Anda di halaman 1dari 52

Doa belajar

Asyhadu anlaa ilaaha illalloh


wa asyhadu anna Muhammadan rasuululloh
Rodliitu billaahi robbaa
wa bil-islaami diinaa
wa bi Muhammadin nabiyyaw wa rosuulaa
Robbii zidni ilmaa
warzuqnii fahmaa
Aamiin....

BIAS
SULISTYANINGSIH
zoelist_2203@yahoo.co.id

STIKES 'AISYIYAH YOGYAKARTA

TUJUAN:
Memahami mengenai:
1. Definisi bias
2. Jenis-jenis bias
3. Sumber-sumber bias
4. Menghindari bias

Definisi Bias
Bias: suatu proses penyimpulan setiap
tahap penelitian yang cenderung
menghasilkan kesimpulan berbeda
secara sistimatis dari kebenaran sebenarnya

BIAS - ERROR
BIAS

ERROR

Perbedaan nilai
yang
sebenarnya
dengan nilai
yang ditemukan

Kesalahan yang
berhubungan
dengan
sampling

JENIS BIAS
Bias pencarian referensi
Bias pada design
Error pada sampling (bias seleksi)
Bias pada wawancara atau
pemeriksaan (bias informasi)
Bias pada analisa

BIAS DAPAT TERJADI PADA TAHAPTAHAP:

1. pencarian referensi
2. seleksi dan spesifikasi sampel
3. intervensi pada studi eksperimental
4. pengukuran exposures dan outcome
5. analisis data
6. interpretasi analisis
7. publikasi hasil

BIAS PADA PENCARIAN REFERENSI

bias rhetoric
penggunaan teknik yang meyakinkan pembaca
tanpa alasan yang menarik

The alls well literature bias


publikasi laporan penelitian dengan menghindari
hasil yang kontroversi/ berbeda

bias pada pencarian referensi

One-sided reference bias


pembatasan referensi yang menunjang pendapat
peneliti saja

Positive results bias


peneliti cenderung menerima dan mengumpulkan
hasil penelitian yang positif

BIAS DESIGN
1. Built-in Bias: bias yang
terkandung pada metoda.
2. Design bias: bias akibat
menentukan jenis variabel.
3. Bias definisi operasional: bias
pada pengertian yang salah.

INTERVENSI PADA STUDI EKSPERIMENTAL

Contamination bias
sampel pembanding secara tak sengaja menerima
intervensi yang diteliti

Compliance bias
perbedaan kepatuhan menerima intervensi

intervensi pada studi eksperimental

Therapeutic personality bias


pada metode tanpa blind, pendirian peneliti akan
mempengaruhi hasil (bisa positif/ negatif)

Bogus control bias


penggantian sampel mati/ sakit/ drop-out dengan
sampel baru

CARA MENGURANGI BIAS DESIGN


1. Built-in bias: tidak ada cara.
2. Design bias: buat kerangka
Kausasi yang benar.
3. Bias definisi operasional: pelajari
teori/referensi secara mendalam.

SAMPLING ERROR
1. Random error: error pada usaha
random (Tipe I Error).
Cara mengetahui: membandingkan
harga statistik variabel non
penelitian antara sampel dan
populasi yang berbeda bermakna.
Cara mengurangi: random
Secara benar.

SAMPLING ERROR
2. Sampling error: error karena besar
besar/jumlah sampel tidak
memenuhi syarat.
Cara mengetahui: menghitung
power penelitian (1-beta).
Cara mengurangi: besar sampel
minimal harus sesuai perhitungan.

SAMPLING ERROR
3. Ascertainment bias: bias karena
kesalahan memasukkan kelompok.
Sumber: perbedaan cara survei/
diagnosis/sistem rujukan.
Cara mengetahui: follow-up study
(studi prospektif).
Cara mengurangi: kriteria jelas,
umum dan tenaga yang handal.

SAMPLING ERROR
4. Selection (Berksonian) bias/
admission rate bias: bias
karena pemilihan kelompok yang
tidak sebanding.
Cara mengetahui: analisa
pembanding lain.
Cara mengurangi: sampling benar.

SAMPLING ERROR
5. Attrition bias: bias akibat terjadinya
drop-out (non-responden, loss to
follow-up, perpindahan penduduk,
dsb) yang tak seimbang antar grup
yang diteliti
Cara mengurangi: usahakan follow
up tambahan.

