Anda di halaman 1dari 10

PTP.

NUSANTARA IV (PERSERO)
PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOK. : PML/DP/01

JABATAN

DIBUAT OLEH :
ASISTEN
PENGOLAHAN

DIPERIKSA OLEH :

DISETUJUI OLEH :

KETUA ISO

Sekretaris P2K3

MR / KETUA P2K3

Aminuddin

Rahmad Suhairi

Brata Wahyu Rizal

TANDA TANGAN
Alfi Nursyahrin
TANGGAL

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

DISTRIBUSI DOKUMEN
Dokumen ini didistribusikan kepada:

NO

PEMEGANG

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Sekretariat SMK3 & ISO


Manager Unit
Kepala Dinas Tanaman
Kepala Dinas Tata Usaha
Kepala Dinas Pengolahan ( PKS & PPIS )
Kepala Dinas Teknik
Asisten SDM & Umum
Asisten Teknik
Asisten Pengolahan ( PKS & PPIS )
Unit Kerja Terkait

STATUS
DOKUMEN
Master
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali
Salinan Terkendali

NOMOR
SALINAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9

RIWAYAT PERUBAHAN DOKUMEN

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO

BAGIAN

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

ISI PERUBAHAN

HALAMAN : 8 DARI 8

NOMOR

TANGGAL

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

REVISI

REVISI

1. TUJUAN
1.1 Prosedur ini bertujuan untuk memastikan proses pengolahan kelapa sawit sesuai
dengan yang direncanakan dan memenuhi standard kualitas, kuantitas, dan
kontinuitas produksi.

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

1.2

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

Memastikan bahwa segala aspek, dampak lingkungan dan K3 yang ditimbulkan


oleh pengolahan kelapa sawit dapat dikendalikan dengan baik.

2. RUANG LINGKUP
2.1 Prosedur ini berlaku mulai dari penimbangan, penimbunan TBS di loading ramp
hingga diperoleh CPO dengan kualitas yang ditentukan di Tangki Penyimpanan.
3. DEFINISI
3.1 CPO
3.2 TBS
3.3 APD

: Crude Palm Oil


: Tandan Buah Segar
: Alat Pelindung Diri

4. REFERENSI
4.1 Standard ISO 14001: 2004, Klausul 4.4.6
4.2 Standard ISO 9001:2008, Klausul 7.5.1
4.3 UU No 1 tahun 1970, tentang Keselamatan Kerja
4.4 UU No. 13 tahun 2003, tentang Ketenaga Kerjaan
4.5 PP No. 50 tahun 2012, tentang Penerapan SMK3
4.6 Manual Mutu, Lingkungan dan K3 PTP. Nusantara IV (Persero) PKS-PPIS Unit
Pabatu
5. TANGGUNG JAWAB
5.1 Bagian produksi / pengolahan bertanggung jawab untuk menghasilkan produksi
CPO sesuai dengan rencana, mutu, standard yang ditetapkan, juga terhadap
dampak yang ditimbulkan dari proses.
6. URAIAN PROSEDUR
6.1 Stasiun Penerimaan Buah
6.1.1 Penimbangan
TBS diangkat dari perkebunan atau tanaman rakyat dengan truck dibawa
kepabrik dan ditimbang terlebih dahulu dijembatan timbang sebelum diolah.
TBS selanjutnya dikirim ke Loading Ramp. Hasil penimbangan berupa print out
dan SPB dikumpulkan oleh operator timbangan untuk diserahkan kebagian
pembelian TBS dan krani afdeling. Lihat Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/01.
6.1.2 Penimbunan dan Pemindahan Buah (Loading Ramp)
Loading Ramp merupakan tempat penimbunan sementara dan pemindahan
tandan buah ke dalam lori rebusan. Loading ramp terdiri dari 12 (dua belas)
pintu dan digerakan dengan pompa hydraulic. Sebelum dimasukan ke loading
oleh operator, dilakukan sortasi oleh petugas sortasi untuk memilih fraksi-fraksi
sesuai kriteria matang panen. TBS dimasukan ke loading oleh operator loading
ramp sebelum dimasukan kedalam lori rebusan. Produksi dapat dilakukan
hingga buah yan terkumpul diloading ramp mencapai 400 ton. Lihat Instruksi
Kerja IMLK3/DP/01/02.
6.1.3 Lori Rebusan (Integrated Lori)
DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

