. Keluarga binaan adalah sebuah keluarga Bapak Jodi Ginting, seorang kepala
keluarga yang tinggal dengan istri, dan 3 anaknya. Pekerjaan bapak Jodi Ginting
adalah seorang pekerja satpam.
2. Keluarga tinggal di Rumah beratap seng, berdinding tembok semen, berlantai
semen yang ditutupi oleh terpal plastik. Rumah memiliki 2 pintu, jendela terdapat
sebanyak 4 buah, dan terdapat 5 ruangan di dalam rumah.
3. Kamar mandi terletak di bagian dalam rumah, berupa kotak persegi yang
berdinding tembok semen dengan atap seng. Terdapat septic tank dan pembuangan
menuju ke parit di belakang rumah.
4. Makanan yang sering dimakan adalah berupa daging, ikan dan telur serta sayur
namun buah jarang terdapat dirumah. Kebiasaan merokok dijumpai yaitu bapak,
sebanyak 10-12 batang/hari.
5. Anggota keluarga tidak mempunyai jaminan kesehatan berupa dan anggota
keluarga hanya memanfaatkan jasa bidan dan posyandu, serta rumah sakit dalam
penggunaan fasilitas kesehatan yang ada.

PENYULUHAN YANG DIBERIKAN


a. Media

Diskusi
Wawancara
Leaflet

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

b. Topik
c. Isi

Cara penularan DBD


Gejala DBD

Penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan DBD


Apa saja hal - hal yang bisa menjadi faktor risiko penularan DBD
Penjelasan tentang gejala DBD
Penjelasan tentang Program 3M

FOLLOW UP KEGIATAN
Kunjungan
I

Outcome

II

III

Tanda
tangan

Pada kunjungan pertama, mahasiswa melalukan


perkenalan dengan tiap tiap anggota keluarga binaan
Selain itu juga meminta kesediaan dari anggota keluarga
binaan untuk diwawancarai, dilakukan pengamatan
keadaan rumah, serta diberi penyuluhan tentang
kesehatan.
Dilakukan pengamatan terhadap keadaan rumah dan
lingkunngan sekitar rumah.
Dilakukan penyuluhan tentang Penularan DBD,
memberikan saran untuk melakukan pencegahan DBD
dengan program 3M
Dijelaskan tentang gejala DBD
Setiap anggota keluarga diukur tekanan darahnya dan
didapati tekanan darah yang masih dalam batas normal..
Dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan 3M. Didapati
keluarga telah menutup tong/ember penampungan air.
Tidak ditemukan barang - barang bekas yang terletak di
sekitar rumah.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

DOKUMENTASI

Ruang tamu dan ruang keluarga


Kamar Tidur

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Kamar mandi

Dapur

Bersama anggota

Keluarga binaan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB 6
PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN MASALAH
6.1.

Permasalahan
Setelah melakukan serangkaian kegiatan selama menjalankan kegiatan KKS di

Puskesmas Medan Tuntungan, ada beberapa permasalahan menonjol yang ditemukan dan
perlu dilakukan penanganan segera. Beberapa permasalahan tersebut antara lain adalah
sebagai berikut :
1. Pencegahan dan penanggulangan demam berdarah dengue (DBD)
2. Pembinaan Posyandu
3. PHBS
DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan sangat berbahaya bila
terlambat dalam hal penanganan. DBD masih merupakan masalah yang harus segera
ditanggulangi.
Pada masyarakat Kecamatan Medan Tuntungan, beberapa permasalahan yang
dijumpai berkaitan dengan kesehatan lingkungan antara lain :
1. Genangan air saat hujan
2. Sampah yang mengganggu lingkungan
3. Kebiasaan anak anak bermain tanpa menggunakan alas kaki
4. Ketersediaan air bersih.
Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
(UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh untuk dan bersama masyarakat dalam
penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dalam
memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka
kematian ibu dan bayi. Kegiatan pokok posyandu antara lain :
1. Kesehatan Ibu dan Anak
2. Keluarga Berencana
3. Imunisasi

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

4. Gizi
5. Penanggulangan Diare
Pelaksanaan di Puskesmas dikenal dengan sistem 5 Meja yaitu:

Meja 1
Pendaftaran balita, Ibu hamil, dan ibu menyusui

Meja 2
Penimbangan Balita

Meja 3
Pencatatan hasil penimbangan

Meja 4
Penyuluhan dan Pelayanan gizi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui

Meja 5
Pelayanan kesehatan, KB, Imunisasi dan pojok oralit

Di wilayah Puskesmas Medan Tuntungan yang mahasiswa kunjungi ada 2 Posyandu yaitu
Posyandu Tanjung Selamat dan Posyandu RSIA Salam. Adapun masalah yang dijumpai di
Posyandu tersebut keterbatasan fasilitas berupa kursi dan meja.
PHBS (Perilaku Hidup Sehat dan Bersih) merupakan salah satu indikator perilaku kesehatan
di lingkungan masyarakat yang menunjukkan tingginya tingkat kesehatan masyarakat tersebut. Ada
sekitar 10 parameter di dalam PHBS, yaitu :
1. Pertolongan persalinan oleh tenkes
2. Balita diberikan ASI
3. Timbang balita
4. Rumah bebas jentik
5. Cuci tangan dengan sabun
6. Tersedia air bersih
7. Tersedia jamban
8. Memakan makanan dengan gizi seimbang
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran
Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

10. Tidak merokok


Dari pengamatan di wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan, masih banyak
ditemukan warga yang tidak melakukan PHBS. Hal ini ditandai dengan tingginya angka
kejadian DBD, diare dan ISPA. Selain itu, masih juga ditemukan anak dengan status gizi
buruk di wilayah kerja Puskesmas Medan Tuntungan.
6.2.

