Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN PRATIKUM FISIKA DASAR I

PENGUKURAN KONSTANTA PEGAS DENGAN METODE PEGAS DINAMIK


M.6

Nama

: I Dewa Gede Sastra Buwana

NIM

: 1314511046

Dosen

: I Wayan Supardi, S.Si, M.Si, MM.Kom

Asisten Dosen

: 1. Ananda Dewita (1008205019)


2. Wahyulianti

(1008205014)

3. Putu Arnawa

(1008205015)

JURUSAN ILMU KELAUTAN


FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2013
I.

TUJUAN
Menentukan konstanta pegas

II.

DASAR TEORI
Elastisitas adalah sifat benda yang setelah diberi gaya dan kemudian gaya dihilangkan
tetap dapat kembali ke bentuk semula. Suatu benda dikatakan memiliki sifat elastisitas
jika benda itu diberi gaya kemudian gaya itu dihilangkan, benda akan kembali ke
bentuk semula. Jika suatu benda tidak dapat kembali lagi ke bentuk semula setelah gaya
yang bekerja padanya dihilangkan, benda itu dikatakan plastis.
Pegas merupakan suatu benda yang memiliki sifat elastis atau lentur. Dalam
ilmu teknik, sifat elastis dari suatu pegas sangatlah penting. Misalnya, dalam
dunia otomotif kenyamanan berkendaraan sangatlah dipengaruhi oleh pegas yang
1.

berupa shocbreaker. Pegas dapat dibedakan menjadi dua macam pegas yaitu:
Pegas spiral yang dapat meregang memanjang karena gaya tarik, misalnya pegas

2.

spiral pada neraca pegas.


Pegas spiral yang dapat meregang memendek karena gaya dorong, misalnya
pada jok tempat duduk dalam mobil.
Timbulnya gaya regang pada pegas spiral sebagai reaksi adanya pengaruh gaya
tarik atau gaya dorong sebagai aksi suatu gaya diletakkan bekerja jika gaya itu
dapat menyebabkan perubahan pada benda. Misalnya gaya berat dari suatu benda
yang digantungkan pada ujung bawah pegas spiral, menyebabkan pegas spiral
berubah meregang memanjang dan sekaligus timbul gaya regang yang besarnya
sama dengan berat benda yang digantung. Hukum dasar tentang pegas disebut
dengan Hukum Hooke.

Hukum Hooke
Hukum Hooke untuk pegas yang bergerak secara vertikal
Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu
fisika yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya
gaya Hooke ini secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak
pergerakan pegas dari posisi normalnya, atau lewat rumus matematis dapat
digambarkan sebagai berikut:
F adalah gaya (dalam unit newton)
k adalah konstante pegas (dalam newton per meter)
x adalah jarak pergerakan pegas dari posisi normalnya (dalam unit meter).
Hukum Hooke menyatakan hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas
danpertambahan panjang (X), didaerah yang ada dalam batas kelentingan pegas.F
= k.x Atau : F = k (tetap) xk adalah suatu tetapan perbandingan yang disebut
tetapan pegas yang nilainyaberbeda untuk pegas yang berbeda.Tetapan pegas
adalah gaya per satuan tambahan panjang. Satuannya dalam SI adalah N/m

Hukum Hooke.
Salah satu prinsip dasar dari analisa struktur adalah hukum Hooke yang
menyatakan bahwa pada suatu struktur : hubungan tegangan (stress) dan regangan
(strain) adalah proporsional atau hubungan beban (load) dan deformasi
(deformations) adalah proporsional. Struktur yang mengikuti hukum Hooke
dikatakan elastis linier dimana hubungan F dan y berupa garis lurus.
Elastis Ditemukan lewat percobaan bahwa jika sebuah pegas diberi
gangguan sehingga pegas merenggang (berarti pegas ditarik) atau merapat (berarti
pegas ditekan) pada pegas akan bekerja gaya pemulih yang arahnya selalu menuju
titik asal. Dengan kata lain besar gaya pemulih pada pegas ini sebanding dengan
gangguan atau simpangan yang diberikan pada pegas. Pernyataan tersebut
kemudian dikenal dengan hukum Hooke. Secara matematis, hukum Hooke ditulis
sebagai berikut:
Dengan: besar gaya pemulih pegas (N)
Konstanta pegas (

panjang pegas mula-mula (m)


simpangan pegas setelah diisi beban (m)
Tanda negatif (-) pada rumus (2.1) meunjukkan gaya pemulih arahnya selalu
berlawanan dengan simpangan.
Energi Potensial pada Pegas
Energi Potensial Pegas adalah energi yang tersimpan dalam pegas Hooke
apabila panjangnya berubah sebanyak x dari panjang keseimbangan. Dapat
dirumuskan sebagai berikut:
Dengan: energi potensia (Joule)
konstanta pegas (

simpangan (m)

