Anda di halaman 1dari 67

Sudahi Kegaduhan

ARIF HULWAN

Komisi III DPR RI akan menyurati Presiden Jokowi agar segera melantik Komjen
Budi Gunawan menjadi Kapolri.

KESABARAN publik kembali diuji. Presiden Joko Widodo belum juga mengambil sikap
melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan menjadi Kapolri. Rapat kabinet di Istana Bogor,
Jawa Barat, tadi malam, tidak memastikan pelantikan Budi Gunawan.
Tidak ada sama sekali, kata Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno dengan mimik serius
seusai rapat kabinet.
Rapat yang berlangsung selama hampir 2 jam, kata Tedjo, hanya membahas koordinasi
antarkementerian, termasuk penyerapan anggaran kementerian sesuai APBN Perubahan 2015.
Setali tiga uang, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menegaskan Presiden tidak
berbicara soal pelantikan Budi Gunawan. Tidak ada satu kata pun soal itu, ujarnya.
Anggota Komisi III DPR dari F-PDIP Junimart Girsang mengatakan tidak ada alasan lagi
untuk Presiden Jokowi menunda kembali pelantikan Budi Gunawan karena syarat-syaratnya
sudah terpenuhi. Persyaratan itu, kata dia, yakni uji kepatutan dan kelayakan DPR serta syarat
hukum yang sudah selesai dalam sidang praperadilan yang dimenangi Budi Gunawan.
Komisi III akan menyurati Presiden agar segera melantik Budi Gunawan dengan alasan
syarat-syarat sudah terpenuhi.
Ketua Dewan Perwakilan Derah Irman Gusman memberikan pernyataan senada. Semua
persoalan sebaiknya disudahi. Presidenlah yang memiliki kekuatan untuk memutuskan yang
terbaik, kata Irman.
Ia menilai kekosongan posisi Kapolri tidak bagus, apalagi Indonesia merupakan negara
hukum. Presiden memiliki hak prerogatif, calon Kapolri yang sudah bebas dari praperadilan
sedapatnya dilantik, imbuhnya.
Mantan Rektor UIN Syarief Hidayatullah Komaruddin Hidayat dalam akun Twitter-nya
menulis bahwa putusan praperadilan menjadi penentu keputusan Presiden Jokowi.
Kerinduan rakyat untuk hidup damai dan sejahtera diamanatkan ke pundak Presiden Jokowi.
Jangan sampai berbalik jadi kekecewaan dan kemarahan, tulisnya.
Tidak sah
Dalam persidangan praperadilan yang diwarnai unjuk rasa ratusan pendukung Budi Gunawan
di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin, hakim Sarpin Rizaldi memutuskan penetapan
tersangka Budi Gunawan oleh KPK tidak sah (lihat grafik).
Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengabulkan permohonan pemohon (Budi Gunawan)
sebagian dan menolak sebagian. Mengadili eksepsi termohon (KPK) dan menolak untuk
seluruhnya, terang hakim Sarpin.

Beberapa jam setelah hakim Sarpin Rizaldi mengetukkan palu, Budi Gunawan dipanggil ke
Istana Bogor. Jenderal berbintang tiga itu tiba pukul 15.00 WIB melalui pintu sayap kanan
tanpa diketahui pers.
Budi yang masih menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu mengaku disalami Presiden.
Beliau (Joko Widodo) mengucapkan selamat, alhamdulillah, kebenaran terwujud, ujarnya
saat dihubungi Metro TV, tadi malam.
Kendati begitu, Presiden tidak memastikan pelantikannya. Apa pun yang diputuskan beliau,
kita harus menghargai dan patuh melaksanakannya. Kita tunggu saja, cetusnya.
Secara terpisah, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan, meski PN Jaksel
mengabulkan gugatan Budi, pihaknya belum tentu mengeluarkan surat perintah penghentian
penyidikan (SP3). Itu undang-undang, bos. Bukan maunya KPK, ujar Bambang di Jakarta,
kemarin.
Aktivis senior Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Juntho melihat kejanggalan
putusan tersebut. Ini sudah ketebak bakal memenangkan BG. Dia pernah dilaporin delapan
kali, pernah diperiksa di internal MA dua kali, ungkapnya. Karena itu, pihaknya akan
mengambil langkah melaporkan hakim Sarpin ke Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung.
Ada dugaan pelanggaran etik, ujarnya. (Gol/Pol/Iwa/ Ind/Nel/X-6)
arif_hulwan@mediaindonesia.com
Kirimkan tanggapan Anda atas berita ini melalui e-mail: interupsi@mediaindonesia.com
Facebook: Harian Umum Media Indonesia Twitter: @MIdotcom Tanggapan Anda bisa
diakses di metrotvnews.com

Supremasi Hukum bukan Supremasi Opini

Pelajaran dari putusan ini ialah negara tak boleh bereksperimen lagi ketika mengambil
keputusan, dengan mendikotomikan konstitusi dan opini publik.
Silakan tanggapi Editorial ini melalui: http://www.metrotvnews.com
SUPREMASI hukum sesungguhnya roh demokrasi. Ia mengandung makna bahwa peraturan
perundang-undangan menjadi rujukan terakhir dari sebuah konflik tentang kebenaran.
Benteng yang menafsir kebenaran menurut hukum ialah hakim di pengadilan.
Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi mengabulkan gugatan Komisaris
Jenderal Budi Gunawan.Kapolri terpilih itu menggugat keputusan Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) yang menetapkan dirinya sebagai tersangka. Semua keputusan berkaitan
penetapan tersangka terhadap pemohon tidak sah, kata Sarpin saat membacakan putusan
praperadilan, kemarin.
Putusan praperadilan itu, suka atau tidak suka, sudah bersifat final dan mengikat sehingga
harus dihormati, dipatuhi, dan dilaksanakan. Itulah esensi supremasi hukum yang bermakna
bahwa hukum memiliki kekuasaan tertinggi di negeri ini. Baik penguasa maupun rakyat
harus tunduk pada putusan tersebut.
Bukan tanpa alasan para pendiri negara memilih Indonesia berdasarkan hukum. Pilihan
dengan kesadaran penuh itu bertujuan menjaga agar tidak terjadi praktik-praktik
penyalahgunaan kekuasaan. Pun, supremasi hukum bertujuan menjaga agar masyarakat
dalam menjalankan hak-haknya tidak terjerumus dalam hukum rimba.
Dalam negara beradab, penguasa menjalankan roda pemerintahan di atas prinsip supremasi
hukum. Sengketa tentang kebenaran dan keadilan haruslah ditempuh melalui jalan hukum,
bukan jalan raya.
Komjen Budi Gunawan telah memberi contoh dengan menempuh jalan praperadilan. Ia pun
memetik buah kebenaran dan keadilan dari putusan praperadilan, yaitu dirinya tidak lagi
berstatus tersangka.
Putusan praperadilan kasus Budi Gunawan harus dijadikan pelajaran berharga. Pelajaran
utama bagi KPK ialah penetapan tersangka harus didasari bukti yang kuat. Itu artinya,
penyidik terlebih dahulu menemukan alat bukti yang kuat baru setelah itu menetapkan
tersangka. Bukan sebaliknya, menetapkan tersangka mendahului pencarian alat bukti yang
kuat.

Harus jujur dikatakan negara ini masih membutuhkan KPK untuk memberantas korupsi.
Kewajiban negara untuk memperkuat KPK dengan menciptakan mekanisme seleksi yang
akan menghasilkan pimpinan KPK yang profesionalitas dan integritasnya tidak perlu
diragukan.
Pelajaran lain dari putusan praperadilan ialah negara tak boleh lagi bermain api dan
bereksperimen ketika mengambil keputusan, dengan mendikotomikan konstitusi dan opini
publik. Para pemimpin negara ini harus menjadikan konstitusi dan tatanan ketatanegaraan
sebagai landasan pengambilan keputusan.
Para pemimpin pantang lutut bergetar bila kebijakan mereka dipersoalkan opini publik
asalkan kebijakan itu dilandasi hukum, konstitusi, dan aturan ketatanegaraan. Kita tak ingin
negara ini digerakkan semata oleh opini publik yang masih harus diuji kebenarannya.
Sejak awal, berkali-kali dalam forum ini kita mendorong Presiden Joko Widodo untuk
mengambil keputusan melantik Budi Gunawan. Namun, kita harus hormati pertimbangan
Presiden yang baru memutuskan setelah sidang praperadilan rampung.
Sejumlah pakar hukum juga mendorong Jokowi melantik Budi Gunawan tanpa menunggu
proses praperadilan karena tidak ada korelasi antara praperadilan dan pelantikan.
Apalagi, kini, ketika praperadilan selesai dan memenangkan Budi Gunawan pula. Presiden
Jokowi semestinya secepatnya, benar-benar secepatnya, melantik Komjen Budi Gunawan
sebagai Kapolri.

KPK Perlu Introspeksi


INDRIYANI ASTUTI

KPK yang selama ini dipandang selalu benar ternyata oleh pengadilan tidak demikian.
Putusan ini dapat menjadi bahan introspeksi.
PENGAMAT hukum pidana Universitas Indonesia Chairul Huda mengatakan putusan sidang
gugatan praperadilan yang diajukan oleh Polri atas penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai
tersangka sebagai termohon Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabulkan oleh hakim
tunggal Sarpin Rizaldi di Pengadilan Tinggi Jakarta Selatan harus menjadi koreksi bagi KPK.
Menurut saya, itu sebuah koreksi terhadap KPK, di sini ternyata KPK yang selama ini kita
pandang selalu benar ternyata oleh pengadilan tidak demikian. Putusan ini dapat menjadi
bahan introspeksi, ujarnya kepada Media Indonesia, kemarin.
Dalam putusan tersebut, hakim Sarpin menyatakan proses penyidikan yang dilakukan KPK
tidak sah sehingga penetapan tersangka harus dinyatakan tidak sah.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa hakim Sarpin dalam pertimbangannya tidak melihat
objek praperadilan hanya sebatas yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 8/1981 tentang
Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menurut Chairul, Sarpin
berpendapat penetapan seseorang menjadi tersangka mengandung unsur pemaksaan yang
berujung pada penuntutan dan penahanan.
Mantan Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan berharap KPK tidak berkecil hati dengan
dikabulkannya gugatan praperadilan Budi Gunawan. Justru, kata Bagir, hal itu tantangan
untuk menegakan hukum. Jangan kecil hati, justru ini tantangan untuk menegakan hukum.
Praperadilan berbicara soal prosedur, tapi tidak bicara substansi hukumnya. Mungkin
prosedurnya saja yang salah, tapi tidak menghapus perbuatan pidananya, ujar Bagir.
Menurutnya, kalau nanti KPK tetap berkeyakinan menemukan bukti-bukti yang cukup secara
substantif ada perbuatan pidana BG, bisa mulai lagi. Jadi antara prosedur dan substansi dua
hal yang berbeda, ujar Bagir.
Putusan aneh
Sementara itu, mantan hakim agung Benyamin Mangkoedilaga berpendapat putusan
praperadilan tersebut aneh. Dia berpendapat kewenangan hakim dalam perkara praperadilan
hanya sebatas memeriksa sah atau tidaknya proses, yaitu sah atau tidaknya penangkapan,

penahanan, penyidikan, penuntutan, dan permintaan ganti rugi sesuai hukum acara pidana.
Hakim Sarpin dinilainya memperluas kewenangan yang ada dalam UU KUHAP.
Itu sudah memasuki delik pokok perkara (penetapan tersangka) dan menjadi kewenangan
pengadilan, bukan praperadilan. Saya heran mengapa hakim tunggal itu mengeluarkan
putusan demikian, ujarnya.
Namun, pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakkir menjelaskan
konsekuensi hukum dari putusan praperadilan itu ialah semua proses hukum terhadap
Komjen Budi Gunawan tidak boleh dilakukan. KPK tidak dapat menerbitkan surat perintah
penghentian penyidikan (SP3), terang Mudzakkir.
Deputi Pencegahan KPK Johan Budi mengatakan pimpinan KPK bersama biro hukum masih
menunggu salinan putusan sebelum memutuskan mengambil langkah selanjutnya. KPK
menghormati proses hukum. Opsinya (lanjutan) mengajukan peninjauan kembali atau tidak.
Belum akan diputuskan, sebelum kita mendapatkan salinan dan mempelajarinya, ujarnya.
(Pol/SB/P-4)
indriyani@mediaindonesia.com

Polri Ingin Nama Baik BG Dipulihkan


SIDANG praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang dipimpin hakim tunggal
Sarpin Rizaldi, kemarin, memutuskan penetapan status tersangka Komjen Budi Gunawan
oleh Komisi Pemberantasan Korupsi tidak sah.
Seusai pembacaan putusan sidang, kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas
Polri Komisaris Besar Rikwanto, Polri berharap segera dilakukan eksekusi, dan dilanjutkan
dengan rehabilitasi nama baik serta pemberian kompensasi sesuai regulasi yang berlaku.
Semua on the track, ujar dia.
Meski demikian, Polri pun tidak lantas bereuforia dan mempersilakan KPK untuk
menempuh jalur hukum selanjutnya. Silakan (ajukan bukti baru) selama masih di koridor
hukum, semua tidak ada masalah, katanya.
Pada prinsipnya Polri menghormati apa pun hasil putusan pengadilan. Sidang praperadilan
merupakan sebuah proses pengujian dari hukum yang ada. Bahkan, siapa pun masyarakat
yang merasa dirugikan termasuk personel Polri berhak mengajukan keberatan. Rikwanto
menambahkan, apabila KPK atau pihak lain yang merasa keberatan ternyata tetap
mengajukan permohonan gugatan di lain waktu, Polri pun bersiap mengawal.
Pendampingan anggota Polri soal bantuan hukum, itu halnya (berlaku) dari pangkat
terendah dan tinggi. Kalau ada lanjutan, ya tetap melekat pendampingan secara hak anggota
Polri tetap dilakukan.
Hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi mengatakan sprindik
nomor 03/01/01/2015 yang menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka tidak sah dan
tidak memiliki kekuatan hukum tetap. Hakim juga menolak permohonan ganti rugi
penetapan tersangka.
KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan
hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber
Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
KPK belum mengungkapkan detail mengenai kasus yang menjerat Budi. Yang pasti, Budi
dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, serta Pasal 11 atau Pasal 12 B
Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. (Gol/P-4)

