Anda di halaman 1dari 14

KERANGKA ACUAN KERJA

(KAK)

KEGIATAN:

PEMBANGUNAN BANDAR UDARA ..................................

PEKERJAAN:

STUDI PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN


BANDAR UDARA .........................

Kerangka Acuan Kerja

KERANGKA ACUAN KEGIATAN (TERM OF REFERENCE)

Kementerian Negara/Lembaga

: ..................................................................

Unit Organisasi

: ..................................................................

Program

: ..................................................................

Sasaran Program

: ..................................................................

Usulan SBK

: ..................................................................

Kegiatan

: ..................................................................

Sub Kegiatan

: Pekerjaan Penyusunan Studi Pemilihan Lokasi dan


Kelayakan Bandar Udara .........................................

1.

LATAR BELAKANG
1.1. Dasar Hukum
a. Undang - Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan
(Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3481) ;
b. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2001 tentang Keamanan dan
Keselamatan Penerbangan (Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 9,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 4075);
c. Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan
(Lembaran Negara Tahun 2001 Nomor 128, Tambahan Lembaran
Negara Nomor 4146);
d. Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian
Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan
Keputusan Presiden Nomor 94 Tahun 2006;
e. Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan
Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia n sebagaimana
telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2007;
f.

Kerangka Acuan Kerja

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor T11./2/4-U tanggal 30


Nopember 1960 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil

(CASR) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Menteri


Perhubungan Nomor KM 4 Tahun 2006;
g. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 44 Tahun 2002 tentang
Tatanan Kebandarudaraan Nasional;
h. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 48 Tahun 2002 tentang
Penyelenggaraan Bandar Udara Umum;
i.

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 31 Tahun 2006 tentang


Pedoman dan Proses Perencanaan di Lingkungan Departemen
Perhubungan;

j.

Surat Keputusan SKEP/77/VI/2005, tentang Persyaratan Teknis


Pengoperasian Fasilitas Teknik Bandar Udara.

k. Kerangka Acuan Kerja


l.

Pedoman Gambar Kerja

m. Spesifikasi Teknis
n. Kepres No. 80 Tahun 2003 Tentang Pedoman Pelaksanaan
Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah dan perubahannya.
o. Perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang / Jasa
Pemerintah dan perubahannya.
p. Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah
Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2012.

1.2. Gambaran Umum


Bandar udara sebagai prasarana penyelenggaraan penerbangan dalam
menunjang aktivitas suatu wilayah perlu ditata secara terpadu guna
mewujudkan penyediaan jasa kebandarudaraan sesuai dengan tingkat
kebutuhannya. Agar penyelenggaraan layanan jasa bandar udara dapat
terwujud dalam satu kesatuan tatatan kebandarudaraan secara nasional
yang handal dan berkemampuan tinggi, maka dalam proses penyusunan
penataan bandar udara tetap perlu memperhatikan tata ruang,
pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keamanan dan
keselamatan penerbangan secara nasional. Hal ini sesuai sebagaimana
diatur dalam UU No.24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang, UU No. 15

