Anda di halaman 1dari 24
PEMBANGUNAN DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email :
PEMBANGUNAN DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email :
PEMBANGUNAN DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email :

PEMBANGUNAN DESA

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa

DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email : prasetyo.jbr2003@gmail.com
DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email : prasetyo.jbr2003@gmail.com
DESA Permendagri No. 114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa Hari Prasetyo email : prasetyo.jbr2003@gmail.com

Hari Prasetyo

email : prasetyo.jbr2003@gmail.com

DASAR HUKUM

DASAR HUKUM

DASAR HUKUM NO DASAR HUKUM TENTANG 1 UU No. 6 Tahun 2014 Desa 2 UU No.

NO

DASAR HUKUM

TENTANG

1

UU No. 6 Tahun 2014

Desa

2

UU No. 23 Tahun 2014

Pemerintah Daerah

3

PP No. 43 Tahun 2014

Peraturan Pelaksanaan UU No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa

4

PP No. 60 Tahun 2014

Dana Desa Yang Bersumber dari APBN

5

Permendagri No. 114 Tahun

Pedoman Pembangunan Desa

2014

6

Permen Desa, PDT dan Transmigrasi No. 3 Tahun 2015

Pendampingan Desa

ALUR PENYUSUNAN RPJM DESA

ALUR PENYUSUNAN RPJM DESA

RPJM Desa = Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa

Draft Laporan Hasil Pengkajian Desa 1. Penyelarasan arah kebijakan pembangunan Kab/Kota 2. Pengkajian Keadaan Desa
Draft Laporan Hasil Pengkajian Desa
1. Penyelarasan arah kebijakan
pembangunan Kab/Kota
2. Pengkajian Keadaan Desa
(Dilampiri : Data desa yg sudah diselaraskan, Rencana
Program Pembangunan Kab/Kota yang akan masuk desa,
Renc. Program Pemb. Kawasan Perdesaan, Usulan renc.
Kegiatan pembangunan dari Dusun/Pokmas

1.

RPJM Kab/Kota; Renstra SKPD; Rencana Umum & Rinci Tataruang; Renc. Pemb. Kawasan Perdesaan

2. Musy. Dususn/ Musy. Khusus

Musyawarah Desa
Musyawarah
Desa

Tim Penyusun

RPJM Desa

1. Dibentuk melalui Keputusan Kades

2. Berjumlah 7-11 org

3. Mengikutsertakan perempuan

Dilaporkan kepada Kepala Desa Penyusunan Draft RPJM Desa oleh Tim Penyusun Berita Acara Hasil Musyawarah
Dilaporkan
kepada
Kepala Desa
Penyusunan
Draft RPJM Desa
oleh Tim Penyusun
Berita Acara
Hasil
Musyawarah Desa
Musrenbang Desa 1. Dilaksanakan oleh Kades
Musrenbang
Desa
1. Dilaksanakan oleh Kades
Musyawarah Desa Musrenbang Desa 1. Dilaksanakan oleh Kades Revisi Draft RPJM Desa oleh Tim Penyusun Penetapan

Revisi Draft RPJM Desa oleh Tim Penyusun

oleh Kades Revisi Draft RPJM Desa oleh Tim Penyusun Penetapan RPJM Desa melalui Peraturan Desa 1.
Penetapan RPJM Desa melalui Peraturan Desa
Penetapan
RPJM Desa melalui
Peraturan Desa
Tim Penyusun Penetapan RPJM Desa melalui Peraturan Desa 1. Dilaksanakan oleh BPD 2. FGD Hasil Pengkajian

1. Dilaksanakan oleh BPD

2. FGD Hasil Pengkajian Desa; Prioritas renc kegiatan 6 tahun; sumber biaya pemb. Desa;

Renc. Pelaksana kegiatan Desa

2. Peserta Pemerintah Desa; BPD, Unsur Masy

ALUR PENYUSUNAN RKP DESA

ALUR PENYUSUNAN RKP DESA

RKP Desa = Rencana Kerja Pemerintah Desa

Musyawarah Desa 1. Dilaksanakan oleh BPD
Musyawarah
Desa
1. Dilaksanakan oleh BPD
Pemerintah Desa Musyawarah Desa 1. Dilaksanakan oleh BPD 2. Peaksanaan paling lambat akhir Juni tahun berjalan