Energi Kinetik pada Pegas

Dapat diketahui bahwa Energi Potensial (EP) tidak memiliki suatu


persamaan umum yang mewakili semua jenis gerakan. Energi potensial elastis
telah diturunkan pada pembahasan sebelumnya. Energi kinetik berbeda dengan
energi potensial, persamaan energi kinetik bersifat umum untuk semua jenis
gerakan. Energi Kinetik (EK) dimiliki benda ketika bergerak. Rumus besarnya
energi kinetik adalah :
Dengan: energi kinetik (Joule)
massa (kg)
kecepatan (

Periode osilator harmonis sederhana bergantung pada kekakuan pegas dan


juga pada massa

yang berosilasi. Tetapi periode tidak bergantung pada

amplitudo. Rumus untuk periode gerak harmonis sedrhana (GHS) dapat


diturunkan dengan membandingkan GHS dengan benda yang berotasi membentuk
lingkaran. Tentu saja, tidak ada yang berotasi dalam lingkaran ketika sebuah pegas
berosilasi linier, tetapi kesamaan matematisnya yang dapat digunakan.
Periode GHS dapat ditentukan karena sama dengan benda berputar yang
membentuk satu lingkaran penuh. Kecepatan

sama dengan keliling linkaran

Dengan demikian Periode bergantung pada dan konstanta pegas, tetapi bukan
pada amplitudo.

III.
1.

ALAT DAN BAHAN


Pegas

2.
3.
4.
5.
IV.

Mistar
Statif dan penjepitnya
Stopwatch
Beban
PROSEDUR PERCOBAAN
Pegas digantungkan pada tempat yang telah disediakan. Beban m ditempatkan pada
ujung pegas, dimulai dari massa beban yang paling kecil. Beban disimpangkan dari posisi
setimbangnya dan kemudian dilepaskan, maka sistem massa pegas akan berosilasi. Dicatat
waktu yang diperlukan untuk 15 kali osilasi. Kemudian lakukan hal yang sama untuk beban
yang berbeda.

V.

DATA PERCOBAAN
5.1 Data Percobaan Panjang Pegas Sebelum Osilasi
Panjang

Ditambahka

Ditambahka

Ditambahka

Ditambahka

No

pegas tanpa

n beban 50

n beban 70

n beban 170

n beban 270

1
2
3
4
5

beban (cm)
22,5
22,6
22,4
22,5
22,5

gr (cm)
24,5
24,5
24,4
24,5
24,6

gr (cm)
25,2
25,2
25,2
25,3
25,3

gr (cm)
28,5
28,6
28,7
28,5
28,7

gr (cm)
32,6
32,5
32,7
32,6
32,6

50 gram
t (s)
l (cm)

70 gram
t (s) l (cm)

170 gram
t (s)
l (cm)

270 gram
t (s) l (cm)
9,4

4,63

27,0

4,94

27,0

7,41

30,0

0
9,4

34,0

4,57

27,0

5,16

27,1

7,48

30,1

6
9,3

34,1

4,65

27,0

5,19

27,0

7,37

30,0

7
9,4

34,0

4,71

27,1

5,97

27,0

7,47

30,1

34,1

No.

9,4
5

VI. Analisa
6. 1

4,69

27,0

4,98

27,1

7,66

30,0

34,0

Ralat
A. Panjang pegas
1. Pengukuran 1 (tanpa beban)
l 0 (cm)

l( cm)

ll(cm)

22,5
22,6
22,4
22,5
22,5

22.5
22.5
22.5
22.5
22.5

0
0,1
-0,1
0
0

(ll)2(cm)2
0
0,01
0,01
0
0

(ll)2=0 ,0
2

l=

(m m)

0,02
=
=0,001 cm
n(n1)
5(51)

l l=(22,5 0,001) cm
Ralat nisbi=

l
0,001
100 =
100 =0,0044
l
22,5

Kebenaran praktikum=100 0,0044 =99,9956

2. Pengukuran 2 (menggunakan beban 50 gr)


l(cm)

l( cm)

ll(cm)

2
2
(ll) (cm)

24,5
24,5
24,4
24,5

24.5
24.5
24.5
24.5

0
0
-0,1
0

0
0
0,01
0

24,6

24.5

0,1

0,01
(ll)2=0 ,0
2

l=

(m m)

