Anda di halaman 1dari 10

1

Gerak Jatuh Bebas

Laporan Praktikum Fisika 1


A. Judul
Gerak Jatuh Bebas.
B. Tujuan Praktikum
Dengan dilakukannya percobaan ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami
ciri ciri dari gerak jatuh bebas (GJB) sehingga dapat menentukan
percepatan gerak jatuh bebas.
C. Alat dan Bahan
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13

No. Katalog
FPT 16.02/66
FPT 16.04/68
FME 51.40
FME 69
FME 27.01
GMM 221

KAL 99/10-025
KAL 99/20-025

Nama Alat
Rel Presisis
Kaki Rel
Pewaktu Ketik
Pita Ketik
Beban Bercelah dan Penggantung
Mistar
Penjepit Kertas
Kertas Manila
Penyemat Kertas (stapler)
Gunting
Kabel Penghubung 25 cm (hitam)
Kabel Penghubung 25 cm (merah)
Power Supply

D. Teori Dasar
Gerak jatuh bebas merupakan salah satu contoh penerapan dari
gerak lurus berubah beraturan. Dimana gerak jatuh bebas ini memiliki
asumsi bahwa benda dibiarkan jatuh bebas ke tanah, sehingga benda
bergerak dengan kecepatan awal (Vo) sama dengan nol dan yang
mempengaruhi gerak benda hanyalah gaya gravitasi. Hal yang menjadi
perhatian disini adalah benda dibiarkan jatuh ke tanah bukan dilemparkan
ke tanah. Jika benda dilemparkan ke tanah maka Vo tidak sama dengan nol
dan itu tidak termasuk kedalam gerak jatuh bebas. Kasus dalam gerak

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

Jumlah
1 buah
1 pasang
1 buah
3 buah
1 set
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah

2
Gerak Jatuh Bebas

jatuh bebas ini hampir sama dengan gerak lurus berubah beraturan, yang
memiliki persamaan :
Vt = Vo + at
S = Vot + at2
Vt2 = Vo2 + 2as
Persamaan tersebut akan mengalami perubahan jika dikontribusikan
kedalam gerak jatuh bebas, dimana a = g ; s = h ; V o = 0. Dalam GJB
percepatan hanya dipengaruhi oleh gravitasi, jarak (s) dalam GLBB berupa
garis horizontal tetapi jika dalam GJB jarak (h) berupa garis vertikal dan
ciri khas dari gerak jatuh bebas ini adalah Vo sama dengan nol. Sehingga :
Vt = Vo + gt
h = Vot + gt2
Vt2 = Vo2 + 2ah
Karena Vo sama dengan nol, maka:
Vt = gt
h = gt2
Vt2 = 2ah
Ket :

Vt
Vo
g
t
a
s
h

= kecepatan akhir
= kecepatan awal
= percepatan gravitasi
= waktu
= percepatan
= jarak tempuh
= ketinggian

(m/s)
(m/s)
(m/s2)
(s)
(m/s2)
(m)
(m)

Sedangkan energi mekanik pada gerak jatuh bebas memiliki persamaan :


Em = Ep + EK
Ep = m.g.h
Ek = mv2

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

3
Gerak Jatuh Bebas

Contoh pada kasus, sebuah benda sebut saja benda A dibiarkan


jatuh bebas dari ketinggian h dibawah pengaruh gaya gravitasi. Pada
ketinggian awal benda A memiliki energi potensial tetapi benda A tidak
memiliki energi kinetik, karena kecepatan awal benda sama dengan nol.
Sehingga didapatlah persamaan sebagai berikut:
EmA = EpA + EkA
EmA = m.g.h + 0
EmA = m.g.h
Bila kondisi benda telah jatuh, misal benda B. Maka benda tersebut
akan mengalami pengurangan ketinggian (diukur dari tanah, benda
semakin dekat ke tanah) dan kecepatan benda yang awalnya nol akan
bertambah sebelum terhenti menumbuk tanah. Sehingga, tepat sebelum
menyentuh tanah benda memiliki energi kinetik mv2 dan energi
potensialnya menjadi nol.
EmB = EpB + EkB
EmB = 0 + mv2
EmB = mv2
Dengan demikian, jika sebuah benda bergerak dengan pengaruh gaya
gravitasi saja, tidak dipengaruhi oleh massa dari benda dan didapatkan
bahwa energi mekanik akan selalu tetap.
Benda benda yang jatuh akan memiliki percepatan yang sama, baik
benda itu ringan maupun berat. Setidaknya bila tidak ada pengaruh dari
udara yang menghambat pergerakan benda misalnya pada ruang hampa,
percepatan yang dialami adalah percepatan gravitasi yaitu 9,8 m/s 2, tetapi
pada kenyataannya gravitasi disetiap tempat itu berbeda beda.
Pada kasus lain, bila kita menjatuhkan sebuah bola dengan kertas yang
terbuka kemudian dijatuhkan dengan ketinggian yang sama dalam waktu