TBS dari Loading Ramp diisi ke lori rebusan oleh operator lori. Lori rebusan
digunakan untuk mengangkut dan tempat merebus buah. Lori rebusan diisi
penuh dan merata 2,5 ton perlori.
Aspek dan dampak penting yang timbul kecelakan kerja karena licin, tertusuk
duri, tertimpa TBS, terjepit lori, terpukul/libas tali penarik lori dan cara
penanggulangan menggunakan APD sepatu safety, sarung tangan, helm,
waspada dalam bekerja.
6.2 Stasiun Rebusan (Sterilizing Station)
6.2.1 Rebusan (Sterilizer)
Lori dipindahkan melaui transfer carieage ke jalur rail rebusan. Lori rebusan
ditarik dengan meggunakan capstandard ke rebusan (sterilizer). Rebusan
digunakan untuk merebus buah dan dapat memuat 10 (sepuluh) lori dengan
tekanan kerja 3 kg/cm2 dan temperatur 135-140oC yang dioperasikan oleh
operator rebusan. Tujuan perebusan adalah:
- Mematikan enzym-enzym untuk mencegah berlanjutnya proses kenaikan
Asam Lemak Bebas (ALB).
- Melunakan buah segar agar berondolan mudah terlepas dari tandannya
- Memudahkan proses pelumatan berondolan didalam digester
- Memudahkan proses pemisahan minyak dari serabut
- Mengurangi kadar air dalam inti
- Memudahkan proses pemecahan biji dan pemisahan cangkang dengan inti
Lihat Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/07.
Aspek dan dampak penting yang timbul adalah panas, licin dan peledakan yang
dapat menyebabkan kecelakaan kerja, cara penanggulangan dengan
menggunakan APD sarung tangan, menggunakan safety shoes, menjaga tekanan
dan membersihkan genangan minyak dan air.
6.3 Stasiun

Bantingan (Trashing Station)


6.3.1 Penebah (trasher)
Buah masak yang telah keluar dari rebusan ditarik kebawah hositing crane oleh
operator hoisting crane untuk diangkut dan dituang kedalam Automatic feeder.
Automatic feeder ini mengatur pemasukan buah masuk kedalam alat
penebah/bantingan (trasher). Kecepatannya diatur oleh operator bantingan sesuai
dengan kapasitas alat selanjutnya. Penebah digunakan untuk melepas dan
memisahkan buah dari tandan dengan cara sebagai berikut:
- buah dari pengisi otomatis masuk ke dalam drum yang berputar ( 23 rpm),
dan dengan bantuan sudu-sudu yang ada didalam drum, buah terangkat dan
jatuh terbanting dengan sempurna sehingga buah (berondolan) lepas dari
tandan.
- melalui kisi-kisi drum buah masuk kedalam conveyor, dan janjangan
kosong terdorong keluar dan masuk kedalam empty bunch conveyor dikirim
kehoper tandan kosong yang selanjutnya dikirim ke areal tanaman sawit
sebagai pupuk oleh petugas hopper.
Lihat Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/08 dan IMLK3/DP/01/09.

