Anda di halaman 1dari 14

METODE

PELAKSANAA
N
PEMBANGUNAN DERMAGA PENYEBERANGAN

I.1. LINGKUP PEKERJAAN


Pekerjaan Pembangunan Dermaga Penyeberangan, meliputi :
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Pengukuran
2. Penerangan dan Keselamatan Kerja
3. Mobilisasi dan Demobilisasi
4. Direksi Keet beserta Kelengkapannya
5. Pagar Pengaman dan Baliho Nama Proyek
6. Dokumentasi/Administrasi/As-Built Drawing
B. PEKERJAAN PEMATANGAN LAHAN
B.1. PEKERJAAN TIMBUNAN AREA DARAT
1. Timbunan Tanah dan Pemadatan
2. Geotextile
3. Pasangan Batu Kosong 40-60 Kg/Unit
4. Pasangan Batu Kosong 60-80 Kg/Unit

I.2. WAKTU PELAKSANAAN


II.1. Waktu yang direncanakan untuk pekerjaan ini adalah 150 hari kalender, dengan

masa pemeliharaan selama 180 hari kalender.


II.2. Jam Kerja
Jam kerja normal

: jam kerja normal yaitu dimulai dari jam 08.00 s/d 17.00 atau rata-rata

8 jam waktu kerja dalam sehari. ( 7 jam waktu kerja efektif + 1 jam waktu istirahat )
Jam kerja tambahan : jam kerja tambahan dimulai dari jam 19.00 s/d 23.00. (Jam ke II) dan
dari jam 01.00 s/d 05.00 (Jam ke III) dengan system menggunakan 3 Shift kerja. Khusus
Pada item pekerjaan pemancangan Jam kerja tambahan akan diterapkan apabila proses
penentuan titik pancang dilaksanakan maka harus dilanjutkan sampai dengan Final set. Untuk
pekerjaan yang berkaitan dengan pasang / surut air laut, maka jam kerja untuk pelaksanaan
kontruksi akan disesuaikan.

I.3. URAIAN TEKNIS LAPANGAN


Adapun Kegiatan yang dilakukan, sebagai berikut :
1.

Tahapan Observasi Lapangan


Adalah melakukan pengamatan dilapangan untuk mengidentifikasi kemungkinan kendala-kendala
yang ada dilapangan sehingga dapat diketahui kemungkinan permasalahan-permasalahan di
lapangan. Atas dasar itu langkah lanjut dalam melakukan identifikasi pelaksanaan metode di
lapangan

2.

Tahapan Identifikasi Lapangan


Pada tahapan ini sudah dapat dilakukan identifikasi metode pelaksanaan terhadap pekerjaan
yang akan dilakukan.

3.

Tahapan Perencanaan Metode


Pada tahapan ini dilakukan perencanaan secara menyeluruh setiap metode yang dilakukan pada
masing-masing item pekerjaan dengan dapat melakukan perhitungan terhadap kebutuhan alat,
tenaga kerja, dan bahan serta metode yang akan dilakukan dengan

telah dapat

memperhitungkan nilai produktifitas yang dihasilkan dengan mengkaitkan dengan volume


pekerjaan sehingga dapat ditentukan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan
dengan input produksi bahan, tenaga kerja dan alat.
4.

Tahapan Perencanaan Pengendalian Proyek


Setelah dapat ditentukan metode, nilai produktifitas, dan waktu kebutuhan pelaksanaan
pekerjaan maka dapat disusun network planning, barchart, kurva-S.
Proses Produksi/
Metode
Schedule

Input
Produksi
Material
Alat

Koefisien
Analisa

Time

Dura
si

Tenaga

Volume

II.

Produktivi
tas

PENGUKURAN DAN PEMASANGAN TITIK TETAP


Pengukuran yang dilakukan merupakan pengukuran ulang lokasi pekerjaan untuk
penempatan bangunan sesuai dengan gambar serta mengecek elevasi permukaan darat
maupun laut.
Positioning yang dilakukan merupakan pengukuran untuk penempatan titik Tetap sesuai
dengan gambar rencana.
II.1

II.2

MATERIAL
Balok Kayu Kelas II
Paku
Chiping
Pasir
Semen
Cat

PERALATAN
Hand GPS
Alat Ukur Theodolith Lengkap
Alat Ukur Waterpass Lengkap
Bak Ukur

Echosounder
Perahu
Roll Meter @ 50 meter
Roll Meter @ 5 meter
Alat Bantu Pertukangan Kayu

