Anda di halaman 1dari 36

TUGAS MATERNITAS

Ella wulandari
Aulia oktaviani
Gustirandu ekaputra
Khesy fasila rose
Mesi roslaina
Srimutia fatmadewinda
jasmutia

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT
yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat
menyusun dan menyelesaikan makalah Keperawatan Jiwa mengenai
SKIZOFRENIA .
Pada kesempatan ini kami menyampaikan terimakasih kepada semua pihak
yang telah mmbantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Kami juga
menyampaikan rasa terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah
memberi tugas ini serta arahan dan bimbingan sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini dengan baik.
Akhirnya, harapan kami semoga makalah ini bermanfaat khususnya
bagi penyusun dan bagi pembaca. Makalah masih jauh dari sempurna dan
banyak kekurangan,oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran
yang sifatnya membangun guna menyempurnakan makalah ini .

Padang, 24 Januari 2014

penulis

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
BAB II.TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian
2.2 Etiologi
2.3 Tanda dan Gejala
2.4 Pedoman Diagnostik Menurut PPDGJ III
2.5 Klasifikasi skizofrenia
2.6 Penatalaksanaan Skizofrenia
BAB III.PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB I
PENDAHULUAN
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya
hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari
pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan yaitu triwulan
pertama dimulai dari konsepsi pertama sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan
keempat sampai 6 bulan triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.
Kehamilan melibatkan perubahan fisk emosional dari ibu serta perubahan sosial di
dalam lingkungan keluarga.
Pada .umunya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan
kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak
sesuai dengan yang diharapakan. Sulit diketahui bahwa kehamilan akan menjadi
masalah. Sistem penilaian resiko tidak dapat memprediksi apakah Ibu hamil akan
bermasalah selama kehamilannya. Oleh karena itu pelayanan/asuhan antenatal
merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan Ibu hamil
normal dan mendeteksi Ibu dengan kehamilan normal (Prawirohardjo, 2002).
Hasil akhir kehamilan yang diharapkan adalah kelangsungan hidup ibu
dan bayinya. Tujuan perawatan antenatal lebih dari itu; bukan hanya kelangsungan
hidup tetapi juga kualitas hidup yang baik perawatan antenatal yang

baik

mencakup:

Pengawasan

kehamilan

untuk

melihat

apakah

segalanya

berlangsung normal, untuk mendeteksi dan mengatasi setiap


kelalaian yang timbul, dan untuk mengantisipasi semua masalah
selama kehamilan, persalinan dan periade postnatal.

Penyuluhan atau pendidikan mengenai kehamilan dan bagaimana


cara-cara mengatasi gejalanya, mengenai diet, perawatan gigi serta
gaya hidup; hampir semua pertemuan dengan ibu hamil (dengan
suaminya)

memberikan

kesempatan

penyuluhan dalam satu atau lain bentuk.

untuk

memberikan

Persiapan (baik fisik maupun psikologis) bagi persalinan atau


pelahiran, dan pemberian petunjuk mengenai segala aspek dalam
perawatan bayi.

Dukungan jika terdapat masalah-masalah sosial atau psikologis.

Dalam hubungannya dengan hasil akhir suatu kehamilan, kualitas hidup


yang baik berarti Ibu yang sehat dengan bayi yang sehat dan Ibu mengetahui cara
merawat bayi serta dirinya. Sebagian besar rumah sakit kini menyertakan calon
ayah ke dalam program penyuluhan dan persiapan persalinan (Farrer, 2001).
Pada trimester kedua pemeriksaan dilakukan setiap bulan. Dengan
rancangan pemeriksaan meliputi anamnesa untuk mengetahui keadaan normal dan
keluhan hamil muda, pemeriksaan fisik (umum, khusus, tambahan) sehingga dari
pemeriksaan ini didapatkan kesimpulan tentang kehamilan. Kesimpulan mungkin
normal sehat dan memuaskan, adanya penyakit Ibu, atau adanya komplikasi
kehamilan.
Pada periode ini pula dapat dilakukan pengobatan kehamilan berupa obat
simtomatis untuk gejala hamil muda, pengobatan penyakit yang menyertai
kehamilan, dan pemberian obat penyokong (vitamin, obat khusus), dan vaksinasi
tetanus toksoid I. Anjuran yang diberikan pada masa ini umumnya berkaitan
dengan kesehatan dan secara khusus berkaitan dengan kesimpulan kehamilannya.
(Manuaba, 1999).

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A; Definisi
Trimester Kedua adalah periode kehamilan dari 14 minggu sampai 28
minggu (4-7 bulan)
B; Perubahan anatomik dan fisiologik pada wanita hamil
Pada kehamilan terdapat perubahan pada seluruh tubuh wanita,
Khususnya pada alat genetalia eksterna dan interna dan pada payudara
(mammae). Dalam hal ini hormone somatomammotropin, estrogen, dan
progesterone mempunyai peranan penting. Perubahan yang terdapat pada
wanita hamil ialah antara lain sbb:
1; Uterus
Uterus akan membesar pada bulan-bulan pertama di bawah
pengaruh

estrogen

dan

progesterone

yang

kadarnya

meningkat.