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

Aspek dan dampak penting yang timbul adalah panas, tertimpa lori, ceceran
minyak, ceceran brondolan yang dapat menyebabkan mengganggu kesehatan
dan kecelakaan kerja, cara penanggulangan dengan menggunakan APD sarung
tangan, masker, helm dan membersihkan ceceran minyak, dan ceceran
brondolan serta memperbaiki pintu-pintu bantingan yang bocor.
6.3.3 Konveyor buah (Fruit Conveyor) dan Fruit Elevator
Konveyor buah dipasang dibawah bantingan untuk menampung brondolan yang
dipisahkan dari bantingan untuk selanjutnya ditampung fruit elevator untuk
dikirim ke digester.
6.3.5 Fruit distributing Conveyor
Berfungsi untuk mentransfer dan mendistribusikan brondolan tadi kemasingmasing digester.
6.4 Stasiun Press (Pressing Station)
Stasiun presan adalah stasiun pertama dimulainya pengambilan minyak dari buah
dengan jalan melumat dan mengempa.
6.4.1 Digester (ketel adukan)
Ketel adukan berfungsi untuk melumatkan brondolan, sehingga daging buah
terpisah dari biji. Ketel pengaduk ini terdiri dari tabung silinder yang berdiri
tegak yang didalamnya dipasang pisau-pisau pengaduk (stirring arms) sebanyak
5 tingkat yang diikatkan pada poros dan digerakkan oleh motor listrik. Empat
tingkat pisau bagian atas dipakai sebagai pengaduk/pelumat dan pisau bagian
bawah (stirring arm bottom) disamping sebagai pengaduk juga dipakai untuk
pendorong massa keluar dari ketel adukan ke pengempa (press). Isi digester
harus dalam keadaan penuh dan diharapkan pengadukan berjalan
sempurna.Setting pengadukan diatur 18 RPM dan temperatur 90-95oC. Lihat
Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/10.
Aspek dan dampak penting yang timbul adalah panas dan ceceran tumpahan
minyak yang dapat menyebabkan kecelakan kerja, cara penanggulangan
dengan menggunakan APD sarung tangan dan membersihkan ceceran minyak.
6.4.2 Pengempa (Press)
Pengempa dipakai untuk memisahkan minyak kasar (crude oil) dari daging buah
(pericarf). Pengempa terdiri dari sebuah silinder (press cylinder) yang
berlubang-lubang dan didalamnya terdapat 2 buah ulir (screw) yang berputar
berlawanan arah. Tekanan kempa diatur oleh 2 buah konus (Cones) yang berada
pada bagian ujung pengempa yang dapat digerakan maju mundur secara hidrolis.
Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/11. Masa yang keluar dari ketel adukan melalui
feed screw (sebagian minyak keluar) masuk ke dalam main screw ditampung
dalam talang minyak oil gutter. Untuk mempermudah pemisahan dan pengaliran
minyak pada feed screw dilakukan injeksi uap pada digester dan penambahan air
panas pada temperatur 90-95oC. Ampas akan diolah untuk mendapatkan inti
(kernel). Lihat Prosedur Kerja Pengolahan Biji.
Aspek dan dampak penting yang timbul adalah panas yang dapat menyebabkan
kecelakan kerja, dan debu yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, cara
DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

penanggulangan dengan menggunakan APD sarung tangan untuk panas dan


masker untuk debu.
6.5 Stasiun Pemurnian Minyak
Stasiun pemurnian minyak adalah stasiun terakhir untuk pengolahan minyak.
Minyak kasar hasil stasiun pengempaan, dikirim ke stasiun ini untuk diproses lebih
lanjut sehingga diperoleh minyak produksi. Proses pemisahan minyak, air dan
kotoran dilakukan dengan sistem pengendapan, sentripusi, dan penguapan.
6.5.1 Tangki Pemisah Pasir (Sand Trap Tank)
Melalui oil gutter (talang minyak) yang dipasang di bawah screw press minyak
mengalir ke Sand Trap Tank. Alat ini dipakai untuk memisahkan pasir dari
cairan minyak kasar yang berasal dari screw press. Untuk memudahkan
pengendapan pasir, cairan minyak kasar harus cukup panas 90-95oC yang
diperoleh dengan menginjeksikan uap. Minyak menuju vibrating screen. Lihat
Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/12.
6.5.2 Saringan Bergetar (Vibrating Screen)
Saringan Bergetar dipakai untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut
minyak kasar. Benda-benda berupa ampas yang disaring pada saringan ini
dikembalikan ke timba buah untuk diproses kembali. Cairan minyak ditampung
dalam tangki minyak kasar (Crude Oil Tank / Bak RO). Saringan getar terdiri
dari 2 tingkat saringan dengan luas permukaan masing-masing 2 M2. Tingkat
atas memakai kawat saringan mesh 30 sedangkan tingkat bawah memakai mesh
40. Untuk memudahkan penyaringan, saringan getar tersebut disiram dengan air
panas. Lihat Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/13.
6.5.3 Bak RO (Raw Oil) /Pompa Minyak Kasar (Crude Oil Tank / Pump)
Tangki minyak kasar menampung minyak kasar yang telah disaring untuk
dipompakan kedalam tangki pemisah (Continuous Settling Tank) dengan pompa
minyak kasar. Untuk menjaga agar suhu cairan tetap, diberikan penambahan
panas dengan menginjeksikan uap pada temperatur 90-95oC.
6.5.4 Tangki Pemisah (Continuous Settling Tank)
Pemisahan pertama minyak dengan sludge secara pengendapan dilakukan
didalam tangki pemisah ini. Untuk mempermudah pemisahan suhu
dipertahankan 90-95oC. Berdasarkan perbedaan BJ, minyak yang Bjnya <
sludge naik keatas melalui skimmer (payung pengutipan minyak) masuk ke oil
Tank, sludge ke sludge Tank.