Apa pun Keputusan Presiden akan Saya Jalankan


PUTUSAN hakim sidang praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi
menyatakan penetapan status tersangka kepada calon Kapolri Budi Gunawan tidak sah
sehingga tidak memiliki kekuatan hukum. Budi Gunawan berharap putusan itu dihormati
semua pihak. Berikut wawancara presenter Metro TV Robert Harianto dengan Budi Gunawan
lewat sambungan telepon di Jakarta, kemarin.
Bagaimana tanggapan Anda terhadap putusan praperadilan?
Perlu saya sampaikan hukum yang saya tempuh ini bukan sekadar untuk diri sendiri. Namun,
untuk kepentingan hukum, institusi Polri, dan bangsa ke depan. Sebagai insan Bhayangkara
Polri maka saya tidak bisa berdiam diri atas kesewenang-wenangan hukum atas penzaliman
yang saya hadapi. Saya berharap apa yang menimpa diri saya tidak menimpa orang lain lagi.
Biarlah saya menjadi orang terakhir di negeri ini yang mengalami perlakuan seperti ini, dan
jangan pernah terulang kembali.
Apa yang Anda harapkan setelah putusan ini?
Dalam kesempatan ini saya perlu jelaskan, dengan keputusan praperadilan tadi, KPK tidak
mempunyai kewenangan untuk melakukan penyidikan terhadap saya. Kemudian, dinyatakan
KPK tidak memiliki keputusan yang mengikat. Secara yuridis, tidak ada korupsi yang
sebagaimana dipersalahkan KPK. Tujuan utama ialah memperoleh kembali dan mengangkat
kembali martabat dan nama baik saya beserta Polri yang sebagaimana dikembalikan ke
sediakala.
Yakin putusan tersebut tidak akan ditinjau kembali?
Sebagaimana kita ketahui bahwa sesuai putusan pengadilan, sesuai Putusan MK Nomor 65
Tahun 2011, menyatakan bahwa putusan praperadilan bersifat final dan mengikat. Artinya,
tidak dimungkinkan adanya banding, kasasi, atau PK.
Bersamaan dengan keputusannya, mempunyai kekuatan hukum yang tepat. Artinya, putusan
perlu dihargai dan dipatuhi karena mempunyai implikasi bersifat mengikat pada pihak.
Terkait dengan pelantikan Anda sebagai Kapolri?
Yang saya perjuangkan adalah masalah kebenaran dan keadilan yang hakiki. Masalah jabatan
Kapolri bukan segala-galanya. Karena jabatan apa pun adalah titipan dari Yang Mahakuasa,
Allah SWT, yang setiap saat bisa diambil kembali oleh Allah SWT. Bisa dicabut. Tetapi

berbicara tentang nama baik, martabat, dan harga diri di atas segala-galanya. Saya
memperjuangkan lewat mekanisme hukum.
Hasil pertemuan dengan Presiden, kapan Anda akan dilantik?
Saya sudah sampaikan ke Presiden, melaporkan hasil keputusan terkait amar putusan yang
saya sampaikan tadi. Beliau mengucapkan selamat. Alhamdulillah bahwa kebenaran telah
terwujud. Artinya, yang penting status saya yang tak bersalah dan nama baik dapat dipulihkan
kembali.
Tadi tidak dibahas tentang pelantikan. Beliau tidak menyinggung. Jadi, tunggu saja keputusan
Presiden dan Wakil Presiden ke depannya. Apa pun yang diputuskan beliau, kita harus patuh
dan menjalankannya.
Bagaimana jika tak jadi dilantik?
Kami prajurit. Insan Bhayangkara negara yang sejati. Apa pun yang diputuskan Presiden akan
saya jalankan. Sekali lagi, tujuan utama saya (sebagai yang tadi saya jelaskan), memulihkan
martabat, nama baik, dan Polri. Lain-lain seperti jabatan itu merupakan keputusan Presiden.
(Iwa/P-4)

Yang Bersujud Syukur dan yang Menengadah


HUJAN tak mampu menghalangi kegembiraan sejumlah aparat kepolisian yang merayakan
kemenangan seusai hakim Sarpin Rizaldi memutuskan bahwa penetapan tersangka Komjen
Budi Gunawan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sah dan menyalahi aturan.
Tentu, yang meluapkan kegembiraan ialah massa yang mendukung BG untuk menjadi
Kapolri. Luapan kegembiraan tak hanya oleh massa pendukung, sujud syukur dan ungkapan
terima kasih yang sarat makna religius pun dilakukan sejumlah polisi yang menjaga
keamanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Meski basah kusup diguyur hujan, mereka tetap bersujud syukur di lantai halaman. Bahkan,
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Wahyu Adiningrat sambil tertawa lepas diangkat-angkat
oleh anggota polisi lain. Ada pula polisi yang melakukan aksi gunting rambut di halaman
parkir PN Jaksel.
Suasana berbeda terjadi di Gedung KPK. Beragam unjuk rasa dan aksi teatrikal di depan
Gedung KPK tidak surut ditampilkan sebagai dukungan untuk KPK agar tetap trengginas
memberantas korupsi.
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi yang terdiri dari sejumlah lembaga swadaya masyarakat
seperti Indonesia Corruption Watch, Faksi, Kontras, LBH Jakarta, Lima, Mappi FHUI,
PSHK, TII, dan himpunan mahasiswa dari penjuru kampus hingga komunitas-komunitas
yang sama sekali bergerak bukan di bidang hukum hadir memberi dukungan.
Bahkan, belasan pengguna sepeda ontel juga mendatangi Gedung KPK di Jakarta dari
Jember, Jawa Timur, dengan menempuh perjalanan selama 13 hari.
Lain halnya dengan Komunitas Eden yang dipimpin Lia Aminuddin, yang dengan pakaian
serbaputih mendatangi KPK. Komunitas yang dikenal dengan Komunitas Kerajaan Tuhan
Eden itu berdoa sambil menengadahkan muka dan tangan di depan halaman KPK supaya
Tuhan turun tangan menyelesaikan permasalahan polemik KPK dan Polri. Yang bisa
menyelesaikan permasalahan ini ialah Tuhan secara langsung, ujar Lia.(AI/Nel/P-4)

Gado-Gado buat sang Putri Indonesia


ADANYA pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad
dan Puteri Indonesia Elvira Devinamira terungkap dari pernyataan seorang teman dekat
Samad, Supriyansyah. Ia mengatakan Samad pernah bertemu dengan Elvira di apartemen
miliknya di The Capital Residence, kawasan SCBD, Jakarta Pusat. Hal itu diutarakannya saat
memenuhi panggilan Komisi III DPR RI.
Saya mengatakan sebuah kejujuran, pernah datang sekali, ujarnya di ruang Komisi III DPR
RI, kompleks Senayan, Jakarta kemarin.
Namun, sambungnya, ia tidak mengetahui maksud pertemuan di antara keduanya. Saat itu, ia
hanya bertugas menjemput Elvira ke kamar apartemennya. Prosesnya saya jemput di bawah,
naik, ketemu di atas, hanya makan gado-gado yang dibeli di Pacific Place, terangnya.
Supriyansyah pun mengaku pertemuan tersebut hanya berlangsung sebentar, kurang dari 30
menit. Pada saat naik ke atas, saya tanya makan apa? Dijawab gado-gado aja, tambahnya.
Saat membeli gado-gado, lanjutnya, waktunya tidak lama. Tidak sampai 5 menit, saya sudah
balik, imbuhnya.
Seusai membelikan gado-gado, Supriyansyah mengaku tidak pernah meninggalkan Samad
dan Elvira berduaan di ruang tamu.Sewaktu saya beli gado-gado, ya, tinggal berdua,
jelasnya lagi.
Saat menanggapi keterangan Supriyansyah, Wakil Ketua Komisi III Benny K Harman
mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan pertemuan tersebut. Yang menjadi persoalan
Samad membantah pertemuan itu, tandasnya.
Pada kesempatan itu, Supriyansyah mengaku bahwa apartemen miliknya juga pernah menjadi
pertemuan antara Samad dan elite partai politik dari PDI Perjuangan, yakni Sekjen Tjahjo
Kumolo, Wasekjen Hasto Kristianto, dan teman dekat Samad, drg David. Terkait dengan
maksud pertemuan Samad dan elite parpol, Supriyansyah mengaku, tak tahu-menahu. Ada
satu lagi sebetulnya yang dateng, Maruarar Sirait, tandasnya. (Nur/X-8)

DPR Bentuk Panja Kasus Abraham


NUR AIVANNI FATIMAH

Di hadapan Komisi III DPR, Thahjo Kumolo membantah bertemu Abraham Samad
untuk membahas calon wapres. Cuma ngopi biasa katanya.
RAPAT pleno Komisi III DPR memutuskan untuk membentuk panitia kerja (panja) guna
menyelidiki dugaan pelanggaran kode etik oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Abraham Samad.
Di dalam rapat pleno tadi soal Abraham Samad-Hasto Kristiyanto disepakati akan dibentuk
panja. Kesepakatan dasar, secara prinsip disepakati panja. Finalisasinya setelah reses, kata
anggota Komisi III DPR Arsul Sani di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, kemarin.
Pertemuan Abraham dengan Pelaksana Tugas Sekjen PDIP itu, kata Arsul, harus didalami
terkait dengan dugaan tawaran Abraham untuk membantu penanganan kasus politikus PDIP
Emir Moeis yang tersandung perkara korupsi. Apalagi, imbal balik dari tawaran itu, Abraham
diduga minta dipasangkan dengan Joko Widodo sebagai calon wapres dari PDIP pada Pilpres
2014.
Supaya terang. Karena untuk menyikapi ini, KPK terkesan lambat. KPK bilang mau bentuk
komite etik, tapi belum juga ada. Ini menjadi salah satu pertimbangan teman-teman di Komisi
III, terang Arsul.
Beberapa saat sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, mantan
Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo mengakui ada pertemuannya bersama Hasto dengan Abraham
Samad.
Ia menceritakan pertemuan itu terjadi menjelang pelaksanaan Pilpres 2014. Meski demikian,
pertemuan itu tidak membahas sama sekali soal pengajuan Abraham Samad sebagai calon
wapres.
Namanya ngobrol, ngopi datang ke rumahnya. Wajar sebagai politisi membangun
komunikasi, itu wajar saja. Soal ini salah atau tidak, melanggar SOP (prosedur operasi
standar) atau tidak, itu yang tahu Abraham, kata Tjahjo.
Ia menuturkan, pertemuan itu atas penawaran seorang dokter bernama David. Kepada Tjahjo,
David mengaku sahabat dekat Abraham. David pun menawarkan diri untuk mengatur
pertemuan keduanya.

Pertemuan itu pun tak hanya empat mata. Plt Sekjen PDIP Hasto Kristianto, Dokter David,
dan pemilik apartemen, Supriyansa, menjadi saksi dalam pertemuan itu. Pembahasan pun
hanya sebatas obrolan politik biasa.
Tidak bahas capres-cawapres, jadi hanya ingin ketemu dia (Abraham). Karena selama ini
kan ketemunya formal saja, acara partai, tambah Tjahjo.
Tidak jujur
Dalam menanggapi paparan Tjahjo tersebut, anggota Komisi III dari Fraksi PAN Muslim
Ayub mengaku tak percaya.
Saya pikir Anda tidak jujur menyampaikan ke Komisi III. Kenapa harus ditutupi? tegas
Muslim.
Menurutnya, Tjahjo tak mungkin tak tahu soal penentuan calon wapres dari PDIP menjelang
Pilpres 2014.
Mungkin sulit untuk menyampaikan. Waktu itu, pernah tidak nama AS ini dibicarakan
dalam pembicaraan resmi di PDIP? Jujur! Jangan ditutup-tutupi. Jangan dianggap Komisi III
ini musuh, tambah Muslim.
Ia juga menilai mantan Koordinator Tim 11 PDIP Andi Widjajanto yang juga ditanyai dalam
rapat itu tidak jujur dalam memberi penjelasan. Andi mengatakan ia juga tak tahu-menahu
perihal pertemuan Abraham dengan Tjahjo dan Hasto. (P-1)
aivanni @mediaindonesia.com

Dewan Adat Madura Ancam KPK

DEWAN Adat Bangkalan, Madura, Jawa Timur, menggelar orasi dan mimbar bebas,
menyoroti penyidikan kasus dugaan korupsi oleh tim penyidik KPK yang menjerat mantan
Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron.
Orasi mimbar bebas itu digelar di jalan menuju Jembatan Suramadu, di Desa Murkepek,
Kecamatan Labang, Bangkalan, dan diikuti perwakilan tokoh adat Bangkalan, tokoh
masyarakat, dan perwakilan ulama, kemarin.
Ketua Dewan Adat Bangkalan Moh. Jazuli Rahmatullah dalam orasinya menyatakan
penyidikan KPK atas dugaan korupsi yang dilakukan tersangka Fuad Amin selama ini kurang
memperhatikan adat istiadat masyarakat Madura. Hal itu dinilai telah menyebabkan
masyarakat Bangkalan tercemar dan mengindentikkan Kabupaten Bangkalan sebagai sarang
koruptor dan premanisme.
Karena itu, Dewan Adat Bangkalan meminta tim penyidik KPK hendaknya memperhatikan
adat istiadat yang ada di Madura. Jika tidak, kami selaku Dewan Adat Bangkalan meminta
sebaiknya KPK kembali saja ke Jakarta, tegas Jazuli dalam orasinya.
Menurut dia, pihaknya sangat mendukung upaya KPK dalam menegakkan supremasi hukum
di Kabupaten Bangkalan. Namun, pada pelaksanaannya mereka menyalahi etika, adat
istiadat, dan budaya.
Seharusnya KPK dalam melakukan penyelidikan lebih sopan dan santun, istilahnya
kulonuwun kepada ulama dan tokoh masyarakat di Bangkalan ini, ungkapnya.
Dia juga meminta KPK jangan sampai merusak tatanan adat dan budaya yang selama ini
dikelola para kiai. Salah satunya, melakukan penyitaan Masjid Syaichona di Martajasa,
Bangkalan, yang merupakan pesarean tokoh ulama Madura.
Berkenaan dengan itu, Dewan Adat Bangkalan meminta KPK tidak menyita aset masjid dan
pesarean yang selama ini menjadi milik masyarakat Madura, khususnya masyarakat
Bangkalan dan sekitarnya. Mereka tidak mempersoalkan bila KPK menyita aset milik pribadi
Fuad Amin.
Yang jelas, masyarakat Bangkalan akan melakukan perlawanan apabila aset Syaichona
Cholil juga disita KPK. Itu sudah menjadi milik publik, paparnya.
Orasi mimbar bebas yang dilakukan Dewan Adat Bangkalan itu dihadiri ratusan warga dan
aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian.

Fuad Amin Imron yang saat ini menjabat Ketua DPRD Bangkalan ditetapkan sebagai
tersangka kasus dugaan suap dan pencucian uang. Saat ini, Fuad yang juga Ketua Dewan
Adat Bangkalan Madura ditahan di Rutan KPK, Jakarta.
Untuk mengembangkan kasus itu, KPK telah memeriksa sejumlah pihak, seperti para pejabat
di Pemkab Bangkalan, para anggota DPRD, serta sejumlah pengusaha yang bermitra dengan
Fuad. (MG/P-3)

MK Berwenang Proses Sengketa Pilkada hingga 2027


SEBELUM lembaga khusus yang menangani sengketa hasil pilkada terbentuk pada 2027,
Mahkamah Konstitusi (MK) tetap berwenang memproses sengketa tersebut. Hal itu
diutarakan oleh anggota Komisi II DPR Arwani Thomafi seusai mengikuti rapat antara dewan
dan pemerintah di Jakarta, kemarin.
Wakil Ketua Komisi II Ahmad Riza Patria menambahkan, waktu penyelesaian sengketa di
MK diperpanjang dari 14 hari menjadi 45 hari.Karena banyak kasus dan agar waktunya
lebih cukup.
Ketua MK Arief Hidayat memastikan pihaknya tetap menangani sengketa pilkada apabila
diamanatkan oleh undang-undang sepanjang tidak bertentangan dengan putusan MK No.
97/PUU-XI/2013. Apabila belum ada lembaga yang ditunjuk, menjadi kewenangan MK
sesuai dengan putusan MK yang lalu, kata Arief.
Selain itu, lanjut Arwani, parlemen dan eksekutif juga menyetujui 13 poin kesepakatan revisi
UU No. 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah untuk dibawa ke sidang paripurna.
Dengan revisi tersebut DPR mengakui tahapan pilkada menjadi lebih singkat. Pasti karena
dikurangi tahapan uji publik, ujar Arwani.
Dengan demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih siap untuk menggelar pilkada pada
Desember 2015. Seusai rampungnya revisi UU Pilkada, penyelenggara pemilu itu tentu akan
menyesuaikan terlebih dulu peraturan KPU-nya dengan UU yang akan disahkan pada hari ini.
Saat menanggapi hal tersebut, komisioner KPU Ferry Kurnia Riskiyansyah menegaskan
pihaknya menunggu pengesahan revisi UU Pilkada. Kendati demikian, pihaknya siap
menggelar pilkada pada 2015. KPU 2015 siap, 2016 lebih siap.
Dalam rapat kerja antara DPR dan pemerintah, kemarin, meskipun telah disepakati 13 poin
revisi UU Pilkada, sebagian fraksi memberikan sejumlah catatan.
Terkait dengan waktu, anggota Fraksi PKB Abdul Malik Haramain mengatakan pilkada
serentak seharusnya dilakukan secepatnya.
PKB mengusulkan pada 2022 pilkada serentak secara nasional. Kalau 2022 lebih cepat, itu
lebih baik daripada menunda sampai 2027. (Nur/ Ind/X-4)