0,02
=
=0,001 cm
n(n1)
5(51)

l l=(24,5 0,001) cm

Ralat nisbi=

l
0,001
100 =
100 =0,0041
l
24,5

Kebenaran praktikum=100 0,0041 =99,9959

3. Pengukuran 3 (menggunakan beban 70 gr)


l(cm)

l( cm)

ll(cm)

(ll)2(cm)2

25.20
25.20
25.20
25.30
25.30

25.24
25.24
25.24
25.24
25.24

-0.04
-0.04
-0.04
0.06
0.06

0.0016
0.0016
0.0016
0.0036
0.0036
2
(ll) =
0.0120

(m m)
2
0,0120
l=
=
=0,0006 cm
n(n1)
5(51)

l l=(25,24 0,0006)cm

Ralat nisbi=

l
0,0006
100 =
100 =0,0024
l
25,24

Kebenaran praktikum=100 0,0024 =99,9976

4. Pengukuran 4 (menggunakan beban 170 gr)


l(cm)

l( cm)

ll(cm)

(ll)2(cm)2

28.50
28.60

28.60
28.60

-0.10
0.00

0.0100
0.0000

28.70
28.50
28.70

28.60
28.60
28.60

0.10
-0.10
0.10

0.0100
0.0100
0.0100
2
(ll) =
0.0400

l=

(m m)
2
0,0400
=
=0,002 cm
n(n1)
5(51)

l l=(28,60 0,002)cm

Ralat nisbi=

l
0,002
100 =
100 =0,0070
l
28,60

Kebenaran praktikum=100 0,0070 =99,9930

5. Pengukuran 5 (menggunakan beban 270 gr)


l(cm)

l( cm)

ll(cm)

(ll)2( cm)2

32.60
32.50
32.70
32.60
32.60

32.60
32.60
32.60
32.60
32.60

0.00
-0.10
0.10
0.00
0.00

0.0000
0.0100
0.0100
0.0000
0.0000
(ll)2=
0.0200

l=

(m m)
2
0,0400
=
=0,02 cm
n(n1)
5(51)

l l=(32,60 0,02) cm

Ralat nisbi=

l
0,02
100 =
100 =0,061
l
32,60

Kebenaran praktikum=100 0,061 =99,939

B. Ralat setelah 15 kali osilasi


1. Beban 50 gram
8

t (s)

(s)
4.63
4.57
4.65
4.71
4.69
4.63

4.6
5
4.6
5
4.6
5
4.6
5
4.6
5
4.6
5

l
l

( ll )2

27

27.02

-0.02

0.0004

0.0064

27

27.02

-0.02

0.0004

27

27.02

-0.02

0.0004

0.06

0.0036

27

27.02

-0.02

0.0004

0.04

0.0016

27.1

27.02

0.08

0.0064

-0.02

0.0004

27

27.02

-0.02

0.0004

tt

( tt )2

(s)2

(cm)

-0.02

0.0004

-0.08

) (s)

( tt )=

(ll)2=
0.008

0.012

t=

(tt )2
0,012
=
=0,024 s
n(n1)
5 (51)

t t=(4,65 0,024)s

Ralat nisbi=

100 =

0,024
100 =0,52
4.65

Kebenaran praktikum=100 0,52 =99,48


l=

(ll)2
0.008
=
=0,0004 s
n(n1)
5(51)

l l=(27,02 0,0004)s
Ralat nisbi=

100 =

0,0004
100 =0,0015
27,02

Kebenaran praktikum=100 0,0015 =99,9985

2. Beban 70 gram

t (s)

t
(

s)
4.94

5.248

5.16

5.248

5.19

5.248

5.97

5.248

4.98

5.248

4.94

5.248

tt

l (cm)

l
l

( ll )2

0.09486

27

27.04

-0.04

0.0016

0.00774

27.1

27.04

0.06

0.0036

0.00336

27

27.04

-0.04

0.0016

0.52128

27

27.04

-0.04

0.0016

0.07182

27.1

27.04

0.06

0.0036

0.09486

27

27.04

-0.04

0.0016

( tt )2
(s)2

) (s)
0.308
0.088
0.058
0.722
0.268
0.308

( tt )=

2
(ll) =

0.012

0.69908

(tt )2
0,69908
t=
=
=0,035 s
n(n1)
5 (51)

t t=(5,25 0,035) s

Ralat nisbi=

100 =

0,035
100 =0,66
5,25

Kebenaran praktikum=100 0,66 =99,34

(ll)2
0.008
l=
=
=0,0004 s
n(n1)
5(51)

l l=(27,04 0,012)s
Ralat nisbi=

100 =

0,012
100 =0,0044
27,04

Kebenaran praktikum=100 0,0044 =99,9956

10

3. Beban 170 gram


t (s)

(s)
4.94
5.16
5.19
5.97
4.98
4.94

5.24
8
5.24
8
5.24
8
5.24
8
5.24
8
5.24
8

l
l

( ll )2

27

27.04

-0.04

0.0016

0.00774

27.1

27.04

0.06

0.0036

-0.058

0.00336

27

27.04

-0.04

0.0016

0.722

0.52128

27

27.04

-0.04

0.0016

-0.268

0.07182

27.1

27.04

0.06

0.0036

-0.308

0.09486

27

27.04

-0.04

0.0016

tt

( tt )2

(s)2

(cm)

-0.308

0.09486

-0.088

) (s)

(ll)2=

(t t )2 =

0.012

0.69908

t=

(tt )2
0,69908
=
=0,035 s
n(n1)
5 (51)

t t=(5,25 0,035) s

Ralat nisbi=

100 =

0,035
100 =0,66
5,25

Kebenaran praktikum=100 0,66 =99,34

l=

(ll)2
0.012
=
=0,0006 s
n(n1)
5(51)

l l=(27,04 0,0006)s
Ralat nisbi=

100 =

0,0006
100 =0,0022
27,04

Kebenaran praktikum=100 0,0022 =99,9978

11

4. Beban 270 gram


t (s)

(s)
9.4
9.46
9.37
9.48
9.42
9.4

9.42
6
9.42
6
9.42
6
9.42
6
9.42
6
9.42
6

tt

l
l

( ll )2

34.04

-0.04

0.0016

34.1

34.04

0.06

0.0036

0.0031

34

34.04

-0.04

0.0016

0.054

0.0029

34.1

34.04

0.06

0.0036

-0.006

0.0000

34

34.04

-0.04

0.0016

-0.026

0.0007

34

34.04

-0.04

0.0016

( tt )2

(s)2

(cm)

-0.026

0.0007

34

0.034

0.0012

-0.056

(m)2

) (s)

(ll)2=

( tt )2
= 0.0079

0.0120

(t t )2
0,0079
t=
=
=0,0004 s
n( n1)
5 (51)

t t=(5,43 0,0004) s

Ralat nisbi=

100 =

0,0004
100 =0,0074
5,43

Kebenaran praktikum=100 0,0074 =99,9926

(ll)2
0,0120
l=
=
=0,0006 s
n(n1)
5(51)

l l=(34,04 0,0006) s
Ralat nisbi=

100 =

0,0006
100 =0,0018
34,04

12

Kebenaran praktikum=100 0,0018 =99,9982

6. 2

Perhitungan
Konstanta pegas pada percobaan I
t

Periode T
15

t t(s) (4,65 0,024)s


=
=( 0,31 0,0016 ) s
15
15

( )
m
k

T =2

m
k

T =2

T2=

4 m
k
2

k=

4 m
T2

2
(
)
( k k ) = 4 m 2 m

(t t )

2
(
)
( k k ) = 4 (3,14 0,0) 0,052 0

( 0,31 0,0016 )

( k k ) =

(1,972 0 )
( 0,0961 0,000001 )

( k k ) =( 20,5203 0,0002 ) N m1
Ralat nisbi=

k
0,0002
100 =
100 =0,0001
k
20,5203

Kebenaran pratikum=100 0,0001 =99,9999

Dengan cara yang sama didapat:


Percobaan

Beban yang
digantungkan

( k k ) N m1

Ralat nisbi (%)

Kebenaran
Pratikum (%)

13

(kg)
(0,07
II

0,0

(0,17
III

0,0
(0,27

IV

0,0

( 22,5371 0,0248 )

0,11

99,8899

( 54,733 0,6225 )

1,1428

98,8572

( 81,2285 0,0062 )

0,0000

100

Konstanta pegas rata-rata:


( k k )1 + ( k k )2+ ( k k )3
3

( 22,5371 0,0248 )+ ( 54,733 0,6225 ) + ( 81,2285 0,0062 )


3
1

( 52,8328 0,6498 ) N m
Ralat nisbi=

k
0,6498
100 =
100 =1,2299
k
52,8328

Kebenaran pratikum=100 1,2299 =98,7701

6. 3

Grafik
12

T2

10
8
6
4
2
0

0 f(x) =
R = 0

10

12

14

Konstanta pegas dapat dihitung melalui gradien grafik

sebagai

fungsi m (gradien = 0,076)

( )
T =2

T =2

T2=

m
k

m
k

4 2m
k

T =( gradien ) m
gradien=

4 2
k

k=

4 2
gradien

k=

39,4384
0,76
1

k =51,4861 N m
6. 4
1.

Tugas
Jelaskan tentang gaya pemulih !
Jawaban:
Gaya pemulih adalah jika benda dipindahkan yang menekan pegas, atau yang
merentangkan pegas, pegas memberikan gaya pada massa yang bekerja dalam arah
mengembalikan massa ke posisi setimbangnya.

2.

Turunkan dari persamaan gerak system sehingga diperoleh persamaan 1


Jawaban:
Persamaa 1 pada modul pratikum diturunka dari persamaa gerak melingkar sebuah
partikel. Secara kesamaan matematis, periode gerak harmonik sederhana sebuah benda
sama dengan benda berputar yang membentuk satu lingkaran penuh.
Dalam benda berputar:
2 A
v=
T
T=

2 A
v

Dari persamaan untuk energi pada gerak harmonik sederhana di dapatkan bahwa

15

1
2 1
2
mv = k A
2
2
maka
2
A m
=
2
k
v

A
m
=
v
k
sehingga persmaannya menjadi
m
T =2
k

3.

Jelaskan hukum Hooke !


Jawaban:
Hukum Hooke adalah hukum atau ketentuan mengenai gaya dalam bidang ilmu fisika
yang terjadi karena sifat elastisitas dari sebuah pir atau pegas. Besarnya gaya Hooke ini
secara proporsional akan berbanding lurus dengan jarak pergerakan pegas dari posisi
normalnya.

VII.

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini menentukan konstanta pada praktikan ini harus
menggantungkan pegas pada tempat yang telah disediakan. Kemudian beban ditempatkan
pada ujung pegas, dimulai dari massa yang paling kecil. Beban kemudian disimpangkan
dari posisi setimbang dan kemudian dilepaskan. Dalam praktikum ini, menggunakan 3
beban yang berbeda yaitu beban 100 gram, 150 gram, 200 gram, dan praktikan perlu
mencatat waktu yang diperlukan untuk 15 kali osilasi dari pegas tersebut. Waktu yang
diperlukan untuk 15 kali osilasi tersebut kemudian dimasukkan ke dalam hasil
pengamatan untuk menentukan konstanta dari pegas tersebut.
Dengan menggunakan rumus dalam metode pegas dinamik diperoleh konstanta
pegas rata-rata adalah dengan ralat nisbi adalah, kemudian ralat kebenaran praktikum
adalah. Namun jika menggunakan grafik diperoleh perbedaan konstanta pegas yakni. Hal
ini kemungkinan disebabkan adanya pembulatan angka pada penggunaan grafik.

16

VIII.

KESIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum diatas yaitu tentang konstanta pegas yang telah dlakukan
adalah sebagai berikut:
a. Pegas adalah suatu komponen yang berfungsi untuk menerima beban dinamis, dan
memiliki sifat keelastisitasan.
b.Untuk merenggangkan pegas gaya yang diperlukan tergantung pada keelastisan dari
pegas itu sendiri. Semakin elastis suatu pegas maka gaya yang diperlukan juga semakin
kecil. Begitupun juga sebaliknya semakin kaku suatu pegas maka gaya yang diperlukan
juga semakin besar.
c. Metode dinamik menggunakan persamaan
d. Metode dinamik menggunakan persamaan
e. Konstanta rata-rata pegas dari hasil perhitungan sebesar.
f. Konstanta pegas dari perhitungan menggunakan grafik sebesar.

XI. DAFTAR PUSTAKA


Paramarta, Ida Bagus Alit dan Ni Luh Gede Desy Suryaningsih. 2011. Panduan Pratikum
Dasar I. Jimbaran: Universitas Udayana
Giancoli, Douglas C. 2001. Fisika Edisi Kelima Jilid 1 (terjemahan). Jakarta:
ErlanggaHalliday dan Resnick. 1997. Fisika Edisi Ketiga Jilid 1 (terjemahan). Jakarta:
Erlangga
http://www.scribd.com/doc/14849008/GAYA-PEGAS. ( Diakses tanggal 14 Desember
2013)
http://fisikamemangasyik.wordpress.com/fisika-2/bab-2-elastisitas-bahan/c-hukum-hooke/
http://ekarsari.weebly.com/hukum-hooke-dan-elastisitas.html

17

18