Anda di halaman 1dari 9

NEVUS PIGMENTOSUS

1. PENDAHULUAN
1.1. Defenisi
Nevus pigmentosus adalah tumor jinak melanosit yang timbul dari
proliferasi sel-sel nevus (melanosit) dalam beberapa waktu, tetapi kemudian
berdiferensiasi dan berpotensi menjadi melanoma maligna.1,2,4 Nevus
pigmentosus merupakan hypomelanosis kulit yang nonprogresif dan
kongenital.3 Nama lain dari nevus pigmentosus adalah nevus cell nevus,
nevocellular nevus, nevocytic nevus, soft nevus, neuronevus, pigmented
mole, common mole, melanocytic nevus, hairy nevus, cellular nevus, dan
benign melanocytoma.4

1.2.

Epidemiologi
Nevus pigmentosus terjadi pada seluruh umur dan jenis kelamin.

Beberapa penelitian yang dilakukan di Eropa maupun di Australia tidak


mnunjukan perbedaan yang signifikan antara pria dan wanita sama.
Kemudian dalam faktor usia, biasanya muncul pada umur 3-6 bulan setelah
lahir. Nevus pigmentosus ini bersifat nonprogresif dan tidak melebar
meskipun terjadi perkembangan perluasan permukaan tubuh selama masa
pertumbuhan anak.2,3,4

1.1. Etiologi dan patogenesis.


Penyebab dari nevus pigmentosus belum jelas sampai sekarang dan
masih

menjadi

perdebatan.

Meskipun

sudah

banyak

teori

yang

dikemumkakan, mekanisme perkembangan nevus masih tetap belum


diketahui.4

Nevus pigmentosus merupakan kelainan pada proses pembentukan


melanositik normal. Hal ini diduga disebabkan oleh mutasi (sering NRAS)
yang terjadi pada sel progenitor yang menghasilkan akumulasi luas yang
abnormal pada sel-sel melanocytic sepanjang jalur migrasi selama terjadi
perkembangan normal. Peristiwa yang mengarah ke akumulasi nevomelanocyte juga mungkin memiliki efek pada jaringan sekitarnya (yaitu, peningkatan
panjang / hitamnya rambut) mungkin karena perubahan lingkungan sitokin
lokal pada sel nevomelanocytic.4 Mutasi dari NRAS merupakan penyabab
terjadinya perubahan sel pigmen dan atau nonpigmen pada kulit dan sistem
saraf pusat (SSP).5

1.2. Gejala klinis


Nevus pigmentosus dapat terjadi di semua bagian kulit tubuh
termasuk membrana mukosa. Lesi dapat datar, papuler, atau papilomatosa,
berukuran 24 mm tapi dapat juga bervariasi dari sebesar peniti sampai sebesar
telapak tangan. Pigmentasinya juga bervariasi dari warana kecokelatan hingga
kehitaman. Nevus pigmentosus biasanya muncul saat lahir atau beberapa saat
setelah lahir, dan sering menjadi keluhan dari orang tua.

Gambar 1. Nevus pigmentosus

Nevus pigmentosus dibagi manjadi 3 kelompok berdasarkan


tempatnya:
1) Junction nevi
Sel-sel nevus yang terletak pada pertemuan antara dermo-epidermal.
Nevus junctional adalah gabungan sel nevus yang berfungsi mirip
dengan melanosit dan morfologisnya menyerupai sel nevus. Junction
nevi ini dibentuk oleh sel-sel berbentuk kubus besar yang mampu
menghasilkan melanin dalam jumlah besar.6
Junction nevi jarang setelah lahir dan biasanya berkembang saat anak
berumur 2 tahun. Pembentukan aktif sel nevusnya hanya pada
pertmeuan antara dermis dan epidermis.
2) Compound nevi
Compound nevi adalah kombinasi dari nevus junctional dan
intradermal

nevus.

Nevus

ini

cenderung

lebih

kecil

dan

hiperpigmentasi.6
3) Intradermal nevi
Sel-sel nevus terletak di daerah yang relatif lebih dalam dari dermis.
Produksi melanin dalam sel-sel nevus intradermalnya hanya sedikit.
Sel-sel yang muncul bergerombol dan menyerupai sel Schwann.6

Gambar 2. Distribusi patologi sel nevus.

2. DIAGNOSIS
2.1. Anamnesis
Biasanya bercak pada pasien muncul saat baru lahir, atau ada juga
tertutup vernix yang kemudian berkembang setelah beberapa bulan. Ini
bisa dinilai dari penjelasan orang tua atau bisa dari dokumentasi (foto)
anak saat sahir. Kebanyakan bercak awal yang muncul hanya berupa
makula. Harus diperhatikan perkembangannya, dimana nevus harus
berkembang secra proposional seiring dengan pertumbuhan hingga
menjadi matur. Jika tidak, ini merupakan salah satu tanda mengarah
kearah keganasan (melanoma).4
2.2. Pemeriksaan fisik
Pada pemeriksaan didapati nevus berwarna cokelat kehitaman, dengan
ukuran yang bervariasi. Nevus pigmentosa dapat dibagi menurut
ukurannya yaitu; kecil < 1,5 cm, sedang 1,5 19,9 cm, besar 20 cm
(giant congenital melanocytic nevus).5,6 Tapi perlu diperhatikan bahwa
besar kecilnya nevus tidak bisa membedakan antara nevus dengan