VI.3
TENAGA KERJA
Tenaga kerja yang digunakan dalam pekerjaan pengukuran dan positioning adalah:

VI.4

Site Manager
Staff Teknik Lapangan
Pelaksana Lapangan
Surveyor
Tukang Kayu
Pekerja
Operator Perahu
PROSES KERJA
Surveyor mengecek koordinat BM yang ada dilokasi dengan GPS
Surveyor membuat titik referensi di dekat lokasi pekerjaan dengan mengambil titik
ikat pada BM yang ada
Surveyor memasang rambu ukur di laut untuk pemantauan pasang surut yang
digunakan untuk pengamatan elevasi BM.
Asisten surveyor melakukan pengamatan pasang surut 24 jam minimal 14 hari.
Surveyor melakukan pengukuran dasar laut dengan Alat Echosounder.
Surveyor melakukan melakukan pengukuran topografi areal darat.
Setelah didapatkan hasil pengukuran pasang surut, dan dikoordinasikan
dengan konsultan pengawas dan direksi, kemudian diadakan koreksi terhadap elevasi
BM.
Berdasarkan elevasi BM hasil koreksi kemudian dibuat perhitungan elevasi dasar
laut dan topografi darat.
Berdasarkan data hasil pengukuran kemudian dibuat gambar kondisi lapangan
sesuai hasil pengukuran untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan dan direksi
pekerjaan.

III. PENERANGAN DAN KESELAMATAN KERJA


Penerangan dilaksanakan dengan membuat instalasi listrik sendiri yang meliputi Penerangan di Lokasi
pekerjaan, Barak Pekerja, Direksi Keet, dan sekitar lokasi pekerjaan.
Keselamatan kerja dilaksanakan dengan mengunakan standar kesehatan dan keselamatan kerja
konstruksi (K3K) yang telah ditetapkan. Selain itu peralatan safety minimum yang berupa APD harus
digunakan bagi pekerja yang berada dilokasi pekerjaan
A.

B.

MATERIAL
Solar untuk Generator Set 10 kVA
Kabel Instalasi
Lampu Penerangan
Helm Safety
Sepatu Safety
Kacamata Safety
Papan-papan petunjuk Keselamatan

PERALATAN
Generator Set 10 kVA
1 set
Peralatan Keamanan
1 set

C.

TENAGA KERJA / PENANGGUNG JAWAB


Crew Intalasi yang terdiri dari :
Tukang Listrik
2 orang
Pekerja
2 orang
Crew Security yang terdiri dari :
Security
2 orang

Pembantu Security

D.

2 orang

PROSES KERJA
Crew Instalasi membuat instalasi penerangan di dalam lokasi pekerjaan, barak pekerja, direksi
keet dan daerah-daerah yang ditentukan oleh konsultan pengawas dan direksi proyek
Security melakukan penjagaan keamanan dengan system shift
Petugas security yang bertugas malam juga bertanggung jawab menyalakan generator set untuk
penerangan

IV. PEKERJAAN MOBILISASI dan DEMOBILISASI


Pekerjaan Mobilisasi dilakukan dengan Pengadaan alat dan Material ke lokasi
pekerjaan,sedangkan Pekerjaan Demobilisasi dilakukan dengan mengangkut kembali
alat dari lokasi pekerjaan ke pool peralatan perusahaan.
IV.1 MATERIAL
Material dalam pekerjaan ini berupa bahan kerja dan peralatan kerja yang didatangkan ke
lokasi proyek (kerja), yang meliputi ;
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Semen
Kayu
Pasir
Paku
Multipleks
Genset (100KVA)

7. Theodolite
8. WaterPass
9. Excavator/Loader
10. Bulldoser
11. Wheel Loader D35
12. Mesin Gilas
13. Truck Tangki Air+Pompa
14. Dump Truck
15. Alat Bantu
16. Alat Transportasi
17. Alat-alat Komunikasi
IV.2 PERALATAN
Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi adalah alat
transportasi dari workshop peralatan ke pelabuhan terdekat kemudian ke proyek, meliputi:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mobil Tronton
Crane
Forklift
Dumptruck
Tongkang
TugBoat
Excavator
Loader

IV.3 TENAGA KERJA


Tenaga kerja yang digunakan dalam pekerjaan mobilisasi dan demobilisasi adalah:

1. ABK Tongkang
2. Supir Tronton
3. Operator Crane
4. Operator Forklift
5. Supir Dumptruck
6. Operator Alat Berat
7. Tenaga Bongkat Muat Pelabuhan

IV.4 Prosedur Mobilisasi dan demobilisasi


Peralatan kerja yang telah dipersiapkan diworkshop berada kondisi berfungsi yang baik
kemudian diangkut ke pelabuhan menggunakan dumptruck dan tronton. Selanjutnya melalui Tongkang
yang Mengangkut alat dan bahan ditarik oleh tugboat ke lokasi pekerjaan (Proyek), dan begitupun
dengan Pek Demobilisasi Alat.

