Anda di halaman 1dari 16

Jenis-jenis Pertumbuhan Tanaman

LAPORAN PRAKTIKUM

Oleh :
Golongan/Kelompok : B/4
1.

Matria Pamungkas

141510501040

2.

Riko Tri Setiawan

141510501246

3.

Zhildha Devia Bharati

141510501080

4.

Maghfiroh Nikmatul Khoiru Annisak

141510501029

5.

Imam Arifin Gozali*

141510501088

6.

Trio Irian Toko

141510501261

KELOMPKROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


LABORATORIUM FISIOLOGI TUMBUHAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2014

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pertumbuhan adalah proses bertambahnya ukuran tubuh tumbuhan akibat
dari

adanya

aktifitas

pembelahan

dan

pembesaran

sel

tumbuhan.

Pertumbuhan bersifat irreversible, yaitu tidak dapat kembali ke ukuran


semula (permanen). Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif, artinya
mempunyai nilai yang dinyatakan berupa satuan angka. Misalnya : diameter
batang, tinggi tumbuhan, lebar daun, berat kering, berat basah dan
sebagainya. Bertambahnya ukuran tersebut dipengaruhi oleh faktor internal
(genetik) dan eksternal (lingkungan sekita. Kemampuan tumbuh suatu
tanaman sangat bergantung pada keadaan lingkungannya. Kemampuan
tumbuh merupakan kemampuan semua makhluk hidup untuk membentuk
tubuhnya sendiri secara lebih spesifik, dengan mnyusun partikel atau molekul
sederhana yang tidak beraturan dari lingkungan menjadi molekul yang lebih
kompleks Peningkatan jumlah sel-sel tubuh merupakan salah satu perwujudan
proses pertumbuhan tanaman.
Perkembangan adalah proses berubahnya struktur fungsi tubuh tumbuhan
menuju ke fase tanaman dewasa. Salah satu cirinya yaitu, hilangnya strutur
dan fungsi yang lama digantikan dengan strutur dan fungsi yang baru (hasil
pergantian sel yang telah lama).

Proses perkembangan bersifat kualitatif

artinya proses perubahan yang terjadi tidak dapat dinyatakan kedalam satuan
angka (bilangan). Contoh perkembangan yaitu tanda kedewaaan tumbuhan
ditandai dengan munculnya bunga.
Pertumbuhan dan perkembangan, keduanya sama-sama dipengaruhi oleh
faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal yang berpengaruh misalnya
suhu, cahaya, sumber nutrisi (makanan) dan lain-lain. Sedangkan faktor
internal yang berpengaruh antara lain yaitu hormon dan gen. Hormon sendiri
terdiri dari berbagai acam hormon. Sedangkan gen berpengaruh karena
didalam gen tumbuhan membawa sifat asli dari tanaman induk.

Proses pertumbuhan pertama kali pada tubuh tumbuhan terjadi pada


proses perkecambahan. Proses perkecambahan itu sendiri sangat bergantung
pada ketersediaan air disekitar tempat tumbuh. Selain itu, untuk beberapa biji
tanaman jenis tertentu, terkadang membutuhkan penyinaran cahaya dalam
skala waktu tertentu sebelum biji tersebut siap untuk proses perkecambahan.
Proses perkecambahan dibagi menjadi dua yaitu epigeal dan hipogeal.
Epigeal yaitu proses perkembahan dimana kotiledon ikut terangkat keatas
ketika proses perkecambahan berlangsung. Contoh tanaman yang tipe
perkecambahannya epigeal adalah kacang hijau, kacang tanah, dan lain-lain.
Sedangkan hipogeal adalah proses perkecambahan dimana kotiledon tidak
ikut terangkat keatas atau tetap tertanam dalam tanah. Contoh tanaman
dengan tipe perkecambahan hipogeal adalah tanaman jagung, padi dan lainlain.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum Jenis-jenis Pertumbuhan Tanaman adalah :
1. Memahami dan mengerti jenis-jenis tanaman.
2. Dapat membedakan tanaman berdasarkan morfologi dan fungsinya.