Pembesaran ini pada dasarnya disebabkan oleh hipertropi otot polos


uterus; disamping itu, serabut-serabut kolagen yang adapun menjadi
higroskopik akibat meningkatnya kadar estrogen sehingga uterus dapat
mengikuti pertumbuhan janin.
Berat uterus normal lebih kurang 30 gram; pada akhir kehamilan
(40 minggu) berat uterus menjadi 1000 gram, dengan panjang lebih kurang
20 cm dan dinding lebih kurang 2,5 cm pada bulan-bulan pertama
kehamilan bentuk uterus seperti buah advokad, agak gepeng. Pada
kehamilan 4 bulan uterus berbentuk bulat. Selanjutnya pada akhir
kehamilan kembali seperti bentuk semula, lonjong seperti telur. Hubungan
antara besarnya uterus dengan tuanya kehamilan sangat penting diketahui,
antara lain untuk membuat diagnosis apakah wanita tersebut hamil
fisiologi, atau hamil ganda, atau menderita penyakit molahidatidosa, dsb.

Pada kehamilan 28 minggu fundus uteri terletak kira kira jari diatas
pusat atau sepertiga jarak antara pusat ke prosessus xifoideus. Pada
kehamilan 32 minggu fundus uteri terletak diantara setengah jarak pusat
dan prosessus xifoideus. Pada kehamilan 36 minggu fundus uteri terletak
kira-kira 1 jari di bawah prosessus xifoideus.
2; Servik uteri
Servik uteri pada kehamilan juga mengalami perubahan karena
hormon estrogen. Jika korpus uteri mengandung lebih banyak jaringan
otot, maka servik lebih banyak mengandung jaringan ikat, hanya 10%
jaringan otot. Jaringan ikat pada servik ini banyak mengandung kolagen.
Akibat kadar estrogen meningkat, dan dengan adanya hipervaskularisasi
maka konsistensi servik menjadi lunak.
Kelenjar-kelenjar di servik akan berfungsi lebih dan akan
mengeluarkan sekresi lebih banyak. Kadang-kadang wanita yang sedang
hamil mengeluh mengeluarkan cairan per vaginam lebih banyak. Keadaan
ini sampai batas tertentu masih merupakan keadaan yang fisiologik.
3; Vagina dan vulva
Vagina dan vulva akibat hormone estrogen mengalami perubahan
pula. Adanya hipervaskularisasi mengakibatkan vagina dan vulva tampak
lebih merah, agak kebiru-biruan. Tanda ini disebut tanda Chadwick. Warna
porsiopun tampak livide.
4; Ovarium
Pada permulaan kehamilan masih terdapat korpus luteum graviditis
sampai terbentuknya plasenta pada kira-kira kehamilan 16 minggu.
Korpus Luteum graviditis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian, ia
mengecil setelah plasenta terbentuk.
5; Mamma
Mamma

akan

membesar

dan

tegang

akibat

hormone

somatomammotropin, estrogen, dan progesterone, akan tetapi belum


mengeluarkan air susu.
Pada kehamilan 12 minggu ke atas dari puting susu dapat keluar
cairan berwarna putih agak jernih, disebut kolostrum. Kolostrum ini

berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. Sesudah


partusm, kolostrum ini agak kental dan warnanya agak kuning. Meskipun
kolostrum telah dapat dikeluarkan, pengeluaran air susu belum berjalan
oleh karena prolaktin ditekan oleh PIH (prolactine inhibiting hormone).
6; Sirkulasi darah
Sirkulasi darah ibu dalam kehamilan dipengaruhi oleh adanya
sirkulasi ke plasenta, uterus yang membesar dengan pembuluh-pembuluh
darah yang membesar pula, mammae dan alat lain-lain yang memang
berfungsi berlebihan dalam kehamilan volume darah akan bertambah
banyak, kira-kira 25%, dengan puncak kehamilan 32 minggu, diikuti
dengan cardiac output yang meninggi sebanyak kira-kira 30%, dan
penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik (5-10 mmHg).
7; Sistem Respirasi
Seorang wanita hamil pada kelanjutan kehamilannya tidak jarang
mengeluh tentang rasa sesak dan pendek nafas. Hal ini ditemukan pada
kehamilan 32 minggu keatas oleh karena usus-usus tertekan oleh uterus
yang membesar kearah diagfragma kurang leluasa bergerak.
8; Traktus Digestivus
Pada bulan-bulan pertama kehamilan terdapat perasaan enek
(nausea). Mungkin ini akibat kadar hormone estrogen yang meningkat.
Tonus-tonus otot traktus digestivus menurun karena peningkatan kadar
hormone progesterone, sehingga motilitas seluruh traktus digestivus juga
berkurang. Makanan lebih lama berada dalam lambung dan apa yang
dicernakan lebih lama dalam usus-usus. Hal ini mungkin baik untuk
resorpsi, akan tetapi menimbulkan pula obstipasi, yang memang
merupakan salah satu keluhan utama wanita hamil.
9; Tarktus Urinarius
Pada bulan-bulan pertama kehamilan kandung kencing tertekan
oleh uterus yang mulai membesar, sehingga timbul sering kencing.
Keadaan ini hilang dengan makin tuannya kehamilan bila uterus gravidus
keluar dari rongga panggul. Pada akhir kehamilan, bila kepala janin mulai

turun kebawah pintu atas panggul, keluhan sering kencing akan timbul lagi
karena kandung kencing mulai tertekan kembali.
10; Kulit
Pada kulit terdapat deposit pigmen dan hiperpigmentasi alat-alat
tertentu. Pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh

melanophore

stimulating hormone (MSH) yang meningkat. MSH ini merupakan salah


satu hormone yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis. Kadangkadang terdapat deposit pigmen pada dahi, pipi, dan hidung, yang dikenal
sebagai kloasma gravidarum.
Di daerah leher sering terdapat hiperpigmentasi yang sama, juga di
areola mamae. Linea alba pada kehamilan menjadi hitam, dikenal sebagai
linea nigra.
(Prawirohardjo,2002)
C; Tanda subjektif dan objektif kehamilan trimester kedua
1; Tanda subjektif
a; Minggu ke 14-20
;

