Anda di halaman 1dari 5

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kecepatan Reaksi

Kimia
Pada setiap pergantian tahun dan hari raya Idul Fitri atau Lebaran banyak kita saksikan pesta
kembang api dan petasan. Kembang api dan petasan dibuat oleh manusia dari bahan yang mudah
terbakar dan mudah meledak. Peristiwa terbakarnya kembang api dan meledaknya petasan
merupakan contoh peristiwa kimia yang berlangsung secara cepat. Kita juga sering melihat besi
yang berkarat. Tahukah kamu, peristiwa perkaratan besi merupakan contoh peristiwa kimia yang
berlangsung lambat. Reaksi kimia ada yang berlangsung secara
cepat dan ada yang lambat. Faktor-faktor yang mempengaruhi reaksi kimia itu antara lain ukuran
partikel dan perubahan suhu.

1. Ukuran Partikel
Pada campuran pereaksi yang heterogen, reaksi dimulai dari bidang sentuh (bidang yang saling
bersinggungan antar reaktan) dan pada dasarnya terjadi karena tumbukan antar zat-zat pereaksi.
Makin luas bidang sentuh maka makin banyak tumbukan dan makin cepat pula terjadi reaksi.
Luas permukaan bidang sentuh dapat diperbesar dengan memperkecil ukuran partikelnya. Apa
hubungan ukuran partikel dengan kecepatan reaksi? Mari kita lakukan kegiatan berikut ini.
Pengaruh luas permukaan ini banyak diterapkan dalam industri maupun dalam kehidupan seharihari, yaitu dengan menghaluskan terlebih dahulu bahan yang berupa zat padat sebelum
direaksikan. Mengunyah makanan juga merupakan upaya dalam rangka memperluas permukaan
sehingga penguraian selanjutnya berlangsung lebih cepat.

2. Perubahan Suhu
Tahukah kamu, reaksi kimia cenderung berlangsung lebih cepat pada suhu yang lebih tinggi.
Semakin tinggi suhu reaksi, semakin cepat pergerakan partikel-partikel zat yang bereaksi
sehingga tumbukan antar partikel lebih cepat dan reaksi berlangsung lebih cepat. Berbagai proses
industri dipercepat dengan pemanasan, misalnya industri amoniak (NH3) dan asam sulfat
(H2SO4). Ketika Ibu mu memasak, makanan akan lebih cepat matang dan bumbu yang
dicampurkan akan lebih cepat bercampur bila menggunakan suhu yang lebih tinggi. Agar lebih
jelas lakukanlah kegiatan berikut ini.

Faktor yang mempenggaruhi kecepatan reaksi

1. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh ukuran partikel/zat.


Semakin luas permukaan maka semakin banyak tempat bersentuhan untuk
berlangsungnya reaksi. Luas permukaan zat dapat dicapai dengan cara memperkecil
ukuran zat tersebut
2. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh suhu.
Semakin tinggi suhu reaksi, kecepatan reaksi juga akan makin meningkat sesuai dengan
teori Arhenius.

3. Kecepatan Reaksi dipengaruhi oleh katalis.


Adanya katalisator dalam reaksi dapat mempercepat jalannya suatu reaksi. Kereakifan
dari katalis bergantung dari jenis dan konsentrasi yang digunakan.

Katalis
Katalis
Katalis adalah suatu zat yang mempercepat suatu laju reaksi, namun ia sendiri, secara kimiawi,
tidak berubah pada akhir reaksi. Ketika reaksi selesai, maka akan didapatkan kembali massa
katalasis
yang
sama
seperti
pada
awal
ditambahkan.
Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, yaitu reaksi heterogen dan reaksi homogen.
Didalam reaksi heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Sedangkan
pada dalam reaksi homogen, katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan.
Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen, dua
komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua
fase. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase,
karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut.
Fase berbeda denga istilah keadaan fisik (padat, cair dan gas). Fase dapat juga meliputi padat,
cair dan gas, akan tetapi lebih sedikit luas. Fase juga dapat diterapkan dalam dua zat cair dimana
keduanya tidak saling melarutkan (contoh, minyak dan air).

