Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANORGANIK I
Nama

Kelompok

: Agusra Authority
Minaria

(08101003053)
(08101003021)

Ulya Farida
Weny Novyanza

(08101003059)
(08101003029)

: II (Dua)

PERCOBAAN: PEMBUATAN KALIUM NITRAT

LABORATORIUM KIMIA ANORGANIK


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA ANORGANIK I
I.
II.
III.

NOMOR PERCOBAAN
NAMA PERCOBAAN
TUJUAN PERCOBAAN

: I
: Pembuatan Kalium Nitrat
: Mempelajari pembuatan garam kalium nitrat

hasil reaksi antara natrium nitrat dengan kalium klorida dan mempelajari
pemisahan garam tersebut dari hasil samping berupa natrium klorida
IV.

berdasarkan perbedaan kelarutan.


DASAR TEORI
Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak

berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar.
Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai
asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat
berasap putih dan asam nitrat berasap merah
Asam nitrat adalah larutan asam kuat yang mempunyai nilai pKa sebesar -2.
Di dalam air, asam ini terdisosiasi menjadi ion-ionnya, yaitu ion nitrat NO3 dan ion
hidronium (H3O+). Garam dari asam nitrat disebut sebagai garam nitrat (contohnya
seperti kalsium nitrat atau barium nitrat). Dalam temperatur ruangan, asam nitrat
berbentuk uap berwarna merah atau kuning
Asam nitrat murni (100%) merupakan cairan tak berwarna dengan berat jenis
1.522 kg/m. Ia membeku pada suhu -42 C, membentuk kristal-kristal putih, dan
mendidih pada 83 C. Ketika mendidih pada suhu kamar, terdapat dekomposisi
(penguraian) sebagian dengan pembentukan nitrogen dioksida sesudah reaksi:
4HNO3 2H2O + 4NO2 + O2 (72 C)
yang berarti bahwa asam nitrat anhidrat sebaiknya disimpan di bawah 0 C untuk
menghindari penguraian. Nitrogen dioksida (NO2) tetap larut dalam asam nitrat yang
membuatnya berwarna kuning, atau merah pada suhu yang lebih tinggi. Manakala
asam murni cenderung mengeluarkan asap putih ketika terpapar ke udara, asam
dengan nitrogen dioksida terlarut mengeluarkan uap berwarna coklat kemerah-

merahan, yang membuatnya dijuluki "asam berasap merah" atau "asan nitrat
berasap". Asam nitrat berasap juga dirujuk sebagai asam nitrat 16 molar (bentuk
paling pekat asam nitrat pada temperatur dan tekanan standar).
(anonym.2011).
Natrium dan senyawanya sangat penting, logamnya sebagai aliasi Na-Pb,
dipakai untuk membuat tetraalkil-Pb, dan banyak kegunaan industri yang lain. Baik
Na+ maupun K+ penting secara fisiologis dalam hewan dan tanaman, sel-sel dapat
membedakan

