Anda di halaman 1dari 10

PEMANFAATAN BAHAN GALIAN INDUSTRI SEBAGAI INDUSTRI KOSMETIK,

KERAMIK, DAN PUPUK

Oleh :

Nama
:
AFRINAL
Nim/Bp :
1302661/2013
Prodi

: Teknik Pertambangan (S1)

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, karena berkat


limpahan rahmat dan hidayah-Nyalah penulis dapat menyelesaikan
penulisan tugas makalah yang berjudul Pemanfaatan Bahan Galian
Industri sebagai Industri Kosmetik, Keramik, dan Pupuk yang
telah berhasil disusun.
1

Adapun tujuan penulisan tugas ini untuk melengkapi tugas Mata


kuliah Bahan Galian Industri
Dalam

penulisan

tugas

makalah

ini

penulis

telah

berusaha

sedemikian rupa dengan kemampuan yang ada untuk mendapatkan hasil


yang terbaik, namun sebagai manusia biasa, penulis menyadari tidak
terlepas dari keterbatasan dan kekurangan sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki. Tetapi berkat rahmat Allah SWT dan berkat bimbingan dan
arahan serta bantuan dari berbagai pihak, Alhamdulillah tugas ini dapat
terselesaikan. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
(1) Orang tua yang selalu mendukung dan membantu dalam
memperoleh data dan informasi, serta juga telah memberikan bantuan
moril maupun materil yang diperlukan dalam penulisan tugas ini.
(2) Bapak Ansosry, ST, MT selaku Dosen Bahan Galian Industri yang
telah memberikan bimbingan serta dorongan sehingga selesainya tugas
ini.
(3) Serta teman teman yang senasib dan seperjuangan dengan
saya yang telah memberikan semangat.
Upaya maksimal telah dilakukan dalam penyelesaian tugas makalah
ini.

Namun,

penulis

memiliki

keterbatasan

sehingga

masih

ada

kekurangan dalam penyelesaian tugas ini. Sehubungan dengan itu,


penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak . Akhirnya,
penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.
Padang,
2014

Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN

Desember

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
A. Pemanfaatan Bahan Galian Industri Sebagai Industri Kosmetik
1. Kalsit..................................................................................................................1
2. Talk....................................................................................................................1
B. Pemanfaatan Bahan Galian Industri Sebagai Industri Keramik
1. Pasir Kuarsa.......................................................................................................2
2. Kaolin................................................................................................................3
3. Feldspar..............................................................................................................4
C. Pemanfaatan Bahan Galian Industri Sebagai Industri Pupuk
1. Belerang ( Sulfur)..............................................................................................4
2. Fosfat.................................................................................................................4
Kesimpulan dan Saran.........................................................................................................6
DAFTAR PUSTAKA

PEMBAHASAN
A. pemanfaatan bahan galian industry sebagai Industri kosmetik
Beberapa bahan galian yang dapat dimanfaatkan dalam bidang kosmetik
antara lain adalah :
1. Kalsit
3

Endapan kalsit merupakan hasil restrukturisasi batu gamping yang mengkristal setelah
mengalami proses pelarutan. Umumnya terjadi pada batu gamping atau marmer dalam
masa kristalin yang berlapis dan berupa stalaktit dan stalakmit.
a) Dalam industry kosmetik kalsit dimanfaatkan untuk :

b)

Filler pada cream

Pembawa parfume

Filler untuk make up penahan sinar matahari,

Pasta gigi
Spesifikasi yang diperlukan, antara lain :

Permukaan

: 6 11 m2/g

Ukuran butir

: 0,2 0,4 m

Kecerahan

: 98 99 %

c)

Pengolahan
Pengolahan kalsit hanya bertujuan untuk memperoleh ukuran butir dan
tingkat kadar CaCO3 sesuai dengan spesifikasi pasar. Pengolahan dapat dilakukan
secara sederhana, yaitu dengan menghilangkan kotoran yang melekat. Kemudian
dilakukan penghancuran dan di ayak sesuai dengan ukuran yang di inginkan.
Untuk mendapatkan ukuran butir halus (<12 mesh) dipecahkan dengan hammer
mill, dan untuk mendapatkan ukuran yang sangat halus (-200 mesh) digunakan
super mill. Produk kalsit hasil penambangan yang dapat dikonsumsikan langsung
oleh indusrtri, dikenal dengan nama heavy calcite.
Proses pengolahan yang lain adalah melalui proses kalsinasi terhadap batu
gamping sebagai bahan baku. Produk dari proses ini merupakan kalsit dari jenis
light calcite. Dalam proses kalsinasi, terlebih dahalu dilakukan reduksi ukuran
terhadap batu kapur lalu dimasukkan ke dalam tungku dan dipanaskan sampai
suhu 1000 3000 C yang menghasilkan kapur tohor dan gas CO2. Apabila
dilakukan penambahan air yang secukupnya terhadap kapur tohor dan
penamabahan kapur kembali untuk mengikat unsur Ca, maka akan diperoleh
CaCO3 dan air. CaCO3 inilah yang dikenal dengan light calcite.
2. Talk

Kegunaan talk pada industri kosmetik memiliki fungsi yang bermacam macam,
seperti bedak bayi, pemurnian pada tepung halus, penahan bau pada pewarna muka,
anti-bau badan, dan masih banyak lagi. Agar mutunya sangat baik dan mahal
harganya, maka penggunaan talk yang dilakukan di bidang industri kosmetik,
haruslah bebas dari pengotor yang nampak kemurniannya, warnanya halus putih
murni, bebas bakteri, daya serapnya tinggi, besar butirnya 99% - 200 mesh, LOI tidak
1 kurang dari 2,5%.
kurang dari 5%, daya larut pada asam tidak
Beberapa standar untuk kosmetik agar talk bermutu tinggi antara lain :
a) Johnson and Johnson Australia, pada produk Mt Filton
1. Dapat melarutkan asam; 1,25%
2. Bulk density; 20 25 pcf
3. Licin, dan tidak kasar, serta melekat pada kulit;
4. Fe2O3; 0,3%
5. Min 200 mesh; 98,5%
6. Min 100 mesh; 100%
b) Kosmetik dari British Pharmacoepia
1. Sangat putih bedak atau tepungnya
2. Netral ( Acidity Alkality Test )
3. Menyerap asam; 1% maksimal
4. Menyerap Air; 0,5%
5. Kekeringan ( 105 ); 1% maksimal
6. Pembakaran ( 1000 ) ; 6%
c) Kosmetik dari United States Pharmaceopia and Dispensatory of the United States
1. Sangat putih atau putih keabu abuan
2. Berbentuk tepung kristalin
3. Manis manis melekat pada kulit
4. Bebas dari kekasaran
5. Pembakaran; 5%
6. Melarutkan atau menyerap asam; 1% maksimal
7. Bebas dari larutan besi di air
B. Pemanfaatan Bahan Galian Sebagai Industri Keramik
Bahan industri yang dapat dimanfaatkan dalam industri keramik diantaranya yaitu:
1. Pasir Kuarsa
Pasir kuarsa (silika)/Silika bebas merupakan bahan penting kedua didalam
industri keramik setelah clay. Silika terdapat dialam bercampur dengan berbagai
impuritas. Impuritas ini akan mempengaruhi sifat-sifat silika, baik dalam keadaan
mentah maupun didalam pembakaran. Pada industri keramik, pasir kuarsa
merupakan pembentuk badan keramik bersama dengan bahan baku lain, seperti
kaolin, lempung, felspar, dan bahan pewarna. Pasir kuarsa ini umumnya
pembentuk sifat glazur pada badan keramik, sehingga berbentuk licin dan mudah
untuk dibersihkan. Selain itu, pasir kuarsa mempunyai sifat sebagai bahan
pengurus yang dapat mempermudah proses pengeringan, pengontrolan,
5

penyusutan, dan memberi kerangka pada badan keramik. Bahan keramik terdiri
atas bahan anorganik bukan logam berfasa kristalin dan campuran logam yang
proses produksinya memerlukan adanya pemanasan suhu tinggi. Berdasarkan
fungsi dan strukturnya, keramik yang dihasilkan dibagi menjadi dua tipe, yaitu
cara konvensional dan modern.
Secara umum, cara konvensional menggunakan bahan-bahan alam dari fasa amorf
setelah pengolahan dan ada juga tanpa pengolahan. Ada dua golongan industri
yang termasuk keramik konvensional, yaitu lndustri keramik berat yang terdiri
atas industri semen, mortar, refraktori, abrasif, dan industri khusus dan lndustri
keramik halus, yaitu gerabah/keramik hias, ubin lantai dan dinding, saniter,
peralatan makan-minum (table ware), isolator listrik, alat dapur, keramik teknik,
lampu pijar, botol dan gelas. Industri keramik maju biasanya menggunakan bahan
baku artifisial murni yang mempunyai fasa kristalin. Produk keramik maju yang
dipasarkan di dunia, antara lain jenis zirkonia dan sialon di industri otomotif (blok
mesin, gear), mata pisau dan gunting,
barium titanat pada industri elek-tronika
2
(kapasitor, resistor), keramik nir-oksida (zirkon nitrida, magnesium nitrida, silikon
karbida, silikon nitrida) digunakan untuk high technology kiln furniture, cutting
tools, komponen mesin, alat ekstraksi dan pengolahan logam dan fibre optic di
industri telekomunikasi, gedung pencakar langit, penerangan, dan tenaga surya.
Secara umum, bagian badan keramik terdiri atas dua bagian, yaitu badan yang
memberi bentuk kekuatan, dan sebagai penutup badan (glazuur) sehingga tampak
lebih indah dan, menarik, serta mudah dibersihkan. Pasir kuarsa merupakan
bagian yang membentuk glazuur. Persentase penggunaan pasir kuarsa dalam
keramik tergantung dari jenis dan kegunaan produktannya. Pasir kuarsa memiliki
peran penting sebagai pembentuk badan keramik karena mempunyai fungsi
sebagai pengontrol pada saat proses sebelum dan sesudah pembakaran. Sebagai
fungsi kontrol, pasir kuarsa harus memenuhi persyaratan standar.
2. Kaolin

1.
2.
3.
4.
5.
1.
2.
3.
4.

Kaolin antara lain digunakan untuk membentuk barang-barang berwarnah putih,


termasuk proselin, ubin dinding, alat penyekat (isolator), refraktor dan sebagainya.
Spesifikasi kaoil untuk penggunan dalam industri keramik dan proselin adalah
sebagai berikut :
Analisi Fisik
Kecerahan pada 1410oC : 75 80 %
Kandungan Air
:2%
Ukuran butir 325 mesh
: 85,8 % minimum
Berat jenis
: 2,5 gram/cm3
LOI
: 15,0 %
Analisis Kimia
SiO2
: 44-55 %
Al2O3
: 25-31 %
Fe2O2
: 50-10 %
TiO2
: 50-83 %
6

5. CaO
6. MgO
7. PH

: 10-50%
: 16-50%
: 5,00 7,30

3. Feldspar
3 industri keramik adalah orthoklas/mikrolin
Jenis feldspar yang di gunakan dalam
dan albit/plagioklas asam (natriumfeldspar) feldspar dalam bentuk plagioklas basa
dengan kadar kalium tinggi tidak di pakai. Persyaratan untuk industri keramik
berdasarkan standar nasional indonesiaSNI NO. 1145 1984.
Pada umumnya, pengolahan mineral feldspar adalah untuk menghilangkan atau
menurunkan kadar material pengotor seperti besi, biotite, tourmaline,mika atau
muscovite dan kuarsa. Sebagai contoh, untuk pembuatan badan porselen
berkualitas baik adalah dengan kadar Fe2O3 maksimum adalah 0,50%.Cara
pengolahan feldspar dapat dilakukan dengan cara sederhana yaitu
dengan penggilingan (milling ),
pencucian
dan
pengayakan
( sizing ).
Penggilingan dapat dilakukan dengan alat pot mill atau pebblemill. Feldspar yang
terdapat dalam batauan yang telah mengalami deformasi proses pengolahannya
akan lebih rumit lagi. Dalam proses magnetit, intensitas magnet tinggi hanya
dapat
memisahkan
hematite
namun
mineral-menieral
pengotor lainnya tetap tidak terpisahkan dan kadar alkali feldspar juga tidak akan
meningkat. Cara pengolahan yang telah umum dilakukan terhadap semua jenis
batuanyang telah mengalami ubahan adalah proses pengilangan lanau (deslining )
dikombinasikan dengan proses flotasi buih ( froth flotation). Flotasi buih adalah
proses yang memanfaatkan media gelembung udara untuk mengapungkan
secara selektif mineral yang bersifat hidrofobi. Proses ini dapat
menghasilkan produk.
C. Pemanfaatan bahan galian Sebagai Industri Pupuk
1. Belerang (Sulfur)
Belerang merupakan salah satu bahan kimia yang banyak digunakan dalam kegiatan
industri. Kamu tentu masih ingat bahwa lambang unsur belerang adalah S. Belerang
dapat diperoleh dari kerak bumiberupa unsur bebas, mineral sulfida, atau sulfat.
Selain itu juga dapat dijumpai dalam gas alam berupa gas H 2S dan dalam batu bara
atau minyak bumiberupa senyawa belerang organik. Belerang dapat diproduksi
dengan menggunakan proses Frasch dan Sisilia. Menurut cara Frasch batuan
belerang dalam tanah dicairkan dengan air superpanas (16 atm, 1600 0c), kemudian
dipompa keluar.lelehan belerang kemudian ditampungdalam wadah dan dibiarkan
mengeras menjadi padatan kemudian diolah lebih lanjut. Sementara itu, cara sisilia
dilakukan dengan mengolah batuan belerng yang berada di atas permukaan tanah.
Pemanfaatan belerang yang sangat besar adalah sebagai bahan baku dalam pembuatan
asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat merupakan salah satu bahan kimia yang secara
luasdipergunakan dalam berbagai macam industri, salah satunya adalah untuk
pembuatan pupuk. H2SO4 di gunakan sebagai pereaksi dalam pembuatan pupuk
superfosfat, Ca(H2PO4)2.
2. Fosfat
7

Fosfat adalah sebuah ion poliatomik atau suatu radikal yang terdiri dari satu atom
fosforus dan empat oksigen. Fosfat adalah unsur dalam suatu batuan beku (apatit) atau
sedimen dengan kandungan fosfor ekonomis. Unsur P dalam phospat adalah (Fosfor)
sangat berguna bagi tumbuhan karena berfungsi
untuk merangsang pertumbuhan akar
4
terutama pada awal-awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji
dan buah. Para ahli kimia menemukan fakta bahwa fosfat sangat diperlukan untuk
meningkatkan produktifitas pertanian. Perubahan pola industri pertanian yang
mengarah pada pola Organik membuat pupuk berbahan fosfat kini mulai dicari.
Kegunaan phospat dalam industri pupuk harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
a) Untuk pembuatan pupuk Alam
1. Phospat mengandung P2O5 adalah 29 %.
2. Ukuran butir adalah - 80 mesh atau 0,175mm.
b) Untuk Pembuatan Pupuk Buatan.
1. Phospat mengandung P2O5 adalah 29%.
2. Oksida besi dan Alumina adalah 5%.
3. Carbonat dan Calium adalah 4,5 %.
4. Kelembapan adalah 2%.
5. Ukuran butir adalah 100 mesh atau 0,218 mm.
Pengolahan :
Teknik pengolahan batuan phospat dimaksudkan untuk meninggikan kadar phospat
yang dikandungnya dan menentukan langkah proses pengolahan selanjutnya sesuai
produk yang diinginkan sesuai dengan produk yang diinginkan sesuai dengan permintaan
pemasaran maupun konsumen. Dalam proses pengolahan batuan phospat, jika batuan
phospat masih mengandung unsur F maka pada batuan phospat tersebut perlu dilakukan
pencucian (washing) dengan tujuan menghilangkan atau mengurangi unsur F tersebut.
Batuan phospat cukup dicuci lalu digiling dan selanjutnya dikeringkan.
Pencucian yang dilakukan untuk menghilangkan lumpur dan tanah dengan maksud
agar lumpur dan tanah tersebut dimana banyak mengandung oksida besi dan alumina
dapat hilang atau berkurang prosentasenya. Pencucian dilakukan dengan "log washer",
dengan semprotan air dan bisa dilakukan dengan "screening material" dengan ukuran 14
sampai 20 mesh. Pencucian dengan cara "flotasi" dapat juga dilakukan tetapi
membutuhkan biaya yang tinggi. Pencucian dengan cara floatasi, ada upaya
meningkatkan "recovery" dari 52 % menjadi 90 %. Cara lain teknis pengolahan batuan
phospat antara electrostatis dan cyclone / classifier.

Kesimpulan dan Saran

1. Kesimpulan
Dari makalah yang telah disusun dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan mineral
sebagai industry kosmetik, industry keramik, industry pupuk mempunyai daya guna
dalam bidang-bidang industri baik manengah maupun besar seperti pada bidang
pertanian, lingkungan dan perikanan.
2. Saran
Untuk kesempurnaan makalah ini dibutuhkan kritik dan saran saudara(i) yang bersifat
membangun.

DAFTAR PUSTAKA
6
Anderson, B.W., 1982. Gem testing, buterworths scienterfic, London.
Zikri, Muhammad. 2012. Makalah Bahan Galian Industri. (Online), (www.scribd.com,
Diakses 18 Desember 2014)
Anonim. 2013. Feldspar Bahan Galian Industri Penting di Indonesia. (Online),
(www.scribd.com, Diakses 18 Desember 2014)
Adie, Muchlish, dkk. 2008. Pupuk Terbaik Aglaonema. (diakses pada tanggal 5 Desember
2009)

10
7