Energi Aktivasi
Tumbukan-tumbukan akan menghasilkan reaksi jika partikel-partikel bertumbukan dengan
energi yang cukup untuk memulai suatu reaksi. Energi minimum yang diperlukan disebut dengan
reaksi aktivasi energi. Kita dapat menggambarkan keadaan dari energi aktivasi pada distribusi
Maxwell-Boltzmann seperti ini:
Konsentrasi
Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi
makin cepat reaksinya berlangsung. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi
sehingga makin besar kemungkinan terjadinya tumbukan dengan demikian makin besar pula
kemungkinan terjadinya reaksi.
Sifat zat yang bereaksi
Sifat zat yang mudah atau sukar bereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya suatu
reaksi. Secara umum dinyatakan bahwa: Reaksi antara senyawa ion umumnya berlangsung
cepat. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang muatannya
berlawanan.
Contoh: Ca2+(aq) + CO32+(aq) CaCO3(s)
Reaksi ini berlangsung dengan cepat. Reaksi antara senyawa kovalen umumnya berlangsung
lambat. Hal ini disebabkan oleh reaksi yang berlangsung tersebut membutuhkan energi untuk

memutuskan ikatan-ikatan kovalen yang terdapat dalam molekul zat yang bereaksi.
Contoh:
CH4(g) + Cl2(g) -> CH3Cl(g) + HCL(g)
Reaksi ini berjalan lambat reaksinya dapat dipercepat apabila diberi energi, misalnya; cahaya
matahari.
Suhu
Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. Dengan menaikkan
suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan
lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan demikian
lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan kata lain kecepatan
reaksi menjadi lebih besar. Secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi (k)
terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS:
dimana:
k : tetapan laju reaksi
A : tetapan Arrhenius yang harganya khas untuk setiap reaksi
Ea : energi pengaktifan
R : tetapan gas universal = 0,0821.atm/moloK atau 8,314 Joule/moloK
T : suhu reaksi (oK)
Setiap suhu naik 100 C, laju reaksi menjadi dua kali lipatnya.
t = kenaikan suhu
Contoh : Suatu reaksi berlangsung selama 2 jam pada suhu 250C. Berapa kalikah laju reaksi akan
meningkat jika suhu diubah menjadi 450C ?
Penyelesaian :
Kenaikan suhu (t) = 45 25
= 200C
Laju reaksi menjadi 4X atau lama reaksi menjadi 2/4 jam.
Laju reaksi meningkat, reaksi akan semakin cepat berlangsung).
KATALISATOR
Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi yang mempunyai tujuan
memperbesar kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak
mengalami perubahan kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan
dijumpai kembali dalam bentuk dan jumlah yang sama seperti sebelum reaksi.
Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan
memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru.
Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung
lebih cepat.
Halaman ini menitikberatkan pada perbedaan tipe-tipe katalis (heterogen dan homogen) beserta
dengan contoh-contoh dari tiap tipe, dan penjelasan bagaimana mereka bekerja. Anda juga akan
mendapatkan deskripsi dari satu contoh autokatalis reaksi dimana hasil produk juga turut
mengkatalis.

