Anda di halaman 1dari 28

TUGAS MAKALAH TEORI AKUNTANSI

(Pembentukan Prinsip-prinsip dan Penetapan Kebijakan Akuntansi)

Disusun oleh KELOMPOK 2:


Ajeng Rahmawati (1202120037)
Raden Andry Ardiansyah (1202120059)
Galang Pandu Aranza (1202124049)

AKUNTANSI B
TELKOM UNIVERSITY
Jalan Telekomunikasi terusan Buah Batu Bandung
info@telkomuniversity.ac.id
2015

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta
hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
bertemakan tentang Pembentukan Prinsip-prinsip dan Penetapan Kebijakan Akuntansi ini.
Semoga atas dibuatnya makalah ini bisa memberikan sedikit ilmu yang bermanfaat. Meskipun
kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang
kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar tugas ini
dapat lebih baik lagi.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Bandung, 3 Februari 2015


Penyusun

Kelompok 2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................................ ii
DAFTAR ISI.................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................................. 5
BAB II PEMBAHASAN................................................................................................... 7
PENCARIAN PRINSIP-PRINSIP..................................................................................... 7

PENCARIAN DIMULAI...................................................................................... 7

PENCARIAN DIPERCEPAT.................................................................................9

PENCARIAN BERGESER.................................................................................. 10

PENCARIAN DENGAN MELIHAT KE BELAKANG...............................................15

PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI.......................................................................17

ALTERNATIF-ALTERNATIF.............................................................................. 17

KONSEKUENSI SOSIAL DAN EKONOMI KEBIJAKAN AKUNTANSI......................20

REGULASI AKUNTANSI : PRO DAN KONTRA....................................................21

MENGELOLA KEBIJAKAN AKUNTANSI............................................................24

BAB III PENUTUP........................................................................................................ 27


KESIMPULAN....................................................................................................... 27
DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... 28

BAB I PENDAHULUAN
PENCARIAN PRINSIP-PRINSIP
Setiap laporan keuangan yang diperiksa sekarang ini dilampiri laporan auditor yang
membuktikan ketaatannya pada prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally
accepted accounting principles).Tetapi apa sebenarnya prinsip-prinsip ini? Apakah itu sama
dengan yang ada dalam buku teks Dasar-dasar Akuntansi? Dan siapa yang memutuskan bahwa
prinsip-prinsip apa yang berlaku dan seberapa luas itu harus berlaku sebelum dianggap sebagai
berlaku umum? Apa yang terjadi jika prinsip-prinsip ini diwajibkan oleh SEC, tetapi katakanlah
tidak disetujui oleh akuntan praktis, seperti yang telah terjadi? Apakah hal itu kemudian
bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum?Apa yang tejadi ketika
akuntan kepala SEC menyimpulkan bahwa prosedur-prosedur yang begitu diikuti secara umum
di antara akuntan sebagai sesuatu yang dianggap teladan penting pada dasarnya tidak selalu
baik?Dan mengapa kita pertama-tama membutuhkan prinsip - prinsip ini? Pertanyaan
pertanyaan ini tidak pernah terjawab secara memuaskan dan telah membentuk tahapan untuk
suatu debat berkelanjutan mengenai apa yang secara tepat mempakan prinsip - prinsip akuntansi
yang berlaku umum (GAAP), apa sebenarnya arti istilah prinsip, dan bagaimana prinsip-prinsip
ini bisa dituninkan, jika memang demikian Bab ini mengiraikan debat-debat tersebut seperti yang
telah berkembang sepanjang 50 atau 60 tahun terakhir. Bagian pertama berhubungan dengan
bagaimana kata tersebut dipilih dan usaha selanjutnya adalah untuk memberinya artii Bagian
kedua mengembangkan suatu pendekatan pada pembentukan teori yang menggunakan konsep
postulat. Bagian ketiga beralih ke pendekatan yang lebih baru, Sisa bab ini adalah suatu tinjauan
kritis atas kerangka dasar teroritis yang dikembangkan oleh FASB. Bab-bab selanjutnya
membahas lebih jauh perkembangan revolusioner dalam teori yang telah terjadi dalam dua
dekade terakhir.
PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan akuntansi adalah batang tubuh standar akuntansi, pendapat, penafsiran, aturan, dan
regulasi yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan dalam pelaporan keuangan mereka.
Kebijakan akuntansi suatu perusahaan mencakup metode-metode untuk menerapkan prinsipprinsip yang oleh manajemen satuan usaha dianggap sebagai prinsip-prinsip yang paling tepat
untuk keadaan saat itu, untuk menyatakan secara wajar posisi keuangan, perubahan dalam posisi
keuangan, dan hasil operasi sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum dan
yang karenanya telah dipakai untuk menyusun laporan keuangan tersebut."
Beberapa pilihan kebijakan dibuat oleh perusahaan dalam batasan alternative yang tersedia bagi
mereka. Misalnya, perusahaan dapat memilih apakah akan memakai FIFO atau LlFO untuk
tujuan pengukuran persediaan. Pilihan-pilihan lainnya dibuat oleh pemerintah atau oleh badan5

badan swasta yang memiliki wewenang untuk menetapkan kebijakan yang dapat diberlakukan.
Misalnya FASB menetapkan bahwa piutang dan utangjangka panjang hams dicatat dengan nilai
sekarang. Pilihan-pilihan yang dibuat oleh pemerintah dan oleh badan-badan swasta yang resmi
membentuk regulasi kebijakan akuntansi. Bab ini membahas dua pertanyaan fundamental:
1. Siapa yang sehamsnya membuat kebijakan akuntansi?
2. Bagaimana seharusnya kebijakan akuntansi dibuat?
Bab 2 dan 3 memaparkan catatan historis-apa yang dihadapi Kongres pada tahun 1933,
bagaimana mereka bereaksi, dan apa yang terjadi sejak saat itu.Catatan historis ini penting
karena dalam sejarahlah baik pendukung maupunpenentang regulasi tanpa kecuali mencari
dukungan untuk posisi mereka masing-masing.Bab ini menguraikan posisi-posisi itu dan
mencoba membahas kebaikan dalam berbagai cara pengelolaan akuntansi.
Bab ini dimulai dengan memaparkan, sebagai latar belakang argumentasi selanjutnya, berbagai
alternatif yang ada untuk menetapkan kebijakan akuntansiserta membahas sebagian konsekuensi
ekonomi pelaporan keuangan.Kemudian dikemukakan beberapa argumentasi yang secara tipikal
dibuat untuk mendukung dan menentang regulasi, sepeni anggapan perlunya keseragaman dan
daya banding (komparabilitas) serta perlunya melindungi kepentingan masyarakat. Bab ini
kemudian beralih ke suatu analisis atas sifat regulasi, yang mempertanyakan apakah tujuantujuan regulasi tidak dapat dicapai dengan sama baiknya melalui pasar. Argumentasiargumentasinya memang kuat tetapi sekarang ini tampaknya tidak persuasif bagi masyarakat
umum.karena pelaporan keuangan terus saja diregulasi. Oleh karena itu bab ini beralih untuk
membahas bagaimana sebaiknya mengatur pelaporan keuangan: oleh masing-masing
perusahaan, oleh masyarakat, atau oleh konstitusi. Bab ini ditutup dengan menyatakan bahwa
struktur dan prosedur FASB sangat cocok untuk membahas masalah dan persoalan yang
ditimbulkan oleh regulasi.

BAB II PEMBAHASAN
PENCARIAN PRINSIP-PRINSIP
PENCARIAN DIMULAI

Kata prinsip diturunkan dari kata Latin principe, yang berarti pertama dalam pengertian tingkat
dasar. Karena buku teks pertama yang dihadapi mahasiswa akuntansi merupakan buku tingkat
dasar, istilah Dasar-dasar Akuntansi sepenuhnya tepat.Apa yang kita pelajari dalam pelajaran
akuntansi pertama kali adalah prinsip-prinsipnya dalam pengertian materi yang pertama dalam
hal waktu dan yang pertama dalam hal kesulitan. Prinsip-prinsip akuntansi mungkin menjadi
pelajaran pertama, tetapi ini bukanlah pelajaran mengenai kebenaran mendasar dari akuntansi.
Untuk mempelajari hal ini, sebagai lawan dari pengenalan ke unsure-unsur prakteknya,
seseorang harus beralih ke pelajaran teori akuntansi.