Napas kencang

Sakit kepala

Perubahan postur tubuh pada minggu ke 14

b; Minggu ke 20-24
;

Pernapasan menjadi lebih cepat

Meningkatnya hasrat sexualitas

c; Minggu ke 25-28
;

Kram pada kaki mungkin terjadi

Mudah lelah

2; Tanda objektif
a; Amenorrehea, tetapi mungkin berbintik pada periode yang diharapkan
b; Meningkatnya kadar HCG
c; Meningkatnya BBT dikarenakan sekresi progesteron
d; Perluasan bernafas, menghitamnya sekitar areola, membesarnya
tubersel montgomery.
e; Tanda-tanda (minggu ke 5-7):

Tanda Ladin

Tanda Goodell

Tanda Hegar = ismus uteri mengadakan hipertropi seperti corpus


uteri yang membuat ismus menjadi panjang dan
lebih lunak.

Tanda Chadwick = perubahan membran vagina dan vulva karena


peningkatan

hormone

estrogen

menyebabkan

hipervaskularisasi

yang
sehingga

vaagina tampak lebih merah agak kebirubiruan.


f; Kehamilan positif tes pada HCG dengan menggunakan metode
Isoimonologic
g; Berat badan tambah sampai 0-3 kg lebih tetapi juga mungkin berat
badan turun drastis
h; Fundus pada sympisis pubis, meningkat hampir1 cm tiap minggu
i; Deteksi pada nadi janin dengan menggunakan teknik ultrasonik
(minggu ke 9-12)
j; Kehadiran kolostrum
k; Formasi sketer mocous dalam bagian kuduk
l; Leukorrhea; laporan jika pruritus atau kecurangan berkembangan pada
Candida albicans, infeksi tricomonal
m; Perubahan pada abdominal karena kehamilan.
n; Puncak simpanan antara sympisis dan umbilicus
o; Simpanan pada umbilicus (22 minggu)
p; Pelvix bergabung dalam relaksasi kerena hormone relaksin
q; Pigmen yang mungkin berubah pada kulit: melasma, linea nigra, striae
gravidum
r; Prespirasi naik, minyak pada sekresi
s; Dilatasi pada ureter kanan sebagai hasil tekanan dari uterus
dextrorotated
t; Konstipasi dan hemorrhoid karena kelambatan gerak peristaltik dan
tekanan pada uterus pada kolon dan rektum yang lebih rendah.

D; Adaptasi kehamilan
1; Tugas perkembangan selama kehamilan
Pada akhir dari trimester yang pertama, ketidaknyamanan dari
perubahan psikologis biasanya telah hilang. Harapan Ibu telah terbentuk,
dan jika tidak terjadi komplikasi-komplikasi fisik, perhatiannya mulai
beralih pada kondisi tubuhnya yang berubah karena pertumbuhan bayi.
Tugas psikologis dari anggapan bahwa fetus akan berkembang menjadi
bayi (orok) yang berarti telah bisa mandiri terpisah darinya, atau
perbedaan yang berhubungan dengan bayi tersebut, biasanya secara
alamiah telah lengkap pada akhir trimester kedua. Periode ini juga disebut
dengan pembentukan fetal (Starn dan Niederhauser,1990).
Ketakutan sering muncul sebagai harapan Ibu tentang penerimaan
perpisahan ini. Ketakutan ini tidak berkurang pada kehamilan berikutnya,
bahkan ketika bayi yang pertama sehat. Wanita mungkin percaya bahwa ia
bisa tidak mungkin akan beruntung lagi setelah bayi pertamanya
sempurna. Seringkali ketakutan ini, mengakibatkan mimpi tentang
kehamilan atau bayi. Beberapa mimpi ini membuat ketakutan yang sangat
dan mengganggu kondisi sang Ibu dan mengakibatkan kehangatan Ibu dan
Anak terganggu.
Selama trimester kedua proses aturan maternalnya mencapai suatu
internalisasi, Ibu menggunakan hari mimpinya sebagai perbandingan
untuk melihat dirinya sendiri dan Bayi sebagai situasi yang lain.
Perbandingan ini biasanya akan membantu selama perubahan itu terjadi.
Pada umumnya, selama trimester kedua, Ibu lebih tertarik pada
perhatiannya tentang perlindungan kesehatan sang bayi, dan perhatiannya
akan reflek pada kekhawatirannya akan kebutuhan-kebutuhannya.
Perhatian umum tersebut meliputi sebagai berikut:

