Anda di halaman 1dari 3

SONIC LOG

Sonic log atau log suara dirancang untuk merekam porositas batuan formasi dengan cara
mengukur interval transite time (t), yaitu waktu yang diperlukan oleh gelombang suara untuk
merambat sejauh 1 feet dalam formasi.
Sistem peralatan sonic log menggunakan transmiter gelombang suara dan alat penerima
(receiver) .

Tujuan dari kegunaan Sonic Log adalah

Menentukan porositas batuan formasi


Salah satu kegunaan dari sonic log adalah mengetahui porositas batuan suatu
formasi. Berdasarkan sistem kerja dari sonic log,porositas batuan dapat terdeteksi dengan
melihat besarnya nilai transite time yang di hasilkan dari pancaran gelombang sonic dari
transmiter yang kemudian di rekam oleh receiver,dimana nilai transite time yang
dihasilkan akan berbeda dari setiap jenis batuan yang ada pada suatu formasi. Besarnya
nilai transite time dapat dijadikan acuan dalam menentukan porositas batuan tersebut.
Apabila nilai dari transite time yang dihasilkan semakin besar maka porositas batuan
tersebut memiliki porositas yang semakin baik,dan bila nilai transite timenya semakin
kecil maka batuan tersebut memiliki porositas yang buruk atau jelek. Hal tersebut dapat
terjadi karena,besarnya nilai transite time yang direkam di transmiter,dapat menunjukan
jenis ataupun kekompakan suatu batuan,yang mana batuan yang semakin padat akan
memiliki nilai transite time yang lebih kecil dibanding batuan yang berporous yang
memiliki porositas yang baik.

Menentukan jenis litologi


Selain menentukan porositas batuan,kegunaan dari sonic log adalah menentukan
jenis atau litologi suatu batuan formasi.Cara menentukan litologi suatu batuan tidak jauh
berbeda atau sangat berbuhubungan dengan menentukan porositas batuan,yaitu dengan

melihat nilai transite time dan penunjukan arah deflasi yang terlihat pada data log. Batuan
yang memiliki nilai transite time yang besar menunjukan batuan tersebut berporous
dengan arah deflasi ke arah kiri,biasanya batuan tersebut termasuk batuan coal
,sedangkan pada pembacaan deflasi ke arah kanan menenjukan batuan tersebut semakin
padat,yang memiliki nilai transite time yang kecil,biasanya batuan tersebut berjenis
limestone.

Mengetahui zona over pressure

Mengetahui keterdapatan hidrokarbon


Pada dasarnya kegunaan sonic log adalah menentukan besarnya porositas suatu
batuan dan menentukan jenis litologi suatu batuan. Untuk menentukan zona hidrokarbon
dengan sonic log,hasil yang diperoleh tidak akurat,untuk itu penggunaan sonic log
biasanya dikombinasikan dengan jenis log yang lain.

Sonic log bertujuan untuk menentukan jenis log sonic yang umum digunakan dilapangan adalah
tipe :
1. BHC ( Bore Hole Compensated ) sebagai porositas total dan untuk melihat sonic.
BHC merupakan peralatan simple yang terdiri dari sepasang transmitter dan empat
receiver untuk mengimbangi lubang dan kemiringan sonde. Jarak normal antara
transmitter dan receiver adalah 3 5. Menghasilkan kelambatan kompresional
dengan mengukur waktu kedatangan pertama transite.

Digunakan untuk :
1.
2.
3.
4.

Korelasi
Porositas
Litologi
Seismic tie in / waktu untuk kedalaman konversi.

2. CBL ( Cement Bond Log ) untuk bonding cement dan fungsinya untuk melihat
ikatan semen. Alat yang digunakan untuk mengukur ikatan semen yaitu ikatan antara
casing dan semen ditempatkan di anulus antara casing dan lubang sumur tersebut.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat sonik dan ultrasonik akustik. Dalam
kasus alat sonik, pengukuran biasanya ditampilkan pada log ikatan semen (CBL)
dalam satuan millivolt, redaman desibel, atau keduanya. Pengurangan membaca di
milivolt atau meningkatkan pelemahan desibel merupakan indikasi kualitas yang
lebih baik-ikatan semen di belakang casing ke dinding casing.