Anda di halaman 1dari 5

(1)

Langkah 1: Apa yang ingin dicapai dalam Irigasi?


Kebutuhan air untuk tanaman berbeda-beda tergantung jenis

tanaman dan tingkat pertumbuhan, oleh karena itu harus dilakukan


pemberian air irigasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Namun
kendala yang sering dihadapi dalam pemberian air irigasi adalah
bagaimana cara atau metode pemberian air irigasi yang tepat dalam
usaha memenuhi kebutuhan air bagi tanaman agar produksi tanaman
nanas yang dihasilkan tinggi dan berkualitas baik
(2)

Langkah 2: Bagaimana kondisi dan kendala di lahan yang

akan diirigasi?
PT.GGP memiliki areal seluas 32.000 hektar dan luas efektif
tanaman nanas 20.000 hektar. Sedangkan sisa lahan yang lainnya di
gunakan untuk membudidayakan tanaman pisang, singkong, bambu
dan sebagainya. Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim
kering, namun tanaman nanas membutuhkan air untuk pertumbuhan
serta perkembangannya. Nanas memiliki akar tunggang dengan
dengan susunan akar serabut dan akarnya dapat menembus tanah 3040 cm ke dalam tanah. Nanas tumbuh dan berproduksi pada kisaran
curah hujan yang cukup luas yaitu dari 600 sampai diatas 3500
mm/tahun dengan curah hujan optimum untuk pertumbuhan yaitu
1000 -1500 mm/tahun
Pengairan/penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau
tergantung keadaan cuaca. Tanaman nanas dewasa juga masih perlu
pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara
optimal. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Tanah yang terlalu
kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya
kecil-kecil. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi
hari. Pemberian air dilakukan dengan irigasi. Air irigasi diperoleh
dengan cara menyedot dari sungai/lebung/bendungan yang dekat
dengan tanaman lalu disiram dengan menggunakan alat siram.
(3)

Langkah 3 - Apa yang harus dipertimbangkan dalam memilih

sistem irigasi?

Dalam

memilih

sistem

irigasi

yang

akan

diterapkan

harus

mempertimbangkan : Sumberdaya alam yang menyangkut : (1) tanah


(topografi, penggunaan lahan, tekstur, jenis tanah, dll). Keadaan
topografi memengaruhi kebutuhan air tanaman. Untuk lahan yang
miring membutuhkan air yang lebih banyak dari pada lahan yang
datar, karena air akan lebih cepat mengalir menjadi aliran permukaan
dan hanya sedikit yang mengalami infiltrasi, dengan kata lain
kehilangan air di lahan miring akan lebih besar; (2) air (iklim: zona
agroklimat, neraca air; sumber air irigasi: curah hujan, air permukaan,
air tanah) dan sumberdaya manusia (sosial-ekonomi, pengetahuan
dan pengalaman, kebiasaan, jenis tanaman yang diusahakan, pola
tanam, persepsi dan preferensi) serta kendala penerapan teknologi.
(4)

Langkah

merancang

4:

Apa

dan

yang

mengelola

harus

dipertimbangkan

sistem

Irigasi,

dan

dalam
berapa

biayanya?
Pertimbangan dalam memilih system irigasi selain factor yang
telah diuraikan diatas adalah ketersediaan sumber daya manusia,
luasan lahan, selain ituLangkah 5: Apakah keputusan sistem
irigasi yang ditetapkan merupakan pilihan yang terbaik untuk
mencapai tujuan irrigasi yang telah ditetapkan?
Menurut kami sistem irigasi yang diterapkan pada GGP sudah tepat,
namun
PENGERTIAN IRIGASI
Irigasi adalah semua atau segala kegiatan yang mempunyai hubungan
dengan usaha untuk mendapatkan air guna keperluan pertanian. Usaha
yang dilakukan tersebut dapat meliputi : perencanaan, pembuatan,
pengelolaan, serta pemeliharaan sarana untuk mengambil air dari sumber
air dan membagi air tersebut secara teratur dan apabila terjadi kelebihan
air dengan membuangnya melalui saluran drainasi.
TUJUAN IRIGASI

Secara garis besar, tujuan irigasi dapat digolongkan menjadi 2 (dua)


golongan, yaitu :
1. Tujuan

Langsung,

yaitu

irigasi

mempunyai

tujuan

untuk

membasahi tanah berkaitan dengan kapasitas kandungan air dan


udara dalam tanah sehingga dapat dicapai suatu kondisi yang
sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhan tanaman yang ada di
tanah tersebut.
2. Tujuan Tidak Langsung, yaitu irigasi mempunyai tujuan yang
meliputi

mengatur

suhu

dari

tanah,

mencuci

tanah

yang

mengandung racun, mengangkut bahan pupuk dengan melalui


aliran air yang ada, menaikkan muka air tanah, meningkatkan
elevasi

suatu

daerah

dengan

cara

mengalirkan

air

dan

mengendapkan lumpur yang terbawa air, dan lain sebagainya.


(http://www.galeripustaka.com/2013/03/pengertian-dan-tujuanirigasi.html)
(1) halaman Judul tulisan dan penulisnya,
(2) Latar belakang rancangan- komoditi dan kegiatan petani saat ini
(hasil pekerjaan no 1-2),

Tanaman nanas merupakan tanaman yang tergolongtoleran terhadap


kekeringan,serta memiliki kemampuan luar biasa untuk memindahkan air
dan nutrisi dari daun untuk mengembangkan buah ketika water stress
(cekaman air) yang ekstrim terjadi, namun perlu dilakukan upaya untuk
mengantisipasi terjadinya kondisi terlalu kering pada pertanaman nanas
karena dapat menggangu pertumbuhan nanas secara optimal yang akan
mengakibatkan penurunan produksi, terlebih pada fase pengembangan
buah. Pertumbuhan nanas dapat pulih dengan baik dari kekeringan, ketika
lengas tersedia lagi. Sehingga diperlukan suatu upaya penambahan air
melalui irigasi yang berfungsi untuk menjaga air selalu berada di antara
kapasitas lapang dan titik layu. Dalam manajemen irigasi, bila kondisi
lengas tanah sudah berada 50% di antara kapasitas lapang dan titik layu,

maka harus segera diberi air irigasi untuk mencegah efek buruk akibat
kekurangan air.
PT GGP dalam pemenuhan kebutuhan air pertanaman nanas bisa dicukupi
melalui curah hujan serta air irigasi. Adapun sumber air yang digunakan
pada irigasi yakni berasal dari lebung serta sumur. Pada saat musim
hujan, peranan air irigasi tidak begitu terlihat karena kebutuhan air dapat
dipenuhi oleh air hujan, namun pada saat musim kemarau pemberian air
irigasi secara tepat waktu dan efisien merupakan hal yang sangat penting.
Pemberian air irigasi secara tepat waktu dan efisien juga berpengaruh
terhadap besarnya biaya yang dikontribusikan oleh pihak perusahaan PT
GGP sehingga manejemen irigasi perlu dikelola secara baik.
Dalam pengelolaan irigasi dibutuhkan suatu teknologi terkini yang
dimaksudkan agar informasi yang diperoleh dapat terbaru serta dapat
lebih rinci sehingga lebih memudahkan dalam pelaksanaan irigasi secara
tepat waktu dan efisien. Salah satu alat yang digunakan dalam
pengamatan kadar air tanah adalah Diviner 2000.
Diviner 2000 dapat memberikan informasi mengenai kadar air tanah baik
pada peningkatan setelah hujan atau irigasi serta penurunan debit air
akibat infiltrasi maupun akibat evapotranspirasi , secara perkedalaman 10
cm pada masing masing profil tanah tanpa mengusik tanah. Penggunaan
alat ini dinilai lebih baik dibandingkan dengan alat pengukuran kadar air
tanah lain karena dapat memberikan informasi secara lebih rinci dan
terkini karena pengukuran kadar air dengan alat ini dilakukan setiap hari
dengan rekomendasi Sentek sekurang kurangnya sekali setiap 24 jam,
namun sebaiknya pengukuran dalam sehari dilakukan dua kali yakni pada
pagi dan sore hari karena semakin sering pengukuran dilakukan maka
akan semakin melengkapi data kadar air tanah. Penggunaan data Diviner
2000 yang telah diinterpretasikan dengan program software IrriMAX akan
dapat menampilkan informasi kapan air irigasi harus diberikan, berapa
jumlah tebal air yang diberikan serta interval irigasi dalam penjadwalan
irigasi. Sehingga pemberian irigasi dapat lebih efisien dan efektif.

(3) pemilihan sistem irrigasi yang di anjurkan (hasil pekerjaan no 3);


(4) Rancangan sistem irrigasi untuk penyediaan air bagai tanaman
yang optimal (hasil pekerjaan no 4-8), dan
5) Pembahasan Umum dan Kesimpulan.