Kerangka Acuan Kerja

Tahun 1992 tentang Penerbangan, dan yang ditindaklanjuti dengan


Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2001 tentang kebandarudaraan serta
KM Menteri Perhubungan KM. No. 48 Tahun 2002 tentang
Penyelenggaraan Bandar Udara Umum, serta KM Menteri Perhubungan
Nomor KM. 83 Tahun 1998 tentang Pedoman Proses Perencanaan di
Lingkungan Departemen Perhubungan.
Kabupaten adalah salah satu kabupaten di Provinsi
yang sedang giat membangun. Posisi geografis
Kabupaten yang terletak di ujung barat daya dari Provinsi
yang merupakan wilayah perbatasan dengan Provinsi
... . Terkait dengan letak geografis dan keberadaan sarana dan
prasarana wilayah yang dimiliki saat ini dirasakan masih menjadi kendala
aksesibilitas wilayah. Kendala keterbatasan aksesibilitas ini bila tidak
mendapatkan penanganan yang memadai pada akhirnya berujung kepada
terpencilnya daerah tersebut dengan daerah lainnya, yang pada akhirnya
akan berpengaruh pada proses pembangunan wilayah. Di sisi lain,
Kabupaten Bungo memiliki potensi sumber daya alam yang belum
dikembangkan secara optimal. Keterbatasan sarana dan prasarana
transportasi yang yang saat ini masih mengandalkan angkutan darat dan
angkutan sungai bagaimanapun menjadi kendala pembangunan wilayah
Kabupaten .
Sesuai dengan paradigma baru peran pemerintah dan era implementasi
otonomi daerah, maka semakin besar tuntutan bahwa pemerintah adalah
sebagai regulator dan fasilitator dalam pelaksanaan pembangunan. Hal ini
tentunya akan lebih memperbesar peran pihak swasta dalam proses
pembangunan. Sebagaimana diketahui dan telah menjadi fakta bahwa
sektor swasta merupakan engine of growth dalam suatu pembangunan.
Sektor swasta-lah yang pada kenyataannya mampu menggerakkan roda
perekonomian suatu wilayah baik melalui proses produksi, distribusi dan
pemasaran barang dan jasa, dampak penciptaan peluang kerja serta
dampak nilai tambah daya tarik suatu daerah.
Sehubungan dengan hal tersebut, maka Pemerintah Kabupaten
memiliki prakarsa untuk melakukan kajian kelayakan dan
penetapan lokasi pengembangan bandar udara di wilayah ini. Dalam kajian
ini akan dilakukan evaluasi terhadap beberapa alternatif lokasi yang tepat
untuk pengembangan bandar udara termasuk mengkaji kembali alternatif
lokasi yang pernah dipilih dalam pengembangan bandar udara militer yang
pernah dilakukan. Mengingat kegiatan kebandarudaraan merupakan suatu
hal yang multi-facet (intersektoral dan interdisipliner), maka dalam
pekerjaan ini perlu dikaji secara detail: (1) kelayakan aspek teknik
kebandarudaraan, (2) kelayakan aspek operasional penerbangan, (3)
kelayakan aspek pengusahaan angkutan udara, (4) kelayakan asepek
lingkungan, dan (5) kelayakan aspek ekonomi dan finansial.

Kerangka Acuan Kerja

Oleh karena penataan fasilitas bandar udara merupakan pekerjaan yang


kompleks dan perlu mempertemukan kepentingan berbagai bidang (multifacet), maka proses perencanaan fasilitas bandar udara benar-benar
membutuhkan keahlian yang kapabel, yang mampu menghasilkan produk
perencanaan sesuai dengan kriteria-kriteria teknis di bidang
kebandarudaraan yang berlaku secara internasional yang dibakukan oleh
ICAO (International Civil Aviation Organization) dan merujuk kepada
standar peraturan perundangan yang berlaku. Dengan memperhatikan
tingkat kepentingan pengembangan bandar udara di wilayah Kabupaten
Bungo, maka seyogyanya proses perencanaan yang diperlukan tersebut
dapat dilaksanakan secara terpadu dalam satu paket pekerjaan agar dapat
diperoleh hasil yang optimal, efisien dan efektif dan dalam jangka waktu
yang lebih singkat.

1.3. Alasan Kegiatan Dilaksanakan


a. Sebagai kajian yang memberikan gambaran kelayakan secara teknis,
sosial, lingkungan dan kelayakan ekonomis.
b. Untuk mengetahui layak atau tidaknya rencana lokasi bandar udara
baru dengan lokasi bandar udara eksisting di sekitarnya.
c.Sebagai dokumen yang berguna untuk mendasari tindak lanjut
pelaksanaan kegiatan dari studi kelayakan.
d. Sebagai bahan dasar untuk pengajuan permohonan penetapan lokasi
bandar udara kepada Menteri Perhubungan.

2.

KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN


2.1. Uraian Kegiatan
Kegiatan yang dilaksanakan adalah Pekerjaan Studi Pemilihan Lokasi dan
Kelayakan Bandar Udara .
2.2. Batasan Kegiatan
Adapun batasan pelaksanaan kegiatan Pekerjaan Pembangunan Bandar
Udara Muara Bungo.

3.

MAKSUD DAN TUJUAN


3.1. Maksud Kegiatan

Kerangka Acuan Kerja

Maksud pelaksanaan studi ini adalah melakukan kajian kelayakan


pengembangan bandar udara di wilayah Kabupaten .., mengkaji
alternatif lokasi yang tepat serta menyusun rencana dasar (preliminary
planning) pengembangannya dalam rangka peningkatan aksesibilitas
wilayah melalui jaringan transportasi udara.
3.2. Tujuan Kegiatan
Tujuan pelaksanaan studi ini adalah diperolehnya pedoman langkah
perencanaan lanjutan berupa hasil kajian kelayakan multi aspek serta
penetapan lokasi untuk pembangunan fasilitas bandar udara di wilayah
Kabupaten

4.

