Anda di halaman 1dari 34

PORTOFOLIO

PENGGUNAAN OBAT-OBATAN SWAMEDIKASI

Di Susun oleh :
Okta Fatmawati

PO.71.39.012.029

Puspa Indah Rhamadayanti

PO.71.39.0.12.031

Rahmi Oktaviani

PO.71.39.0.12.033

Riska Susilawati

PO.71.39.0.12.035

Rizky Mohammad Andika

PO.71.39.0.12.037

Sagita Widiyastuti

PO.71.39.0.12.039

Dosen Pembimbing :
Dra. Ratnaningsih Dewi Astuti, Apt., M.Kes
Dra. Sarmalina S, Apt., M.Kes
Dr. Drs. Sonlimar Mangunsong, Apt., M.Kes.
Mona Rahmi Rulianti, S.Farm. Apt., M.Farm

POLTEKKES KEMENKES PALEMBANG


JURUSAN FARMASI
TAHUN AKADEMIK 2014/2015

LEMBAR PENGESAHAN
Portofolio Simulasi Apotek
PENGGUNAAN OBAT-OBAT SWAMEDIKASI
Disusun oleh :
Okta Fatmawati

PO.71.39.0.12.029

Puspa Indah Rhamadayanti

PO.71.39.0.12.031

Rahmi Oktaviani

PO.71.39.0.12.033

Riska Susilawati

PO.71.39.0.12.035

Rizky Mohammad Andika

PO.71.39.0.12.037

Sagita Widiyastuti

PO.71.39.0.12.039

Telah diperiksa dan telah disetujui keseluruhan isinya sebagai tugas mata kuliah
Simulasi Apotek tahun ajaran 2014/2015 di Poltekkes Kemenkes Jurusan Farmasi
dan dinyatakan telah mendapat persetujuan sebagai tugas mata kuliah Simulasi
Apotek.

Palembang, 27 Oktober 2014


Menyetujui
Dosen Pengajar

Dra. Sarmalina S, Apt., M.Kes

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Saat ini masyarakat banyak melakukan pengobatan sendiri(swamedikasi)
dimana mereka langsung datang mencari obat untuk mengatasigejala penyakit
yang dirasakan oleh mereka. Istilah swamedikasi sendiri berartimengobati segala
keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli bebasdi apotik atau toko
obat atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Tujuan pengobatan sendiri adalah
untuk menanggulangi secara cepatdan efektif keluhan yang tidak memerlukan
konsultasi medis, mengurangibeban pelayanan kesehatan pada keterbatasan
sumber daya dan tenaga, sertameningkatkan keterjangkauan masyarakat yang jauh
dari pelayanan kesehatan.Alasan pengobatan sendiri adalah kepraktisan waktu,
kepercayaan pada obattradisional, masalah privasi, biaya, jarak, dan kepuasan
terhadap pelayanankesehatan. Keuntungan pengobatan sendiri adalah aman
apabila digunakan sesuaidengan petunjuk/efek samping dapat diperkirakan, biaya
pembelian obat relatiflebih murah daripada biaya pelayanan kesehatan,
penghematan waktu karenatidak perlu mengunjungi fasilitas/profesi kesehatan,
menghindari rasa malu ataustress apabila harus menampakkan bagian tubuh
tertentu di depan tenagakesehatan, dan membantu pemerintah mengatasi
keterbatasan jumlah tenagakesehatan di masyarakat. Akan tetapi, swamedikasi
juga mempunyai beberapa resiko, sepertidapat terjadi kesalahan dalam penilaian
keseriusan keluhan-keluhan ataubahkan mungkin keluhan tersebut tidak dikenali.
Resiko lain adalah bahwaobat-obat bisa digunakan secara salah, terlalu lama atau
dalam takaran yangterlalu besar. Begitupula obat-obat alamiah seringkali
dianggap lebih baik danlebih aman. Ini adalah suatu kesalahpahaman, karena juga
obat tradisionalmengandung zat-zat aktif dengan khasiat keras yang dapat
menimbulkan efek-efek samping berbahaya. Masalah lainnya dalam swamedikasi
adalahanggapan bahwa obat bebas pasti aman. Guna mengatasi resiko-resiko
tersebut, maka perlu untuk dapat mengenali gangguan-gangguan tersebut.Selain
itu, perlu diketahui bahwa penyakit-penyakit yang lebih serius tidak bolehdiobati
sendiri melainkan harus dengan pertolongan dokter. Antara lain,gangguan jantung

dan pembuluh, kencing manis, penyakit-penyakit infeksi,gangguan-gangguan jiwa


dan kanker. Oleh karena itu, masyarakat perludipandu dalam melakukan
swamedikasi, antara lain :
1. Mengenali gejala penyakit.
2. Memilih obat bebas/ obat bebas terbatas yang tepat.
3. Membaca dengan teliti informasi pada kemasan; indikasi, kontraindikasi,
aturan pakai, efek samping obat, interaksi obat-obat, obat makanan, keadaan/
hal-hal yang harus diwaspadai selama mengonsumsi obat.
4. Jika gejala menetap bahkan memburuk, segera konsultasi ke dokter.
5. Jika mengalami efek samping obat, hentikan pengobatan dan konsultasi ke
dokter.
6. Ada beberapa obat keras yang dapat diperoleh tanpa resep dokter yang
penyerahannya dilakukan oleh apoteker (OWA).
7. Jika ada keraguan dalam berswamedikasi konsultasikan ke dokter atau
apoteker. Salah satu penyakit yang dapat di obati sendiri (swamedikasi)
adalah cacingan, sariawan dan kurang nafsu makan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa pengertian dari swamedikasi ?
2. Bagaimana pengobatan pada sariawan ?
3. Bagaimana pengobatan pada kecacingan ?
4. Bagaimana pengobatan untuk kurang nafsu makan ?
C.
1.
2.
3.
4.

TUJUAN
Untuk mengetahui pengertian swamedikasi
Untuk mengetahui pengobatan pada sariawan
Untuk mengetahui pengobatan pada kecacingan
Untuk mengetahui pengobatan untuk kurang nafsu makan

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Swamedikasi
Swamedikasi, atau pengobatan sendiri adalah perilaku untuk mengatasi sakit
ringan sebelum mencari pertolongan ke petugas atau fasilitas kesehatan. Lebih

dari 60% dari anggota masyarakat melakukan swamedikasi, dan 80% di antaranya
mengandalkan obat modern.
Swamedikasi adalah Pengobatan diri sendiri yaitu penggunaan obatobatan atau menenangkan diri bentuk perilaku untuk mengobati penyakit yang
dirasakan atau nyata. Pengobatan diri sendiri sering disebut dalam konteks
orang mengobati diri sendiri, untuk meringankan penderitaan mereka sendiri atau
sakit. Dasar hukumnya permekes No.919/MENKES/PER/X/1993, secara
sederhana swamedikasi adalah upaya seseorang dalam mengobati gejala sakit atau
penyakit tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Namun bukan berarti
asal mengobati, justru pasien harus mencari informasi obat yang sesuai dengan
penyakitnya dan apoteker-lah yang bisa berperan di sini. Apoteker bisa
memberikan informasi obat yang objektif dan rasional. Swamedikasi boleh
dilakukan untuk kondisi penyakit yang ringan, umum dan tidak akut. Setidaknya
ada lima komponen informasi yang yang diperlukan untuk swamedikasi yang
tepat menggunakan obat modern, yaitu pengetahuan tentang kandungan aktif obat
(isinya apa?), indikasi (untuk mengobati apa?), dosage(seberapa banyak? seberapa
sering?), effek samping, dan kontra indikasi (siapa/ kondisi apa yang tidak boleh
minum obat itu?).
Kriteria obat yang digunakan
Sesuai permenkes No.919/MENKES/PER/X/1993, kriteria obat yang dapat
diserahkan tanpa resep:

Tidak dikontraindikasikan untuk penggunaan pada wanita hamil, anak

di bawah usia tahun dan orang tua di atas 65 tahun.


