Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PENDAHULUAN

BAYI BARU LAHIR NORMAL

DI SUSUN OLEH :
IRMA DWI HAPSARI

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2014

LAPORAN PENDAHULUAN BBLN


I.

PENGERTIAN
Bayi Berat Lahir Rendah adalah bayi baru lahir dengan berat badan lahirnya pada
saat kelahiran kurang dari 2500 gram. Atau bayi lahir dalam masa gestasi kurang

II.

III.

dari 37 minggu.
FISIOLOGI BBLN
Prematuritas Murni
Masa gestasi kurang dari 37 minggu.
Dismaturitas
Bayi baru lahir yang berat badannya kurang disbanding berat badan
seharusnya untuk masa gestasi bayi itu.
CIRI CIRI BBLN
Kulit tipis dan mengkilap.
Tulang rawan telinga sangat lunak.
Lanugo banyak terutama punggung.
Jaringan payudara belum terlihat, puting berupa titik atau kurang tegas.
Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora.
Pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, testis kadang belum

IV.

turun.
Rajah telapak kaki kurang dari 1/3 bagian atau belum terbentuk.
Pernafasan tidak teratur
Aktivitas dan tangisannya lemah
Daya hisap dan menelan masih lemah.

PERUBAHAN YANG TERJADI PADA BBLN


Suhu Tubuh
Pusat Pengatur Nafas Badan masih belum sempurna.
Luas Badan Bayi relatif besar sehingga penguapanna bertambah.
Otot Bayi masih lemah.
Lemak Kulit dan Lemak coklat kurang, sehingga cepat kehilangan panas
badan.

V.

PATHWAYS BBLN

VI.

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN


A. PENGKAJIAN
Data Subyektif

a. Identitas bayi : didasarkan pada informasi dari ibu / pengasuhnya.


b. Riwayat kehamilan, proses persalinan dan umur kehamilan.
c. Faktor sosial : alamat rumah, pekerjaan oramg tua, orang-orang yang
tinggal serumah, saudara kandung dan sumber/faktor pendukung lain,
penyalah gunaan obat/ napza dilingkungan dekat.
Data Obyektif
a. Nilai Apgar : lima unsur yang dinilai : frekuensi denyut jantung, usaha
nifas, tonus otot, reflek dan warna.
- Penilaian satu menit setelah lahir : untuk menilai derajat aspiksi.
- Penilaian lima menit setelah lahir : untuk menentukan prognosa.
b. Pemeriksaan fisik untuk mendeteksi adanya kelainan bawaan, bayi
diperiksa secara sistematis dari : kepala, mata, hidung, muka, mulut,
teling, leher, dada, abdomen, punggung extemetis, kulit, genitalia dan
anus.
Pemeriksaan jantung dan paru-paru dilakukan dengan stetoskop untuk
memeriksa adanya suatu kelainan. Kelainan pada salah satu dari organ ini juga
bisa terlihat melalui warna kulit bayi dan keadaannya secara umum.
Pemeriksaan daerah perut dilakukan dengan menilai bentuknya, dan
memeriksa ukuran, bentuk dan posisi alat-alat dalam seperti ginjal, hati dan limpa.
Pembesaran ginjal bisa menunjukkan adanya sumbatan pada aliran keluar
dari air kemih.
Pemeriksaan lengan, tungkai dan pinggul dilakukan dengan menilai
kelenturan dan kemampuan geraknya. Masalah yang sering dijumpai pada bayi
baru lahir adalah dislokasi panggul. Keadaan ini bisa diatasi dengan memasang
atau menyimpan dua atau tiga lapis popok pada bayi untuk menahan panggul pada
posisi normalnya, sampai sembuh. Jika perlu, bisa dipasang bidai oleh seorang
ahli tulang.
Pemeriksaan alat kelamin pada anak laki-laki salah satunya untuk
memastikan bahwa kedua buah pelirnya lengkap dalam kantong buah zakar.
Meskipun jarang dan tidak menimbulkan rasa nyeri pada bayi baru lahir, buah
pelir bisa terpelintir (torsio testis), yang perlu diatasi dengan tindakan
pembedahan darurat. Pada bayi perempuan, bibir vaginanya menonjol. Sisa

hormon ibu yang didapat selama dalam kandungan akan menyebabkan bibir
vagina ini membengkak selama beberapa minggu pertama.

b.

Anteropometri :
1) Berat badan ditimbang dalam gram. Rata-rata bayi baru lahir beratnya adalah

3,5 kg
2) Panjang badan dalm cm, melalui ukuran fronto occipito. Rata-rata panjang

bayi baru lahir adalah 50 cm


3) Lingkar perut dalam cm, ukuran melaui pusat
4) Mengukur lingkar kepala.
d.

Refleks: moro, rooting, isap, menggenggam, babinski.


1) Refleks Moro: bila bayi baru lahir dikejutkan, tangan dan kakinya akan
terentang ke depan tubuhnya seperti mencari pegangan, dengan jari-jari
terbuka.
2) Refleks Mencucur : bila salah satu sudut mulut bayi disentuh, bayi akan
memalingkan kepalanya ke sisi tersebut. Refleks ini membantu bayi baru lahir
untuk menemukan putting.
3) Refleks Menghisap : bila suatu benda diletakkan dalam mulut bayi, maka bayi
akan segera menghisapnya.

e.

Keadaan umum:
1)

Suhu

2)

Pernapasan

3)

Denyut nadi. Pemeriksaan terhadap denyut nadi di lipat paha.

4)

Warna kulit

3. Data Laboratorium Kalau perlu sesuai kebijakan setempat


a.

Gula darah sewaktu

b.

Bilirubin dan golongan darah : ABO dan Rhesus faktor

c.

Hb, Ht, Lekosit dan Trombosit.

4. Potensial komplikasi

a.

Berat badn lahir rendah.

b.

Aspirasi air ketuban.

c.

Aspiksia.

d.

Infeksi

e.

Hipoglikemia.

f.

Hiperbilirubinemi.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Gangguan pertukaran O2 berhubungan dengan Imaturitas sistem
pernafasan.
Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan yang
diperoleh/sediaan cairan dalam tubuh bayi.
Gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan Imaturitas sistem pencernaan
C. INTERVENSI
Gangguan pertukaran O2 berhubungan dengan Imaturitas sistem
pernafasan.
Intervensi :
Atur posisi kepala bayi sedikit ekstensi
Therapi O2 sesuai kebutuhan
Monitor irama, kedalaman frekuensi pernafasan bayi
Monitor saturasi O2 tiap 2 jam
Kolaborasi pemberian obat bronchodilator sesuai kebutuhan
Gangguan Thermoregulasi Hipertermi berhubungan dengan cairan
yang diperoleh/sediaan cairan dalam tubuh bayi.
Intervensi :
Atur suhu inkubator sesuai dengan keadaan bayi
Observasi TTV.
Kompres bayi dengan kasa yang telah dibasahi dengan air
hangat.
Kolaborasi pemberian obat antipiretik.
Gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan Imaturitas sistem pencernaan.
Intervensi :
Kaji reflek hisap dan menelan bayi
Timbang BB / hari dengan timbangan yang sama
Beri ASI atau PASI tiap 2 jam jika tidak terjadi retensi
Lakukan Oral hygiene
Kolaborasi pemberian cairan sesuai kebutuhan

Anda mungkin juga menyukai