Anda di halaman 1dari 24

Project Report

BENDUNGAN NUNUKAN
MADINA, KABUPATEN TAPANULI SELATAN
SUMATERA UTARA

SPESIFIKASI BENDUNGAN

Mutu beton K300

Besi beton untuk dia <13mm adalah BJTP U24 (Polos).

Besi beton untuk dia > 13mm adalah BJTD U40 (Ulir)

PERATURAN, STANDAR YANG DIGUNAKAN

SNI 03 2847 2002 Tata Cara Perhitungan Struktur Beton

SNI 1726 2002 Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur


Bangunan Gedung

Peraturan Pembebanan Indonesia untuk gedung 1983


PEMODELAN STRUKTUR DI PROGRAM SAP 2000


DATA DAN DIMENSI BENDUNGAN

Ukuran pondasi 4x6m, tebal 1 meter

Tebal dinding bendungan 1 meter

Lebar atas dinding bendungan 12 meter, lebar bawah 6 m.

Tinggi bendungan 3 meter.

Tinggi muka air didisain dengan ketinggian maximum 3 meter.

KOMBINASI PEMBEBANAN

C0 = D + L

C1 = 1.2 D + 1.6 L

C2 = 1.2 D + 1.3 W

C3 = 1.2 D + 1.3 S

C4 = 1.2 D + 1.3 U

C5 = 0.9 D + E

C6 = 0,9 D + 1,3 L + 1,0 E


o Dimana :

D =

Dead Load (berat sendiri + beban mati)

L =

Live Load

W =

Wind Load

S =

Stream (Air)

U =

Uplift

E =

Gempa

MATERIAL PROPERTY
BETON

BESI


AREA SECTION

S100>T.100CM(Dinding&
Pondasi)
S30>T.30CM(Sayap)

PEMBEBANAN
1. BEBAN MATI (DEAD LOAD)
Beban Mati akan dihitung secara automatis oleh program SAP 2000

2. BEBAN HIDUP (LIVE LOAD)
Direncanakan 400 kg/m2 (0.4 t/m2)


Diagaram beban Live Load pada SAP 2000




3. BEBAN ANGIN
1
6

1
40
6
266.67~270

/ 2

Dimana Qw = beban angin


Vw = kecepatan angin (m/dtk) , min. 40 kg/m2.


Diagaram beban Angin pada SAP 2000


4. BEBAN TEKANAN AIR

Pada dinding bendungan (horizontal) dikedalaman 3 m.

1 . 3

/ 2

Pada dasar bendungan (vertikal)

1 . 3
3

/ 2

Pada dasar bendungan (uplift)

1 . 3
3

/ 2


Diagaram beban air Horizontal dan Vertikal pada SAP 2000


Diagaram beban Uplift pada SAP 2000


5. BEBAN GEMPA
Mandailing terletak di Sumatera Utara , dengan posisi di daerah gempa zona 5.

Lokasi


Peta Zona Gempa


0,9 .1

1,6

= 0,56 (Nilai yang akan diinput di SAP 2000)


Dimana :

V = koefisien dasar gempa

C = 0.9 (Tanah Lunak, Tabel Waktu Getar Alami Gempa untuk


Wilayah 5)

I = faktor keutamaan bangunan (1)

R = reduksi gempa (Tabel 9)



Waktu getar alami gempa di batasi sbb :
T

T pakai

<

0.16

0.16

detik

0.16

detik

N= jumlah lantai bangunan


Tabel Waktu Getar Alami Gempa

Input Gaya Gempa Pada Program SAP 2000

ANALISA STRUKTUR
DIAGRAM MOMEN 11
1. KOMBINASI PEMBEBANAN C1

M1-1=117.73 kgm




2. KOMBINASI PEMBEBANAN C2

M1-1=953.013 kgm


3. KOMBINASI PEMBEBANAN C3

M1-1=4535.366 kgm

4.

KOMBINASI PEMBEBANAN C4

M1-1=4535.366 kgm

5. KOMBINASI PEMBEBANAN C5

M1-1=8110,11 kgm



6. KOMBINASI PEMBEBANAN C6

M1-1=11580.44
kgm


DIAGRAM MOMEN 22
7. KOMBINASI PEMBEBANAN C1

M2-2=191.561 kgm




8. KOMBINASI PEMBEBANAN C2

M2-2=2168.14 kgm


9. KOMBINASI PEMBEBANAN C3

M2-2=9385.20 kgm

10.

KOMBINASI PEMBEBANAN C4

M2-2=9385.20 kgm

11.

KOMBINASI PEMBEBANAN C5

M2-2=21749,98 kgm


12.