VI. DIREKSI KEET BESERTA KELENGKAPANNYA


Direksi keet yang dimaksudkan adalah kantor sementara untuk konsultan dan direksi proyek
dilapangan. Jika diperlukan kontraktor dapat membuat kantor sendiri atau membuat ruangan
dalam direksi keet.
Gudang yang dimaksudkan adalah gudang sementara untuk penyimpanan material semen dan peralatanperalatan kecil milik kontraktor.
Bangsal yang dimaksudkan adalah bangsal kerja sementara sementara untuk tempat tinggal pekerja.

Direksi keet, Gudang, dan Bangsal dibuat dengan luasan minimal sesuai dalam RAB atau sesuai
kebutuhan kontraktor dan ditempatkan dalam areal proyek dengan persetujuan Konsultan pengawas dan
direksi proyek.

E. Bahan/ Material, meliputi ;

Kayu Kelas 1
Seng
Cat
Semen
Pasir
Paku
Kawat Baja

F. PERALATAN

Gergaji
Bor Kayu
Palu
Parang / Kampak
Gerobak
Skop
Sendok Mortar
Alat perata mortar

G. Prosedur Pelaksanaan
Site Manager melakukan koordinasi dengan Konsultan pengawas dan direksi
proyek mengenai shop drawing dan lokasi penempatan direksi keet.
Pelaksana Lapangan kemudian melakukan pengukuran di lokasi untuk
penempatan direksi keet sesuai persetujuan konsultan pengawas dan direksi proyek.
Pekerja mengambil material kayu dari tempat penumpukan dan tukang kayu
mulai pabrikasi rangka gudang sesuai shop drawing yg telah disetujui.
Setelah rangka selesai dibuat, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan atap
dan dinding

VI. PAGAR PENGAMAN


Pagar Pengaman dibuat disekeliling Lokasi Proyek. Pagar Pengaman dibuat dengan luasan minimal
sesuai dalam RAB ditempatkan dalam areal proyek dengan persetujuan Konsultan pengawas dan direksi
proyek.

H. Bahan/ Material, meliputi ;


Papan/Balok Kayu kelas III
Seng
Cat
I. PERALATAN

Gergaji
Bor Kayu
Palu
Parang / Kampak
Gerobak
Alat Bantu Tukang

J. Prosedur Pelaksanaan
Site Manager melakukan koordinasi dengan Konsultan pengawas dan direksi
proyek mengenai shop drawing dan lokasi penempatan Pagar Pengaman.
Pelaksana Lapangan kemudian melakukan pengukuran di lokasi untuk penempatan
Pagar Pengaman sesuai persetujuan konsultan pengawas dan direksi proyek.
Pekerja mengambil material kayu dari tempat penumpukan dan tukang kayu
mulai pabrikasi rangka pagar sesuai shop drawing yg telah disetujui.

VII. BALIHO NAMA PROYEK


Baliho Nama Proyek memuat informasi mengenai proyek antara lain : pemberi tugas, nama pekerjaan,
Kontrak, tanggal kontrak dan nilai kontrak, waktu pelaksanaan, pelaksana dan pengawas kegiatan.
Dimensi, warna dan penempatan Baliho Nama Proyek dibuat berdasarkan spesifikasi teknis atau menurut
petunjuk dari Direksi.
K.

MATERIAL
Kayu Kelas II (Balok)
Multipleks 4 mm
Cat
Paku

L.

PERALATAN
Alat Bantu Cetak (Percetakan)
Alat Bantu

1 set
1 set

M.

TENAGA KERJA / PENANGGUNG JAWAB


Tukang
Pekerja
Crew Percetakan

N.

