Anda di halaman 1dari 3

PELAYANAN ANESTESI

(ANESTESI REGIONAL)
RSUD dr. MOHAMAD
SOEWANDHIE

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

00

1/3

SURABAYA
TANGGAL TERBIT :

DITETAPKAN OLEH
DIREKTUR

SPO
drg. Febria Rachmanita
Pembina Utama Muda
NIP. 19650228 199203 2 008

PENGERTIAN

Penggunaan obat analgesik lokal untuk menghambat hantaran saraf


sensorik, sehingga impuls nyeri dari suatu bagian tubuh diblokir untuk
sementara, penderita tetap sadar.

TUJUAN

Sebagai acuan penerapan langkah-langkah pemberian pelayanan anestesi


regional agar dapat berjalan dengan baik sehingga pelayanan
pembedahan mencapai hasil yang optimal.

KEBIJAKAN

1. Pelayanan anestesi (termasuk sedasi moderat dan dalam), memenuhi


peraturan perundang-undangan, peraturan pemerintah dan standar
pelayanan, dilakukan oleh ahli anestesiologi.
2. Pelayanan anestesi yang adekuat, reguler dan nyaman tersedia untuk
memenuhi kebutuhan pasien dalam keadaan darurat diluar jam kerja,
sesuai dengan Peraturan Direktur No. tentang Kebijakan Instalasi
Kamar Operasi.

PROSEDUR

1. Siapkan

pasien

yang

akan

direncanakan

untuk

dilakukan

spinal/epidural.
2. Beri penjelasan tentang tindakan yang akan dilakukan.
3. Observasi kelancaran tetesan infus.
4. Beri premedikasi sesuai dengan program dokter.
5. Siapkan set spinal/epedural:
Meja

mayo..1

Doek

kotak

Doek

kotak

Doek

lubang

besar1

kecil.2

kecil...1
Spui

cc,

dan

PELAYANAN ANESTESI
(ANESTESI REGIONAL)
RSUD dr. MOHAMAD
SOEWANDHIE

NO. DOKUMEN

NO. REVISI

HALAMAN

00

2/3

SURABAYA

cc..1/1
Jarum

spinal

sesuai

permintaan dokter...1
Handscoen

steril..1

Kasa

steril2
Depers

...5

Ringtang

...1

Cucing

..1
6.

Siapkan cairan antiseptik : Betadin dan alkohol .

7.

Siapkan satu ampul lidocain 2 % atau sesuai permintaan dokter.

8.

Siapkan obat spinal sesuai permintaan dokter

9.

Masukkan pasien ke dalam kamar operasi dan pindahkan ke meja


operasi.

10. Pasang alat monitor, untuk observasi tanda-tanda vital.


11. Posisikan pasien duduk atau berbaring lateral dengan punggung
fleksi maksimal untuk analgesi spinal.
12. Pemasangan spinal/epidural.
Identifikasi Lumbal 3 4
Desinfeksi dengan menggunakan isodine dan alkohol 70%.
Pasang doek lubang.
Infiltrasi menggunakan lidocain 2 %.
Insersi

spinocan

sesuai

ukuran

sampai

keluar

liquor

cerebrospinalis.
Lakukan barbotage , bila positif injeksikan obat spinal anestesi.
13. Pasien diposisikan terlentang kembali.
14. Cek ketinggian blok.
15. Rapikan peralatan
2

PELAYANAN ANESTESI
(ANESTESI REGIONAL)
RSUD dr. MOHAMAD
SOEWANDHIE

NO. DOKUMEN

SURABAYA
UNIT TERKAIT

Instalasi Kamar Operasi

NO. REVISI

HALAMAN

00

3/3