Usaha-usaha Pertama

Banyak individu dan kelompok mulai bekerja pada tahun 1930an untuk menguak apa yang
seharusnya yang mereka anggap sebagai prinisp-prinsip akuntansi. Sebagai yang pertama keluar
dari perkumpulan, yang mungkin agak memalukan bagi AIA adalah American Accounting
Association (AAA). Dibawah kepemimpinan professor Michigan William Paton, yang dipilih
sebagai direktur peneliti pertama dari AAA pada awal 1936, AAA menerbitkan dalam bulan Juni
1936 yang pertama dari apa yang akan menjadi seri monograf singkat tentang prinsip-prinsip
akuntansi. Edisi tahun 1936 diberi judul A Tentative Statement of Accounting Principles
Underlying Corporate Financial Statement.5 harapan yang dinyatakan adalah akan mungkin
untuk menyepakati suatu fondasi dari pertimbangan mendasar yang akan cenderung
menghilangkan variasi acak dalam prosedur akuntansi yang berasal bukan dari kekhasan masingmasing perusahaan, tetapi dari berbagai ide ahli keuangan dan eksekutif perusuhaan mengenai
apa yang mungkin tepat, sah atau persuasive bagi investor pada suatu waktu tertentu.

Fondasi Awal

Pernyataan sementara pada prinsip-prinsip akuntansi dari AAA, yang dijelaskan dalam bagian
sebelumnya, tidak tampak dalam keadaan vakum.Paton sendiri sudah menulis suatu tesis
doktoral yang dipublikasikan dengan judul Accounting Theory tahun1992.Buku ini radikal
bahkan dari ukuran standar sekarang. Didalamnya ia mendukung pandangan liberal yaitu, secara
7

ideal, semua perubahan nilai yang dapat dipercaya dalam arah apapun, dari sebab apapun,
seharusnya disajikan dalam akunDi atas segalanya adalah penting, ia mengatakan, bahwa
laporan akuntansi menyajikan suatu gambaran data kini dalam bentuk dolar aktual seakurat
tanggal laporan.

Bangkitnya Investor

Pergeseran paling penting dalam pemikiran dasar akuntansi yang muncul dari tulisan-tulisan ini
dan diskusi pada akhir 1920an dan awal 1930an adalah perubahan dalam tujuan akuntansi dari
menyajikan informasi ke manajemen dan kreditur menjadi menyajikan keuangan untuk investor
dan pemegang saham.Tekanan untuk perubahan dalam tujuan ini muncul dari sektor keuangan
dan perdagangan saham, bukan dari akuntan.

Upaya-Upaya Penting Lainnya

Pada tahun 1938, sesuai permintaan Haskins & Sells Foundation, profesor Har-vard, Thomas
Henry Sanders, profesor California, Henry Rand Hateld, dan profesor Yale Law School,
Underhill Moore mempublikasikan A Statement of Accounting Principles, yang ditujukan untuk
menetapkan prinsip-prinsip dan aturan- aturan akuntansi yang mengatur apa yang seharusnya
tampak di neraca dan laporan rugi laba dan dalam akun-akun daripadanya hal itu disusun. Isi
dari monograf ini memperlihatkan bahwa pengarang lebih memperhatikan masalah praktikpraktik yang berlaku-yaitu praktik-praktik yang menyimpang secara sangat radikal dalam hal-hal
tertentu dan praktik yang berlaku dewasa ini. Sebagai contoh, pengarang akan mengizinkan
pemsahaan untuk menangguhkan kerugian dengan menempatkannya di neraca sebagai aktiva
dan mengamortisasinya secara perlahan sepanjang waktu. Mereka juga akan mengizinkan
perusahaan untuk mencatat disagio obligasi sebagai aktiva. Praktik seperti inilah yang
menyebabkan FASB begitu tegas terhadap aktiva dan utang yang ditangguhkan.
Pengarang memang mengabdikan sebagian kecil dari monograf itu untuk apa yang mereka
namakan konvensi, yang mereka jelaskan sebagai Praktik dikukuhkan yang mendasari
penyusunan neraca. Mereka memasukkan dasar biaya historis untuk aktiva dan konsep
perusahaan bersinambung sebagai dua contoh konvensi. Terlepas dari semua kesalahannya,
monograf ini adalah suatu sumber praktik akuntansi yang menarik pada waktu itu dan suatu
sumber data Penting untuk penelitian positif dalam akuntansi.

Accounting Concepts of Profit dari Stephen Gilman, pembahasan menyeluruh yang pertama
mengenai teori akuntansi sejak pergeseran penekanan dari sudut pandang neraca ke laporan rugi
laba, secara efektif menutup periode perkembangan teori akuntansi dalam periode ini. Ia
berusaha untuk mengelompokkan kekusutan terminologi yang disebabkan oleh pengenalan kata
prinsip ke dalam laporan audit. Ia membedakan antara aturan, yang dapat dibuat, dan prinsip,
yang tidak dapat dibuat, Ia menekankan bahwa istilah doktrin lebih akurat
menjelaskanpengajaran dari para akuntan. Ia juga menunjukkan bahwa banyak buku yang
menggambarkan sendiri sebagai Prinsip-prinsip Akuntansi bahkan tidak mempunyai kata prinsip
dalam indeks. Tetapi pada akhimya masalah bagaimana mendefinisikan prinsip-prinsip akuntansi
yang berlaku umum terlihat terletak lebih dalam dari hanya semantik. Perdebatan atas berbagai
kata-kata menyembunyikan masalah yang jauh lebih serius: siapa yang menentukan
pengungkapan informasi keuangan dan dengan cara apa.

PENCARIAN DIPERCEPAT

Pencarian prinsip akuntansi luas diperbaharui segera setelah perang.Kembali lagi, AAA
memimpin dengan mengeluarkan revisi prinsip-prinsip sementara 1948 yang sekarang diberi
judul Accounting Concepts and Standart.Akan tetapi, seperti sebelumnya, pendekatan mereka
bersifat sepotong-sepotong dan tidak dimaksudkan untuk meneruskan pencarian prinsip-prinsip
secara luas.

Accounting Research Division

Pada tahun 1959, bertindak atas rekomendasi special committee on research program, Institut
direorganisasi untuk memajukan ekspresi tertulis mengenai apa yang merupakan prinsip-prinsip
akuntansi yang berlaku umum, sebagai pedoman untuk anggota-anggotanya dan pihak lainnya.
Satu dari tujuan reorganisasi adalah agar dapat menanggulangi masalah luas dari akuntansi
keuangan pada empat tingkat:
1. Pembentukan postular dasar.
2. Perumusan prinsip-prinsip secara luas.
3. Pengembangan aturan atau pedoman lain untuk aplikasi prinsip dalam situasi-situasi
khusus.
4. Penelitian.

Seorang staf penelitian akuntansi permanen direkrut untuk melaksanakan program penelitian
dengan maksud agar hasil-hasil dari upayanya.
PENCARIAN BERGESER

Professor Barkeley, William Vatter menekankan prinsip adalah alat agar tujuan dapat dicapai.hal
itu akan menjadi subyek dari konvensi, seperti kesepakatan untuk membuat laporan keuangan
dan untu doktrin, seperti keinginan untuk konsistensi dalam pelaporan. Postulat dalam
kerangka dasar seperti itu hanya pengisi untuk menutup rantai logika yang terputus.Ia
menyatakan dalam teori yang sempurna, tidak ada postulat.

Suatu Pernyataan Teori Akuntansi Dasar

American Statement of Basic Accounting Theory (ASOBAT) yang dinyatakan oleh Vatter pada
tahun 1966 di mana ditegaskan bahwa akuntansi adalah Proses mengidentifikasi, mengukur, dan
mengkomunikasikan informasi akuntansi yntuk memungkinkan pertimbangan dan keputusan
yang terinformasi oleh pemakai tersebut. ASOBAT merupakan pernyataan pertamman yang
menekankan bahwa kepentingan pemakai seharusnya didahulukan dari sudut pandang dan
pendapat para akuntan.
ASOBAT
Tujuan
1

Membuat keputusan- keputusan mengenai sumber daya yang terbatas,


mencangkup pengidetifikasian bidang keputusan yang penting sekali
dan penentuan tujuan dan sasaran yaitu, keputusan oleh pemegang
saham, kreditur, dan laiinnya mengendai investasi.
Secara efektif mengarahkan dan mengendalikan sumberdaya manusia
dan bahan organisasi, yatu, keputusan oleh menajamen mengenai
perusahaan.
Menyelenggarakan dan melaporkan pemeliharaan sumberdaya, yaitu,
fungsi pengurusan atau pemeliharaaan dari manajemen.
Memudahkan pemberfungsian danpengendalian sosial, yaitu,
memudahkan system kerja masyarakat yang terorganisasi untuk
kesejahteraan bagi semua.
Relevan, yaitu harus dapat dihubungkan secara bermanfaaat degan
tindakan yang di rancang untuk memudahkan.
Dapat diveerifikasi, yaitu, individu- individu yang berkualitas yang
bekerja secara independen seharusnya memberikan hasil yang sama
Bebas dari bias, yaitu, standar tidak boleh membantu satu kelompok
pemakai dengan mengorbankan yang lain
Dapat di kuantifikasi, yaitu, pengukuran harus mungkin walaupun
tidak harus secara moneter.
Kesesuaian dengan pemakai yang diharapkan.

