Anda di halaman 1dari 25

DATA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN

PENEMPATAN TENAGA KERJA INDONESIA KE LUAR NEGERI


PADA DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI
KABUPATEN SUBANG
Laporan
Diajukanuntukmelengkapinilaiakhirkegiatan
PraktikKerjaIndustri (Prakerin)
TahunPelajaran 2014 / 2015

DisusunOleh :
Nama

: APRIYANI NURMALASARI

NIS

Kelas

: IX

YAYASAN BUDI LUHUR SUBANG


SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
SMK TERPADU LAMPANG
TAHUN 2014

LEMBAR PENGESAHAN INDUSTRI

DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI


Jl. MayjendSutoyo S No. 48 Telp. (0260) 411426 Subang

Telahdiperiksadandisahkanpadatanggal :
27 Maret 2014

Kepala

PembimbingPrakerin

DinasTenagaKerjadanTransmigrasi

DinasTenagaKerjadanTransmigrasi

KabupatenSubang

KabupatenSubang

H. KUSMAN YUHANA. S.Sos, M.Si

Drs. MUKSIN NURYADIN

Pembina TK.I / (IV/b)


NIP. 19670814 198903 1 007

LEMBAR PENGESAHAN SEKOLAH

Telahdiperiksadandisahkanpadatanggal :
27 Maret 2014

Ketua Program StudiKeahlian

PembimbingPrakerin

KIKI RUSDYANTO, ST

CEPI NUGRAHA, SE

NIP.

NIP.

Mengetahui,
Kepala SMK TerpaduLampang

Dr. AsepPriatna, M.Pd.


NIP.

KATA PENGANTAR
Seraya memanjatkan Puji Syukur kehadirat allah yang maha esa, karena
berkat rahmat-Nya allhamdulilah Praktek Kerja Lapangan (PKL) ini telah selesai di
laksanakan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang tahun 2014.
Tidak lupa penuls ucapkan terimakasih kepada yang terhomat :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Kepala sekolah SMK Terpadu Lampang ;


Komte sekolah SMK Terpadu Lampang ;
Ketua Program sekolah SMK Terpadu Lampang ;
Pembimbing PKL sekolah SMK Terpadu Lampang ;
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang ;
Pembimbing yang berada di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten

Subang.
yang telah membantu terlaksannya PKL, sehingga penuisdapat mengetahui sedikit
banyaknya tupoksi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi kabupaten subang
walaupun tidak dengan sempurna penulis kuasai.
Penulis sangat menyadari bahwa laporan PKL ini masih jauh dari kata
sempurna, maka dari itu kritikk dan saran yang membangun sangat penulis
harapkan guna perbaikan laporan ini. Hanya kepada allah lah kebaikan Bapak/Ibu,
Saudara kami persembahkan semoga mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Amin.
Penulis,
APRIYANI NURMALASARI

DAFTAR ISI

Halaman Judul

Halaman

Lembar Persetujuan .........................................................................................ii


Lembar Pengesahan dari Sekolah ...................................................................

iii

Lembar dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi ........................................

iv

Kata Pengantar .................................................................................................

Daftar Isi ............................................................................................................

.
Bab I Pendahuluan
A. Alasan Pemilihan Judul
B. Tujuan
C. Pembahasan Masalah

Bab II Landasan Teori


JENIS PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI
KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI
A. TUGAS POKOK DAN FUNSI SEKSI DATA DAN INFORMASI
B. INTEGRASI PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI KETENAGAKERJAAN DAN
KETRANSMIGRASIAN
C. PENJELASAN TEKNIS KETENAGAKERJAAN DAN KETRANSMIGRASIAN UMUM

D. PENJELASAN TEKNIS PELATIHHAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA


KERJA
E. PENJELASAN TEKNIS PENEMPATAN TENAGA KERJA

Bab III PEMBAHASAN JUDUL MATERI


A. CARA

MEMBUAT

DATA

FORMATNYA
B. HASIL YANG DICAPAI
Bab IV KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V LAMPIRAN
A. LAMPIRAN DATA
1. SEJARAH
2. TUPOKSI
3. VISI DAN MISI
4. STRUKTUR ORGANISASI
5. DAFTAR RIWAYAT HIDUP

BAB VI DAFTAR PUSTAKA


DAFTAR GAMBAR

KETENAGAKERJAAN

BESERTA

CONTOH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada era globalisasi saat ini tuntutan akan kebutuhan makin tinggi.
Pemenuhan

kebutuhan

yang

secara

terusmenerus

meningkat

mengakibatkan orang semakin berusaha untuk mencapainya hingga


sampai pada titik kepuasan yang tinggi. Tapi melihat kondisi sekarang ini,
dimana dalam memenuhi kebutuhan orang tersebut dituntut untuk
bekerja guna mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Sedangkan
keadaan berbalik dimana masih banyak orang tidak bekerja. Masalah
pengangguran ini merupakan problematika yang memang terjadi hampir
di seluruh negara salah satunya negara kita Indonesia. Pengangguran ini
disebabkan terbatasnya kesempatan kerja karena faktor pendidikan.Usaha

menciptakan lapangan pekerjaan telah dilakukan, tetapi hal tersebut


tidaklah memungkinkan untuk menampung dan mempekerjakan mereka
semua.

