Anda di halaman 1dari 11

BAB III

MANAJEMEN RESIKO DI PERUSAHAAN

III.1. Profil Perusahaan


Jenis usaha
Bidang

: Informal
: Pembuatan roti, brownis, bolu, roti kering, penjualan dan

Tahun berdiri
Alamat

distribusi ke toko dan agen.


: 1996
: Komp. Bea Cukai. Jln. Sunda Kelapa Blok O5 No. 1. Kel.

Jumlah pekerja

Sukapura Kec. Cilincing. Jakarta Utara 14140.


: 26 orang dengan pembagian kerja non shift dan shift. Pekerja
non-shift terdiri dari 2 orang supir untuk distribusi hasil produksi
ke toko dan agen Sedangkan pekerja shift yang dalam hal ini ada 2
shift terdiri dari 4 orang pembuat adonan, 4 orang pemasak, 2
orang di bagian steam, 4 orang pemanggang roti, 2 orang
pemotong roti tawar, 4 orang kontrol kualitas merangkap
packaging roti. Dan 2 orang kasir yang melayani pembeli di toko.

Tata ruang

Dan semua pekerja berjenis kelamin laki-laki.


: Ruang pabrik dan toko roti ini merupakan penggabungan 2 rumah
yang bertype 54 sehingga ukurannya menjadi lebih kurang 600 cm
x 600 cm. ada 3 gudang yang terdiri dari 2 gudang bahan baku
yang berukuran 150cm x 100cm dan 1 gudang untuk penyimpanan
bolu yang berukuran 100cm x 80cm. Dan terdapat 1 kantor pemilik
usaha yang berukuran 200cm x 150cm. Semua kegiatan produksi

berlangsung di dalam satu ruangan besar berisi 500cm x 500cm.


Pembagian jam kerja :Setiap pekerja bertugas dari hari senin hingga minggu terbagi
dalam 2 shift. Yaitu 18.30 02.30 yang merupakan shift sore yang
bertanggung jawab membuat roti untuk toko dan sarapan Bank
Indonesia. Dan 21.30 05.30 yang merupakan shift malam yang
bertanggung jawab membuat roti untuk agen-agen di sekitar
jakarta. Dan untuk kasir dimulai dari jam 07.00 s/d 16.00 dan jam
16.00 s/d 00.00.

III.2. Identifikasi Bahaya


Pekerja bekerja di ruangan yang merupakan penggabungan dari 2 buah rumah dengan
ukuran total 600cm x 600cm. Dengan bahan baku yang diambil dari gudang yang juga
termasuk didalam tempat produksi. Ventilasi pada ruangan ini tergolong kurang sehingga
dibantu dengan menggunakan exhaust fan. Bahaya yang ada di lokasi pekerja adalah
pajanan fisika, pajanan biologis, ergonomi pengangkatan bahan baku dari gudang,
ledakan gas elpiji dan kebakaran.
III.3. Urutan Pekerja dan Potensi Bahaya
Adapun urutan pekerjaan di perusahaan ini adalah:
a. Seleksi bahan baku.
b. Penimbangan bahan baku.
c. Pengadukan atau pencampuran bahan baku (mixing).
d. Peragian (fermentasi).
e. Penimbangan adonan.
f. Pembulatan adonan (rounding).
g. Pengembangan singkat (proofing).
h. Pembentukan adonan
i. Peletakan adonan kedalam loyang
j. Pembakaran (baking).
k. Pembungkusan (packaging).

Adapun potensi bahaya yang mungkin terjadi dihubungkan dengan urutan kegiatan serta efek
kesehatan yang mungkin terjadi adalah:
No
1

Pekerjaan
Seleksi bahan baku

Potensi Bahaya
Tertimba bahan baku,
terjatuh, terpeleset

Penimbangan bahan baku.

Tidak ada

Efek Kesehatan
Mialgia, gangguan
pernafasan,
gangguan kulit
Dehidrasi, gangguan
pernafasan, Mialga
(ergonomi)

Pengadukan atau
pencampuran bahan baku
(mixing).
Peragian (fermentasi).

