Anda di halaman 1dari 20

Sistem Pengangkutan

Sampah
Dosen:
Ir. Yenni Ruslinda, MT
JURUSAN TEKNIK LINGKUNGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGANGKUTAN SAMPAH

Pengangkutan sampah adalah membawa


sampah dari lokasi pemindahan (TPS/TPST) atau
dari sumber secara langsung menuju tempat
pemrosesan akhir sampah (TPA)

Metode pengangkutan:

Hauled Container System (HCS)/ sistem

wadah angkut, Wadah pengumpul dibawa ke


TPA, untuk melayani daerah komersial
Stationary Container System (SCS)/ sistem
wadah tetap, Wadah pengumpul tidak
dibawa/tetap, untuk melayani daerah pemukiman

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENGANGKUTAN SAMPAH
Untuk mendapatkan sistem pengangkutan yang efisien
dan efektif maka operasional pengangkutan sampah
sebaiknya mengikuti prosedur sebagai berikut:
Menggunakan rute pengangkutan yang sependek
mungkin dan dengan hambatan yang sekecil mungkin;
Menggunakan kendaraan angkut dengan kapasitas dan
daya angkut yang semaksimal mungkin;
Menggunakan kendaraan angkut yang hemat bahan
bakar;
Dapat memanfaatkan waktu kerja semaksimal mungkin
dengan meningkatkan jumlah beban kerja semaksimal
mungkin seperti ritasi pengangkutan.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KOMPONEN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH


1. Kendaraan transportasi
Truk biasa dengan volume 6 m3, 8 m3, dan 10 m3;
Dump truck dengan volume 6 m3, 8 m3, dan 10 m3;
Arm roll truck dengan volume 6 m3, 8 m3, dan 10 m3;
Compactor truck dengan volume 6 m3, 8 m3, dan 10m3.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

COMPACTOR TRUCK DAN STREET SWEEPER

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

KOMPONEN SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH


2. Operasi sistem transportasi
Pemilihan kendaraan transportasi, tergantung pada:
kondisi jalan,
jarak angkut ke TPA,
jumlah dan karakteristik sampah yang akan diangkut,
karakteristik mengangkut / mengosongkan sampah dan biaya
pemeliharaan.

Rencana rute kendaraaan memperhatikan:

kepadatan lalu lintas,


klasifikasi jalan (batasan berat maksimum),
rencana daerah pelayanan masing-masing kendaraan,
frekuensi transportasi,
jumlah trip perhari,
waktu kerja.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POLA TRANSPORTASI SAMPAH

Pengumpulan sampah yang dilakukan dengan sistem


pemindahan (transfer depo) seperti terlihat sbb.
Pool
kendaraan

Transfer
depo

TPA

Kendaraan angkutan keluar dari pool langsung menuju lokasi


pemindahan/transfer depo untuk mengangkut sampah langsung
ke TPA.
Dari TPA kendaraan tersebut kembali ke transfer depo untuk
pengambilan pada rit berikutnya.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POLA TRANSPORTASI SAMPAH

Pola Individual Langsung

Pengumpulan dilakukan oleh petugas kebersihan yang


mendatangi tiap-tiap bangunan/sumber sampah (door
to door) dan langsung diangkut untuk dibuang di
tempat pembuangan akhir. Pola pengumpulan ini
menggunakan kendaraan truk sampah biasa, dump
truck atau compactor truck.

TPA
Pool

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POLA TRANSPORTASI SAMPAH

Untuk pengumpulan sampah dengan


sistem kontainer, pola pengangkutan
terdiri atas:

Sistem pengosongan kontainer cara 1,


Kendaraan dari pool menuju kontainer isi pertama
dan mengangkut sampah ke TPA;
Kontainer kosong dikembalikan ke tempat semula;
Menuju ke kontainer isi berikutnya untuk diangkut
ke TPA;
Kontainer kosong dikembalikan ke tempat semula;
Demikian seterusnya sampai ke rit terakhir.

TPA

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POLA TRANSPORTASI SAMPAH

Sistem pengosongan kontainer


cara 2, dengan proses sebagai
berikut:
Kendaraan dari pool membawa
kontainer kosong menuju ke lokasi
kontainer isi untuk mengganti dan
mengambil kontainer yang berisi
sampah dan langsung dibawa ke TPA;
Dari TPA, kendaraan membawa
kontainer kosong menuju ke kontainer
isi berikutnya untuk diangkut lagi ke
TPA;
Demikian seterusnya sampai dengan
rit terakhir.
TPA

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

POLA TRANSPORTASI SAMPAH


Sistem kontainer tetap, untuk kontainer kecil serta
alat angkut berupa truk kompaktor. Prosesnya adalah
sebagai berikut:
Kendaraan dari pool menuju kontainer pertama, sampah
dituangkan ke dalam truk (kompaktor) dan meletakkan
kembali kontainer yang kosong;
Kendaraan menuju ke kontainer berikutnya sehingga truk
penuh, kemudian langsung ke TPA;
Demikian seterusnya sampai ke rit terakhir.