Na+

dan

K+

mungkin

dengan

beberapa

jenis

mekanisme

pengompleksan.
Dalam kristal ionik, seperti logam halida, oksida, dan sulfida, kation dan
anion disusun bergantian, dan padatannya diikat oleh ikatan elektrostatik. Banyak
logam halida melarut dalam pelarut polar misalnya NaCl melarut dalam air,
sementara logam oksida dan sulfida, yang mengandung kontribusi ikatan kovalen
yang signifikan, biasanya tidak larut bahkan di pelarut yang paling polar sekalipun.
Struktur dasar kristal ion adalah ion yang lebih besar (biasanya anion) membentuk
susunan terjejal dan ion yang lebih kecil (biasanya kation) masuk kedalam lubang
oktahedral atau tetrahedral di antara anion. Kristal ionik diklasifikasikan kedalam
beberapa tipe struktur berdasarkan jenis kation dan anion yang terlibat dan jari-jari
ionnya. Setiap tipe struktur disebut dengan nama senyawa khasnya, jadi struktur
garam dapur tidak hanya merepresentasikan struktur NaCl tetapi juga senyawa
lainnya.
Pada umumnya kita tidak mengetahui komposisi dari larutan sampel yang
akan dianalisis, sehingga sulit untuk membuat larutan standar yang mempunyai
komposisi ionik yang sarna dengan larutan contoh. Untuk mengatasi hal ini dibuat
suatu metoda yang disebut sebagai metoda kekuatan ion tetap. Metoda ini dilakukan
dengan cara mencampurkan suatu larutan yang mempunyai kekuatan ion cukup tinggi
ke dalam larutan standar dan ke dalam larutan contoh. Dengan demikian perbedaan
kedua ion dari kedua larutan yang mempunyai konsentrasi yang berbeda dapat
diabaikan sehingga kekuatan ion menjadi konstan. Ujung simetri dari pola geometris
molekul-molekul adalah salah satu dari kumpulan yang luar biasa atau sama dengan

kristal yang mana telah didefinisikan sebagai keadaan yang biasa (umum) untuk
semua sifat-sifatnya tapi tak lebih dari sebuah/suatu indikasi. Dasar pokok persoalan
prinsip ini adalah simetri dari struktural kristal dalam prakteknya adalah kedua posisi
simetri dan intensitas dari sinar X atau difraksi spektrum neutron.
Kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen. Senyawa ini
tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO 3. Kalium nitrat merupakan
komponen bubuk hitam teroksidasi (disuplai oksigen). Sebelum fiksasi industri
nitrogen skala besar (proses Haber), sumber utama Kalium nitrat ialah deposit yang
mengkristalisasikan dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang
membusuk. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama: amonia dari
dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk
memproduksi nitrat.
Pada umumnya campuran digolongkan sebagai materi heterogen, artinya tidak
seluruh materi ini mempunyai sifat yang sama. Akan tetapi, ada suatu campuran yang
partikel-partikel tidak dapat dibedakan dengan mata biasa. Campuran tersebut
dinamakan larutan. Oleh karenanya, larutan dianggap sebagai materi homogen
walaupun keadaan yang sesungguhnya tidak homogen benar. Oleh karena proses
pembentukan campuran merupakan proses fisis, maka partikel-partikel pembentuk
campuran mudah dipisahkan kembali secara fisis. Pemisahan tersebut berdasarkan
perbedaan sifat fisis dari partikel-partikel pembentuk campuran yang dapat dilakukan
dengan berbagai cara.
Sebagai mana asam pada umumnya, asam nitrat bereaksi dengan alkali,
oksida basa, dan karbonat untuk membentuk garam, seperti amonium nitrat. Karena
memiliki sifat mengoksidasi, asam nitrat pada umumnya tidak menyumbangkan
protonnya (yakni, ia tidak membebaskan hidrogen) pada reaksi dengan logam dan
garam yang dihasilkan biasanya berada dalam keadaan teroksidasi yang lebih
tinggi.Karenanya, perkaratan (korosi) tingkat berat bisa terjadi. Perkaratan bisa
dicegah dengan penggunaan logam ataupun aloi anti karat yang tepat.
Sebagai sebuah oksidator yang kuat, asam nitrat bereaksi dengan hebat
dengan sebagian besar bahan-bahan organik dan reaksinya dapat bersifat eksplosif.