2. Peaksanaan paling lambat akhir Juni tahun berjalan

Tim Penyusun RKP Desa membuat

Berita Acara Hasil Penyusunan

Rancangan RKP Desa

Berita Acara Musyawarah Desa Kesepakatan Hasil Pencermatan Ulang Dokumen RPJM Desa

(Sebagai dasar penyusunan RKP Desa)

Dokumen RPJM Desa (Sebagai dasar penyusunan RKP Desa) Rancangan RKP Desa Dilampiri dengan Rencana kegiatan dan

Rancangan RKP Desa Dilampiri dengan Rencana kegiatan dan RAB

Tim Penyusun RKP Desa
Tim Penyusun
RKP Desa

1. Dibentuk melalui Keputusan Kades paling lambat Juni tahun berjalan

2. Berjumlah 7-11 org

3. Mengikutsertakan perempuan

Berita Acara Hasil Penyusunan Rancangan RKP Desa diserahkan ke Kades
Berita Acara Hasil
Penyusunan
Rancangan RKP Desa
diserahkan ke Kades
Hasil Penyusunan Rancangan RKP Desa diserahkan ke Kades Musrenbang Desa Revisi/Perbaikan Rancangan RKP Desa hasil
Musrenbang Desa
Musrenbang
Desa
Rancangan RKP Desa diserahkan ke Kades Musrenbang Desa Revisi/Perbaikan Rancangan RKP Desa hasil Musrenbang Desa

Revisi/Perbaikan Rancangan RKP Desa hasil Musrenbang Desa

ke Kades Musrenbang Desa Revisi/Perbaikan Rancangan RKP Desa hasil Musrenbang Desa Peraturan Desa tentang RKP Desa

Peraturan Desa tentang RKP Desa

KERANGKA WAKTU

KERANGKA WAKTU

PENYUSUNAN RPJM DESA PerDes Pelantikan 1 2 3 RPJM Kades Desa • RPJM Desa mulai
PENYUSUNAN RPJM DESA
PerDes
Pelantikan
1
2
3
RPJM
Kades
Desa
• RPJM Desa mulai disusun setelah Kepala Desa di lantik

RPJM Desa harus sudah ditetapkan melalui Peraturan Desa paling lama 3 bulan sejak pelantikan Kepala Desa

PENYUSUNAN RKP DESA

Tahun Berjalan Tahun Berikutnya 6 7 8 9 10 11 12 1 2 3 4
Tahun Berjalan
Tahun Berikutnya
6
7
8
9
10
11
12
1
2
3
4
5
7
12

Pembentukan

1.Rencana

RKP Desa

Tim Penyusun

program/kegiatan

ditetapkan paling

RKP Desa

Pemerintah, Pemprop,

lambat akhir

Pemkab diterima Desa

September

2.Mulai Penyusunan RKP

Desa

1.APB Desa ditetapkan paling lambat 31 Desember 2.Kepala Desa menyerahkan

usulan RKP Desa Kepada

Bupati/Walikota melalui Camat paling lambat 31 Desember

Pembahasan usulan RKP Desa melalui Musrenbang Kecamatan dan Kab/Kota

Bupati/Wali Kota Menyerahkan Informasi

Hasil Pembahasan

usulan RKP Desa kepada Pemerintah Desa

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Perencanaan Pembangunan Desa
Perencanaan
Pembangunan
Desa

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 4 ayat (1) s/d (2)

Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 4 ayat (1) s/d (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 4 ayat (1) s/d (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 4 ayat (1) s/d (2) Rencana Pembangunan Jangka Menengah