Pengobatan sendiri dengan obat dimaksud tidak memberikan risiko

pada kelanjutan penyakit.


Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan

oleh tenaga kesehatan


Penggunaannya tidak memerlukan cara atau alat khusus yang harus dilakukan

oleh tenaga kesehatan


Penggunaannya diperlukan untuk penyakit yang prevalensinya tinggi di

Indonesia
Obat dimaksud memiliki rasio khasiat keamanan yang
dapatdipertanggungjawabkan untuk pengobatan sendiri

B. Jenis obat yang digunakan


Tanpa resep dokter :
Obat bebas tak terbatas : tanda lingkaran hitam, dasar hijau
Obat bebas terbatas : tanda lingkaran hitam, dasar biru
Obat Wajib Apotek (OWA) Merupakan obat keras tanpa resep
dokter,
tanda: lingkaran hitam, dasar merah
Suplemen makanan
C.

Seseorang melakukan swamedikasi karena:


Berdasar pengalamannya atau keluarga
Menggunakan sisa obat orang lain
Menggunakan kopi resep
Menggunakan obat OTR dari apotek atau toko obat

D. Syarat suatu obat swamedikasi :


Obat harus aman,kualitas dan efektif,
Obat yang digunakan harus punya indikasi, dosis, bentuk sediaan yang

tepat,
Obat yang diserahkan harus disertai informasi yang jelas dan lengkap.

E. Faktor yang menyebabkan meningkatnya swamedikasi :


Perkembangan teknologi farmasi yang inovatif
Jenis atau merek obat yang beredar telah diketahui atau

dikenal masyarakat luas


Berubahnya peraturan tentang obat atau farmasi
Kesadaran masyarakat akan pentingnya arti sehat
Pengaruh informasi atau iklan
Kemudahan mendapatkan obat
Mahalnya biaya kesehatan

F. Jenis-Jenis Pengobatan Swamedikasi


Anti Cacing (anthelmintika)
Anthelmetika atau obat-obat anti cacing adalah obat-obat yang dapat
memusnahkan cacing parasit yang ada dalam tubuh manusia dan hewan. Infeksi
oleh cacing merupakan salah satu penyakit yang paling umum tersebar di dunia, di
Indonesia termasuk penyakit rakyat yang umum dan sampai saat ini diperkirakan
masih cukup banyak anak-anak di Indonesia yang menderita infeksi cacing
sehingga pemerintah perlu mencanangkan pemberantasan cacing secara masal
dengan pemberian obat cacing kepada seluruh siswa sekolah dasar pada momen-

momen tertentu. Penularan penyakit cacing umumnya terjadi melalui mulut,


meskipun ada juga yang melalui luka dikulit. Larva dan telur cacing ada di manamana di atas tanah, terutama bila sistim pembuangan kotoran belum memenuhi
syarat-syarat hygiene. Gejala penyakit cacing sering kali tidak nyata. Umumnya
merupakan gangguan lambung usus seperti mulas, kejang-kejang kehilangan
nafsu makanan pucat (anemia) dan lain lain.
Pencegahannya sebenarnya mudah sekali yaitu :

Menjaga kebersihan baik tubuh maupun makanan


Mengkomsumsi makanan yang telah di masak dengan benar (daging, ikan dll)
Mencuci tangan sebelum makanan.

Penggolongan.
Obat cacing digolongkan berdasarkan khasiatnya terhadap jenis cacing yang
menginfeksi.
a) Cacing kremi (Oxyuris vermicularis)
Termasuk golongan cacing bulat, masa hidup cacing dewasa tidak lebih dari
6 minggu. Cacing betina menempatkan telurnya disekitar anus pada malam hari
sehingga menyebabkan rasa gatal.
Dengan garukan, telur cacing akan pindah ke tangan dan dapat tertelan
kembali .Cara penularan yang demikian disebut reauto infeksi. Obat yang sesuai
adalah mebendazol (obat pilihan untuk semua pasien di atas 2 tahun) dan
piperazin.
b) Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
Termasuk cacing bulat yang dapat mencapai ukuran cukup besar dan cukup
berbahaya karena dapat keluar dari usus, menjalar ke organ-organ lain bila tidak
diobat dengan tepat. Obat pilihan yang paling efectif adalah levamisol.
c) Cacing pita (Taenia saginata/Taenia solium/Taenia lata)

Merupakan cacing pipih beruas-ruas, yang penularannya lewat daging yang


mengandung telur cacing pita karena kurang lama dimasak.Taenia
saginata terdapat dalam daging sapi, Taenia solium terdapat dalam daging
babi, Taenia lata terdapat dalam daging ikan. Taenia sulit dibasmi karena kepala
cacing yang memiliki semacam alat hisap terhunjam dalam selaput lendir usus
sehingga sulit kontak dengan obat dan segmen segmen (bagian tubuh cacing)
yang telah rusak karena obat, dapat dilepaskan dan cacing kemudian membuat
segmen-segmen baru. Gejala yang tampak disamping gangguan lambung usus
adalah anemia .Obat yang paling banyak digunakan untuk cacing pita adalah
niklosamid dan prazikuantel.
d) Cacing tambang (Ankylostoma duodenale dan Necator Americanus)
Adalah dua macam cacing tambang yang menginfeksi manusia,
penularannya melalui Larva yang masuk ke dalam kulit kaki yang terluka cacing
tambang hidup pada usus halus bagian atas dan menghisap darah pada tempat dia
menempelkan dirinya di mukosa usus. Seperti cacing pita, cacing ini
menyebabkan anemia karena defisiensi besi. Pengobatan: mencakup pembasmian
cacing sekaligus pengobatan anemia. Mebendazol merupakan pilihan karena
memiliki Spectrum luas dan efektif terhadap cacing tambang.
e) Filaria
Ditularkan oleh Larva microfilaria dari cacing Wuchereria
bancrofti dan Brugia malaymelalui gigitan nyamuk culex. Microfilaria dari cacing
akan membendung getah bening pada kaki dan daerah sekitar kandung kemih
sehingga mengakibatkan daerah yang diserang menjadi bengkak dan besar
sehingga keadaan ini disebut elephantiasis.
f) Schistosoma
Adalah sebangsa cacing halus yang ditularkan oleh larva yang disebut
myracidium melalui kulit atau siput yang dimakan manusia. Schistosoma
hematobium dewasa hidup dalam vena saluran kemih sedangkan Schistosoma
mansonii hidup di vena kolon. Schistosoma japonicum tersebar lebih luas dalam

saluran cerna dan sistem porta. Gejala penyakit tergantung pada tempat yang
terinfeksi , bisa gatal gatal, kulit kemerahan, diare berlendir, hematuria dan lain
lain. Obat pilihan Frazikuantel efektif terhadap semua jenis schistosoma.
g) Cacing benang (Strongiloides stercularis)
Ditularkan melalui kulit oleh larva yang berbentuk benang dan hidup dalam
usus. Larva yang dihasilkan dapat menembus dinding usus dan menyusup ke
jaringan, menimbulkan siklus auto infeksi. Obat pilihan : Tiabendazol, obat
alternatif : albendazol. Invermectin merupakan obat alternatif yang paling efektif
untuk infeksi kronis.
Obat generik, indikasi, kontra indikasi dan efek samping
1. Mebendazol
Indikasi

Infeksi tunggal maupun campuran yang disebabkan cacing kremi, cacing


tambang, cacing gelang, cacing cambuk.