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

4
Gerak Jatuh Bebas

yang bersamaan, maka seolah olah bola memiliki percepatan yang lebih
besar karena bola kasti menyentuh tanah pertama dibandingkan kertas. Hal
tersebut dapat terjadi dikarenakan faktor gesekan dengan udara yang
terjadi pada selembar kertas terbuka, luas penampang kertas lebih besar
dibandingkan dengan bola. Cobalah untuk menggulung kertas tersebut
(untuk mengurangi gesekan dengan udara) sehingga kertas menyerupai
bentuk dari bola, lalu kertas yang telah dibentuk menyerupai bola kasti
dijatuhkan bersamaan dengan bola, hasilnya kedua benda tersebut akan
sampai ke tanah dengan waktu yang hampir bersamaan. Jarak hanya
dipengaruhi oleh waktu dan kecepatan. Ini sebanding dengan ungkapan
Galileo bahwa :
Pada suatu lokasi tertentu dibumi dan dengan tidak adanya
hambatan udara, semua benda jatuh dengan percepatan yang sama

E. Langkah Kerja
Tempat yang cukup tinggi 1,5 meter untuk menempatkan benda dan
pewaktu ketik, karena percepatan dari gerak jatuh bebas cukup besar. Hal
ini bertujuan untuk mendapatkan hasil percobaan yang baik dalam
menganalisis percobaan. Langkah percobaan terbagi menjadi dua :
a) Langkah Persiapan Percobaan
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Simpan rel presisi pada tempat yang sudah ditentukan (min.
1,5m dari tanah).
3. Rangkailah rel presisi dan kaki rel sehingga rel bisa berdiri.
4. Pasang pewaktu ketik pada salah satu ujung rel presisi.
5. Pasang pita ketik pada alur pewaktu ketik, pastikan pita
ketik tidak terhambat ketika ditarik oleh beban.
6. Siapkan power supply, hubungkan kabel dari power supply
ke pewaktu ketik dalam keadaan off.

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

5
Gerak Jatuh Bebas

7. Aturlah alat alat tersebut sebaik mungkin agar


meminimalisir kesalahan yang mungkin akan terjadi pada
percobaan.
b) Langkah Percobaan
1. Gantungkan beban pada salah satu ujung dari pita ketik
dengan menggunakan stapler.
2. Tahan pita ketik agar beban tidak jatuh (posisi benda
menggantung bebas).
3. Hidupkan pewaktu ketik dengan mengalirkan arus listrik
dari power supply.
4. Lepas pita ketik yang tadinya ditahan agar benda dapat
bergerak jatuh bebas hingga terhenti dilantai.
5. Jika benda sudah menumbuk lantai, matikan pewantu ketik.
6. Amati titik titik yang terbuat oleh pewaktu ketik dipita
ketik. Tuliskan hasil pengamatan yang anda lakukan dengan
membuat kurva laju terhadap waktu.
7. Lakukan percobaan seperti langkah langkah sebelumnya
dengan menggunakan tiga buah beban yang memiliki
massa berbeda (50g, 100g dan 200g).
8. Potonglah pita ketik dengan panjang lima ketikan.
9. Buatlah kurva kecepatan terhadap waktu,

dengan

menghubungkan titik titik yang terbentukpada pita ketik


sehingga membentuk garis lurus.
10. Tentukan percepatan benda dengan menghitung

v dan

t dari hasil data.

11. Asumsi per ketikan sama dengan 0,02 sekon.


12. Catatlah hasil dari pengamatan yang dilakukan.

F. Data Praktikum
1.

Benda bermassa 50 gram


No
.

Interval / 5 ketik

Jarak (cm) / 5 ketik

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

t per 5
ketik

6
Gerak Jatuh Bebas

1
2
3

2.

Lima ketik pertama


Lima ketik kedua
Lima ketik ketiga
Jumlah ()

3,5
10,1
16,8
x = 30,4

0,1 s
0,1 s
0,1 s
t = 0,3 s

Jarak (cm) / 5 ketik

t / 5 ketik

3,5
10,8
18,0
x = 32,3

0,1 s
0,1 s
0,1 s
t = 0,3 s

Jarak (cm) / 5 ketik

t / 5 ketik

3,9
11,0
18,1
x = 33,0

0,1 s
0,1 s
0,1 s
t = 0,3 s

Benda bermassa 100 gram


No
.
1
2
3

3.

Interval / 5 ketik
Lima ketik pertama
Lima ketik kedua
Lima ketik ketiga
Jumlah ()

Benda bermassa 200 gram


No
.
1
2
3

4.