6.5.5

Tangki Masakan Minyak (Oil Tank)


Minyak yang telah dipisah pada tangki pemisah ditampung dalam tangki ini
untuk dipanasi lagi sebelum diolah lebih lanjut pada sentripusi minyak.

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

Diusahakan agar tangki ini tetap penuh untuk menjaga agar pemanasan tetap 9095oC. Sistem pemanasan dilakukan dengan pipa spiral yang dialiri uap.
6.5.6

Sentripusi Minyak (Oil Purifier)


Untuk pemurnian minyak yang berasal dari tangki masakan yang masih
mengandung air 0,50-0,70% dan kotoran 0,10-0,30% dipergunakan alat
pemisah sentripusi ini, yang berputar antara 5000-6000 rpm.

6.5.7

Pengeringan Minyak (vacuum dryer)


Melalui tangki apung (float tank) yang mengatur jumlah minyak, minyak
dialirkan ke vacuum drayer. Minyak terhisap kedalam tabung melalui
pemercikan (nozzle) karena adanya hampa udara dan minyak terpencar kedalam
tabung hampa. Uap air dari tabung hampa terhisap oleh ejector1, masuk kedalam
kondensor 1, sisa uap kondensor 1 terhisap oleh ejector 2, masuk kedalam
kondensor 2, sisa uap terkahir dihisap oleh ejector 3 dan dibuang ke atmosper.
Air yang terbentuk dalam kondensor 1 dan 2 langsung dibuang. Minyak
ditampung di Tangki Minyak produksi dan selanjutnya dipompakan ketangki
timbun. Lihat Instruksi Kerja IMLK3/DP/01/15.

6.5.8

Tangki Timbun (Storage Tank)


Pada tangki timbun minyak disimpan dengan temperatur dijaga 50-60oC untuk
menjaga supaya ALB minyak tidak naik. Jumlah tangki timbun ada 3 buah
dengan kapasitas 1 = 1500 Ton, 2 = 1000 Ton, 3 = 1000 ton.

6.5.9

Tangki Sludge (Sludge Tank)


Sludge yang keluar dari tangki pemisah ditampung dalam sludge tank karena
masih mengandung minyak 7-9%. Didalam tangki sludge terdapat pipa steam
injection dan temperatur sludge dpanaskan hingga temperatur 90-95oC.