Kejaksaan Jemput Paksa Labora


GOLDA EKSA

Pendekatan secara persuasif telah dilakukan aparat keamanan dan pihak eksekutor,
tetapi tidak diindahkan Labora Sitorus.
SETELAH diberi waktu untuk menyerahkan diri hingga Minggu (15/2), Labora Sitorus,
terpidana perkara rekening tambun senilai Rp1,5 triliun tetap tidak mengindahkan imbauan
dari Kapolda Papua Barat, Kajati Papua, dan Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM
Papua Barat. Karena itu, Kejaksaan Agung berencana melakukan eksekusi paksa pada hari
ini.
Eksekusi Labora di Sorong itu sebetulnya tinggal menunggu waktu. Mudah-mudahan besok
(hari ini) kita laksanakan, ujar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung Tony
Spontana di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, proses jemput paksa segera dilakukan jaksa eksekutor dengan bekerja sama
dengan kepolisian karena upaya secara persuasif tidak dihiraukan terpidana perkara
penimbunan BBM dan pembalakan liar tersebut.
Eksekusi itu pasti akan dilaksanakan karena upaya persuasif sudah dilakukan sampai
Minggu. Mudah-mudahan di minggu ini semua PR bisa diselesaikan, Tony menambahkan.
Tony menyebut masyarakat dan pegawai Labora yang menghalang-halangi eksekusi
merupakan salah satu faktor yang menyulitkan kejaksaan menjemput paksa Labora. Hingga
kini Labora masih berada di kediamannya di Tampa Garam, Sorong, Papua Barat.
Tentu kita memahami bahwa mereka itu kurang memahami kasusnya seperti apa.
Sebetulnya Labora itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Itu perlu dipahami
oleh mereka sehingga tidak serta-merta membela atau menghalang-halangi eksekusi, ucap
Tony.
Untuk mengantisipasi adanya kericuhan pada saat eksekusi, kejaksaan berharap Labora
menyerahkan diri secara sukarela sebelum waktu eksekusi dilaksanakan. Kejaksaan tidak
akan menghalangi upaya hukum yang akan ditempuh Labora jika memang mempunyai dasar
hukum yang kuat bahwa dirinya tidak bersalah. Kita tidak menghendaki ada kericuhan saat
eksekusi. Kita ingin eksekusi berlangsung tanpa gesekan atau berlangsung aman dan damai,
paparnya.

Mengenai rencana pemindahan tempat penahanan Labora, yakni di Jakarta atau


Nusakambangan, Tony menyatakan hal tersebut merupakan wewenang Kemenkum dan
HAM.
Koordinasi
Polda Papua Barat, kemarin, menggelar pertemuan koordinasi dengan Kejati Papua dan
Kanwil Kemenkum dan HAM Papua Barat untuk mematangkan rencana penangkapan Labora
di Sorong. Sebelumnya, pihak Polda juga melakukan pendekatan dan komunikasi dengan
para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda berkaitan dengan eksekusi Labora.
Polda Papua Barat dan Polres Sorong pun telah bersiap untuk menjemput paksa Labora.
Langkah tersebut ditempuh setelah terpidana tidak mengindahkan cara persuasif yang
dilakukan eksekutor.
Upaya paksa akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun, dipelajari dulu situasi dan kondisi,
siapa tahu nanti mau menyerahkan diri, biar tidak ada benturan di lapangan, kata Kabag
Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto.
Sementara itu, Labora menyatakan siap dieksekusi asalkan didampingi Komnas HAM. Ia
siap kembali ke LP Sorong sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung. Namun, ia minta
agar proses eksekusi didampingi Komnas HAM, jelas Nona Keru, salah seorang karyawan
di perusahaan milik Labora. (MS/*/P-3)

Hakim Tolak Seluruh Eksepsi Yance

Hakim yang yang juga beranggotakan Barita Lumbangaol dan Basan Budhi
memerintahkan jaksa untuk terus melanjutkan proses hukum.
MAJELIS hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Jawa Barat, menolak eksepsi tim kuasa
hukum terdakwa Irianto MS Syafiuddin atau Yance. Hakim pun memerintahkan jaksa untuk
meneruskan proses penuntutannya.
Menolak keberatan eksepsi kuasa hukum terdakwa Irianto MS Syafiuddin atau Yance, kata
Ketua Majelis Hakim Marudud Bakara di Pengadilan Tipikor Bandung, kemarin.
Majelis hakim menilai jaksa sudah memenuhi aspek formil dan aspek materiilnya dalam
mengajukan dakwaan sehingga eksepsi terdakwa ditolak.
Selain menolak eksepsi terdakwa, majelis hakim yang juga beranggotakan Barita
Lumbangaol dan Basan Budhi memerintahkan jaksa untuk terus melanjutkan proses hukum
terhadap terdakwa dengan agenda memanggil saksi-saksi pada persidangan selanjutnya, serta
memerintahkan Pengadilan Tipikor Bandung untuk memeriksa pokok perkara dan
meneruskan pokok perkaranya sampai ada putusan lain.
Majelis hakim juga mempersilakan penasihat hukum Yance untuk melakukan upaya lain
sambil memeriksa pokok perkara.
Seusai persidangan, salah satu penasihat hukum Yance, Ian Iskandar, menyatakan akan
mengajukan perlawanan terhadap putusan sela yang dibacakan majelis hakim. Menurutnya,
dakwaan jaksa dipaksakan terhadap kliennya sehingga ia akan mengajukan banding terhadap
putusan sela tersebut.
Kita menghargai putusan sela, tetapi kita akan melakukan perlawanan terhadap putusan sela
ini dengan cara banding. Meskipun demikian, pemeriksaan pokok perkaranya tetap berjalan,
ujarnya.
Ian berkeyakinan kliennya tidak bersalah dan dakwaan jaksa terkesan dipaksakan. Karena itu,
pihaknya akan melakukan banding atas putusan sela karena kasus yang menimpa Yance
bukan perkara pidana, melainkan masuk di wilayah administrasi negara (PTUN).

Sebelumnya, saat membacakan eksepsinya, Yance menilai dakwaan jaksa kabur, terkesan
dipaksakan, dan perkara hukum dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Sumur
Adem, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, bukan pidana, melainkan lebih bersifat
administrasi yang mengharuskan sidang digelar di Pengadilan Tata Usaha Negeri (PTUN)
Bandung.
Dakwaan jaksa keliru, salah kaprah, dan kabur. PN Bandung tidak berhak menyidang
perkara ini karena ini ranahnya PTUN, kata dia. (EM/SB/Ant/P-1)

Indonesia Abaikan Ancaman Australia


MESKI Perdana Menteri Australia Tony Abbott terus berusaha, termasuk Menteri Luar
Negeri Julie Bishop mengancam boikot, termasuk kunjungan ke Pulau Bali, pemerintah
Indonesia tetap akan mengeksekusi mati dua warga Australia terpidana kasus narkoba.
Ya memang setiap tindakan itu tidak bisa menyenangkan semua orang, kayak tindakan
hukum itu. Tetapi kita berpegang pada hukum, tegas Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta,
kemarin.
Penegasan itu mengulang pernyataan Presiden Joko Widodo untuk tetap mengeksekusi mati
Andrew Chan dan Myuran Sukumaran sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung.
Pekan ini, kedua anggota Bali Nine akan diterbangkan dengan pesawat komersial dari LP
Kelas II A Kerobokan Denpasar ke LP Batu Nusakambangan, lokasi eksekusi mati.
Keduanya akan dikawal 1 regu sampai ke tempat tujuan, ujar Kapolda Bali Irjen Benny
Mokalu di Denpasar.
Rencana eksekusi mati dua warga asing di Indonesia itu juga dikritisi Sekjen Perserikatan
Bangsa-Bangsa Ban Ki-moon. Namun, Menlu Retno LP Marsudi telah meyakinkan Sekjen
PBB itu bahwa Pasal 6 ayat 2 Konvensi Internasional Hak Sipil dan Politik (ICCPR) masih
membolehkan hukuman mati untuk kejahatan serius. Pun, hukum pidana Indonesia masih
mencantumkan adanya sanksi berupa hukuman mati. Sekjen PBB saya kira paham betul
posisi kita.
Ia juga mengungkapkan dirinya telah meyakinkan Menlu Bishop bahwa eksekusi mati
tersebut bukan untuk melawan Australia, melainkan murni untuk melawan kejahatan narkoba.
Terkait dengan ancaman boikot, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menegaskan
pemerintah tidak rugi mengingat Australia bukan satu-satunya mitra dagang Indonesia.
Kalau pariwisata itu basisnya people to people, bukan G to G. Jadi, saya tidak khawatir.
Warga Australia pasti tetap memilih Bali untuk liburan, timpal Menteri Pariwisata Arief
Yahya.
Kepala Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik UGM Tony Prasetiantono justru yakin
turis Australia ke Bali akan mencapai 1 juta orang tahun ini. (Wib/OL/Kim/Mus/Nur/X-10)

Ujung Cerita Praperadilan


Margarito Kamis Doktor Tata Negara; Staf Pengajar FH Universitas Khairun Ternate

SIDANG praperadilan atas permohonan kuasa hukum Komisaris Jenderal (Komjen) Budi
Gunawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berakhir sudah. Senin, 16 Februari, hakim
tunggal yang memeriksa, mengadili, dan memutus permohonan itu telah menjatuhkan
putusannya. Amar putusannya, antara lain, berisi penetapan tersangka terhadap Komjen Budi
Gunawan tidak sah.
Akankah berakhirnya sidang praperadilan itu berakibat berakhir pula hiruk-pikuk tentang
peresmian Komjen Budi Gunawan, yang ditetapkan menjadi tersangka sehari menjelang DPR
menyelenggarakan uji kelayakan dan kepatutan? Entahlah. Presiden, begitulah yang dapat
dikenali, pernah berucap menunggu putusan itu. Pernyataan tersebut bermakna Presiden
menjadikan sidang praperadilan itu sebagai sebab yang menunda keputusannya.
Indah dalam esensi
Dalam ilmu hukum dikenal adagium cessante causa cessat effectus, dari penyebabnya dapat
dikenali akibatnya. Di samping adagium itu, dikenal juga adagium cessante ratione legis,
cessat ets ipsa les; bila dasar dari hukum itu berhenti, hukumnya sendiri pun berhenti.
Mungkin dua adagium tersebut cukup masuk akal digunakan dalam menggambarkan putusan
hakim tunggal praperadilan itu.
Berstatus bukan sebagai penyelenggara negara karena tempus delicti-nya 2004-2006, tahuntahun Komjen Budi masih berpangkat kombes, jelas menjadi sebab hilangnya hukum yang
melahirkan yang disematkan kepada Komjen Budi. Praktis, status sebagai kombes, dengan
jabatan Kabirobinkar, menurut Keppres Nomor 70 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kepolisian Negara Republik Indonesia, berkualifikasi sebagai pejabat eselon dua.
Jika ditilik dari sudut itu, hukumnya jelas; Komjen Budi tidak memiliki kapasitas hukum
sebagai penyelenggara negara. Soal kapasitas tersebut memang mesti dikenali secara cermat.
Kapasitas subjek yang hendak disidik KPK menentukan atau menjadi dasar bekerjanya
kewenangan KPK. Mengapa bisa begitu? Ini disebabkan semata-mata oleh norma yang diatur
dalam UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mengatur kualifikasi subjek hukum, juga jumlah kerugian keuangan negara, sadar atau tidak,
terlepas dari hal itu merupakan kebijakan pembentuknya, merupakan pembatasan atas
kewenangan organ yang diberi kewenangan itu. Dalam kasus ini, kewenangan KPK memang
terbatas. Batasnya ialah subjek harus berkapasitas penyelenggara negara, penegak hukum,
kerugian keuangan negara yang ditimbulkan dari perbuatan subjek harus lebih dari Rp1
miliar dan perbuatan itu menarik perhatian khalayak. Itulah batas jangkauan kewenangan
KPK.
Batas tersebut memiliki sifat fundamental, ditilik dari sudut prinsip-prinsip negara hukum
demokratis. Berdasarkan prinsip-prinsip negara hukum demokratis pula, batas jangkauan itu
mutlak tak bisa dilampaui atau dicampuradukkan.
Dalam hukum tata negara berlaku prinsip setiap organ dan atau fungsionarisnya hanya bisa
melakukan tindakan-tindakan hukum sepanjang tindakan itu menjadi kewenangannya.
Kewenangan umumnya bersumber dari UU atau diperintahkan oleh UU, atau dalam langgam
ilmu hukum tata negara positif dikenal dengan terminologi peraturan perundangan.
Pembatasan kewenangan, untuk tak mengatakan pembatasan kekuasaan, sesuai dengan
sejarahnya berinduk pada kerinduan untuk memastikan bersinarnya kemanusiaan setiap
orang. Pembatasan kekuasaan, dalam bahasa yang lain, dimaksudkan untuk membuat negara
dan kekuasaan berkhidmat pada kemanusiaan. Dengan membatasi kekuasaan, tercegahlah,
setidaknya secara teoretis, kesewenang-wenangan.
Agar terjamin, negara hukum demokratis tidak hanya menciptakan prosedur penggunaan
kewenangan itu, melainkan pada saat yang sama diciptakan pula organ tertentu yang diberi
kewenangan mengecek penggunaan kewenangan itu. Pada titik itu, hukum yang mengatur
prosedur penggunaan kewenangan dan hukum yang mengatur substansi perbuatan sama
dalam nilai dan maknanya. Sungguh terasa indah dalam esensinya.
Lantik
Amar putusan hakim praperadilan dalam kasus tersebut nyata-nyata mengualifikasi tindakan
penetapan Komjen Budi Gunawan menjadi tersangka tidak sah. Amar putusan itu,
sebagaimana putusan pengadilan dalam setiap perkara, didahului dengan pertimbangan, ratio
decidendi. Pertimbangan memang bukan hukum, tetapi tanpa pertimbangan putusan itu tak
bernilai sekaligus batal.
Terdapat serangkaian pertimbangan, di antaranya tersangka tak memiliki kapasitas sebagai
penyelenggara negara. Unsur itu memiliki sifat sebagai hal hukum yang fundamental dan
determinatif. Menyandang sifat itu menimbulkan serangkaian konsekuensi hukum, di
antaranya sebagai hal hukum yang menghalangi, bahkan mengesampingkan kewenangan
KPK, untuk misalnya berkehendak menyidik kembali kasus tersebut.
Praktis, andai muncul pendapat yang menyatakan praperadilan, sesuai dengan sifat hukumnya
tidak menyangkut substansi materi perkara sehingga KPK masih dapat menyidik kasus itu,

yang harus dipastikan terlebih dahulu ialah apakah Komjen Budi berkapasitas penyelenggara
atau tidak. Faktanya, kapasitas itu tidak dimiliki Komjen Budi. Pada titik ini tidak lagi
tersedia ruang kewenangan untuk KPK kembali menyidik kasus itu.
Konsekuensi logis lainnya yang timbul dari putusan praperadilan tersebut ialah demi hukum
hilanglah status tersangka yang ditetapkan kepada Pak Komjen Budi Gunawan. Lain lagi
soalnya bila ada putusan pengadilan yang lebih tinggi yang menyatakan sebaliknya. Sejauh
tidak ada putusan pengadilan yang lebih tinggi yang menyatakan sebaliknya, demi hukum,
status tersangka yang dilekatkan pada Komjen Budi serta-merta hilang.
Putusan praperadilan itu tentu berguna bagi Pak Komjen Budi Gunawan, juga Pak Presiden.
Mengapa demikian? Kedua subjek hukum memiliki hubungan hukum sejak Pak Presiden
menominasikan Pak Budi menjadi Kapolri ke DPR dan usul itu disetujui DPR. Pada tahap
itulah tercipta hubungan hukum antara Pak Budi dan Pak Presiden. Hubungan hukum itu
berupa Pak Budi memiliki hak untuk diresmikan Pak Presiden memangku jabatan Kapolri.
Mungkin itu sebabnya, Pak Presiden sebagaimana telah diketahui umum menunjuk
praperadilan, yang menghebohkan itu. Menunggu selesainya praperadilan sama nilai
hukumnya dengan menjadikan praperadilan yang berlangsung kurang lebih dua minggu itu
sebagai hal hukum yang menjadi sebab Presiden menangguhkan pelantikan Pak Budi.
Kini hal hukum yang menjadi sebab itu telah hilang, maka akibat berupa penundaan
pelantikan juga serta-merta hilang. Hilangnya akibat hukum itu menimbulkan hukum baru
berupa kewajiban Pak Presiden meresmikan Komjen Budi Gunawan memangku jabatan
Kapolri.
Begitulah ujung cerita sederhana praperadilan yang menghebohkan itu terhadap yang
terhormat Bapak Presiden dan yang terhormat Bapak Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Abaikan Ancaman Australia