Tipe-tipe dari reaksi katalis


Katalis dapat dibagi berdasarkan dua tipe dasar, yaitu heteregon dan homogen. Didalam reaksi
heterogen, katalis berada dalam fase yang berbeda dengan reaktan. Dalam reaksi homogen,
katalis berada dalam fase yang sama dengan reaktan.
Apa itu fase?
Jika kita melihat suatu campuran dan dapat melihat suatu batas antara dua komponen, dua
komponen itu berada dalam fase yang berbeda. Campuran antara padat dan cair terdiri dari dua
fase. Campuran antara beberapa senyawa kimia dalam satu larutan terdiri hanya dari satu fase,
karena kita tidak dapat melihat batas antara senyawa-senyawa kimia tersebut.
Kita mungkin bertanya mengapa fase berbeda dengan istilah keadaan fisik (padat, cair dan gas).
Fase juga meliputi padat, cair dan gas, tetapi lebih sedikit luas. Fase juga dapat diterapkan dalam
dua zat cair (sebagai contoh, minyak dan air) dimana keduanya tidak saling melarutkan. Kita
dapat
melihat
batas
diantara
kedua
zat
cair
tersebut.
Jika Anda lebih cermat, sebenarnya diagram diatas menggambarkan lebih dari fase yang
diterakan. Masing-masing, sebagai contoh, beaker kaca merupakan fase zat padat. Sebagian
besar gas yang berada diatas zat cair juga merupakan salah satu fase lainnya. Kita tidak perlu
memperhitungkan fase-fase tambahan ini karena mereka tidak mengambil bagian dalam proses
reaksi.
KatalisHomogen
Bagian ini meliputi penggunaan katalis dalam fase berbeda dari reaktan. Contoh-contoh meliputi
katalis padat dengan reaktan-reaktan dalam fase cair maupun gas
Beberapa faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi antara lain konsentrasi, sifat zat yang
bereaksi, suhu dan katalisator.
A. KONSENTRASI
Dari berbagai percobaan menunjukkan bahwa makin besar konsentrasi zat-zat yang bereaksi
makin cepat reaksinya berlangsung. Makin besar konsentrasi makin banyak zat-zat yang bereaksi
sehingga makinbesar kemungkinan terjadinya tumbukan dengan demikian makin besar pula
kemungkinan terjadinya reaksi.
B. SIFAT ZAT YANG BEREAKSI
Sifat mudah sukarnya suatu zat bereaksi akan menentukan kecepatan berlangsungnya reaksi.
Secara umum dinyatakan bahwa:

Reaksi
antara
senyawa
ion
umumnya
berlangsung
cepat.
Hal ini disebabkan oleh adanya gaya tarik menarik antara ion-ion yang muatannya
berlawanan.

Contoh:
Ca2+(aq)+CO32+(aq) CaCO3(s)
Reaksi ini berlangsung dengan cepat.

Reaksi
antara
senyawa
kovalen
umumnya
berlangsung
lambat.
Hal ini disebabkan karena untuk berlangsungnya reaksi tersebut dibutuhkan energi untuk
memutuskan ikatan-ikatan kovalen yang terdapat dalam molekul zat yang bereaksi.

Contoh:
CH4(g)+Cl2(g)CH3Cl(g)+HCl(g)
Reaksi ini berjalan lambat reaksinya dapat dipercepat apabila diberi energi misalnya cahaya
matahari.
C. SUHU
Pada umumnya reaksi akan berlangsung lebih cepat bila suhu dinaikkan. Dengan menaikkan
suhu maka energi kinetik molekul-molekul zat yang bereaksi akan bertambah sehingga akan
lebih banyak molekul yang memiliki energi sama atau lebih besar dari Ea. Dengan demikian
lebih banyak molekul yang dapat mencapai keadaan transisi atau dengan kata lain kecepatan
reaksi menjadi lebih besar. Secara matematis hubungan antara nilai tetapan laju reaksi (k)
terhadap suhu dinyatakan oleh formulasi ARRHENIUS:
k = A . e-E/RT
dimana:
k : tetapan laju reaksi
A : tetapan Arrhenius yang harganya khas untuk setiap reaksi
E : energi pengaktifan
R : tetapan gas universal = 0.0821.atm/moloK = 8.314 joule/moloK
T : suhu reaksi (oK)
D. KATALISATOR
Katalisator adalah zat yang ditambahkan ke dalam suatu reaksi dengan maksud memperbesar
kecepatan reaksi. Katalis terkadang ikut terlibat dalam reaksi tetapi tidak mengalami peruba
an kimiawi yang permanen, dengan kata lain pada akhir reaksi katalis akan dijumpai kembali
dalam
bentuk
dan
jumlah
yang
sama
seperti
sebelum
reaksi.
Fungsi katalis adalah memperbesar kecepatan reaksinya (mempercepat reaksi) dengan jalan
memperkecil energi pengaktifan suatu reaksi dan dibentuknya tahap-tahap reaksi yang baru.
Dengan menurunnya energi pengaktifan maka pada suhu yang sama reaksi dapat berlangsung
lebih cepat.

Anda mungkin juga menyukai