Rencana Pembangunan

Jangka

Menengah Desa (RPJM Desa) untuk jangka waktu 6 Tahun

Ditetapkan paling lama 3 bulan terhitung sejak pelantikan Kepala Desa

Rencana Pembangunan Tahunan Desa atau Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa), merupakan penjabaran dari RPJM Desa untuk jangka waktu 1 tahun

Mulai disusun oleh pemerintah Desa pada bulan

Juli tahun berjalan

Ditetapkan dengan Peraturan Desa

TIM PENYUSUN RPJM DESA

TIM PENYUSUN RPJM DESA

RPJM Desa memuat : (a) Visi Misi Kades; (b) Arah Kebijakan pembangunan Desa; (c) Rencana Kegiatan yang meliputi bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa; Pelaksanaan Pembangunan Desa; Pembinaan Kemasyarakatan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat

Desa (Permendagri No, 114/2014 Pasal 6 ayat 1)

Tim Penyusun RPJM Desa

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 8 ayat (1) s/d (5)

Dibentuk oleh Kepala Desa melalui Keputusan Kepala Desa

dengan

Tim

penyusun

berjumlah

7

11

orang

mengikutsertakan perempuan

Sususnan Tim Penyusun RPJM Desa :

Pembina

: Kepala Desa

Ketua

: Sekretaris Desa

Sekretaris

: Ketua LPM

Anggota

: Perangkat Desa, LPM, Kader

Pemberdayaan Masayarat dan

Unsur masyarakat lainnya

TUGAS TIM PENYUSUN RPJM DESA

TUGAS TIM PENYUSUN RPJM DESA

TUGAS TIM PENYUSUN RPJM DESA Tugas Tim Penyusun RPJM Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal
TUGAS TIM PENYUSUN RPJM DESA Tugas Tim Penyusun RPJM Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal
Tugas Tim Penyusun RPJM Desa
Tugas
Tim Penyusun
RPJM Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 9

Menyelaraskan arah kebijakan pembangunan Kab/Kota •
Menyelaraskan arah kebijakan pembangunan
Kab/Kota

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 10 dan 11

Informasi terkait : RPJMD Kab/Kota; Renstra SKPD; Renc. Umum Tata Ruang Wilayah Kab/Kota; Renc. Rinci Tata Ruang Wilayah Kab/Kota; Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan

Dilakukan dengan cara mendata dan memilah rencana program & kegiatan pemb. Kab/Kota yang akan masuk ke Desa

Hasil pendataan dan pemilahan menjadi lampiran Hasil Pengkajian Keadaan Desa

Pengkajian Keadaan Desa
Pengkajian Keadaan Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 12 s/d 19

Kegiatan (1) penyelarasan data Desa; (2) penggalian gagasan masyarakat melalui Musyawarah Dusun atau Musyawarah khusus unsur masyarakat; (3) Penyusunan Laporan hasil pengkajian keadaan Desa

Penggalian gagasan masyarakat bertujuan untuk (1) menemukenali potensi & peluang pendayagunaan sumber daya Desa; (2) Masalah yang dihadapi Desa

Rekapitulasi usulan rencana kegiatan pembangunan Desa dari Dusun/kelompok masyarakat

Penyusunan rancangan RPJM Desa
Penyusunan rancangan RPJM Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 20 s/d 24

Dilakukan melalui Musyawarah Desa yang diselenggarakan oleh BPD

MusDes membahas & menyepakati (1) Laporan hasil pengkajian Desa; (2) rumusan arah pembangunan Desa yang dijabarkan dari Visi & Misi Kades; (3) Rencana prioritas kegiatan penyelenggaraan pemerintah desa; pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa dan pemberdayaan masyarakat desa

Penyempurnaan rancangan RPJM Desa
Penyempurnaan rancangan RPJM Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 25 s/d 27

Rancangan RPJM Desa dibahas & disepakati dalam Musrenbang Desa yang diselenggarakan oleh Kepala Desa