Kontra indikasi

Kehamilan (efek teratogenik) dan ibu menyusui

Efek samping

Kadang-kadang sakit perut, diare, reaksi hipersensitiv

Peringatan

Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun, kadang-kadang cacing


askaris akan bermigrasi keluar melalui hidung/ mulut selama pengobatan
terutama pada anak dengan infeksi berat.

Sediaan

Mebendazol (generik) tabl. 100 mg

2. Piperazin
Indikasi

Cacing kremi dan cacing gelang

Kontra indikasi
Gangguan fufungsi ginjal, epilepsi,kehamilan
Efek samping

Mual, muntah, kolik, diare

Peringatan

Tidak dianjurkan dipakai terus menerus pada anak-anak (nefrotoksik)

Sediaan

Piperazin (generik) Sirup 1 gr/ 5 ml,

Tablet 300 mg, 500 mg


Cara Penyimpanan

Wadah kedap udara, terlindung dari sinar

3. Pyrantel pamoat
Indikasi

Infeksi tunggal/ campuran cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang.


Obat pilihan untuk cacing gelang dan kremi

Kontra indikasi
Efek samping

Sangat jarang (sakit kepala, insomnia, mual, muntah, ruam kulit)

Peringatan

Tidak untuk anak di bawah 2 tahun

Sediaan

Pyrantel Pamoat (generik)tablet 365 mg Suspensi

Cara Penyimpanan

Terlindung dari sinar.

115 mg/5 ml

4. Dietil karbamazin
Indikasi

Filariasis

Kontra indikasi
Penyakit hati, ginjal yang berat, kehamilan
Efek samping

Menyebabkan kambuhnya malaria, sakit kepala, pusing, mual,muntah.

Sediaan

Dietil karbamazin (generik) tabl. 1000 mg

Cara Penyimpanan

Wadah kedap udara (hidroskopis)

5. Albendazol
Indikasi

Terapi tambahan (sesudah operasi) untuk kista hidatid atau obat


primer strongiloides

Kontra indikasi

Kehamilan

Efek samping

Gangguan saluran cerna, sakit kepala, gangguan darah.

Sediaan

Albenazol (generik) tabl. 200 mg

Spesialite obat-obat anti cacing:


NO

GENERIK dan LATIN

DAGANG

PABRIK

Piperazin (Piperazinum)

Piperacyl

Bode

Upixon

Bayer

Vermox

Janssen

Combantrin

Pfizer

Mebendazol
(Mebendazolum)

Pirantel Pamoat
(Pyranteli Pamoas)

Levamizol HCl

Ascaridil

Janssen

Oxantel

Quantrel

Pfizer

Pamoate+Pyrantel
Pamoate
6

Dietil karbamazin

Filarzan

Mecosin

Albendazol

Helben

Mecosin

Sariawan
Sariawan atau stomatitis aftosa merupakan kelainan yang terjadi pada selaput
lendir di dalam mulut. Kelainan tersebut berupa luka yang berbentuk bercak
berwarna putih kekuningan dengan permukaan cenderung cekung.
Stomatitis adalah radang yang terjadi di daerah mukosa mulut, yang biasanya
melibatkan pipi, gusi, lidah, bibir, kerongkongan dan bagian atas atau bawah
mulut. Kata stomatitis secara harfiah berarti radang pada mulut. Radang ini bisa
disebabkan oleh kondisi-kondisi dalam mulut itu sendiri, seperti kesehatan mulut
yang buruk, gigi tiruan yang tidak terpasang dengan baik, atau akibat luka bakar

mulut karena makanan atau minuman panas atau kondisi-kondisi yang mengenali
seluruh tubuh, seperti pengobatan, reaksi alergi, terapi radiasi atau infeksi.
Stomatitis biasanya merupakan kondisi yang nyeri, terkait dengan eritematosa
(kemerahan), pembengkakan, dan terkadang perdarahan pada daerah yang
terkena. Napas tidak sedap (halitosis) juga bisa menyertai kondisi. Stomatitis
mengenai semua kelompok usia, dari bayi sampai orang tua.
Sariawan umumnya ditandai dengan rasa nyeri seperti terbakar yang terkadang
menyebabkan penderita sulit untuk menelan makanan, dan bila sudah parah dapat
menyebabkan demam. Gangguan sariawan dapat menyerang siapa saja, termasuk
bayi yang masih berusia 6 - 24 bulan.
G. Penyebab Sariawan
1. Adanya bakteri, virus dan jamur penyebab sariawan

Infeksi Virus
Timbulnya sariawan yang disebabkan oleh infeksi virus adalah karena

beberapa bentuk virus yang ada di dalam tubuh, termasuk kasus-kasus khusus
seperti yang menyebabkan demam pada herpes, kelenjar, dan penyakit lain
yang berhubungan dengan mulut. Penyakit sistemik yang biasanya
menimbulkan gejala klinis stomatitis antara lain infeksi herpetic, gonorrhea,
measles, leukemia, HIV/AIDS, kekurangan vitamin C dan lainnya.

Infeksi bakteri
Bakteri penyebab sariawan sangat mudah masuk melalui makanan dan

minuman yang biasa dikonsumsi. Sariawan yang disebabkan oleh infeksi


bakteri biasanya terjadi saat seseorang menderita sakit tenggorokan atau
penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri. Jika tidak sering membersihkan
rongga mulut secara teratur bakteri akan mudah berkembang biak di dalam
mulut. Biasanya bakteri akan menempel di rongga mulut, kemudian akan
menyebabkan peradangan.

