Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Tujuan utama pengelolaan lingkungan hidup antara lain adalah terlaksananya
pembangunan berwawasan lingkungan dan terkendalinya pemanfaatan sumberdaya
alam secara bijaksana. Oleh karena itu perencana kegiatan sejak awal sudah harus
memperkirakan perubahan rona lingkungan akibat pembentukan suatu kodisi yang
merugikan akibat diselenggarakannya pembangunan.
Tidak dapat dipungkiri, setiap kegiatan pembangunan, dimana pun dan kapan pun
pasti akan menimbulkan dampak. Dampak disini dapat bernilai positif yang berarti
memberi manfaat bagi kehidupan manusia, dan dapat berarti negatif yaitu timbulnya
risiko yang merugikan masyarakat.
Dampak positif pembangunan sangatlah banyak, di antaranya :
1. meningkatnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara merata;
2. meningkatnya pertumbuhan ekonomi secara bertahap sehinga terjadi perubahan
struktur ekonomi yang lebih baik, maju, sehat dan seimbang
3. meningkatnya kemampuan dan penguasaan teknologi yang akan
menumbuhkembangkan kemampuan dunia usaha nasional;
B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana cara pelestarian lingkungan hidup yang benar?
2. Bagaimana pengaruh kerusakan lingkugan hidup bagi kehidupan?
3. Apakah kegunaan lingkungan hidup ?
C. MANFAAT
1. Sebagai tempat tinggal makhluk hidup
2. Tempat mencari makanan,berkumpul dengan sesamanya untuk membentuk
kehidupan yang baru
3. Tempat beraktifitas seluruh kehidupan yang ada didalamnya

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN LINGKUNGAN
Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang
memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak
langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika
kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu
guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis
tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya.
Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan
berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.
Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai
lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang
besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang
B.

PENGERTIAN LINGKUNGAN HIDUP

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan
segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup
di bumi.
Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang
dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan
perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta
makhluk hidup lainnya.
Sedangkan lingkungan hidup menurut para ahli adalah.:
-

Ahmad (1987:3) mengemukakan bahwa lingkungan hidup adalah sistem

kehidupan di mana terdapat campur tangan manusia terhadap tatanan ekosistem.


-

Emil Salim : Lingkungan hidup adalah segala benda, kondisi, keadaan dan

pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal yang
hidup termasuk kehidupan manusia

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:


1. Unsur Hayati (Biotik)
Unsur hayati (biotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk
hidup, seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik. Jika kalian berada
di kebun sekolah, maka lingkungan hayatinya didominasi oleh tumbuhan. Tetapi jika
berada di dalam kelas, maka lingkungan hayati yang dominan adalah teman-teman atau
sesama manusia.
2. Unsur Sosial Budaya
Unsur sosial budaya, yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia
yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluk
sosial. Kehidupan masyarakat dapat mencapai keteraturan berkat adanya sistem nilai
dan norma yang diakui dan ditaati oleh segenap anggota masyarakat.
3. Unsur Fisik (Abiotik)
Unsur fisik (abiotik), yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari bendabenda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim, dan lain-lain. Keberadaan
lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan
di bumi. Bayangkan, apa yang terjadi jika air tak ada lagi di muka bumi atau udara
yang dipenuhi asap? Tentu saja kehidupan di muka bumi tidak akan berlangsung secara
wajar. Akan terjadi bencana kekeringan, banyak hewan dan tumbuhan mati, perubahan
musim yang tidak teratur, munculnya berbagai penyakit, dan lain-lain.
C. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
A. Lingkungan Hidup Alami
Lingkungan alami merupakan lingkungan bentukan alam yang terdiri atas berbagai
sumber alam dan ekosistem dengan komponen-komponennya, baik fisik, biologis.
Lingkungan hidup alami bersifat dinamis karena memiliki tingkat heterogenitas
organisme yang sangat tinggi.
B.

Lingkungan Hidup Buatan

Lingkungan hidup binaan/buatan mencakup lingkungan buatan manusia yang dibangun


dengan bantuan atau masukan teknologi, baik teknologi sederhana maupun teknologi

modern. Lingkungan hidup binaan/buatan bersifat kurang beraneka ragam karena


keberadaannya selalu diselaraskan dengan kebutuhan manusia.
C.

Lingkungan Hidup Sosial

Lingkungan hidup sosial terbentuk karena adanya interaksi sosial dalam masyarakat.
Lingkungan hidup sosial ini dapat membentuk lingkungan hidup binaan tertentu yang
bercirikan perilaku manusia sebagai makhluk sosial. Hubungan antara individu dan
masyarakat sangat erat dan saling mempengaruhi serta saling bergantung.
D. PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Kemajuan zaman yang begitu pesat telah merangsang perkembangan di segala
bidang terutama bidang industri. Penggunaan sistem teknologi dan informasi yang kian
mempercepat tumbuhnya bidang industri telah menciptakan dunia baru bagi manusia
seolah-olah mereka tidak membutuhkan lagi interaksi dengan lingkungan sekitarnya
bahkan dengan lingkungan hidupnya. Mereka hanya memikirkan bagaimana
memanfaatkan semaksimal mungkin energi dan kekayaan dari alam untuk
kelangsungan industri dan pabrik-pabrik yang mereka buat demi meningkatkan hasil
produksi guna mencapai keuntungan sebesar-besarnya.
Dengan semakin banyaknya industri yang bermunculan maka semakin banyak
pula limbah yang dihasilkan yang akan membahayakan ekosistem dan kesehatan
manusia. Sikap dan sifat manusia yang terus menguras habis kekayaan alam inilah yang
menimbulkan

banyak

bermunculan

masalah-masalah

yang

berkaitan

dengan

lingkungan hidup, beberapa masalah lingkungan hidup yang terjadi yaitu:


1.Food / Makanan
Terjadinya krisis pangan dibeberapa negara dikarenakan minimnya lahan pertanian dan
sedikitnya tanaman pangan.
2.Water/ Air
Pada tahun 2025 dipastikan terjadi krisis air karena sulit didapat air bersih untuk
minum.
3.Energy / Sumber Energi
Pada tahun 2010 cadangan energi dalam bumi seperti minyak bumi akan mulai
beranjak habis.