INDIKATOR KELUARAN
Keluaran (produk) yang diharapkan dari pelaksanaan studi ini adalah sebagai
berikut:
a. Penetapan lokasi bandar udara terpilih dari kajian/seleksi kelayakan aspek
teknis, operasional, lingkungan dan biaya pembangunan terhadap beberapa
alternatif lokasi yang memungkinkan untuk pembangunan bandar udara.
b. Detail kajian kelayakan lengkap terhadap lokasi terpilih untuk pembangunan
bandar udara.
c. Rencana pendahuluan (preliminary planning) dari alternatif lokasi bandar
udara terpilih sebagai konsep pengembangan bandar udara.

5.

CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


5.1. Metode Pelaksanaan.
A. Umum
Perencanaan suatu bandar udara merupakan suatu pekerjaan yang
kompleks (multi-facet) yang membutuhkan integrasi dari berbagai
bidang dan tingkat keahlian yang benar-benar qualified karena
ketatnya acuan standar dan peraturan yang berlaku secara
internasional. Dalam suatu pengembangan prasarana bandar udara
yang sudah ada pada umumnya dilakukan melalui tahapan penetapan
lokasi, feasibility study, master planning, AMDAL sampai pada tahapan
detailed engineering design. Dalam proses pelaksanaannya, terdapat
kasus-kasus perencanaan yang melibatkan banyak kepentingan atau

Kerangka Acuan Kerja

berbagai kontroversi, seperti dalam hal pembangunan bandar udara


baru, diperlukan kesepakatan dari berbagai pihak, seperti pemerintah
dan perusahaan penerbangan mengenai tujuan proyek, sistem
transportasi, maupun kebijaksanaan umum mengenai layaknya suatu
bandar udara baru dibangun.
B. Pekerjaan Persiapan
Sebelum memulai rangkaian pekerjaan, maka penyedia jasa akan
melakukan langkah persiapan berupa pemahaman rinci terhadap
Kerangka Acuan Kerja yang definitif dengan pihak pemberi pekerjaan
dan selanjutnya menyusun program kerja yang mencakup:
1) Penjelasan dan maksud tujuan pekerjaan secara mendetail.
2) Penyusunan detail metodologi pelaksanaan pekerjaan.
3) Pembuatan program kerja:
- Program detail kegiatan
- Jadwal pelaksanaan pekerjaan
- Perlengkapan dan organisasi kerja
- Penyediaan tenaga ahli
4) Studi literatur/kepustakaan
5) Penyusunan daftar data yang diperlukan, rencana survei lapangan,
konsep formulir survei/penelitian.
C. Inventarisasi Data dan Informasi Terkait
Pelaksanaan Inventarisasi data dan informasi terkait dapat dilakukan
sebelum dan bersamaan dengan saat dilakukan survei ke wilayah
studi. Inventarisasi data sekunder yang terkait yang diperlukan antara
lain meliputi:
1) Tata Guna Lahan dan Prasarana Fisik Wilayah
a) Jaringan
prasarana
transportasi
dan
rencana
pengembangannya (jika telah ada)
b) Jaringan utilitas dan rencana pengembangannya (jika telah
ada).
2) Fisiografi, Topografi, dan Meteorologi
a) Peta topografi skala 1:25.000 atau 1:50.000 pada rencana
lahan dan kawasan di sekitar rencana pengembangan bandar
udara.
b) Peta tata guna lahan di sekitar lokasi bandar udara
c) Peta tematik wilayah perencanaan yang terkait dengan rencana
pengembangan badar udara.