6.5.10 Saringan Berputar (Brush Strainer)


Saringan ini dipakai untuk memisahkan serabut-serabut yang masih ada dalam
sludge sebelum diolah dalam sludge separator. Cairan yang telah tersaring keluar
dari bagian atas untuk menuju kedalam pre cleaner, sedangkan serabut /sampah
dibuang dari bagian bawah.
6.5.11 Pre Cleaner
Cairan yang keluar dari brush strainer masih mengandung pasir. Untuk
membuang pasir itu dipergunakan sludge precleaner. Bagian atas alat ini
berbentuk silinder dan bagian bawah berbentuk konus. Dibawah konus terdapat
tabung pengendap pasir. Setiap setengah jam pasir dibuang. Cairan dipompakan
ke Balance Tank.
6.5.12 Balance Tank
Balance tank berfungsi untuk menampung cairan sludge yang akan diolah
disludge separator
DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU

PTP. NUSANTARA IV (PERSERO)


PKS-PPIS UNIT PABATU

PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3

PENGOLAHAN KELAPA SAWIT


NO. DOC: PMLK3/DP/01

NO. REVISI : 01

TGL. BERLAKU :

HALAMAN : 8 DARI 8

6.5.13 Sentripusi Sludge (Sludge Separator)


Cairan sludge yang telah melalui balance tank dialirkan kedalam sludge
separator untuk dikutip minyaknya. Dengan gaya sentrifugal minyak yang berat
jenisnya lebih kecil bergerak menuju ke poros dan terdorong keluar melalui
sudu-sudu (paring disc) ditampung di Fat Fit sebelum dipompakan keruang
pertama tangki pemisah (continuous settling tank). Cairan dan sludge yang berat
jenisnya lebih besar terdorong kebagian dinding bowl dan keluar melalui nozzle.
Padatan yang menempel pada dinding bowl dibersihkan / dicuci secara manual
setiap 4 jam sekali.
6.5.14 Fat Pit
Minyak hasil penyepian dari sludge Tank, minyak tumpahan-tumpahan dan dari
bekas cucian di stasiun klarifikasi ditampung dibak-bak penampung. Minyak
hasil kumpulan tersebut dipanasi dengan sistem injeksi, sehingga minyak yang
terapung dikirim ke Bak RO, sedangkan sludge dari bak fat pit dialirkan ke
deoling pond. Minyak hasil pemisahan dikirim kembali ke pabrik untuk
diproses, sedangkan cairan sludge dialirkan ke bak limbah (ponding system).
Aspek dan dampak penting yang timbul distasiun clarifikasi adalah panas dan licin
karena ceceran minyak yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja, cara
penanggulangan dengan menggunakan APD sarung tangan dan safety shoes serta
membersihkan ceceran minyak.
7. DOKUMEN TERKAIT
7.1 Prosedur Pengolahan Biji
7.2 Prosedur Pemantauan dan Pengukuran Produk

: PMLK3/DP/02
: PMLK3/DP/09

8. LAMPIRAN
8.1 Penerimaan TBS Kebun Pabatu dan Pihak ke III ke PKS :FMLK3/DP/01/01
8.2 Rekapitulasi TBS Masuk Pembelian
:FMLK3/DP/01/02
8.3 Ikhtisar Timbangan Tandan Buah segar
:FMLK3/DP/01/03
8.4 Laporan Harian Produksi dan Pengangkutan ke Pabrik :FMLK3/DP/01/04
8.5 Surat Pengantar Barang
:FMLK3/DP/01/05
8.6 Sortasi Panen Harian
:FMLK3/DP/01/06
8.7 Jurnal Stasiun Strelisasi
:FMLK3/DP/01/07
8.8 Jurnal Katekoppen
:FMLK3/DP/01/08
8.9 Laporan Kerja Stasiun Kempa
:FMLK3/DP/01/09
8.10 Jurnal Stasiun Clarifikasi
:FMLK3/DP/01/10
8.11 Surat Pengantar Tandan Kosong
:FMLK3/DP/01/11
8.12 Ikhtisar Jam Tiba Panen TBS
:FMLK3/DP/01/12

DILARANG MENYADUR, MEMPERBANYAK ATAU MENGAMBIL ISI DARI PROSEDUR INTEGRASI MUTU, LINGKUNGAN DAN K3 INI
TANPA SEIZIN DARI MANAGEMENT REPRESENTATIVE PTP. NUSANTARA IV (PERSERO) PKS-PPIS UNIT PABATU