Penimbangan adonan.

Luka bakar, tertimpa rak


penyusunan, kebakaran
Tidak ada

Pembulatan adonan
(rounding)
Pengembangan singkat
(proofing).
Pembentukan adonan

Luka, terkena mesin


pembulatan adonan
Luka bakar, tertimpa rak
penyusunan, kebakaran
Tidak ada
Tidak ada

10

Peletakan adonan kedalam


loyang
Pembakaran (baking)

11

Pembungkusan (packaging)

7
8
9

Luka, terkena mesin mixing

Mialgia (ergonomi),
gangguan pernafasan
Mialgia (ergonomi),
dehidrasi
Milagia (ergonomi),
kulit kering
Mialga (ergonomi),
kulit kering
Kulit kering, mialgia
(ergonomi)
Kulit kering, mialgia
(ergonomi)
Kulit kering, mialgia
(ergonomi)
Kulit kering, mialgia
(ergonomi)
Dermatitis, mialgia
(ergonomi)

Luka bakar, tertimpa rak


penyusun, kebakaran
Tertimpa rak penyusunan

Adapun penilaian resiko yang dipakai pada pembuatan makalah ini adalah semikuantitatif
dimana uraian/deskripsi dari parameter dinyatakan dengan nilai/score tertentu.

EFEK
1
Luka ringan,
langsung bekerja

5
Kematian, butuh

Luka memerlukan
Luka, butuh
Luka serius bth
perawatan >1
perawatan <3 hari perawatan 3-7 hari perawatan s/d1 bln
bln

1
Tidak pernah terjadi

10

12

15

12

16

20

10

15

20

25

Probability

2
1x dlm 6 bulan
3
1x sebulan
4
1x seminggu
5
>1 x dlm
seminggu

Low
Medium
High

III.4. Safety Risk Asssessment


Bahaya

Efek
Bahaya

Kemungkinan

Konsekuensi

Resiko

(dalam angka)

(dalam angka)

(dalam

Mengurangi resiko

Resiko sisa

dengan

angka)

Seleksi
baku

bahan

Tertimpa
bahan
baku

Terjatuh
dan
terpeleset

4
(Low)

3
(Low)

Mengurangi
beban
saat mengambil bahan
baku

2 (Low)/

Membersihkan lantai

1 (Low)/

Menggunakan sepatu

NIL

NIL

anti slip

Penimbanga
n bahan
baku

Tidak
ada

NIL

NIL

NIL

Pengadukan
atau
pencampuran
bahan baku

Luka
terkena
mesin
mixing

Peragian
(fermentasi)

Luka bakar

(Medium)

9
(Medium)

Tertimpa
rak
penyusun

Kebakaran

6
(Medium)

NIL

NIL

Penyuluhan APD

6 (medium)
/ 4 (low)

Penggunakan
saat bekerja

APD

Penyuluhan APD
Simulasi P3K saat
terjadi luka bakar
Penyuluhan
ergonomi

6 (medium)
/ 4 (low)

singkat

Penyusunan rak yang


tidak melebihi tinggi
bahu
4

8
(Medium)

Pembuatan
evakuasi

jalur

Penyuluhan
pemasangan tabung
gas yang baik dan
benar
Tidak
merokok
didalam ruangan kerja
Menjaga alat-alat yang
berhubungan dengan
elektrisitas
Penimbangan
adonan

Tidak ada

Pembulatan
adonan

Luka
terkena
mesin
adonan

Pengembangan
singkat

Luka bakar

9
(Medium)

9
(Medium)

Tertimpa
rak
penyusun

4
(Low)

Penyuluhan APD
Penggunakan
saat bekerja

APD

Penyuluhan APD
Simulasi P3K saat
terjadi luka bakar
Penyuluhan
singkat
ergonomi
Penyusunan rak yang
tidak melebihi tinggi
bahu

6 (medium)
/ 4 (low)

6 (medium)
/ 4 (low)
2 (Low)/
NIL

Kebakaran

8
(Medium)

Pembuatan
evakuasi

jalur

6 (medium)
/ 3 (low)

Penyuluhan
pemasangan tabung
gas yang baik dan
benar
Tidak
merokok
didalam ruangan kerja
Menjaga alat-alat yang
berhubungan dengan
elektrisitas
Pembentukan
adonan

Tidak ada

NIL

Peletakan
adonan kedalam
loyang

Tidak ada

NIL

Pembakaran
(backing)

Luka bakar

9
(Medium)

Tertimpa
rak
penyusun

Kebakaran

4
(Low)

Penyuluhan APD
Simulasi P3K saat
terjadi luka bakar
Penyuluhan
ergonomi

singkat

6 (medium)
/ 4 (low)

2 (Low)/
NIL

Penyusunan rak yang


tidak melebihi tinggi
bahu
4

8
(Medium)

Pembuatan
evakuasi

jalur

6 (medium)
/ 3 (low)

Penyuluhan
pemasangan tabung
gas yang baik dan
benar
Tidak
merokok
didalam ruangan kerja
Menjaga alat-alat yang
berhubungan dengan
elektrisitas
Pembungkusan
(packaging)

Tertimpa
rak
penyusun

4
(Low)

Penyuluhan
ergonomi

singkat

Penyusunan rak yang


tidak melebihi tinggi
bahu

2 (Low)/
NIL

III.5. Healthy Risk Assessment


Bahaya

Efek Bahaya

Kemungkinan

Konsekuensi

(dalam angka)

(dalam

Resiko

Mengurangi resiko

Resiko sisa

dengan

angka)

Seleksi
baku

bahan

Mialgia

5
(Medium)

Pemanasan
bekerja.

sebelum

3
(Low)
/NIL

Mengurangi
beban
saat
mengangkat
bahan baku
Gangguan
pernafasan

8
(Medium)

Menggunakan
seperti masker

APD

6 (Medium)
/ 4 (Low)

Membersihkan lokasi
penyimpanan bahan
baku
Membuat
yang bagus
Gangguan
kulit

3
(Low)

ventilasi

Menggunakan
APD
seperti sarung tangan

2 (Low) /
NIL

Mencuci
tangan
sebelum dan sesudah
bekerja
dengan
menggunakan sabun
dan air mengalir
Penimbangan
bahan baku

Dehidrasi

5
(Medium)

Membuat
ventilasi
ruangan yang baik

3 (Low) /
NIL

Penyediaan air minum


untuk pegawai.
Gangguan
pernafasan

4
(Medium)

Menggunakan
seperti masker

APD

2
(Low)
/NIL

Membersihkan lokasi
penyimpanan bahan
baku
Membuat
yang bagus

Pengadukan
atau

Mialgia
(ergonomi)

Mialgia
(ergonomi)

5
(Medium)

ventilasi

Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan

3
(Low)
/NIL

Pemanasan
bekerja

3
(Low)
/NIL

sebelum
dan

pencampuran
bahan baku

(Medium)
Gangguan
Pernafasan

4
(Medium)

peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Menggunakan
seperti masker

APD

2
(Low)
/NIL

Membersihkan lokasi
penyimpanan bahan
baku
Membuat
yang bagus
Peragian
(fermentasi)

Mialgia
(ergonomi)

Dehidrasi

5
(Medium)

5
(Medium)

ventilasi

Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan

3
(Low)
/NIL

Membuat
ventilasi
ruangan yang baik

3 (Low) /
NIL

Penyediaan air minum


untuk pegawai.
Penimbangan
adonan

Mialgia
(ergonomi)

Kulit Kering

5
(Medium)

4
(Medium)

Pembulatan
adonan

Mialgia
(ergonomi)

Kulit kering

5
(Medium)

4
(Medium)

Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.
Memakai APD berupa
sarung tangan
Memakai body lotion
untuk
mengurangi
kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.