Hikmahanto Juwana Guru Besar Hukum Internasional UI

Di manakah suara Ban Ki moon ketika Ruyati, tenaga kerja Indonesia yang harus
menjalani hukuman mati di Arab Saudi? Apakah karena Ruyati berkewarganegaraan
Indonesia dan Indonesia bukan negara maju sehingga suara Ban Ki-moon absen?
DUA warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran yang tergabung dalam
sindikat narkotika Bali 9 diberitakan akan segera menjalani eksekusi hukuman mati di
Nusakambangan.
Kedua orang tersebut telah melalui proses persidangan dan mendapatkan putusan yang
berkekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung. Peninjauan kembali pun telah dilakukan
sebagai upaya untuk memastikan tidak adanya peradilan sesat (miscarriage of justice).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menolak permohonan grasi kedua terpidana
tersebut. Penolakan didasarkan pada kebijakan pemerintah untuk tegas dalam memerangi
narkoba. Saat ini Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Indonesia telah menjadi negara
tujuan bagi para sindikat internasional dan menjadi negara nomor tiga yang memiliki
penduduk yang ketergantungan terhadap narkoba.
Protes
Pelaksanaan hukuman mati mendapat protes dari pemerintah Australia. Protes merupakan hal
wajar, mengingat Australia mempunyai kewajiban untuk melindungi warganya ketika
menghadapi masalah hukum di luar negeri. Hanya saja, dalam menjalankan kewajiban untuk
melindungi warganya, sebuah negara tidak dapat melakukan intervensi atas kedaulatan
negara lain.
Pemerintah Australia telah melakukan protes kepada pemerintah Indonesia atas pelaksanaan
hukuman mati. Lobi antara pejabat tinggi pun telah dilakukan. Semakin mendekati
pelaksanaan hukuman mati, pemerintah Australia melakukan berbagai tindakan.
Salah satunya pernyataan yang disampaikan Menteri Luar Negeri Julia Bishop yang bernada
ancaman. Ia mengkhawatirkan apabila Indonesia melaksanakan hukuman mati terhadap dua
warganya, warga Australia tidak akan lagi melancong ke Indonesia.

Di samping itu, tindakan tidak terpuji pun dilakukan pemerintah Australia yang diduga
meminta Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-moon, untuk
mengecam pelaksanaan hukuman mati di Indonesia, bahkan Ban Ki-moon menyampaikan
agar Indonesia membatalkan pelaksanaan hukuman mati. Kecaman dan permintaan Ban Kimoon sungguh disayangkan karena ia cenderung telah melakukan intervensi dan membela
negara maju di PBB terhadap negara berkembang.
Ada tiga alasan untuk mengatakan hal ini. Pertama, di manakah suara Ban Ki-moon ketika
Ruyati, tenaga kerja Indonesia yang harus menjalani hukuman mati di Arab Saudi? Apakah
karena Ruyati berkewarganegaraan Indonesia dan Indonesia bukan negara maju sehingga
suara Ban Ki-moon absen?
Kedua, tidakkah Ban Ki-moon sadar bahwa banyak orang mati karena ketergantungan
narkoba? Ke manakah suara Ban Ki-moon terhadap para korban dan keluarganya? Mengapa
ia berempati terhadap pelaku, tetapi tidak memiliki empati pada korban dan keluarganya?
Ketiga, apakah Indonesia dianggap sebagai negara barbar karena melaksanakan hukuman
mati? Apakah Ban Ki-moon hendak menyamakan Indonesia dengan ISIS?
Pertanyaan ini muncul karena menurut Ban Ki-moon, PBB dinyatakan menentang hukuman
mati. Padahal, anggota PBB seperti Amerika Serikat yang merupakan negara kampiun
penghormatan hak asasi manusia, di sejumlah negara bagiannya masih mengenal hukuman
mati. Demikian pula dengan Malaysia, Singapura, dan Arab Saudi.
Apakah pernyataan Ban Ki-moon tidak tendensius dan merendahkan martabat serta
kedaulatan Indonesia? Sulit untuk disangkal bahwa pernyataan Ban Ki-moon sangat terkait
dengan upaya pemerintah Australia menekan Indonesia. Seharusnya Ban Ki-moon sadar
bahwa ia telah dimanfaatkan Australia untuk menekan Indonesia.
Indonesia tentu tidak bisa berdiam diri. Pemerintah melalui Menteri Luar Negeri, Retno LP
Marsudi, wajib segera memprotes pernyataan Ban Ki-moon dan memastikan Sekjen PBB
tidak melakukan intervensi terhadap kedaulatan Indonesia.
Mempercepat
Berbagai upaya pemerintah Australia untuk menunda pelaksanaan hukuman mati atas dua
warganya justru akan mempercepat pelaksanaan hukuman mati mereka. Mengapa? Protes
pemerintah Australia, terutama Menteri Luar Negeri Julia Bishop, serta menyeret Sekjen PBB
membuat pernyataan telah menyulut kemarahan publik, elite, politikus, dan pejabat di
Indonesia, sehingga publik menghendaki agar presiden tidak menunda pelaksanaan hukuman
mati. Pemerintah Australia telah salah berhitung. Upayanya telah menjadi kontra produktif.
Pemerintah Australia telah merendahkan demokrasi di Indonesia karena seolah publik dan
politikus tidak bisa bersuara dan tidak cerdas dalam menanggapi manuver Australia. Di alam

demokrasi saat ini, presiden dan jajarannya tidak dapat mengambil keputusan tanpa
memperhatikan suara publik dan para politikus.
Kini, pemerintah Australia dihadapkan pada putusan sulit. Apakah akan terus menekan
Indonesia atau membiarkan Indonesia menjalankan kedaulatannya.
Pemerintah Australia harus berpikir dua kali dalam upaya melindungi Chan dan Sukumaran.
Apakah hubungan baik yang saling menguntungkan dengan Indonesia akan dikorbankan,
hanya untuk membela agar dua warganya yang melakukan kejahatan serius menurut hukum
Indonesia?
Di bawah Presiden Jokowi, Indonesia sulit untuk tunduk pada keinginan negara lain,
termasuk Australia, bila kepentingan nasional Indonesia yang menjadi taruhan. Politik luar
negeri yang bebas aktif telah mendapat tafsir baru, yaitu semua negara ialah sahabat bagi
Indonesia sampai dengan kedaulatan Indonesia diganggu atau kepentingan nasional
dirugikan.

Diponegoro!
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group

DIPONEGORO hidup kembali! Satu setengah abad lebih pangeran dari Tegalrejo itu
bersemayam di bawah batu nisan dan epitafnya di Makassar. Namun, pahlawan Perang Jawa
(1825-1830) yang suka dipanggil Sultan Ngabdul Khamid Erucakra itu hadir di Jakarta, di
tengah cuaca politik yang bergemuruh.
Pangeran kelahiran Yogyakarta 11 November 1785 itu tampil gagah, penuh percaya diri, dan
berwibawa. Di tangan Raden Saleh Syarif Bastaman, Diponegoro tak runduk pada penjajah
seperti yang diwartakan Belanda. Itulah impresi saya atas pameran lukisan dalam sejarah
bertajuk Aku Diponegoro: Sang Pangeran dalam Ingatan Bangsa, dari Raden Saleh hingga
Kini, yang digelar di Galeri Nasional, Jakarta. Pameran dibuka Mendikbud Anies Baswedan 5
Februari, diisi diskusi dan aneka pentas, akan berakhir 8 Maret. Masyarakat amat antusias.
Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, umumnya anak-anak muda.
Pameran yang dikuratori Jim Supangkat (Indonesia), Peter Carey (Inggris), dan Werner Kraus
(Jerman) itu memang menarik. Ini hasil kerja sama Goethe Institut, Galeri Nasional
Indonesia, Kedubes Republik Federasi Jerman, Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Erasmus
Huis, Galeri Foto Jurnalistik Antara, dan Universitas Paramadina.
Selain lukisan Raden Saleh yang patriotik, Penangkapan Pangeran Diponegoro dan dua
lukisan lain, pameran yang ditata apik itu melibatkan 20 perupa lain. Semula Raden Saleh
dianggap pro-penjajah, tetapi dengan lukisan yang ia buat pada 1857, dunia tahu ke mana
seniman besar itu berpihak. Inilah untuk pertama kali pelukis Indonesia mengangkat sejarah
sosial-politik, bahkan disebut sebagai protonasionalisme di Indonesia.
Saleh menghadiahkan lukisan itu pada Raja Belanda, William III. Ada kritik, penangkapan
penuh khianat, pangeran yang alim itu dijebak. Lukisan itu semacam jawaban atas lukisan
berjudul sama yang dibuat pada 1835 oleh Nicolass Pieneman yang menggambarkan
Diponegoro takluk. Ratu Juliana mengembalikan lukisan itu kepada Indonesia pada 1978.
Kita tahu Perang Diponegoro ialah pertempuran yang memakan korban 200 ribu jiwa dari
pihak Diponegoro dan 15 ribu dari Hindia Belanda. Bacalah autobiografi sang pangeran,
Babad Diponegoro, ditulis di pengasingan, Manado, (Mei 1831-Februari 1832) berisi 1.150

halaman tulisan tangan. Itulah naskah indah yang telah terdaftar di UNESCO sebagai
Memory of the World Register, Daftar Ingatan Kolektif Dunia.
Baca pula buku hasil penelitian sejarawan Peter Carey (Takdir, Riwayat Pangeran
Diponegoro, 2014). Sejarawan Inggris itu menghabiskan waktunya selama 40 tahun untuk
Diponegoro. Bangsa Indonesia harus belajar dari sejarah, dari pengorbanan Diponegoro
yang luar biasa itu. Keberanian dan kearifan ada padanya, kata Peter Carey kepada para
pengunjung.
Saya juga ingin menyambut sang Pangeran dari Tegalrejo itu dengan sajak Diponegoro karya
Chairil Anwar yang lama tak saya baca.
Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar.
Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU

Bentuk Lembaga Khusus


PUPUT MUTIARA

Pemerintah belum punya data masyarakat adat dan wilayah adat mereka. Padahal, itu
memudahkan dalam pengambilan kebijakan.
PENGAKUAN hak atas wilayah adat berupa hukum yang mengakui hak-hak atas masyarakat
adat di Indonesia hingga kini berjalan lambat dan masih dipenuhi masalah. Karena itu, perlu
ada lembaga pemerintah yang khusus bertugas melayani kepentingan masyarakat adat
termasuk dalam melakukan pendaftaran dan pemberian sertifikat wilayah adat.
Tanpa ada lembaga pemerintah yang khusus, sulit memperjuangkan hukum administrasi
yang berpihak pada keberadaan masyarakat adat dan hak-hak kolektifnya, ungkap Sekretaris
Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Abdon Nababan dalam konferensi pers
tentang pendaftaran wilayah adat menuju pengakuan wilayah adat, di Jakarta, kemarin.
Di sisi lain, lanjut dia, pemerintah juga belum punya data mengenai masyarakat adat dan
wilayah adat. Padahal, data itu memudahkan pemerintah dalam melaksanakan kebijakan
terkait dengan masyarakat adat, seperti kebijakan satu peta, putusan MK RI No. 35/PUUX/2012, putusan MK RI No. 45/PUU-IX/2011 dan UU tentang Desa.
Apalagi, putusan MK No. 35/PUU-X/2012 yang mengakui keberadaan hutan adat pada
faktanya tidak otomatis mengakui keberadaan hutan adat, wilayah adat, dan keberadaan
masyarakat adat di Indonesia, tutur Abdon.
Menurutnya, keberadaan hutan adat dan wilayah adat baru diakui jika sudah ditetapkan dalam
peraturan daerah (perda). Itu jadi kendala utama bagi pengakuan masyarakat adat karena tak
mudah menyusun perda.
Banyak perda yang sudah keluar tanpa kajian, hanya diterbitkan untuk merespons aksi-aksi
demo, tetapi tak diimplementasikan secara serius. Perda ini harus dilihat ulang agar bisa
berjalan secara efektif, tukas Abdon.
Belajar ke Filipina
Senada dengan itu, Kepala Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) Kasmita menyampaikan
pendaftaran wilayah adat yang mencakup peta wilayah adat dan informasi sosial ialah
langkah awal menuju pengakuan keberadaan masyarakat adat.

Kejelasan data peta wilayah adat dan informasi sosial masyarakat adat dapat menggambarkan
sejarah keberadaan, serta hubungan masyarakat adat dengan tanah, air dan ruang hidupnya.
Sayangnya, belum ada lembaga pemerintah yang ditunjuk secara resmi sebagai tempat
pendaftaran wilayah adat di Indonesia. Padahal, banyak juga peta wilayah adat yang dibuat
secara partisipatif oleh masyarakat adat, ujar Kasmita.
Ia mencontohkan pada akhir 2014, BRWA bersama AMAN dan Jaringan Kerja Pemetaan
Partisipatif telah menyampaikan 517 peta wilayah adat dengan luas 4,8 juta hektare kepada
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta BP REDD Plus.
Jadi, perlu lembaga resmi yang berfungsi sebagai tempat pendaftaran wilayah adat di
Indonesia, tukas dia.
Forester Marlea Munez sebagai Direktur Komisi Nasional Masyarakat Adat Filipina (NCIP)
menambahkan, Indonesia perlu belajar dari Filipina yang 18 tahun telah melaksanakan UU
tentang Hak-Hak Masyarakat Adat (IPRA).
Berdasarkan IPRA, kami membentuk lembaga khusus untuk kepentingan masyarakat adat,
seperti pendaftaran wilayah adat, sertifikat hak atas wilayah adat, dan sertifikat tanah leluhur.
Dengan begitu, bisa menekan jumlah konflik yang melibatkan masyarakat adat di Filipina,
tutupnya.
puput.mutiara @mediaindonesia.com

Pemborong Wajib Pekerjakan Warga Miskin

PEMPROV Jawa Barat mewajibkan pengusaha peserta tender proyek harus melibatkan orang
miskin sebagai pegawai. Kebijakan itu bertujuan untuk menekan angka kemiskinan.
Kemiskinan memang sulit untuk dihapuskan. Karena itu, dengan segala cara kami akan terus
berupaya mengurangi angka kemiskinan, kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar,
kemarin.
Ia menargetkan angka kemiskinan di Jawa Barat bisa berkurang 1% setiap tahun. Untuk
mengurangi angka kemiskinan, pihaknya berpedoman pada data induk rumah tangga sasaran.
Saat ini, angka kemiskinan di Jabar masih di atas 4 juta jiwa atau sekitar 13% dari total
jumlah penduduknya. Selama ini, pencapaian pemprov menurunkan angka kemiskinan hanya
sekitar 0,75% per tahun.
Selain data valid, pihaknya akan mengoptimalkan dinas-dinas yang ada di Pemprov Jabar.
Kontribusi dari dinas sangat diharapkan dalam upaya mengentaskan warga dari kemiskinan.
Dia mencontohkan proyek pengerjaan dari dinas-dinas akan melibatkan masyarakat miskin.
Misalnya, dinas bina marga yang punya tugas memantapkan jalan provinsi sepanjang 2.900
km. (SB/ EM/N-3)

Menjadi Buruh Cuci untuk Bertahan Hidup

Rahma mulai menjadi buruh mencuci baju di rumah tetangga sejak ibunya meninggal
pada 2007, dan ayahnya menikah lagi.
TERIK panas matahari tidak menyurutkan semangat Rahma Ren El, 16 berjalan kaki pulang
ke sekolah yang berjarak 1 km dari rumahnya di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota
Ambon.
Saat dijumpai Media Indonesia, Kamis (12/2), siswa kelas 3 Madrasah Aliyah Negeri 1
Ambon disambut ketiga adiknya Salam, 14, Hidayat, 10, dan Yasin, 9. Ketiga adiknya
langsung mencium tangan kakaknya. Keempat bersaudara itu langsung menuju ke ruang
tengah keluarga yang dirangkap menjadi ruang tengah keluarga.
Hanya ada satu meja kecil dan empat kursi sederhana di rumah berukuran 6x4,5 meter.
Bagaimana tadi sekolahnya? Ada pekerjaan rumah?' yanya Rahma kepada kedua adiknya,
Hidayat dan Yasin.
Tidak ada. Ibu guru cuma bilang harus rajin belajar, kata Hidayat yang duduk di bangku
kelas empat Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Syukriyah.
Di dapur Salam, kakaknya yang lebih besar sedang memasak nasi. Kak, berasnya tinggal
sedikit. Makanan lainnya sudah habis, lapor Salam kepada Rahma.
Rahma hanya membalas senyuman. Dalam kesehariannya, empat bersaudara ini bahu
membahu sejak ibunya meninggal dunia. Rahma kemudian bergegas mengganti baju seragam
dengan pakaian rumah. Saya cari uang dulu. Setelah itu baru beli beras dan bahan makanan
untuk bisa dimakan bersama, kata Rahma.
Ia kemudian berjalan kaki menuju ke rumah tetangganya, Maimuna Mahmud sekitar 300
meter dari rumahnya. Di sana Rahma mengerjakan tugas mencuci dan menyeterika pakaian.
Rahma mulai menjadi buruh mencuci baju di rumah tetangga sejak ibunya meninggal pada
2007, dan ayahnya menikah lagi dan memilih tinggal di Taeno, Kecamatan Teluk Ambon,
Kota Ambon.

Ia dan kakaknya Barkah Ren El, 21 bahu-membahu untuk memberi makan adik-adiknya
setiap hari. Namun tugas Rahma belakangan ini semakin berat sejak Barkah kuliah di IAIN
Ambon melalui program beasiswa bidikmisi.
Sebagai tulang punggung keluarga, Rahma bisa menerima imbalan Rp20 ribu-Rp30 ribu atau
beras dan makanan lainnya. Sebelumnya saya dan kakak berbagi pekerjaan menjadi tukang
cuci, seterika dan menjaga anak tetangga untuk mendapatkan uang. Tapi setelah kakak kuliah
dan masuk asrama, saya harus cari uang untuk menghidupi adik-adik, ungkap Rahma.
Penghasilannya tidak menentu. Namun setiap hari ia harus mencari uang untuk bertahan
hidup. Keempat anak ini tinggal di daerah curam dan rawan longsor. Namun semangat hidup
mereka tinggi. Setelah lulus nanti saya mencari uang dahulu, baru kuliah. Semoga mendapat
beasiswa seperti kakak, harapnya. (Hamdi Jempot/N-4)

Geliatkan Orangtua Asuh Petani


DERO IQBAL MAHENDRA

Pangan menjadi hal utama untuk membangun ketahanan nasional, sedangkan industri
elektronik dan otomotif nomor dua.
JIKA mengingat dekade 1990, rasa bangga akan selalu terucap atas julukan Indonesia sebagai
Negara Agraris karena mampu mengembangkan sektor pertanian. Aneka komoditas pangan
mampu diproduksi di dalam negeri.
Namun, 25 tahun kemudian RI justru semakin bergantung pada impor. Dalam satu dekade,
nilai impor produk pertanian melonjak hingga 346%. Padahal, para petani telah bekerja keras
meningkatkan produksi.
Rupanya, produktivitas pertanian yang masih rendah disebabkan keterbatasan kemampuan
dan pengetahuan petani. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia
Bidang Agribisnis dan Pangan Franky O Widjaja mengatakan perlu penerapan sistem
parenting atau orangtua asuh bagi petani untuk meningkatkan hasil pertanian.
Selama ini para petani swadaya (tanpa sistem parenting) memiliki produktivitas rendah,
sebab tidak dapat training, bibit yang baik, tidak memiliki pengetahuan akan pupuk dan tidak
memiliki akses kepada financing, ujar Franky dalam acara Jakarta Food Security Summit, di
Jakarta, Jumat (13/2).
Sistem parenting merupakan skema kerja sama antara petani swadaya dan swasta dalam
wadah koperasi. Melalui pola tersebut, petani mendapatkan pengasuhan mulai transfer
knowledge (ilmu) hingga pendanaan.
Franky mencontohkan skema orangtua asuh petani seperti koperasi PISAgro. Dalam wadah
tersebut, para petani diberi penyuluhan pembibitan dari perusahaan raksasa sektor pangan,
antara lain Indofood, Nestle, dan Unilever.
Hasilnya, PISAgro mampu meningkatkan produksi cabai hingga 300% dengan pendapatan
kotor (gross revenue) sebesar Rp90 juta. Sementara itu, pendapatan petani berlipat dari Rp2
juta/bulan menjadi Rp5 juta/bulan.

Di sisi lain, pengusaha juga memiliki keuntungan terutama dalam kaitannya dengan
ketersedian bahan baku yang berkualitas.
Melalui koperasi dapat dilakukan good agriculture practice, bibit unggul, financing, off take
agreement, itu semua bisa tercakup dalam wadah koperasi.
Swasembada pangan
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga
sepakat untuk menggeliatkan koperasi demi memajukan sektor agraria sehingga tercapai
swasembada pangan yang lestari. Di samping itu, langkah tersebut dapat menipiskan
kesenjangan ekonomi (Gini ratio).
Kita kaya tapi masih banyak impor. Misalnya beras, kedelai, susu, jagung, dan gula. Kalau
kita berhasil swasembada pada 2017, kita akan dapat kurangi impor itu dan meningkatkan
ekspor kita, ungkap Puspayoga.
Karena itu, ia berharap penguatan koperasi melalui peningkatan anggaran alokasi dana
subsidi BBM.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menambahkan kebijakan tersebut juga
dapat meningkatkan nilai tambah. Alasannya, hasil panen diolah oleh industri yang menjalin
kemitraan dengan petani.
Sekarang pangan sangat penting dan strategis. Pangan menjadi hal utama untuk bangun
ketahanan nasional. Industri elektronik dan otomotif itu nomor 2, tutup Rachmat.(Riz/E-5)
dero@mediaindonesia.com

Optimisme Indonesia semakin Membaik


WIBOWO

Optimisme Indonesia yang diukur oleh survei lembaga pemeringkat Credit Suisse
Research Institute menunjukkan kemantapan bila dilihat dari perilaku konsumen di
sembilan negara. Pengamat ekonomi Hendri Saparini melihat optimisme Indonesia
akan langgeng kendati situasi politik dalam negeri kurang kondusif.
TINGKAT optimisme terhadap Indonesia dinilai semakin meningkat. Itulah hasil survei
tahunan kelima tentang konsumen di negara-negara berkembang yang dirilis Credit Suisse
Research Institute, kemarin.
Dalam survei bertajuk Credit Suisse Emerging Consumer Scorecard 2015 itu lembaga
pemeringkat tersebut mengkaji sentimen konsumen di negara-negara berkembang serta
faktor-faktor pendorongnya.
Kajian memberi pemahaman terkini mengenai sentimen konsumen dan pola konsumsi masa
depan pada saat negara-negara berkembang menjadi pusat perhatian terkait dengan tingkat
pertumbuhan yang melambat dan berbagai tantangan baru yang disebabkan harga komoditas
saat ini serta gejolak kurs mata uang asing.
Dalam survei, Credit Suisse bekerja sama dengan perusahaan riset pasar global Nielsen untuk
melakukan wawancara tatap muka terhadap hampir 16 ribu konsumen di sembilan negara,
yaitu Brasil, Tiongkok, India, Indonesia, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, dan
Turki.
Riset itu memiliki keunikan dalam menetapkan tolok ukur perilaku konsumen di negaranegara tersebut secara konsisten dan terperinci dengan mengajukan sekitar 100 pertanyaan
untuk membentuk profil perincian mengenai kebiasaan berbelanja konsumen, rencana mereka
di masa depan, dan faktor-faktor yang memengaruhi mereka.
Stefano Natella, Global CoHead Securities and Analytics Research Credit Suisse,
mengatakan survei itu memberikan analisis unik dan rinci mengenai sentimen konsumen di
negara-negara berkembang.

Saat banyak perusahaan lain meneliti prospek makro negara berkembang di tengah gejolak
yang terjadi saat ini, analisis yang kami lakukan menggunakan metode dari bawah ke atas
menyoroti betapa berbedanya sentimen konsumen.
Giles Keating, Global Head of Research for Private Banking and Wealth Management Credit
Suisse, menambahkan, Survei ini menunjukkan dampak bertentangan dari anjloknya harga
minyak dunia di negara-negara berkembang. Sentimen konsumen di Rusia dan pusat-pusat
ekonomi di Amerika Latin mendapat tekanan. Sebaliknya, sentimen konsumen di India
sangat kuat karena ditopang reformasi. Secara keseluruhan, kesempatan investasi secara
struktural di negara-negara ini masih ada, walau tetap rentan.
Langgeng
Pengamat ekonomi Hendri Saparini melihat optimisme Indonesia akan langgeng kendati
situasi politik dalam negeri kurang kondusif. Pengamat yang akrab disapa Rini itu menyoroti
faktor penurunan harga minyak dunia yang berimbas pada penurunan defisit transaksi
berjalan.
Kalau dari sisi Indonesia impact-nya cukup signifikan. Defisit neraca transaksi berjalan
misalnya, kalau selama ini defisit sebagian besar dari minyak, dengan turunnya harga minyak
diharapkan lebih rendah defisitnya sehingga kerentanan ekonominya juga semakin kecil,
kata Rini saat dihubungi, kemarin.
Menurut Rini, turunnya harga minyak dunia yang berimbas pada turunnya harga BBM ialah
faktor yang paling berperan besar pada optimisme yang berkembang di Indonesia. (Fat/X-7)
wibowo.red @mediaindonesia.com

Pertamina Kini Punya Blok Migas di Malaysia


JESSICA SIHITE

PGE akan membangun pembangkit listrik panas bumi Karaha berkapasitas 30 Mw.
Pertamina membeli saham perusahaan migas Amerika Serikat itu secara tunai senilai
US$2 miliar (Rp24 triliun).
PT Pertamina (persero) telah resmi mengakuisisi 30% saham enam blok migas di Malaysia
sejak 29 Januari 2015. Dari ekspansi di Negeri Jiran itu, perseroan menargetkan tambahan
produksi migas hingga 50 ribu barel setara minyak per hari (boepd).
Sebenarnya, inisiasinya mulai 3 Maret 2014 dari penawaran Murphy Oil Corporation yang
memegang enam blok migas di lepas pantai Malaysia, ungkap Vice President of Business
Initiatives and Valuation of Pertamina Nanang Abdul Manaf, seperti dikutip dari situs resmi
Pertamina, kemarin.
Menurut Nanang yang juga menjabat Direktur PT Pertamina Malaysia Eksplorasi dan
Produksi (PMEP), akuisisi blok migas milik Murphy Sabah Oil Co Ltd dan Murphy Sarawak
Oil Co Ltd itu telah melewati tahap uji tuntas serta analisis data seismik dan pengeboran.
Setelah itu baru membuat kesepakatan jual beli (SPA) dan uang muka 10% pada September
2014. Di akhir Desember 2014 kita lunasi sisa 20% lagi.
Pertamina membeli saham perusahaan migas Amerika Serikat itu secara tunai senilai US$2
miliar (Rp 24 triliun). Secara geografis, tiga blok migas, yakni Blok K, Blok H, dan Blok P,
berada di 150 km dari lepas pantai Negara Bagian Sabah. Blok SK 309, SK 311, dan SK
314A berlokasi sekitar 100 km di lepas pantai Negara Bagian Sarawak.
Blok K, Blok SK 309, dan Blok SK 311 telah berproduksi, sedangkan Blok P masih dalam
tahap pengembangan. Sementara itu, dua blok lainnya, yakni Blok H dan SK 314A,
merupakan blok eksplorasi. Produksi di sana sekitar 43 ribu-45 ribu boepd. Pada 2018, dari
Malaysia kami proyeksikan produksi 50 ribu boepd untuk kebutuhan energi nasional, ujar
Nanang.

Setelah ini, PMEP akan segera membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia, untuk
mengelola blok migas itu. Aset ini strategis serta berkontribusi signifikan terhadap produksi
dan finansial. Kami ingin bergerak menjadi mitra aktif, bukan silent partner, katanya.
Sebelumnya, beberapa ekspansi Pertamina di sektor hulu antara lain akuisisi Blok 405A milik
Conoco Phillips di Aljazair pada November 2013. Di sana, Pertamina mengakuisisi tiga
lapangan, yakni Menzel Ledjmet North (Pertamina menjadi operator, saham 65%), El Mark
(16,9%), dan Ourhoud (3,7%). Pertamina juga membeli 10% saham Exxon Mobile Iraq
Limited Blok West Qurna 1 Irak di awal 2014.
Listrik panas bumi
Anak usaha Pertamina lainnya, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), akan membangun
pembangkit listrik panas bumi Karaha berkapasitas 30 megawatt (Mw) di perbatasan Garut
dan Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal itu dipastikan setelah PGE menandatangani kontrak
rekayasa, pengadaan, konstruksi dan uji coba (EPCC) dengan konsorsium PT Alstom Power
Energy System Indonesia dan Alstom Power System SA dari Prancis.
Proyek panas bumi Karaha ini menjadi perhatian dari pemerintah dan masyarakat Indonesia
yang ingin mengembangkan energi terbarukan, kata Direktur Utama PGE Rony Gunawan
seusai penandatanganan kontrak bersama Presiden Direktur Alstom Power Energy System
Indonesia, Maurice Dres, dan General Manager of Renewable Steam Plant of East Asia and
Oceania Alstom Joko Prakoso di Jakarta, akhir pekan lalu.
Pihak Alstom berjanji segera menuntaskan proyek senilai US$76 juta (Rp912 miliar) itu.
Kita targetkan rampung dalam 23 bulan, selesai pada Desember 2016, ujar Joko. (E-4)
jessica@mediaindonesia.com

Manisnya Bisnis Bunga di Februari


SIAPA yang tidak kenal Hari Valentine? Perayaan yang diperingati setiap 14 Februari itu bisa
menjadi hari besar dalam kalender tahunan industri bunga. Pada hari itu, karangan bunga
mahal yang menjadi simbol romantisme laris manis diburu konsumen.
Seberapa besar sebenarnya industri bunga dunia yang meraup untung besar setiap Februari
itu? Berdasarkan data Rabobank yang dirilis bulan lalu, total nilai ekspor bunga di dunia
mencapai US$20,6 miliar (sekitar Rp262,25 triliun) pada 2014. Angka itu sedikit menurun
jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya US$21,1 miliar (Rp268,21 triliun).
Angka cukup fantastis dicetak masyarakat Amerika Serikat (AS) yang membelanjakan
US$2,1 miliar (Rp26,75 triliun) untuk bunga pada tahun ini. Pembelian bunga di Hari
Valentine mencapai 36% dari total transaksi tahunan Negeri Paman Sam.
Angka itu dirilis National Retail Federation pada Januari lalu dan dipublikasikan situs
penjualan bunga, Aboutflowers.
Dari keseluruhan transaksi penjualan bunga, mawar merah merupakan produk yang paling
diminati, selain tulip, lili, dan krisan.
Mawar ialah produk global, kata ekonom George Mason University Alex Tabarrok kepada
CNBC, Kamis (12/2). Ia mengatakan petani, distributor, dan pengecer bekerja sama untuk
mengirimkan mawar dalam hitungan hari khususnya pada Hari Valentine.
Di sisi lain, Belanda merupakan eksportir terbesar untuk bunga dengan perhitungan sekitar
52% pada tahun lalu. Tingginya produktivitas disebabkan implementasi teknologi rumah kaca
di perdesaan.
Meski menguasai ekspor bunga di dunia, pangsa pasar Negeri Kincir Angin menurun.
Pasalnya, sejumlah negara seperti Kenya, Ekuador, dan Kolombia meningkatkan kapasitas
produksi mereka. Rabobank menyatakan petani di negara-negara tersebut mampu mencapai
produksi skala besar yang berkualitas baik serta dengan harga kompetitif.

Kolombia menempati peringkat kedua untuk eksportir bunga di dunia pada 2013 dengan nilai
industri US$1 miliar (Rp12,73 triliun). Selain Benua Amerika, Asia juga berpotensi menjadi
produsen bunga. Misalnya saja salah satu provinsi di Tiongkok, Yunnan. Dounan Flower
Market di Yunnan yang merupakan pasar bunga terbesar di Asia menjual 12 juta bunga setiap
harinya.
Hambatan terbesar untuk mencapai pasar Eropa dan Amerika Utara ialah logistik, kata riset
PMA yang dipublikasikan baru-baru ini.
Meski demikian, pembukaan Bandara Internasional Kunming Changshui pada 2012
diharapkan dapat mengurangi hambatan logistik dari Tiongkok ke Eropa. Adapun kapasitas
kargo dari Tiongkok ke Eropa diperkirakan akan mencapai 950 ribu ton per tahun pada 2020.
(Bow/E-3)

Massa Eropa Dukung Yunani


WENDY MEHARI UTAMI

Aksi digelar tidak hanya di Yunani, tapi juga di beberapa negara Eropa, mendukung
upaya renegosiasi bailout.
PULUHAN ribu warga berdemonstrasi di Yunani, Minggu (15/2), menjelang pertemuan di
Brussels, Belgia, yang akan membicarakan upaya pemerintahan baru Yunani merenegosiasi
bailout.
Pada perundingan Senin (16/2) waktu setempat atau pukul 21.00 WIB tadi malam, Menteri
Keuangan Yunani Yanis Varoufakis bertemu sesama menteri keuangan 19 negara Eropa yang
tergabung dalam zona euro.
Varoufakis dan Perdana Menteri Yunani Alexis Tsipras optimistis bisa meyakinkan para
pejabat se-Eropa itu untuk mendukung perombakan bailout yang dinilai membebani ekonomi
negara mereka.
Aksi massal di depan gedung parlemen di Athena, Yunani, dihadiri sekitar 20 ribu pendukung
pemerintahan baru. Kami menghendaki keadilan saat ini dan sekarang karena Yunani telah
menderita selama lima tahun, seru Theodora, 58, yang sudah tiga tahun menganggur. Warga
lain, Vassiliki Pikazi, yang mantan guru, juga mengaku, Situasi saat ini lebih baik bagi
emosi, jiwa, dan hati kami, berkat Tsipras yang menolak patuh pada Brussels.
Selain di ibu kota, jalan-jalan di Thessaloniki, kota terbesar kedua di Yunani, juga dibanjiri
8.000-an warga. Mereka menyeru kepada Brussels, sebagai kantor pusat Uni Eropa, untuk
melepas jeratan pengetatan anggaran.
Bukan hanya di Yunani, aksi massa melibatkan 2.000 orang juga digelar di Paris, Prancis.
Baik di Yunani maupun Prancis, kami menolak pengetatan anggaran! teriak demostran.
Adapun di Lisabon, Portugal, sekitar 300 orang turun ke jalan dengan membentangkan
spanduk bertuliskan Yunani, Spanyol, Portugal, Perjuangan Kita Mendunia.

Ekonom sekaligus penggagas aksi di Portugal, Paulo Coimbra, 46, menyatakan mereka ingin
menunjukkan solidaritas bagi rakyat Yunani yang membela hak menentukan masa depan
sendiri. Kami di Portugal pun menentang pengetatan anggaran!
Di Madrid, Spanyol, hampir 100 pengunjuk rasa mendukung upaya Yunani. Termasuk Maria
Robles, 60, yang membawa spanduk bertuliskan Yunani, yes. Merkel and ECB, no. Dia
merujuk pada Kanselir Jerman Angela Merkel dan Bank Sentral Eropa. Menurut Robles,
Yunani sedang berproses membuka jalan dan seharusnya diikuti troika (tiga kreditur bailout),
yakni International Monetary Fund, Komisi Eropa, dan ECB.
Skeptis
Yunani memang tengah berupaya merenegosiasi bailout sejumlah 240 miliar euro. Namun,
sejauh ini para krediturnya enggan menerima usulan itu, terutama Jerman. Athena berisiko
dikeluarkan dari zona euro jika tidak tercapai kesepakatan baru bailout.
Kemarin, sebelum pertemuan dimulai, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble
mengaku skeptis Yunani bakal berhasil mencapai kesepakatan baru utang.
Dari yang saya dengar dalam diskusi-diskusi teknis, saya skeptis menteri-menteri keuangan
di zona euro akan mencapai kesepakatan hari ini (kemarin), kata Schaeuble. Dia bahkan
menambahkan, Saya kasihan kepada warga Yunani saat ini. Mereka telah memilih
pemerintahan yang bertindak tanpa bertanggung jawab.
Sejumlah analis menilai ada opsi kesepakatan yang bisa dilakukan, yakni membiayai dulu
kebutuhan finansial jangka pendek Yunani hingga negara itu bisa membangkitkan
pertumbuhan ekonominya dengan cepat guna menutup beban utang.
Dalam wawancara dengan media Jerman, Stern, Minggu (15/2), PM Tsipras berucap, Kami
tidak butuh uang. Kami butuh waktu untuk merealisasikan rencana-rencana reformasi kami.
(AFP/I-2)
mehari @mediaindonesia.com

Grabar-Kitarovic Dilantik
PRESIDEN wanita pertama Kroasia, yang juga merupakan presiden keempat setelah negara
tersebut memproklamasikan kemerdekaan mereka pada 1991, Kolinda Grabar-Kitarovic,
dilantik pada Minggu (15/2) waktu se tempat.
Pada pidato pengukuhannya, wanita 46 tahun tersebut berjanji untuk membawa negara itu
keluar dari permasalahan ekonomi.
Saya akan menjadi diplomat ekonomi terbaik di negeri ini, tegas Grabar-Kitarovic. Ia pun
berjanji akan melakukan yang terbaik untuk membuat Kroasia menjadi negara kaya.
Sudah hampir dua tahun Kroasia menjadi anggota Uni Eropa (UE) dan saya ingin kita
semua pada akhirnya bisa merasakan hidup seperti negara-negara Eropa lainnya, imbuhnya.
Perekonomian Kroasia mengalami kemunduran selama enam tahun terakhir, terparah di
antara 28 negara Eropa lainnya. Pengangguran di Kroasia hampir menyentuh angka 20% dan
diperkirakan meningkat 0,5% pada tahun ini.
Grabar-Kitarovic ialah mantan menteri luar negeri yang menjabat pada periode 2003 hingga
2008. Dia kemudian menjadi Duta Besar Kroasia untuk Amerika Serikat hingga 2011 ketika
ia diangkat menjadi asisten Sekretaris Jenderal NATO. (AFP/Pra/I-2)

Parlemen Setujui Perdana Menteri Baru

PRESIDEN Korea Selatan Park Geun-hye akhirnya mempunyai perdana menteri baru setelah
pihak oposisi menolak dengan alasan kandidat yang diajukannya dianggap tidak layak. Lee
Wan-koo, legislator senior dari Partai Saenuri, memenangi pemilihan parlemen dengan
mengumpulkan 148 suara berbanding 128 setelah melalui proses yang alot.
Pihak oposisi, New Politics Alliance for Democracy (NPAD), sempat memaksa Lee mundur
dari pencalonannya karena dituduh membeli rumah dan apartemen mewah dengan dana
ilegal.
Perdana menteri Korea Selatan yang sebelumnya, Chung Hong-won, mengundurkan diri
April tahun lalu di tengah-tengah kritik publik atas respons pemerintah yang lamban dalam
insiden tenggelamnya feri Sewol yang mengakibatkan lebih dari 300 orang tewas. Popularitas
presiden Park juga menurun bersamaan dengan tragedi Sewol tersebut. Beberapa calon
perdana menteri yang dia ajukan sebelum Lee pun gagal maju.
Di Korsel, perdana menteri merupakan jabatan simbolis karena kekuasaan terpusat di
eksekutif. Perdana menteri di Korsel merupakan satu-satunya anggota kabinet yang
penunjukannya butuh persetujuan parlemen. (AFP/ Pra/I-1)

PM Baru Rui Araujo Dilantik


TIMOR Leste, kemarin, melantik perdana menteri baru, Rui Araujo, sebagai bagian dari
peralihan kekuasaan kepada generasi baru setelah meraih kemerdekaan selama lebih dari satu
dekade. Adapun perdana menteri sebelumnya, Xanana Gusmao, telah mengundurkan diri
awal bulan ini.
Mantan Menteri Kesehatan Rui Araujo yang merupakan doktor lulusan Selandia Baru akan
memimpin pemerintahan keempat sejak Timor Leste meraih kemerdekaan pada 2002 dari
Indonesia.
Araujo berjanji di bawah kepemimpinannya, pemerintah Timor Leste akan mengedepankan
kepentingan warga Timor Leste ketimbang perselisihan politik yang selama ini terjadi di
negara tersebut.
Kita bisa menghasilkan lebih banyak hal positif dengan bekerja sama, ujar Araujo dalam
upacara pelantikannya.
Pemerintahan baru Timor Leste akan menggelar pertemuan pertama pada hari ini.
Jumlah anggota kabinet pimpinan Araujo dikurangi dari 55 menteri menjadi hanya 33 menteri
dalam upaya untuk memangkas pengeluaran dan meningkatkan esiensi.
Beberapa menteri yang disebut-sebut terkait skandal korupsi pun telah digantikan sejumlah
wajah baru. (AFP/ Bas/I-1)

Pelaku Penembakan telah Diidentifikasi


HAUFAN HASYIM SALENGKE

Beberapa media Denmark mengidentifikasi tersangka penyerangan sebagai Omar El


Hussein yang baru dibebaskan dari penjara dua pekan lalu.
PRIA bersenjata pelaku penembakan ganda yang terpisah di kota Kopenhagen, Denmark,
diidentifikasi media setempat, Minggu (15/2), berusia 22 tahun dengan riwayat kejahatan
kekerasan.
Polisi Denmark mengatakan pelaku yang membunuh dua orang di sebuah pusat budaya dan
rumah ibadat Yahudi tersebut ditengarai melancarkan aksinya karena terinspirasi serangan di
kantor tabloid satire Charlie Hebdo di Paris, Prancis, bulan lalu.
Dia (pelaku) mungkin terinspirasi oleh kejadian penembakan di Paris, ungkap Kepala
Badan Keamanan dan Intelijen (SIS) Jens Madsen, kepada wartawan.
Beberapa media Denmark mengidentifikasi tersangka penyerangan sebagai Omar El-Hussein.
Tabloid Ekstra Bladet menyebut El-Hussein baru dibebaskan dari penjara dua pekan lalu
setelah menjalani hukuman untuk kasus penyerangan.
Penyidik mengungkapkan pria yang lahir dan dibesarkan di Denmark itu memiliki riwayat
kasus penyerangan dan kepemilikan senjata. Sejauh ini, kepolisian Denmark bekerja keras
untuk memastikan apakah El-Hussein memiliki jaringan atau komplotan.
Sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus tersebut, selang beberapa jam setelah pelaku
ditembak mati, aparat keamanan Denmark meluncurkan serangkaian razia di seluruh
Kopenhagen.
Polisi, Senin (16/2), mengatakan pihaknya telah menangkap dua orang yang diduga
membantu El-Hussein. Polisi di Kopenhagen mengatakan penangkapan itu dilakukan pada
Minggu (15/2) dan keduanya akan menghadapi sidang penahanan pada Senin (16/2).
Dukungan dunia

Ekspresi simpati dan dukungan bagi Denmark datang dari berbagai penjuru dunia setelah
insiden penembakan tersebut. Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt menyebut
aksi itu sebagai tindakan teror yang sinis.
Masyarakat Denmark merasa syok karena negara Skandinavia itu terkenal damai dan tenang.
Bahkan, Kopenhagen menyandang predikat sebagai kota yang paling layak huni di dunia.
Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengutuk serangan itu dan menyeru kepada
masyarakat untuk menghormati dan mendukung toleransi dan kebebasan berpendapat.
Tidak ada pembenaran untuk serangan terhadap warga sipil dan (Ban) menegaskan kembali
perlunya untuk berdiri kuat guna mendukung kebebasan berekspresi dan toleransi, kata juru
bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan. Tidak ada ruang untuk antisemitisme atau bentuk diskriminasi rasial, etnik, atau agama di dunia saat ini.
Dari kawasan Timur Tengah, Arab Saudi turut mengecam serangan di Denmark dan serangan
bersenjata yang membunuh warga muslim di Amerika Serikat (AS). Seperti dikutip Saudi
Press Agency, negara kerajaan itu menyebut kedua kasus penyerangan tersebut sebagai aksi
teroris.
Di bagian lain, AS menyatakan dukungan untuk Denmark dan mengutuk serangan itu serta
menyampaikan dukacita bagi keluarga korban. Belasungkawa kami yang terdalam untuk
keluarga korban yang tewas dan petugas keamanan yang terluka dalam serangan teror
tersebut, ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Jen Psaki. (AFP/AP/I-2)

Israel Undang Warga Yahudi Eropa Eksodus


DALAM merespons dua kasus penembakan di Denmark yang salah satunya menyasar rumah
ibadat Yahudi atau sinagog, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Minggu
(15/2) waktu setempat, mendesak orang-orang Yahudi Eropa untuk pindah ke Israel.
Israel adalah rumah Anda. Kami sedang mempersiapkan dan menyerukan penyerapan
imigrasi massal (warga Yahudi) dari Eropa, ungkap Netanyahu dalam sebuah pernyataan,
mengulangi seruan yang sama setelah teror serangan bersenjata di Paris, Prancis, bulan lalu
ketika empat orang Yahudi termasuk di antara korban yang tewas.
Netanyahu mengatakan pemerintah Israel mengadopsi rencana dengan anggaran US$45 juta
untuk mendorong penyerapan imigran dari Prancis, Belgia, dan Ukraina. Untuk orang-orang
Yahudi dari Eropa dan orang-orang Yahudi di dunia, saya mengatakan bahwa Israel sedang
menunggu Anda dengan tangan terbuka, tegas Netanyahu.
Dia menggarisbawahi bahwa di saat sentimen anti-Semitisme di Eropa meningkat, Israel
adalah satu-satunya tempat bagi orang-orang Yahudi di dunia untuk mendapatkan
kenyamanan dan keamanan.
Namun, komentar Netanyahu itu memicu kemarahan dari Kepala Rabbi Kopenhagen, Jair
Melchior, yang mengatakan dia kecewa dengan pernyataan tersebut.
Orang-orang dari Denmark pindah ke Israel karena mereka mencintai Israel, karena
Zionisme, bukan karena terorisme, kata Melchior.Jika cara kita berurusan dengan teror
adalah dengan lari ke tempat lain, kita semua sebaiknya lari ke pulau terpencil, imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman mengirim ungkapan
belasungkawa kepada rekan sejabatnya dari Denmark Martin Lidegaard atas serangan
mematikan itu. Dia mengatakan Israel menghargai kerjasama Denmark dalam menjaga
keamanan warga Israel dan Yahudi di negara itu.
Di bagian lain, Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt menyatakan dukungan
bagi komunitas Yahudi, dengan mengatakan kepada wartawan, Mereka bagian dari
Denmark. Mereka adalah bagian dari komunitas kami yang kuat dan kami akan melakukan

segala yang kami bisa untuk melindungi komunitas Yahudi di negara kami.
(AFP/AP/Hym/I-2)