Pengungkapan hubungan- hubungan yang penting.

3
4

Standar

1
2
3
4

pedoma
n

10

3
4
5

Pemasukan informasi yang berhubungan dengan lingkungan.


Keseragaman praktik dalam dan di antara unit- unit upaya.
Konsistensi praktik- praktik sepanjang waktu

ASOBAT berusaha mengelakkan kesulitan- kesulitan menentukan keinginan investor- investor


tertentu dengan menyarankan bahwa ketentuan informasi keuangan seharusnya terkena empat
standar disertai lima pedoman (FASB sekarang mengistilahkan semua ini sebagai karakteristik
kualitatif). Komite menyimpulaknan bahwa satu- satunya cara agar pendekatan baru ini dapat
direalisasikan adalah dengan perluasan data, yaitu, dengan melaporkan banyak ukuran dan
beberapa jumlah memenuhi kisaran kebutuhan yang cukup luas.

APB Statement No. 4

Basic Concept and Accounting Principles Underlying Financial Statement of Business


Enterprise
1

Tujuan- tujuan
1A. Umum

1B. Kualitatif

Sifat- sifat dasar

Unsur- unsur dasar

Prinsip- prinsip
4A. Pervasif

Untuk menyediakan informasi yang dapat di


percaya mengenai sumberdaya dan kewajiban
ekonomi, dan perubahan- perubahan dalam
sumberdaya dan kewajiban tersebut; untuk
membantu dalam memprakirakan potensi laba dari
suatu perusahaan
Relevan; dapat dimengerti; dapat diverifikasi;
kenetralan;
tepat
waktu;
keterbandinganl
kelengkapan
Satuan
usaha
akuntansi;
perusahaan
bersinambungan; pengukuran sumberdaya dan
kewajiban ekonomi; periode waktu pengukuran
dalam satuan uang; akrual; harga tukar; penaksiran;
pertimbangan;
informasi
keuanganinformasi
keuangan tujuan umum; laporan keuangan yang
berhubungan secara mendasar; substansi atas
bentuk; materialitas.
Aktiva; utang; modal pemilik; pendapatan; beban;
dan laba bersih.
Pencatatan aktiva dan utang; relaisasi pendapatan;
pengakuan beban; alokasi sebab dan pengaruh,
sistematis dan rasional, pengakuan segera; unit
pengukuran.
11

4B. Konvensi yang


dimodifikasi
4C. Operasi luas

4D. Rincian

Konservatif; penekanan pada laba; penerapan


pertimbangan.
Pemilihan, analisis, pengukuran, pengklasifikasian,
pencatatan,
peringkasan,
penyesuaian;
pengkomunikasian
Aturan yang ditemukan dalam praktik

Dalam pernyataan itu 13 segi- segi (feature) oleh Paton di sebut sebagai postulat, FASB
mengistilahkannya dengan fundamental.Kemudian APB menyatakan, tanpa member cukup
bukti, bahwa fundamental ini menghasilakan prinsip- prinsip pervasif yang di anggap
membentuk GAAP. APB mendefinisikan GAAP itu sendiri, sebagai;
konvensi, aturan- aturan, dan prosedur- prosedur yang
mendefinisikan praktik akuntansi pada suatu waktu tertentu

diperlukan

untuk

Termasuk dalam prinsip- prinsip pervasif adalah praktik- praktik pencatatan aktiva pada
biaya, pengakuan pendapatan pada saat penjualan, dan proses penandingan biaya ke pendapatan.
Prinisp- prinsip ini, dalam hubungannya dengan biaya konvensi yang di ubah dari koervatisme
dan materialitas, dianggap mengarah pada daftar panjang prinisp- prinsip operasi dan
serangkaian definisi unsure- unsure laporan keuangan.
Sebagian besar dari dokumen APB Statemen No. 4 telah digabungkan dalam kerangka dasar
Konseptual FASB. Bagian terbesar dari apa yang tidak digabungkan secara jelas, seperti bebrapa
segi akuntansi, terus menggambarkan perumusan GAAP paling otoritatif yang tersedia.
Banyak kritik dari pernyataan tersebut, pertama, banyak yang menyalahkannya karena, dari
pengakuannya sendiri, terutama bersifat deskriptif, buka preskiptif.
1
2
3

Definisi unsur- unsur laporan keuangan khususnya mendapat kritik tajam karena kurang
berisi semantik.
Kurang adanya pembenaran atas berbagai penegasan.
Tidak ada hubungan jelas antar tujuan, unsur dasar akuntansi keuangan, dan prinsip yang
pervasif terinci.

Selain itu suatu teori yang lengkap seharusnya berisi pernyataan- pernyataan deskriptif yang
di uji secara empiris atau setidaknya dapat di uji.Pada waktu pernyataan- pernyatan normatif
dibuat, dasar pertimbangannya seharusnya diberikan.Tidak ada satupun kondisi yang
ditemukan dalam Statement No.4.
Statemen No. 4 Bukan teori praktik akuntansi maupun pernyataan jelas dari prinsip- prinsip
akuntansi yang berlaku umum. Menurut George Staubus, Pernyataan adalah seperangkat
tujuan akuntansi keuangan yang baik disejajarkan dengna suatu perangkat prinsip yang
secara jelas tidak mencukupi unutk apa yang dibutuhkan guna memenuhi tujuan
12

Ketika APB Statement No.4 dibubarkan dan Financial Accountins Standards Board (FASB) di
bentuk. Komite Wheat mencatat bahwa:
Prinsip- prinsip akuntansi telah terbukti secara istilah yang sangat sukar dipahami. Bagi
bukan akuntan (demikian pula bagi akuntan) ia mengandung arti hal- hal dasar dan
sundamental, dari jenis yang dapat dinyatakan dalam beberapa kata, secara relative
bersifat tak terbatas, dan ini tidak tergantung pada perubahan gaya dalam bisnis atau
perkembangan kebutuhan dari masyarakat investasi. Namun APB (meskipun terkenal
dlama namanya dengan istilah prinsip) menganggap ha itu penting sepanjang sejarahnya
untuk mengeluarkan pendapat pada subyek- subyek yang hamper tidak ada dengan
prinsip dalam pengertian biasa.
Komite menyimpulkan bahwa salah satu alas an kesulitan yang dihadapi akuntan dalam
menetapkakn prinsip- prinisip akuntansi adalah, bahwa:
Kata prinsip merupakan istilah yang agak megah dalam akuntansi. Saya pikir kita
mengetahui apa prinsip- prinsip dalam ilmu- ilmu alam. Akan tetapi susunan akuntansi
murni buatan manusia. Tidak ada satu cara yang benar dalam pencatatan. Tidak ada
satupun yang yang diturunkan dari pencarian ke dalam fundamental dari pada untuk
keputusan mengemudi di sebelah kanan di Amerika Serikat atau di sbeleh kiri di Inggris.
Ini hanyalah suatu cara menyenangkan untuk melakukan sesuatu. Dan ini benar untuk
banyak peraturan yang harus dikeluarkan oleh suatu badan seperti FASB.
Sehingga kata prinsip digantikan dengan istilah standar yang didefinisikan sebagai
pemecahan masalah- masalah akuntansi keuangan.
Ini merupakan lebih dari suatu pergeseran, dari pada suatu waktu terakhir, karena
pencarian terus dilanjutkan dalam judul berbeda.Contohnya board baru, segera setelah
pembentukannya, mulai mencari tujuan- tujuan akuntansi seperti pendahulunya yang telah
mencari postulat- postulat. Pekerjaan ini dilakukan dalam serangkain Statement of Financial
Accounting Concept (SFAC) yang dikenal sebagai Conceptual Framework .
Beberapa pihak menyamakan kerangka dasar konseptual dengan suatu undang- undang
Amerika Serikat .Analogi ini menyatakan suatu maksud untuk selanjutnya membentuk tujuan
dan kebijakan luas yang mempunyai persetujuan umum di antara hamper semua pihak yang
berkepentingan. Namun dengan adanya kontroversi di sekitar undang- undang Amerika Serikat,
kerangka dasar konseptual mendapat kritikan.Lee Seidler menyatakan, bahwa tidak ada
kerangka kerja konseptual dalam ilmu- ilmu sosial dan mengklaim adanya hal itu hanya
menunjukan kesombongan dari ketidakpedulian. Dalam nada yang sama Dale Gartboth
menyanggah bahwa kesalahan mendasar dari kerangka dasar (adalah) gagasan yang salah
bahwa mungkin untuk menghindari, meminimumkan, atau mengendalikan debat mengenai
masalah mendasar dengan kesepakatan sebelumnya pada prinsip- prinsip yang abstrak.
13

Kerangka Dasar Konseptual

Tinta baru saja kering pada APB Statement No. 4 ketika APB dibubarkan dan Financial
Accounting Standards Board (FASB) dibentuk. Setelah mempertimbangkan sejarah pencarian
prinsip-prinsip. komite Wheat, yang mengajukan formasi organisasi pembentukan standar,
mencatat bahwa:
Prinsip-prinsip akuntansi telah terbukti sebagai suatu istilah yang sangat sukar dipahami. Bagi
bukan akuntan (demikian pula bagi banyak akuntan) ia mengandung arti hal-hal dasar dan
fundamental, dari jenis yang dapat dinyatakan dalam beberapa kata, secara relatif bersifat tak
terbatas, dan ini tidak tergantung pada perubahan gaya dalam bisnis atau perkembangan
kebutuhan dari masyarakat investasi. Namun APB (meskipun terkenal dalam namanya dengan
istilah pnnsip) menganggap hal itu penting sepanjang sejarahnya untuk mengeluarkan
pendapat pada subyek-subyek yang hampir tidak ada hubungannya dengan prinsip dalam
pengertian biasa.
Komite menyimpulkan bahwa salah satu alasan kesulitan yang dihadapi akuntan dalam
menetapkan prinsip-pnnsip akuntansi adalah bahwa:
kata "prinsip" merupakan istilah yang agak megah dalam akuntansi, Saya pikir kita mengetahui
apa prinsip-prinst dalam ilmu-ilmu alam. Akan tetapi susunan akuntansi murni buatan manusia.
Tidak ada satu cara yang benar dalam pencatatan.......Tidak ada satupun yang diturunkan dari
pencarian ke dalam kebenaran fundamental daripada keputusan untuk mengemudi di sebelah
kanan Jalan di Amerika Serikat atau disebelah kiri di lnggris. lni hanyalah suatu cara
menyenanng uniuk melakukan sesuatu. Dan ini benar unruk banyak peraturan yang harus
dlkeluarkan oleh suatu badan seperti FASB.
Oleh karena itu, komite, mengusulkan agar istilah prinsip digantikan dengan istilah standar, yang
didefinisikan sebagai pemecahan masalah-masalah akuntansi keuangan. Mereka merasa istilah
baru ini akan lebih deskriptif bagi sebagian besars pernyataan Board dan juga bagi sejumlah
besar upaya yang sedang berlangsung. Komite juga menyarankan organisasi baru dinamakan
lembaga standar akuntansi dan bukan lembaga prinsip akuntansi. Secara singkat, pencarian
panjang prinsip kelihatan telah sampai pada suatu akhir yang agak memalukan.
Namun, ini lebih merupakan suatu pergeseran, daripada suatu akhir, karena dalam banyak cara
pencarian terus dilanjutkan di bawah judul berbeda. Sebagai contoh, Board baru, segera setelah
pembentukannya, mulai mencari tujuan-tujuan akuntansi sama seperti pendahulunya yang telah
mencari postukat-postulat. Pekerjaan ini dilakukan dalam serangkaian Statements of Financial
Accounting Concepts-Pernyataan Konsep Akuntansi Keuangan (SFAC) yang dikenal sebagai
Conceptual Framework (Kerangka Dasar Konseptual). Hampir semua konsep yang
14

dikembangkan dalam rubrik prinsip dan postulat telah di masukan dalam kerangka dasar,
walaupun dengan Judul yang berbeda. Kenyataannya,seseorang dapat menyanggah bahwa
perubahan-perubahan ini hanyalah semantik, tetapi sanggahan ini mungkin menyepelekan
perubahan besar yang telah terjadi pada akuntansi pada dua decade terakhir.

PENCARIAN DENGAN MELIHAT KE BELAKANG

Prinsip- prinsip akuntansi berlaku umum (GAAP), meskipun muncul dalam setiap
laporan auditor, sama sekali tidak berarti apa- apa sekarang seperti ketika pertamakali diciptakan.
Dalam praktiknya, semua arti istilah GAAP adalah aturan- aturan yang telah di beri sanksi
melalui aturan 203 dari AICPA. Dengan kata lain GAAP tidak lain hanyalah praktik akuntansi
dengan kewenangan yang kuat. Ini adalah definisi procedural, bukan semantik.
Tidak adanya kesepakatan pada prinsip akuntansi adalah topic laporan komite yang
disiapkan oleh American Accounting Association tahun 1973 berjudul Statement on Accounting
Theory and Theory Acceptance (SATTA).Pengarang menyimpulkan bahwa Sutu teori
akuntansi dasar yang di terima secara universal tidak ada pada saat ini.

Teori Akuntansi Yang Rumit

Kerumitan analisis meyebabkan ketidaksetujuan yang berkepanjangan pada tujuantujuan akuntansi yang tepat. Awalnya akuntansi di Amerika Serikat memusatkan perhatian
kepada kreditur, kemudian ia mengasumsikan perang kepengurusan bagi investor, dan sekarng
lebih mencoba untuk meberikan informasi bagi keputusan investasi. Meski ketidaksetujuan
berasal dari fakta, tak dapat dihindarkan akan adanya ketidaksetujuan atas prinsip- prinsip.

Akuntansi Mempunyai Konsekuensi Ekonomi

Penyebab kedua dari kesulitan yang dihadapi akuntan dalam mencapai prinsip- prinsip
mendasar mungkin berasal dengan kenyataan bahwa akuntansi adalah suatu disiplin pragmatik,
ia ada karena dipikirkan akan berguna. Pendekatan postulat cenderung memusatkan pada
akuntansi sebagai sistem teoritis.Dalam istilah teori informasi, pendekatan postulat cenderung
lebih menganalisis sinyal dari pada sifat penerima tau pengirim sinyal. Secara khusus
pendekatan- pendekatan itu mengabaikan konsekuensi- konsekuensi ekonomi dari informasi
terhadap individu dan organisasi. Sistem akuntnasi tidak murni berstruktur abstrak.
Dalam dunia dimana aturan keuangan mempunyai konsekuens- konsekuensi ekonomi,
wajar orang mengharapkan bahwa perdebatan tentang aturan- aturan ini diungkapkan dalam
istilah ekonomi bukan istilah teoritis, dan secara khusus bukan istilah global.Dalam situasi
tersebut, prinsip, postulat, dan kerangka dasar konseptual mempunyai nilai terbatas.Begitu pula
dengan penyusunan konsep yang membantu menajamkan pemikiran akuntansi.Tetapi semua itu
cenderung mendorong perdebatan ekonomi.
15

Kebenaran Atau Konsekuensi

FASB berargumen bahwa, Standar- standar akuntansi seharusnya di ukur tidak oleh
pengeruh langsungnya pada inividu, tetapi dalam pengertian nilai bagi masyarakat secara
keseluruhan untuk mempunyai informasi keuangan yang dapat diandalkan.
Sementara benar FASB dan pendahulunya telah berbelok kea rah konsekuensikonsekuensi ekonomi pada beberapa kejadian, namun sama benarnya bahwa ini bukan
kebijaksanaan FASB. Seperti yang dikemukakan dalam kasus deskripsi netralitas, informasi
akuntansi tidak dapat menghindarkan pengaruh pada perilaku, ataupun tidak dipengaruhi, tetapi
informasi akuntansi harus melaporkan aktivitas ekonomi secepat mungkin, tanpa mewarnai
citra yang dikomunikasikan untuk tujuan mempengaruhi perilaku dalam beberapa arah
tertentu.
Secara singkat, akuntansi bukan latihan mekanis atau serangkaian aturan yang dapat
diterapkan oleh computer.Ia merupakan ilmu sosial terbaik. Beberapa berkata ini masih termasuk
seni.Ia mensyaratkan, dan akan terus mensyaratkan, pertimbangan professional yang
bertanggungjawab.

PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

16

ALTERNATIF-ALTERNATIF

Adalah manfaat untuk mengetahui sejak awal berbagai cara penetapan kebijakan akuntansi
selama ini, misalnya SEC dan FASB merupakan regulator-regulator utama di Amerikat dan
organisasi-organisasi lain seperti Government Accounting Standards Board, Railway Accounting
Standards Board, United Nations Centre for Transnational Corporations, Federal Government
Procurement and Taxation Departments, National Association of Accountas yang masing-masing
mempunyai peran, struktur, dan filosofi yang berbeda mengenai pembuatan kebijakan akuntansi.

Pembuatan Kebijakan pada Tingkatan Perusahaan

Menurut George O. May setiap korporasi bebas untuk memilih metode akuntansinya sendiri di
dalam batas-batas yang sangat luas, tetapi diharuskan untuk mengungkapkan metode-metode
yang dipakai serta konsistensi penerapannya dari tahun ke tahun. Dalam batas-batas yang cukup
luas, bagi investor relative tidak penting aturan atau konvensi apa yang sebenarnya dianut oleh
suatu korporasi dalam melaporkan penghasilannya jika ia tahu metode apa yang diikuti dan
merasa yakin metode itu diikuti secara konsisten dari tahun ke tahun. Namun dalam hal ini harus
ditetapkan dengan mengharuskan korporasi untuk mengikuti prinsip-prinsip akuntansi yang
berterima umum. Pertama, korporasi public harus diwajibkan untuk mengungkapkan suatu
pernyataan yang rinci mengenai metode akuntansi yang digunakan. Kedua, korporasi harus
menegaskan bahwa mereka telah mengikuti metode-metode itu secara konsisten. Ketiga, auditor
harus menegaskan bahwa korporasi mengikuti metode-metode akuntansi yang mereka
ungkapkan sendiri itu. Jadi keputusan kebijakan akuntansi diserahkan kepada masing-masing
kebijaksanaan perusahaan itu sendiri namun harga bagi kebebasan ini adalah pengungkapan
penuh yang akan melindungi pengungkapan ini adalah suatu penerimaan yang universal atas
prinsip-prinsip umum tertentu.

Pembuatan Kebijakan di atas Tingkatan Perusahaan

Usulan-usulan May terbunuh oleh runtuhnya perekonomian setelah kehancuran pasar saham.
Pada tahun 1933, masyarakat membutuhkan obat yang lebih kuat daripada sekedar
pengungkapan. Hasilnya adalah dua peraturan utama yang mempengaruhi akuntansi, Truth-inSecurities Act tahun 1933 dan Securities Exchange Act tahun 1934 serta dibentuknya Securities
and Exchange Commission pada tanggal 26 Juni 1934, dengan keyakinan bahwa pengawasan
atas lembaga-lembaga keuangan akan menghasilkan pasar modal yang lebih efisien dengan
memberikan lebih banyak keyakinan pada para investor bahwa mereka akan mendapatkan
seluruh informasi. mereka juga berharap mendorong dekembangkannya alat-alat analisis yang
lebih baik dan tanggung jawab yang lebih besar di pihak analis professional. SEC
mendelegasikan sebagian besar penetapan standarnya pada sektor swasta, pada awalnya
Committee on Accounting Procedures, lalu Accounting Principle Board, dan sekarang Financial
Accounting Standards Board.

17

Walaupun demikian, mendelegasikan tidak berarti menarik diri, karena sepanjang hidupnya SEC
membuat pengaruhnya pada akuntansi begitu terasa. SEC melakukannya terutama melaui
komentar-komentar atas draft-draft APB Opinion dan FASB Statement serta persetujuan pada
draft-draft opinion dan Statement sebelum dipublikasikan. Akan tetapi SEC juga mempunyai
pengaruh langsung melalui penerbitan Regulation S-X, Accounting Series Release (ASR) yang
diterbitakan SEC atau Chief Accountant SEC, dan keputusan-keputusan resmi lainnya. dalam
beberapa kasus SEC menyatakan suatu Opinion atau Statement tidak berlaku dan mengancam
akan bertindak sendiri jika perlu. Misalnya, APB pernah mempertimbangkan akan menyatakan
suatu pendapat mengenai klasifikasi suatu pajak penghasilan yang ditangguhkan yang
berhubungan dengan piutang cicilan, tetapi untuk menghormati industry eceran APB belum
memutuskan apakah akan mengharuskan klasifikasi yang seragam dalam kasus ini. Atas petisi
Arthur Andersen & Co., SEC mendahului dan menerbitkan ASR 102, yang menetapkan bahwa
pajak penghasilan yang ditangguhkan harus diklasifikasikan secara konsisten dengan klasifikasi
piutang terkait. Manual Cohen, ketua SEC saat itu, kemudian berkomentar bahwa suatu
pernyataan pendapat yang formal oleh SEC tampaknya diperlukan, dan kami merasa
berkewajiban untuk mengeluarkan pendapat itu. Saya tidak percaya bahwa kami perlu sering
menggunkan cara itu-walaupun pilihan itu selalu terbuka bagi kami.
Sebagi ilustrasi lain yang menggambarkan pengaruhnya, SEC mangambil posisi terdepan dalam
menentang penaikan (write up) nilai aktiva. Posisi ini merupakan salah satu alasan kuatnya
dukungan bagi dasar harga perolehan dalam akuntansi di Amerika Serikat. Sebagai akibat dari
posisi ini, APB sampai frustasi dalam upaya menerbitkan suatu pendapat mengenai pegakuan
keuntungan dan kerugian portofolio dari pemilikan sekuritas yang dapat diperdagangkan. Posisi
SEC ini dapat dihubungkan sebagian dengan oposisi yang kuat dari industry asuransi, tetapi juga
sejalan dengan posisi yang sudah lama dipegang SEC yang menentang penggunaan nilai wajar.
SEC bahkan telah menerbitkan tafsiran APB Opinion. Pada tahun 1973, misalnya, SEC
menerbitkan ASR 146 sebagai penafsiran APB 16. Tindakan ini tidak hanya ditentang oleh
AcSEC AICPA, tetapi menyababkan salah satu kantor akuntan besar mengajukan tuntutan
terhadap SEC dengan alasan bahwa :
1. Masalah ini seharusnya ditangani oleh FASB karena SEC tidak boleh menafsirkan suatu
ketentuan yang belum diterima oleh SEC.
2. Jika SEC merupakan bahan pertimbangan, SEC seharusnya tidak dapat membatalkan
ketentuan FASB dengan suatu dekrit administrarif
3. SEC seharusnya diwajibkan untuk mengikuti prosedur pertimbangan, termasuk draft
eksposur dan dengan pendapat.
Keluhan kantor CPA ini menyatakan bahwa SEC telah melanggar Administrative Procedures Act
dengan tidak membuat pemberitahuan kepada masyarakat dan mengizinkan diadakannya dengar
18

pendapat atau komentar sebelum menerbitkan suatu terbitan. Kasus ini kalah dan SEC terus
menggunkan kekuatannya yang besar untk mempengaruhi akuntansi.
SEC pernah membatalkan ketentuan-ketentuan FASB dalam kesempatan-kesempatan tertentu
dan mengambil inisiatif dalam kesempatan-kesempatan lain. Misalnya. Tahun1978 SEC
menerbitkan ASR 253 dan 258, yang menetapkan suatu bentuk akuntansi biaya penuh bagi
produsen minyak dan gas sebagai alternative yang diterima selain metode upaya berhasil
(successful efforts). Sebelumnya FASB mengharuskan digunakannya metode upaya berhasil
(SFAS 19). Tetapi, sebagai akibat dari tindakan SEC, FASB menerbitkan SFAS 25 pada tahun
1979, yang menangguhkan keharusan digunakannya akuntansi upaya berhasil.
Professor Charles Horngern dari Stanford menyamakan hubungan antara SEC dengan para
kauntan public dengan hubungan antara manajemen puncak dan manajemen yang lebih rendah.
Walaupun SEC, dengan kekuasaan untuk menentukan prinsip akuntansim, sudah mendelegasikan
tugasnya melalui prinsip desentralisasi kepada CAP, dan kemudian kepada APB dan FASB,
sebagai manajemen puncak, SEC mempertahankan kekuasaanya untuk menetapkan batasanbatasan dan melaksanakan hak veto. John Burton, yang pernah menjadi akuntan kepada SEC,
tidak setuju dengan Horngren dan berpendapat bahwa kedua organisasi itu bekerja sebagai
sekutu dan bahwa kepentingan terbaik kami terpenuhi dalam atmosfer yang tidak saling
mengejutkan. Ia yakin bahwa SEC tidak menganggap dirinya berada dalam posisi yang memiliki
wewenang absolute sementara FASB bekerja untuk SEC.
Bukti adanya rasa persekutuan antara SEC dan FASB ini diperlihatkan ketika pada tahun 1976
SEC mengambil inisiatif untuk mengharuskan diungkapkannya informasi biaya penggantian
tertentu (ASR 190) tetapi menghapuskan persyaratan ini pada tahun 1979 (ASR 271) ketika
FASB menerbitkan SFAS 33 Pelaporan Keuangan Dan Perubahan Harga. Indikasi lain bahwa
SEC memang inovatif dan kooperatif pada tahun 1970-an dan 1980-an adalah kecenderungan
kearah yang mengharuskan data lunak (informasi yang tidak dapat diaudit dengan cara
tradisional), seperti informasi biaya kini, informasi mengenai cadangan minyak dan gas, data
informasi interim, dan usulan informasi ramalan. Data lunak diterbitkan dengan ketentuan safe
Harbor yang melindungi akuntan, sebuah contoh semacam itu ditemukan dalam ASR 203 yang
berhubungan dengan informasi biaya kini yang diharuskan oleh ASR 190. Waktulah yang akan
menunjukan apakah sikap kooperatif ini akan berlanjut.
Pembandingan Internasional
Kebijakan akuntansi ditetapkan pada tingkatan Internasional melalui Internasional Accounting
Standards Committee (IASC). Badan ini dibentuk pada tahun 1973 oleh para wakil badan-badan
profesional dari sebagian besar negara berkembang dan sejak itu terus tumbuh hingga benarbenar mewakili seluruh masyarakat internasional. Kepatuhan kepada standar-standar IASC
terbatas pada diterimanya standar-standar itu, secara sukarela, oleh masyarakat akuntansi
profesional yang mewakili di IASC serta oleh organisasi dan badan pemerinta lain di dalam
negara yang diwakili. FASB, karena independen terhadap AICPA, bukanlah anggota IASC dan
19