Murenbang diikuti oleh (1) pemerintah desa; (2) BPD dan (3) unsur masyarakat

Revisi rancangan RPJM Desa dan penetapan RPJM Desa melalui Peraturan Desa

TIM PENYUSUN RKP DESA

TIM PENYUSUN RKP DESA

Tim Penyusun RKP Desa

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 33

Dibentuk oleh Kepala Desa melalui Keputusan Kepala Desa

Tim

penyusun

berjumlah

7

11

orang

dengan

mengikutsertakan perempuan

 

Sususnan Tim Penyusun RPJM Desa :

 

Pembina

: Kepala Desa

Ketua

: Sekretaris Desa

Sekretaris

: Ketua LPM

 

Anggota

: Perangkat Desa, LPM, Kader

 
 

Pemberdayaan Masayarat dan

Unsur masyarakat lainnya

Tim Penyusun RKP Desa dibentuk paling lambat bulan

Juni tahun berjalan

 

RKP

Desa

mulai

disusun

paling

lambat

bulan

Juli

tahun berjalan

 

RKP Desa ditetapkan dengan Peraturan Desa paling

lambat bulan September tahun berjalan

TUGAS TIM PENYUSUN RKP DESA

TUGAS TIM PENYUSUN RKP DESA

Tugas Tim Penyusun RKP Desa
Tugas
Tim Penyusun
RKP Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 34

Penyusun RKP Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 34 Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan
Penyusun RKP Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 34 Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan
Penyusun RKP Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 34 Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan
Penyusun RKP Desa Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 34 Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan
Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan program/kegiatan yang masuk ke Desa
Mencermati pagu indikatif Desa dan Penyelarasan
program/kegiatan yang masuk ke Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 35 - 37

Pencermatan pagu indikatif Desa dan rencana program/kegiatan pemerintah pusat, provinsi dan

Kab/Kota yang masuk ke Desa berdasarkan informasi dari Kab/Kota yang diterima Kepala Desa paling lambat bulan JULI tahun berjalan

Pagu indikatif Desa meliputi rencana (1) dana desa dari APBN; (2) Alokasi Dana Desa atau ADD; (3) Bagi hasil pajak dan restribusi daerah; (4) bantuan keuangan dari APBD Provinsi dan Kab/Kota

Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa
Pencermatan ulang dokumen RPJM Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 38

Pencermatan skala prioritas usulan rencana kegiatan pembangunan desa untuk 1 tahun anggaran berikutnya dalam RPJM Desa

Hasil pencermatan akan menjadi dasar dalam penyusunan rancangan RKP Desa

Penyusunan rancangan RKP Desa
Penyusunan rancangan RKP Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 39-45

Rancangan RKP Desa berpedoman (1) Pagu indikatif Desa; (2) PAD; (3) Rencana Kegiatan Pemerintah

Pusat, Provinsi dan Kab/Kota; (4) Jaring asmara DPRD; (5) hasil pencermatan ulang RPJM Desa; (6)

Kesepakatan Kerjasama antar Desa dan (7) Kerjasama Desa dengan pihak ke-3

Menyusun daftar usulan PELAKSANA KEGIATAN pembangunan yang terdiri unsur Aparat Desa dan masyarakat, dengan struktur Ketua, Sekretaris, Bendahara dan Anggota Pelaksana

Draft RKP Desa berisi (1) Evaluasi pelaksanaan RKP Desa Tahun sebelumnya; (2) Prioritas program- kegiatan yang dikelola Desa dan yang dikelola melalui kerjasama antar Desa/pihak ke-3; (3) program/kegiatan yang didelegasikan ke Desa

Penyusunan rancangan daftar usulan RKP Desa
Penyusunan rancangan daftar usulan RKP Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 46-48

Kepala Desa menyelenggarakan Musrenbang Desa untuk membahas & menyepakati rancangan RKP Desa

Peserta Musrenbang Desa : Pemerintah Desa; BPD dan Unsur Masyarakat

Revisi rancangan RKP Desa berdasarkan hasil kesepakatan dalam Musrenbang Desa

Penetapan RKP Desa /Perubahan RKP Desa melalui Peraturan Desa

PENGAJUAN RKP DESA KE BUPATI/WALIKOTA

PENGAJUAN RKP DESA KE BUPATI/WALIKOTA

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 51 :

