Anda di halaman 1dari 2

Perbandingan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa yang Diajar

dengan Model Pembelajaran Generatif dan Pembelajaran Kooperatif


Teknik Conceptual Understanding Procedures (CUPs)
Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib dipelajari oleh berbagai
jenis dan tingkatan sekolah. Selama ini pembelajaran matematika di sekolah
cenderung mengarahkan agar siswa mampu menyelesaikan setiap bab sesuai
dengan target kurikulum yang telah ditentukan. Oleh karena itu, banyak siswa
yang
bisa
menyelesaikan
soal,
tetapi
tidak
mampu
untuk
mengimplementasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut NCTM (National Council of Teacher of Mathematics), Terdapat lima
standar yang penting untuk dipelajari dalam matematika, yaitu: kompetensi,
pemecahan masalah, penalaran, koneksi, komunikasi, dan representasi. Menurut
Ruspiani (2000:68) koneksi matematis adalah kemampuan siswa mengaitkan
konsep-konsep matematika, baik antar konsep-konsep matematika maupun
dengan bidang lainnya. Ada dua tipe umum koneksi matematis menurut NCTM,
yaitu modeling connection dan mathematical connection. Koneksi matematis
terbagi dalam tiga aspek kelompok koneksi, yaitu: aspek koneksi antar topik
matematika, aspek koneksi dengan disiplin ilmu lain, dan aspek koneksi dengan
dunia nyata/kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, dengan memiliki
kemampuan koneksi matematis yang baik akan membuat konsep matematika
melekat lebih lama pada siswa.
Pembelajaran generatif ditemukan oleh Merlin C. Wittrock yang termasuk
pembelajaran berbasis konstruktivisme. Dalam pembelajaran generatif siswa
aktif mengkonstruksi sendiri pengetahuannya melalui beberapa tahapan
pembelajaran. Russel Tytler dan Made Sumadi menyatakan pembelajaran
generatif terdiri dari empat fase, yaitu fase eksplorasi pendahuluan
(preliminary), fase pemusatan (focusing), fase tantangan (challenge), dan fase
aplikasi (application). Sementara itu, Osborne dan Wittrock mengemukakan
bentuk lain dari tahapan pembelajaran generatif, yaitu tahap orientasi, tahap
pengungkapan ide, tahap tantangan dan restrukturisasi, tahap penerapan, dan
tahap mengingat kembali.
Teknik Conceptual Understanding Procedures (CUPs) adalah salah satu teknik
yang digunakan dalam model pembelajaran kooperatif dimana siswa dibagi ke
dalam kelompok yang terdiri dari tiga orang (triplet). Setiap siswa diminta
berpikir secara individu mengenai pertanyaan yang diberikan guru untuk
kemudian didiskusikan oleh kelompok. Setelah diskusi dan menulis jawaban pada
lembar kerja, masing-masing kelompok diminta untuk mempresentasikan
jawaban di depan kelas agar didapatkan kesepakatan jawaban oleh seluruh
siswa di kelas. Dalam model pembelajaran ini guru bertindak sebagai fasilitator
bagi siswa.
Berdasarkan uraian singkat di atas akan dibandingkan kemampuan koneksi
matematis siswa yang diajar dengan model pembelajaran generatif dan
pembelajaran kooperatif teknik Conceptual Understanding Procedures (CUPs)

Nama:
Afifi

Nur

Noreg
3115086767

Juniar