Interval / 5 ketik
Lima ketik pertama
Lima ketik kedua
Lima ketik ketiga
Jumlah ()

Kurva

20
18
16
14
12

Massa 200 gram

10

Massa 100 gram

Massa 50 gram

6
4
2
0
0.1

0.2

0.30000000000000032

G. Pengolahan Data

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

7
Gerak Jatuh Bebas

Karena kita mengasumsikan 1 ketik = 0.02 s, maka waktu per 5 ketik = 5 x


0.02 = 0.1 s. Untuk menentukan kecepatan didapat dari persamaan v = x / t,
maka:
1. Beban bermassa 50 gram
v = x / t
= 30,4 / 0,3
= 101,47
2. Beban bermassa 100 gram
v = x / t
= 32,3 / 0,3
= 107,67
3. Beban bermassa 200 gram
v = x / t
= 33 / 0,3
= 110,0
Untuk menentukan percepatan yang dialami didapat dari persamaan a = v / t.
1. Beban bermassa 50 gram
v
cm
a=
=
t
(5 ketik )2
a=

101,47
2
(0.3)

a=1124,44
2. Beban bermassa 100 gram
v
cm
a=
=
2
t
(5 ketik )
a=

107,67
2
(0.3)

a=1196,33

3. Beban bermassa 200 gram


v
cm
a=
=
t
(5 ketik )2

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

8
Gerak Jatuh Bebas

a=

110,0
(0.3)2

a=1222,22

Tabel data data dari perhitungan diatas :


v
cm
=
t
(5 ketik )2

Mass

v[cm/

t (5

(5ketik)]

ketik)

50 g

101,47

0,3

1124,44

11,24

100 g

107,67

0,3

1196,33

11,96

200 g

110,0

0,3

1222,22

12,22

a=

a =...m/s2

.
H. Pembahasan
Setelah dilakukannya

praktikum

dilabolatorium,

diperoleh

bahwa

percepatan benda yang jatuh akan sama dengan percepatan gravitasi, tetapi
hasil yang saya peroleh dari praktikum yang dilakukan percepatan benda
hampir mendekati percepatan gravitasi. ketidakselarasan ini bisa teradi karena
kesalahan kelasahan yang mungkin dapat terjadi, seperti : alat yang kurang
baik, tidak berada dalam ruang hampa (terjadi gesekan udara) ataupun karena
faktor kecerobohan dalam menganalisis data.
Percepatan benda tidak dipengaruhi oleh massa dari benda tersebut, pada
dasarnya berapapun massa benda maka akan mengalami percepatan yang
sama bila jatuh bebas, hal itu telah dicetuskan oleh Galileo. Lain cerita bila
benda yang jatuh mengalami gesekan udara ataupun kecepatan awalnya tidak
sama dengan nol, percepatan akan berbeda. Kurva yang memiliki kemiringan
garis yang positif berarti membuktikan bahwa gerak jatuh bebas ini termasuk
gerak lurus berubah beraturan.
I. Kesimpulan
a. Besarkah ( lebih besar dari pada 10%-kah ) perbedaan percepatan jatuh
bebas benda - benda yang massanya yang berbeda - beda yang digunakan
diatas? Atau tidak besarkah perbedaannya ?
Jawaban :

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

9
Gerak Jatuh Bebas

Persentase perbandingan dari percepatan yang dialami oleh benda


bermassa 50 gram, 100 gram dan 200 gram adalah :
m
a 1=11,24 2

= Percepatan benda bermassa 50 gram


s

a 2=11,96

m
s2

= Percepatan benda bermassa 100 gram

a 3=12,22

m
2
s

= Percepatan benda bermassa 200 gram

Maka akan diperoleh :


Perbandingan a3 dan a1
a3
12,22
x 100 =
x 100
a1
11,24

= 108%

108 % - 100 % = 8 %
Perbandingan a3 dan a2
a3
12,22
x 100 =
x 100
a2
11,96

= 102 %

102 % - 100 % = 2 %
Perbandingan a2 dan a1
a2
11,96
x 100 =
x 100
a1
11,24

= 106%

106 % - 100 % = 6 %
Jadi bila diberi toleransi 10%, maka perbedaan percepatan yang
dialami benda dengan massa yang berbeda beda tidak lebih dari 10%.
b. Jika untuk percobaan ini diberikan toleransi sebesar 10% terhadap
kemungkinan adanya kesalahan, dapatkah dikatakan bahwa percepatan
akibat gravitasi tidak bergantung pada massa benda ?
Jawaban :
Dalam teori dasar sudah dapat dipastikan bahwa massa dari benda
tidak berpengatuh terhadap percepatan, dari percobaan praktikum pun
perbedaan dari percepatan yang dialami oleh ketiga benda (50g, 100g dan
200g) kurang dari 10% dan itu masih berada dalam lingkup toleransi yang
diberikan, ini membuktikan bahwa percepatan benda 1,2 dan 3 adalah
sama. Mungkin toleransi diberikan karena kemungkinan terjadinya

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin

10
Gerak Jatuh Bebas

gesekan dengan udara, gesekan pita ketik dengan alur pewantu ketik
maupun vo 0. Hal hal tersebut yang bisa mempengaruhi perbedaan
percepatan. Oleh karena itu lakukan praktikum dengan baik dan teliti.
J. Daftar Pustaka
Hamidah, Ida. 2009. Fisika I. Bandung :UniversitasPendidikan Indonesia.
Giancoli. 2001. Fisika Edisi Kelima, Jilid 1.Jakarta: Erlangga.
Modul Praktikum Fisika. Pudak Scientific

Dwi Perdana 1301455 Pend . Teknik Mesin