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Pertumbuhan merupakan suatu proses pertambahan ukuran suatu


makhluk hidup. Sebagai salah satu organisme makhluk hidup khususnya
tumbuhan memiliki ciri tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan yang dialami
setiap organisme tumbuhan bukan hanya volume, akan tetapi berat tanaman,
jumlah sel yang ada, banyaknya jumlah protoplasma dan tingkat kerumitan
struktur tumbuhan itu sendiri juga termasuk ke dalam pertumbuhan. (Frank B.
Salisbury dan Cleon W. Ross, 1995:2).
Pertumbuhan dan perkembangan yang dialami oleh tumbuhan merupakan
suatu kesatuan yang berhubungan erat satu sama lain. Pertumbuhan dapat
diartikan sebagai pertambahan ukuran tubuh tumbuhan berupa volume, bobot, dan
jumlah sel selain itu dengan adanya diferensiasi selanjutnya akan terbentuklah
organ baru pada tanaman. (Luluk Mukarromah dkk,2013)
Banyak asumsi mengenai pengertian proses perkecambahaan. Asumsi ini
berbeda-beda tergantung dari aspek atau segi profesinya. Profesi yang berbeda
maka pemahaan emahaman seorang petani terhadap perkecambahan tentunya
akan berbed-beda. Perkecambahan menurut pengusaha biji yaitu Perkecambahan
adalah proses ketika radikula keluar dari dalam biji. Masyarakat petani berasumsi
atau berpendapat bahwa perkecambahan adalah keadaan ketika biji yang ditanam
keluar dari dalam tanah untuk menuju proses selanjutnya. Ketersediaan air dalam
proses perkecambahan sangatlah penting mengingat unsur yang pertama kali
diserap adalah air, dan air yang dibutuhkan sangat banyak. Mengingat biji disini
pada awalnya dalam keadaan kerimg. (Peter R.G. dan N.M. Fisher, 1992)
Pertumbuhan adalah suatu proses pembelahan sel atau bertambahnya
jumlah sel dan pembesaran pada sel atau proses bertambahnya ukuran dari suatu
tananman. Unsur hara, air, intensitas cahaya matahari, serta suhu. (A.W. Nugroho,
2013)

Pertumbuhan tanaman di pengaruhi oleh jenis tanaman, lingkungan atau


tempat tumbuh, genetika (faktor internal) dan teknik yang diterpakan.
Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh faktor lingkungan dapat dikelompokkan
lagi menjadi dua faktor, yaitu iklim dan tanah. Faktor iklim terdiri dari curah
hujan, cahaya, kelembapan, angin dan letak geografis berdasarkan lintang.
Sedangkan faktor tanah terdiri dari sifat fisik, kimia dan biologi tanah, kelerengan,
aspek ketinggian dan drainase. (Wahyudi.dkk,2012)
Letak geografis suatu wilayah dan kondisi iklim suatu darah memiliki
keterkaitan erat dengan kondisi iklim yang ada. Terutama dalam proses
pertumbuhan tanaman .Misalnya, keadaan suhu, kelembapan tanah, kondisi udara,
curah hujan dan penyinaran cahaya matahari.Sifat fisik tanah seperti
porositas(kemampuan dalam mengikat air), aerasi (peredaran oksigen atau udara
dalam tanah), drainase tanah dan derajat keasaman tanah (pH) merupakan faktor
penting yang dapat memepengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanah yang bersifat
basa

akan

beda

kandungannya

dengan

tanah

yang

bersifat

asam.

(N.Kadarisman.dkk,2011).
Pertumbuhan selalu berkaitan dengan perkecambahan, perkecambahan
sendiri merupakan proses bangkitnya embrio yang dorman karena di dalamnya
terjadi aktivitas metabolisme yang terus menerus dan terjadi pertumbuhan
jaringan-jaringan di dalam biji, termasuk penggunaan air, pemakaian cadangan
makanan dan perkembangan yang terus berkelanjut secara sistematis sampai
tumbuhan mampu untuk melakukan autotrofik.
Perkecambahan Epigeal merupakan perkecambahan yang memperlihatkan
munculnya kotiledon dan ujung pucuk pada beberapa biji, sedangkan hipokotil
memanjang

sebagai

akibat

pertumbuhan

interkalar.

Kotiledon

pada

perkecambahan epigeal akan muncul ke atas tanah karena dorongan penambahan


panjang hipokotil atau sumbu embrio. Kotiledon pada biji monokotil dengan
perkecambahan epigeal dapat berfungsi sebagai organ penyimpanan makanan,
tempat fotosintesis, melaksanakan perombakan, penyerapan, dan transportasi zatzat nutrisi dari endosperma ke embrio yang sedang berkembang.

Perkecambahan Hipogeal merupakan perkecambahan yang terjadi jika


tunas terminal embrio terdorong keluar melalui tanah dengan memanjangnya
epikotil yang merupakan buku di atas kotiledon. Perkecambahan hipogeal terjadi
jika satu keping biji tetap berada di bawah permukaan tanah, epikotil mengalami
pemanjangan terus. Kotiledonnya tebal berisi cadangan makanan. (H.sulifah
Aprilya,2011).
Perkecambahan tanaman juga sangat di pengaruhi dengan bibit tanaman,
dari pengertian bibit itu sendiri bibit adalah yag pertama dan termuka fase
tanaman. Ini menentukan tingkat keberhasialan suatu tanaman tersebut untuk
mencapai bentuk kotiledon yang sempurna di perlukan bibit yang unggul sehingga
perkecambahan bisa terus berlanjut. Pembentukan bibit dalam kinerja bibit dapat
di tentukan dengan karakteristik tertanam yaitu di anatra nya ukuran benih atau
berat benih.berat biji meliputi jumlah cadangan yang terkandung di dalamnya
untuk memulai awal kehidpan baru atau berkecambah.( A.Satyanti. 2009)
Perkecambahan dan kelangsungan bibit di tentukan dengan meningkatkan
laju perkecambahan benih serta pertumbuhan bibit. Laju perkecambahan itu
sendiri dipengaruhi oleh isolat. Sebagian besar isolat secara signifikan
meningkatkan tanaman yaitu pada aspek tingginya, panjangnya akar, dan produksi
bahan kering yang dihasilkan tanaman.(M.Ashrafuzzaman. et.al, 2009)
Produksi tanaman dengan tipe perkecambahan haploid dapat meningkat
dua kali lipat dengan penggunaan media kultur yang tepat. Presentase tanaman
terserang racun sangat rendah apabila dibandingkan dengan penggunaan sistem
kontrol. (Ramdas, et.al,2012)

BAB 3. METODE PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat


Praktikum Pengantar Ilmu Tanaman AcaraI : Jenis-jenis Pertumbuhan
Tanaman dilakukan pada hari minggu 20 Oktober 2014pukul 07.00 WIB
08.00 WIB. Bertempat di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas
Pertanian Universitas Jember.

3.2 Bahan Dan Alat


3.2.1 Bahan :
1.

Benih tanaman monokotil epigeal (Kacang Tanah).

2.

Benih tanaman monkotil hypogeal (Jagung)

3.

Benih tanaman dikotil epigeal (Kedelai)

4.

Benih tanaman dikotil hypogeal (Kacang Polong)

5.

Media tanam (pasir)

3.2.2 Alat :
1. Bak pengecambah
2. Beaker glass
3. Kertas label
4. Handspyer
5. Cetok

3.3 Cara Kerja


1. Menyiapkan alat dan bahan.
2. Mengisi bak pengecambah dengan bahan tanam hingga bagian dari
tinggi bak pengecambah.

3. Membuat lajur secara berurutan dengan ditandai mengggunakan kertas


label pada setiap jenis benih dan pengulangannya.
4. Merendam benih pada air dalam beaker glass selama 15 menit.
5. Menanam benih pada bak pengcambah.
6. Melakukan perawatan dan pemeliharaan setiap hari.
7. Melakukan pengamatan akhir.

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Tabel 1. Pertumbuhan Tanaman Monokotil
No Jenis
UL Gambar
Panjang
Tanaman
Hypokotil
1.

Jagung
(Monokotil
Hypogeal)

1.

3 cm

3,3 cm

2.

2,1 cm

3,2 cm

3.

2,7 cm

1,1 cm

3,8 cm

4.

2 cm

2,5 cm

5.

1 cm

1,8 cm

6.

0,6 cm

0,5 cm

1,1 cm

7.

2,2 cm

2,9 cm

8.

2,1 cm

0,3

2,4 cm

9.

3,8 cm

0,2 cm

4,0 cm

10.

3,6 cm

4,7 cm

Tabel 2. Pertumbuhan Tanaman Dikotil


No Jenis
UL Gambar
Tanaman
1.

Dikotil
epigeal
(Kacang
Tanah)

Panjang Panjang
Epikotil Perkecambahan

Panjang
Hypokotil

Panjang Panjang
Epikotil Perkecambahan

1.

3,1 cm

4,3 cm

2.

3,2 cm

4 cm

3.

2,2 cm

3,7 cm

4.

0,5 cm

1,8 cm

5.

2,5 cm

3,7 cm

6.

1,8 cm

3,0 cm

7.

0,9 cm

2,3 cm

8.

3,1 cm

4 cm

2.

Dokotil
Hypogeal
(kacang
polong)

3.

Dikotil
Epigeal
(Kedelai)

9.

2,1 cm

3,3 cm

10.

2,1 cm

3,9 cm

1.

28 cm

3 cm

34 cm

2.

3 cm

8,5 cm

3.

28,8 cm

4,5 cm

33,3 cm

4.

8,1 cm

10,6 cm

5.

7 cm

8,8 cm

6.

6,6 cm

7,7 cm

7.

4,8 cm

6,3 cm

8.

1,7 cm

3,2 cm

9.

6,7 cm

7,9 cm

10.

3,6 cm

4,7 cm

1.

10,3 cm

11,3 cm

2.

5,4 cm

6,6 cm

3.

0,6 cm

1,2 cm

4.

1,2 cm

2,4 cm

5.

5,7 cm

6,7 cm

6.

11,3 cm

12,5 cm

7.

8.

9.

10.

1,2 cm

2,3 cm

4.2 Pembahasan
4.2.1 Pembahasan data dan perbandingan dengan literatur
Pada praktikum yang telah dilaksanakan didapatkan hasil pertumbuhan
dan perkembangan perkecambahan biji pada tabel 1 tanaman monokoltil dan tabel
2 tanaman dikotil. Pada tabel 1 terdapat tanaman monokotil yang memiliki jenis
tanaman jagung (monokotil hypogeal) dengan panjang hypokotil 0,6-3,8 cm,
panjang epikotilnya 0,2-1,1 cm, sehingga panjang perkecambahannya 1,1-4,7 cm.
Pada tabel 2 terdapat jenis tanaman pertama tanaman kacang tanah (dikotil
epigeal) yang memiliki panjang hypokotil 0,5 3,2 cm, panjang epikotil 0 cm,
dan panjang perkecambahan 1,8-4,3 cm. Kedua, tanaman kacang polong (dikotil
hypogeal) yang memiliki panjang hypokotil 1,7-28,8 cm, panjang epikotil 3-4,5
cm, dan panjang perkecambahannya 3,2-33,3 cm. Ketiga, pada tanaman kedelai
(dikotil epigeal) memiliki panjang hypokotil antara 0,6-11,3 cm, panjang epikotil
jtidak mengalami pertumbuhan. Sedangkan panjang kecambah 2,3-12,5
cm.Percobaan yang dilkukan sebanyak tiga kali dengan percobaan yang berhasil
satu kali pada percobaan yang terakhir. Hal ini dipengaruhi oleh jenis biji yang
ditanam, dan keadaan media tanam.
Kecambah terdiri dari kotiledon, radikula, dan plumula. Kotiledon
merupakan tempat penyimpanan makanan pada tumbuhan. Radikula merupakan
bagian dari proses perkecambahan yang nantinya akan tumbuh dan berkembang
menjadi kecambah. Sedangkan plumula merupakan bagian perkecambahan yang
nantinya akan menjadi calon batang. Dari pembahasan diatas dapat diketahui
bahwa perbedaan panjang perkecambahan tanaman hypogeal lebih panjang dari
epigeal di pengaruhi oleh hormon giberelin yang bekerja pada masing-masing
tanaman dan juga dipengaruhi oleh nutrisi yang diberikan pada benih juga nutrisi
yang tersedia untuk tanaman tersebut.
4.2.2 Faktor yang menentukan tipe perkecambahan hipogeal dan epigeal pada
tanaman.
Perkecambahan hipogeal adalah proses perkecambahan dimana posisi
kotiledon masih berada dalam tanah. Sedangkan perkecambahan epigeal adalah
proses perkecambahan dimana posisi kotiledon terangkat ke permukaan
tanah.Dari percobaan yang dilakukan tipe perkecambahan yang ada bukan
ditentukan dari jenis bijinya yaitu monokotil atau dikotil. Hal ini disebabkan
karena belum tentu suatu biji dengan jenis monokotil pasti hipogeal atau suatu biji
dengan jenis dikotil pasti epigeal. Ini menunjukkan bahwa tipe perkecambahan
ditentukan oleh beberapa faktor, salah atunya adalah tingkat kuat atau tidaknya
suatu epikotil dalam mengangkat kotiledon. Selain itu juga dipengaruhi oleh
ukuran kotiledon itu sendiri.

4.2.3 Proses fisiologis perkecambahan


Pada literatur yang ada proses perkecambahan di awali dengan proses
penyerapan air oleh benih, sehingga kulit benih melunak dan hidrasi dari
protoplasma. Penyerapan ini berlangsung sampai kandungan air pada biji
mencapai 40 60%. Kadar air akan meningkat apabila radikula telah muncul
sampai jaringan penyimpanan sehingga kecambah yang akan tumbuh mencapai
kadar air 70 -90%. Tahap kedua, tejadinya kegiatan-kegiatan sel dan enzim serta
naiknya tahap respirasi benih. Tahap ketiga, terjadinya penguraian bahan-bahan
seperti karbohidrat, lemak dan protein sehingga menjadi bentuk-bentuk yang
melarut dan di translokasikan ke titik-titik tumbuh. Tahap keempat, adalah proses
asimilasi dari bahan-bahan yang telah di uraikan tadi pada daerah meristematik
sehingga dapat menghasilkan energi baru, pembentukan komponen dan
pertumbuhan sel baru. Setelah melalui keempat proses tersebut kecambah
mengalami pertumbuhan melalui proses pembelahan, pembesaran,dan pembagian
sel-sel yang ada pada titik tumbuh. Sedangkan pada pecobaan yang dilakukan
proses fisiologis perkecambahan banyak terganggu oleh keadaan media tanam.
Dari tiga kali percobaan yang dilakukan hanya pada percobaan ketiga yang
berhasil menumbuhkan tiga jenis tanaman, dengan percobaan pertama yang
menumbuhkan satu jenis tanaman.
4.2.4 Hubungan antara media tanam dengan proses perkecambahan
Proses perkecambahan suatu tanaman atau tumbuhan dipengaruhi oleh
beberapa faktor, akan tetapi yang tampak dan lebih cenderung berpengaruh adalah
faktor lingkungan. Faktor lingkungan merupakan faktor eksternal yang biasanya
menjadi indikator pertumbuhan tanaman. Media tanam adalah saah satunya.
Kesesuaian media tanam meupakan kunci dari suatu proses perkecambahan
mengingat media tanam itu sendiri berfungsi sebagai tempat tumbuh, sekaligus
penyedia unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tumbuhan guna proses pertumbuhan
dan perkembangbiakan. Unsur-unsur hara yang ada pada media tanam berperan
penting untukproses selanjutnya.

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Perkecambahan adalah suatu proses awal pada setiap pertumbuhan
tanaman. Perkecambahan ini dapat terjadi pada tanaman dengan jenis biji dikotil
dan monokotil. Perkecambahan hanya terjadi apabila proses imbibisi dalam
keadaan optimal. Perkecambahan biji berdasarkan letak kotiledonnya terdiri atas
perkecambahan epigeal dan perkecambahan hipogeal. Perkecambahan epigeal
akan menyebabkan kotiledon biji (daun lembaga) akan terangkat ke atas
permukaan tanah. Perkecambahan hipogeal akan menyebabkan kotiledon tetap
berada di dalam tanah akibat pemanjangan epikotil seperti perkecambahan kacang
tanah dan kedelai. Perkecambahan umumnya sangat dipengaruhi ketersediaan air
dalam biji yang optimal yang akan memecah dormansi dalam biji seperti kacang
polong dan jagung. Selain itu, perkecambahan juga dipengaruhi oleh media tanam
dan kualitas biji yang digunakan.
5.2 Saran
Ketika akan melakukan praktikum perkecambahan perlu diperhatikan
kualitas benih, suhu, media tanam, serta lama proses perendaman biji. Sehingga
perkecambahan akan berhasil. Selain itu, juga harus memperhatikan kebersihan
media karena media yang tidak sesuai dapat mengakibatkan tidak tumbuhnya biji,.
Praktikum tentang jenis-jenis pertumbuhan ini sangat penting bagi mahasiswa dan
harus diteruskan untuk ke depannya. Agar mahasiswa mengetahui bagaimana
seharusnya memperlakukan biji-biji sesuai dengan jenis-jenis atau tipe
perkecambahannya.

DATA

Gambar 1 : media tanam

Gambar 2 : perkecambahan kacang polong

Gambar 3: perkecambahan jagung

Gambar 4 : Perkecambahan kacang


tanah

Gambar 5 : Perkecambahan kedelai

DAFTAR PUSTAKA

Aprilya H.S. 2011 Buku Ajar Interaktif STRUKTUR dan PERKECAMBAHAN


BIJI Jenber : Universitas Jember
Ashrafuzzaman.M., F.A.Hossen., M.R.Ismail., Md.A.Hoque., M.Z.Islam.,
S.M.Shahidullah., Meon.S. 2009 Efficiency of plant growth-promoting
rhizobacteria (PGPR) for the enhancement of rice growth. African
Journal of Biotechnology. 8 (7)pp. :1247-1252
Darwin.2011 First off the mark: early seed germination. Journal of Experimental
Botany 62(10) : 32893309
Goldsworthy.P.R.,
Fisher.N.M.1992.
Fisiologi
Tropik.Yogyakarta.Universitas Gadjah Mada.

Tanaman

Budidaya

Mukaromah.L.,T.Nurhidayati.,Nurfadilah.S. 2013 Pengaruh Sumber


dan
Konsentrasi Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Perkembangan Biji
Dendrobium Laxiflorum J.J Smith secara In Vitro.SAINS DAN SENI
POMITS.2(1) : E-(26-27)
Nugroho.W.A. 2013 Pengaruh Komposisi Media Yanam Terhadap Pertumbuhan
Awal Cemara Udang Pada Gumuk Pasir Pantai. Indonesian Forest
Rahabilitation1(1) : 113-125
Wahyudi., panjaitan.S. 2011 Model pertumbuhan dan hasil tanaman shorea
leprosula pada sistem tebang pilih tanam jaluk tenik silin.penelitian
dipterokarpa. 5(2)
Rosana.D., A. Purwanto., Kadarisman.N. 2011 peningkatan laju pertumbuhan dan
produktivitas tanaman kentang( solanum Tuberosum L.) melalui
spesifikasivariabe fisis gelombang akustik pada pemupukan daun(melalu
perilaku variasi peak frekuensi). Prosiding seminar nasional penelitian,
pendidikan dan penerapan MIPA, fakultas MIPA, universitas negeri
yogyakarta. 1(2)

Satyani.A. 2009 Functional Importance of Seed Weight on the Seedling


Establishment of Syzygium bankense(Hassk.) Merr. & L.M.
Perry and Quercus gemelliflora Blume .B I O D I V E R S I T A S . 10(1)
: 29-33

Salisbury.B.F.,Cleon.W.R. 2011 Fisiologi tumbuhan Bandung : ITB Bandung

Ramdas., G. K. Dhingra., Priyanka Pokhriyal. ,Rather. M. A. 2012.ARPN Journal


of Science and Technology 2(1):2225-7217