BIAS PADA SELEKSI DAN SPESIFIKASI SAMPEL


Popularity bias
pasien terkonsentrasi pada institusi/ prosedur tertentu
dipengaruhi kondisi/ sebab tertentu

Centripetal bias
pasien terkonsentrasi pada reputasi dokter/ institusi

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Referral filter bias
akibat sistim rujukan, pasien kasus jarang, derajat
terminal, dan diagnosis ganda terkonsentrasi pada
institusi tertentu

Diagnostic access bias


status geografi, ekonomi menyebabkan perbedaan
prosedur diagnosis yang dilakukan

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Diagnostic suspicion bias
pengetahuan subyek terhadap kausal/ paparan
tertentu dapat berpengaruh terhadap intensitas &
outcome proses diagnosis

Previous opinion bias


cara & hasil proses diagnosis sebelumnya dapat
mempengaruhi pelaksanaan pada kasus berikutnya

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Wrong sample size bias
dari sampel kecil tak dapat membuktikan sesuatu,
tetapi dari sampel besar dapat membuktikan apa
saja

Admission rate (Berkson) bias


pada penelitian di RS, jika proporsi paparan/ outcome
berbeda, maka hubungan antara paparan dan outcome
juga akan berbeda

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Procedure selection bias
prosedur klinik tertentu diistimewakan untuk sampel
berisiko jelek

Diagnostic vogue bias


suatu penyakit terdiagnosis secara berbeda pada
saat yang berbeda

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Missing clinical data bias
data klinis hilang, karena normal, negatif, tak
diperiksa/ diukur, atau diukur tapi tak dicatat

Non-contemporaneous control bias


perubahan definisi exposures, diagnosis, diseases
dan terapi dapat menyebabkan grup pembanding
tak dapat dibandingkan

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Starting time bias
tak samanya waktu mulai terpapar atau berpenyakit
menyebabkan misklasifikasi

Unacceptable disease bias


penyakit/ outcome yang tak dapat diterima secara
sosial (veneral disease, suicide, insanity; penyakit gila)
cenderung tak dilaporkan

bias pada seleksi dan spesifikasi sampel


Migrator bias
perpindahan penduduk dapat mempengaruhi hasil

Non-respondent bias
sampel non responden mempengaruhi penentuan
paparan maupun hasil

BIAS PADA WAWANCARA/PEMERIKSAAN


1. Interviewer/observer bias: bias karena
pemeriksa/interviewer sebab:

Condong mendapatkan jawaban/hasil


pemeriksaan yang positif.

Tahu kelompok responden.

Tidak menguasai teknik yang benar.


Cara mengetahui: bandingkan hasil tiap
pemeriksa atau pemeriksa yang sama pada
waktu berbeda (test of agreement).
Cara mengurangi: standart pemeriksaan/
Training intensif.

BIAS PADA WAWANCARA/PEMERIKSAAN


2. Recall bias: bias karena faktor kelupaan/
tidak ingat.
Cara mengetahui: bandingkan dengan
Jawaban tentang masalah lain.
Cara mengurangi:

Menanyakan secara historical

Step bay step

Kurun waktu terbatas

BIAS PADA WAWANCARA/PEMERIKSAAN


3. Non response bias: bias karena responden
menolak berpartisipasi/tidak ditemui.
Cara mengurangi:

Pendekatan yang baik

Kunjungan ulang

Diganti dengan random yang baru

BIAS PADA WAWANCARA/PEMERIKSAAN


4. Misclassification bias: bias karena salah
menentukan status/tingkat eksposur/
penyakit.
Cara mengetahui: melihat sensitivitas dan
spesifisitas.
Cara mengurangi:

Menggunakan random standart

Pemeriksa lebih dari satu

Pemeriksaan berulang

Pemeriksaan lebih dari satu cara

Klasifikasi variabel secara stratifikasi

BIAS PADA WAWANCARA/PEMERIKSAAN


5. Instrumen bias (pertanyaan): bias akibat
presisi alat/instrumen kurang baik.
Cara mengetahui: pemeriksaan ulang dengan
alat yang berbeda terdapat perbedaan
signifikan.
Cara mengurangi:

Kaliberasi alat

Uji validitas dan reliabilitas

Pemeriksaan berulang

Sampel ditambah

BIAS PADA PENGUKURAN EXPOSURES & OUTCOMES

Insensitive measure bias


jika pengukuran outcome tak dapat mendeteksi
perubahan klinik

Underlying cause bias (rumination bias)


ingatan penyebab penyakit yang dialami sampel

bias pada pengukuran exposures & outcomes

End-digit preference bias


perbedaan ketepatan/ digit alat pengukur

Apprehension bias
perbedaan hasil ukuran karena kondisi psikologis
sampel (misal: nadi, tekanan darah, dsb))

bias pada pengukuran exposures & outcomes

Unacceptability bias
pengukuran yang serampangan, atau mengenai
pribadi akan dapat ditolak subyek penelitian