Oleh

karena

masalahpengangguran

itu,

pemerintah

yang

berusaha

sekaligus

untuk

mengatasi

melaksanakan

program

pengentasan kemiskinan. Sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945


pasal 27 ayat 2 yang menyebutkan bahwa Setiap warga negara berhak
atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sehingga
dalam hal ini Pemerintah memberikan jaminan kepada semua orang
dalam hal pekerjaan, agar pengangguran dapat ditekan serendah mungkin
yang sekaligus menjadikan orangorang mempunyai kehidupan yang lebih
baik dari keadaan sebelumnya.Melihat kondisi sekarang ini, dimana
lapangan pekerjaan tidaklah memungkinkan menampung mereka semua,
maka

Pemerintah

berusaha

memperbaikinya

dengan

melaksanakan

program perluasan kesempatan kerja yaitu melaksanakan program


perekrutan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk ditempatkan ke luar
negeri.Kebijaksanaan
dilaksanakan

oleh

ketenagakerjaan
Dinas

Tenaga

untuk
Kerja

tingkat
dan

kota/kabupaten

Transmigrasidengan

melaksanakan program penempatan tenaga ke luar negeri.


Tabel 1.1
Negara Tujuan Tenaga Kerja Indonesia
di Dinas Tenaga Kerja danTransmigrasi Kabupaten Karanganyar

NO

KAWASAN
1. TIMUR TENGAH

NEGARA
1. Bahrain
2. Emirat Arab

3. Kuwait
4. Oman
5. Qatar
6. Mesir
7. Saudi Arabia
8. Yordania
2. ASIA PASIFIK

1. Brunei Darussalam
2. Hongkong
3. Malaysia
4. Singapura
5. Taiwan
6. Korea
7. Jepang

Sumber : Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang.


Penempatan tenaga kerja ke luar negeri merupakan alternatif pemecahan
masalah

kerterbatasan

kesempatan

kerja

dalam

negeri

dengan

mendayagunakan pasar kerja internasional melalui peningkatan kualitas


kompetensi tenaga disertai dengan perlindungan yang optimal sejak
sebelum keberangkatan, selama bekerja di luar negeri sampai tiba
kembali di Indonesia. Dalam penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke luar
negeri pemerintah menunjuk dan membebankan tugas dan tanggung
jawab kepada Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk
melaksanakan program ini. Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
merupakan instansi pemerintah yang memberikan informasi tentang
ketenagakerjaan. Informasi yang didapat menyangkut ketenagakerjaan ini
antara lain lowongan pekerjaan, pelayanan atau pemberian kartu kuning,

berbagai macam pengaduan baik oleh tenaga kerja maupun perusahaan,


melaksanakan pengawasan tenaga kerja dan perusahaan dan sebagainya.
Tabel 1.2
DataCalon Tenaga Kerja Indonesia Menurut Tingkat Pendidikan
di
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang.

Sumber : Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang.


Berdasarkan tabel data calon Tenaga Kerja Indonesia yang ada di Dinas
Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang tersebut terlihat
perbandingan tenaga kerja perempuan yang lebih banyak menjadi TKI
daripada tenaga kerja laki-laki dan dari jumlah semua tenaga kerja
mayoritas dengan tingkat pendidikan SD yang mendaftar menjadi
Tenaga Kerja Indonesia.
Dalam penempatan tenaga kerja, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
tidaklah bekerja sendirian tetapi dilakukan secara bersama dan terpadu

antara instansi terkait di pusat dan daerah dengan mengikutsertakan


peran Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).
PPTKIS merupakan badan hukum yang berbentuk PT yang mendapat ijin
tertulis dari Pemerintah untuk menyelenggarakan pelayanan penempatan
Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Dalam pelaksanaan tersebut, PPTKIS
nantinya mendapat rekomendasi dari Balai Pelayanan Penempatan dan
Perlindungan