Nutrisi yang akan diambil

Banyaknya olah raga atau mengadakan perjalanan

Kelangsungan pertumbuhan janin

Tanda peringatan permasalahan

Merubah imej badan

Perubahan dalam hasrat sex

2; Harapan-harapan yang terkandung dalam tugas seorang ayah


Sebagaimana realita anak menjadi lebih jelas dengan mendengarkan
detak jantung janin atau dengan melihat pergerakan janin melalui USG,
seorang ayah melanjutkan untuk mengembangkan peranannya sebagai
orang tua. Seorang ibu memainkan bagian kritis dalam pembuatan
perasaan ayah sebagaimana yang dipikirkan untuk ikut adil dalam bagian
itu.
Ayah yang mempunyai harapan mengingat bahwa ia pernah berayah
dan menerima perenannya. Hubungan yang lain diujikan. Dia bermaksud
untuk mencari persahabatan dengan seorang lelaki yang mepunyai anak
dan mengenyampingkan mereka yang mempunyai anak.
Dalam

istilah

hubungan

pasangan,

meningkatkan

aktifitas

seksualitas, adalah hal yang mungkin sebagai penurunan fisik yang tidak
nyaman. Pasangan tersebut mulai mendiskusikan tingkatan keterlibatan
yang akan dimiliki pada kelahiran anak dan dalam perannya sebagai orang
tua setelah anak lahir.
(Dickason,1997.)
E; Perubahan psikologis kehamilan pada trimester kedua
Selama hamil kebanyakan wanita mengalami perubahan psikologis
dan emosional. Seringkali kita mendengar seorang wanita mengatakan betapa
bahagianya dia karena akan menjadi seorang Ibu dan bahwa dia sudah
memilihkan sebuah nama untuk bayi yang akan dilahirkannya. Namun tidak
jarang ada wanita yang merasa khawatir kalau terjadi masalah dalam
kehamilannya. Atau bahwa ada kemungkinan bayinya tidak normal.
Pada trimester kedua biasanya adalah saat itu merasa sehat. Tubuh ibu
sudah terbiasa dengan kadar hormon yang lebih tinggi dan rasa tidak nyaman
karena hamil sudah berkurang. Perut Ibu belum terlalu besar sehingga belum
dirasakan sebagai beban. Ibu sudah menerima kehamilannya dan mulai dapat
menggunakan energi dan pikirannya secara lebih konstruktif. Pada trimester
ini pula Ibu dapat merasakan gerakan bayinya, dan Ibu mulai merasakan
kehadiran bayinya sebagai seseorang diluar dari dirinya sendiri. Banyak Ibu
yang merasa terlepas dari rasa kecemasan dan rasa tidak nyaman seperti yang
dirasakannya pada trimester pertama dan mersakan meningkatnya libido.
(Pusdiknakes,2003)

F; Kebutuhan pengetahuan bagi Orang Tua: pada kehamilan trimester


kedua dan kelahiran bayi
1; Perubahan fisik pada trimester kedua
2; Perubahan emosional pada trimester kedua
3; Sexuality
;

Perubahan kebutuhan

Sexual Concernt

4; Ketidaknyamanan ringan kehamilan


;

Sakit punggung

Varicose veins

Kontraksi braxton hicks

Kram kaki

Vaginal discharge

Konstipasi

Nyeri disekitar tulang

5; Tanda bahaya
;

Perdarahan vagina

Nyeri perut

Edema pada muka, tangan dan kaki

Gangguan bicara

Rupture of membrance

6; Nutrisi
7; General Hygiene
;

Istirahat dan tidur

Latihan

8; Penggunaan obat
;

Rokok

Alkohol

Obat OTC

Resep obat

9; Perubahan janin
10; Persiapan untuk bayi baru lahir
;

Metode pemberian makanan

Persiapan fisik

Selection of pediatrician

Perawatan bayi
(Reeder, 1992)

G; Reaksi kognitif dan emosional Ibu pada kehamilan Trimester Kedua


1; Perasaan baik/tenang

Tanda fisik dan nyeri berkurang

Berkurangnya rasa ketakutan dan kecemasan dan lupa akan gerakan


bayi (jika kemajuan kehamilan normal)

2; Perhatian, memikat diri, introspeksi

Konsentrasi pada ibu dalam keperluan janinnya

Pesona terdapat kehamilan dan proses kelahiran ;sadar akan kelakuan


anaknya

Menenangkan egosentris, tingkat mimpi setiap hari

Mulai menunjukkan sekumpulanprilaku: persiapan membeli barang


untuk anak dan dirinya dalam antisipasi proses kelahiran.

3; Irama suasana hati dan emosional labil

Kegembiraan dan suasana hati bisa menyusahkan untuk sekitarnya;


memerlukan kasih sayang, perhatian, dan pengertian.
(Reeder, 1992)

H; Komplikasi kehamilan trimester dua (14-28 minggu)


1; Hipermesis Gravidarum
Morning sickness dengan muntah terus-menerus, makan kurang
dapat menyebabkan gangguan suasana kehidupan sehari-hari dalam situasi
demikian disebut hiperemesis Gravidarum. Pada tingkat ringan, sebaiknya
memeriksakan diri dengan gejala muntah berlebihan, keadaan lemas dan
lemah, sakit pada ulu hati (perut bagian atas), tidak mau makan, berat
badan turun, turgor (kekenyalan) kulit berkurang, lidah kering, mata
cekung, kecepatan nadi meningkat, dan tekanan darah menurun.
2; Keguguran kandungan
Keguguran adalah terhentinya kehamilan sebelum janin mampu
hidup diluar kandungan pada umur dari 28 minggu. Sebab keguguran
sebagian besar tidak diketahui dan terjadi secara sepontan. Beberapa faktor
yang dapat menyebabkan gugur kandung dikemukakan sebagai:

faktor telur (ovum) yang kurang baik

faktor spermatozoa yang kurang sempurna

ketidaksuburan lapisan dalam rahim (endometrium) yang disebabkan


oleh kekurangan gizi, kehamilan dengan jarak pendek, terdapat
penyakit dalam rahim.