PROSES KERJA
Site Manager melakukan koordinasi dengan Konsultan pengawas dan direksi proyek mengenai
informasi-infomasi yang akan dimuat, ukuran, penempatan papan nama proyek..
Setelah disepakati, kemudian dibuat desain papan nama proyek dan kemudian dicetak diatas
kain vinyl .
Lembaran yang memuat informasi proyek tersebut kemudian dibingkai dengan multipleks
sebagai dasar dan dibuatkan tiang dan penyangga.
Papan Nama proyek kemudian ditempatkan ditempat yang telah disepakati sebelumnya

VIII. ADMINISTRASI DAN DOKUMENTASI dan AS BUILT


DRAWING
Dokumentasi yang dimaksudkan foto yang menggambarkan kondisi awal lokasi, pelaksanaan
dan hasil akhir dari setiap item pekerjaan, yang biasanya di buat dalam ukuran 4 R dan disusun
berdasarkan progress pekerjaan (0%, 25%, 50% dan 100%)
Laporan yang dimaksudkan adalah Laporan Pelaksanaan Pekerjaan sesuai dengan dokumen
lelang, yang biasanya meliputi Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan Bulanan dan
Laporan Akhir. Laporan Harian memuat informasi-informasi menyangkut material, tenaga kerja,
kondisi cuaca, item pekerjaan yg dilaksanakan dan kendala-kendala yg dihadapi di lapangan.
Laporan Mingguan merupakan rekap laporan harian selama mingu berjalan dan Progress

pekerjaan selama 1 minggu, Sedangkan laporan bulanan adalah rekapitulasi dari laporan
mingguan selama 1 bulan berjalannya pekerjaan dilapangan.
As Built Drawing menggambarkan kondisi Fisik akhir pekerjaan dilapangan proyek disajikan
berupa Gambar Final (akhir)
11.1 Bahan
Kertas Folio
Kertas Foto
11.2

11.3

Peralatan
Kamera Digital
Komputer
Printer dan Tinta
ATK
Tenaga Kerja/Penanggung Jawab

Site Manager (SM)


Site Engineer (SE)
Pelaksana Lapangan
11.4

Prosedur Pelaksanaan

Site Manager melakukan koordinasi dengan Site Engineer, Pelaksana Lapangan, Konsultan
pengawas dan direksi proyek mengenai informasi-infomasi yang akan dimuat dalam laporan
harian, mingguan dan bulanan.
Laporan Harian dibuat setiap hari dan mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas dan
direksi proyek.
Laporan Mingguan dibuat memuat progress yang dicapai dalam 1 minggu yang merupakan
rangkuman dari laporan harian dan mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas dan
direksi proyek.
Laporan bulanan dibuat dengan merangkum laporan mingguan selama bulan tersebut dan
mendapatkan persetujuan dari konsultan pengawas dan direksi proyek.
Laporan mingguan dan Laporan Bulanan dilengkapi dengan dokumentasi kegiatan yang
menggambarkan kegiatan pelaksanaan pekerjaan setiap item pekerjaan yang dilaporkan
5.5

Analisa Durasi waktu Pelaksanaan


Durasi waktu Administrasi dan Dokumentasi yakni 150 hari

IX. PEKERJAAN URUGAN PASIR


Pekerjaan Urugan Tanah dilakukan pada Areal Lahan sebagai Timbunan. Berikut ini Flow Chart
Pelaksanaan Pek. Urugan Tanah ;

Metode Pelaksanaan Pekerjaan


Setelah mendapat persetujuan dari direksi maka material Tanah diangkut kelapangan dan
sebaliknya jika tidak memenuhi spesifikasi maka di cari material lain.
Setelah Dilakukan JMF yang telah sesuai, maka material diangkut ke lapangan untuk
dilakukan penghamparan sesuai dengan ketebalan gambar rencana.
Dalam Penghamparan menggunakan alat Motor Greder/Bulldozer yang diikuti dengan
pemadatan dengan menggunakan Vibrator Roller/Mesin Gilas, yang kemudian diperiksa
Kepadatannya oleh Tim ahli yang disaksikan oleh Direksi atau konsultan Supervisi.

X. PEMASANGAN GEOTEXTILE
Pekerjaan Geotextile dilakukan pada pekerjaan batu di areal Lahan agar tanah timbunan
tidak keluar sehingga terjaga Stabilitas Timbunan. Berikut ini FlowChart Pelaksanaan
Pemasangan
Geotextile ;

Metode Pelaksanaan Pasangan Batu Kosong ;


Setelah Batu kosong Pondasi di tempatkan sesuai dengan ukuran yang diisyaratkan,
kemudian di pasang bowplank untuk pasangan batu kosong sesuai gambar rencana.
Setelah Mendapat Persetujuan dari Direksi dan Konsultan terhadap Bowplank, maka
dilakukan pemasangan Geoteksile secara simultan dengan pasangan batu kosong dan
timbunan
Dalam Pemasangan Geoteksile dilakukan pemasangan secara benar, terutama pada
sambungan agar sesuai dengan gambar rencana.