Serangan Jamur.
Sariawan jenis ini timbul saat seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh

yang sangat rendah atau masalah kesehatan lainnya yang mungkin memerlukan
penggunaan antibiotik dosis tinggi.
2. Kurangnya asupan nutrisi
Asupan nutrisi berupa Vitamin C, Vitamin B12, dan zat besi sangat penting.
Jika kekurangan maka akan memacu timbulnya sariawan disertai juga dengan
bibir pecah-pecah atau gusi yang mudah berdarah. Sehingga diperlukan asupan
nutrisi yang baik setiap hari untuk mencegah terjadinya sariawan.
3. Terganggunya imunitas tubuh
Terganggunya imunitas seperti ketika seseorang lambungnya panas, akan
muncul sariawan di lapisan lendir mulut yang disertai dengan nafas panas dan
berbau tidak sedap. Seringkali dijumpai pula gejala tenggorokan terasa kering.
Kebanyakan orang awam menyebut kondisi ini panas dalam.
4. Gangguan hormonal (seperti sebelum atau sesudah menstruasi) .
5. Alergi terhadap makanan (seperti cabai dan nanas)
6. Penyebab eksternal lain
Penyebab lain yang paling umum adalah luka yang ditimbulkan akibat
tergigit atau gigi yang miring bisa secara terus menerus mengiritasi strukturstruktur oral, pemasangan gigi palsu atau kawat gigi. Selain itu kondisi psikologi
seseorang seperti stress juga bisa memperngaruhi timbulnya sariawan.

H. Klasifikasi Sariawan
a. Stomatitis Primer

Recurrent Aphtouch Stomatitis (RAS), merupakan ulcer yang terjadi


berulang. Bentuknya 2 5 mm, awal lesi kecil, dan berwarna kemerahan.

Akan sembuh 2 minggu tanpa luka parut.


Herpes Simplek Stomatitis, stomatitis yang disebabkan oleh virus.

Bentuknya menyerupai vesikel.


Vincents Stomatitis, stomatitis yang terjadi pada jaringan normal ketika
daya tahan tubuh menurun. Etiologinya, bakteri normal yang ada pada
mulut, yaitu bakteri flora. Bentuk stomatitis ini erythem, ulcer dan nekrosis

pada ginggival.
Traumatik Ulcer, stomatitis yang ditemukan karena trauma. Bentuknya lesi
lebih jelas, dan nyeri tidak hebat.

b. Stomatitis Sekunder,
Merupakan stomatitis yang secara umum terjadi akibat infeksi oleh virus
atau bakteri ketika host (inang) resisten baik lokal maupun sistemik.
1. Obat Untuk Sariawan
1. Vitamin C
Sekalipun penyebab utama sariawan mungkin bukan karena kekurangan
vitamin, minum vitamin ini tidaklah keliru. Selain bisa membantu
penyembuhan luka, vitamin ini juga bisa meningkatkan ketahanan tubuh.
2. Antiseptik lokal
a. Polikresulen, contoh merek dagang yang terkenal: Albothyl
Concentrate. Obat yang punya khasiat antiseptik dan pemati rasa ini
tergolong laris karena diiklankan di televisi. Digunakan dengan cara
diencerkan, lalu dijadikan obat kumur, dilanjutkan dengan dioleskan
pada bagian luka.
Selain sebagai obat sariawan, obat ini juga banyak dipakai untuk luka
infeksi di anus atau di vagina. Di banyak negara, obat ini hanya boleh
dibeli dengan resep dokter. Tapi di Indonesia, obat ini boleh dibeli tanpa
resep dokter, bahkan diiklankan di media massa.
Sekalipun kita bisa membelinya tanpa resep dokter, sebaiknya kita tetap
berhati-hati dan tidak sering-sering menggunakannya, apalagi
menjadikannya sebagai obat kumur setiap hari. Penggunaan sebagai

obat kumur harian justru bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik


dan jahat di mulut. Polikresulen adalah antiseptik, hanya untuk
pemakaian luar, jangan sampai tertelan.
b. Povidon iodin, contoh merek dagang: Isodine Gargle. Isinya sama
dengan Betadine tapi khusus untuk obat kumur.
c.

Heksetidin, klorheksidin dalam bentuk obat kumur

d.

Dekualinium, dalam bentuk tablet hisap. Contoh merek dagang yang


terkenal: SP Troches.

e.

Fradiomisin dan gramisidin, dalam bentuk tablet isap. Contoh merek


dagang yang terkenal: FG Troches.

f.

Setrimonium, setilpiridinium

3. Kortikosteroid
Misalnya triamsinolon. Contoh merek dagang yang terkenal: Kenalog in
Orabase. Ini bukan obat bebas. Hanya boleh dipakai sesekali kalau memang
kita jarang menderita sariawan. Penggunaan lama dan sering bisa menimbulkan
efek samping merugikan. Tanyakan seluk-beluknya kepada apoteker.
Kortikosteroid hanya boleh digunakan jika kita tahu persis bahwa sariawan
tidak disebabkan oleh infeksi. Jika sariawan disebabkan infeksi jamur lalu kita
beri kortikosteroid, maka infeksi bisa menjadi semakin parah. Baca juga Bab
Kortikosteroid.
4. Anestesi (pemati rasa) lokal
Misalnya benzidamin, benzokain, dan lidokain. Ini juga bukan obat bebas.
5. Antijamur
Misal nistatin dan mikonazol. Obat antijamur hanya digunakan untuk
sariawan jika kita benar-benar yakin bahwa penyebabnya adalah infeksi jamur.
Oleh karena orang awam umumnya tidak bisa membedakan antara sariawan
akibat infeksi jamur dan bukan, maka obat ini tidak termasuk obat bebas.

Jika sariawan tidak disebabkan oleh jamur, pemberian obat ini tidak berguna
sama sekali. Bahkan bisa mengganggu keseimbangan mikroba normal di
mulut. Kalau kita langganan mengalami sariawan, biasanya itu bukan
disebabkan oleh jamur. Sebaiknya hindari obat ini.

BAB 3
TINJAUAN SWAMEDIKASI
A. KASUS 1
Pasien 1. Seorang Ibu ingin membeli obat cacing Combantrin sirup, anaknya ada
2 orang, 7 tahun dan 2 tahun
B. MONOGRAFI BAHAN
COMBANTRIN

Brand

: Pfizer

Komposisi

: Pirantel Pamoat setara pirantel 50 mg/ml sirup rasa karamel ; 25

mg/ml sirup rasa jeruk ; 250 mg ; 125


Indikasi

mg/tab.

: Enterobius vermicularis, ascaris lumbricoides, ancylostoma

duodenale, necator americanus, trichostrongylus colubriformis dan orientalis,


sebagai infeksi tunggal atau ganda
Kontraindikasi: Penderita hipersensitif.
Dosis

: Dosis tunggal 10 mg/kgBB atau 250 mg/25 kgBB

Efek Samping : Anoreksia (nafsu makan hilang), mual, muntah, diare, sakit
kepala, pusing, mengantuk dan merah-merah pada kulit, keringat dingin,
berkeringat, pruritus, urtikaria.
Cara Pakai

: Perhatikan tabel aturan minum dibawah ini, untuk sekali

pengobatan. Combantrin cukup diminum sekali sebelum atau sesudah makan.


Tidak perlu berpantang makan. Tidak perlu obat pencahar

Anak usia 2-5 tahun, sekali minum 1 sendok teh atau botol
Anak usia 5-9 tahun, sekali minum 2 sendok teh atau 1 botol
Anak usia 10-15 tahun, sekali minum 3 sendok the atau 1 1/2 botol
Di atas 15 tahun, sekali minum 4 sendok teh atau 2 botol

Harga

: Rp. 15,400

Peringatan dan Perhatian :

Sebaiknya hindarkan penggunaan Combantrin semasa hamil dan anak


dibawah usia 2 tahun karena keamanan penggunaannya belum diteliti/banyak

diketahui.
Penggunaan Combantrin bagi penderita gangguan hati sebaiknya berhati-hati.
Pemberian dengan piperazine dapat menyebabkan efek antagonis.