Kepala Desa menyampaikan Daftar Usulan RKP Desa kepada Bupati/Walikota melalui CAMAT paling lambat 31 DESEMBER tahun

berjalan

Usulan RKP Desa yang telah diterima Bupati/Walikota menjadi materi di dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan dan Kab/Kota

Bupati/Walikota menginformasikan hasil pembahasan Daftar Usulan

RKP Desa dalam Musrenbang Kecamatan dan Kab/Kota tahun anggaran berikutnya kepada pemerintah Desa paling lambat bulan JULI tahun anggaran berikutnya

PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA

PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBANGUNAN DESA

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 52 :

Pelaksanaan pembangunan Desa yang dilaksanakan oleh Perangkat Desa dan/atau Unsur Masyarakat DI-KOORDINIR oleh Kepala Desa

Pelaksanaan kegiatan pembangunan Desa, baik :

(a)

pembangunan Desa berskala lokal Desa; dan

(b)

pembangunan sektoral dan daerah yang masuk ke Desa

DIKELOLA melalui SWAKELOLA, KERJASAMA ANTAR DESA dan/atau KERJASAMA DENGAN PIHAK KETIGA

Koordinasi persiapan dan pelaksanaan pembangunan Desa dilakukan oleh Kepala Desa terhitung sejak ditetapkannya APB

Desa

PROGRAM SEKTORAL/PEMDA DI DESA

PROGRAM SEKTORAL/PEMDA DI DESA

PP No. 43 Tahun 2014 Pasal 122 ayat (1) :

Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota dapat menyelenggarakan program sektoral dan program daerah di Desa

PP No. 43 Tahun 2014 Pasal 127 ayat (1) dan (2) :

Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota dapat melakukan upaya pemberdayaan

masyarakat desa

PP No. 43 Tahun 2014 Pasal 130 ayat (1) :

Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kab/Kota dapat mengadakan SDM pendamping untuk Desa melalui perjanjian kerja yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

PP No. 43 Tahun 2014 Pasal 131 ayat (2) :

Menteri /Pimpinan Lembaga pemerintah non kementerian teknis terkait dapat menetapkan pedoman pelaksanaan pembangunan Desa, pembangunan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat Desa, dan pendampingan Desa sesuai

dengan kewenangannya setelah berkoordinasi dengan Menteri dan menteri yang

menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 53 ayat (1) :

Pembangunan desa yang bersumber dari program sektoral /program daerah, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Pusat, Provinsi atau Kab/Kota

• •
Tidak Didelegasikan Kepada Desa
Tidak Didelegasikan
Kepada Desa

Permendagri No. 114 Tahun

2014 Pasal 53 ayat (2)

Diatur dan diurus oleh Sektor atau Pemda

Diintegrasikan dalam pembangunan Desa

Program Sektor/Pemda di catat dalam

APB Desa

Program Sektor/Pemda di Desa
Program
Sektor/Pemda
di Desa

Program sektor/Pemda diurus oleh Desa

Dibahas dan disepakati dalam Musyawarah Desa yang diselenggarakan

BPD

Kepala Desa dapat mengajukan keberatan sesuai hasil MusDes kepada Bupati/Walikota melalui Camat

Program Sektor/Pemda yang didelegasikan ke Desa pelaksanaannya

dikoordinir oleh Kades

Pelaksanaan program sektor/Pemda yang didelegasikan dilakukan oleh Perangkat Desa/unsur masyarakat Desa

Didelegasikan Kepada Desa
Didelegasikan
Kepada Desa

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 53 ayat (3) s/d (6) dan Pasal 54 ayat (1) dan (2)

TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA

TAHAPAN PELAKSANAAN PEMBANGUNAN DESA

Tahapan Pelaksanaan Pembangunan Desa

Permendagri No. 114 Tahun 2014 Pasal 55-69

Tahapan Persiapan
Tahapan Persiapan

1. Penetapan pelaksana kegiatan

2. Penyusunan Rencana Kerja

3. Sosialisasi Kegiatan

4. Pembekalan Pelaksana Kegiatan

5. Penyiapan Dokumen Administrasi

6. Pengadaan Tenaga Kerja

7. Pengadaan Bahan/materian

Tahapan Pelaksanaan Kegiatan
Tahapan Pelaksanaan Kegiatan

1.

Rapat Kerja Pelaksanaan Kegiatan

2.

Pemeriksaan Pelaksanaan Kegiatan Infrastruktur Desa

3.

Perubahan Pelaksanaan Kegiatan

4.

Pengelolaan Pengaduan dan Penyelesaian Masalah

5.

Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Kegiatan

6.

Musyawarah Pelaksanaan Kegiatan Desa dalam rangka Pertanggungjawaban Hasil Pelaksanaan Kegiatan

7.

Pelestarian dan Pemanfaatan Kegiatan

1. Penetapan Pelaksana Kegiatan
1. Penetapan Pelaksana Kegiatan

Kepala Desa memeriksa “daftar calon pelaksana kegiatan” yang

tercantum dalam RKP & APB Desa

Penetapan pelaksana kegiatan melalui KEPUTUSAN KEPALA DESA

Bila Pelaksana kegiatan “mengundurkan diri; pindah domisili keluar Desa dan/atau dikenai sanksi pidana, Kepala Desa DAPAT

MENGUBAH PELAKSANA KEGIATAN

2. Penyusunan Rencana Kerja
2. Penyusunan Rencana Kerja

Pelaksana kegiatan menyusun rencana kerja bersama Kepala Desa

Isi rencana kegiatan meliputi : Uraian kegiatan; Biaya; Waktu

Pelaksanaan; Lokasi; Kelompok sasaran; Tenaga kerja dan Daftar

pelaksana kegiatan

Rencana kerja dituangkan dalam “Format Rencana Kerja” untuk ditetapkan dengan KEPUTUSAN KELAPA DESA

3. Sosialisasi Kegiatan
3. Sosialisasi Kegiatan

Kepala Desa mensosialisasikan Dokumen RKP & APB Desa serta

Rencana Kerja kepada masyarakat

Sosialisasi dilakukan melalui : Musyawarah Pelaksanaan Kegiatan Desa; Musyawarah Dusun; Musyawarah Kelompok; SIM/Website Desa; Papan Informasi Desa dan/atau Media lainnya

4. Pembekalan Pelaksana Kegiatan
4. Pembekalan Pelaksana Kegiatan

Pembekalan bagi Pelaksana Kegiatan dikoordinir oleh KEPALA DESA dengan nara sumber dari Pemerintah Provinsi dan/atau Pemerintah Kab/Kota melalui kegiatan Bimbingan Teknis

Peserta bimbingan teknis : Kades, perangkat desa, BPD, Pelaksana Kegiata, Panitia Pengadaan barang & jasa, Kader masyarakat dan LPM

Materi Bimtek : (1) Administrasi pengelolaan keuangan; (2) teknis penyusunan LPJ Keuangan; (3) Administrasi kesekretariatan, pendataan, penetapan dan penegasan batas desa; (4) pendayagunaan TTG dalam pengelolaan sumberdaya lokal; (5) Mekanisme pengadaan barang & jasa ; (6) penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan dan (7) pengelolaan informasi Desa

Teknis dan mekanisme bimbingan teknis diatur melalui Peraturan

Bupati/Walikota

5. Penyiapan Dokumen Adminsitrasi Kegiatan
5. Penyiapan Dokumen Adminsitrasi Kegiatan

Pelaksana kegiatan menyiapkan dokumen : RKP & APB Desa;

Administrasi keuangan; Foto status 0 %; Penerima manfaat; Pernyataan kesanggupan pelaksana menyelesaikan pekerjaan; dokumen hibah dari warga, jual beli lahan/tanah; pernyataan tidak meminta ganti rugi; dokumen pembayaran ganti rugi dan hasil analisis sederhana mengenai DAMPAK SOSIAL dan LINGKUNGAN

6. Pengadaan Tenaga Kerja dan Bahan/Material
6. Pengadaan Tenaga Kerja dan Bahan/Material

Pelaksanaan kegiatan pembangunan desa mengutamakan

pemanfaatan SDM dan SDA yang ada di Desa serta mendayagunakan swadaya dan gotong royong masyarakat (Permendagri No. 114 Pasal

63)

Kegiatan pembangunan Desa tidak boleh merugikan hak-hak RTM

(Rumah Tangga Miskin) atas aset Tanah/Lahan, bangunan pribadi

dan/atau tanaman yang terkena dampak pembangunan (Permendagri No. 114 Pasal 68 ayat 1)

RTM akan mendapatkan hak ganti rugi ata aset miliknya yang terdampak pembangunan dengan biaya dari APB Desa yang besarnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan (Permendagri No.

114 Pasal 68 ayat 2-4)

Pelaksanaan kegiatan pembangunan dilakukan secara SWAKELOLA.

Bila kegiatan tidak dapat dilakukan secara swakelola, maka kegiatan tersebut diselenggarakan melalui PENGADAAN BARANG dan JASA yang diatur dalam peraturan Bupati/Walikota dengan berpedoman pada

ketentuan peraturan perundang-undangan (Permendagri No. 114 Pasal

69 ayat 1-3)

1. Rapat Kerja Pelaksanaan Kegiatan
1. Rapat Kerja Pelaksanaan Kegiatan

Kepala Desa menyelenggarakan rapat kerja pelaksanaan kegiatan yang membahas : (a) perkembangan pelaksanaan kegiatan; (b) pengaduan masyarakat; (c) masalah, kendala dan hambatan; (d) target kegiatan tahap selanjutnya dan (e) perubahan kegiatn

Rapat kerja dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 kali, mengikuti tahapan

pencairan dana desa yang bersumber dari APBN

2. Pemeriksaan Kegiatan Infrastruktur Desa •
2. Pemeriksaan Kegiatan Infrastruktur Desa

Kepala Desa mengkoordinasikan pemeriksaan tahap perkembangan dan tahap akhir kegiatan infrastruktur Desa

Pemeriksaan dapat dibantu Tenaga Ahli lokal atau Tenaga Ahli dari

SKPD Kab/Kota

Pemeriksaan dilakukan dalam 3 tahap :

1.

Tahap-1 : Progress 40 % dari keseluruhan target kegiatan

2.

Tahap-2 : Progress 80 % dari keseluruhan target kegiatan

3.

Tahap-3 : Progress 100 % dari keseluruhan target kegiatan

3. Perubahan Pelaksanaan Kegiatan •
3. Perubahan Pelaksanaan Kegiatan

Bupati/Walikota menetapkan peraturan bupati/walikota tentang kejadian khusus yang berdampak pada perubahan pelaksanaan kegiatan pembangunan di Desa dalam hal terjadi (a) kenaikan harga yang tidak wajar; (b) kelangkaan bahan material dan/atau (c) terjadi peristiwa khusus seperti bencana alam, banjir dan/atau kerusuhan sosial

Perubahan kegiatan bila terjadi kejadian khusus dilakukan melalui :

1. Penambahan nilai pagu dana kegiatan melalui : swadaya masyarakat; bantuan pihak ke-3 dan/atau bantuan keuangan dari pemerintah pusat dan Pemprov atau Pemkab/kota

2. Tidak mengganti jenis kegiatan yang ditetapkan dalam APB Desa

3. Tidak melanjutkan kegiatan sampai perubahan pelaksanaan kegiatan disetujui Kepala Desa

Kepala Desa dapat menghentikan proses pelaksanaan kegiatan bila pelaksana kegiatan tidak mentaati ketentuan yang berlaku