Tenaga

Kerja

Indonesia

(BP3TKI)

yang

kedudukannya

menjadi satu di wilayah provinsi. Dan BP3TKI ini berada di bawah satu
payung dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai Dinas
Pemerintah. Pelaksanaan kerjasama tersebut dimaksudkan untuk menjaga
keamanan dari masing- masing pihak, baik dari Kantor Dinas Tenaga Kerja
dan Transmigrasi, BP3TKI, PPTKIS, perusahaan yang membutuhkan tenaga
kerja dan tenaga kerja itu sendiri.
B. Perumusan Masalah
Dari uraian tersebut di atas dapat dirumuskan permasalahan sebagai
berikut:
1. Bagaimana pelaksanaan penempatan Tenaga Kerja Indonesiayang
dilakukan oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten
Subang?
2. Faktor-faktor apa saja yang mendorong dan menghambat pelaksanaan
penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri?
C. Tujuan
Adapun tujuan yang diharapkan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah:
1. Secara operasional diharapkan penulis dapat mengetahui bagaimana
tata cara penempatan Tenaga Kerja Indonesia ke luar negeri yang
dilakukan oleh Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupate
Subang.
2. Secara fungsional penulisan laporan ini dapat dimanfaatkanoleh siapa
saja yang mempunyai kepentingan dalam bidang ketenagakerjaan.

BAB II

LANDASAN TEORI

Penempatan Tenaga Kerja Indonesia


1. Penempatan Tenaga Kerja Indonesia adalah kegiatan pelayanan untuk
mempertemukan TKI sesuai bakat, minat, dan kemampuannya dengan
pemberi kerja di luar negeri yang melipuati keseluruhan proses
perekrutan,

pengurusan

dokumen,

pendidikan

dan

pelatihan,

penampungan, persiapan pemberangkatan, pemberangkatan sampai


negara

tujuan,

2009:102)
2. Menurut Pasal

dan
26

pemulangan
Undang-Undang

darinegara
No.39

tujuan(Lalu

Tahun

2004

Husni,
tentang

Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri, penempatan TKI


harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a) Perusahaan yang bersangkutan harus berbadan hukum yang
dibentuk berdasarkan hukum Indonesia;
b) TKI yang ditempatkan merupakan pekerja perusahaan itu sendiri;
c) Perusahaan memiliki bukti hubungan kepemilikan atau perjanjian
pekerjaan yang diketahui oleh Perwakilan Republik Indonesia;
d) TKI telah memiliki perjanjian kerja;
e) TKI telah diikutsertakan dalam program jaminan sosial tenaga kerja
dan/atau memiliki polis asuransi; dan
f) TKI yang ditempatkan wajib memiliki Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri
(KTKLN).

Tenaga Kerja dan Tenaga Kerja Indonesia


1. Pengertian tenaga kerja dalam pasal 1 angka 2 Undang-Undang No. 13
Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan adalah setiap orang yang mampu
melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa untuk
memenuhi

kebutuhan

sendiri

maupun

masyarakat

(Lalu

Husni,

2009:26).
2. Pengertian tenaga kerja menurut Undang-Undang No. 13 Tahun 2003
tentang ketenagakerjaan tersebut sejalan denganpengertian tenaga
kerja menurut konsep ketenagakerjaan sebagaimana ditulis oleh

Payaman J. Simanjutak (1985:2) bahwa pengertian tenaga kerja atau


manpower adalah mencakup penduduk yang sudah atau sedang
bekerja, yang sedang mencari kerja dan yang melakukan pekerjaan
lain seperti sekolah dan mengurus rumah tangga.
3. Sedangkan pengertian Tenaga Kerja Indonesia menurut UndangUndang No.39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI
di Luar Negeri adalah :
a) Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) adalah setiap warga negara
Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan
bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi pemerintah
kabupaten

atau

kota

yang

bertanggungjawab

di

bidang

ketenagakerjaan.
b) Tenaga Kerja Indonesia adalah setiap warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat untuk bekerja di luar negeri dalam hubungan

kerja untuk jangka waktu tertentu dengan menerima upah.


Maksud Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri
1. Penempatan
merupakan
kegiatan
yang
dilaksanakan

untuk

memutuskan apakah pelamar diterima atau ditolak dalam melamar


suatu pekerjaan. Kegiatan penempatan tenaga kerja ini dimaksudkan
untuk menempatkan tenaga kerja sebagai pelaksana pekerjaan yang
sesuai dengan kemampuan, kecakapan dan keahliannya.
2. Setiap orang membutuhkan pekerjaan, pekerjaan tidak hanya untuk
memperoleh penghasilan bagi seseorang guna memenuhi kebutuhan
hidup bagi diri sendiri dan keluarganya, tetapi juga dapat dimaknai
sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri sehingga seorang
merasa hidupnya menjadi lebih bermakna bagi diri sendiri, orang lain
dan lingkungannya.
3. Mengingat pentingnya pekerjaan ini, Undang-Undang Dasar 1945 Pasal
27 ayat 2 menyatakan bahwa setiap Warga Negara berhak atas
pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Namun
realitasnya kesempatan kerja dalam negeri sangat terbatas sementara

jumlah angkatan kerja semakin meningkat. Hal ini menyebabkan


semakin membengkaknya angka pengangguran.
4. Disisi lain kesempatan kerja di luar negeri masih terbuka dengan
tingkat upah yang ditawarkan cukup memadai. Realitas ini telah
menjadi daya tarik tersendiri bagi tenaga kerja Indonesia untuk
mencari pekerjaan ke luar negeri. Dengan demikian penempatan
tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di luar negeri merupakan suatu
upaya untuk mewujudkan hak dan kesempatan yang sama bagi tenaga
kerja untuk memperoleh pekrjaan dan penghasilan yang layak yang di
dalam pelaksanaannya harus dilakukan dengan memperhatikan harkat,
martabat manusia serta sisi perlindungan hukumnya. Karena itu
negara wajib secara aktif menjamin dan melindungi hak asasi warga
negara yang bekerja baik di dalam maupun di luar negeri berdasarkan
prinsip persamaan hak, demokrasi, keadilan sosial, kesetaraan gender,
dan anti perdagangan manusia.
5. Untuk itulah setelah melalui proses yang panjang akhirnya pemerintah
indonesia sudah berhasil menetapkan Undang-Undang Nomor 39 Tahun
2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri.
Kehadiran Undang-undang ini sangat positif bagi perlindungan TKI yang
bekerja di luar negeri karena memiliki perangkat hukum yang kuat
khususnya dalam mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak yang
terlibat

di

dalamnya

khususnya

tenaga

kerja

dan

pelaksana

penempatan tenaga kerja ke luar negeri.


Para Pihak dalam Penempatan Tenaga Kerja ke Luar Negeri
1. Pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan penempatan tenaga
kerja ke luar negeri terdiri dari calon tenaga kerja yang hendak bekerja
ke luar negeri, pelaksana penempatan TKI swasta yang berbentuk PT
dan memiliki 12 ijin dari Menteri Tenaga Kerja, Dinas Tenaga Kerja,
Mitra Usaha serta pihak pengguna jasa TKI(Lalu Husni, 2009:101).
2. Pengertian dari para pihak tersebut dia tas adalah :

a) Calon Tenaga Kerja Indonesia atau disebut calon TKI adalah setiap
warga negara Indonesia yang memenuhi syarat sebagai pencari
kerja yang akan bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi
Pemerintah Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab di bidang
ketenagakerjaan.
b) Pelaksana Penempatan TKI swasta adalah badan hukum yang
memperoleh ijin tertulis dari Pemerintah untuk menyelenggarakan
pelayanan penempatan TKI di luar negeri.
c) Mitra Usaha adalah instansi atau badan usaha berbentuk badan
hukum di negara tujuan yang bertanggung jawab menempatkan TKI
pada Pengguna.
d) Pengguna Jasa TKI adalah instansi pemerintah, Badan Hukum
Pemerintah, Badan Hukum Swasta, dan/atau Perseorangan di
negara tujuan yang mempekerjakan TKI.

BAB III
PEMBAHASAN JUDUL MATERI
A. Penjelasan Pembuatan Data Calon TKI Beserta Formatnya
1. Data calon TKI dibuat di Microsoft Office Excel 2007.
2. Untuk membuat data ini penulis menggunakan fungsi fungsi sebagai
berikut :
a. Fungsi dari Merge & center, dimana Merge & Center ini berfungsi untuk
menggabungkan beberapa cell menjadi satu cell dan isi dari cell
tersebut posisinya menjadi di tengah.
b. Funsi dari Cell Alignment, dimana Cell Alignment ini berfungsi untk
menjadikan posisi text te

JENIS PENGELOLAAN DATA DAN INFORMASI


KETENAGAKERJAAN DAN TRANSMIGRASI
Data dan Informasi Ketenagakerjaan sudah menjadi kebutuhan dan hak dasar
bagi masyarakat yang dijaminoleh konstitusi Negara.Oleh karena itu, penyelenggara Negara
berkewajiban menyediakan Data dan Informasi Ketenagakerjaan yang benar, akurat, lengkap
dan berkesinambungan.
Data dan Informasi Ketenagakerjaan yang dilaksanakan pada Dinas Tenaga
Kerja dan Transmigarasi Kabupaten Subang ini secara berjenjang dan berkesinambungan.
Pengelolaan Data dan Informasi Ketenagakerjaan dan Transmigrasi dalam
penyusunannya tidakterlepas dari kendala diantaranya keterbatasan Sumber Daya Manusia
serta peralatan pendukung lainnya.
Kendala yang dihadapi tersebut antar lain meliputi perubahan struktur
Organisasi yang melaksanakan Tugas dan Fungsi pengelolaan Data dan Informasi
Ketenagakerjaan dan transmigrasi, perubahan pegawai dalam pengelolaan Data dan Informasi
Ketenagakerjaan dengan berbagai latar belakang ilmu pengetahuan dan kemampuan dalam
pengelolaan Data dan Informasi Ketenagakerjaan. Salah satu upaya untuk mengatasi Data
dan Informsi tersebut melalui penyusunan Data dan Informasi tersebut diharapkan dapat
dijadikan acuan untuk keperluan masyarak
A. Jenis data dan informasi ketenagakerjaan
1. Data dan informasi data dan informasi ketenagakerjaan umum
Data dan informasi ketenagakerjaan umum terdiri atas 2 golongan pokok,
meliputi :
a. Data dan informasi penduduk, atara lain meliputi karkteristik :
(1) Jenis kelamin;
(2) Golongan umur;
(3) Daerah perdesaan-perkotaan;
(4) Provinsi;
(5) Kabupaten/kota.
b. Data dan informasi penduduk usia kerja (PUK), antara lain
karakteristik :
(1) Jenis kelamin;
(2) Golongan umur;
(3) Pendidikan;
(4) daerah perdesaan-perkotaan;
(5) provinsi;
(6) kabupaten/kota.
2. Data dan informasi pelatihan dan produktivitas tenaga kerja
a. Standar kopentensi kerja;
b. Pelatihan kerja;
c. Sertifikasi kopetensi;

d. Produktivitas.
3. Data dan informasi penempatan tenaga kerja
4. Data dan informasi mengembangan perluasan kesempatan kerja
5. Data dan informasi pembinaan pengawasan tenaga kerjaan
A. TUGAS DAN POKO KASI DATA DAN INFORMASI
Seksi Data dan Informasi mempunyai tugas pokok melaksanakan pengelolaan informasi,
pengelolaan dan analisa data ketenagakerjaan dan transmigrasi.
Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Seksi Data dan Informasi
mempunyai fungsi:
a. Penyusunan rencana kegiatan informasi dan analisis data ketenagakerjaan dan
transmigrasi;
b. Penyiapan bahan kegiatan pengelolaan informasi,pengolahan dan analisis data;
c. Penyusunan petunjuk teknik dibidang penyebarluasan informasi dan analisis data;
d. Penyiapan bahan-bahan untuk penyusunan kebijaksanaan operasional dibidang
informasi dan analisis data;
e. Pengelolaan informasidan analisa data;
f. Pelayanan informasi dan hasil analisa data bidang ketenagakerjaan dan transmigrasi;
g. Penggalangan kerjasama dengan pihak yang terkait dalam rangka pengumpulan serta
pemasaran informasi dan hasil analisa data;
h. Pemeliharaan arsip/dokumen informasi dan hasil analisa data;
i. Penyusunan laporan hasil pelaksanaan tugas di bidang data dan informasi.

B. INTEGRASI
PENGELOLAAN
DATA
DAN
KETENAGAKERJAAN DAN KETRANSMIGRASIAN

INFORMASI

Pengumpulan

Penyebarluasan

Penyajian

Penyimpanan

Pengolahan

Penganalisaan

C. PENJELASAN

TEKNIS

KETENAGAKERJAAN

DAN

KE

TRANSMIGRASIAN UMUM
1. Ketenagakerjaan
Untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama dalam penggunaan
istilah-istilah Ketenagakerjaan Umum, maka perlu disampaikan penjelasan teknis
sebagai berikut:
a. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal
di Indonesia.
b. Penduduk Usia Kerja, yang selanjutnya disingkat PUK, adalah penduduk berumur
15 tahun atau lebih atau disebut juga tenaga kerja.
c. Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja (15 tahun atau lebih) yang bekerja, atau
punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran yang aktif
mencari pekerjaan.
d. Bukan
angkatan

kerja

adalah

penduduk

usia

kerja

(15 tahun atau lebih) yang masih sekolah, mengurus rumah tangga atau
melaksanakan kegiatan lainnya.
e. Bekerja adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud
memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling
sedikit 1 jam (tidak terputus dalam seminggu yang lalu). Kegiatan tersebut termasuk
pula kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan
ekonomi.
f. Penganggur terbuka adalah mereka yang mencari pekerjaan mempersiapkan usaha,
tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan,
sudah punya pekerjaan tapi belum mulai bekerja.
g. Pekerja tidak penuh adalah mereka yang bekerja di bawah jam kerja normal (dari 1
s.d 34 jam seminggu). Pekerja tidak penuh dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:
1) Setengah penganggur, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal dan
masih mencari pekerjaan atau masih bersedia menerima pekerjaan lain.
2) Paruh waktu, yaitu mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal tetapi tidak
mencari pekerjaan atau tidak bersedia menerima pekerjaan lain, misalnya tenaga
ahli yang sangat besar.
h. Pendidikan tertinggi yang ditamatkan adalah tingkat pendidikan yang dicapai
seseorang setelah mengikuti pelajaran kelas tinggi suatu tingkatan sekolah dengan

mendapatkan tanda tamat (ijazah). Pendidikan tertinggi yang ditamatkan terdiri


atas :
1. SD
2. SMP
3. SMA Umum
4. SMK(Kejuruan)
5. DIPLOMA I/II/III/AKADEMI
6. UNIVERSITAS
i. Susenas
(Survey Sosial Ekonomi) salah satu kegiatan proyek rutin yang dilaksanakan oleh
BPS untuk mendapatkan informasi / data ketenagakerjaan dan data lainnya secara
langsung dari masyarakat (primer) yang dilaksanakan pada bulan Agustus setiap
tahun.
j. Sakernas
(Survey Angkatan Kerja Nasional) Perbandingan penduduk angkatan kerja
(bekerja+mencari pekerjaan) terhadap jumlah usia kerja (15 tahun keatas)
k. TPAK
(Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) Perbandingan penduduk angkatan kerja
(bekerja+mencari pekerjaan) terhadap jumlah usia kerja (15 tahun keatas)
l. Jenis Pekerjaan
Macam pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain yang melaksanakan pekerjaan
tersebut atau yang ditugaskan kepadanya.
m. Sensus
Kegiatan pendataan terhadap seluruh elemen tertentu sesuai dengan tema dari
sensus tersebut.
n. Jamsostek
Jaminan Sosial Tenaga Kerja adalah program publik yang memberikan
perlindungan bagi tenaga kerja untuk mengatasi resiko sosial ekonomi tertentu yang
penyelenggaraannya menggunakan mekanisme asuransi sosial

2. Ketransmigrasian
1. Ketranmigrasian adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan
transmigrasi.
2. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan
kesejahteraan dan menetap di kawasan Transmigrasi yang diselenggarakan oleh
Pemerintah.
3. Transmigran adalah Warga Negara Republik Indonesia yang berpindah secara
sukarela ke kawasan Transmigrasi.

4. Kawasan Transmigrasi adalah kawasan budidaya yang memiliki fungsi sebagai


permukiman dan tempat usaha masyarakat dalam satu sistem pengembangan berupa
wilayah pengembangan Transmigrasi atau lokasi Permukiman Transmigrasi.
5. Wilayah Pengembangan Transmigrasi adalah wilayah potensial yang ditetapkan
sebagai pengembangan permukiman Transmigrasi yang terdiri atas beberapa satuan
kawasan pengembangan yang salah satu diantaranya direncanakan untuk
mewujudkan pusat pertumbuhan wilayah baru sebagai kawasan perkotaan baru
sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.
6. Lokasi Permukiman Transmigrasi adalah lokasi potensial yang ditetapkan sebagai
permukiman Transmigrasi untuk mendukung pusat pertumbuhan wilayah yang sudah
ada atau yang sedang berkembang sebagai wilayah perkotaan baru sesuai dengan
rencana tata ruang wilayah.
7. Satuan Kawasan pengenbangan adalah satu kawasan yang terdiri atas beberapa
satuan permukiman yang salah satu diantaranya merupakan permukiman yang
disiapkan menjadi desa utama atau pusat kawasan perkotaan baru.
8. Permukiman Transmigrasi adalah satu kesatuan permukiman atau bagian dari satu
permukiman yang diperuntukkan bagi tempat tinggal dan tempat usaha Transmigran.
9. Transmigrasi Umum adalah jenis Transmigrasi yang dilakukan oleh Pemerintah
dan/atau Pemerintah Daerah bagi penduduk yang mengalami keterbatasan dalam
mendapatkan peluang kerja dan usaha.
10. Transmigrasi Swakarsa Berbantuan adalah jenis Transmigrasi yang dirancang oleh
Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah dengan mengikutsertakan badan usaha
sebagai mitra usaha Transmigran bagi penduduk yang berpotensi berkembang untuk
maju.
11. Transmigrasi Swakarsa Mandiri adalah jenis Trasnmigrasi yang merupakan prakarsa
Transmigran yang bersangkutan atas arahan, layanan, dan bantuan Pemerintan
dan/atau Pemerintah Daerah bagi penduduk yang memiliki kemanpuan.
12. Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab di bidang Ketrasnmigrasian.
Adapun bentuk pelayanan yang ada pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi :
1)
2)
3)
4)
5)
6)

Penciptaan peningkatan keahlian kompetensi tenag kerja melalui pelatihan.


Pembinaan terhadap peyelenggara pelatihan kerja swasta.
Penciptaan dan peluasan kesempatan kerja.
Peningkatan sistem informasi pasar da bursa tenaga kerja.
Pemberdayaan masyarakat melalui pemberian kerja sementara.
Pembinaan hubungan industrial da syarat kerja kepada perusahaan-perusahaan

melalui penerapan norma kerja yang ada di Kabupaten Ssubang.


7) Peningkatan bimbingan, pembinaan dan pengupahan serta monitoring fasilitas dan
kesejahteraan para pekerja pada perusahaan swasta.

8) Peningkatan pengawasan norma kerja.


9) Peningkatan produktivitas dan penyelesaian kasus industrial dan perselisihan.
10) Kecelakaan kerja
11) Kematian
12) Jaminan hari tua
13) Pelayanan kesehatan pekerja dan keluarga
14) Penyuluhan transmigrasi ke desa-desa
15) Pendapsi calon peserta transmigrasi
16) Proses pelatihan dasar umum (PDU)
17) Penampungan sementara di arrama transito (registrasi dan kesehatan)
18) Perjanjian kerjasama ketransmigrasian antar daerah di luar pulau jawa
19) Pemberangkatan transmigrasi ke pelabuhan embarkasi & pengawalan.

D. PENJELASAN TEKNIS PELATIHHAN DAN PRODUKTIVITAS TENAGA


KERJA
Untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama dalam penggunaan
istilah-istilah Pelatihan dan Produktivitas, maka perlu disampaikan penjelasan teknis
sebagai berikut:
1. Pelatihan kerja adalah keseluruhan kegiatan untuk memberi, memperoleh,
meningkatkan serta mengembangkan kompetensi kerja produktivitas, disiplin, sikap
dan etos kerja pada tingkat keterampilan dan keahlian tertentu sesuai dengan jenjang
dan kualifikasi jabatan atau pekerjaan.
2. Kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencangkup aspek
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang di
tetapkan.
3. Standarisasi Kompetensi Kerja adalah proses merumuskan, menetapkan dan
menerapkan standar kompetensi kerja.
4. Akreditasi adalah pengakuan status program pelatihan kerja basis kompetensi yang
di selenggarakan oleh lembaga pelatihan kerja melalui penilaian yang di lakukan
oleh lembaga akreditasi pelatihan kerja berdasarkan kriteria standar yang
ditetapkan.
5. Lembaga Sertifikasi Profesi adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi profesi
yang mendapatkan lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi.
6. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia selanjutnya di singkat SKKNI adalah
rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan,keterampilan
dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan
syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku.

7. Lembaga Pelatihan Kerja,yang selanjutnya di singkat LPK adalah instansi


pemerintah, badan hukum atau perorangan yang memenuhi persyaratan untuk
menyelenggarakan pelatihan kerja.
8. Asosiasi Profesi adalah himpunan orang-orang yang memiliki profesi sejenis, baik
pada aspek teknis profesi maupun manajerial dan menguasai pengetahuan maupun
praktek,jenjang kualifikasi, prosedur kerja dan ukuran hasil kinerja masing-masing
bidang.
9. Kebutuhan pelatihan adalah besaran kebutuhan pelatihan berdasarkan proses
idenfikasi, analisis atau penelitian yang lebih menitikberatkan pada penilaian
performansi yang dimiliki calon dan/atau tenaga kerja dan formasi yang di harapkan
mengisi lowongan yang tersedia.
10. Produktivitas adalah rasio antara hasil atau keluaran(output) dengan masukan yang
dipakai (input).
11. Produktivitas Kerja adalah rasio antara produk berupa barang dan jasa dengan
penduduk yang bekerja yang digunakan dalam satuan waktu tertentu yang
merupakan besaran kontribusi penduduk yang bekerja dalam pembentukan nilai
tambah suatu produk dalam proses kegiatan ekonomi.
12. Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara
terpadu antara pelatihan dilembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung di
bawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja/buruh yang lebih
berpengalaman, dalam proses produksi barang dan jasa di perusahaandalam rangka
menguasai keterampilan atau keahlian tertentu.
13. Instruktur adalah seseorang yang diberi tugas,tanggung jawab, wewenang dan hak
secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan kegiatan pelatihan
dan pembelajaran kepada peserta pelatihan di bidang atau kejuruan tertentu.
Jabatan Instruktur terdiri atas :
I.
Instruktur Tingkat Terampil
a. Pelaksana
b. Pelaksana lanjutan
c. Penyelia
II.
Instruktur Tingkat Ahli
a. Tingkat Pertama
b. Tingkat Muda
c. Tingkat Madya
14. Tenaga pelatihan adalah seseorang yang telah memenuhi persyaratan kualifikasi
kompetensi sesuai dengan bidang tugasnya.
Tenaga pelatihan tediri atas:
a. Penghembangan program
b. Penyelenggara pelatihan
c. Fasilitator pelatihan

E. PENJELASAN TEKNIS PENEMPATAN TENAGA KERJA


Untuk memberikan pemahaman dan persepsi yang sama dalam penggunaan
istilah-istilah Penempatan Tenaga Kerja, maka perlu disampaikan penjelasan teknis
sebagai berikut:
1. Penempatan tenaga kerja adalah proses pelayanan kepada pencari kerja untuk
memperoleh pekerjaan dan pemberi kerja dalam pengisian lowongan kerja sesuai
dengan bakat, minat dan kemampuan.
2. Antar Kerja adalah suatu sistem yang meliputi pelayanan informasi pasar kerja,
penyuluhan dan bimbingan jabatan dan perantara keja.
3. Antar Kerja Lokal yang selanjutnya disebut AKL adalah penempatan tenaga kerja
antar Kabupaten/Kota dalam 1 (satu) provinsi.
4. Antar Kerja Daerah yang selanjutnya disebut AKAD adalah penempatan tenaga kerja
antar provinsi dalam wilayah Republik Indonesia.
5. Antar Kerja Negara yang selanjutnya disebut AKAN adalah penempatan tenaga kerja
di luar negeri.
6. Pemberi Kerja adalah orang perseorangan, pengusaha, badan hukum atau badan
lainnya yang memperkerjakan tenaga kerja dengan membayar upah.
7. Surat Izin Pengerahan yang selanjutnya disingkat SIP adalah izin yang diberikan
pemerintah kepada pelaksana penempatan tenaga kerja Indonesia swasta untuk
merekrut calon TKI dari daerah tertentu, untuk jabatan tertentu dan untuk
dipekerjakan pada calon pengguna/pemberi kerja tertentu dalam jangka waktu
tertentu.
8. Surat Persetujuan Penempatan yang selanjutnya disingkat SPP adalah surat
persetujuan dalam rangka penempatan tenaga kerja AKAD.
9. Pencari kerja adalah angkatan kerja yang sedang menganggur dan mencari pekerjaan
maupun yang sudah bekerja tetapi ingin pindah atau alih pekerjaan dengan
mendaftarkan diri kepada pelaksana penempatan tenaga kerja atau secara langsung
melamar pekerjaan kepada pemberi kerja.
10. Informasi Pasar Kerja yang selanjutnya IPK adalah keterangan mengenai
karakteristik kebutuhan dan persediaan tenaga kerja.
11. Penyuluhan Jabatan adalah kegiatan pemberian informasi tentang jabatan dan dunia
kerja kepada pencari kerja dan/atau masyarakat.

12. Bimbingan Jabatan adalah proses membantu seseorang untuk mengetahui dan
memahami gambaran tentang potensi diri dan dunia kerja, untuk memilih bidang
pekerjaan dan karir yang sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan.
13. Bursa kerja adalah tempat pelayanan kegiatan penempatan tenaga kerja.
14. Pengantar kerja adalah Pegawai Negeri Sipil yang memiliki keterampilan melakukan
kegiatan antar kerja dan diangkat dalam jabatan fungsional oleh Menteri atau pejabat
yang ditunjuk.
Jenjang Jabatan Fungsional Pengantar Kerja terdiri atas:
a. Pengantar Kerja Ahli
1. Pengantar Kerja Madya
2. Pengantar Kerja Muda
3. Pengantar Kerja Pertama
b. Pengantar Kerja Terampil
1. Pengantar Kerja Penyelia
2. Pengantar Kerja Pelaksana Lanjutan
3. Pengantar Kerja Pelaksana
15. Petugas antar kerja adalah petugas yang memiliki pengetahuan tentang antar kerja
dan ditunjuk oleh pejabat yang berwenang untuk melaksanakan pelayanan antar
kerja.
16. Lembaga Penempatan Tenaga Kerja Swasta yang selanjutnya disingkat LPTKS
adalah lembaga swasta berbadan hukum yang telah memperoleh izin tertulis untuk
menyelenggarakan pelayanan penempatan tenaga kerja.
17. Pelaksanaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta yang selanjutnya disingkat
PPTKIS adalah badan hukum yang telah memperoleh izin tertulis dari Menteri untuk
menyelenggarakan pelayanan penempatan tenaga kerja Indonesia diluar negri.
18. Pameran kesempatan kerja adalah aktivitas untuk mempertemukan antara sejumlah
pencari kerja dengan sejumlah pemberi kerja pada waktu dan tempat tertentu dengan
tujuan penempatan.
19. Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri adalah proses penempatan yang
dilaksanakan badan penempatan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia atas dasar
perjanjian secara atau pengguna berbadan hukum di negara tujuan.
20. Penempatan Tenaga Kerja Indonesia diluar negeri oleh Swasta adalah proses
penempatan yang diaksanakan Swasta atas izin tertulis dan Menteri.
21. Tenaga Kerja Asia, yang selanjutnya disingkat TKA, adalah warga Negara asing
pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia.