Anda di halaman 1dari 5

INTERAKSI OBAT DENGAN MINUMAN

1. KOPI
Kopi merupakan salah satu minuman yang kaya akan kandungan
kafein, dimana senyawa ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis
obat. Kafein bekerja dengan menstimulasi otak dan juga jantung, obatobatan yang mempengaruhi kedua organ inilah yang mampu berinteraksi
dengan kafein pada kopi.
Salah satu contoh obat yang berinteraksi dengan kopi adalah efedrin
dan fenilpropanolamin yang biasanya terkandung dalam obat flu atau
untuk mengatasi hidung tersumbat. Kedua jenis obat ini dapat memicu
kerja jantung sehingga jika setelah minum obat ini kerja jantung akan
semakin cepat dan hal ini kurang bagus untuk kesehatan. Selain jenis
obat flu, obat asma seperti teofilin juga sangat tidak dianjurkan untuk
minum kopi setelah mengkonsumsi obat ini. Teofilin memiliki sifat sifat
yang hampir sama dengan kafein sehingga dikhawatirkan jika diminum
bersama deng kopi, maka kadar kafein dalam darah akan melebihi dosis
dan efeknyaakan bersifat toksik. Golongan obat lain yang juga memiliki
sifat hampir sama dengan kafein yaitu obat antidepresan, antipsikotik,
antibiotik untuk golongan kuinolon dan juga pil KB. Beberapa golongan
obat ini sebaiknya dihindari penggunaan bersama dengan kopi.
Cara Mengatasi :
Sebaiknya jangan meminum obat setelah minum kopi, atau berikan
jeda 2 hingga 3 jam setelah minum kopi untuk menghindari interaksinya.

Dengan jeda waktu tersebut, maka memberikan kesempatan bagi obat


agar terserap sempurna dan ketika meminum kopi akan mengurangi
resiko terjadinya interaksi obat tersebut.
2. Interaksi Obat dengan Teh Hijau
Teh hijau merupakan hasil olahan pucuk daun tehtanpa melalui
proses fermentasi. Teh hijau dibuat melalui inaktivasi enzim

polifenol

oksidasenya didalam daun teh segar. Metode inaktivasi enzim polifenol


oksidase teh hijau dapat dilakukan melalui pemanasan (udara panas) dan
penguapan (stem/uap air). Kedua metode ini berguna untuk mencegah
terjadinya oksidasi enzimatis katekin.
Perbedaan utama yang cukup berarti dari ketiga proses engolahan
teh terletak pada kandungan ketekinnya. Kandunga katekin tertinggi ada
pada teh hijau, disusul teh oolong, dan teh hitam.
Adenosin dengan teh hijau
Dapat menghambat tindakan adenosis, obat diberikan dirumah sakit

menyebabkan irama jantung menjadi tidak stabil.


Antibiotik, Beta-Laktam dengan teh hijau
Dapat meningkatkan efektivitas Beta Laktam antibiotik dengan

mengurangi resistensi bakteri terhadap pengobatan.


Benzodiazepin dengan kafein (dari teh hijau)
Terbukti mengurangi efek penenang dari benzodiazepin (obat yang
biasa digunakan mengobati kecemasan, seperti diazepam dan

lorazepam).
-blocker, propanolol dan metoprolol dengan kafein (teh hijau)
Dapat meningkatkan tekanan darah pada orang yang memakai
propanolol dn metoprolol (obat yang digunakan untuk mengobati

tekanan darah tinggi dan penyakit jantung).


Kemoterapi dengan teh hijau

Obat

kemoterapi,

secara

khusus

doxorubicin

dan

tamoxilfen,

meningkatkan efektivitas obat-obat ini dalam tes laboratorium. Namun,


hasil ini belum ditunjukkan dalam studi pada orang. Disisi lain, ada
laporan dari ekstrak teh hijau dan hitam merangsang gen dalam sel
kanker prostat yang dapat menyebabkan mereka menjadi kurang
sensitif terhadap obat kemoterapi.
Cara mengatasi : Dengan adanya interaksi potensial, orang tidak
harus meminum teh hitam dan teh hijau (serta ekstrak dari teh) saat

menerima kemoterapi untuk kanker prostat pada khususnya.