TPA

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PENENTUAN RUTE
Agar operasional pengangkutan sampah dapat
terarah dan terkendali.
Memperhatikan:
- lebar jalan yang dilalui
- peraturan lalin yg berlaku
- waktu-waktu peak lalin.
Diupayakan rute sependek mungkin, menghindari
belokan kanan.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

WAKTU PENGANGKUTAN

Variabel waktu merupakan salah satu faktor utama yang


mempengaruhi produktivitas angkut kendaraan. Waktu pengangkutan
sampah terdiri atas beberapa elemen, yaitu:
Waktu menuju lokasi pewadahan, meliputi:
Waktu kendaraan keluar dari pool;
Waktu menuju lokasi pewadahan pertama;
Waktu menuju lokasi pewadahan satu ke lokasi pewadahan lain.
Waktu pemuatan, yaitu waktu yang diperlukan untuk bongkar muat
sampah dari masing-masing wadah yang dikosongkan ke kendaraan.
Waktu pengangkutan, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk mengangkut
sampah dari lokasi wadah terakhir menuju lokasi pembuangan akhir
(LPA).
Waktu pengosongan bak pengangkut di LPA, dan waktu kendaraan
kembali ke pool.

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PERHITUNGAN HCS
1. Perhitungan waktu ritasi:

THCS = (PHCS + S + h)
THCS = (PHCS + S + a + bx)

h = a + bx

PHCS = pc + uc + dbc
dimana:
THCS = Waktu per ritasi (jam/rit)
PHCS = Waktu pengambilan per ritasi (jam/rit)
S
= Waktu di tempat (TPS/TPA) untuk bongkar muat (jam/rit)
h
= Waktu pengangkutan dari sumber, TPS atau TPA
a
= Konstanta empiris (jam/ritasi)
b
= Konstanta empiris (jam/jarak)
x
= jarak pulang-pergi (m)
pc = Waktu untuk mengangkut container isi (jam/rit)
uc = Waktu untuk mengosongkan kontainer (jam)
dbc = Waktu untuk menempuh jarak dari kontainer ke kontainer lain

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

2. Jumlah ritasi perhari:

H(1 w) (t 1 t 2 )
Nd
THCS

Vd
Nd
c. f

Dimana:
Nd = Jumlah ritasi/hari (rit/hari)
H
= Waktu kerja (jam/hari)
w
= Off route faktor (waktu hambatan)
t1
= Waktu dari pool kendaraan/garasi ke kontainer 1 (jam)
t2
= Waktu dari kontainer terakhir ke garasi/pool (jam)
THCS = Waktu pengambilan/ritasi (jam/rit)
Vd = Jumlah sampah terkumpul (volume/hari)
c
= Ukuran rata-rata kontainer (volume/hari)
f
= Faktor penggunaan container

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

PERHITUNGAN SCS
1. Perhitungan waktu ritasi

TSCS = (PSCS + s + a + bx)


PSCS = CT (Uc) + (np-1) (dbc)

Dimana:
TSCS = Waktu per ritasi (jam/rit)
PSCS = Waktu pengambilan per ritasi (jam/rit)
CT = Jumlah kontainer yang dikosongkan/rit (kontainer/rit)
Uc = Waktu pengosongan kontainer (jam/rit)
np
= Jumlah lokasi kontainer yang diambil per rit (lokasi/rit)
dbc = Waktu terbuang antar lokasi kontainer (jam/lokasi)

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

2. Jumlah kontainer dan ritasi perhari

Vr
CT
c. f

Vd
Nd
V. r

Dimana:
CT = Jumlah kontainer yang dikosongkan (kontainer/rit)
V = Volume mobil pengumpul (m3/rit)
r
= Rasio kompaksi
c = Volume kontainer (m3/kontainer)
f = Faktor penggunaan kontainer
Vd = Jumlah sampah perhari (m3/hari)

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

3. Waktu yang diperlukan perhari:

(t 1 t 2 ) Nd (TSCS )
H

(
1

w
)

Dimana:
Nd = Jumlah ritasi/hari (rit/hari)
H
= Waktu kerja (jam/hari)
w
= Off route factor (waktu hambatan)
t1
= Waktu dari pool kendaraan ke kontainer 1 (jam)
t2
= Waktu dari kontainer terakhir ke garasi/pool (jam)
TSCS = Waktu pengambilan/ritasi (jam/rit)

TEKNIK LINGKUNGAN UNIVERSITAS ANDALAS

Penentuan nilai a dan b


(konstanta empiris)
Kecepatan

Mil/jam

Km/jam

Jam/trip

Jam/mil

Jam/km

55

88

0,016

0,018

0,011

45

72

0,022

0,022

0,014

35

56

0,034

0,029

0,018

25

40

0,050

0,040

0,025

15

24

0,066

0,067

0,041

Mari kita
jadikan sampah
sebagai kawan
dan bukanlah
lawan..