Overdosis

: Belum pernah dilaporkan kasus overdosis. Jika terjadi overdosis

dilakukan kuras lambung dan pengobatan supportif.


ZAK AKTIF COMBANTRIN :
Pirantel Pamoat

CP-10423-16; Embonato de pirantel; Pirantel pamoat; pirantelpamoate;


Embonatas Pirantelio; Pyranteeliembonaatti; pirantel,embonate de; Pirantel
pamoat (USAN); Pyrantelembonat; Pyrantel-embont; Embonas Pyranteli;
Pyrantelu embonian. 1,4,5,6-Tetrahidro-1-metil-2 - [(E) -2- (2-tienil) vinyl]
pirimidin 4,4'-Methylenebis (3-hidroksi-2-naphthoate).
Pemerian

: bubuk kuning pucat atau kuning. Praktis tidak larut dalam air dan

metil alkohol; larut dalam dimetil sulfoksida. Lindungi dari cahaya.


Cara kerja

Pirantel

pamoat

melumpuhkan

cacing

dengan

cara

mendepolarisasi senyawa penghambat neuromuskuler atau melumpuhkan saraf


otot cacing dan mengeluarkannya dari dalam tubuh biasanya tanpa memerlukan
pencahar sehingga cacing dapat dikeluarkan dari tubuh tanpa menimbulkan
gerakan atau rangsangan berpindah (migrasi). Pirantel pamoat dapat digunakan
untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh satu jenis cacing atau lebih pada
orang dewasa dan anak-anak. Obat ini dapat ditoleransi dan tidak akan melekat
pada pakaian oleh kontaminasi feses. Apabila salah seorang anggota keluarga
menderita infeksi dari salah satu dari lima jenis cacing ini, maka besar

kemungkinan anggota keluarga lainnya juga menderita infeksi yang sama yang
tidak teridentifikasi. Oleh karena itu dianjurkan agar seluruh anggota keluarga
menkonsumsi pirantel pamoat. (Menjaga kebersihan lingkungan dan pakaian akan
mencegah terjadinya infeksi kembali).
Farmakokinetika

: Farmakokinetik Hanya sebagian kecil dari dosis pirantel

embonate
diserap dari saluran pencernaan. Sampai sekitar 7% diekskresikan sebagai obat
tidak berubah dan metabolit dalam urin tetapi lebih dari setengah dari dosis
diekskresikan tidak berubah dalam feses. Penggunaan dan Administrasi Pirantel
embonate adalah melawan efektif anthelmintik
nematoda usus termasuk cacing gelang (Ascaris lumbricoides), threadworms
(Enterobius vermicularis), dan Trichostrongylus spp., nematoda
jaringan Trichinella spiralis, dan cacing tambang, meskipun mungkin kurang
efektif terhadap Necator americanus cacing tambang daripada melawan Cacing
tambang. Pirantel embonate adalah salah satu anthelmintics yang
mungkin digunakan dalam pengobatan infeksi dengan cacing ini, seperti dibahas
di bawah Pilihan Antelmintik, p.134. Tampaknya untuk bertindak dengan
melumpuhkan cacing rentan yang kemudian copot oleh aktivitas
peristaltik. Pirantel diberikan secara oral sebagai embonate, tetapi dosis
yang dijelaskan dalam hal dasar. Pirantel embonate 2,9 g setara dengan sekitar 1 g
pirantel. Infeksi tunggal atau campuran karena cacing rentan dalam orang dewasa
dan anak-anak dapat diobati dengan setara dari pirantel 10 mg / kg sebagai dosis
tunggal. Ascariasis terjadi sendiri hanya mungkin memerlukan 5 mg /
kg; satu dosis 2,5 mg / kg diberikan tiga atau empat kali dalam setahun
memiliki telah digunakan dalam program pengobatan massal. Dalam
necatoriasis, 10 mg / kg sehari selama 3 atau 4 hari atau 20 mg / kg sehari selama
2 hari mungkin diperlukan. Respon di Cacing kremi dapat ditingkatkan dengan
mengulangi 10 mg / kg dosis setelah 2 sampai 4 minggu. Dalam trichinosis, dosis
10 mg / kg setiap hari selama 5 hari telah digunakan. Pirantel tartrat telah
digunakan sebagai obat cacing hewan.
C. KASUS 2

Pasien2. Seorang Bapak mengeluh mudah capek dan badannya lesu. Wajahnya
pucat dan tidak selera makan. Mencari vitamin penambah nafsu makan
D. MONOGRAFI
APECUR

Brand

: Simex

Komposisi

: Kurkuminoid 2 mg, -karoten 10% 4 mg, vit B1 3 mg, vit B2 2

mg, vit B6 5 mg, vit B12 5 mcg, vit D 100 IU, dexpanthenol 3 mg, Ca pidolate
300 mg, fruktooligosakarida 300 mg
Indikasi

: Suplemen vitamin untuk meningkatkan nafsu makan dan

stamina; mencegah defisiensi kalsium.


Dosis

: Dewasa : 3 kali sehari 1 sendok takar. Anak 6-12 tahun : 2

kali/harii 1 sendok takar. Anak 1-6 tahun : 1 kali/hari 1 sendok takar. Anak 6
bulan-1 tahun : sendok takar 1 kali/hari.
Harga

: Rp. 26.000/botol 100 ml

ZAT AKTIF APECUR


Kurkuminoid
Kurkumin merupakan senyawa fenolik yang terkandung dalam Curcuma
longa L. Kurkumin pertama kali di isolasi tahun 1815 dan diperoleh bentuk

Kristal pada tahun 1870. Kurkumin banyak digunakan sebagai pewarna, perasa
makanan dan sebagai obat pada pengobatan tradisional india. Pada
perkembanganya banyak riset ilmiah yang membuktikan kurkumin efek
farmakologis terhadap berbagai macam penyakit. Kurkumin mempunyai efek
antiinflamasi, antibakteri, antiviral, antifungal, antitumor, antispasmodic, dan
hepatoprotektif.
Farmakokinetik:
Kurkumin dengan dosis oral 30-180 mg tidak tidak terdeteksi dalam darah.
Setelah dosis di tingkatkan sampai 3600 mg ditemukan bahwa kadar kurkumin
hanya sedikit di dalam darah tetapi di temukan kadar tertinggi di dalam feses.
Kurkumin dengan dosis 1 sampai 5 g/kg yang diberikan secara oral pada tikus
tidak menimbulkan efek samping dan 75% diekskresikan dalam bentuk feses dan
urin. Kurkumin dan metabolitnya di bentuk dalam saluran pencernaan dan hati.
Kolon ysng terpapar oleh kurkumin dan metabolitnya memungkinkan sebagai
target aktivitas antikanker.
Interaksi obat:
Kurkuma dapat mengurangi kemampuan pembekuan darah, karena aspirin juga
dapat menunda pembekuan darah, sebaiknya tidak digunakan bersama aspirin.
Efek samping:
Bila di pakai dengan takaran yang diusulkan dianggap aman. Tidak dipakai dngan
takaran tinggi pada wanita hamil karena dapat menimbulkan masalah rahim.