KOMBINASI PEMBEBANAN C6

M2-2=29006,17 kgm


DISAIN PENULANGAN
Dari analisa yang telah dilakukan oleh program SAP 2000, maka di pilih momen M11 dan M22
maximum dari kombinasi pembebanan yang telah ditetapkan.
M11

11580,44kgm

M22

29006,17kgm

PERENCANAAN STRUKTUR BENDUNGAN


Tebal slab
ARAH X
fy
f'c
b

p
t
d'

=
=
=
=
=
=

M max

M max

Rn

100 cm

4000
300
100
0.8
3.25
100
94.475

29006.2 kgm

29006.17

=
0.9
=

3.6

fy
0.85

rr

As

Apembagi

Dipakai

b
2,900,617
100

ARAH Y
fy
f'c
b

p
t
d'

=
=
=
=
=
=

(output SAP2000)

M max

kg m =

M max

29.01 tm

Mn

=
F

kg/cm2 ( Mutu Baja)


kg/cm2 ( Mutu Beton)
cm
( Lebar plat per strook 1 m)
( Koefisien reduksi)
cm
cm
( Tebal plat lantai)
cm

Rn

4000
300
100
0.8
3.25
100
96.7

11580.4 kgm

11580.44

=
94.5

0.9

f'c

=
=
=

f'c

0.83
f'c
300
0.83
249.00

4000
0.85
249.00

1.4

fy
0.85

18.90

1
m

2 * m * Rn
1 1

fy

1
18.90

0.0172

0.0009

1.33

0.0012

r pakai

0.0012

11.44

25%

As

0.25

11.44

0.74

cm2

19

rr

100

94.5

As

cm2
Apembagi

200

248

Dipakai

(output SAP2000)

kg m =

11.58 tm

Mn
F

kg/cm2 ( Mutu Baja)


kg/cm2 ( Mutu Beton)
cm
( Lebar plat per strook 1 m)
( Koefisien reduksi)
cm
cm
( Tebal plat lantai)
cm

b
1,158,044
100

96.7

f'c

=
=
=

f'c

4000
0.85
249.00

18.90

1
m

2 * m * Rn

1 1

fy

1
18.90

0.0065

0.0003

1.33

0.0005

r pakai

100

96.7

0.0005

4.44

25%

As

0.25

4.44

0.74

cm2

13

cm2

200

299 )

0.83
f'c
300
0.83
249.00

Skets Penulangan

KONTROL STABILITAS STRUKTUR BENDUNGAN


DISTRIBUSI GAYA


1. Check stabilitas struktur terhadap Guling
1.5

V1 = b .b.h

= 2,4 . 1 . 3

= 7,2 t

V2 = t .b . h

= 1,8 . 1,5 . 3

= 8,1 t

V3 = a .b . h

= 1 . 1,5 . 3

= 7,5 t

V4 = b . b. h

= 2,4 . 4 . 1

= 9,6 t

V = 32,4 t
H = 0,5 . a . h2

= 0,5 . 1 . 32

= 4,5 t


Mr1 = b .b.h.(1.5+0.5)

= 2,4 . 1. 3 . 2

= 14,4 tm

Mr2 = t .b.h.(0.75)

= 1,8 . 1.5. 3 . 2

= 16,2 tm

Mr3 = a.b. h.(1.5+1+0.75)


= 1 . 1,5 . 3 . 3,25

= 14,625 tm

Mr4 = b.b. h.(2)


= 2,4 . 4 . 1 . 2

= 19,2 tm

Mo1 = 0,5 a. h2 . 1,333


= 0,5 . 1 . 32 . 1,333

= 5,99 tm


14,4

16,2

64.425
5,99
10,75

14,625
5,99

19,2

1.5

1.5
1.5 ok


Struktur aman terhadap Guling (Overturning Moment)


2. Check stabilitas struktur terhadap settlement/daya dukung tanah

= Mr Mo

= 64,425 5,99

= 58,43 tm


58,43
32,4
1,80

4

3
1,33


q = .
= 32,4.

.
. ,

< q izin min


.

< 10 t/m2

= 5,67 t/m2

< 10 t/m2

= 0,57 kg/cm2

< 1 kg/cm2 (ok)


Struktur aman terhadap Settlement

3. Check stabilitas struktur terhadap gelincir/sliding

1,5

f = koefisien gesekan antara dasar pondasi dengan tanah (0.35)




32,4 . 0,35
4,5

1,5


11,34
4,5

1,5

2,52 > 1,5 (ok)


Struktur aman terhadap Sliding/Gelincir


KESIMPULAN
1. Struktur Bendungan diatas sudah aman dan stabil.
2. Penulangan struktur bendungan adalah D19200 dan D13200. Sementara
design yang sudah ada memakai D19200 dan D13200. Artinya design yang
sudah ada sudah layak untuk diterapkan dilapangan.