Mesir Serang Balik Islamic State

Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan negaranya berhak melakukan respons
atas aksi Islamic State yang dia sebut biadab itu.
MESIR, kemarin, melancarkan serangan udara dengan menargetkan kelompok ekstremis
Islamic State (IS) di Libia. Serangan itu merupakan balasan atas eksekusi 21 warga Kristen
Koptik Mesir yang diklaim IS lewat rekaman video.
Jet tempur F-16 Mesir dikerahkan kemarin pagi dan mengebom markas IS di wilayah Derna,
Libia Timur, termasuk pusat pelatihan dan gudang senjata IS. Menurut Mohamed Azazza,
juru bicara Perdana Menteri Libia Abdullah al-Thinni, Delapan serangan sudah dilancarkan
di Derna. Menurut rencana, menargetkan semua lokasi IS di seluruh Libia. Sejauh ini, belum
ada laporan kerusakan ataupun korban akibat serangan balasan Mesir itu.
Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyatakan negaranya berhak merespons aksi IS yang
mengeksekusi 21 warga Mesir yang dia sebut aksi biadab. Mesir dan seluruh dunia sedang
dalam perang sengit melawan kelompok ekstremis, serunya.
Pada Minggu (15/2), kelompok IS Libia merilis rekaman yang menayangkan eksekusi 21
warga Mesir. Dalam video itu terlihat para sandera mengenakan setelan oranye dengan tangan
diborgol dieksekusi sekelompok milisi berbaju hitam. Lokasinya diyakini salah satu lepas
pantai di Tripoli, Libia. Para sandera yang ditangkap ialah pekerja asal Mesir dan penganut
Kristen Koptik. Mereka ditangkap pada Desember dan Januari lalu di Sirte, Libia Timur.
Salah satu pelaku eksekusi menodongkan sebilah pisau ke arah kamera dan mengatakan,
Kami bersumpah atas nama Allah, darah kalian akan tumpah di laut tempat kalian
menyembunyikan jenazah Osama bin Laden.
Pada pemberitaan di majalah daring Dabiq, IS menyatakan ada 21 sandera yang mereka tahan
di Libia. Sementara itu, pada video berdurasi 5 menit yang pengambilan gambarnya
dilakukan dari beberapa sudut, terlihat setidaknya 10 sandera sudah dieksekusi.

Setelah rekaman itu dirilis, Presiden Al-Sisi langsung mengadakan pertemuan darurat di
Kairo, Mesir, dengan badan keamanan nasional, menteri pertahanan dan dalam negeri, serta
sederet tokoh militer. Al-Sisi juga mengumumkan hari berkabung nasional selama tujuh hari.
Gereja Koptik mengeluarkan pernyataan bahwa para pembunuh tersebut akan diadili dengan
seadil-adilnya. Adapun Al-Azhar, pusat pendidikan Islam terkemuka di Kairo, mengutuk
pembunuhan yang dilakukan IS yang disebutnya barbar itu.
Gedung Putih di Amerika Serikat juga mengecam eksekusi teranyar IS itu sembari
menyatakan, Tingkat kekejaman yang ditunjukkan IS semakin menguatkan tekad dunia
untuk bersatu melawan IS. Adapun Presiden Prancis Francois Hollande mengungkap
keprihatinannya atas ekspansi IS yang meluas ke Libia. (AFP/BBC/Pra/I-1)

Jalan Terjal Perdamaian di Timur Ukraina

Karena tidak ada kondisi yang benar-benar mengikat dan menjadi kepentingan
bersama, kesepakatan itu dengan enaknya dilanggar.
KESIBUKAN Sergei Supron tidak berkurang. Bahkan, ritme pacunya meningkat dari harihari berat yang pernah dia lalui sebelumnya.
Padahal, Minggu (15/2), Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri
peperangan di wilayah timur Ukraina yang telah merenggut nyawa tidak kurang dari 5.480
orang.
Selang beberapa hari, bahkan dalam hitungan jam menjelang kesepakatan diteken di Minsk,
ibu kota Belarus, dan berlaku efektif pada Minggu (15/2) pukul 00.00, pertempuran intens
terjadi bahkan meningkat. Tidak ayal, itu membuat Supron skeptis akan komitmen semua
pihak yang terlibat dalam perundingan.
Kemarin saya mengevakuasi anak-anak ke kamar mayat. Gencatan senjata seperti yang
Anda benar-benar harapkan? tanya Supron, mengacu kepada serangan roket di Kota
Artemivsk, Donetsk Oblast, yang menewaskan tiga orang, termasuk bocah berusia tujuh
tahun, Jumat (13/2).
Supron ialah seorang relawan yang mengoperasikan mobil ambulans bersama kelompok sipil
di medan pertempuran Ukraina. Saban hari, Supron dan rekannya menuju garis depan untuk
mengevakuasi korban yang terluka dan tewas, khususnya warga sipil. Pria asal Kiev, ibu kota
Ukraina, itu dalam kehidupan sipilnya bekerja di bidang jasa periklanan.
Kesepakatan gencatan senjata dihasilkan lewat perundingan yang berlangsung alot antara
Rusia, mewakili kelompok pemberontak, dan Ukraina yang dimediasi Kanselir Jerman
Angela Merkel dan Presiden Prancis Francois Hollande. Presiden Ukraina Petro Poroshenko
sempat menuding pemimpin Rusia, Vladimir Putin, memasukkan persyaratan yang tidak
masuk akal ke perundingan.

Para analis melihat kesepakatan gencatan senjata itu masih menyisakan pertanyaan berduri
pada penyelesaian konflik Ukraina yang berlangsung sejak April tahun lalu.
Kesepakatan tersebut tidak menjamin pertempuran tidak akan berlanjut di masa depan.
Pasalnya, analis melihat perjanjian yang ditandatangani Kiev dan pemberontak itu
meninggalkan banyak masalah paling sensitif yang belum terselesaikan, yaitu soal kedalaman
desentralisasi, kontrol perbatasan Ukraina-Rusia, dan ukuran wilayah separatis yang akan
diberikan hak otonomi.
Tidak jelas bagaimana solusi jangka panjang akan dihasilkan dari kesepakatan saat ini, ujar
Nikolai Petrov, profesor di Higher School of Economics yang berbasis di Moskow, ibu kota
Rusia, kepada AFP.
Petrov membandingkan kesepakatan damai di Minsk itu dengan kesepakatan gencatan senjata
sebelumnya yang disepakati pada September tahun lalu. Karena tidak ada kondisi yang benarbenar mengikat dan menjadi kepentingan bersama, kesepakatan itu dengan enaknya
dilanggar.
Tidak mungkin mengharapkan solusi jangka panjang yang serius untuk masalah ini sampai
menjadi jelas bagaimana situasi politik akan berkembang di Kiev dan kondisi-kondisi yang
akan mengikat antara Rusia dan Barat.
Amerika versus Rusia
Konflik peperangan di Ukraina, khususnya di wilayah timur, bermula dari protes massa
berskala besar yang menolak kebijakan mantan Presiden Viktor Yanukovych yang ingin
membawa Kiev beraliansi dengan Moskow. Sebagian besar warga dan kalangan
menginginkan negara bekas koloni Uni Soviet itu bergabung dengan Barat atau Uni Eropa.
Ekonom Jerman yang menjabat Chief Economist pada Berenberg Bank untuk kantor di
London, Inggris, Holger Schmieding, menilai kesepakatan gencatan senjata itu setidaknya
menghapus kemungkinan Amerika Serikat (AS) dan negara Barat lainnya memasok senjata
defensif untuk Ukraina.
AS memang pihak yang paling keras merespons Rusia terkait dengan konflik di Ukraina,
terlebih setelah Moskow mencaplok Semenanjung Krimea.
Selain menuding Rusia terlibat membantu pemberontak dan mengerahkan pasukannya,
Washington berkeras akan mempertimbangkan pengiriman persenjataan bagi pasukan
Ukraina agar mampu mengimbangi kemampuan pemberontak.
Para pengamat telah memperingatkan bahwa jika Washington terlibat secara militer di
Ukraina, konflik regional yang telah menewaskan lebih dari 5.480 jiwa bisa memasuki tahap
baru yang berbahaya dan menjadi perang proxy antara Rusia dan Barat.

Eugene Rumer, direktur program Rusia di Carnegie Endowment for International Peace,
mengatakan perdebatan apakah AS bakal mempersenjatai Kiev tidak mungkin mereda.
Suara-suara di Hill (merujuk pada sebuah website politik terkemuka AS) dalam mendukung
persenjataan Ukraina berkembang lebih keras dan lebih tegas jika, seperti yang saya takutkan,
perjanjian itu tidak memenuhi apa yang semua orang inginkan, tukasnya.
Schmieding bahkan menambahkan pernyataan yang mengkhawatirkan. Dia berujar bahkan
jika Moskow dan pemberontak menghormati perjanjian tersebut, kesepakatan masih
memungkinkan mereka untuk menyerbu pusat kereta api strategis di Kota Debaltseve. Itu
sangat krusial mengingat Dabaltseve juga menjadi andalan pertahanan pasukan Ukraina.
Setelah pembicaraan damai di Minsk, Putin dengan tegas menyiratkan bahwa pertempuran
dekat Debaltseve merupakan sebuah poin kunci yang mencuat dalam negosiasi. Ia
mengatakan pemberontak telah mengepung hingga 8.000 tentara Ukraina dan mengharapkan
mereka untuk meletakkan senjata. Tentara Ukraina membantah klaim tersebut.
Menurut laporan, Kiev menuding Rusia sengaja memerintahkan separatis untuk terus
menggempur dan merebut wilayah di tengah proses negosiasi berlangsung. Hal itu supaya
daerah yang akan diberi hak otonomi menjadi luas, yaitu sesuai dengan batas wilayah yang
dikuasai pemberontak. Cakupan pemberian otonomi memang diperdebatkan alot dalam
perundingan.
Analis keamanan Pavel Felgenhauer mengatakan kedua pihak sebaiknya mengambil napas
dan dalam hal apa pun pertempuran membawa dampak yang sulit dicairkan.
Mustahil bagi pemberontak untuk maju lebih lanjut tanpa intervensi Rusia dan penggunaan
infrastruktur penerbangan, kata dia kepada AFP.
Sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertempur. Saatnya untuk melunakkan (sikap),
imbuhnya.
Meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diraih, buramnya perdamaian di timur Ukraina
terus menyeruak. Seorang juru bicara militer mengatakan pasukan Ukraina mengalami
gempuran 60 kali dalam beberapa jam setelah gencatan senjata mulai berlaku. Juru bicara itu
mengatakan Kota Debaltseve telah menjadi panggung pertempuran yang eskalasinya
mengalami peningkatan.
Monitor dari Organisasi Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE), Michael Bociurkiw,
mengatakan, Telah terjadi baku tembak artileri (di Debaltseve) dan saya percaya
(pertempuran) sedang berlangsung.
Para pemantau OSCE setuju bahwa gencatan senjata tampaknya secara umum berlaku efektif,
tapi mereka mengeluh tidak diberi akses ke Debaltseve. (AFP/BBC/ The Guardian/I-2)

haufan_hasyim@mediaindonesia.com

Cuma Ingin Perang Berakhir

Akibat luncuran roket Grad yang mendarat di pekarangan, rumah sakit tempat Irina
bekerja harus menutup unit persalinan dan mengevakuasi para pasien. Kini, jendelajendela rumah sakit hanya ditutupi lembaran-lembaran plastik.
IRINA mengaku lelah. Saya sudah tidak peduli lagi kita ini berada di bawah pemerintahan
Ukraina atau kelompok separatis! Saya cuma ingin perang berakhir dan perdamaian terwujud
di sini, seru dokter berusia 40-an tahun yang berdinas di Donetsk, Ukraina Timur, itu.
Pekan lalu, serangan kerap terjadi di dekat rumah sakit tempat dia bekerja.
Irina enggan memberi tahu nama belakangnya. Namun, dia mengaku memang mendukung
pemerintah pro-Barat yang berkuasa setelah Presiden Viktor Yanukovych yang pro-Rusia
lengser setahun silam.
Saya memang mendukung ide-ide pro-Eropa waktu aksi-aksi protes melawan Yanukovych
terjadi di Kiev. Saya pun selalu membela Ukraina. Namun, sekarang, semua itu sudah tidak
penting lagi buat saya. Saya sudah tidak peduli apakah saya bakal jadi warga Rusia atau tetap
Ukraina. Terserah saja, yang penting perang ini berakhir! keluhnya.
Irina bekerja di Dokuchaevsk, sebuah kota kecil berpopulasi 24 ribu jiwa yang berlokasi
sekitar 40 kilometer arah selatan Donetsk, wilayah pendudukan kelompok separatis.
Kota itu pun berada di wilayah pertambangan dolomit, jenis mineral yang digunakan sebagai
bahan baku industri logam.
Dokuchaevsk diambil alih kelompok separatis pro-Rusia menjelang perundingan damai di
Minsk, Belarus, pada September 2014.
Sesuai dengan kesepakatan perundingan saat itu, garis demarkasi ditetapkan di situ. Pasukan
separatis diposisikan di sana tetapi tidak ada laporan penembakan yang terjadi.