karenanya tidak berkewajiban untuk mnyelaraskan standar-standarnya dengan standar IASC.


Walaupun demikian, FASB tetap berhubungan erat dengan IASC.

Ikhtisar Alternatif-alternatif

Banyaknya sistem alternatif yang ada baik di dalam satu negara maupun di antara negara-negara
yang berbeda mengindikasikan bahwa tidak ada satu solusi yang baik mengenai bagaimana cara
terbaik untuk menetapkan kebijakan akuntansi. Tidak adanya solusi ini mencerminkan kesulitankesulitan teknis dan politis yang menyertai penetapan standar akuntansi, Walaupun demikian.
dapat dibedakan empat sistem dasar yang ada di dunia: regulasi oleh pemerintah, oleh badan
pemerintah, oleh badan-badan swasta, dan oleh pcperusahaan-perusahaan sendiri. Yang pertama
dapat digambarkan sebagai sistem dari atas ke bawah (top down); yang terakhir Sistem dari
bawah ke atas (bottom up). Dua yang di tengah merupakan kompromi antara kedua ekstrim ini.
Campuran dari keempat sistem ini juga ada.
Selain ini. dalam beberapa sistem staiidzii akuntansi ditetapkan pada hakikatnya atas dasar
politis. Sistem pajak, dalam sebagian besar negara, merupakan contoh perangkat standar
akuntansi yang ditentukan secara politis. Dalam sistem-sistem lain, standar akuntansi ditetapkan
terutama atas dasar teknis. lni bersesuaian dengan pendekatan struktural yang diuraikan dalam
Bab 1. Sebagian besar sistem merupakan campuran kedua sistem ini.

KONSEKUENSI SOSIAL DAN EKONOMI KEBIJAKAN AKUNTANSI

Pemakai yang Terkena Dampak Kebijakan

PERAGA 8-2 Konsekuensi-konsekuensi ekonomi


Pemakai

Konsekuensi Ekonomi

Investor dan Kreditor

Keputusan keuangan

Biaya pengumpulan dan analisis


informasi keuangan

Biaya penyusunan dan nantinya,


mungkin,
revisi
kontrak
yang
didasarkan pada angka-angka akuntansi
Korporasi

Biaya penerbitan laporan-laporan


keuangan

20


Perubahan
harga
saham
perusahaan melalui informasi baru atau
perbedaan volatilitas angka penghasilan
Manajemen

Perilaku manajemen

Nasional

Alokasi sumber daya

Lain-lain

Kebijakan komisi regulator

Persepsi masyarakat mengenai


perusahaan

Akuntansi positif, yang dibahas secara lebih mendalam dalam bagian mengenai pelaporan
keuangan korporasi dalam bab 7, berupaya membentuk suatu kerangka dasar teoritis di mana
konsekuensi-konsekuensi ini dapat ditelaah secara lebih teliti. Salah saatu argumentasi
menyatakan bahwa preferensi para manajer terhadap kebijakan akuntansi tertentu mungkin
disebabkan oleh cara mereka melihat pengaruh kebijakan itu pada kepentingan sendiri.
Kompensasi dan bonus manajemen seringkali didasarkan pada angka-angka akuntansi yang
dilaporkan, seperti penghasilan bersih korporasi. Perubahan kebijakan yang memang diinginkan
mungkin mempunyai efek samping terjadinya perubahan yang tidak diantisipasi dalam
kompensasi mereka dan karenanya menyebabkan transfer kekayaan yang tidak dikehendaki.
Dengan adanya konsekuensi-konsekuensi ekonomi yang mengalir dari kebijakan akuntansi,
tidaklah mengejutkan bahwa penetapan standar disertai oleh kontroversi. Untuk pendekatan atas
ke bawah untuk menetapkan kebijakan akuntansi, keberadaan konsekuensi ekonomi ini dapat
menimbulkan masalah yang berat. Pembuat kebijakan, seperti FASB, mungkin ingin
memperhitungkan keinginan semua konstituen mereka dan pengaruh kebijakan pada mereka.
REGULASI AKUNTANSI : PRO DAN KONTRA

Kegagalan Pasar
Argumentasi ekonomi yang klasik untuk regulasi adalah bahwa pasar dalam beberapa hal telah
gagal. Dalam hal akuntansi regulasi dianggap perlu karena pasar dianggap gagal untuk
menghasilakan jumlah informasi yang secara sosial optimal. Oleh karena itu, regulasi diperlukan
untuk melindungi kepentingan masyarakat.
Argumentasi klasik untuk regulasi oleh pemerintah, dan argumentasi yang menyebabkan
dibentuknya Federal Trade Commision pada tahun 1914, menyangkut monopoli. Tidak adanya
kompetensi yang terjadi bila ada monopoli memungkinkan mereka menetapkan harga yang
tinggi untuk barang-barang mereka. Akibatnya permintaan lebih rendah dari yang terdapat dalam
perekonomian yang kompetitif. Pasar dikatakan gagal dalam pengertian bahwa kuantitas barang
21

yang optimal tidak terpasok. Oleh sebagian orang perusahaan dianggap memegang monopoli
alami atas informasi tentang perusahaan sendiri. Ada yang emnyimpulkan bahwa jumlah
informasi yang mencapai pemakai kurang dari yang diinginkan. Lebih umumnya, suatu asimetri
informasi dikatakan terjadi bila satu pihak dalam suatu transaksi mempunyai lebih banyak
informasi daripada yang lainnya. Suatu kegagalan pasar diramalkan sebagai hasil yang tak
terhindarkan.
1.

Barang Publik dan Free Rider

Argumentasi kedua untuk regulasi oleh pemerintah adalah adanya barang publik (public good),
yang didefinisikan sebagai barang yang didefinisikan sebagai barang yang dapat dinikmati oleh
seseorang tanpa memengaruhi kenikmatan orang lain. Contoh klasiknya adalah pertahanan
nasional. Karena sifatnya, barang publik tidak dengan mudah, kalaupun bisa, diperdagangkan di
pasar. Oleh karena itu, secara tradisional barang publikdikelola oleh pemerintah.
a. Informasi akuntansi dianggap sebagai barang publik karena penggunaannya oleh seorang
investor tidak menghalangi informasi ini digunakan oleh yang lainnya. Khususnya noninvestor
memiliki akses terhadap informasi akuntansi sama besarnya dengan investor. Jika ada yang
mencoba untuk membuat investor membayar untuk laporan keuangan itu, ia harus berhadapan
dengan masalah yang disebut free rider: yaitu individu-individu yang menikmati manfaat itu
tanpa membayar.
b. Para penentang regulasi mengingatkan bahwa publikasi informasi keuangan tidak
seluruhnya tanpa manfaat bagi perusahaan, karena sebenarnya perusahaanlah yang beruntung
dengan adanya pasar modal yang teratur untuk mendapatkan dana modal, dan pemegang saham
perusahaanlah yang beruntung jika mereka melihat bahwa ada pasar untuk saham mereka. Oleh
karena itu, sekalipun ada regulasi, perusahaan mungkin mau menanggung biaya untuk
menerbitkan laporan keuangan. Selain itu para penentang ini menunjukkan fakta yang tak dapat
diperdebatkan bahwa banyak investor yang membayar para analis keuangan untuk mendapatkan
informasi keuanganwalaupun ada para free rider.
2.

Daya Banding dan Kredibilitas

a. Tidak adanya daya banding (konparabilitas) merupakan argumrntasi ketiga yang kadangkadang digunakan untuk mendukung regulasi. Komparabilitas pengungkapan antar perusahaan
seringkali dianggap perlu untuk memudahkan perbuatan prediksi dan keputusan keuangan oleh
para kreditor, investor, serta pihak-pihak lainnya dan untuk menghindari kegagalan pasar.
Keseragaman juga diyakini meningkatkan kredibilitas laporan keuangan. Hal ini umumnya
disertai oleh pernyataan bahwa tersedianya banyak alternatif memungkinkan perusahaan
melaporkan kinerja keuangan mereka sebaik-baiknya dengan menggunakan apa yang disebut
sebagai akuntansi kreatif .

22

Regulasi: Penyembuh Atau Kutukan?

Berikut akan diuraikan tiga alasan : regulasi dibentuk dalam keadaan krisis, pada regulator
diperangkap oleh yang diatur dan regulator seharusnya reaktif dan bukan proaktif.
1. Orientasi pada Kisis. Para ahli teori menyatakan bahwa hampir tanpa kecuali awal regulasi
terjadi sebagai reksi terhadap suatu krisi yang tidak dapat diidentifikasi. Setiap krisi biasanya
diikuti oleh banyak tuduh - menuduh dan ini dapat dimengerti karena banyak orang kehilangan
sejumlah besar uang dalam krisis seperti ini. Persepsinya adalah bahwa sering kali yang
menderita dalam krisis-krisis ini adalah si orang kecil. Dalam hal keruntuhan keuangan,
banyak yang percaya bahwa yang menderita adalah investor kecil. Investor besar dianggap lebih
canggih,lebih terdiversifikasi,dan karenanya lebih bisa mengarungi badai itu. Keberhasilan
beberapa investor besar untuk bertahan itu saja,pada saat investor kecil yang gulung
tikar,seringkali ditafsirkan sebagai si besar mendapat keuntungan dari kesulitan orang lain.
Mereka yang mendapat laba, bahkan dalam hitungan relatif, dengan bertahan dalam badai
seringkali dicurigai telah menciptkakan badai itu untuk keuntungan mereka sendiri. Hasilnya
adalah tuntutan kepada pemerintah untuk melindungi investor yang lebih kecil. Selalau saja,
tanggapannya berupa regulasi pemerintah, yang melangkah masuk untuk melindungi
kepentingna masyarakat. Ada suatu ironi khusus dalam hal regulasi keuangan. Riset atas cara
kerja pasar modal, seperti yang diuraikan dalam bagian tentang pasar modal dalam Bab 6,
memperlihatkan bahwa, untuk sebagian besar, pasar modal adalah efisiensi dalam arti bahwa
harga-harga mencerminkan semua informasi yang tersedia dengan cara yang tidak memihak.
Riset itu, yang diuraikan dalam bab tersebut, menyimpulkan bahwa satu-satunya strategi
investasi yang tepat adalah membeli suatu portofolio yang terdiversifikasi. Jika hal ini dilakukan,
investor tersebut, entah yang berpengalaman atau yang naif, dijamin akan mendapat imbalan
(return) yang konsisten dengan resiko portofolio itu. Singkatnya masyarakat memerlukan
perlindungan dari kegagalan melakukan diversifikasi , bukan dari pasar itu sendiri, bukan dari
ketiadaan informasi keuangan yang rinci.
2. Capture Theory. Dilema yang dihadapi badan-badan regulator adalah bahwa mereka
diharuskan untuk memenuhi anggaran ini setiap tahunnya. Munkin saja, dalam tahun tertentu,
sebenarnya tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk mengadakan regulasi. Bahkan mungkin
saja kebutuhan akan regulasi dalam industri tertentu sudah sepenuhnya terpenuhi. Sayangnya,
polotik internal badan regulator itu jarang yang memperbolehkan badan itu menghindari regulasi
pada titik tertentu. Oleh karena itu, regulasi cenderung mengembangkan momentum sendiri,
suatu momentum yang didasarkan pada tindakan-tindakan dimasa lalu. Nyaris tak
terhindari,kelompok kelompok yang menuntut pembentukan badan regulator pelan-pelan
menghilang, dan hanya meninggalkan kelompok-kelompok yang diatur.
3. Reaksioner. Para kritikus juga menunjukkan bahwa regulasi lebih bersifat reaktif daripada
proaktif, maksudnya para regulator selalu berperang dalam pertempuran yang terakhir. APB
23

misalnya tidak berhasil menyetujui aturan-aturan yang tepat untuk mengelola penyatuan
(pooling) sampai bum investasi yang menimbulkannya berlalu. SFAS 96 dirancang untuk
mengatasi penurunan tarif pajak yang terdapat dalam Tax Reform Act 1986. Sekarang ini FASB
sedang mencoba untuk menetapkan standar-standar untuk instrumen-instrumen keuangan yang
rumit pada saat, bisa saja diperdebatkan, gelombang-gelombang instrumen baru itu, yang
menimbulkan kebutuhan akan standar baru, sudah banyak beerkurang. Akhirnya, harus diakui
bahwa setelah mempunyai pengalaman mengatur lebih dari setengah abad, SEC tidak dapat
mencegah kehancuran pasar saham pada tahun 1987. Baru setelah kehancuran itu SEC berupaya
untuk, membuat regulasi yang mencakup pemanfaatan perdagangan program yang tadinya
dianggap sebagai sumber kehancuran itu.
Kesimpulan-kesimpulan harus diambil dengan hati-hati karena riset masih terus berlanjut secara
aktif dalam bidang regulasi. Walaupun demikian, tampaknya hasil akhirnya akan campur aduk,
sehingga kemenangan tidak akan memihak pada siapapun. Banyak manajemen yang tampaknya
mau dan dapat membuat akuntansimereka sendiri dan menyediakan pengungkapan penuh kepada
para pemakai mengenai alasan yang mendasari pilihan-pilihan mereka. Sebagian manajemen
lebih enggan untuk mengungkapkan informasi semacam itu dan tampaknya mengambil
keuntungan yang tidak semestinya dari setiap fleksibilitas yang mereka peroleh. Hasil dari situasi
semacam itu adalah akan adanya beberapa regulasi, tatapi tdak banyak.
MENGELOLA KEBIJAKAN AKUNTANSI

Pemerintahan oleh Rakyat


Di sebagian besar negara di dunia, standar akutansi ditetapkan oleh undang-undang, dan
karenanya merupakan tanggung jawab langsung pemerintah. Pemberlakuan standar-standar yang
tidak berkaitan dengan manajemen secara implisit mendistribusikan kembali kekayaan itu dari
manajemen. Dalam tradisi demoksrasi, adalah peranan pemerintah yang telah dipilih
sebagaimana mestinya oleh rakyat untuk mendistribusikan kembali kekayaan sesuai dengan
suara mayoritas rakyat. Para akuntan tidak mempunyai hak konstitusional untuk memperbesar
kekayaan sebagian orang dengan mengorbankan sebagian lainnya. Oleh karena itu, konsekuensi
ekonomi menghasilkan, tak terhindarkan lagi, keharusan untuk mengalihkan penetapan standar
dalam akuntansi kepada pemerintah.
Di sini terdapat analogi langsung dengan hukum. Pengadilan berhak
menyelesaikan kasus-kasus di dalam batasan hukum dan berdasarkan preseden dari kasus-kasus
yang sama. Apa yang berlaku untuk umum, berlaku pula untuk akuntansi. FASB mendapat
wewenangnya dari SEC, yang merupakan badan yang ditunjuk oleh Kongres. Oleh karena itu,
FASB dengan sendirinya bertanggung jawab kepada Kongres dan melalui Kongres, kepada
seluruh bangsa Amerika.

Pendelegasian Wewenang untuk Bertindak

24

Setelah mengakui peran sentral pemerintah, kita haru segera menambahkan bahwa peran
pemerintah tidak mesti mengambil bentuk regulasi langsung. Pemerintah dapat, dan mungkin
harus, mengambil bentuk mandat dari pemerintah kepada badan-badan tertenttu untuk bertindak
atas nama pemerintah. SEC selanjutnya mendelegasikan wewenangnya kepada organisasi
swasta, FASB berdasarkan pengertian implisit bahwa FASB akan melaksanakan keinginankeinginan SEC.
FASB diminta oleh Kongres untuk menetapkan suatu metode akuntansi untuk mendorong
keseragaman. Banyak pendapat yang diajukan bahwa konsekuensi ekonomi yang merugikaan
akan timbul jika metode upaya berhasil ini diwajibkan. Dari sudut pandang kebijakan nasional,
konsekuensi-konsekuensi ini berpusat pada dampak yang mungkin ada pada kompetisi, karena
yang menggunakkan metode biaya penuh sebagian besar produsen minyak dan gas yang lebih
kecil. Bahwa pembatasan penggunaan metode biaya penuh akan mempunyai dampak yang
merugikan kemampuan perusahaan-perusahaan yang lebih besar. Argumentasi lainnya bahwa
keputusan itu menciptakan suatu keengganan untuk mengambil risiko dalam kegiatan eksplorasi
minyak dan gas. Federal Trade Commision, dan SEC mengharuskan FASB melakukan
pembatala tahun 1979. Hal tersebut di tafsirkan sebagai suatu kemauan yang tidak
menguntungkan di pihak Kongres untuk tunduk pada kepentingan kelompok-kelompok yang
kuat.

Delegasi berdasarkan Perundangan

Regulasi oleh pemerintah, apakah langsung atau tidak langsung, juga mesti membahas
pendistibusian kembali kekayaan di setiap titik. Sebaliknya, pemerintah dapat memberikan
mandat politik kepada badan-badan yang agaknya mewakili keinginan rakyat. Mandat penting
yang tampaknya diberikan oleh Kongres kepada para akuntan melalui SEC adalah untuk
menciptakan suatu sistem akuntansi, yang ditandai oleh keseragaman dan komparabilitas, tanpa
memperhatikan dampaknya pada kekayaan.

Peranan FASB

Peranan regulatorr-regulator seperti FASB jadi lebih jelas. Pertama-tama, mereka harus
menyusun kebijakan-kebijakan yang dapat diterima oleh semua pihak. Kedua, FASB harus
mengetahui keinginan masyarakat agar dapat menyatukan diri dengan kepentingan masyarakat.
Tugas FASB karenanya adalah membujuk berbagai konstituennya untuk menerima kebaikankebaikan serta kebijakan-kebijakan yang menyangkut kepentingan masyarakat itu. Jika pada titik
ini tidak tercapai suatu konsensus, FASB harus berkewajiban untuk mengalihkan
permasalahannya kepada Kongres, melalui SEC untuk mendapatkan pemecahan.
Kadang-kadang ditarik suatu analogi antara penetapan standar akuntansi dan
penetapan hukum. Hukum juga mempunyai pengaruh distributif. Suatu kesejajaran yang
langsung antara hukum dan akuntansi dibuat ketika Kerangka Dasar Konseptual digambarkan
sebagai suatu konstitusi. Standar akuntansi tidak mesti diturunkan langsung dari Kerangka Dasar
25

Konseptual, sama seperti hukum baru juga tidak diturunkan langsung dari konstitusi, tetapi harus
kkonsisteen degan Kerangka Dasar tersebut sama seperti hukum harus konsisten dengan
konstitusi.

Politik versus Prinsip

Aturan perilaku menghendaki suatu proses politik. Para penetap setandar dalam lingkungan ini
mencoba membuat aturan hanya bila aturan tak dapat dihindari, dan kemudian membuat aturan
agar kekuatan itu tetap seimbang. Penyeimbang kekuatan-kekuatan ini dapat menghasilkan
aturan yang menguntungkan satu kelompok saja atau mungkin menghasilakan aturan yang
menciptakan atau mempertahankan alat bantu. Konsistensi logis dan realitas ekonomi tidak dapat
mengalahkan tujuan. Penentu penghasilan adalah bayangannya, kekuatan politik realitasnya.
Aturan pengukuran di lain pihak, menghendaki suatu proses riset yang terdiri
atas observasi dan eksperimentasi yaitu suatu pencarian uji coba untuk mengetahui dimensidimensi penghasilan bisnis. Obyeknya adalah melaporkan penghasilan jika memang itu
penghasilan. Penetapan standar mencoba untuk membuat aturan yang menghubungkan laporan
penghasilan itu dengan periode timbulnya. Dari hal tersebut, menyiratkan bahwa pendekatan
politis secara diametris bertentangan dengan pendekatan teknis.

Pencarian Konsensus

Kunci keberhasilan FASB adalah kemampuannya membentuk konsensus. Kebutuhan akan


konsensus ini sudah dihargai sejak awal. Hal itu terlihat jelas dari pilihan frasa prinsip akuntansi
akuntansi yang berlaku umum. Yang kurang jelas adalah oleh siapa prinsip ini harus diterima.
Dasar pemikirannya adalah menetakan suatu konsensus dengan meletakkan suatu fondasi
intelektual untuk menjadi dasar bagi masing-masing perusahaan dalam membentuk praktik
mereka sendiri, dengan disertai oleh pngungkapan kebijakan mereka secara lengkap. Para
akuntan sebagai ahlinya adalah orang-orang yang wajar jika diminta untuk membentuk fondasi
itu.
Konsensus diupayakan dengan suatu sistem due process yang rinci, yang
mengirimkan memorandum diskusi, draf eksposur, mengadakan dengar pendapat umum, dan
seterusnya. Konsensus juga diapayakan melalui suatu proyek Kerangka Dasar Konseptual yang
dimaksudkan untuk meletakkan fondasi yang dapat menjadi dasar bagi penetapan standarsatandar khusus secara logika.

26

BAB III PENUTUP


KESIMPULAN

KESIMPULAN PENCARIAN PRINSIP-PRINSIP

Semua laporan keuangan auditan harus sesuai dengan prinsip- prinsipyang berlaku
umum.Tetapi, prinsip- prinsip akuntansi sangat sulit diterapkan. Fenomena ini dapat
dihubungkan dengan rumitnya penyusunan teori mengenai laporan keuangan, dan kenyataan
bahwa akuntansi memiliki konsekuens- konsekuensi ekonomi bahi pemainya, yaitu beberapa
akan diuntungkan dan beberapa akan dirugikan secara keuangan bila standar baru diumumkan.
Akibatnya, pemilihan standard- standard dan prinsip- prinsip akuntansi yang digunakan untuk
membenarkan juga merupakan pilihan politis selain pilihan teknis.

KESIMPULAN PENETAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI

Tujuan kebijakan akuntansi nasional adalah mempersempit bidang-bidang perbedaan di antara


perusahaan-perusahaan dalam hal pengungkapan, pengukuran, dan metode penyajian informasi
keuangan dalam laporan keuangan dan terbitan keuangan serta mengubah kuantitas dan kualitas
informasi dalam terbitan keuangan yang dipublikasikan. Oleh karena itu, dampak kebijakan
akuntansi yang ditetapkan oleh FASB, SEC, dan badan-badan lain adalah membatasi jumlah
pilihan dan kebebasan yang tersedia bagi masing-masing perusahaan dalam laporan dan terbitan
keuangan mereka.
Standar-standar yang pada akhirnya muncul biasanya didasarkan pada apa yang bisa disebut tiga
P dalam penetapan standar: Preseden yang ditetapkan sebelumnya, aturan (Precept) yang
mengarahkan penetap standar, dan tekanan (Preasure) dari masyarakat yang lebih luas. Dalam
format tabular, ketiga dasar ini:
Preseden
Precept
Preasure
Kebiasaan
Prinsip
Politik
Konvensi
Ketentuan
Masyarakat
FASB dan badan-badan penetap standar lainnya seringkali berada dalam tekanan yang sangat
besar karena adanya kebutuhan untuk merekonsiliasi ketiga elemen ini. Proses penetapan
kebijakan akuntansi menjadi lebih sulit lagi karena adanya kompleksitas dalam lingkungan
ekonomi dan sosial tempat FASB beroperasi.
Teori-teori akuntansi dan verifikasi teori-teori itu melalui riset memang memberikan beberapa
panduan. Akan tetapi, tidak ada teori akuntansi atau metode riset yang dapat memberikan bukti
yang konklusif bahwa satu alternative tunggal secara sosial lebih baik daripada semua alternative
lainnya. Selain teori-teori akuntansi, para pembuat kebijakan harus memperhitungkan
konsekuensi soial, ekonomi, dan politik dari keputusan mereka. Teori akuntansi dan riset
akuntansi karenanya dapat membantu dalam pembuatan kebijakan, tetapi hanya sebagai salah
satu dari sekian banyaknya pertimbangan ekonomi dan sosial.

27

DAFTAR PUSTAKA

Hendriksen, Eldon S dan Michael F. Van Breda. Teori Akunting. Tangerang: Interaksara.

28