Obsequiousness bias
subjek dapat mengubah respon kuesioner untuk
menyenangkan peneliti

bias pada pengukuran exposure & outcome

Expectation bias
pengamat membuat kesalahan pengukuran supaya
sesuai dengan yang diharapkan

Substitution game
pengubahan faktor risiko yang ternyata tidak
berhubungan dengan outcome

bias pada pengukuran exposure & outcome

Family information bias


akibat informasi yang didapat berasal dari keluarga
sampel

Exposure suspicion bias


pengetahuan penyakit subyek bisa mempengaruhi
intensitas dan outcome grup terpapar

bias pada pengukuran exposure & outcome

Recall bias
pertanyaan paparan ditanyakan berulang pada grup
kasus, tapi hanya sekali pada grup pembanding

Attention bias
sampel mengubah perilakunya jika mengetahui
sedang diteliti

Instrument bias
kesalahan/kerusakan kalibrasi alat yang dipakai

BIAS PADA ANALISA


1. Confounding bias: bias akibat pengaruh
Variabel penganggu yang tidak dikendalikan.
Cara mengetahui: melakukan adjusment
(penyesuaian) yaitu memasukkan faktor/
variabel pengganggu dalam perhitungan.
Cara mengurangi:

Matching

Analisa adjustment.

BIAS PADA ANALISIS DATA

Scale degradation bias


pembulatan angka/ hasil pengukuran bisa
mengaburkan/menyembunyikan perbedaan antar
grup yang dibandingkan

Tidying-up bias
penghilangan hasil yang tak teratur/ berantakan
tak dapat di atasi dengan analisa statistik

BIAS PADA INTERPRETASI HASIL ANALISIS


Mistaken identity bias

pada studi intervensi, hasil baik akibat kepatuhan yang


sangat tinggi diartikan sebagai efek intervensi

Cognitive dissonance bias


kepercayaan terhadap mekanisme penelitian dapat
meningkatkan pengakuan terhadap bukti yang
sebenarnya berlawanan

bias pada interpretasi hasil analisis

Magnitude bias
interpretasi terhadap hasil pengukuran alat canggih
cenderung berpengaruh terhadap interpretasi

Significance bias
hasil bermakna secara statistik, kadang-kadang tidak
bermakna secara klinis

bias pada interpretasi hasil analisis

Correlation bias
menginterpretasikan korelasi sama dengan hubungan
kausal

CARA MENGHINDARI
BIAS:

a. tahap rencana sampling:

mempunyai kesempatan yang sama


batasan kerangka sampling dengan baik
konfirmasi komparabilitas kelompok penyakit dan
pembanding
metode seleksi grup pembanding harus dapat
mengendalikan variabel pengacau

CARA MENGHINDARI BIAS:

b. Menghindari drop-outs

data diperoleh dari beberapa set yang independent


mengusahakan follow-up tambahan
teliti sifat-sifat subsampel

CARA MENGHINDARI BIAS:

c. Hati-hati terhadap self selection


gunakan sukarelawan
identifikasi sifat-sifat subyek
lakukan randomisasi sukarelawan
perhatikan waktu yang diperlukan

CARA MENGHINDARI BIAS:

d. Subyektivitas

dapat dihindari dengan:

cara/ teknik buta ganda (double blind)


tes obyektivitas
tatacara yang standar dan seragam

CARA MENGHINDARI BIAS:

e. Variasi interobserver

menggunakan observer/ pengamat yang sama


catat dan sesuaikan perbedaan yang ada
tukar-menukar observer/ pengamat
pemeriksaan/ tes reliabilitas
hindari data dari observer yang tak cakap/
tak dapat diterima

CARA MENGHINDARI BIAS:

f. Misklasifikasi
minimalkan dengan menggunakan:
kriteria obyektif
pelatihan pewawancara & kolektor data
definisi-definisi yang jelas
latihan dan biasakan ketelitian

Cara-cara meminimkan bias


Buat intrumen yang spesifik:
- kuesioner
- wawancara
- pemeriksaan fisik
- formulir data pencatatan yang jelas
Penggunaan instrumen ini oleh individu yang terlibat
pada penelitian

KESIMPULAN
Bias harus selalu dipertimbangkan dalam mengamati
hubungan statistik antar variabel, baik positif, negatif
maupun tak ada hubungan
Bias lebih efektif untuk diminimalkan melalui desain,
dan pelaksanaan penelitian yang cermat/ teliti

Terima kasih

Doa penutup majelis

Subhaanakallohumma
wabihamdika
asyhadu anlaa illaaha illa anta
astaghfiruka wa atuubu ilaika

Anda mungkin juga menyukai