Pemecahan Masalah
Masalah DBD merupakan masalah yang perlu ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh Puskesmas Medan Tuntungan untuk
menanggulanginya adalah sebagai berikut ini :
1. Melakukan penyuluhan akan pentingnya mencegah DBD
Kegiatan dilakukan dengan cara mengumpulkan warga dengan bantuan lurah/kepling
setempat di tempat pertemuan (halaman rumah, Masjid, Musholla, dll). Kemudian
petugas kesehatan dibantu oleh mahasiswa turun langsung untuk memberi penyuluhan
dengan media leaflet maupun poster untuk menarik perhatian warga.
2. Melakukan progran PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk)
Kegiatan kegiatan yang dilakukan dalam program PSN antara lain :

Melakukan survey, pendataan, dan penyuluhan ke rumah rumah di wilayah kerja


Pusmesmas Medan Amplas dengan melihat langsung bak bak penampungan air.

Melakukan kegiatan Fogging (malathion + solar) pada kelurahan kelurahan tempat


munculnya kasus DBD
Dalam mengatasi masalah di Posyandu yaitu keterbatasan fasilitas pihak puskesmas

berinisiatif menyediakan kursi dalam pelaksanaan kegiatan Posyandu


Sedangkan untuk mengatasi masalah PHBS, dilakukan penyuluhan dan kunjungan
terhadap rumah warga kecamatan Medan Tuntungan. Penyuluhan yang disampaikan
berkaitan dengan pencegahan dan penangggulangan awal DBD. Mengenai pencegahan, yang
disampaikan terutama mengenai 3M (Menutup, Mengubur, Menguras), fogging, dan
abatisasi. Penyuluhan disampaikan setelah dilakukan pemeriksaaan (screening) terhadap
rumah warga. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup bak mandi, sumur, gentong gentong
penampungan air untuk melihat apakah terdapat jentik jentik nyamuk.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

Dalam hal kebersihan, dilakukan penyuluhan terhadap warga dan anak anak sekolah
dasar mengenai pentingnya menjaga kebersihan, pencegahan penyakit serta penyakit
penyakit yang dapat diakibatkan. Isi dari penyuluhan seperti pentingnya kebiasaan mencuci
tangan dengan sabun dan air mengalir terutama sebelum makan, setelah makan, dan setelah
buang air besar. Selain itu dijelaskan juga mengenai pentingnya ketersediaan tong sampah
yang tertutup.
Penyuluhan juga dilakukan terhadap anak anak sekolah dasar dan ibu ibu di
Posyandu mengenai faktor resiko, tanda tanda, dan akibat kecacingan. Hal ini dikaitkan
terutama dengan kebiasaan anak anak yang sering bermain ataupun beraktivitas tanpa
menggunakan alas kaki. Maka itu dijelaskan mengenai proses transmisi infeksi kecacingan
(Soil Transmitted Helminth) yang dapat terjadi saat larva cacing menembus kulit kaki. Tanda
tanda kecacingan secara umum juga dijelaskan seperti tanda tanda anemia 5L (Lemah,
Letih, Lesu, Lunglai, Lelah), gatal gatal di dubur pada malam hari, dan lain lain. Akibat
dari kecacingan juga dijelaskan seperti gangguan konsentrasi, penurunan kecerdasan, kurang
gizi (malnutrisi), dan penurunan daya tahan tubuh.
Pada saat kunjungan ke rumah warga, dijumpai beberapa rumah yang masih
menggunakan air yang kurang bersih untuk melakukan aktivitas sehari hari. Sedangkan
pada beberapa rumah warga lainnya telah menggunakan sumur bor ataupun PAM sebagai
sumber air bersih. Kami memberikan penjelasan terhadap keluarga yang tidak
memperhatikan kebersihan air yang digunakan, seperti : melakukan perbaikan terhadap
sumur yang kurang bersih dengan lantai kedap air, merebus air hingga mendidih sebelum
diminum, dan mengggunakan jasa PAM apabila kondisi keluarga memungkinkan.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara

Laporan Kegiatan Kepaniteraan Klinik Senior


Dinas Kesehatan Pemerintahan Kota Medan

BAB 7
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1.

Kesimpulan
Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas dan Desa Binaan meliputi

pencegahan dan penanggulangan DBD, Pembinaan Posyandu, dan PHBS ada beberapa hal
yang dapat disimpulkan, yaitu:.
1. Program pencegahan dan penanggulangan DBD di Puskesmas Medan Tuntungan sudah
dilaksanakan dengan baik yaitu meliputi Penyuluhan DBD, Program Pemberantasan
Sarang Nyamuk, serta Program Pengasapan. Seluruh kegiatan dilaksanakan berdasarkan
survey epidemiologi.
2. Program Posyandu di Kecamatan Medan Tuntungan berjalan cukup baik namun adanya
keterbatasan fasilitas sering menjadi hambatan dalam pelaksanaan kegiatan.
3. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kecamatan Medan Tuntungan masih kurang hal ini
ditandai dengan adanya kasus DBD, ISPA, dan Diare serta minimnya ibu yang
memberikan ASI eksklusif.
7.2.

Saran
1. Pelaksanaan kegiatan kebersihan lingkungan dan pembagian bubuk Abate untuk
mencegah terjadinya DBD diharapkan terus berlangsung.
2. Diperlukan penambahan fasilitas dalam rangka peningkatan efektivitas kegiatan
Posyandu.
3. Penyuluhan serta promosi kesehatan masyarakat harus terus dilakukan secara
berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berperilaku hidup
sehat baik ditempat tinggal maupun diluar tempat tinggal.

KKS Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat/Ilmu Kedokteran Komunitas/Ilmu Kedokteran


Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara