Anda di halaman 1dari 26

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,

dan Rumah Susun


Kriteria Keputusan Gubernur Bali Tentang Peraturan Hotel Bintang 5
I.

PHISIK
1. Lokasi dan Lingkungan
a. Lokasi hotel mudah dicapai kendaraan umum/pribadi minimal roda empat langsung
ke area hotel
b. Hotel harus menghindarkan pencemaran yang diakibatkan gangguan luar yang berasal
dari :
- Suara bising
- Bau tidak enak
- Debu
- Asap
- Serangga dan binatang pengerat
2. Taman
a. Hotel memiliki taman :
- Terletak di dalam atau di luar bangunan
- Taman terpelihara, bersih dan rapi
- Pemilihan tanaman/bunga-bungaan lebih mengutamakan tanaman/bunga-bungaan
lokal/daerah
3. Tempat Parkir
Tersedia tempat parkir kendaraan tamu hotel
- Kapasitas satu tempat parkir untuk setiap 6 (enam) kamar hotel
- Rambu-rambu lalu lintas/satu arah in out
- Pos jaga/ruang tunggu dengan tempat duduk
- Tidak becek/tersedia saluran air
4. Olah Raga dan Rekreasi
a. Hotel menyediakan sarana kolam renang untuk dewasa dan untuk anak-anak
- Dewasa dan anak-anak dipisah, atau digabung dengan dilengkapi pengamanan
- Fasilitas:
a. Pool deck sekeliling kolam
b. Locker yang terpisah untuk pria dan wanita disertai kunci pengamannya
c. Toilet umum yang terpisah untuk pria dan wanita
d. Luas lockerdan toilet umum masing-masing minimal 0,6 m2/kamar
e. Shower untuk pria dan wanita
f. Gudang peralatan bahan pembersih
g. Air dan perawatannya memenuhi persyaratan yang berlaku (permenkes No. 172
Tahun 1977)
h. Petunjuk yang jelas tentang : kedalaman kolam renang
i. Tempat cuci kaki
j. Penjaga keselamatan kolam renang dengan petunjuk dan tempat jaganya yang
jelas
k. Live saving equipment (ban dan tali)
l. Lampu/penerangan di dalam kolam
b. Hotel menyediakan 2 (dua) sarana olah raga dan rekreasi lainnya yang merupakan
pilihan dari :
- Fitness centre

Sauna
Squash
Game room
Bowling
tennis

Cluster 3 Sub Cluster 3B

5. Bangunan
Bangunan hotel memenuhi persyaratan perijinan sesuai dengan undang-undang dan
Peraturan Daerah yang berlaku
a. Keadaan bangunan bersih dan terawatt dengan baik (tidak berdebu, berlumut, sarang
laba-laba dan lain sebagainya)
b. Pengaturan ruang hotel ditata sesuai dengan fungsinya sehingga memudahkan :
- Arus tamu
- Arus karyawan
- Arus barang/produk hotel
c.
-

Unsure dekorasi Budaya Bali/Indonesia harus tercermin dalam :


Ruang lobby atau
Restoran atau
Kamar tidur atau
Function room

d. Peralatan teknis bangunan terdiri dari :


1. Transportasi mekanis/lift/elevator
a. Setiap bangunan dengan lantai 4 keatas harus dilengkapi dengan lift/elevator
b. Lift tamu dipisahkan dengan lift pelayanan
c. Kapasitas setiap lift minimal 6 orang/beban 450 kg
d. Memiliki sertifikat keamanan sesuai dengan ketetapan Depnaker
2. Utilitas
a. Air
- Tersedia air yang cukup dan memenuhi persyaratan kesehatan
(PERMENKES No. 01 Tahun 1975)
- Kapasitas air minimal 750l/kamar/hari
- Tersidia instalasi air panas sentral

b. Listrik
- Pemasangan instalasi listrik memenuhi persyaratan pemerintah (PUIL
1977) lihat lampiran
- Tersedia pembangkit tenaga listrik cadangan dengan kapasitas minimal 50
% dari kapasitas PLN
c. Tata udara
- Pendingin AC menggunakan system sentral atau AC unit
- Untuk ruangan yang tidak mempergunakan AC mempunyai ventilasi yang
baik
d. Ruang mekanik dan workshop
Tersedia ruang mekanik/workshop
3. Komunikasi

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun

a. Tersedia telepon 6 (enam) saluran yang dapat digunakan untuk sambungan


lokal, interlokal dan internasional. Untuk hotel yang lokasinya belum
terjangkau oleh saluran telepon (Perumtel), diharuskan untuk menyediakan
alat pengganti (contoh : CB, SSB, dsb), sesuai dengan peraturan yang berlaku.
b. Tersedia saluran telepon dalam (house phone) dengan saluran minimal sesuai
dengan jumlah kamar
c. Tersedia PABX
d. Tersedia :
Telex
Sentral video/TV
Sentral radio dan music pengiring
Sentral paging system termasuk carcall
4. Pencegahan bahaya kebakaran
a. Tersedia :
Alat deteksi dini (asap/panas) di setiap ruangan
Alat pencegahan pemadam kebakaran yang terdiri dari :
- Fire extinguisher
- Fire hydrant
- Sprinkler system
Alat control lokasi kebakaran
b. Tersedia petunjuk cara menyelamatkan diri di setiap koridor
c. Tersedia pintu dan tangga darurat dengan tanda-tanda yang jelas
d. Untuk hotel yang lebih dari 4 (empat) lantai, lantai kamarnya harus dilengkapi
dengan pintu tahan api
5. Keamanan
Tersedia ruang jaga minimal 1 buah terletak di depan
6. Pembuangan limbah
a. Tersedia tempat penampungan sampah sementara yang tertutup, sebelum
diangkut ke tempat pembuangan
b. Tempat sampah tidak berbau, bebas dari lalat dan serangga/disemprot dengan
desinfectan
c. Tersedia saluran pembuangan air kotor/air buangan yang memenuhi
persyaratan peraturan perundangan yang berlaku

6. Kamar Tamu
a. Jumlah kamar minimal :
Kamar standard 100 buah termasuk 4 kamar suite
b. Semua kamar dilengkapi kamar mandi dalam
c. Luas minimal :
Kamar standard : 26 m2
Kamar suite
: 52 m2
d. Tinggi kamar minimal: 2,60 m
e. Kamar tidur kedap suara, terhindar dari kebisingan yang disebabkan baik oleh suara
dari luar maupun dari dalam hotel itu sendiri (noise 40 DB)
f. Pintu dilengkapi dengan alat pengaman berupa kunci double lock, peeping to dan
safety chain

g.
h.
i.
j.
k.
l.
m.
n.
o.

Cluster 3 Sub Cluster 3B


Komposisi karpet 20% vinly-80% wool atau dari bahan lain yang tidak mudah
terbakar
Jendela dengan tirai yang tidak tembus sinar dari luar
Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur udara
Sebagia interior kamar mencerminkan suasana Budaya Bali/Indonesia
Interior kamar mencerminkan suasana Budaya Bali/Indonesia
Tersedia sekurang-kurangnya 1 (satu) stop kontak di setiap kamar mandi (type socket)
khusus untuk alat cukur
Dinding kamar mandi harus dengan bahan kedap air
Tersedia instalasi air panas dan air dingin
Perlengkapan kamar tidur
1. Tersedia tempat tidur dengan perlengkapan untuk satu orang atau untuk dua orang
sesuai dengan ukuran kamar standard :
- Ukuran tempet tidur 1 orang : 200 x 100 cm
- Ukuran tempat tidur 2 orang : 200 x 160 cm
- Perlengkapan setiap tempat tidur :
a. Kasur pegas (spring mattress) atau kasur busa (latek) yang tidak mudah
gembos
b. Satu bantal
c. Sprei 3 (tiga) helai satunya untuk penutup selimut (top sheet)
d. Selimut 1 (satu) buah per bed
e. Bed cover 1 (satu) buah per bed
f. Bad pad (alas tempat tidur di bawah sprei) satu buah per bed
g. Hotel dianjurkan menyediakan berbagai jenis bantal atas permintaan
tamu (kapuk, busa, bulu polyster fiber) semua perlengkapan tempat tidur
dalam keadaan baik
2. Almari pakaian dengan gantungan baju 8 (delapan) buah
3. Meja kecil di samping tempat tidur dengan lampu 30 lux
4. Meja dengan kaca rias dan kursinya
5. Meja dengan 2 (dua) buah kursi sofa (arm chair)
6. Rak koper
7. Keranjang sampah
8. Tempat air minum dan dua buah gelas gelas yang telah dimasukkan kantong steril
9. Kantong tempat cucian dua buah
10. Sebuah map lengkap dengan isinya minimal kertas surat, amplop surat, blanko
telegra dan ballpont (stationary kit)
11. Sebuah tanda dilarang mengganggu (dont disturb sign) atau tanda dari lampu
12. Sebuah kaca rias panjang (full length mirror) ukuran 1,60 cm terletak 10 cm dari
dasar lantai
13. Daftar cucian (laundry/dry cleaning)
14. Kartu pesan makan pagi (door knob menu)
15. Daftar makanan minuman (room service menu) dengan harganya
16. Lampu yang menyala otomatis kalau saluran PLN putus
17. Petunjuk pelayanan hotel (service directory)
18. Alat pembersih sepatu
19. Sewing kit

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
20. Asbak dua buah
21. Saluran program music hotel dan program radio umum
22. Sebuah televise (program TV/Video)
23. Sebuah almari es yang dilengkapi dengan berbagai macam minuman
24. Saluran telepon untuk keperluan intern dan extern
25. Telephone directory
26. Petunjuk cara menyelamatkan diti dari bahaya kebakaran dalam 2 (dua) bahasa
(Indonesia dan inggris)
27. Kitab suci agama yang diakui di Indonesia
p.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Perlengkapan kamar mandi


Bathtub anti slip, shower, grabbar, dan tempat sabun
Tempat cuci tangan dengan kaca rias
EC dan bidet untuk kamar suite
Tirai shower/tirai mandi
Tempat sampah
Asbak dan korek api
Telepon parallel dengan kamar tidur
8. Berbagai jenis handuk sekurang-kurangnya 3 (tiga) macam ( face,hand, dan bath
towel) masing-masing 2 buah
9. Gantungan handuk/ towel holder
10. Kertas WC dengan tempatnya
11. Sabun mandi cain (foam bath) dan sabun mandi padat
12. Dua buah gelas dengan untuk keperluan menggosok gigi
13. Bath mat
14. Lampu yang menyala secara otomatis kalau saluran PLN putus.
15. Sanitary bag
16. Shower Cap

7. Ruang makan
a. Hotel menyediakan restoran minimal tiga buah yang berbeda jenisnya, salah
satunya coffee shop, satu speciality (grill, Chinese, Japanese, dsb) dan satu restoran
lainnya
b. Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas restoran dengan ketentua 1,5 m2
pertempat duduk
c. Tinggi restoran tidak boleh rendah dari kamar tamu (2, 60m)
d. Letak restoran berhubungan langsung dengan dapur (induk/ tambahan) dilengkapi
dengan pintu masuk dan keluar yang berbeda /dipisahkan (satu arah)
e. Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur udara
f. Restoran yang letaknya tidak berdampingan dengan lobby harus dilengkapi dengan
toilet umum yang terpisah untuk pria dan wanita (WC, urinoi dan kamar mandi)
g. Peralatan dan perlengkapan minimal :
1) Pisau daging dengan jumlah dan setengah kali jumlah kursi.
2) Pisau ikan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi

Cluster 3 Sub Cluster 3B


3) Pisau pengoles mentega dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
4) Pisau desert dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
5) Sendok sop dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
6 )Sendok kopi dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
7 ) Sendok makan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
8) Garpu makan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
9) Garpu ikan dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
10) Garpu desert dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi11) Serbet makan
dengan dari linen dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi.
12) Meja dilengkapi dengan place mate.
13) Gelas minum putih bening (water goblet), gelas anggur, dan gelas juice
14) Meja dilengkapi dengan asbak, tempat garam dan merica
15) Tersedia meja bantu (side stand) untuk peralatan pelayanan.
16) Lodor (platter) dengan jumlah 1 buah untuk setiap 4 (empat ) kursi.
17) Teko teh/kopi dengan jumlah 1 buah untuk setiap 8 kursi
18) Tempat untuk gula/selesai dan creamer
19) Tersedia daftar makanan dan minuman dan harganya
20) Piring makan pokok dengan jumlah dua kali jumlah kursi
21) Piring desert dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
22) Piring roti dan mentega dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
23) Piring sop dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
24) Pissin/Sourcer dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
25) Cangkir / cup dengan jumlah dua setengah kali jumlah kursi
26) Cangkir untuk konsome (consome cup) dengan jumlah dua setengah kali
jumlah meja
27) Soup toureen dengan jumlah satu untuk setiap 4 kursi
28) Source boats dengan jumlah satu untuk setiap 4 kursi
29) Vegetable bowl dengan jumlah satu buah untuk setiap 4 kursi
30) Water pitcher dengan jumlah satu buah setiap 4 kursi
32) Guereidon dengan jumlah satu buah untuk setiap 4 kursi
33) Pepper mill dengan jumlah satu buah untuk setiap 4 kursi
34) Wine basket dengan jumlah satu buah untuk setiap 10 meja
35) Wine bucket dengan jumlah satu buah untuk setiap 10 meja
8. Bar
a. Hotel menyediakan satu baru yang terpisah dari restoran
b. Jumlah tempat duduk sebanding dengan luas bar dengan ketentua 1,1 m2 pertempat
duduk
c. Lebar ruang kerja bartender minimal 1 m
d. Untuk ruangan bar yang tertutup harus dilengkapi dengan AC dan ventilasi dengan
temperatur ruangan 24 derajat celcius dan kelembaban relatif 60 derajat celcius
e. Perlengkapan minimal :
1) Tersedia bar counter dan bar stool
2) Aalat pencampur minuman (shaker) satu buah
3) Alat pengocok minuman (blender) satu buah
4) Alat pengukur minuman (jigger) dua buah
5) Alat pembuka botol dan kaleng dua buah

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
6) Alamari es satu buah
7) Keranjang sampah dua buah
8) Tempat es batu dan alat untuk mengambilnya minimal dua buah
9) Rak penyimpanan minuman dan peralatan yang dipisahkan
10) Long bar spoon
11) Spring cocktail stainer
12) Lemon squeezer
13) Cutteing board
14) Cocktail stirer
15) Champagne basket
16) Berbagai jenis gelas dengan junlah dua setengah kali kapasitas bar minimal
terdiri atas :
a. Cocktail glass / gelas cocktail
b. Gelas pajang / glass tuimbler
c. Gelas bir
d. Brandy snitter / cognac glass / brandy glass
17) Asbak

Cluster 3 Sub Cluster 3B


3. Meja/counter guest relation officer
4. Peta kota dan provinsi
c. Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur udara
d. Penerangan minimal 150 lux
e. Tersedia petunjuk lokasi sarana hotel

10.2 Lounge
Hotel menyediakan lounge yang dilengkapi dengan meja dan kursi

10.3 Telepon Umum

f. Bar dilengkapi dengan tempat untuk mencuci peralatan dan perlengkapan, yang terdiri
atas :
1) Bak cucian / wastafel dengan dua buah keran air panas dan dingin
2) Mesin pencuci gelas
3) Saluran pembuangan air

a. Hotel menyediakan telepon umum di lobby :


1) Telepon umum untuk hubungan keluar minimal 2 (dua) pesawat (extern)
2) Telepon umum untuk hubungan didalam hotel minimal 2 pesawat intern
b. Masing-masing pesawat telpon dilengkapi dengan buku petunjuk telepon

9. Function Room
a. Hotel menyediakan function room minimal satu buah dengan pintu masuk terpisah dari
lobby

c. Antara 2 (dua) pesawat telepon dipisah dengan penyekat


10.4 Toilet Umum
Hotel menyediakan toilet umum di lobby yang terpisan untuk pria dan wanita
dengan fasilitas minimal :

b. Function room yang tidak terletak pada satu lantai dengan lobby harus dilengkapi
dengan toilet umum yang terpisah untuk pria dan wanita
c. Tersedia pro function room

10. Area publik


10.1 Lobby
a. Hotel harus mempunyai lobby dengan luas minimal 100 m2

Toilet untuk pria :


-

Toilet untuk wanita :

b. Tersedia :
1. Kursi sofa (easy chair) dengan mejanya
2. Meja/counter Bell Captain

Urionoir 4 buah
WC 2 buah
Tempat cuci tangan, sabun, dan kaca rias
Alat pengering tangan
Asbak
Kertas WC dengan tempatnya
Tempat sampah yang tertutup

WC 3 buah
Kertas WC dengan tempatnya
Ruang rias dengan kaca rias dan kursi rias

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
-

Tempat cuci tangan, sabun, dan kaca rias


Alat pengering tangan
Tempat sampah yang tertutup

10.5 Koridor

- Ruang administrasi / chef

Cluster 3 Sub Cluster 3B

- Ruang pencucian dan penyimpanan peralatan/perlengkapan


- Ruang tempat penyimpanan bahan bakar gas/elpiji untuk dapur

a. Lebar koridor minimal 1,8 m

c. Lantai dapur tidak licin, dilengkapi dengan saluran pembuangan air dan saringan

b. Tersedia stop kontak untuk setiap 12 m

d. Dinding dapur dilapisi dengan tegel kedap air setinggi langit-langit

c. Tersedia satu asbak untuk setiap 4 kamar tamu berhadapan

e. Tata udara diatur dengan ventilasi udara yang ditutup dengan kawat kasa atau bahan lain
pencegah serangga

d. Tata udara diatur dengan AC atau ventilasi


e. Tingkat kebisingan 40 dB
10.6 Ruangan yang disewakan
Hotel menyediakan ruangan yang disewakan untuk keperluan lain diluar kegiatan
utama hotel sesuai dengan difinisi hotel minimal 3 ruangan untuk kegiatan yang
berbeda :
a. Drugstore
b. Bank / money changer
c. Travel Agent ( Biro Perjalanan)
10.7 Poliklinik
a. Tersedia ruang poloklinik yang memenuhi persyaratan Departemen Kesehatan

f. Penerangan dapur minimal 200 lux


g. Tersedia :
- Alat pemadam kebakaran (dry chemical)
- P3K
h. Tersedia cerobong dan saluran asap (kitchen hood) dilengkapi dengan saluran lemak (grease
filter)
i. Peralatan/perlengkapan dapur minimal :
1) Almari Es
- Reach in

b. Peralatan minimal sesuai dengan peraturan Departemen Kesehatan

- Walk in dengan system pengaman dari dalam dan dari luar

c. Tersedia perlengkapan untuk menanggulangi keadaan gawat darurat

2) Meja persiapan dengan stainless stelldan berbgai macam pisau dapur

d. Tersedia paramedis

3) Tungku (listrik,gas)
4) Satu unit pencucian peralatan dan perlengkapan (dish washing unit)

10.8 Dapur
a. Hotel menyediakan minimal sebuah dapur dengan luas sekurang-kurangnya 40% dari luas
restaurant
b. Ruang dapur terdiri atas :

5) Satu buah alat timbangan bahan


6) Alat perlengkapan lainnya :
- Grill/panggangan
- Oven

- Ruang persiapan

- Hot cupboard

- Ruang pengolahan

- Chopping block

- Ruang penyimpanan bahan makanan

- Coffee machine

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
- Tilting frying pan

Cluster 3 Sub Cluster 3B


- Ruangan penitipan barang tamu (luggage room)

- Deep fat fryer

- Ruangan pemesanan kamar hotel (reservation room)

- Bain marie

- Ruang pimpinan Front Office

- Combination machine

- Ruangan operator telepon

- Potato peeling machine


- Baking oven

b. Peralatan/perlengkapan

-Marble table

- Room rack/rak kamar

- Ice making machine

- Mail rack/rak penyimpanan surat

j. Tersedia ruangan khusus untuk room service :


1) Letak berdekatan dengan dapur induk service bar, akses ke kamar (service elevator) tempat
penyimpanan alat dan penyajian makanan
2) Fasilitas minimal :
- Pesawat telepon (minimal 2 telepon)
- Rak kamar tamu (system guest rack)
- Kereta dorong untuk penyajian makanan/minuman (room servise trolley)
- Room service menu dan harganya
- Alat penutup makanan dan hot box
- Time stamp machine

- Reservation rack/rak pemesanan kamar hotel


- Information rack/rak telepon
- Mesin kas register
- Safety deposit box yang terpisah untuk setiap tamu
- Baggage cart/kereta dorong
- Pesawat telepon minimal 4 buah
- Jam
- Time stamp
- Timbangan surat
- Credit card printer
- Petti cash box

11. Area Administrasi


11.1 Front Office
a. Tersedia :
- Tempat penerimaan tamu
- Tempat penerangan (information)
- Tempat kasir
- Ruang penitipan barang-barang berharga (safety deposit room)

11.2 Kantor Pengelolaan Hotel


a. Tersedia kantor pimpinan :
- GM Office (pimpinan hotel)
- BAM Office/RM Office (wakil pimpinan hotel)
- F& B Office (pimpinan restoran dan bar)
- Sales Manager Office/pemasaran
- Personal Manager Office/personalia

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
- Purchasing Manager Office/pembelian dan pengadaan

Cluster 3 Sub Cluster 3B


d. Perlengkapan-perlengkapan minimal :

- Accounting Office/keuangan

- Mesin cuci

b. Tersedia toilet yang tepisah untuk pria dan wanita bagi para pengelola hotel

- Mesin pemeras
- Mesin pengering

12. Area Tata Graha

- Mesin setrika lena

12.1 Uniform Room

- Mesin unit dry cleaning

- Tersedia uniform room yang dilengkapi dengan rak untuk penyimpanan pakaian seragam
12.2 Ruangan Lena
a. Tersedia ruang lena dengan luas minimal 50m2
b. Tersedia rak/almari tempat penyimpanan lena
12.3 Ruangan Jahit-menjahit
- Tersedia ruang khusus untuk keperluan jahit-menjahit pakaian tamu dan karyawan lengkap
dengan peralatannya
12.4 Room boy station
a. Tersedia ruang pelayanan kamar tamu (room boy station) minimal satu buah untuk setiap 40
kamar. Bagi hotel bertingkat tiap floor minimal tersedia satu room boy station.
b. Peralatan/perlengkapan minimal :
1) Kereta dorong room boy

- Mesin pemberi tanda (marker)


14. Area dan ruang operasional
14.1 Gudang
Tersedia gudang yang terdiri atas :
1)
2)
3)
4)
5)

Gudang bahan makanan dan minuman


Gudang peralatan dan perlengkapan
Gudang untuk engineering
Gudang botol kosong
Gudang barang-barang bekas

14.2 Ruang penerimaan barang/bahan


a. Tersedia ruang penerimaan bahan/barang yang mampu menampung minimal 1 (satu) truk
b. Kantor penerimaan barang
c. Perlengkapan minimal :

2) Alat untuk menyediakan air minum dingin (cold drink water machine)

- Timbangan (500kg) yang telah ditera

3) Meja setrika dan setrika

- Kereta barang

4) Tempat tidur cadangan, termasuk untuk bayi (baby crib)

- Tempat sampah yang tertutup

13. Area lost found


- Tersedia area lost and found dengan luas minimal 10m2 dilengkapi dengan rak/almari terkunci
13.1 Ruang binatu
a. Ruang binatu (laundry & dry cleaning) mempunyai luas minimal 10m2
b. Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur suhu
c. Tersedia saluran pembuangan air dan limbah cucian

d. Tersedia instalasi air dan saluran pembuangannya


e. Letak berdekatan dengan gudang dan tidak mengganggu tamu
14.3 Ruang karyawan
a. Ruangan karyawan terdiri atas :
1) Ruang locker dan kamar mandi/wc yang terpisah untuk pria dan wanita
Peralatan :

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
-

Locker individual dengan kunci pengaman yang jumlahnya disesuaikan dengan


yang membutuhkan (satu locker untuk satu orang untuk tingkat supervisor ke
bawah)
Kamar mandi/shower dilengkapi dengan air panas/dingin dan WC yang terpisah
untuk pria dan wanita
Untuk pria minimal 5 (lima) WC, 3 (tiga) urinoir
Untuk wanita minimal 3 (tiga) shower, 2 (dua) WC
Wash basin
Tata udara diatur dengan atau tanpa pengatur udara
Tersedia kaca rias/full length mirror

2) Ruang makan karyawan


- Penataan kursi dan meja diatur sedemikian rupa sehingga satu meja tidak lebih dari
10 (sepuluh) tempat duduk
- Ruangan diatur dengan dekorasi baik pada dinding atau tanaman atau dekorasi lainnya.
- Tata udara diatur dengan atau tanpa alat pengatur udara
- Letak ruangan berdekatan dengan dapur karyawan
3) Ruangan untuk ibadat

II.
OPERASIONAL/MANAGEMENT
1. Organisasi
a. Hotel harus memiliki struktur organisasi yang menyeluruh dan untuk tiap-tiap Departement
dan dapat dilihat oleh seluruh staff dan karyawan
- Kantor pimpinan hotel
- Kantor personalia
- Area karyawan
2. Tenaga Kerja
- Perbandingan jumlah kamar terhadap jumlah tenaga kerja minimal 1: 1,6
3. Front Office
a. Front desk dan uniform service bertugas 24jam
b. Tersedia pelayanan
- Penerangan/titip pesan/surat dan penjualan benda-benda pos
- Penitipan barang berharga
- Penitipan koper
- Pemesanan kamar hotel
- Penanganan keluhan tamu
- Telex/telepon/telegram
- Pembayaran rekening hotel/penukaran mata uang asing
- Pengetikan/pencatatan/pembuatan fotocopy, dll yang ada kaitannya dengan kegiatan
usaha (secretarial service)
- Pesan dan konfirmasi tiket angkutan

Cluster 3 Sub Cluster 3B

4. Housekeeping
a. Kamar tamu :
Tersedia pelayanan :
- Air panas selama 24jam
- Penggantian lena minimal 1 kali sehari
- Penggantian stationary, korek api, sabun, laundry bag, dorrknob menu, dll yang
telah digunakan tamu/dalam kondisi rusak
- Pencatatan kerusakan fisik dan perlengkapan/peralatan kamar serts dekorasi
- Pembersihan gelas minum dan gelas untuk gosok gigi
- Clear-up peralatan room service
- Pengisian almari es dan system pencatatan produk hotel yang dikonsumsi tamu
setiap hari
- Persiapan tempat tidur pada sore hari (turn down bed),pengisian air minum di
termos
b. Area public
1) Tersedia houseman/maid bertugas selama 24jam untuk melayani penggantian
perlengkapan/peralatan toilet umum
2) Tempat abu rokok dan sampah selalu dalam keadaan bersih
c. Ruang pakaian seragam
1) Pakaian seragam karyawan diatur rapi digantungan/rak almari
2) Seluruh pakaian seragam harus dalam keadaan bersih dan rapi
5. Food and Baverage
a. Restoran
1) Restoran tipe Coffee Shop melayani selama 24 jam
2) Restoran lainnya diluar Coffee Shop untuk makan siang dan makan malam
3) Tersedia minimal :
- Makanan Indonesia
- Makanan asing
- Minuman tanpa alcohol
- Minuman beralkohol
4) Makanan panas harus disajikan dalam keadaan panas, makanan dingin harus disajikan
dalam keadaan dingin
5) Restoran menyajikan makanan dengan dua jenis pelayanan diantara jenis-jenis tersebut ini
:
- Siap dimeja makan
- Siap dipiring (ready plate service)
- Siap di lodor (platter service)
- Siap di meja samping (gueridon service)
- Siap dimeja prasmanan (buffet service)
6) Penawaran makanan disajikan dalam bentuk minimal hidangan pilihan (A la Carte)
7) Tersedia hiburan minimal music dari saluran sentral/TV-video sentral dan program
kesenian Indonesia
8) Ruang, alat meubelair dan dekorasi terawatt rapi yang tercermin tidak ada
kotoran/sampah/sarang laba-laba/debu/tanaman segar/meubelair dekorasi utuh dan
kuat/stabil
9) Setiap meja harus dalam keadaan siap dengan peralatan minimal :

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
- taplak meja / place mat

- makanan asing

- asbak

- minuman tanpa alcohol

- bunga

- minuman alcohol

- nomor meja

Cluster 3 Sub Cluster 3B

3) Penyajian makanan/minuman harus dalam keadaan tertutup

- tempat garam dan merica dengan isinya


- peralatan makan dan minum standard ( serbet makan, gelas minum, pisau / sendok dan garpu )
10) Lampu yang dipakai harus lampu pijar

6) Laundy & Dry Cleaning


a. Pelayanan laundry dan dry cleaning setiap hari dengan jenis pelayanan :
- Pelayanan cepat selesai dalam 2 jam

b. Bar :

- Pelayanan biasa selesai 1 hari

1) Bar melayani tamu minimal selama 8 jam

b. Pelayanan untuk tamu hotel dan keperluan hotel

2) Tersedia minuman dengan bentuk pilihan :


- minuman tanpa alcohol

7) Receiving area

- minuman alcohol

Receiving area dalam keadaan bersih dan memenuhi standard sanitasi

- minuman campuran
3) Tersedia hiburan berupa :

8) Store Room

- music dari saluran sentral

Store room ( gudang-gudang) memenuhi standard kebersihan, keselamatan dan keamanan.

- tersedia program hiburan


4) Ruang, alat meubelair dan dekorasi terawat rapi yang tercemin dari : tidak ada kotoran /
/ sarang laba laba / debu / tanaman segar / alat meubelair dekorasi utuh dan stabil
5) Lampu yang dipakai harus lampu pijar

c. Room service :
1) Hotel menyediakan pelayanan kamar (room service) selama 24 jam

sampah

9) Ruang Engineering
a. Ruangan dalam keadaan bersih
b. Setiap peralatan/mesin/mesin yang dapat membahayakan manusia harus dilengkapi dengan
petunjuk keselamatan kerja dan alat pengaman
c. Tersedia regu pemadam kebakran yang terlatih dengan mengenakan tanda khusus yang
jelas dan pedoman pemadam dan pencegahan bahaya kebakaran yang siaga dalam 24 jam.

2) Room service minimal melayani penghidangan

- makanan Indonesia
10) Ruang karyawan

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B
2. Selalu mengucapkan selamat jalan untuk tamu yang akan meninggalkan tempat tersebut
3. Selalu mengucapkan selamat istirahat untuk tamu baru tiba dikamarnya

a. Locker dan kamar mandi karyawan harus dalam keadaan bersih memenuhi standard sanitasi
b. Instalasi dan perlengkapan mandi / wc berfungsi dengan baik dan tidak membahayakan pemakai
c. Tersedia petugas untuk melayani makanan selama jam makan
d. Ruang makan dalam keadaan bersih dan memenuhi standard sanitasi

e.

Atasan Bell Boy (Bell captain) mampu :


1). Melaksanakan tugas Bell Boy apabila diperlukan

11 ) Security

2). Memberikan informasi dankonfirmasi sesuai dengan yang diminta tamu, antara lain
angkutan/pertunjukan,

Petugas keamanan untuk seluruh hotel bertugas selama 24 jam

tiket

3). Memanggilkan pengendara mobil yang diinginkan tamu


f.

12 ) Poliklinik

Petugas penerima tamu (Receptionist), mampu:


1). Melayani tamu pada saat registrasi dan diselesaikan dalam waktu 5 menit

a. Poliklinik melayani :
1 ) Pemeriksaan dan pengobatan
2) Penanganan keadaan darurat

2). Menawarkan berbagai jenis dan tarifnya dengan tepat serta memberikan saran apabila tidak
tersedia kamar yang dikehendaki tamu

b. Ruangan dalam keadaan bersih sesuai dengan persyaratan Departemen Kesehatan yang berlaku

3). Mengingat /menghafal rupa atau nama tamu yang sedang tinggal di hotel, terutama tamu
penting (VIP)
g.

13) Olah raga dan rekreasi


a. Tersedia petugas yang melayani tamu dalam mempergunakan sarana olah raga dan rekreasi

Petugas informasi (information Clerk), mampu:

1). Memberikan informasi dengan tepat tentang sarana pelayanan di hotel dan yang ada
hubungannya dengan aktivitas pariwisata serta usaha di dalam kota.

b. Tempat dan sarana rekreasi dan perlengkapannya berfungsi sebagaimana mestinya

2). Memberikan pelayanan atas surat atau sejenisnya dari atau untuk tamu hotel

c. Ruangan yang digunakan dalam keadaan, bersih memenuhi standard sanitasi

3). Menerima menyampaikan pesan tamu dengan tepat dan cepat


4). Memanggil tamu yang berada di dalam hotel, serta diselesaikan dalam waktu 5 menit

III. PELAYANAN

h.

Keramah tamahan Indonesia

1). Melayanni proses pembayaran tamu dengan jenis dan cara pembayaran yang elah ditetapkan
hotel, serta diselesaikan dalam waktu 5 menit

a. Pimpinan dan Karyawan hotel :


1. Berikap ramah, sopan, dan menunjukan kerelaan untuk melayani tamu
2. Berpakaian seragam hotel yang rapid an serasi menurut kepribadian Indonesia agar mudah
dikenali tamu, khususnya untuk karyawan yang langsung berhubungan dengan tamu
3. Memberikan salam/greeting setiap berjumpa dengan tamu diseluruh area hotel
4. Penampilan diri rapi dan menarik

b. Khusus Pimpinan dan karyawan bagian yang berhubungan dengan tamu secara langsung :
1. Selalu mengucapkan selamat datang untuk tamu baru tiba ditempat tersebut

Kasir (front office cashier), mampu:

2). Melayani tukar uang, dari/ke mata uang asing dan kecil/receh
3). Melayani permintaan penitipan barang berharga sesuai dengan ketentuan yang berlaku, cepat,
aman, dan tepat
i.

Petugas penerima pesanan kamar (reservation clerk), mampu:

1). Menerima pesanan kamar dan memberikan kepastiannya dengan cepat untuk berbagai
cara/sumber pesanan

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
2). Menawarkan berbagai jenis kamar dan tarifnya dengan tepat serta memberikan saran apabila
pesanan tidak dapat dipenuhi
j.

operator telepon, mampu:

1). Mengetahui nama tamu yang tinggal di otel dengan nomer kamarnya secara tepat apabila
diperlukan
2). Memberikan informasi tentang produk dan fasilitas hotel serta informasi nomer-nomer telepon
yang dianggap penting apabila dikehendaki tamu
3). Menerima, mengatur dan melaksanakan permintaan tamu untuk dibangunkan pagi hari dengan
tepat
k. petugas kamar (room boy), mampu:
1). Mengingat nama tamu yang sedang tinggal dikamar pada daerah kerjanya
2). Membersihkan/membereskan kamar(termasuk kamar mandi) dalam waktu 60 menit untuk
dibangunkan pagi hari dengan tepat
3). Memberikan pelayanan tambahan atas permintaan tamu, antara lain tambahan handuk,
permintaaan itab suci,dll dengan cepat dan tepat
l.

petugas pelayanan cucian (valet), mampu:


1). Segera mendatangi tamu yang meminta pelayanan cucian

2). Mengembalikan cucian tamu dalam waktu yang sesuai dengan informasi hotel, tanpa adanya
kerusakan atau kehilangan atau kekurangan atas jumlah jenis pisik pakaian tamu
3). Melaksanakan permintaan tamu sesuai dengan jenis cucian terutama dry cleaning
4). Melaksanakan penggantian atas kerugian tamu sesuai dengan peraturan yang lazim berlaku
m. pramusaji pelayanan kamar (room service order taker dan waiter), mampu:
1). Memberikan informasi tentang makanan dan minuman yang tersedia
2). Memerima setiap pesanan dan mengulang kembali agar tidak terjadi kesalahan
3). Menyajikan pesanan yang diminta tamu
n.

Petugas restoran, mampu:


1). Memberikan informasi lengkap tentang makan dan minunman yang tersedia
2). Menawarkan dan memberikan saran kepada tamu
3). Menerima pesanan dan mengulang kembali pesanan tersebut

Cluster 3 Sub Cluster 3B

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Perda Bali No. 5 tahun 2005 tentang Persyaratan Arsitektur Bangunan Gedung

12.

Pasal 1
Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan :

Cluster 3 Sub Cluster 3B


Gaya arsitektur tradisioonal Bali adalah corak penampilan arsitektur yang dapat
memberikan citra/nuansa arsitektur berlandasarkan budaya Bali yang dijiwai oleh
agama Hindu melalui penerapan berbagai perinsip bentuk yang mengandung identitas
maupun nilai-nilai arsitektur tradisional Bali.

13.

Bangunan adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan
pekarangan sebagai tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas
dan/atau dibawah tanah dan/atau air.

14.

Bangunan Gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di
dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan
kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan
usaha, kegiatan social, kegiatan budaya, kegiatan campuran, maupun kegiatan khusus.

1.

Provinsi adalah Provinsi Bali

2.

Pemerintaah Provinsi Pemerintah Provinsi Bali,

3.

Gubernur adalah Gubernur Bali.

4.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan


Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali.

5.

Arsiktur adalah tata ruang dan tata bentuk sebagai wadah kegiatan manusia baik
individu maupun kelompok untuk menunjang kesejahteraan jasmani dan rohani.

15.

Bangunan gedung fungsi hunian adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai
tempat tinggal atau sarana bagi pembinaan kelurga.

6.

Tradisi adalah kebiasaan yang diwariskan secara turun temurun yang dianggap baik
dan benar oleh masyarakat.

16.

Bangunan gedung fungsi keagamaan adalah bangunan gedung yang digunakan untuk
pelaksanaan ibadah.

7.

Arsitektur tradisional Bali adalah tata ruang dan tata bentuk yang pembangunannya
didasarkan atas nilai dan norma-norma baik tertulis maupun tidak tertulis yang
diwarikan secara turun-temurun.

17.

Bangunan gedung fungsi usaha adalah bangunan gedung yang digunakan sebagai
tempat untuk kegiatan usaha.

18.

Bangunan gedung fungsi social dan budaya adalah bangunan gedung yang digunakan
sebagai tempat untuk kegiatan pelayanan social dan kegiatan interaksi manusia
dengan lingkungan serta kehidupannya.

19.

Bangunan gedung fungsi campuran adalah bangunan gedung yang memiliki lebih dari
satu fungsi.

20.

Bangunan gedung fungsi khusus adalah bangunan gedung yang mempunyai tingkat
kerahasiaan fungsi yang tinggi dan/atau yang mempunyai potensi resiko bahaya yang
besar.

21.

Pekarangan adalah bidang lahan dengan bentuk dan ukuran tertentu yang bersisi atau
akan diisi bangunan.

22.

Penyelenggaraan adalah kegiatan pembangunan yang meliputi proses perencanaan


teknis dan pelaksanaan konstruksi serta kegiatan pemanfaatan, pelestarian, dan
pembongkaran.

23.

Pemanfaatan adalah kegiatan memanfaatkan bangunan gedung sesuai dengan fungsi


yang telah ditetapkan termasuk kegiatan pemeliharaan, perawatan dan pemeriksaan
secara berkala.

8.

9.

10.

11.

Arsitektur non tradisional Bali adalah arsitektur yang tidak menerapkan norma-norma
arsitektur tradisional Bali secara utuh tetapi menampilkan gaya arsitektur tradisional
Bali.
Arsitektur setempat adalah arsitektur yang telah mentradisi/berakar/mapan dalam
budaya masyarakat di suatu satuan lingkungan tradisi dari tradisi kecil sampai
lingkungan tradisi besar di propinsi Bali.
Arsitektur warisan adalah arsitektur peninggalan masa lampau di Provinsi Bali, baik
dalam keadaan terawatt/dimanfaatkan sesuai fungsinya atau tidak terawat/tidak
digunakan sesuai fungsi, bergerak atau tidak bergerak, berupa kesatuan atau kelompok
atau bagian-bagiannya atau sisanya, yang dianggap memiliki nilai-nilai penting bagi
ilmu pengetahuan, sejarah, kebudayaan, dan nilai-nilai signifikan lainnya, seperti yang
diatur dalam peraturan perundang undangan.
Persyaratan Arsitektur adalah persyaratan yang berkaitan dengan bentuk dan karakter
penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, dan kesimbangan/keselarasanya
dengan lingkungannya.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
24.

Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga kehandalan bangunan gedung beserta prasana


dan sarananya agar tetap laik fungsi.

25.

Pembingkaran adalah kegiatan membongkar/merobohkan seluruh atau sebagian


bangunan gedung, komponen, bahan bangunan dan/atau prasana dan sarananya.

26.

27.

Peransert masyarakat adalah berbagaikegiatan masyarakat yang timbul atas kehendak


dan keinginan sendiri di tengah masyarakat untuk ikut mengawasi dan bergerak dalam
penyelenggaraan bangunan gedung.
Kawasan khusus adalah suatu satuan territorial yang ditetapkan oleh Gubernur
berdasarkan persyaratan arsitektur khusus, karakteristik alam, dan budaya dengan
tujuan pengembangan ilmu pengetahuan, pelestarian, dan pengayaan kasanah
Arsitektur Bali.

Pasal 2
Arsitektur bangunan gedung diselenggarakan berlandaskan asas manfaat, kehendak, keindahan, dan
kekhasan bentuk/karakter arsitektur serta keserasian bangunan gedung dengan lingkungannya.
Pasal 3
Pengaturan persyaratan arsitektur bangunan gedung bertujuan untuk;
a.

mewujudkan bangunan gedung yang memiliki corak dan karakter arsitektur tradisional Bali
secara umum maupun corak arsitektur khas setempat serta yang serasi dan terpadu dengan
lingkungannya; dan

b.

mewujudkan kepastian hukum dalam penyelenggaraan bangunan gedung agar menghasilkan


bangunan gedung yang sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali.

Pasal 4
(1)

Fungsi bangunan gedung digolongkan dalam fungsi keagamaan, fungsi hunian, fungsi usaha,
fungsi social dan budaya, fungsi khusus, serta fungsi campuran.

(2)

Bangunan gedung yang berfungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dibangun di
tempat yang sesuai dengan peruntukan lokasi yang diatur dalam Rencana Tata Ruang yang
berlaku.

Pasal 13
(1)

Arsitektur bangunan gedung non tradisional Bali harus dapat menampilkan gaya arsitektur
tradisioal Bali dengan menetapkan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali yang selaras,
seimbang dan terpadu dengan lingkungan setempat.

(2)

Prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum
pada Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Daerah ini.

(3)

Cluster 3 Sub Cluster 3B


Pembangunan bangunan gedung dengan fungsi khusus yang karena kekhususannya tidak
mungkin menerapkan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Bali, dapat menampilkan gaya
arsitektur lain dengan persetujuan Gubernur setelah mendapat rekomendasi DPRD.

Pasal 14
(1)

Penempatan bangunan dengan masa majemuk, ditata sesuai strktur nilai pembagian tapak
atau mandalanya.

(2)

Komposisi massa bangunan majemuk, ditata membentuk suatu halaman utama sebagai pusat
orientasi masa bangunan.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Undang Undang no. 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun ( Apartement )

Cluster 3 Sub Cluster 3B


12. "Badan pengelola" adalah badan yang bertugas untuk mengelola rumah susun.
Pasal 5

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:
1. "Rumah Susun" adalah bangunan gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan,
yang terbagi dalam bagian-bagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah horizontal
maupun vertical dan merupakan satuan-satuan yang masing-masing dapat dimiliki dan digunakan
secara terpisah,terutama untuk tempat hunian, yang dilengkapi dengan bagian-bersama, bendabersama dan tanahbersama.
2. "Satuan rumah susun" adalah rumah susun yang tujuan peruntukan utamanya digunakan secara
terpisah sebagai tempat hunian, yang mempunyai sarana penghubung ke jalan umum.
3. "Lingkungan" adalah sebidang tanah dengan batas-batas yang jelas yang di atasnya dibangun
rumah susun termasuk prasarana dan fasilitasnya, yang secara keseluruhan merupakan kesatuan
tempat pemukiman.
4. "Bagian-bersama" adalah bagian rumah susun yang dimiliki secara tidak terpisah untuk
pemakaian bersama dalam kesatuan fungsi dengan satuan-satuan rumah susun.
5. "Benda-bersama" adalah benda yang bukan merupakan bagian rumah susun, tetapi yang dimiliki
bersama secara tidak terpisah untuk pemakaian bersama.
6. "Tanah-bersama" adalah sebidang tanah yang digunakan atas dasar hak bersama secara tidak
terpisah yang di atasnya berdiri rumah susun dan ditetapkan batasnya dalam persyaratan izin
bangunan.
7. "Hipotik" adalah hak tanggungan yang pengertiannya sesuai dengan Pasal 1162 Kitab Undangundang Hukum Perdata Indonesia yang selama pengaturannya belum dilengkapi dengan Undangundang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960,
menggunakan ketentuanketentuan tentang hipotik dalam Kitab Undang-undang Hukum Perdata
Indonesia sepanjang belum ada pengaturannya dalam Undang-undang ini.
8. "Fidusia" adalah hak jaminan yang berupa penyerahan hak atas benda berdasarkan kepercayaan
yang disepakati sebagai jaminan bagi pelunasan piutang kreditur.
9. "Pemilik" adalah perseorangan atau, badan hukum yang memiliki satuan rumah susun yang
memenuhi syarat sebagai pemegang hak atas tanah.
10. "Penghuni" adalah perseorangan yang bertempat tinggal dalam satuan rumah susun.
11. "Perhimpunan penghuni" adalah perhimpunan yang anggotanya terdiri dari para penghuni.

1. Rumah susun dibangun sesuai dengan tingkat keperluan dan kemampuan masyarakat terutama
bagi yang berpenghasilan rendah.
2. Pembangunan rumah susun dapat diselenggarakan oleh Badan Usaha Milik Negara atau Daerah,
3. Koperasi, dan Badan Usaha Milik Swasta yang bergerak dalam bidang itu, serta Swadaya
Masyarakat.
Pasal 6
1. Pembangunan rumah susun harus memenuhi persyaratan teknis dan administratif.
2. Ketentuan-ketentuan pokok tentang persyaratan teknis dan administratif sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) diatur dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 8
1. Satuan rumah susun dimiliki oleh perseorangan atau badan hukum yang memenuhi syarat sebagai
pemegang hak atas tanah.
2. Hak milik atas satuan rumah susun adalah hak milik atas satuan yang bersifat perseorangan dan
terpisah.
3. Hak milik atas satuan rumah susun sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) meliputi juga hak atas
bagian bersama,benda-bersama, dan tanah-bersama, yang semuanya merupakan satu-kesatuan
yang tidak terpisahkan dengan satuan yang bersangkutan.
4. (Hak atas bagian-bersama, benda-bersama, dan hak atas tanah bersama sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3) didasarkan atas luas atau nilai satuan rumah susun yang bersangkutan pada waktu
satuan tersebut diperoleh pemiliknya yang pertama.
Pasal 9
1. Sebagai tanda bukti hak milik atas satuan rumah susun sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8
diterbitkan sertifikat hak milik atas satuan rumah susun.
2. Sertifikat hak milik atas satuan rumah susun sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) terdiri atas:
Salinan Buku Tanah dan Surat Ukur atas Hak Tanah Bersama menurut ketentuan Peraturan
Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960;
Gambar denah tingkat rumah susun yang bersangkutan, yang menunjukkan satuan rumah susun
yang dimiliki; Pertelaan mengenai besarnya bagian hak atas bagian-bersama, benda-bersama dan
tanahbersama yang bersangkutan; kesemuanya merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan.
Pasal 12

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
1. Rumah susun berikut tanah tempat bangunan itu berdiri serta benda lainnya yang merupakan
atau kesatuan dengan tanah tersebut dapat dijadikan jaminan hutang dengan:

dibebani hipotik, jika tanahnya tanah hak milik atau hak guna bangunan;

dibebani fidusia, jika tanahnya tanah hak pakai atas tanah Negara.

2. Hipotik atau fidusia dapat juga dibebankan atas tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
beserta rumah susun yang akan dibangun sebagai jaminan pelunasan kredit yang dimaksudkan
untuk membiayai pelaksanaan pembangunan rumah susun yang telah direncanakan di atas tanah
yang bersangkutan dan yang pemberian kreditnya dilakukan secara bertahap sesuai dengan
pelaksanaan pembangunan rumah susun tersebut.
Pasal 13
Dengan tidak mengurangi ketentuan Pasal 12, hak milik atas satuan rumah susun sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 8 ayat (3) dapat dijadikan jaminan hutang dengan:

dibebani hipotik, jika tanahnya tanah hak milik atau hak guna bangunan;

dibebani fidusia, jika tanahnya tanah hak pakai atas tanah Negara.