3) Data Bandar Udara, meliputi;

Kerangka Acuan Kerja

a) Data umum fasilitas bandar udara


b) Data lalu lintas penumpang, bagasi dan kargo
c) Data lalu lintas dan pergerakan pesawat
4) Dokumen/hasil studi-studi terkait
a) Hasil studi atau perencanaan bandar udara yang terkait
b) Hasil studi atau perencanaan sektor-sektor lain yang terkait
dengan rencana pengembangan bandar udara.
D. Survai Detail Lapangan
1. Pengukuran Topografi
Penyedia jasa harus melakukan Survai/Pengukuran Lapangan.
Pekerjaan Pengukuran Topografi dilakukan pada lahan kawasan
bandar udara dan kawasan sekitarnya yang bertujuan untuk
mendapatkan peta situasi pada lokasi bandar udara. Dalam
pelaksanaan pekerjaan ini Penyedia jasa harus menyediakan dan
menggunakan peralatan seperlunya guna mendapatkan data hasil
pengukuran sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang
berlaku.
Sistem koordinat yang harus digunakan dalam pengukuran ini
adalah mempergunakan sistem koordinat bandar udara (ACS),
sistem koordinat UTM, sistem koordinat WGS-84. Penyedia jasa
harus mencantumkan koordinat titik-titik penting fasilitas bandar
udara dan atau koordinat titik-titik penting lainnya dalam kedua
sistem koordinat tersebut.
Lingkup pengukuran lapangan yang harus dilaksanakan meliputi:
a) Pengukuran Kerangka Poligon Kawasan Bandar Udara
b) Pengukuran Detail Situasi dalam Kawasan Lahan Bandar
Udara
c) Pengolahan data dan penggambaran peta situasi skala
1:25.000 dan gambar potongan.
Dalam pengukuran topografi ini harus dimasukkan pula catatancatatan penting karakteritik wilayah hasil pengamatan lapangan,
seperti: lokasi titik-titik atau bangunan penting, kegiatan
kependudukan dan tata guna tanah sekitarnya, dan lain-lain yang
diperlukan.
2. Survai Penyelidikan Tanah

Kerangka Acuan Kerja

Pekerjaan penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pengujian


daya dukung tanah di lapangan, pengambilan sampel tanah di
lapangan, dan pengujian laboratorium untuk mendapatkan data
karakteristik fisik dan struktur tanah terutama pada daerah rencana
perletakan bangunan/fasilitas bandar udara.
Jenis kegiatan penyeldikan tanah yang harus dilaksanakan
meliputi:
a) Hand Boring
b) Sondir
c) Pengujian daya dukung tanah (CBR lapangan atau modulus k)
d) Tes Pit dan pengambilan sampel tanah di lapangan
e) Pengujian Laboratorium
5.2. Penyusunan Kelayakan Pembangunan Bandar Udara
Pelaksanaan penyusunan kelayakan pembangunan/pengembangan
bandar udara yang yang sudah ada maupun bandar udara baru, ada
beberapa aspek kajian penting yang perlu diungkapkan dalam rangka
mencapai tujuan perencanaan yang diinginkan. Adapun aspek kajian
tersebut meliputi;
1. Aspek Strategi Wilayah
Dalam aspek ini, konsultan harus melakukan identifikasi potensi
pengembangan ekonomi dan sosial budaya di wilayah dimana bandar
udara akan dibangun. Pembangunan bandar udara harus
mempertimbangkan aspek kawasan keamanan dan keselamatan
operasi penerbangan, kesesuaian dengan tata ruang, estimasi
terhadap dampak yang akan terjadi, penerapan batas (obstacle)
penerbangan dan rekayasa engineering. Serta mempertimbangkan
pula terhadap usulan atau hasil diskusi dengan pihak pemerintah,
swasta dan masyarakat yang berkepentingan dengan keberadaan
bandar udara.
2. Aspek Teknis
Aspek teknis terkait dengan hal-hal sebagai berikut;
a. Inventarisasi informasi dan data teknik (topografi, tanah, hidrologi,
geologi/fisiografi dan meteorologi).
b. Peramalan permintaan jasa angkutan udara, yang meliputi;
1) Arus pergerakan penumpang dan barang tahunan.
2) Arus pergerakan penumpang dan barang pada saat jam sibuk.
3) Arus pergerakan pesawat tahunan
4) Arus pergerakan pesawat pada saat jam sibuk