Faktor penyakit sistemik pada Ibu seperti penyakit jantung paru, ginjal,
tekanan darah tinggi, hati, dan penyakit kelenjar dengan gangguan
hormone pada Ibu.

Beberapa bentuk klinis keguguran


-

Abortus insiplens (keguguran mengancam)


Pada pemeriksaan dalam belum terdapat pembukaan mulut
rahim, kehamilan masih dapat diselamatkan dengan pengobatan dan
tirah baring (istirahat di tempat tidur)

Abortus inkompletus (keguguran tidak lengkap)


Terjadi keguguran dengan dikeluarkannya sebagai hasil konsepsi.
Perdarahan masih ada seperti darah menstruasi. Mulut rahim telah
tertutup. Untuk memastikannya sebaiknya konsultasi kedokter ahli

Abortus kompletus (keguguran lengkap)


Pengeluaran seluruh isi rahim

Abortus abortion (terhentinya kehamilan)


Keguguran telah terjadi tetapi hasil konsepsi masih tertinggal dalam
rahim lebih dari 6 minggu. Bahayanya keguguran ini dapat terjadi
gangguan pembekuan darah atau dapat menjadi sumber infeksi. Pada
missed abortion hasil konsepsi segera dikeluarkan di Rumah Sakit
dengan persiapan khusus, sehingga bahayanya dapat diatasi.

3; Kehamilan dengan degenerasi penyakit trofoblas


Kehamilan penyakit trofoblas adalah penyimpangan kehamilan
dengan terjadi degenerasi hidrofik dari jonjot koreon. Sehingga berupa
buah anggur, dengan mengandung banyak cairan dan hormon. Pada
kehamilan penyakit trofoblas terjadi pembesaran perut yang lebih cepat,
tanpa terdapat janin dalam rahim, serta dapat terjadi perdarahan.
Dalam melaksanakan pengobatan dan perawatan kehamilan dengan
penyakit trofoblas memerlukan pengobatan khusus dan pengawasan terusmenerus selama satu tahun untuk melakukan observasi kemungkinan
keganasan dalam bentuk korio karsinoma syukur bahwa kehamilan
dengan penyakit trofoblas makin berkurang jumlahnya seiring dengan
makin membaiknya keadaan gizi masyarakat.
Kemungkinan telah terjadi degenerasi ganas koreo karsinoma
dapat diperhatikan bila dijumpai atau mengalami perdarahan terus
menerus setelah keguguran atau persalinan, perut bertambah besar dengan
dapat diraba tumor, terdapat benjolan berwarna biru di daerah liang
senggama, dan bentuk yang disertai dahak-berdahak.

4; Kehamilan diluar kandungan (kehamilan ektopik)


Kehamilan ektopik merupakan salah satu keadaan darurat yang
segera harus mendapatkan tindakan pembedahan, untuk mengambil
sumber pendarahan sehingga bahaya lebih lanjut dapat diatasi.
Gambaran gejala kehamilan ektopik:

Terdapat trias gejala hamil ektopik terganggu (amenorea{terlambat


datang bulan atau terdapat perubahan pola menstruasi}, sakit perut
mendadak, dan perdarahan melalui liang senggama)

Sakit perut disebabkan oleh pecahnya kehamilan ektopik, timbunan


darah menimbulkan iritasi denga menifestasi rasa nyeri, darah dalam
ruangan perut tidak berfungsi dan menyebabkan pasien tampak pucat
(anemia), tekanan darah turun sampai syok, bagian ujung-ujung
anggota badan terasa dingin, perut kambung karena darah.

I; Pertumbuhan dan fisiologis janin pada trimester 2


Pada usia kehamilan antara 16 sampai 20 minggu panjang fetus
(dari puncak kepala ke ujung sakrum) genitalia eksternal terbentuk dan dapat
dikenal, kulit merah tipis sekali. Pada usia antara 20 sampai 24 minggu
panjang fetus 25 cm. Kulit lebih tebal, opak dengan rambut halus (lanugo).
Pada akhir trimester ke2 panjang janin 30 sampai 32 cm, kelopak
kelopak mata terpisah, alis dan bulu mata ada kulit keriput. Pada kehamilan 4
bulan alat pencernaan telah cukup terbentuk dan janin telah dapat menelan air
ketuban dalam jumlah yang cukup banyak, sehingga dengan demikian janin
mambantu pula dalam perputaran air ketuban. Absorbsi air ketuban terjadi
melalui mukosa seluruh traktus digestivus. Bahwa janin menelan air ketuban,
dapat dibuktikan dengan adanya lanugo, verniks kaseosa di mekonium, setelah
bayi dilahirkan.
Hepar janin pada usia kehamilan 4 bulan mempunyai peranan
dalam hemopoesis. Dan juga mulai berperan dalam metabolisme hidrat arang.
Glikogen mulai disimpan dalam hati, yang pada akhir triwulan makin
meningkat. Glumerolus di ginjal mulai terbentuk dalam korteks renalis pada
janin umur 8 minggu. Jumlahnya pada kehamilan 20 minggu diperkirakan