Akibat luncuran roket Grad yang mendarat di pekarangan, Sabtu (7/2), rumah sakit tempat
Irina bekerja harus menutup unit persalinan dan mengevakuasi para pasien.
Gara-gara roket itu pula, kaca-kaca jendela rumah sakit pecah berkeping-keping. Kini,
jendela-jendela rumah sakit hanya ditutupi lembaran-lembaran plastik.
Ketiga kali
Pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok pro-Rusia telah mencapai
Dokuchaevsk dalam beberapa pekan belakangan. Posisi pemerintahan terdekat dilaporkan
berjarak 10 kilometer saja dari perbatasan kota.
Menurut pihak rumah sakit, serangan semakin intens semenjak Januari lalu. Ini ketiga
kalinya rumah sakit kami kena serangan, kata kepala dokter Sergei Petrovich.
Dia mengaku tidak tahu kenapa wilayah di sekitar rumah sakit menjadi sasaran serangan.
Kami sebenarnya punya ruang bawah tanah yang luas, yang bisa digunakan sebagai tempat
perlindungan. Akan tetapi, kami tidak pernah bisa menebak kapan serangan terjadi, jadi
apalah yang bisa kami perbuat? ucap Petrovich dengan nada putus asa.
Sebelum serangan kian intens, jumlah pasien di rumah sakit Dokuchaevsk itu mencapai 200
orang. Kini, rumah sakit hanya menerima sekitar 60 pasien saja.
Rumah sakit pun mendapatkan obat-obatan sebagai bantuan kemanusiaan, utamanya dari
organisasi internasional termasuk Medecins Sans Frontieres dan Palang Merah Internasional.
Unit operasi di rumah sakit itu juga mengandalkan dua genset jika serangan terjadi dan listrik
diputus.
Kota kosong
Salah satu pasien yang masih dirawat di rumah sakit di Dokuchaevsk itu ialah Nadezhda
Zhdanova, 76. Dia masuk rumah sakit pada 5 Februari karena luka-luka akibat pecahan
peluru.
Rumah saya porak-poranda. Saya sempat mendengar suara keras, tapi setelah itu saya tidak
ingat apa-apa lagi, kata Zhdanova yang kepalanya dibalut perban, wajahnya penuh luka
gores, juga kaki dan tangan kirinya bengkak.
Dia tidak bisa bangkit dari ranjang dan mengalami kesulitan mendengar. Itu berarti dia akan
sulit mendengar suara serbuan roket jika ada serangan terjadi.
Tidak jauh dari rumah sakit itu, dekat sebuah pasar, Vladimir Ivanovich, 47, juga menutupi
jendela-jendela rumahnya dengan lembaran-lembaran plastik. Mereka menembaki setiap

hari. Jika mampu dan sempat, kami langsung pergi ke ruang bawah tanah untuk berlindung.
Namun, seringnya kami tidak punya waktu, ucap dia.
Di bangunan apartemen tempat Ivanovich tinggal itu, semua jendela kaca telah hancur
berkeping-keping. Yang tertinggal hanyalah kusen. Meski begitu, untungnya, tidak ada
korban jiwa di situ. Karena hampir semua warga di sini sudah mengungsi sejak akhir Januari
lalu. Apalagi waktu itu pernah ada beberapa warga kota terbunuh saat pasukan pemerintah
bertempur untuk merebut kota dari kelompok pemberontak, kisah Ivanovich.
Kota Dokuchaevsk rupanya memang telah ditinggal pergi warganya. Menurut Irina sang
dokter tadi, Saya perkirakan hanya tinggal sepertiga populasi yang masih ada di
Dokuchaevsk. Selebihnya sudah mengungsi. (AFP/Wendy Mehari Utami/I-2)

Korut Rayakan HUT Kim Jong-il


KOREA Utara (Korut) merayakan ulang tahun mendiang penguasa negara komunis itu, Kim
Jong-il, Senin (16/2), dengan pesta kembang api spektakuler, promosi jabatan militer
berpangkat tinggi, dan aksi para pejabat senior yang menyatakan berjanji setia kepada
pemimpin saat ini, Kim Jong-un.
Kim Jong-il meninggal pada Desember 2011 dan posisinya sebagai pemimpin Korut
digantikan putranya, Kim Jong-un.
Langit Ibu Kota Pyongyang tampak berwarna-warni berkat pentas kembang api besarbesaran, Minggu (15/2) malam, untuk merayakan apa yang dikenal sebagai Day of the
Shining Star.
Untuk menandai tanggal 16 Februari yang bertepatan dengan kelahiran ayahnya, Kim Jongun mempromosikan puluhan petugas militer, Minggu (15/2). Juga di hari yang sama, ribuan
pejabat militer dan senior partai berkumpul di sebuah aula besar di Pyongyang. Mereka
berada di sana untuk menyatakan sumpah setia kepada dinasti Kim.
Semua anggota partai dan rakyat harus terus mengikuti langkah-langkah jenderal besar
(Jong-il) ... di bawah komando Kim Jong-un, ungkap Choe Ryong-hae, salah satu dari
pembantu terdekat Kim yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai
Pekerja.
Sebagai bentuk penghormatan, Kim melakukan kunjungan tengah malam ke makam tempat
jasad Kim Jong-il dibalsam, kata kantor berita KCNA yang dikelola negara Korea Utara.
Dengan didampingi sekelompok besar senior partai dan militer, Kim membungkuk dalamdalam memberi penghormatan di Kumsusan Palace of the Sun, tempat Kim Jong-il
disemayamkan.
Peringatan hari kelahiran dan kematian Kim Jong-il dan ayahnya, pendiri negara itu yaitu
Kim Il-sung, ditetapkan sebagai hari libur besar pada kalender tahunan Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan bertepatan dengan ulang tahun mendiang pemimpin Korut itu,
lembaga Human Rights Watch yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan Kim Jong-il
patut diingat sebagai salah satu pemimpin yang paling brutal dan represif di dunia.
Selama masa 17 tahun pemerintahannya, Kim bertanggung jawab atas kelaparan terburuk di
negara itu dan melakukan kejahatan sistematis terhadap kemanusiaan kepada rakyatnya
sendiri, kata lembaga pemantau hak asasi manusia dan demokrasi itu. (AFP/Hym/I-2)

Bicara Diplomasi dengan Emoji

MENTERI Luar Negeri Australia Julie Bishop mengaku senang menggunakan emoticon atau
emoji, yakni ideogram alias penggunaan karakter grafis dalam pembicaraan daring. Dia
bahkan melakukan wawancara politik pertama di dunia menggunakan emoji.
Laman daring Buzzfeed, kemarin, menanyakan berbagai hal kepada Bishop, dari urusan
pemerintahan Australia, hubungan diplomatik dengan negara lain, hingga binatang
kesukaannya. Bishop harus menjawab semua pertanyaan itu dengan emoji. Menlu menerima
tantangan ini dengan bersemangat dan gembira, ujar juru bicara kementerian luar negeri
Australia.
Saat ditanya mengenai Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang dikenal gemar
berolahraga, Bishop menampilkan emoji laki-laki yang sedang berlari. Terkait dengan
Menteri Komunikasi Malcolm Turnbull yang digadang-gadang akan bersaing dengan Abbott
untuk posisi perdana menteri, perempuan kelahiran 17 Juli 1956 itu menampilkan emoji
telepon seluler.
Bishop lantas ditanya pendapatnya mengenai Presiden Rusia Vladimir Putin. Untuk tokoh
satu itu, Bishop menampilkan karakter emoji wajah merah dan mata galak.
Bishop kemudian menggambarkan hubungan diplomatik antara Australia dan sekutu utama
mereka, Amerika Serikat, dengan emoji jempol, tanda centang, dan muka tersenyum. Adapun
hubungan diplomatik Negeri Kanguru dengan mitra dagang terbesar mereka, Tiongkok,
digambarkan Bishop dengan sederet karakter yang hampir sama, yaitu jempol, tanda centang,
disertai emoji wajah tersenyum berkacamata hitam.
Ketika diminta menggambarkan hubungan diplomatik Australia dan Indonesia yang tengah
memanas terkait dengan rencana Indonesia untuk menghukum mati dua warga negara
Australia, perempuan lulusan University of Adelaide itu menampilkan emoji jempol, tanda
centang, juga wajah sedih.

Bishop pun mengaku punya emoji favorit. Sang menlu menjawab dengan mengirim satu
emoji berupa wajah yang tengah mengedipkan satu mata sembari meniupkan ciuman,
lengkap dengan gambar jantung hati merah. (AFP/Buzzfeed.com/Basuki Eka Purnama/I-1)

Uang Hilang di Tokyo Dapat Kembali

WARGA ibu kota Jepang, Tokyo, boleh dibilang terjujur di dunia. Tahun lalu, menurut
Kepolisian Metropolitan Tokyo, pihaknya menerima uang hilang senilai 3,34 miliar yen atau
US$28 juta (sekitar Rp3,6 triliun) dari warga yang menemukan uang tak bertuan. Tiga
perempat di antaranya, atau 74%, bahkan bisa dikembalikan ke pemilik asli uang itu.
Salah satunya ialah seorang laki-laki yang menemukan tas olahraga berisi uang senilai
US$155 ribu (sekitar Rp2 miliar). Dengan uang itu, si laki-laki bisa saja membeli sebuah
mobil mewah Maserati Gran Turismo MC atau apartemen kecil di Tokyo. Namun, bukan itu
yang dia lakukan. Uang sebanyak itu, seperti seharusnya, dia serahkan kepada polisi.
Berdasarkan undang-undang di Jepang, jika suatu barang tidak diklaim dalam tiga bulan,
orang yang menemukan dan menyerahkan barang itu kepada polisi berhak memiliki barang
tersebut.
Luar biasanya, uang hilang sebanyak 390 juta yen (sekitar Rp41,9 miliar) justru masuk ke kas
Pemerintah Kota Tokyo. Pasalnya, tidak ada yang mengklaim uang itu dalam tiga bulan dan
warga yang menemukan lantas menyerahkan uang itu kepada polisi pun menolak
menggunakan hak mereka untuk menyimpan uang itu.
Media massa Jepang membeberkan kisah kejujuran warga Tokyo itu untuk menggambarkan
betapa amannya Negeri Matahari Terbit itu. Urusan keamanan itu menjadi salah satu kunci
keberhasilan Tokyo memenangi persaingan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020.
Lebih hebat lagi, keamanan Jepang juga diakui banyak turis asing yang kehilangan dompet
atau paspor, lalu berhasil mendapatkannya kembali. (AFP/Bas/I-1)

ROLENE STRAUSS

Terkesan dengan Car Free Day


SYARIEF OEBAIDILLAH

Saat usianya delapan tahun, Rolene Strauss menyaksikan penobatan Jo-Ann Strauss
sebagai Miss South Africa. Dirinya kemudian mulai bermimpi dan berusaha
mewujudkan keinginannya untuk menjuarai kontes serupa. Mimpi itu terwujud 14
tahun kemudian.
MISS World 2014 Rolene Strauss, 22, datang ke Indonesia untuk menghadiri malam puncak
pemilihan Miss Indonesia 2015 yang terselenggara tadi malam. Wanita asal Afrika Selatan
tersebut mengaku kunjungan pertamanya ke Indonesia ini memberikan kesan mendalam.
Saya terkesan, apalagi ketika Minggu pagi saya membuka jendela hotel, saya melihat ada
car free day. Saya melihat orang-orang beraktivitas, seru sekali, jelas perempuan kelahiran
22 April 1992 tersebut.
Mahasiswa kedokteran di Universitas Free State di Bloemfontein itu juga merasa penduduk
Indonesia sangat ramah dan hangat. Mereka mudah tersenyum, saya sangat suka itu,
tuturnya dalam acara press conference penyambutan dirinya yang digelar di Plaza Indonesia,
Jakarta Pusat, kemarin.
Setelah sempat mencicipi kuliner di seputar Jakarta ditemani Miss Indonesia 2014, Maria
Rahajeng, dirinya juga mengaku menyukai makanan tradisional Indonesia seperti mi, satai
ayam, dan nasi goreng kambing. Makanannya enak sekali, bikin ketagihan, lanjutnya.
Selain mengagumi kuliner, Strauss takjub dengan para finalis Miss Indonesia 2015 kali ini
karena menurutnya, para finalis memiliki mental yang kuat dan seakan tidak ada beban dalam
diri mereka.
Dengan kehadirannya di Indonesia, ia berharap dapat memberikan pesan inspirasi bagi para
finalis Miss Indonesia 2015 dan bagi masyarakat Indonesia. Menurut pendapatnya, para
perempuan Indonesia harus selalu menjadi diri sendiri sekaligus menghargai diri sendiri,
begitu pula dengan finalis Miss Indonesia 2015 terpilih.
Pengalaman berharga
Sebagai Miss World, Strauss merasa pengalamannya selama ini merupakan anugerah.
Terpilih menjadi Miss World membuat dirinya bisa melakukan banyak hal dengan mudah.
Saya sendiri saat ini sekolah di jurusan kedokteran. Dengan menjadi dokter, saya bisa
berbagi dengan sesama. Hal ini sama dengan menjadi Miss World. Saya merasa bisa lebih
banyak membantu sesama, lanjutnya.
Selain membantu sesama, dirinya merasa pengalaman berharganya tersebut didapat karena ia
bisa berkeliling ke berbagai negara dan mengenal banyak macam kebudayaan. Mengenal
dunia itu menyenangkan, pengalaman yang tak akan terlupakan seumur hidup, tutur

perempuan yang dinobatkan sebagai Miss World di London, Inggris, pada 14 Desember
tahun lalu itu.
Meski telah menjelajah berbagai negara karena tugasnya sebagai Miss World 2014, Strauss
menyatakan keinginannya untuk datang kembali ke Indonesia. Saya senang sekali bisa
berada di Indonesia. Semoga bisa kembali lagi lain waktu, jelas Strauss sembari tersenyum
lebar.
Menjadi Miss World bagi Strauss juga bukan soal kecantikan luar saja sebab ia banyak
merenungi karakter dalam dirinya sendiri dan belajar menjadi orang yang tidak egois.
Saya harus paham dan mengerti karakter saya sendiri tanpa melihat karakter orang lain,
belajar menghargai diri sendiri, dan mengerjakan semua hal mulai dari hal sepele. Itu yang
saya dapatkan ketika menyandang predikat Miss World, tuturnya. (*/H-5)
oebay@mediaindonesia.com

Menpora Diminta tidak hanya Urusi PSSI


SATRIA SAKTI UTAMA

Selain sisi positif, sisi negatif dari kemungkinan mundurnya kick-off kompetisi ISL juga
banyak.
KEMENTERIAN Pe muda dan Olahraga dinilai terlalu mengurusi sepak bola. Padahal
cabang-cabang olahraga lain juga butuh perhatian.
Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Dikhawatirkan, cabangcabang olahraga lain akan iri.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi X DPR, Muslim, kemarin. Menurut anggota Fraksi
Demokrat itu, Menpora Imam Nahrawi seharusnya tidak hanya berkutat pada isu PSSI.
Menpora tidak perlu takut kehabisan isu dengan hanya berkutat pada urusan PSSI. Menpora
masih punya PR besar lain yang bisa jadi bom waktu seperti perseteruan hukum antara KONI
dan KOI, kata Muslim.
Selain itu, soal duplikasi program kepanduan di Kemenpora dengan Gerakan Pramuka,
persiapan SEA Games 2015 di Singapura, PON XIX 2016 di Jawa Barat, Olimpiade 2016 di
Brasil, Asian Games 2018 di Indonesia, dan banyak isu lainnya.
Menpora disebut Muslim juga tidak boleh gegabah dalam mengeluarkan kebijakan, apalagi
yang bisa berdampak luas. Salah satunya soal rekomendasi penundaan kick-off ISL sebab itu
berarti Menpora mengingkari kesimpulan rapat kerja dengan Komisi X DPR yang
ditandatanganinya bersama Ketua Komisi X DPR Teuku Riefky Harsya di hadapan 40-an
anggota dewan dan seluruh jajaran eselon I dan II Kemenpora.

Saya khawatir, jika ISL ditunda, itu akan berdampak para pemilik klub, atlet, wasit, sponsor,
dan para pecinta sepak bola, tandasnya.
Pada bagian lain, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein juga mengungkapkan
kekecewaannya dengan BOPI dan Tim Sembilan yang meminta kick-off ISL ditunda.
Menurut Djohar, usulan penundaan ISL itu sangat tidak etis karena akan merugikan
persepakbolaan Indonesia. Pasalnya perhelatan kompetisi di Indonesia sebenarnya sudah
terlambat. Seharusnya kompetisi dimulai sejak Januari lalu, tapi diundur menjadi 20 Februari.
Jika kita tidak selesai kompetisi, artinya kita tidak punya juara sesuai jadwal AFC. Kita tidak
bisa kirimkan ke level selanjutnya, ujar Djohar.
Selain itu, penundaan itu akan merugikan klub-klub sepak bola Indonesia karena akan banyak
biaya yang terbuang dengan sia-sia terutama soal kontrak pemain. Apalagi dengan kontrak
pemain, wah, bisa melumpuhkan klub itu sendiri, lanjutnya.
Proses verifikasi
Pada bagian lain, Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengaku masih terus
melakukan verifikasi dokumen tambahan klub-klub peserta kompetisi Indonesia Super
League (ISL). Menurut Ketua Umum BOPI Noor Aman, ada tambahan 14 item dokumen
yang diserahkan PT Liga.
Menurut dia, BOPI menyambut positif keseriusan klub-klub dan PT Liga dalam melengkapi
dokumen yang dipersyaratkan. Memang ada banyak dokumen lain yang harus mereka
serahkan, terutama kontrak pemain dan bukti pembayaran pajak. Untuk itu, kami berharap
klub-klub dan PT Liga lebih proaktif, tukasnya.
Sementara itu, Presiden Sriwijaya FC, Dodi Reza Alex, meminta BOPI bersikap proporsional
dan profesional terkait dengan verifikasi klub. Akibat persyaratan yang diberlakukan terlalu
ketat, PT Liga kesulitan dalam menentukan jadwal ISL. (R-4)
satria@mediaindonesia.com