HEMAVITON STAMINA PLUS

Indikasi

: Membantu memulihkan stamina pria dan wanita, Membantu

memelihara daya konsentrasi, Membantu memelihara kesegaran saat bekerja keas


maupun olah raga.
Komposisi

: L-glutamic acid 200 mg, gingseng ekstr 800mg, vit-A 1000 IU,

vit-C 150 mg, vit-E 15mg, Zn 15mg, vit-D 400 Ul, vit-B1 7.5mg, vit-B2 8.5mg,
vit-B6 10mg, vit-B12 5 mcg, vit B3 50mg, vit B5 10mg, folic acid 100mcg, Ca
100 mg, phosphorus 75mg, Fe 10mg, guaranine 3.5mg.
Dosis

: Dewasa 2 kali sehari 1 kapsul; sebaiknya diminum pada waktu

atau setelah makan.


Kemasan

: Dos Berisi 10 Strip @ 5 Kapsul

Golongan

:Bebas

Pabrik

: Bode

Manfaat kandungan dalam hemaviton Stamina Plus


o L-Carnitine (100 mg) yang membakar lemak dalam tubuh menjadi tenaga
o Royal Jelly (6 mg) yang membantu menyegarkan tubuh
o Ginseng (20 mg) untuk meningkatkan kemampuan konsentrasi saat tubuh
kelelahan, stres, lemah dan saat mengalami aktivitas fisik dan mental yang
berat
o Antioksidan yang meningkatkan daya tahan tubuh dan meredam reaksi
radikal bebas, dari; polusi udara, pengaruh kopi dan merokok- penyebab
kerusakan sel .
o Multivitamin dan Mineral yang membantu mengoptimalkan metabolisme
tubuh sehingga tetap fit.
ZAT AKTIF HEMAVITON STAMINA PLUS

Gingseng
Farmakologi :
Gingseng mempengaruhi hipotalamus pituitary dan system kekebalan
tubuh. Meningkatkan fagositosis karena terjadi peningkatan jumlah limfosit total
dan sebagai aktifitas pembunuh sel alami. Gingseng mampu membantu tubuh
beradaptasi dengan kondisi yang tidak baik, mampu meningkatkan fungsi
memori, perhatian dan konsentrasi.
Interaksi obat:
1. Gingseng dapat berinteraksi dengan imatinib, menghambat CYP3A4 yang
merupakan enzim utama yang terlibat dalam metabolism imatinib
menyebabkan hepatoksisitas.
2. Gingseng memblok efek analgesic dari opioid
3. Penderita dengan insulin dan obat antidiabetes dapat menyebabkan kadar
gula darah terlalu rendah.
4. Pemberian dengan obat- obat yang di metabolism di hati dapat
meningkatkan efek samping dar obat tersebut
5. Pemberian dengan obat antikoagulan dapat menyebabkan perdarahan
karena efeknya saling bersinergisme.

Efek samping:
Memiliki toksisitas yang rendah. Efek samping dikaitkan dengan
penggunaan pada dosis tinggi dan jangka panjang. Efek samping seperti
hipertensi, mual, diare, sakit kepala, mastalgia, insomnia, dan ruam kulit. Data
toksisitas yang diperoleh menunjukan pengobatan gingseng memiliki toksisitas
rendah. LD50 dari akar gingseng pada tikus telah dilaporkan 10-30gr / Kg.
Farmakokinetik
Degradasi ginsenosides terjadi dalam saluran pencernaan manusia
termasuk deglycosylation oleh asam dan bakteri usus. Ginsenosida Rg 1 ( jenis
protopaanaxatriol) mnunjukan T1/2 eliminasi sangat singkat yaitu 27 menit
setelah pemberian intravena, diserap ke dalam darah atau getah bening dan

diangkut ke jaringan target untuk esterefikasi dengan stearat, oleat atau asam
lemak palmitat.konsentrasi Rg1 dan metabolit yang tinggi dalam darah, hati,
empedeu, subkutis, konjungtiva, dan epitel pada rongga mulut, kerongkongsn, dan
rongga hidung, konsentrasi rendah pada otot dan organ endokrin dan sangat
rendah dalam otak.
E. KASUS 3
Pasien 3. Seorang remaja putrid ingin membeli Albothyl cair dan FG Troches
karena sariawan dimulutnya
F. MONOGRAFI BAHAN
ALBOTHYL 10 ml

Merek Dagang: Albothyl, Polilen(Taiwan)


Komposis

: Tiap 1 g ALBOTHYL concentrate mengandung 360 mg

policresulen atau berkadar 36%


Indikasi

: Ginekologi adalah untuk mempercepat proses pemnyebuhan

setelah elektro-koagulasi. Menghentikan pendarahan lokal dan kapiler,


mempercepat pelepasan dan
pembersihan jaringan nekrotik akibat luka bakar dan luka-luka biasa.
Dermatologi untuk pembersihan dan stimulasi regenerasi jaringan
luka/peradangan yaang kronik, lesi dekubitus, ulkus kruris, kondiloma akuminata
dan sebagainya.

Produsen

: PT Pharos

Perhatian

1. Selama pengobatan dengan ALBOTHYL, tidak diperlukan pengobatan


topical lainnya.
2. Hindarkan dari mata dan jangkauan anak-anak.
3. Jangan ditelan, hanya untuk pemakaian luar.
Bacalah aturan pakai dengan seksama. Bila sakit berlanjut hubungi Dokter.
ALBOTHYL concentrate adalah tergolong obat luar yang bekerja sebagai
antiseptic (membunuh kuman dan mencegah infeksi), hemostatik (menghentikan
perdarahan), dan astringent (menciutkan) dan menutup luka terbuka.
CARA KERJA : ALBOTHYL concentrate dapat mengkoagulasi protein secara
spesifik dalam jaringan yang terluka tanpa memberikan pengaruh buruk terhadap
jaringan di sekitarnya yang masih sehat.
Manfaat dan Cara Pakai ALBOTHYL:
1. Obat kumur pencegah sariawan dan bau mulut ALBOTHYL concentrate
membunuh kuman penyebab SARIAWAN dan BAU MULUT, menjaga
kebersihan dan kesegaran mulut, gigi dan gusi, ditandai dengan rasa kesat,
bersih, dan segar. Cara Pakai: Teteskan 10 15 tetes Albothyl ke dalam 1
gelas air (200 ml). Kumur kumur selama - 1 menit. Kumur ulang
dengan air putih matang untuk membilas.
2. Sariawan (penyembuhan) ALBOTHYL concentrate formula baru tanpa
rasa perih, sekali oles sariawan langsung sembuh. Albothyl dapat
menghilangkan rasa perih sariawan, menciutkan dan menutup luka
sariawan dengan cepat tanpa mempengaruhi jaringan yang sehat di
sekitarnya. Cara Pakai: Awali berkumur dengan Albothyl yang diencerkan
seperti di atas. Kemudian teteskan Albothyl ke cotton bud, lalu oleskan