Produk akhirnya bisa bervariasi tergantung pada konsentrasi asam, suhu, serta
reduktor. Reaksi dapat terjadi dengan semua logam kecuali deret logam mulia dan
aloi tertentu. Karakteristik ini membuat asam nitrat menjadi agen yang umumnya
digunakan dalam uji asam. Sebagai kaidah yang umum, reaksi oksidasi utamanya
terjadi dengan asam pekat, memfavoritkan pembentukan nitrogen dioksida (NO2).
(Muttaqin Hasyim.2009).
Senyawa kimia kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen.
Senyawa ini tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO3 Merupakan
komponen bubuk hitam teroksidasi (disuplai oksigen). Sebelum fiksasi industri
nitrogen skala besar (proses Haber), sumber utama Kalium nitrat ialah deposit yang
mengkristalisasikan dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang
membusuk. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama: amonia dari
dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk
memproduksi nitrat.
Salah satu penerapan yang paling berguna dari kalium nitrat ialah dalam
produksi asam sendawa, dengan menambahkan asam sulfatlarutan encer kalium
nitrat, menghasilkan asam sendawa dan kalium sulfat yang terpisah melalui distilasi
fraksional. yang terkonsentrasi pada Kalium nitrat juga digunakan sebagai pupuk,
sebagai model bahan pembakar rocket, dan dalam beberapa petasan seperti bom asap,
pada yang mana campuran dengan gula memproduksi jelaga asap 600 kali dari
volumnya sendiri. Dalam proses pengawetan makanan, kalium nitrat merupakan
komposisi umum dari daging yang diasinkan.
(Rihin. 2010)
Untuk mengetahui kemurnian dari kalium nitrat dan natrium klorida, maka
dilakukan uji nyala, uji ion klorida, dan uji ion nitrat.
Pada uji nyala digunakan HCl untuk mensterilkan kawat platina dari kotoran.
Kristal ada yang menghasilkan nyala kuning dan adapula yang menghasilkan nyala
ungu. Nyala kuning berasal dari ion Na+ sedangkan nyala ungu berasal dari ion K+.
Perbandingan warna yang dihasilkan disebabkan karena adanya energy tertentu dari
nyala api yang diserap oleh electron-elektron dalam atau logam hingg terjadi eksitasi

dan kembalinya electron-elektron ke peringkat dasar dan membebaskan energy nyala


yang khas.
Pada pengujian klorida, Kristal diencerkan dengan aquades kemudian
ditambahkan dengan HNO3 dan AgNO3. Larutan HNO3 digunakan sebagai katalisator.
Adapun persamaan reaksinya yaitu:
NaCl + AgNO3 HNO3 NaNO3 + AgCl
Pada pengujian ion nitrat, Kristal terlebih dahulu dilarutkan kemudian ditambahkan
FeSO4 dan H2SO4. Menurut teori adanya ion nitrat ditunjukkan dengan adanya cincin
coklat pada Kristal.
(Nur Intan.2010).

V. ALAT DAN BAHAN


a. Alat yang digunakan :
- gelas beker 400 ml
- erlenmenyer 600 ml
- corong gelas
- corong penguapan
b. Bahan kimia yang di butuhkan :
- kalium klorida
- natrium nitrat

2 buah
1 buah
1 buah
1 buah

VI. PROSEDUR PERCOBAAN


1. Pembuatan Kalium Nitrat
15 gr KCl dan 17 gr NaNO3
Keduanya

dilarutkan

dengan
Air panas 50 mL
Setelah larut keduanya
dicampurkan

Larutan

Diuapkan hingga volum


larutan berkurang.

Larutan
Disaring dalam keadaan
panas

lalu

diuapkan

kembali hingga volume


menjadi lebih sedikit.
Larutan

Didinginkan dan disaring


kembali.

2. Pemurnian Kristal kalium nitrat


15 gr KCl dan 17 gr NaNO3

Masing-masing dilarutkan dalam:


50 ml air
Lalu didinginkan dan disaring

Kristal kalium nitrat


Yang diperoleh dari hasil
penyaringan ditimbang dan
dihitung rendemennya.