3
(Low)
/NIL
2
(Low)
/NIL

3
(Low)
/NIL
2
(Low)
/NIL

Memakai APD berupa


sarung tangan

Pengembangan
singkat

Kulit Kering

4
(Medium)

Memakai body lotion


untuk
mengurangi
kekeringan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.
Memakai APD berupa
sarung tangan
Memakai body lotion
untuk
mengurangi

2
(Low)
/NIL

Pembentukan
adonan

Mialgia
(ergonomi)

Kulit Kering

5
(Medium)

4
(Medium)

kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.

3
(Low)
/NIL
2
(Low)
/NIL

Memakai APD berupa


sarung tangan

Peletakan
adonan kedalam
loyang

Pembakaran
(backing)

Mialgia
(ergonomi)

Kulit Kering

5
(Medium)

4
(Medium)

Memakai body lotion


untuk
mengurangi
kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.

3
(Low)
/NIL

2
(Low)
/NIL

Memakai APD berupa


sarung tangan

Mialgia
(ergonomi)

Kulit Kering

5
(Medium)

4
(Medium)

Memakai body lotion


untuk
mengurangi
kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.

3
(Low)
/NIL

2
(Low)
/NIL

Memakai APD berupa


sarung tangan

Pembungkusan
(packaging)

Mialgia
(ergonomi)

Dermatitis

5
(Medium)

4
(Medium)

Memakai body lotion


untuk
mengurangi
kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan
Sosialiasi
makanan
dengan gizi sehat.
Memakai APD berupa
sarung tangan
Memakai body lotion
untuk
mengurangi

3
(Low)
/NIL

2
(Low)
/NIL

Mialgia
(ergonomi)

5
(Medium)

kekeringan
Pemanasan sebelum
bekerja
dan
peregangan
otot
disela-sela pekerjaan

3
(Low)
/NIL

III.6. Pengendalian Resiko


Pengendalian resiko untuk petugas masak di rumah makan tersebut adalah sebagai
berikut:
1. Eliminasi
Menghilangkan debu dan lantai licin untuk mencegah terjadinya terpleset dan
terjatuh.
2. Subsitusi
Mengganti alas kaki dari sandal jepit dengan alas kaki yang dapat mencegah
terjadinya terpeleset dan terjatuh
3. Rekayasa teknik
Membuat ventilasi yang baik dan benar sehingga aliran udara menjadi bagus.
4. Kontrol administratif

Membuat peraturan selama bekerja dan diletakan dibeberapa sisi bangunan agar
dapat dibaca oleh pekerja. Seperti: Gunakan alat pelindung diri selama bekerja,
Letakkan alat dan barang sesuai pada tempatnya setelah dipergunakan, Buang

sampah pada tempatnya.


Memasang stiker dilarang merokok atau iklan tentang bahaya rokok di dinding

tempat kerja.
Adanya program hukuman dan penghargaan terhadap pekerja yang mentaati

atau melanggar peraturan.


Edukasi terhadap pekerja tentang pentingnya petunjuk yang melekat pada
kemasan bahan baku utama dan bahan baku tambahan termasuk melihat tanggal
kadaluarsa suatu bahan baku

5. Alat Pelindung Diri

Sarung tangan yang tipis untuk pekerja yang berhubungan dengan adonan roti
dan kue.

Sarung tangan yang tahan panas pada pekerja peragian dan pemanggangan roti

dan kue.
Penggunaan Celemek agar debu tepung terigu tidak menempel pada pakaian
yang digunakan sehingga debu tepung terigu tidak terbawa hingga pulang

kerumah.
Penggunaan masker bagi pekerja agar tidak terhirup debu bahan baku utama
yaitu tepung terigu.

III.7. Pemantauan dan Peninjauan Ulang


Perusahaan ini merupakan produsen dan penjual roti yang merupakan ushaa
pribadi sehingga pemantauan dapat dilakukan setiap hari. Pemilik diharapkan selalu
memberikan informasi kepada pekerja mengenai resiko dan meningkatkan rasa disiplin
untuk berhati-hati dalam menjalankan tugas sehingga terdapat kerja sama yang baik
antara pekerja dan pemilik.