350.000 dan pada akhir kehamilan 820.000. Ginjal janin mulai berfungsi pada
kehamilan 3 bulan, dan di dalam kandung kencing janin telah dapat dijumpai
air kencing yang kemudian dikeluarkan ke liquor amnii.
(Wiknjosastro,2002)
Pada akhir kehamilan 20 minggu, berat janin sekitar 340 gr dan
panjang 16 17 cm. Ibu dapat merasakan gerakan bayi, sudah terdapat
mekonium di dalam usus, dan sudah terdapat vernixs pada kulit. Pada usia
kehamilan 28 minggu berat bayi lebih sedikit dari 1 kg dan panjangnya 23 cm,
ia mempunyai periode tidur dan beraktivitas, berespons pada suara, dan
melakukan gerakan pernapasan.
(Pusdiknakes, 2003)
J; Pengkajian biophysical fetus
Ultrasonografi digunakan pada trimester pertama, kedua, dan ketiga:
1; Trimester pertama
a; Penentuan tanggal dan penegasan kehamilan
b; Deteksi IUD
c; Diagnosis kehamilan ektopik
d; Diagnosis multiple gestation
e; Pengkajian lokasi plasenta
2; Trimester kedua dan ketiga
a; Pengkajian plasenta
b; Pengkajian struktur tubuh fetus
c; Pangkajian pertumbuhan fetus
d; Visualizaion of fetus, plasenta dan amniotic cavity selama
amniosintesis
e; Pengkajian posisi dan presentasi fetus
f;

Dioagnosa kelangsungan hidup fetus

g; Biophyssical profile score


(Dickason,1997)

BAB III
Kasus 29 dan Asuhan Keperawatan
Klien Ny. M 34 Th. Datang ke poliklinik kandungan tanggal 3 agustus
2005. Status obstetri G1 P0 A0. Trimester II akhir. Keluhan utama saat datang klien
merasa tidak nyaman dengan bertambahnya usia kehamilan. Klien menarche usia
15 Th, lama haid 1 minggu, teratur tiap 28 hari. HPHT 15 Desember 2004 dan
HPL 22 November 2005. TB 46 cm. BB 55 kg. TD 120/70 mmHg, N 84 x/mnt.
RR 24 x/mnt,. Dan T 36.9 C. Dari pemeriksaan Leopold didapatkan data TFU 2
jari diatas pusat, presentasi kepala, puki, konvergen.
Klien menyatakan mulai pegal di daerah punggung belakang dan kaki bila
berdiri, duduk atau berjalan terlalu lama. Klien bertanya bagaimana cara
mengurangi pegal-pegalnya. Klien tinggal sendiri dengan suami sehingga tidak
ada tempat untuk bertanya. Klien berkemih dalam sehari sekitar 10 kali, setiap
kali BAK sekitar 100 cc tetapi terasa seperti akan BAK banyak. Ini membuat
klien sering terbangun malam hingga tidur terganggu. Dalam sehari klien minum
sekitar 6 gelas air putih. Tetapi terkadang klien mengurangi minumnya supaya
tidak berkemih sering.
Setelah dilakukan intervensi terkait dengan NCP anda. Klien kini
memahami perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya normal terjadi. Klien
akan mempraktekkan penekanan pada punggung dengan tangan yang dikepal
seperti yang anda ajarkan. Klien merasa puas dengan penjelasan anda, klien
mengangguk-angguk tanda mengerti. Klien mengerti mengapa kini ia sering
berkemih. Klien juga akan berusaha untuk mempertahankan minumannya 6 gelas
sehari, dengan membatasi minuman sekitar 1-2 jam sebelum tidur agar tidak
sering bagun malam. Klien akan menggunakan sendal tidak berhak untuk
mengurangi pegal dikaki. Dan akan beristirahat bila lelah.

A; Pengkajian
1; Identitas pasien

Nama

: Ny. M

Umur

: 34 Tahun

2; Keluhan utama
;

Ny. M merasa tidak nyaman dengan bertambahnya usia kehamilan.

Ny. M mulai pegal didaerah punggung belakang dan kaki bila berdiri,
duduk atau berjalan terlalu lama.

Ny. M sering terbangun di malam hari, sehingga tidurnya terganggu.

3; Riwayat obstetric
a;

b;

Riwayat haid
;

Menarche

: 15 Tahun

Siklus

: 28 Hari

Durasi

: 1 Minggu

Riwayat kehamilan sekarang


;

Kehamilan ke : 1

HPHT

: 15 Desember 2004

HPL

: 22 November 2005

4; Pemeriksaan umum
a; Tinggi badan

: 146 cm

b; Berat badan

: 55 kg

c; TTV

: TD 120/70 mmHg, N 84 x/mnt, RR 24 x/mnt, dan


T 36.9 C

5; Pemeriksaan khusus (obstetric)


a; Leopod I

: Tinggi fundus uteri 2 jari diatas pusar

b; Leopod II

: Teraba memanjang keras seperti papan pada perut


kiri (puki)

c; Leopod III

: Presentasi kepala

d; Leopod IV

: konvergen

B; Analisa data
No
1
DS:

Data

Masalah keperawatan

Klien merasa tidak nyaman Gangguan rasa nyaman: nyeri


dengan bertambahnya usia
kehamilan.

Klien menyatakan mulai


pegal di daerah punggung
belakang dan kaki bila
berdiri duduk atau berjalan
terlalu lama

DO:

TD : 120/70 mmHg

RR : 24x/mnt

: 84 x/mnt

: 36,90 C

DS:

Resti
Klien menyatakan dalam
sehari berkemih 10 kali

Tiap BAK sekitar 100 CC


tetapi terasa sering
membuat klien terbangun
malam hingga tidur
terganggu

Dalam sehari klien minum


sekitar 6 gelas air putih,
tetapi kadang klien
mengurangi minumnya
supaya tidak berkemih
sering

volume

kebutuhan

cairan

kurang

dari

3.