Perubahan pelaksanaan kegiatan dibahas dan disepakati dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Kepala Desa

Hasil kesepakaan rapat dituangkan dalam Berita Acara yang menjadi dasar perubahan pelaksanaan kegiatan yang ditetapkan dengan Keputusan kepala Desa

4. Pengelolaan Pengaduan dan Penyelesaian Masalah
4. Pengelolaan Pengaduan dan Penyelesaian Masalah

Penanganan pengaduan masyarakat dilakukan dengan cara :

1. Penyediaan kotak pengaduan masyarakat

2. Pencermatan masalah yang termuat dalam pengaduan

3. Penetapan status masalah

4. Penyelesaian

masalah

dan

penetapan

status

penyelesaian

masalah

Penyelesaian masalah dilakukan secara mandiri oleh Desa berdasarkan kearifan lokal dan perdamaian melalui musyawarah desa

Bila dalam musdes disepakati masalah dinyatakan selesai, hasil

kesepakatan dituangkan dalam berita acara musyawarah desa

5. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan •
5. Penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksana kegiatan menyampaikan laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan kepada Kepala Desa sesuai dengan tahapan

penyaluran dana kegiatan

Laporan pelaksanaan kegiatan, dilampiri (a) realisasi biaya beserta bukti pembayaran; (b) foto kegiatan 0-40-80-100 %; (c) Foto pekerja; (d) foto partisipasi masyarakat; (e) foto pembayaran upah kepada pekerja

Kepala Desa menyusun Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

berdasarkan Laporan Pelaksana Kegiatan

6. Musyawarah Desa Dalam Rangka Pelaks. Pemb. Desa
6. Musyawarah Desa Dalam Rangka Pelaks. Pemb. Desa

BPD menyelenggarakan musyawarah desa dalam rangka pelaksanaan pembangunan Desa setiap semester, yaitu bulan JUNI dan DESEMBER tahun anggaran berikutnya

Musyawarah dihadiri pemerintah desa, BPD, Pelaksana Kegiatan dan

unsur masyarakat

Dalam musyawarah tersebut (a) Pelaksana Kegiatan menyampaikan Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan kepada Kelapa Desa; (b) Menyerahkan hasil kegiatan kepada Kepala Desa

Masyarakat dapat menanggapai laporan pelaksanaan kegiatan

Tanggapan masyarakat dibahas dan disepakati serta hasilnya

dituangkan dalam berita acara

7. Pelestarian dan Pemanfaatan Hasil Pembangunan
7. Pelestarian dan Pemanfaatan Hasil Pembangunan

Kepala desa membentuk “Kelompok Pelestarian dan Pemanfaatan” hasil pembangunan melalui Keputusan Kepala Desa

Pelestarian dan pemanfaatan hasil pembangunan dilakukan dengan cara (a) melakukan pendataan hasil kegiatan; (b) membentuk dan meningkatkan kapasitas KPP; (c) mengalokasikan biaya pelestarian & pemanfaatan hasil pembangunan

Ketentuan Pelestarian dan pemeliharaan hasil pembangunan diatur dalam PERATURAN DESA

PEMANTAUAN & PENGAWASAN PEMBANGUNAN DESA • Masyarakat Desa berhak untuk melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan

PEMANTAUAN & PENGAWASAN PEMBANGUNAN DESA

Masyarakat Desa berhak untuk melakukan pemantauan terhadap

pelaksanaan pembangunan desa

Pemerintah Pusat, Pemprov dan Pemkab/Kota mendorong / memberdayakan masyarakat untuk melakukan pengawasan dan pemantauan penyelenggaraan pemerintahan Desa dan pembangunan Desa secara partisipatif

Pemantauan pembangunan Desa oleh masyarakat dilakukan mulai dari tahap perencanaan dan tahapan pelaksanaan pembangunan Desa

Hasil pemantauan masyarakat dituangkan dalam format hasil

pemantauan pembangunan Desa

Terimakasih