Kerangka Acuan Kerja

5) Rute penerbangan
6) Rencana tujuan terjauh
c. Analisis kebutuhan fasilitas bandar udara, meliputi;
1) Kebutuhan fasilitas bandar udara untuk sisi darat dan sisi
udara.
2) Kebutuhan fasilitas telekomunikasi, navigasi udara, elektronika
dan listrik.
3) Kebutuhan fasilitas utilitas, jalan akses dan area parkir
kendaraan.
d. Ketersediaan lahan dan kesesuaian dengan rencana tata ruang
wilayah.
3. Aspek Ekonomi
Dalam aspek ekonomi , antara lain menentukan kebutuhan nilai
investasi dan melakukan kelayakan pengoperasian bandar udara,
dengan menggunakan berbagai metode yang telah dikenal, misalnya;
Economic Internal Rate of Return (EIRR), Financial Internal Rate of
Return (FIIR), Net Present Value (NPV) dan Benefit Cost Ratio (BCR).
4. Aspek Keselamatan Operasi Penerbangan
Konsultan akan mendasarkan analisisnya pada ketentuan-ketentuan
pokok dari standar-standar yang berlaku secara internasional seperti
yang tercantum dalam ICAO Annex 14, Aerodrome serta ketentuan
peraturan perundangan nasional yang berlaku. Kajian ini juga
mencakup penetapan kawasan keselamatan operasi penerbangan,
kawasan kebisingan, kapasitas dan potensi ruang udara serta fasilitas
navigasi udara.
5. Aspek Lingkungan
Dalam aspek ini konsultan akan melakukan prakiraan awal
implikasi/dampak yang akan timbul pada setiap tahapan kegiatan
pembangunan terhadap kondisi sosial, ekonomi, budaya masyarakat
setempat serta dampaknya terhadap kondisi fisik-kimia, flora dan fauna
terutama bagi biota yang dilindungi oleh undang-undang dengan
mendasarkan kepada peraturan perundangan yang berlaku.
6. Aspek Pertahanan dan Keamanan Wilayah
Dalam aspek ini konsultan akan melakukan kajian peranan keberadaan
bandar udara dalam mendukung sistem pertahanan dan keamanan
wilayah.

Kerangka Acuan Kerja

5.3. Studi Penetapan Lokasi


Untuk menentukan sebagai lokasi yang terpilih, konsultan kembali
mengkaji seluruh aspek kelayakan yang akan menjadi dasar pertimbangan
dalam menilai dari beberapa alternatif lokasi yang dikaji. Dalam
menentukan satu pilihan lokasi yang terbaik, konsultan akan menggunakan
penilaian sistem matrik, dimana masing-masing alternatif akan dinilai
berdasarkan kriteria-kriteria yang sama yang akhirnya akan muncul satu
alternatif lokasi yang memiliki kendala atau permasalahan yang minimum.

1. Aspek Teknis
Aspek teknis yang terkait terhadap penentuan lokasi bandar udara,
meliputi;
a. Kondisi topografi, struktur tanah, hidrologi dan geologi/fisiografi.
b. Kesesuaian dengan Rencana Umum Tata Ruang Wilayah.
c. Aksesibilitas dari dan ke bandar udara
d. Tersedianya infrastruktur penunjang bandar udara.
e. Ketersediaan lahan untuk pengembangan bandar udara dimasa
yang akan datang.
f. Jarak bandar udara dengan pusat kota.
2. Aspek Operasional Penerbangan
Aspek operasional penerbangan yang terkait dengan penentuan lokasi,
meliputi;
a. Kesesuaian dengan master plan ruang udara.
b. Kondisi obyek obstcle di kawasan keselamatan operasi
penerbangan
c. Kondisi meteorologi (arah dan kecepatan angin, suhu, tekanan
udara dan kelembaban udara).
3. Aspek Lingkungan
Dalam aspek lingkungan menjadi salah satu pertimbangan yang
disyaratkan bagi semua kegiatan yang menyebabkan terjadinya
perubahan alam. Hal ini meliputi;
a. Kondisi tingkat perubahan alam yang akan terjadi (perubahan
bentang alam, kebisingan dan perubahan status lahan).
b. Kondisi flora dan fauna di kawasan bandar udara.
c. Kondisi perairan di sekitar kawasan bandar udara.
4. Aspek Sosial, Budaya dan Kemasyarakatan