penyakit hipopigmentasi yang lain, hanya saja jika lesi berukuran lebih
dari 1,5 cm lebih mengarah ke kongenital, atypical melanocytic nevi, atau
melanoma. Nevus acquired lebih cenderung kecil dibandingkan nevus
pigmentosa.4
2.3. Pemeriksaan penunjang
a. Tes laboratorium (histopatologi)
Secara histopatologi dapat dilihat sebagai berikut:
1) Junction nevi
Tidak berambut, makulanya terang sampai cokelat kehitaman,
ukuran diameternya bervariasi dari 1 mm 1 cm, permukaan rata
dan halus. Lesi berbetuk bulat, elips, ada yang berbentuk kecil,
ireguler. Lokasi sering di telapak kaki, telapak tangan, dan
genitalia.7
2) Compound nevi
Hampir sama dengan junction nevi hanya saja sedikit menonjol
dan akan berbentuk papilomatous. Warnanya seperti warna kulit
sampai warna kecokelatan. Permukaan halus lokasi banyak
diwajah dan biasanya ditumbuhi rambut. Sel nevusnya berada
pada epidermis dan dermis.7
3) Intradermal nevi
Bentuk papul (kubah), ukuran diameter bervariasi dari beberapa
milimeter sampai 1 cm atau lebih. Lokasi dimana-mana tapi paling
sering dibagian kepala, leher, dan biasanya ditumbuhi rambut
kasar, berwarna cokelat kehitaman. Sel nevusnya berada di
dermis.7

2.4. Diagnosis banding


Diagnosis banding dari nevus pigmentosus adalah melanoma maligna,
nevus biru, keratosis seboroik berpigmen.4 Pada melanoma maligna terdapat

batas yang tidak teratur atau berlekuk, asimetri, perubahan atau variasi warna
(terutama merah, putih, atau biru), perubahan permukaan (scaling, erosi,
pengerasan kulit, ulkus, atau perdarahan), teraba penebalan, tanda-tanda
peradangan, atau gambaran pigmentasi satelit.8
Pada blue nevus (nevus biru) terdapat 2 jenis dengan bentuk masingmasing:
-

Common blue nevus: kecil, bulat, berwarna biru atau biru


kehitaman. Permukaan licin, berbentuk flat atau nodul. Secara

umum berukuran 2 sampai 10 mm.


Cellular blue nevus: lebih besar, berukuran > 1 cm. Biasanya
berlokasi di sacrococcigeal, dorsal tangan, dan kaki.7

Sedangkan pada keratosis seboroik terdapat gambaran klinis papul


berwarna cokelat sampai kehitaman, dapat generalisata, dan perabaan yang
kenyal. Terletak di epidermis dan tempat pradileksinya pada tubuh bagian atas
dan pada wajah.8

Gambar 3. Nevus pigmentosa

Gambar 4. Blue Nevus (nevus biru)

Gambar 5. Melanoma

Gambar 6. Keratosis seboroik

3. PENATALAKSANAAN
Pada umumnya nevus pigmentosa tidak memerlukan pengobatan,
tetapi jika pasien mengeluhkan masalah kosmetik atau sering terjadi iritasi
karena gesekan pakaian dapat dilakukan eksisi. Bila ada kecurigaan ke arah
keganasan bisa dilakukan eksisi dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan
histopatologis.7

4. PROGNOSIS

Pada umumnya baik. Tapi pada nevus junctionnal dan nevus


compound harus mendapat perhatian karena ada kemungkinan berubah
menjadi ganas.6,7

TINJAUAN PUSTAKA

1. Siregar. S.R. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. EGC. Jakarta. 2004.
Nevus Pigmentosus.

2. Grichnik MJ, Rhodes RA, Sober JA. Benign Neoplasias and Hyperplasias
of Melanocytes. In: Wolff K, Goldsmith LA, Katz SI, Gilchrist BA, Paller
As, Leffell DJ, eds Fitzpatricks Dermatology in General Medicine.8th ed.
New York: McGraw-Hill Medical, 2008, p. 1967-2012.
3. Bishop Newton JA. Lentigos, Melanocytic Neavi, and Melanoma. In:
Rooks Textbook of Dermatology. 8th ed. Wiley-Blackwell, 2010, p. 27072795.
4. Kinsler AV, Thomas CA, Ishida M,et.al. Multiple Congenital Melanocytic
Nevi and Neurocutaneous Melanosis Are Caused by Postzygotic
Mutations in Codon 61 of NRAS. Journal of Investigative Dermatology
(2013) 133, 22292236; [serial online] March 2013 [cited 2015 Februari]:
[8

screens].

Available

on:

URL:

http://www.nature.com/jid/journal/v133/n9/full/jid201370a.html
5. Shimizu Hirosi. Nevus and Neurocutaneous Syndrome. Shimizus
Textbook of Dermatology. Chapter 20. 327-331; [serial online] July 2007
[cited 2015 Februari]: [5 screens]. Available on: URL: http://www.dermhokudai.jp/shimizu-dermatology/preface/index.html
6. Budi P. Imam. Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, Fakultas
Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Sumatera Utara. Tumor Kulit
yang Berasal Dari Melanocytes System. [ serial online] 2008 [cited
2015

Februari]:

[20

screens].

Available

on:

URL:

http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3410/1/08E00609.pdf
7. Andrew GC. Melanocytic Nevi and Neoplasms. In: Andrew GC ed. 10 th.
Diseases of The Skin. Canada: Elsevier Inc; 2006. p. 596-600.
8. Rata IGAK. Tumor kulit. In: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, edisi
kelima, Cetakan keempat. Jakarta: FKUI. 2009: hal.230