Anda di halaman 1dari 3

JURNAL GELOMBANG, (2013)

Getaran Teredam
Arnandha Baghus, Muhammad Nasrullah, Stevanus Kristianto Nugroho
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111
E-mail: arnandhabaghus@ymail.com
AbstrakTelah dilakukan percobaan tentang getaran
teredam. Percobaan ini dimaksudkan untuk mengenal getaran
teredam. Peralatan yang digunakan pada percobaan ini antara
lain satu buah bola, satu buah papan luncur pegas, stopwatch,
dan meteran. Percobaan dilakukan dengan meletakkan bola
diujung papan luncur yang sebelumnya telah diberi kemiringan,
lalu diukur jarak simpangan-simpangannya beserta waktu
simpangan. Sehingga setelah dilakukan perhitungan didapatkan
...... Dari setiap pantulan, jarak yang ditempuh (simpangan)
akan semakin kecil, hal ini disebabkan karena semakin
mengecilnya energi sistem sehingga semakin lama energi
tersebut akan hilang sehingga bola berhenti bergerak. Hal ini
disebabkan oleh redaman dari gesekan antara dua permukaan
kasar.
Kata Kuncigetaran teredam, energi, simpangan.

I. PENDAHULUAN

ejala getaran banyak dijumpai dalam kehidupan kita


sehari-hari. Senar gitar, beduk, pita suara, bandul jam
dinding, dan mistar merupakan benda-benda yang dapat
memperlihatkan gejala getaran. Perhatikan senar yang
sedang dipetik dan beduk yang dipukul. Senar itu tampak
bergerak ke atas dan kebawah secara berulang-ulang, kulit
beduk juga bergerak naik turun secara berulang-ulang bila
dipukul. Jika diperhatikan dengan cermat, ternyata senar dan
kulit beduk bergerak naik turun disekitar titik seimbangnya.
Getaran merupakan fenomena yang banyak terjadi didalam
dimensi kehidupan manusia dengan alam. Getaran objek
dapat memberikan informasi mengenai keadaan yang sedang
dan akan terjadi pada objek tersebut dan pengaruhnya
terhadap lingkungan sekitar. Dengan melakukan analisa
getaran yang dihasilkan suatu sistem manusia dapat
mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengatasinya.
Sehingga diperlukan percobaan ini, untuk dapat lebih
mengenal apa itu sebenarnya getaran, dan bagaimana
mengenai getaran teredam itu sendiri.
Setiap gerak yang terjadi secara berulang/bolak-balik
dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik.
Karena gerak ini terjadi secara teratur maka disebut juga
sebagai gerak harmonik. Apabila suatu partikel melakukan
gerak periodik pada lintasan yang sama maka gerakannya
disebut gerak osilasi/getaran. Bentuk sederhana dari gerak
periodik adalah benda yang berosilasi pada ujung pegas.
Karenanya kita menyebutnya gerak harmonis sederhana.
Gerak harmonik sederhana disebabkan oleh gaya pemulih
atau gaya balik linier (F), yaitu resultan gaya yang arahnya
selalu menuju titik kesetimbangan dan besarnya sebanding
dengan simpangannya, dimana arah gaya selalu berlawanan
dengan arah simpangan. Sehingga :
F= -k.x ..............................................................................

(1)
Dimana, k merupakan ketetapan gaya/konstanta pegas, lalu x
kita sebut sebagai simpangan, dan F sendiri merupakan gaya
pemulih. Jadi gaya pemulih bersifat melawan arah simpangan
gerak benda, memperlambat gerak benda, dan menyebabkan
benda bergerak bolak-balik hingga akhirnya benda berhenti di
titik kesetimbangannya. [3]
Persamaan ini memberikan besar dan tanda dari gaya,
entah x positif, negatif, ataupun nol. Konstanta gaya k selalu
positif dan mempunyai satuan N/m (satuan alternatif yang
juga adalah kg/s2). Kita menganggap bahwa tidak ada
gesekan, sehingga persamaan 1 memberikan gaya total pada
benda. Ketika gaya pemulih berbanding lurus dengan
perpindahan dari posisi kesetimbangan, sebagaimana
diberikan oleh persamaan 1, osilasi yang terjadi disebut gerak
harmonik sederhana (simple harmonic motion, SHM),
disingkat GHS.[2]
Ditinjau dari gaya penggerak terjadinya getaran, dikenal
dua macam, yaitu getaran bebas dan getaran paksa. Getaran
bebas terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya
yang ada dalam sistem itu sendiri (inherent), dan jika ada
gaya luas yang bekerja. Sistem yang bergetar bebas akan
bergerak pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang
merupakan sifat sistem dinamika yang dibentuk oleh
distribusi massa dan kekuatannya. Semua sistem yang
memiliki massa dan elastisitas dapat mengalami getaran
bebas atau getaran yang terjadi tanpa rangsangan luar.
Sedangkan getaran paksa merupakan getaran hasil gaya luar,
semisal ayunan yang tidak bisa berayun terus jika tidak
didorong, dan dorongan itu merupakan suatu gaya yang
diberikan agar ayunan tersebut bergerak.
Dilihat dari energi benda yang bergetar, maka juga dikenal
dua jenis getaran yaitu getaran tanpa redaman dan getaran
dengan redaman. Getaran tanpa redaman sebenarnya hanya
sebuh teori untuk dapat lebih mudah mempelajari sebuh
getaran itu sendiri. Pada hakekatnya getaran atau semua
getaran mempunyai sebuah redaman, baik itu redaman besar,
kecil, ataupun kritis. [1]
Diatas telah dijelaskan bahwa getaran adalah suatu
gerakan yang bolak-balik. Karena adanya gerakan yang
terkait pada getaran, maka wajarlah bahwa pada setiap
getaran terdapat energi kinetik. Posisi bagian-bagian sistem
senantiasa berubah, dimana mereka bergetar dikaitkan
dengan energi potensial sistem, namun dalam hal ini energi
potensial gravitasi yang akan dibahas tapi energi potensial
elastiknya. Energi totl dari suatu getaran juga dipengaruhi
oleh adanya suatu energi kinetik dan energi potensial elasik
pada pegas. Energi potensial pegas adalah besarnya gaya
pegas untuk meregangkan sepanjang x. Berdasarkan Hukum

JURNAL GELOMBANG, (2013)


Hooke, dapat diketahui grafik hubungan antara gaya F
dengan pertambahan panjang x seperti Gambar 1. Besarnya
usaha merupakan luasan yang diarsir.

Gambar 1. Grafik hubungan gaya F dengan simpangan x


Energi potensial sebanding dengan usaha yang dalam hal ini
merupakan luas OAB, oleh karena itu persamaan energi
potensial pegas dapat ditulis sebagai berikut:
Ep = kx2 ........................................................................
(2)
Untuk energi kinetik adalah energi yang dimiliki oleh benda
yang melakukan gerak harmonik sederhana karena
kecepatannya. Secara matematis dituliskan:
Ek = mv2 .......................................................................
(3)
Dari persamaan 2 dan persamaan 3 tersebut digabung, maka
akan terbentuk energi total dari getaran, yaitu
Ek + Ep = kA2 ...............................................................
(4)
Energi total tersebut konstan, jika pada simpangan
maksimum x = A maka energi kinetiknya sama dengan nol,
karena pada posisi tersebut kecepatan benda sama dengan
nol, dan ketika benda pada posisi kesetimbanganya, maka
benda akan memiliki kecepatan yang maksimum dan
mengakibatkan energi potensialnya bernilai nol. [1]
Dibandingkan dengan getaran tanpa redaman, pada
getaran teredam mempunyai gaya baru, yaitu gaya redaman.
Gaya redaman yang dibahas disini merupakan gaya redaman
yang sebanding dengan kecepatan. Sebagai contohnya bisa
dibayangkan gaya redaman yang terdapat pada suspensi
mobil, piston yang bergerak akibat guncangan akan melewati
sebuah fluida yang berupa minyak, pada saat piston tersebut
bergerak maka akan terjadi gaya viskos yang akan meredam
gerak dari pada piston tersebut. Selain gaya berat W, gaya
normal N, dan gaya pemulih kx, muncul gaya redaman yaitu
bv. Jadi dapat dituliskan secara matematis bahwa persamaan
gaya redaman sebagai berikut:
Fredaman = -bv ......................................................................
(5)
Dengan b merupakan suatu resistansi redaman dan v
merupakan kecepatan massa yang bergerak. Dengan
persamaan deferensial getaran dengan redaman adalah
d2x/dt2 + dx/dt + o2x = 0 ..................................................
(6)

2
merupakan suatu faktor redaman dari hasil pembagian b/m,
o merupakan suatu frekuensi natural. Frekuensi ini adalah
frekuensi sistem yang mengalami getaran bebas. Setiap benda
mempunyai frekuensi natural yang berbeda-beda. Dari
persamaan deferensial tersebut dapat memunculkan suatu
solusi persamaan getaran teredam, yang pertama getaran
teredam besar, lalu getaran teredam kecil, dan terakhir
getaran teredam kritis. Untuk dapat mengetahui faktor apa
yang dapat menyebabkan ketiga solusi tadi maka dapat
digunakan persamaan berikut ini.
P = -1/2 1/2 (2 - 4o2) .....................................................
(7)
Besarnya tergantung pada besarnya faktor gamma relatif
terhadap besarnya frekuensi natural. Dari pernyataan diatas
ini, jelaslah bahwa jenis redaman getaran tidak ditentukan
semata-mata oleh besar kecilnya faktor redaman, tetapi lebih
ditentukan oleh nilai faktor redaman itu relatif terhadap nilai
frekuensi natural sistem.
Pada getaran teredam kecil ini terjadi jika 2 lebih kecil
dari
4o2. Kondisi ini menyebabkan nilai p menjadi:
P = -1/2 (o2 - 1/4 2) .......................................................
(8)
Sehingga didapatkan persamaan dengan getaran teredam
kecil sebesar:
x = Ae-t/2 cos ( t + o) .......................................................
(9)
Yang menggambarkan amplitudo simpangannya Ae -t/2 yang
terus meengecil seiring bertambahnya waktu t-nya.
Selanjutnya kita akan mengenal redaman besar dengan nilai
p-nya tetap seperti persamaan ke-7 sehingga didapatkan P1
dan P2-nya. Sehingga didapatkan persamaan untuk solusi
getaran teredam besar sebagai berikut:
x = Ae-P1t + Ae-P2t ................................................................
(10)
Pada solusi ini tidak menggambarkan suatu fungsi harmonik,
artinya tidak menggambarkan suatu yang berosilasi. Karena
tidak ada gerakan bolak-balik, maka tidak terdapat
periodisitas dan gerakannya pun dinamakan gerakan
aperiodik. Untuk redaman kritis yang resistifitas redaman
sama dengan frekuensi naturalnya maka muncullah
persamaan sebagai berikut:
x = Ae-t/2 + 1/2Ae-t/2 .........................................................
(11)
Pada persamaan tersembut menunjukkan jika getarannya
tepat saat berhenti. [1]

JURNAL GELOMBANG, (2013)


Gambar 2. Grafik getaran teredam
II.METODE
Dibawah ini merupakan Flow chart metode percobaan
getaran teredam.
Persiapan alat
dan bahan

Bola
diluncurka
n

Diukur jarak setiap


simpangan

Diukur waktu setiap


simpangan

Hasi
l
Pada percobaan getaran teredam ini digunakan peralatan
sebagai berikut, satu buah bola, satu buah papan luncur pegas
beserta meterannya, dan stopwatch. Bola disini berfungsi
sebagai objek yang bergerak dengan adanya redaman. Lalu
papan luncur berfungsi sebagai media bola untuk meluncur
dan peredam bola berupa bidang kasarnya, untuk pegas yang
diletakkan di ujung papan berfungsi sebagai alat untuk
memantulkan bola tersebut. Kemudian meteran yang
berfungsi sebagai penunjuk jarak pantulan bola dan
stopwatch sebagai pencatat waktunya.
Langkah awal pada percobaan ini dengan mengatur sudut
kemiringan papan luncur, agar bola yang memantul pada
pegas tidak loncat saat memantul. Setelah sudut
kemiringannya sudah tepat, maka bola dapat diluncurkan,
pada saat memantul dicatat jarak dan waktu simpangannya
tersebut, dengan pemantulan minimal bola adalah lima kali.
Pada percobaan ini dilakukan pengulangan sebanyak
sembilan kali, tanpa ada variasinya.
III. HASIL DAN PEMBAHASAN
III. KESIMPULAN
Dari percobaan getaran teredam ini dapat ditarik
kesimpulan bahwa benda yang bergerak dengan redaman,
dari setiap pantulan yang terjadi, jarak yang ditempuh
(simpangan) akan semakin kecil, hal ini disebabkan karena
semakin mengecilnya energi sistem sehingga semakin lama
energi tersebut akan hilang sehingga benda berhenti bergerak.
Hal ini disebabkan oleh redaman dari gesekan antara dua
permukaan kasar.
DAFTAR PUSTAKA
[1]

Bahri, Syaeful A. dan Tim. 2000. Gelombang. Surabaya. Jurusan Fisika


ITS.

3
[2]
[3]

Freedman, Roger A. dan Young, Huge D. 2002. Fisika Universitas Jilid


1. Jakarta: Erlangga.
Tippler, Paul A. 1998. Fisika untuk sains dan teknik. Jakarta: Erlangga.