Kerangka Acuan Kerja

10

Aspek ini merupakan salah satu aspek yang memiliki tingkat kerumitan
yang signifikan dalam proses kegiatan pembangunan, hal ini sangat
dipengaruhi oleh;
a. Status kepemilikan lahan yang akan dibebeaskan.
b. Nilai kompensasi pembebasan lahan, bangunan dan obyek
tumbuh.
c. Perubahan fungsi kawasan.
d. Perubahan nilai lahan di sekitar rencana kawasan bandar udara.
5. Aspek Pelaksanaan Konstruksi
Aspek ini akan berpengaruh pada nilai/biaya investasi pembangunan
fasilitas bandar udara yang sesuai dengan standar perencanaan yang
berlaku, meliputi;
a. Kondisi topografi lahan (timbunan, galian dan hidrologi lingkungan).
b. Kondisi struktur tanah (jenis pondasi bangunan dan pondasi
perkerasan runway, taxiway dan apron)
c. Jarak dan lokasi galian bahan bangunan pokok.
d. Aksesibilitas bahan dan alat ke lokasi proyek.

6.

TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN


Lokasi pekerjaan berada di lokasi .., Desa ,
Kecamatan .., Kabupaten .

7.

PELAKSANA DAN PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN


7.3. Pelaksana Kegiatan
Persyaratan Tenaga Ahli yang diusulkan harus mengacu kepada
pesyaratan yang berlaku. Kebutuhan tenaga untuk layanan jasa penyedia
jasasi dengan kualifikasi dan keahlian adalah sebagai berikut :
1. Ketua Tim (Ahli Perencana Bandara), kualifikasi Ahli Utama (minimum
10 tahun) dengan latar belakang pendidikan S1 Teknik Sipil/Teknik
Arsitektur.
2. Ahli Teknik Sipil Transportasi, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan
latar belakang pendidikan S1 Teknik Sipil/Transportasi.
3. Ahli Teknik Arsitektur, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar
belakang pendidikan S1 Teknik Arsitektur.
4. Ahli Keselamatan Operasi Penerbangan, kualifikasi Ahli (minimum 7 th)
dengan latar belakang pendidikan S1 Teknik Sipil/PLLU.
5. Ahli Geodesi, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar belakang
pendidikan S1 Pendidikan Teknik Geodesi.

Kerangka Acuan Kerja

11

6. Ahli Makanika Tanah, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar


belakang pendidikan S1 Teknik Geologi.
7. Ahli Lingkungan, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar belakang
pendidikan S1 Teknik Lingkungan.
8. Ahli Ekonomi, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar belakang
pendidikan S1 Ilmu Ekonomi.
9. Ahli Meteorologi, kualifikasi Ahli (minimum 7 th) dengan latar belakang
pendidikan S1 Ilmu Fisika.
Untuk mendukung pekerjaan ini, penyedia jasa harus melengkapi dengan
layanan tenaga pendukung sekurang-kurangnya:
1. Operator Komputer
2. CAD Operator.
7.2. Jadwal Penugasan Personel
Pelaksanaan penugasan personel pelaksana kegiatan ini sesuai dengan
rencana pelaksanaan kegiatan adalah selama 150 (seratus lima puluh)
hari kalender. Penugasan personel harus ditempatkan sesuai dengan
Jadwal kegiatan terkait dalam paket kegiatan ini agar pelaksanaan
kegiatan dapat berjalan dengan lancar, tepat waktu, kuantitas dan kualitas
sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing personel.

Jadwal Penugasan Personel

No

Kualifikasi
1

A.

Tenaga Inti

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Team Leader
Ahli T. Sipil Transportasi
Ahli T. Arsitektur
Ahli
Keselamatan
Operasi
Penerbangan
Ahli Geodesi
Ahli Mekanika Tanah
Ahli Lingkungan
Ahli Ekonomi
Ahli Meteorologi

B.

Tenaga Pendukung

1
2
3

Cad Draftman
Operator Komputer 1
Operator Komputer 2

Periode Bulan Ke
2
3
4

Man
Month
5
4
5
5
4
4
4
5
4
5
5
5

7.3. Penanggungjawab Kegiatan

Kerangka Acuan Kerja

12

Penanggungjawab kegiatan adalah Kuasa Pengguna Anggaran, Pejabat


Pembuat Komitmen, Pejabat Penandatanganan Surat Perintah Membayar.
7.4. Penerima Manfaat
Penerima manfaat kegiatan adalah .

8.

JADWAL KEGIATAN
Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan dalam jangka waktu 150 (seratus lima
puluh) hari kalender.

Kerangka Acuan Kerja

13