4.Climate Change/ Perubahan Iklim


Perubahan iklim yang ekstrim akan mulai terasa akibat dari ketidak seimbangan
lingkungan.
5.Biodiversity/ Keanekaragaman Hayati
Semakin berkurangnya kekayaan hayati dan punahnya bebrapa eksositem serta spesies
tertentu yang pada akhirnya akan berimbas pada kepunahan manusia sendiri.
6.Poluttion / Polusi
Limbah pabrik dan mesin yang digunakan terus menerus oleh manusia akan
mempercepat kerusakan lingkungan. Pencemaran ini juga telah berpengaruh pada
kesehatan manusia sendiri dimana menurut berita dari BBC sendiri bahwa dalam tubuh
bayipun sekarang telah terdapat bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan
pertumbuhannya.
Jadi Inti masalah lingkungan hidup adalah hubungan timbal balik antara
makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya yang bersifat organik maupun
anorganik yang juga merupakan inti permasalahan bidang kajian ekologi.
Masalah-masalah lingkungan hidup diatas terlihat jelas bahwa dampaknya
sangat merugikan bagi manusia sendiri dimana kebutuhan akan makanan dan air bersih
akan berkurang dan lebih parahnya lagi dengan meningkatnya polusi maka meningkat
pula kerawanan yang mengancam kesehatan tubuh kita.
E.

FENOMENA FENOMENA LINGKUNGAN HIDUP


1. Banjir di Jakarta setinggi 150cm.
2. pencemaran sungai akibat limbah pabrik.
3. Macet yang terjadi di Ibukota Jakarta

F.

BENTUK KERUSAKAN KERUSAN LINGKUNGAN HIDUP

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan


menjadi 2 jenis, yaitu:
1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam
Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah
menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami
yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala
Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena

alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.Peristiwa alam lainnya
yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
a.

Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang
menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.Bahaya yang
ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:

b.

Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.

Larva panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.

Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.

Gas yang mengandung racun.

Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di
antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun
karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas
gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya
gempa.
Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan
dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa
sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
Berbagai bangunan roboh.
Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
Tanah longsor akibat guncangan.
Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
c.

Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke
kawasan bertekanan rendah.
Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok.
Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik
merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas,
sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan

bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007.
Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain
disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.
Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan
atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya.
Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup
dalam bentuk:

Merobohkan bangunan.

Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.

Membahayakan penerbangan.

Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.

2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia


Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam
menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan
yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai
ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini.
Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan
pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang
diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan
hidup.
Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai


dampak adanya kawasan industri.

Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan


air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan
hutan.

Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.

Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa
dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).

Perburuan liar.

Merusak hutan bakau.

Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.

Pembuangan sampah di sembarang tempat.

Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).

Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

1. Penggunaan gas CFC yang merusak lapisan ozon


2. Menebang pohon sembarangan dan tidak menggunakan system yang benar dan baik
3. Mebuang sampah sembarangan
4. Penggunakan bahan peledak dalam penangkapan ikan yang merusak ekosistem
disekitarnya
G.

USAHA USAHA PELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP

1. Mengurangi pemakaian CFC bahkan tidak mengunakannya


2. Menebang pohong dengan benar bahkan dengan metode tebang pilih dan reboisasi
3. Membuang sampah pada tempatnya
4. Menangkap ikan dengan memancing tidak akan merusak ekosistem disekitarnya

BAB III
PENUTUP
Demikian makalah ini kami buat dengan keadaan yang sebenarnya dari penulis
dan penyusun mohon maaf sekiranya ada kesalah dalam penulisan kata dan data diatas,
semoga bermanfaatuntuk pembaca dan kami selaku penyusun mengharapkan pembaaca
dapat menerapkan perilaku yang baik dalam kehidupan sehari hari dan tidak merusak,
memanfaatkan dengan maksimal tetapi dengan mengimbangi pelestarian dengan
seimbang karna kita hidup di bumi sebagai khalifah seperti yang diharapkan oleh Allah
SWT kita harus menjaga dan melestarikan kehidupan dibumi dan seisinya.
Sekian dari kami mengucapkan terima kasih.

DAFTAR PUSTAKA
1.

http://pradieta-pelestarianlingkunganhidup.blogspot.com/2011/04/pengertian-

lingkungan-lingkungan-hidup.html
2.

http://geografi-geografi.blogspot.com/2011/01/pengertian-lingkungan-hidup-

menurut.html
3.

http://www.anneahira.com/pengertian-lingkungan-hidup.htm

4.

http://herynalom.blogspot.com/2012/08/klasifikasi-lahan.html

5.

http://motherearthisours.blogspot.com/2012/09/upaya-pelestarian-lingkungan-

hidup.html

10

Anda mungkin juga menyukai