Pasal 13
Dengan tidak mengurangi ketentuan Pasal 12, hak milik atas satuan rumah susun sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 8 ayat (3) dapat dijadikan jaminan hutang dengan:
a. dibebani hipotik, jika tanahnya tanah hak milik atau hak guna bangunan;
b. dibebani fidusia, jika tanahnya tanah hak pakai atas tanah Negara.
Pasal 14
1. Pemberian hipotik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 dan Pasal 13 dilakukan dengan akta
Pejabat Pembuat Akta Tanah dan wajib didaftarkan pada Kantor Agraria Kabupaten dan
Kotamadya untuk dicatat pada buku tanah dan sertifikat hak yang bersangkutan.
2. Dalam akta pemberian hipotik sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dapat dimuat janji-janji
yang berlaku juga bagi pihak ketiga sebagai tanda bukti adanya hipotik sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 dan Pasal 13, diterbitkan sertifikat hipotik yang terdiri dari salinan buku tanah
hipotik dan salinan akta Pejabat Pembuat Akta Tanah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).
3. Tanggal buku tanah hipotik sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) adalah tanggal yang
ditetapkan tujuh hari setelah penerimaan secara lengkap surat-surat yang diperlukan bagi
pendaftarannya oleh Kantor Agraria Kabupaten atau Kotamadya yang bersangkutan atau jika

Cluster 3 Sub Cluster 3B


hari ketujuh itu jatuh pada hari libur, maka buku tanah yang bersangkutan diberi bertanggal hari
kerja berikutnya.
4. Sertifikat hipotik sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) mempunyai kekuatan eksekutorial dan
dapat dilaksanakan sebagai putusan pengadilan.
5. Bentuk dan isi akta Pejabat Pembuat Akta Tanah, bentuk dan isi buku tanah hipotik sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) serta hal-hal lain mengenai pendaftaran hipotik dan pemberian sertifikat
sebagai tanda bukti, ditetapkan dan diselenggarakan berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B

Undang Undang no 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung


11. Pengkaji teknis adalah orang perorangan, atau badan hukum yang mempunyai sertifikat
keahlian untuk melaksanakan pengkajian teknis atas kelaikan fungsi bangunan gedung
sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:

12. Masyarakat adalah perorangan, kelompok, badan hukum atau usaha, dan lembaga
atau
organisasi
yang
kegiatannya
di bidang bangunan gedung, termasuk
masyarakat
hukum
adat dan masyarakat ahli, yang berkepentingan dengan
penyelenggaraan bangunan gedung.

1. Bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu
dengan tempat kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada di atas dan/atau di
dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan
kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan
usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus.

13. Prasarana dan sarana bangunan gedung adalah fasilitas kelengkapan di dalam dan
di luar bangunan gedung yang mendukung pemenuhan terselenggaranya fungsi
bangunan gedung.

2. Penyelenggaraan bangunan gedung adalah kegiatan pembangunan yang meliputi


proses perencanaan teknis dan pelaksanaan konstruksi, serta kegiatan pemanfaatan,
pelestarian, dan pem-bongkaran.

14. Pemerintah Pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah perangkat Negara Kesatuan
Republik Indonesia yang terdiri dari Presiden beserta para menteri.

3. Pemanfaatan
bangunan
gedung
adalah
kegiatan
memanfaatkan bangunan
gedung sesuai dengan fungsi yang telah ditetapkan, termasuk kegiatan pemeliharaan,
perawatan, dan pemeriksaan secara berkala.
4. Pemeliharaan adalah kegiatan menjaga keandalan bangunan gedung beserta prasarana
dan sarananya agar selalu laik fungsi.
5. Perawatan adalah kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan
gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan
gedung tetap laik fungsi.
6. Pemeriksaan berkala adalah kegiatan pemeriksaan keandalan seluruh atau sebagian
bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarananya
dalam tenggang waktu tertentu guna menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung.

15. Pemerintah Daerah adalah kepala daerah kabupaten atau kota beserta perangkat daerah
otonom yang lain sebagai badan eksekutif daerah, kecuali untuk Provinsi Daerah Khusus
Ibukota Jakarta adalah gubernur.
Pasal 5
1. Fungsi bangunan gedung meliputi fungsi hunian, keagamaan, usaha, sosial dan budaya, serta
fungsi khusus.
2. Bangunan gedung fungsi hunian sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi bangunan
untuk rumah tinggal tunggal, rumah tinggal deret, rumah susun, dan rumah tinggal sementara.
3. Bangunan gedung fungsi keagamaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi masjid,
gereja, pura, wihara, dan kelenteng.

7. Pelestarian adalah kegiatan perawatan, pemugaran, serta pemeliharaan bangunan


gedung dan lingkungannya untuk mengembalikan keandalan bangunan tersebut sesuai
dengan aslinya atau sesuai dengan keadaan menurut periode yang dikehendaki.

4. Bangunan gedung fungsi usaha sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi bangunan
gedung untuk perkantoran, perdagangan, perindustrian, perhotelan, wisata dan rekreasi,
terminal, dan penyimpanan.

8. Pembongkaran adalah kegiatan membongkar atau merobohkan seluruh atau sebagian


bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan sarananya.

5. Bangunan gedung fungsi sosial dan budaya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi
bangunan gedung untuk pendidikan, kebudayaan, pelayanan kesehatan, laboratorium, dan
pelayanan umum.

9. Pemilik bangunan gedung adalah orang, badan hukum, kelompok orang, atau
perkumpulan, yang menurut hukum sah sebagai pemilik bangunan gedung.
10. Pengguna bangunan gedung adalah pemilik bangunan gedung dan/atau bukan pemilik
bangunan gedung berdasarkan kesepa-katan dengan pemilik bangunan gedung, yang
menggunakan dan/atau mengelola bangunan gedung atau bagian bangunan gedung sesuai
dengan fungsi yang ditetapkan.

6. Bangunan gedung fungsi khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) meliputi bangunan
gedung untuk reaktor nuklir, instalasi pertahanan dan keamanan, dan bangunan sejenis yang
diputuskan oleh menteri.
7. Satu bangunan gedung dapat memiliki lebih dari satu fungsi.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B
3. Bangunan gedung tidak boleh melebihi ketentuan maksimum kepadatan dan ketinggian yang
ditetapkan pada lokasi yang bersangkutan.
4. Ketentuan mengenai tata cara perhitungan dan penetapan kepadatan dan ketinggian
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal 6
1. Fungsi bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 harus sesuai dengan peruntukan
lokasi yang diatur dalam Peraturan
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota.
2. Fungsi bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan
Pemerintah Daerah dan dicantumkan dalam izin mendirikan bangunan.

Pasal 13

oleh

1) Persyaratan jarak bebas bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1)
meliputi:

3. Perubahan fungsi bangunan gedung yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(2) harus mendapatkan persetujuan dan penetapan kembali oleh Pemerintah Daerah.

a. garis sempadan bangunan gedung dengan as jalan, tepi sungai, tepi pantai, jalan kereta
api, dan/atau jaringan tegangan tinggi;

4. Ketentuan mengenai tata cara penetapan dan perubahan fungsi bangunan gedung
sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

b. jarak antara bangunan gedung dengan batas-batas persil, dan jarak antara as jalan dan
pagar halaman yang diizinkan pada lokasi yang bersangkutan.

Pasal 9
1. Persyaratan tata bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (3) meliputi persyaratan
peruntukan dan intensitas bangunan gedung, arsitektur bangunan gedung, dan persyaratan
pengendalian dampak lingkungan.
2. Persyaratan tata bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ditetapkan lebih lanjut
dalam rencana tata bangunan dan lingkungan oleh Pemerintah Daerah.
3. Ketentuan mengenai tata cara penyusunan rencana tata bangunan dan lingkungan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 10
1. Persyaratan peruntukan dan intensitas bangunan gedung sebagai-mana dimaksud dalam Pasal 9
ayat (1) meliputi persyaratan peruntukan lokasi, kepadatan, ketinggian, dan jarak bebas
bangunan gedung yang ditetapkan untuk lokasi yang ber-sangkutan.
Pasal 12
1. Persyaratan kepadatan dan ketinggian bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10
ayat (1) meliputi koefisien dasar bangunan, koefisien lantai bangunan, dan ketinggian bangunan
sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan untuk lokasi yang bersangkutan.
2. Persyaratan jumlah lantai maksimum bangunan gedung atau bagian bangunan gedung yang
dibangun di bawah permukaan tanah harus mempertimbangkan keamanan, kesehatan, dan daya
dukung lingkungan yang dipersyaratkan.

