Anda di halaman 1dari 2

Foraminifera Bentos

Bentos
adalah
organisme
yang
hidup
di
dasar
perairan (substrat) baik yang sesil, merayap maupun menggali
lubang. Bentos hidup di pasir, lumpur, batuan, patahan karang atau
karang yang sudah mati. Substrat perairan dan kedalaman
mempengaruhi pola penyebaran dan morfologi fungsional serta
tingkah laku hewan bentik.Hal tersebut berkaitan dengan
karakteristik serta jenis makanan bentos.

perairan seperti dalam proses dekomposisi dan mineralisasi


material organik yang memasuki perairan (Lind, 1985).
Macam-Macam Foraminifera Bentos
Berdasarkan ukurannya foraminifera bentos dapat dibagi
menjadi dua kelompok, yaitu :
1. Formanifera Bentos Kecil
Jenis foram ini relatif

kecil, hamper sama dengan

foraminifera planktonik. Hanya saja foram ini cara hidupnya


menempel atau merayap pada dasar laut. Cirinya bentuk test
cenderung

pipih

dan

memanjang,

susunan

kamar

umumnya

planispiral, komposisi testnya aglutin & arenaceous. Berdasarkan


susunan bentuk & jumlah kamar foram bentos kecil dapat dibagi
jadi dua, yaitu :
a. Monothalamus : terdiri dari satu kamar. Contoh : Saccamina,

Lagena, Bathysiphon.

Gambar 1. Foraminifera bentos


Keberadaan hewan bentos pada suatu perairan, sangat
dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, baik biotik maupun
abiotik. Faktor biotik yang berpengaruh diantaranya adalah
produsen, yang merupakan salah satu sumber makanan bagi hewan
bentos. Adapun faktor abiotik adalah fisika-kimia air yang
diantaranya: suhu, arus, oksigen terlarut (DO), kebutuhan oksigen

Gambar 2. Foraminifera bentos kecil


b. Polythalamus : lebih dari satu jenis kamar (multiloculer).
Contoh : Uvigerina, Nodosaria, Textularia.

biologi (BOD) dan kimia (COD), serta kandungan nitrogen (N),


kedalaman air, dan substrat dasar (Allard and Moreau, 1987);
APHA, 1992). Hewan ini memegang beberapa peran penting dalam

1. Foraminifera Bentos Besar

Istilah foram besar diberikan untuk golongan foram bentos


yang memiliki ukuran relative besar, jumlah kamar relative banyak,
dan struktur dalam kompleks. Umumnya foram besar banyak
dijumpai pada batuan karbonat khususnya batugamping terumbu
dan biasanya berasosiasi dengan algae yang menghasilkan CaCO3
untuk test foram itu sendiri.
Di Indonesia foraminifera bentos besar sangat banyak ditemukan
dan bisa digunakan untuk menentukan umur relatif batuan sedimen
dengan menggunakan zonasi foraminifera bentos besar
berdasarkan Adams (1970).

Cara Hidup Foraminifera Bentos


Cara hidup dari foraminifera bentos ada dua yaitu bentonik
vigil dan bentonik sesil.
1. Bentonik Vagil : foraminifera hidup dengan cara bergerak di atas
substrat atau permukaan dasar laut. Contoh : Cassidulina,
Ammobacculites.
2. Bentonik Sesil : foraminifera hidup dengan cara menambat pada
substrat atau dasar laut. Contoh : Miniacina
Kegunaan Foraminifera Bentos
Kegunaan foraminifera bentos dalam geologi sangat banyak,
antara lain seperti :
Menentukan umur relative batuan sedimen menggunakan biozonasi
foraminifera bentos besar.
Menentukan lingkungan pengendapan batuan sedimen.
Menentukan paleoklimatologi atau iklim di masa lampau.