VII. TUGAS PENDAHULUAN


1. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya kelarutan garam-garam
ion?jelaskan?
Jawab:
-suhu: semakin tinggi suhu maka kelarutan semakin cepat
-luas permukaan: semakin luas permukaan maka kelarutan semakin cepat
-pasangan ion senama
-pasangan ion asing
-konsentrasi:semakin besar konsentrasi maka kelarutan semakin cepat
-berat molekul: semakin besar maka kelarutan semakin cepat
2. Dalam pelarut air ,mengapa kalium nitrat memiliki kelarutan lebih besar dari
pada natrium klorida?jelaskan?
Jawab:
Karena daya larut NaCl lebih kecil maka penguapan NaCl terkristal
sedangkan KNO3 tetap akan larut ,jadi pemisahan garam tersebut dari hasil
samping NaCl berdasarkan perbedaan kelarutan.
3. Dengan menggunakan bantuan kurva hubungan antara kelarutan kalium nitrat
dan natrium nitrat dengan temperatur ? bagaimana cara memisahkan
campuran kedua garam tersebut?
Jawab:

Sifat kelarutan yang jauh berbeda dari kedua garam tersebut pada kondisi
tertentu.Dimana daya larut yang lebih kecil adalah NaCl sehingga penguapan
NaCl mengkristal sedangkan KNO3 tetap dalam larutan. Dengan cara larutan
Kristal yang telah dihasilkan dan telah dipanaskan lalu di dinginkan ,disaring
dan ditimbang lalu di hitung remendemennya

VIII. DATA HASIL PENGAMATAN


W NaNO3

= 5,2 gram

W KCl

= 5 gram

W kertas saring

= 0,9 gram

W kertas+KNO3

= 6,5 gram

W KNO3

= 5,6 gram

IX. REAKSI DAN PERHITUNGAN


1

Reaksi :
KCl + NaNO3
Perhitungan :
Secara teori
a. Input :
n KCl

=
= 0,067 gr
n NaNO3

=
=
b. Output :

0,061 gr

KNO3 + NaCl

n larutan ( mol larutan )

= n terkecil dari n KCl dengan NaNO3


= 0,061 mol

W KNO3

= n larutan x BM KNO3
= 0,061 mol x 101 gr/mol
= 6,161 gr

W NaCl terbentuk

= n larutan x BM NaCl
= 0,061 mol x 58,5 gr/mol
= 3,5685 gr

Tabel 1. Material balance


Input
Materi
KCl
NaNO3
NaCl
KNO3

gr

gr

5
5,2
10,2

49,01
50,98
99,99

3,5685
6,161
9,7295

36,67
63,32
99,99

2. Secara praktek
a. input :
n KCl

output

=
= 0,067 mol

n NaNO3

=
= 0,061 mol
b. Output
n KNO3

=
= 0,055 mol

n Lar
W NaCl

= n KNO3

= 0,055 mol

= n lar x BM NaCl
= 0,055 x 58,5
= 3,2175 gr

WKCl brx

= n lar x BM KCl
= 0,055 x 74,5
= 4,0975 gr

W KCl sisa

= W KCl input W KCl bereaktan


= 5 4,0975
= 0,9025

W NaNO3 brx = n lar x BM NaNO3


= 0,055 mol x 85 gr/mol
= 4,675 gr
W NaNO3

= W NaNO3 input W NaNO3 bereaksi


= 5,2 4,675
= 0,525 gr
Tabel 1. Materi blace
Input

Materi
KCl
NaNO3
NaCl
KNO3

% Konversi

Gr

gr

5
5,2
10,2

48,07
50,98
99,05

4,0975
4,675
5,69
3,2175
17,59

23,29
26,57
31,83
18,29
99,98

x 100%

x 100%

= 90,16 %

% Yield

output

x 100%

x 100%

= 90,89 %

% Kesalahan =

x 100%

x 100%

= 9,10 %

X. PEMBAHASAN
Pada percobaan kali ini keompok kami membahas mengenai pembuatan
kalium nitrat. Adapun tujuan percobaannya untuk mempelajari pembuatan garam
kalium nitrat hasil reaksi antara natrium nitrat dengan kalium klorida serta
mempelajari pemisahan garam tersebut dari hasil samping berupa natrium klorida
berdasarkan perbedaan kelarutan.
Reaksi pembuatan kalium nitrat merupakan reaksi yang reversible atau reaksi
bolak balik. Yang artinya antara laju pembentukan produk serta laju reaktan itu
seimbang. Selain itu pada kesetimbangan jumlah mol reaktan sama dengan jumlah
mol produk yang dihasilkan. Dalam percobaan ini,untuk melarutkan sempurna antara
kalium klorida

dan natrium nitrat digunakan air panas. Penggunaan air panas

ditunjukkan untuk mempercepat proses kelarutan kareana kalium klorida dan natrium
nitrat termasuk kedalam yang sedikit sukar larut di dalam pelarut air.
Untuk menghilangkan kelebihan air,maka dilakukan penguapan dengan cara
pemanasan terhadap larutan itu hingga volumenya berkurang dari volume awal.
Pemanasan pertama digunakan untuk mengikat pengotor dan menguapkan natrium
nitrat. Kemudian kami saring larutan itu dalam keadaan masih panas sehingga
pengotor akan tersaring pada kertas saring. Karena penyaringan pertama berfungsi
untuk mengikat kotoran. Kemudian filtrate dari hasil penyaringan pertama yang di
dapat di uapkan lagi dengan proses pemanasan kedua. Pemanasan kedua berfungsi
untuk menghilangkan pengotor. Pemanasan ini dilakukan hingga volume awal sedikit
berkurang. Kemudian larutan tersebut disaring selagi panas. Penyaringan yang kedua
berfungsi untuk membentuk endapan yang berupa kristal. Namun sebelum
penyaringan kedua,kertas saring itu di timbang terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar
kita bisa mengetahui hasil kristal yang kita peroleh dari percobaan tersebut.
Proses ini dinamakan rekristalisasi. Rekristalisasi memiliki pengertian sebagai
proses pemurnian suatu zat yang terbentuk kristal berdasarkan pada perbedaan daya
larut antara zat yang dimurnikan dengan kotoran suatu pelarut tertentu. Factor
factor yang mempengaruhi kelarutan ada bermacam macam. Yang pertama suhu
atau temperature,semakin besar suhu maka kelarutan suatu larutan akan semakin
besar. Yang kedua luas permukaan,semakin kecil luas permukaan suatu zat terlarut
maka kelarutannya akan semakin besar. Yang ketiga konsentrasi zat terlarut dan
pelarut,bila konsentrasi zat terlarutnya besar maka kelarutannya kecil begitupun
sebaliknya apabila konsentrasi zat pelarutnya besar maka kelarutannya akan besar.
Yang keempat ion senama,apabila ada ion senama dalam suatu larutan maka
kelarutannya akan semakin kecil karena adanya kompetensi antara zat zat di dalam
larutan tersebut. Yang kelima ion asing,apabila ada ion asing dalam suatu larutan
maka kelarutannya akan semakin besar.
Endapan terbentuk jika larutan lewat jenuh,yang artinya nilai hasil kali
konsentrasi ion ion di dalam larutan tersebut lebih besar dari nilai ketetapan hasil

kali kelarutannya atau disebut nilai Ksp. Dalam percobaan ini,digunakan analisa
kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa kualitatif merupakan analisa kimia yang
didasarkan pada pengamatan jenis suatu zat. Analisa kuantitatif merupakan analisa
kimia yang digunakan untuk \mengetahui berapa banyak jumlah zat dalam satu
campuran atau zat tunggal. Dalam percobaan ini,analisa kualitatif digunakan untuk
mengamati terbentuknya kristal garam,sedangkan analisa kuantitatif didasarkan pada
perhitungan dari berat garam KNO3 yang di dapat.

XI. KESIMPULAN
1. Garam terbentuk dari reaksi antara basa kation dan asam anion.
2. Reaksi pembuatan KNO3 berupa reaksi reversible antara kalium klorida dan
natrium nitrat dengan hasil samping garam natrium klorida.
3. KNO3 yang didapat berbentuk seperti kristal jarum
4. Rekristalisasi berfungsi untuk memurnikan kembali kristal.
5. Reaksi reversible dapat berlangsung dalam dua arah atau bolak balik.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Nitrat ( online ). http://id.wikipedia.org/wiki/asam-nitrat.html.
Diakses pada tanggal 05 Desember 2011 pukul 20 : 00 WIB.
Hasyim,Muttaqin. 2009. Manfaat Kalium Nitrat ( online ).
http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/05/14/manfaat-kalium-nitrat.html.
Diakses pada tanggal 05 Desember 2011 pukul 20 : 00 WIB.
Intan, Nur. 2010. Pembuatan Kalium Nitrat dan Natrium Klorida ( online ).
http://arhintan271.wordpress.com/2010/06/27/pembuatan-kalium-nitrat-dannatrium-klorida . Diakses pada tanggal 05 Desember 2011 pukul 20 : 00 WIB.
Rihin. 2010. Pembuatan Kalium Nitrat ( online ).
http://rihin.blogspot.com/2010/05/pembuatan-kalium-nitrat.html . Diakses
pada tanggal 05 Desember 2011 pukul 20 : 00 WIB.

Pembuatan kalium Nitrat


Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak
berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar.
Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai
asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam, yaitu asam nitrat
berasap putih dan asam nitrat berasap merah Asam nitrat adalah larutan asam kuat
yang mempunyai nilai pKa sebesar -2. Di dalam air, asam ini terdisosiasi menjadi
ion-ionnya, yaitu ion nitrat NO3 dan ion hidronium (H3O+). Garam dari asam nitrat
disebut sebagai garam nitrat (contohnya seperti kalsium nitrat atau barium nitrat).
Dalam temperatur ruangan, asam nitrat berbentuk uap berwarna merah atau kuning
Asam nitrat murni (100%) merupakan cairan tak berwarna dengan berat jenis 1.522
kg/m. Ia membeku pada suhu -42 C, membentuk kristal-kristal putih, dan mendidih
pada 83 C. Ketika mendidih pada suhu kamar, terdapat dekomposisi (penguraian)
sebagian dengan pembentukan nitrogen dioksida sesudah reaksi:
4HNO3 2H2O + 4NO2 + O2 (72 C)
yang berarti bahwa asam nitrat anhidrat sebaiknya disimpan di bawah 0 C untuk
menghindari penguraian. Nitrogen dioksida (NO2) tetap larut dalam asam nitrat yang
membuatnya berwarna kuning, atau merah pada suhu yang lebih tinggi. Manakala
asam murni cenderung mengeluarkan asap putih ketika terpapar ke udara, asam
dengan nitrogen dioksida terlarut mengeluarkan uap berwarna coklat kemerahmerahan, yang membuatnya dijuluki "asam berasap merah" atau "asan nitrat
berasap". Asam nitrat berasap juga dirujuk sebagai asam nitrat 16 molar (bentuk
paling pekat asam nitrat pada temperatur dan tekanan standar)
(anonym. http://id.wikipedia.org/wiki/asam-nitrat.html)
Sebagai mana asam pada umumnya, asam nitrat bereaksi dengan alkali,
oksida basa, dan karbonat untuk membentuk garam, seperti amonium nitrat. Karena
memiliki sifat mengoksidasi, asam nitrat pada umumnya tidak menyumbangkan
protonnya (yakni, ia tidak membebaskan hidrogen) pada reaksi dengan logam dan
garam yang dihasilkan biasanya berada dalam keadaan teroksidasi yang lebih
tinggi.Karenanya, perkaratan (korosi) tingkat berat bisa terjadi. Perkaratan bisa

dicegah dengan penggunaan logam ataupun aloi anti karat yang tepat. Sebagai sebuah
oksidator yang kuat, asam nitrat bereaksi dengan hebat dengan sebagian besar bahanbahan organik dan reaksinya dapat bersifat eksplosif. Produk akhirnya bisa bervariasi
tergantung pada konsentrasi asam, suhu, serta reduktor. Reaksi dapat terjadi dengan
semua logam kecuali deret logam mulia dan aloi tertentu. Karakteristik ini membuat
asam nitrat menjadi agen yang umumnya digunakan dalam uji asam. Sebagai kaidah
yang umum, reaksi oksidasi utamanya terjadi dengan asam pekat, memfavoritkan
pembentukan nitrogen dioksida (NO2).
(Hadi Muttaqin. http://muttaqinhasyim.wordpress.com/2009/05/14/manfaat-kaliumnitrat.html)
Senyawa kimia kalium nitrat merupakan sumber alami mineral nitrogen.
Senyawa ini tergolong senyawa nitrat dengan rumus kimia KNO3 Merupakan
komponen bubuk hitam teroksidasi (disuplai oksigen). Sebelum fiksasi industri
nitrogen skala besar (proses Haber), sumber utama Kalium nitrat ialah deposit yang
mengkristalisasikan dari dinding gua atau mengalirkan bahan organik yang
membusuk. Tumpukan kotoran juga sumber umum yang utama: amonia dari
dekomposisi urea dan zat nitrogen lainnya akan melalui oksidasi bakteri untuk
memproduksi nitrat. Salah satu penerapan yang paling berguna dari kalium nitrat
ialah dalam produksi asam sendawa, dengan menambahkan asam sulfatlarutan encer
kalium nitrat, menghasilkan asam sendawa dan kalium sulfat yang terpisah melalui
distilasi fraksional. yang terkonsentrasi pada
Kalium nitrat juga digunakan sebagai pupuk, sebagai model bahan pembakar rocket,
dan dalam beberapa petasan seperti bom asap, pada yang mana campuran dengan
gula memproduksi jelaga asap 600 kali dari volumnya sendiri. Dalam proses
pengawetan makanan, kalium nitrat merupakan komposisi umum dari daging yang
diasinkan.
(Rihin. http://rihin.blogspot.com/2010/05/pembuatan-kalium-nitrat.html)

Untuk mengetahui kemurnian dari kalium nitrat dan natrium klorida, maka
dilakukan uji nyala, uji ion klorida, dan uji ion nitrat.
Pada uji nyala digunakan HCl untuk mensterilkan kawat platina dari kotoran. Kristal
ada yang menghasilkan nyala kuning dan adapula yang menghasilkan nyala ungu.
Nyala kuning berasal dari ion Na= sedangkan nyala ungu berasal dari ion K=.
perbandingan warna yang dihasilkan disebabkan karena adanya energy tertentu dari
nyala api yang diserap oleh electron-elektron dalam atau logam hingg terjadi eksitasi
dan kembalinya electron-elektron ke peringkat dasar dan membebaskan energy nyala
yang khas.
Pada pengujian klorida, Kristal diencerkan dengan aquades kemudian ditambahkan
dengan HNO3 dan AgNO3. Larutan HNO3 digunakan sebagai katalisator. Adapun
persamaan reaksinya yaitu:
NaCl + AgNO3 HNO3 NaNO3 + AgCl
Pada pengujian ion nitrat, Kristal terlebih dahulu dilarutkan kemudian ditambahkan
FeSO4 dan H2SO4. Menurut teori adanya ion nitrat ditunjukkan dengan adanya cincin
coklat pada Kristal.
(Nur Intan. http://arhintan271.wordpress.com/2010/06/27/pembuatan-kalium-nitratdan-natrium-klorida)