Anda di halaman 1dari 6

JENISBATUAN UNTUK

BAHAN KONSTRUKSI
DAN BANGUNAN
Muh.Radinal Alim (412 12 003)

2012

[Type the company address]

Beberapa jenis batuan yang digunakan dalam Konstruksi dan Bangunan

Lapisan litosfer (lapisan kerak bumi) terdiri dari berbagai jenis batuan yang semua terbuat
dari pembekuan magma. Karena adanya proses endogen dan eksogen batuan terbagi jadi
tiga jenis, sebagai berikut.

BATUAN BEKU
Batuan beku atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau
beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma.
Salah satu contoh batuan beku yang digunakan untuk bahan bangunan adalah Granit

Granit

Granit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, berwarna
terang, mempunyai banyak warna umumna putih, kelabu, merah jambu atau merah. Warna
ini disebabkan oleh variasi warna dari mineral feldspar. Granit terbentuk jauh di dalam bumi
dan tersingkap di permukaan bumi karena adanya erosi dan tektonik. Granit merupakan
batuan yang banyak terdapat di alam.
Di Indonesia, granit terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya (Papua), dan lainlain. Granit dapat digunakan sebagai bahan pengeras jalan, pondasi, galangan kapal, dan
bahan pemoles lantai, serta hiasan dinding.

Andesit

Andesit adalah batuan leleran dari diorit, mineralnya berbutir halus, komposisi mineralnya
sama dengan diorit, warnanya kelabu. Gunung api di Indonesia umumnya menghasilkan
batuan andesit dalam bentuk lava maupun piroklastika.
Batuan andesit yang banyak mengandung hornblenda disebut
andesit hornblenda, sedangkan yang banyak mengandung
piroksin disebut andesit piroksin. Untuk penggunaan bahan
konstruksi biasanya dipakai sebagai pondasi atau konstruksi

beton. Adapun untuk bahan bangunan yang berstruktur lembaran banyak digunakan
sebagai batu tempel.

Basalt

Basal adalah batuan leleran dari gabro, mineralnya berbutir halus, berwarna hitam.
Gunungapi di Indonesia umumnya menghasilkan batuan basal dalam bentuk lava maupun
piroklastika. Dalam hal konstruksi batuan ini banyak digunakan untuk pengeras jalan,
pondasi, bendungan, konstruksi beton, dan lain-lain. Basal yang berstruktur lembaran
banyak digunakan sebagai batu tempel.

Batu kaca / obsidian

Batukaca adalah batuan yang tidak mempunyai susunan dan bangun kristal (metamorf).
Batukaca terbentuk dari lava yang membeku tiba-tiba, dan banyak terdapat di sekitar
gunungapi. Pada umumnya berwarna coklat, kelabu, kehitaman atau tidak berwarna (putih
seperti kaca). Batukaca yang dihancurkan dengan ukuran kecil dan dicampur dengan semen,
dapat dibuat granit buatan.

Diorit
Diorit adalah batuan beku dalam, mineralnya berbutir kasar hingga sedang, warnanya agak
gelap. Diorit merupakan batuan yang banyak terdapat di alam. Di Jawa Tengah banyak

terdapat di kota Pemalang dan Banjarnegara. Diorit dapat digunakan untuk pengeras jalan,
pondasi, dan lain-lain.

BATUAN SEDIMEN

Batuan sedimen atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses
pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan
seterusnya terendapkan.

Batuan sedimen dibedakan oleh jenis zat pengangkutnya, yaitu :


1. Batu sediman aeolis : batuan hasil proses pengangkutan oleh angin
2. Batu sediman aluvial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh air
yang mengalir. Contoh : delta di muara sungai
3. Batu sediman marin : batuan hasil proses pengangkutan dan dibentuk oleh air laut.
Contoh : sand-dune di pantai
4. Batu sediman glasial : batuan hasil proses pengangkutan dan pembentukan oleh
gletser atau es yang mengalir

Salah satu contoh batuan sedimen yang digunakan dalam bidang konstruksi atau bahan
bangunan ialah :
Breksi

Berguna untuk bahan dekorasi bangunan


Batu kapur

Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik,
yakni berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau

ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna
putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral
pengotornya.
Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan campuran bangunan,
industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain.
Gipsum

Beberapa kegunaan gipsum yaitu:

Bahan perekat
Sebagai penambah kekerasan untuk bahan bangunan
Selain itu juga terdapat Batuan Sedimen yang berasal Sedimen organik berupa endapan sisa
sisa hewan dan tumbuhan laut contohnya batu Koral dan Batu Gamping , dimana dalam
teknik sipil koral dipergunakan sebagai Agregat Kasar dalam pembuatan Beton dan Batu
Gambing digunakan sebagai bahan baku pembuatan Semen

BATUAN MALIHAN (METAMORF)

Batuan melihan (batu metamorf) batuan yang terbentuk akibat proses perubahan
temperature dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya. Dalam Teknik Sipil
kegunaan Batuan Metamorf sangat berhubungan dengan sifat kekerasan batuan , dimana
batuan jenis ini sangat bermanfaat dalam memberi kekerasan serta kekakuan pada struktur
bangunan , Batuan yang agak keras atau tahan seperti batu sabak, merupakan bahan
bangunan yang baik, maka batuan ini dipakai untuk bangunan.
Contoh salah satu batuan metamorf yang digunakan sebagai bahan konstruksi dan
bangunan :

Batu Marmer

Marmer adalah batu gamping yang berubah karena tekanan dan


suhu tinggi di dalam kerak bumi. Marmer atau batu pualam mempunyai permukaan yang
mengkilap dengan garis-garis warna lembut melintang banyak digunakan batu hiasan karena
indah dipandang.
Kegunaan marmer ialah sebagai bahan bangunan yakni sebagai bahan tempelan dinding
atau lantai.