dan tekan selama menit pada luka sariawan, sampai meresap dan
memutih.
3. Sakit gigi ALBOTHYL concentrate segera menghilangkan rasa sakit
gigi, menghentikan perdarahan setelah cabut gigi dan dapat membunuh
kuman penyebab sakit gigi. Cara Pakai: ALBOTHYL concentrate
diteteskan pada cotton bud/kapas, lau ditempelkan pada lubang gigi yang
sakit selama 1 menit. Untuk menghentikan perdarahan setelah cabut gigi,
basahi kapas dengan Albothyl, kemudian gigit pada bagian yang berdarah.
4. Luka di kulit (luka jatuh / luka bedah / luka terpotong / luka sayat / luka
bakar)
ALBOTHYL concentrate bekerja menghentikan perdarahan,
mempercepat pengeringan dan penyembuhan luka. Membantu
pembentukan jaringan kulit baru danpengelupasan jaringan kulit
mati. Cara Pakai: Basahi kapas atau perban dengan Albothyl, kemudian
usapkan pada luka yang telah dibersihkan dengan antiseptic (Antiseptik
bisa gunakan Albothyl yang diencerin 15 tetes dalam air gayung) dan
tekan selama 1 menit.
5. Pembersih vagina ALBOTHYL bekerja sebagai antiseptic (membunuh
kuman dan mencegah infeksi), astringent (mengencangkan dan
mengesatkan) serta menjaga kebersihan vagina. Cara Pakai: Sebagai
pembersih vagina dipakai ALBOTHYL concentrate yang diencerkan 10
15 tetes dalam air 1/4 gayung (200 ml). Basuhkan larutan atau gunakan
handuk kecil yang telah dibasahi larutan untuk membersihkan vagina,
kemudian bilas vagina dengan sisa cairan.
6. Infeksi vagina & keputihan ALBOTHYL concentrate mengatasi infeksi
(bakteri, jamur, trikomonas) pada vagina secara cepat, menghilangkan
gatal-gatal, bau, keputihan, menghancurkan jaringan yang rusak dan
menggantinya dengan jaringan baru. Cara Pakai : Bersihkan vagina
terlebih dahulu dengan ALBOTHYL concentrate yang diencerkan 10
15 tetes dalam air 1/4 gayung (200 ml), kemudian oleskan ALBOTHYL

concentrate pada daerah infeksi menggunakan cotton bud dan tekan


selama 1 3 menit.
Keunggulan ALBOTHYL concentrate lainnya adalah:

Bekerja lokal sebagai anti bakteri, anti jamur dan anti parasit tanpa
menimbulkan resistensi
Mencegah infeksi
Menghentikan perdarahan
Tidak merusak jaringan
Mempercepat pembentukan jaringan baru, menggantikan jaringan yang
rusak
Menghilangkan rasa sakit
ZAT AKTIF ALBOTHYL :
Policresulen
Sinonim
Pemerian

: m-Cresolsulphonic acid-formaldehyde
: Larutan jernih berwarna coklat kemerah-merahan. Bakterisidal,

fungisidal, Trichomonicidal dengan spectrum yang luas.

BAB 4
DIALOG
A. Kasus 1
Pasien 1. Seorang Ibu ingin membeli obat cacing Combantrin sirup, anaknya ada
2 orang, 7 tahun dan 2 tahun
Pemeran :
AA

: sagita widiyastuti

Ibu

: okta fatmawati

.......

AA

: siang Buk, ada yang bisa kami bantu ?

Ibu

: Saya mau beli obat cacing Combantrin Sirup buat anak-anak saya

AA

: emangnya buat berapa orang Buk ?

Ibu

: Buat dua orang mbak


(AA sembari mengambil 2 botol combantrin sirup)

AA

: Nah ini combantrin sirupnya Buk, ngomong-ngomong umur anak-anak

ibu berapa?
Ibu

: satunya 2 tahun dan satunya lagi 7 tahun Mbak

AA

: tau gejalanya udah berapa lama ?

Ibu

: Udah 3 hari berturut-turut nih mbak

AA

: saya jelasin aturan minumnya ya Buk, untuk anak 2 tahun diminumnya 1

sendok teh atau setengah botol, terus anak yang 7 tahun diminumnya 2 sendok teh
atau sebotol ini. Bisa sebelum atau sesudah makan tapi sebaiknya diminum pada
malam hari aja sebelum tidur, jadi pas bangun obat nya udah bereaksi dan anak
ibu langsung bisa BAB
Ibu

: pas BAB itu keluarnya bentuk cacing atau udah hancur jadi feses ? anak

saya tuh pengennya udah hancur mbak, soalnya mereka tu pada geli apalagi yang
7 th, kalo yang 2 thun bisa-bisa nangis liat cacing keluar dari anusnya
AA

:oooh..hehehe.ini obatnya bisa langsung ngancurin kok Buk keluar

bersamaan dengan feses jadi gak bentuk cacing utuh


Ibu

: syukur deh mbak. oh ya mbak, minum obat cacing ini bagusnya berapa

bulan sekali Mbak ?


AA

: sebaiknya 6 bulan sekali Buk atau minimal setahun sekali

Ibu

: ada efek sampingnya gak mbak ?

AA

: biasanya anak ibu diare tapi itu wajar selama ngeluarin cacing beserta

telurnya, oleh sebab itu kalo minum obat ini gak perlu lagi minum obat pencahar
supaya bisa BAB
Ibu

: gitu toh mbak. jadi gak perlu dikhawatirin ya

AA

: iya Buk. Oh ya, awalnya bisa tau anak Ibu cacingan gimana Buk ?

Ibu

: anak saya yang umur 2 th tuh kalo malem sering garuk-garuk pantat

mbak, kalo yang 7 th berat badannya gak naik-naik padahal nafsu makan gak
berkurang terus kelihatan lemes banget
AA

: kalo soal makan, anak Ibu gak usah terlalu dipantengin ya. Gak papa

makan terus, kalo udah dikasih obat ini ntar berat badannya naik secara normal
kok :D
Ibu

: ya udah deh mbak, makasih ya infonya. Jadi obatnya berapa ?

AA

: 2 botolnya Rp. 31.000 Buk

( Ibu menyerahkan uang Rp. 50.000 )


AA

: ini kembaliannya Buk Rp. 19.000. terimakasih semoga anaknya cepet

sembuh dan tetep jaga kebersihan lingkungan serta pakaian ya untuk mencegah
terjadinya infeksi kembali :D
Ibu

: iya mbak (sembari tersenyum dan meninggalkan Apotik)

B. KASUS 2
Pasien 2. Seorang Bapak mengeluh mudah capek dan badannya lesu. Wajahnya
pucat dan tidak selera makan. Mencari vitamin penambah nafsu makan
Pemeran :
AA

: riska susilawati

Pasien

: rizky M. andhika

......
AA

: Selamat siang pak ada yang bisa saya bantu?

Pasien

: Gini mbak kenapa ya akhir- akhir ini saya sering ngerasa cepet

capek, terus lesu mau ngapa- ngapain?


Aa

: Kerja nya lembur terus ya pak ?