DS:

Klien mengatakan bahwa


dia tinggal sendiri dengan
suami sehingga tidak ada
tempat untuk bertanya

DO:

Klien bertanya bagaimana


cara mengurangi pegalpegalnya

Kurang pengetahuan

C; Diagnosa keperawatan
1; Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan perubahan pada
mekanika tubuh/perubahan fisik
2; Kurang pengetahuan mengenai kemajuan alamiah dari kehamilan
berhubungan dengan kurang pemahaman tentang perubahan trimester
kedua yang dialami.
3; Resiko tinggi perubahan volume cairan kurang dari kebutuhan
berhubungan dengan intake cairan kurang dari kebutuhan.

D; Rencana keperawaan
No
Diagnosa Keperawatan
Tujuan
Intervensi
1. Ketidaknyamanan berhubungan Setelah diberikan asuhan keperawatan a; Perhatikan adanya masalah
dengan perubahan pada

selama 1x 24 jam klien mampu

Rasional
a; Meskipun kondisi ini

yang berhubungan dengan

adalah hal yang sering

curah jantung atau kesulitan

mengakibatkan

dengan kriteria hasil:

pernafasan, dan rujuk pada

ketidaknyamanan, klien

Pelaporan ketidak nyamanan dapat

diagnosis keperawatan yang

biasanya mengalami rasa

tepat.

nyaman secara fisik,

mekanika tubuh/perubahan fisik mempertahankan tingkat kenyamanan,

diminimalkan

bebas dari

Klien dapat melakukan aktifitas tanpa

ketidaknyamanan khas,

ada gangguan rasa nyaman

pada trimester kedua


b; Perhatikan adanya nyeri ulu b; Makanan berlemak
hati (pirosis); tinjau ulang

meningkatkan keasaman

riwayat diet. Jelaskan

gastrik; makan sering

fisiologis masalah. Anjurkan

dalam porsi kecil

klien menghindari makanan

menetralkan keasaman.

gorengan/berlemak, makan

Posisi semi-fowler,

enam kali sehari dalam porsi

menurunkan masukan

kecil, lakukan posisi semi

cairan, dan menghindari

fowler, hindari makanan yang

makanan dingin

sangat dingin .

membantu mencegah
refluks gastrik.
c; Menghilangkan tegang

c; Perhatikan adanya sakit

pada punggung bawah

punggung dan tekanan pada

yang disebabkan oleh

punggung bagian bawah.

peningkatan lengkung

Demontrasikan latihan (mis;

vertebra lumbosakral dan

mengangkat panggul,

pengencangan otot-otot

berbaring datar pada

punggung.

punggung dan punggung


menekan lantai). Tinjau ulang
yang dikenakan dengan tepat
(mis; sepatu berhak rendah;
pakaian longgar dan
nyaman).

d; Tekanan pada saraf


d; Kaji ulang adanya kram kaki,
ajarkan klien untuk

pelvis serta rendahnya


.kalsium jaringan,

meluruskan kaki dan

potensial meyebabkan

dorsofleksi telapak kaki.

kram kaki. Meluruskan


kaki dan dorsofleksi
telapak kaki
meningkatkan
perfusi/oksigenasi
jaringan dan membantu
menghilangkan tekanan
pada saraf saraf
ekstrimitas bagian
bawah.
e; Masukan makanan yang

e; Anjurkan mengurangi

mengandung

masukan produk susu dan

kalsium/produk kalsium

menggunakan aliminium

secara terus-menerus,

laktat, atau melanjutkan

meningkatkan kadar

dengan 1 quart susu setiap

plasma terionisasi.

hari dan menggunakan

Aluminium hidroksida

aliminium hidroksida, bila

mengikat fosfor pada

kram kaki berat atau

saluran usus,

menetap.

mengimbangi
ketidakseimbangan
kalsium-fosfor.
f;

Mungkin menimbulkan

f; Berikan informasi tentan

konstipasi dan /atau

pilihan yang tepat dari

dapat mengandung

antasida yang dijual bebas.

bahan, seperti natrium,

Hindari penggunaan

yang merupakan kontra

bikarbonat sebagai

indikasi pada situasi

penetralisir atau produk

tertentu karena sifatnya

kalsium, jika diperlukan.

meretensi air.
Penggunaan antasida
yang mengandung
kalsium sebagai
tambahan masukan
makanan tinggi kalsium
dapat memperberat
ketidakseimbangan
kalsium fosfor dan
terjadinya keram otot.

a; Membantu klien
2.

Perubahan pola eliminasi urin

Setelah diberikan asuhan keperawatan a; Berikan informasi tentang

memahami alasan

berhubungan dengan pembesaran selama 1 x 24 jam diharapkan klien bisa perubahan perkemihan

fisiologi dari frekuensi

uterus dan peningkatan tekanan mempertahankan pola eliminasi normal

sehubungan dengan trimester

berkemih dan nokturia.

abdomen.

kedua

Pembesaran uterus

dengan kriteia hasil:

trimesterkedua
Klien tidak terbangun pada malam
hari
Klien mempertahankan minumnya 6

menurunkan kapasitas
kandung kemih,
mengakibatkan sering

gelas sehari dengan membatasi

berkemih perubahan

minuman sekitar 1-2 jam sebelum

posisi mempengaruhi

tidur.

fungsi ginjal sehingga


posisi terlentang dan
tegak, menurunkan aliran
darah ginjal sampai 50%,
dan posisi berbaring
miring kiri
meningkatkan LFG dan
aliran darah ginjal.

b; Meningkatkan perfusi
b; Anjurkan klien untuk

ginjal; memobilisasi

melakukan posisi miring kiri

bagian yang mengalami

saat tidur. Perhatikan

edma dapenden. Edema

keluhan-keluhan nokturia.

berkurang pada pagi hari


pada kasus edema
fisiologis.
c; Posisi ini memungkinkan

c; Anjurkan klien untuk

terjadinya syndrome

menghindari posisi tegak atau

vena kava dan

supine dalam waktuyang

menurunkan aliran vena.

lama.

d; Mempertahankan tingkat
cairan dan perfusi ginjal
adekuat, yang

d; Berikan informasi mengenai

mengurangi natrium diet

perlunya masukan cairan 6

untuk mempertahankan

sampai 8 gelas/hari,

status isotonic.

penurunan masukan 2-3 jam


sebelum beristirahat, dan
penggunaan garam, makanan

dan produk mengandung

e; Kehilangan/pembatasan

natrium dalam jumlah

natrium dapat sangat

sedang.

menekan regulator
renning-angiotensin-

e; Berikan informasi mengenai

aldosteron dari kadar

bahaya menggunakan diuretic

cairan, mengakibatkan

dan penghilangan natrium

dehidrasi/hipovolemia

dari diet.

berat

a.Pertanyaan timbul sesuai


perubahan baru yang terjadi,
tanpa memperhatikan apakah
perubahan diharapkan atau
3.

Kurang pengetahuan mengenai


kemajuan alamiah dari

a; Tinjau ulang perubahan yang tidak.


Setelah dilakukan asuhan keperawatan

kehamilan berhubungan dengan selama 1 x 24 jam klien menunjukan


kurang pemahaman tentang

tingkat. Pengetahuannya mengenai

diharapkan selama trimester


kedua.

b.Membantu
mengingatkan/informasi

perubahan trimester kedua yang kemajuan alamiah dari kehamilan,

untuk klien tentang

dialami.

potensial situasi resiko

dengan kriteria hasil:

Klien

tinggi yang memerlukan

ssmengungkapkan/mendemonstrasib; Identifikasi kemungkinan

pemantauan lebih ketat

kan perilaku perawatan diri yang

resiko kesehatan individu

dan/atau intervensi.

meningkatkan kesejahteraan

(mis;aborsi spontan, hipoksia

Klien mampu mengidentifikasi

syang berhubungan dengan

tanda-tanda bahaya/mencari

asma atau tuberkulosis,

perawatan medis

penyakit jantung, hipertensi


akibat kehamilan [HAK],
kelainan ginjal, anemia,
diabetesmelitus gestasional

c. Membantu dalam memilih

[DMG], penyakit hubungan

tindakan karena kebutuhan

sexual [PHS]. Tinjau ulang

harus ditekankan pada

tanda-tanda bahaya dan

kemungkinan efek

tindakan yang tepat.

berbahaya pada janin.

c; Diskusikan adanya obatobatan yang mungkin

d. Kunjungan pranatal yang

diperlukan untuk mengontrol lebih sering mungkin


atau mengatasi masalah

diperlukan untuk

medis.

meningkatkan kesejahteraan
Ibu. Pemantauan Hb dan Ht
dengan menggunakan

d; Diskusikan kebutuhan

elektroforesis mendeteksi

terhadap pemeriksaan

anemia khusus dan

laboratorium khusus,

membantu dalam

skrening, dan pemantauan

menentukan penyebab.

ketat sesuai indikasi.

Skrining untuk DMG pada


gestasi minggu ke-24-26 atau
pada gestasi minggu ke-8,
dan ke-32 pada klien resiko
tinggi dapat mendeteksi
terjadinya hiperglikemia,
dapat memerlukan tindakan
dengan insulin dan/atau diet
menurut American Diabetes
Association. (rujuk pada
MK: Diabetes Mellitus:
prakehamilan/Gestasional;
Resiko Tinggi Kehamilan.)

C. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI


NoDx

Tanggal

Implementasi

Evaluasi

Ttd

3 Agustus 2005

Memperhatikan adanya S:
masalah/ keluhan.

Klien memahami perubahan-

Memperhatikan adanya

perubahan yang terjadi pada

sakit punggung dan

dirinya.

tekanan pada punggung Klien akan menggunakan

bagian bawah.

sandal tidak berhak untuk

Menganjurkan klien

mengurangi pegal dan akan

untuk menggunakan

beristirahat bila lelah.

sandal tidak berhak.

O:
Klien mengangguk- angguk
tanda mengerti.
Klien tampak rileks.
A:
Ketidaknyamanan dapat
diminimalkan.
P:
Ulangi intervensi yang telah
dilakukan.
Ulangi pengukuran TTV setiap
24 jam.
Ajarkan teknik relaksasi.

DAFTAR PUSTAKA
Dickason, Elizabeth J. 1997. Maternal-Infant Nursing Care. St. Louis, Missouri: Mosby
Doenges, E, Marilynn. 2001. Rencana Perawatan Maternal Bayi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC
Ferrer, Helen. 2001. Perawatan Maternitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran: EGC
Manuaba, Ida Bagus Gede. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: Arcan
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta. Yayasan Bina Pustaka
Reeder, Sharon J. 1992. Maternity Nursing: Family, Newborn, and Womens Health Care. USA: Lipponcott Company
Suprijadi, S.KM. 2001. Asuhan Antenatal. Jakarta: Pusdiknakes, WHO