Closapine (antipsikosis) dengan teh hijau
Efek dari pengobatan closapine dapat dikurangi jika dikonsumsi

kurang dari 40 menit setelah minum teh hijau.


Efedrine dengan teh hijau
Bila diminum bersama-sama dengan efedrin, teh hijau dapat

menyebabkan agitasi, tremor, insomani, dan penurunan berat badan.


Lithium dengan teh hijau
Telah terbukti mengurangi kadar lithium (obat yang digunakan untuk

mengobati depresi).
Inhibitor Mono amin oksidase (MAOI) dengan teh hijau
Dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah (yang disebut krisis
hipertensi) bila diminum bersamaan dengan MAOIs, yang digunakan
untuk mengobati depresi. Contoh MAOIs termasuk phenelzine dan

tranylcypromine.
Kontrasepsi Oral dengan teh hijau
Kontrasepsi oral dapat memperpnanjang jumlah waktu tinggal kafein
dalam tubuh dan dapat meningkatkan efek stimulasi tersebut.

Cara mengatasi : Sebaiknya tidak meminum teh hijau bila sedang


mengkonsumsi obat- obat di atas, atau bila Anda peminum teh hijau,

sebaiknya memberi jarak antara minum obat dengan minum teh hijau
yaitu sekitar 2-3 jam hingga obat mengalami absorbsi.
3. Orange Jus
Ivermectine + Orange Jus
Sebuah studi pada 16 subjek sehat ditemukan bahwa AUC dan kadar
plasma

puncak

dosis

tunggal

ivertmectine

150-microgram/kg

berkurang 36% dan 39% masing-masing, ketika ivermactine itu


diberikan dengan oange jus (700 ml lebih dari 4 jam), bukan dengan
air. Mekanisme untuk mengurangi bioavailabilitas tidak diketahui,

tetapi tampaknya tidak terkait dengan aktivitas p-glikoprotein.


Spiroflokzacin dengan orange jus
Kalsium fortifed orange jus secara signitifikan mengurangi penyerapan
spirofloksasin tetapi tidak gatifloksasin atau levofloksasin. Kalsium
fortifed orange jus menurunkan AUC spirofloksasin 38% dan tingkat
plasma maksimum sebesar 41%, jika dibandingkan dengan air. AUC
dari gatifloksasin hanya berkurang 12 % oleh kasium fotifed orange
jus. Demikian pula dalam penelitian, kalsium fortifed orange jus
ditemukan dapat mengurangi bioavailabilitas levofloksasin. Namun,
AUC levofloksasin mengalami penurunan sebesar <16%, suatu jumlah

yang jarang membuktikan secara klinis signitifikan.


Aluminium Hidroksida dengan orange jus, sitrat
Sebuah studi menunjukkan bahwa sitrat secara nyata meningkatkan
absorbsi aluminium dari usus. Absorbsi meningkat 3 kali lipat jika
diminum dengan jus lemon, 8 -10 kali lipat jika diminum dengan jus
jeruk dan 5 50 kali lipat jika dminum dengan sitrat, tetapi alasannya

tidak dipahami. Bisa jadi karena terbentuk kompleks alluminium sitrat


yang sangat larut.
Cara mengatasi : Sebaiknya tidak mengkonsumsi obat secara
bersama-sama dengan jus jeruk, jus lemon, atau sitrat.

1. Karen

Baxter.

DAFTAR PUSTAKA
Stockelys Drug Interaction.

8th

edition.

Pharmaceutical Press. 2008. London. Chikago. Available as PDF


file.
2. Mc Cabe, B. J., Erick H.F., Jonathan J.W. Handbook of Food-Drug
Interaction. CRC Press. London. 2003. Available as PDF file.
3. George R.B, Curtis A.J, Nancy A.M, N Wendy L. MEDfact pocket
guide of Drug Interaction. Second edition. Bone Care International.
Nephrology Pharmacy Associaties. 2004. Available as PDF file