Pasien

: Iya mbak, akhir- akhir ini saya emang lembur terus di kantor ,

soalnya lagi banyak yang di kerjain.


AA

: Nah, itu bisa jadi penyebab kenapa bapak sering cepet ngerasa

capek . Tidurnya juga gak teratur ya pak ?


Pasien

: Iya mbak, udah seminggu ini tidurnya sehari cuman 3 jam.

AA

: Wah, pantes aja kalo bapak sering kecapean. Itu karena pola tidur

bapak yang kurang teratur sama mungkin bapak agak sedikit terbebani masalah
kantor bapak jadi banyak pikiran.
Pasien

: iya mbak, biasanya biar gak ngantuk saya sering minum banyak-

banyak kopi.
AA

: Itu gak boleh pak sebenernya, karena kopi itu kan mengandung

kaffein Emang bener sih pak kopi itu bias ngilangin ngantuk, tapi kalo udah
kebanyakan itu malah bahaya lho pak .
Pasien

: Bahaya mbak?

AA

: Iya, kafein yang ada di dalam kopi itu kalo kebanyakan bisa

meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah terus bisa bikin tubuh merasa
kelelahan. Kayak yang bapak alamin sekarang
Pasien

: Terus obat yang cocok buat saya apa ya mbak ?

AA

: Gini pak saya saranin bapak beli obat ini aja hemaviton stamina

plus,

Pasien

: Emang manfaat nya apa aja mbak?

AA

: Hemaviton stamina plus ini isinya itu ada gingseng nya sama

vitamin- vitamin yang bisa membantu menyegarkan tubuh, meningkatkan


kemampuan konsentrasi bapak saat kelelahan , stress atau saat menjalani aktivitas
yang berat. Ada antioksidan nya juga pak yang bantu meningkatkan daya tahan
tubuh, dan ada juga vitamin yang bisa membantu megoptimalkan metabolism
tubuh sehingga tetap fit.
Pasien

: Harganya berapa mbak?

AA

: Rp 1000 per kapsulnya pak.

Pasien

: Iya deh mbak saya beli 5 kapsul aja ya mbak.

AA

: Iya pak, saya saranin selain minum ini biar gak mudah letih , lesu

pola tidur bapak harus teratur ya, terus sempetin buat olah raga. Oh ya makanya
juga jangan sampek tinggal ya pak. Hemaviton ini di minum 2 kali sehari , setiap
pagi sesudah makan sama malam sebelum tidur.
Pasien

: Oh iya mbak saya sampek lupa , saya itu sekarang males bener

sama yang namanya makan , gak nafsu gitu mbak,disini ada gak mbak obat
penambah nafsu makan?
AA

: Oh ada pak , ini apecur isinya ada kurkuma nya pak bisa buat

penambah nafsu makan bapak.


Pasien

: Harganya berapa mbak?

AA

: Kalo yang ini Rp. 26.000 pak harganya, jadi sama yang tadi

totalnya Rp. 31.000 ya pak.


Pasien

: Oh iya mbak makasi ya ini uangnya

AA

: Sama-sama pak.

C. KASUS 3

Pasien 3. Seorang remaja putrid ingin membeli Albothyl cair dan FG Troches
karena sariawan dimulutnya
Prolog : Di siang hari yang cerah di apotek Simulasi farma datanglah Seorang remaja
putri ingin membeli Albothyl cair dan FG Troches karena sariawan dimulutnya
Pemeran

AA3

: Rahmi Oktaviani

Pasien

: Puspa Indah Rhamadayanti

..........
AA3

: selamat siang mbak ada yang bisa dibantu?

Pasien

: siang mbak, gini mbak saya mau beli obat sariawan

AA3

: obat sariawan apa mbak?

Pasien

: Albothyl cair sama FG Troches mbak. Ada?

AA3

: sebentar mbak saya lihat dulu, ohh ini ada mbak Albothyl cairnya yang

10 ml dan fg trochesnya . oh ya mbak kan mbak tadi bilang sariawan kan sebelumnya
mbak udah pernah beli ato pakek fg troches?
Pasien

: saya baru pertama mbak beli ini . temen saya yang saranin kalo

sariawan pakeknya fg troches. Emang kenapa ya mbak?


AA3

: ini looh mbak fg troches itu kan isinya antibiotik, lagian juga fg troches

ini termasuk golongan obat keras yang tidak boleh diberikan tanpa resep dokter kecuali
ata persetujuan apoteker kami.
Pasien

: biasanya juga bisa kok mbak beli di apotek lain fg troches tanpa resep

dokter, kok disini gak bisa? Gimana sih apotek ini?


AA3

: saya hanya menjalankan prosedur saja mbak,bisa aja kok mbak apotek

kami berbuat seperti itu tapi mbak mau mengambil resiko?


Pasien

: resiko? Resiko apa mbak?

AA3

: gini mbak kan fg troches itu mengandung antibiotik. mbak kalo

antibiotic terlalu sering dikonsumsi bakteri nya malah resisten dan bahkan bisa jadi
penyakit yang lebih parah dan butuh biaya lebih mahal lagi mbak. Mbak gak mau kan
gitu?
Pasien

: ohh gitu ya mbak. Jadi gimana nih? Saya udah gak tahan sama sariawan

saya. Sakit banget bikin susah makan dan ngomong


AA3

: yaudah mbak ambil albothyl nya aja sama kalo mau kami ada tablet

sariawan ini mbak ada kuldon dan juga vitacimin untuk mempercepat penyembuhan
sariawan mbak.
Pasien

: ya udah mbak saya ambil albothyl nya aja berapa harganya?

AA3

: harganya 30 ribu mbak

Pasien

: obat sekecil ini 30 ribu mbak? Mahal banget.

AA3

: iya mbak soalnya ini kan konsetrat dipakenya diencerkan sama air jadi

agak mahal, kalo mbak mau yang murah ini kami ada enkasari obat kumur buat sariawan
juga mbak
Pasien

: berapa harganya mbak?

AA3

: kalo ini Cuma 18 ribu aja mbak

Pasien

: kelebihannya dibanding albotyhl apa?

AA3

: kalo enkasari ini mbak rasanya lebih manis mbak gak kayak albothyl

yang rasanya kurang enak lagian gak perih kalo dikumurin dan juga bisa ditelan mbak
karena ini obat herbal
Pasien

: yaudah dek mbak saya ambil itu aja ini uangnya

AA3

: oke mbak makasih yaa, ini uangnya pas yaa. semoga cepet sembuh

DAFTAR PUSTAKA
http://ekoputerasampoerna.blogspot.com/2013/02/swamedikasipengobatan-sendiri.html
http://www.slideshare.net/acaylovers/makalah-swamedikasi-diare-dansembelit
http://makalahkesehatan94.blogspot.com/2014/09/makalah-mikrobiologipenyebab.html
http://pelampiasancurhat.blogspot.com/2011/05/obat-kulit-dan-artikelpenyembuhannya.html
http://mahasiswafarmasibicara.blogspot.com/2013/10/pemberian-obatsecara-topikal.html
http://fhiyanemyuunik.blogspot.com/2013/04/idk-vi-kdm-pengobatantopikal.html
http://jendelafarmasi.blogspot.com/2011/10/luka-bakar.html