2) Persyaratan jarak bebas bangunan gedung atau bagian bangunan gedung yang dibangun di
bawah permukaan tanah harus mempertimbangkan batas-batas lokasi, keamanan, dan tidak
mengganggu fungsi utilitas kota, serta pelaksanaan pembangunannya.
3) Ketentuan mengenai persyaratan jarak bebas bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam
ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 14
1) Persyaratan arsitektur bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) meliputi
persyaratan penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, keseimbangan, keserasian, dan
keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya, serta pertimbangan adanya keseimbangan
antara nilai-nilai sosial budaya setempat terhadap penerapan berbagai perkembangan arsitektur
dan rekayasa.
2) Persyaratan penampilan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus
memperhatikan bentuk dan karakteristik arsitektur dan lingkungan yang ada di sekitarnya.
3) Persyaratan tata ruang dalam bangunan sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1)
harus
memperhatikan fungsi ruang, arsitektur bangunan gedung, dan keandalan bangunan gedung.
4) Persyaratan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan
lingkungannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus mempertimbangkan terciptanya
ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yang seimbang, serasi, dan selaras dengan
lingkungannya.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
5) Ketentuan mengenai penampilan bangunan gedung, tata ruang dalam, keseimbangan, dan
keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1),
ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Cluster 3 Sub Cluster 3B

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Pasal 15
1) Penerapan persyaratan pengendalian dampak lingkungan hanya berlaku bagi bangunan gedung
yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.
2) Persyaratan pengendalian dampak lingkungan pada bangunan gedung sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pasal 17
1) Persyaratan keselamatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1)
meliputi persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan, serta
kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran dan
bahaya petir.
2) Persyaratan kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatannya sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan struktur bangunan gedung yang stabil dan
kukuh dalam mendukung beban muatan.
3) Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah dan menanggulangi bahaya
kebakaran sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan bangunan gedung
untuk melakukan pengamanan terhadap bahaya kebakaran melalui sistem proteksi pasif dan/atau
proteksi aktif.
4) Persyaratan kemampuan bangunan gedung dalam mencegah bahaya petir sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melakukan
pengamanan terhadap bahaya petir melalui sistem penangkal petir.
Pasal 18
1) Persyaratan kemampuan struktur bangunan gedung yang stabil dan kukuh dalam mendukung
beban muatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) merupakan kemampuan
struktur bangunan gedung yang stabil dan kukuh sampai dengan kondisi pembebanan
maksimum dalam mendukung beban muatan hidup dan beban muatan mati, serta untuk
daerah/zona tertentu kemampuan untuk mendukung beban muatan yang timbul akibat
perilaku alam.
2) Besarnya beban muatan dihitung berdasarkan fungsi bangunan gedung pada kondisi pembebanan
maksimum dan variasi pembebanan agar bila terjadi keruntuhan pengguna bangunan gedung
masih dapat menyelamatkan diri.
3) Ketentuan mengenai pembebanan, ketahanan terhadap gempa bumi dan/atau angin sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 19

Cluster 3 Sub Cluster 3B


1) Pengamanan
terhadap bahaya kebakaran dilakukan
dengan sistem proteksi pasif
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) meliputi kemampuan stabilitas struktur dan
elemennya, konstruksi tahan api, kompartemenisasi dan pemisahan, serta proteksi pada bukaan
yang ada untuk menahan dan membatasi kecepatan menjalarnya api dan asap kebakaran.
2) Pengamanan
terhadap bahaya kebakaran dilakukan
dengan sistem proteksi aktif
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (3) meliputi kemampuan peralatan dalam
mendeteksi dan memadamkan kebakaran, pengendalian asap, dan sarana penyelamatan
kebakaran.
3) Bangunan gedung, selain rumah tinggal, harus dilengkapi dengan sistem proteksi pasif dan aktif.
4) Ketentuan mengenai sistem pengamanan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 20
1) Pengamanan terhadap bahaya petir melalui sistem penangkal petir sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 17 ayat (4) merupakan kemampuan bangunan gedung untuk melindungi semua
bagian bangunan gedung, termasuk manusia di dalamnya terhadap bahaya sambaran petir.
2) Sistem penangkal petir sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan instalasi
penangkal petir yang harus dipasang pada setiap bangunan gedung yang karena letak, sifat
geografis, bentuk, dan penggunaannya mempunyai risiko terkena sambaran petir.
3) Ketentuan mengenai sistem penangkal petir sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 21
Persyaratan kesehatan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) meliputi
persyaratan sistem penghawaan, pencahayaan, sanitasi, dan penggunaan bahan bangunan gedung.
Pasal 22
Sistem penghawaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 merupakan kebutuhan sirkulasi dan
pertukaran udara yang harus disediakan pada bangunan gedung melalui bukaan dan/atau ventilasi alami
dan/atau ventilasi buatan.
Bangunan gedung tempat tinggal, pelayanan kesehatan, pendidik-an, dan bangunan pelayanan umum
lainnya harus mempunyai bukaan untuk ventilasi alami.
Ketentuan mengenai sistem penghawaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih
lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B

Pasal 23
1) Sistem pencahayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 merupakan kebutuhan
pencahayaan yang harus disediakan pada bangunan gedung melalui pencahayaan alami
dan/atau pencahayaan buatan, termasuk pencahayaan darurat.

4) Kenyamanan kondisi udara dalam ruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan
tingkat kenyamanan yang diperoleh dari temperatur dan kelembaban di dalam ruang untuk
terselenggaranya fungsi bangunan gedung.

2) Bangunan gedung tempat tinggal, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan bangunan pelayanan
umum lainnya harus mempunyai bukaan untuk pencahayaan alami.

5) Kenyamanan pandangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan kondisi


dimana hak pribadi orang dalam melaksanakan kegiatan di dalam bangunan gedungnya tidak
terganggu dari bangunan gedung lain di sekitarnya.

3) Ketentuan mengenai sistem pencahayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat
(2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 24
1) Sistem sanitasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 merupakan kebutuhan sanitasi yang harus
disediakan di dalam dan di luar bangunan gedung untuk memenuhi kebutuhan air bersih,
pembuangan air kotor dan/atau air limbah, kotoran dan sampah, serta penyaluran air hujan.
2) Sistem sanitasi pada bangunan gedung dan lingkungannya harus dipasang sehingga
mudah dalam pengoperasian
dan pemeliharaannya, tidak membahayakan serta tidak
mengganggu lingkungan.
3) Ketentuan mengenai sistem sanitasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 25

6) Kenyamanan tingkat getaran dan kebisingan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1)
merupakan tingkat kenyamanan yang ditentukan oleh suatu keadaan yang tidak
mengakibatkan pengguna dan fungsi bangunan gedung terganggu oleh getaran dan/atau
kebisingan yang timbul baik dari dalam bangunan gedung maupun lingkungannya.
7) Ketentuan mengenai kenyamanan ruang gerak, tata hubungan antarruang, tingkat kondisi
udara dalam ruangan, pandangan, serta tingkat getaran dan kebisingan sebagaimana dimaksud
dalam ayat (2), ayat (3), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) diatur lebih lanjut dengan
Peraturan Pemerintah.
Pasal 27
1) Persyaratan kemudahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (1) meliputi kemudahan
hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta kelengkapan prasarana dan sarana
dalam pemanfaatan bangunan gedung.

1) Penggunaan bahan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 harus aman bagi
kesehatan pengguna bangunan gedung dan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan.

2) Kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) meliputi tersedianya fasilitas dan aksesibilitas yang mudah, aman, dan nyaman
termasuk bagi penyandang cacat dan lanjut usia.

2) Ketentuan mengenai penggunaan


bahan bangunan gedung sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.

3) Kelengkapan prasarana dan sarana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) pada bangunan
gedung untuk kepentingan umum meliputi penyediaan fasilitas yang cukup untuk
ruang ibadah, ruang ganti, ruangan bayi, toilet, tempat parkir, tempat sampah, serta fasilitas
komunikasi dan informasi.

Pasal 26
1) Persyaratan kenyamanan bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat
(1) meliputi kenyamanan ruang gerak dan hubungan antarruang, kondisi udara dalam
ruang, pandangan, serta tingkat getaran dan tingkat kebisingan.
2) Kenyamanan ruang gerak sebagaimana dimaksud dalam
kenyamanan yang diperoleh dari dimensi ruang dan tata letak
kenyamanan bergerak dalam ruangan.

ayat (1) merupakan tingkat


ruang yang memberikan

3) Kenyamanan hubungan antarruang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan tingkat
kenyamanan yang diperoleh dari tata letak ruang dan sirkulasi antarruang dalam bangunan
gedung untuk terselenggaranya fungsi bangunan gedung.

4) Ketentuan mengenai kemudahan hubungan ke, dari, dan di dalam bangunan gedung, serta
kelengkapan prasarana dan sarana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) dan ayat (3) diatur
lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 28
1) Kemudahan hubungan horizontal antarruang dalam bangunan gedung sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 27 ayat (2) merupakan keharusan bangunan gedung untuk menyediakan pintu
dan/atau koridor antar ruang.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
2) Penyediaan mengenai jumlah, ukuran dan konstruksi teknis pintu dan koridor disesuaikan dengan
fungsi ruang bangunan gedung.

3) Ketentuan mengenai kemudahan hubungan horizontal antarruang dalam bangunan gedung


sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 29
1) Kemudahan hubungan vertikal dalam bangunan gedung, termasuk sarana transportasi
vertikal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) berupa penyediaan tangga, ram, dan
sejenisnya serta lift dan/atau tangga berjalan dalam bangunan gedung.
2) Bangunan gedung yang bertingkat harus menyediakan tangga yang menghubungkan lantai yang
satu dengan yang lainnya dengan mempertimbangkan kemudahan, keamanan, keselamatan,
dan kesehatan pengguna.
3) Bangunan gedung untuk parkir harus menyediakan ram dengan kemiringan tertentu
dan/atau sarana akses vertikal lainnya dengan mempertimbangkan kemudahan dan keamanan
pengguna sesuai standar teknis yang berlaku.
4) Bangunan gedung dengan jumlah lantai lebih dari 5 (lima) harus dilengkapi dengan sarana
transportasi vertikal (lift) yang dipasang sesuai dengan kebutuhan dan fungsi bangunan gedung.
5) Ketentuan mengenai kemudahan hubungan vertikal dalam bangunan gedung sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 30
1) Akses evakuasi dalam keadaan darurat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) harus
disediakan di dalam bangunan gedung meliputi sistem peringatan bahaya bagi pengguna, pintu
keluar darurat, dan jalur evakuasi apabila terjadi bencana kebakaran dan/atau bencana lainnya,
kecuali rumah tinggal.
2) Penyediaan akses evakuasi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) harus dapat dicapai
dengan mudah dan dilengkapi dengan penunjuk arah yang jelas.
3) Ketentuan mengenai penyediaan akses evakuasi sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
Pasal 31

Cluster 3 Sub Cluster 3B


1) Penyediaan fasilitas dan aksesibilitas bagi penyandang cacat dan lanjut usia sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) merupakan keharusan bagi semua bangunan gedung, kecuali
rumah tinggal.
2) Fasilitas bagi penyandang cacat dan lanjut usia sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), termasuk
penyediaan
fasilitas aksesibilitas
dan fasilitas lainnya dalam bangunan gedung dan
lingkungannya.
3) Ketentuan mengenai penyediaan aksesibilitas bagi penyandang cacat dan lanjut usia
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (2) diatur lebih lanjut dengan Peraturan
Pemerintah.
Pasal 32
1) Kelengkapan prasarana dan sarana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3)
merupakan keharusan bagi semua bangunan gedung untuk kepentingan umum.
2) Ketentuan mengenai kelengkapan prasarana dan sarana sebagaimana dimaksud
(1) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah

dalam

ayat

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Peraturan Pemerintah no 4 tahun 1988 tentang Rumah Susun

Pasal 11
1) Semua ruang yang dipergunakan untuk kegiatan sehari-hari harus mempunyai hubungan
langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan langsung maupun tidak
langsung secara alami dalam jumlah yang cukup, sesuai dengan persyaratan yang berlaku.
2) Dalam hal hubungan langsung maupun tidak langsung dengan udara luar dan pencahayaan
langsung maupun tidak langsung secara alami sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak
mencukupi atau tidak memungkinkan,
harus diusahakan adanya pertukaran udara
dan pencahayaan buatan yang dapat bekerja terus menerus selama ruangan tersebut digunakan,
sesuai dengan persyaratan yang ber laku.
Pasal 12
Rumah susun harus direncanakan dan diba ngun dengan struktur, komponen, dan penggunaan bahan
bangunan yang memenuhi persyaratan konstruksi sesuai dengan standar yang berlaku.
Pasal 13
Struktur, komponen, dan penggunaan bahan bangunan
dalam Pasal 12, harus diperhitungkan kuat dan tahan terhadap :

rumah

susun sebagaimana dimaksud

Cluster 3 Sub Cluster 3B


b) jaringan listrik yang memenuhi persyaratan mengenai kabel dan perlengkapannya,
termasuk meter listrik dan pembatas arus, serta peng- amanan terhadap kemungkinan timbulnya
hal-hal yang membahayakan;
c) jaringan gas yang memenuhi persyaratan beserta perlengkapannya termasuk
meter
gas, pengatur arus, serta pengamanan terhadap kemungkinan timbulnya hal- hal yang
membahayakan;
d) saluran pembuangan
pemasangan;

air

hujan

e) saluran pembuangan
pemasangan;

air

limbah

yang
yang

f) saluran dan/ atau tempat pembuangan


kebersihan, kesehatan, dan kemudahan;

c) gempa, hujan, angin, banjir;

m) alat/ sistem alarm;

d) kebakaran dalam jangka waktu yang diperhitungkan cukup untuk usaha pengamanan dan
penyelamatan;

n) pintu kedap asap pada jarak-jarak tertentu;

Rumah susun harus dilengkapi dengan:


a) jaringan air bersih yang memenuhi persyaratan mengenai perpipaan dan perlengkapannya
termasuk meter air, pengatur tekanan air, dan tangki air dalam bangunan;

kualitas, kuantitas dan

yang

memenuhi persyaratan terhadap

j) tempat jemuran;

l) penangkal petir;

Pasal 14

persyaratan

i) pintu dan tangga darurat kebakaran;

b) beban bergerak;

g) gangguan/ perusak lainnya, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

sampah

kualitas, kuantitas, dan

h) alat transportasi yang berupa tangga, lift atau eskalator sesuai dengan tingkat keperluan dan
persyaratan yang berlaku;

k) alat pemadam kebakaran;

f) kemungkinan adanya beban tambahan, baik dari arah vertikal maupun horizontal;

memenuhi

persyaratan

g) tempat untuk kemungkinan pemasangan jaringan telepon dan alat komunikasi lainnya;

a) beban mati;

e) daya dukung tanah;

memenuhi

o) generat or listrik disediakan untuk rumah susun yang menggunakan lift.


Pasal 15
Bagian-bagian dari keleng kapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14, yang merupakan hak bersama
harus ditempatkan dan dilindungi untuk menjamin fungsinya sebagai bagian bersama dan mudah
dikelola.
Pasal 23
Kepadatan bangunan dalam lingkungan harus memperhitungkan dapat dicapainya optimasi daya
guna dan hasil guna tanah, sesuai dengan fungsinya, dengan memperhatikan keserasian dan keselamatan
lingkungan sekitarnya, berdasarkan peraturan perundang- udangan yang berlaku.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B

Pasal 24
1) Tata letak bangunan harus menunjang kelancaran kegiatan sehari- hari dengan
mempertimbangkan keserasian, keseimbangan, dan keterpaduan,
2) Tata letak bangunan harus memperhatikan penetapan batas pemilikan tanah bersama, segisegi kesehatan, pencahayaan, pertukaran udara, serta pencegahan dan pengamanan terhadap
bahaya yang mengancam keselamatan penghuni, bangunan, dan lingkungannya berdasarkan
per- aturan perundang- undangan yang berlaku.
Pasal 25
1) Lingkungan rumah susun harus dilengkapi dengan prasarana lingkungan yang berfungsi
sebagai penghubung untuk keperluan kegiatan sehari- hari bagi penghuni, baik ke dalam maupun
ke luar dengan penyediaan jalan setapak, jalan kendaraan, dan tempat parkir.
2) Penyediaan prasarana lingkungan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), harus
mempertimbangkan kemudahan dan keserasian hubungan dalam kegiatan sehari-hari
dan
pengamanan bila terjadi hal-hal yang membahayakan, serta struktur, ukuran, dan kekuatan
yang cukup sesuai dengan fungsi dan penggunaan jalan tersebut.
Pasal 26
Lingkungan rumah susun harus dilengkapi dengan prasarana lingkungan dan utilitas umum yang sifatnya
menunjang fungsi lainnya dalam rumah susun yang bersangkutan, meliputi :
a) jaringan distribusi air bersih, gas, dan listrik dengan segala kelengkapannya
termasuk kemungkinan diperlukannya tangki-tangki air, pompa air, tangki gas, dan gardu-gardu
listrik;
b) saluran pembuangan air hujan yang menghubungkan pembuangan air hujan dari rumah susun
ke sistem jaringan pembuangan air kota;
c) saluran pembuangan air limbah dan/ atau tangki septik yang menghubungkan
pembuangan air limbah dari rumah susun ke sistem jaringan air limbah kota, atau
penampungan air limbah tersebut ke dalam tangki septik dalam lingkungan.
d) tempat pembuangan sampah yang fungsinya adalah sebagai tempat pengumpulan sampah
dari rumah susun untuk selanjutnya dibuang ke tempat pembuangan sampah kota, dengan
memperhatikan faktor-faktor kemudahan pengangkutan, kesehatan, kebersihan, dan keindahan;
e) kran-kran air untuk pencegahan dan pengamanan terhadap bahaya kebakaran yang dapat
menjangkau semua tempat dalam lingkungan dengan kapasitas air yang cukup untuk pemadam
kebakaran;
f) tempat parkir kendaraan dan/atau penyimpanan barang yang diperhitungkan terhadap
kebutuhan penghuni dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya sesuai dengan fungsinya;

g) jaringan telepon dan alat komunikasi lain sesuai dengan tingkat keperluannya.
Pasal 27
Dalam rumah susun dan lingkungannya harus disediakan ruangan-ruangan dan/atau bangunan untuk
tempat berkumpul, melakukan kegiatan masyarakat, tempat bermain bagi anak-anak, dan kontak
sosial lainnya, sesuai dengan standar yang berlaku.
Pasal 28
Dalam lingkungan rumah susun yang sebagian atau seluruhnya digunakan sebagai hunian untuk
jumlah satuan hunian tertentu, selain penyediaan ruang dan/atau bangunan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 27, harus disediakan pula ruangan dan/atau bangunan untuk pelayanan kebutuhan sehari-hari
sesuai dengan standar yang berlaku.

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B

Peraturan Menteri Perdagangan no 12 tahun 2008 tentang Pedoman Penataan dan


Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern

Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1) Pasar adalah area tempat jual beli barang dengan jumlah penjual lebih dari satu baik yang
disebut sebagai pusat perbelanjaan, pasar tradisional, pertokoan, mall, plasa, pusat perdagangan
maupun sebutan lainnya.
2) Pasar Tradisional adalah pasar yang dibangun dan dikelola oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah,
Swasta, Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah termasuk kerjasama
dengan swasta dengan tempat usaha berupa toko, kios, los dan tenda yang dimiliki/dikelola oleh
pedagang kecil, menengah, swadaya masyarakat atau koperasi dengan usaha skala kecil, modal
kecil dan dengan proses jual beli barang dagangan melalui tawar menawar.
3) Pusat Perbelanjaan adalah suatu area tertentu yang terdiri dari satu atau beberapa bangunan yang
didirikan secara vertikal maupun horisontal, yang dijual atau disewakan kepada pelaku usaha atau
dikelola sendiri untuk melakukan kegiatan perdagangan barang.
4) Toko adalah bangunan gedung dengan fungsi usaha yang digunakan untuk menjual barang
dan terdiri dari hanya satu penjual.
5) Toko Modern adalah toko dengan sistem pelayanan mandiri, menjual berbagai jenis barang
secara eceran yang berbentuk Minimarket, Supermarket, Department Store, Hypermarket ataupun
grosir yang berbentuk Perkulakan.
6) Pengelola Jaringan Minimarket adalah pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha di
bidang Minimarket melalui satu kesatuan manajemen dan sistem pendistribusian barang ke outlet
yang merupakan jaringannya.
7) Pemasok adalah pelaku usaha yang secara teratur memasok barang kepada Toko Modern dengan
tujuan untuk dijual kembali melalui kerjasama usaha.
8) Usaha Mikro, Kecil dan Menengah yang selanjutnya disebut UMKM adalah kegiatan
ekonomi yang berskala mikro, kecil dan menengah sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang Nomor
20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.
9) Kemitraan adalah kerjasama usaha antara usaha kecil dengan usaha menengah dan usaha besar
disertai dengan pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah dan usaha besar dengan
memperhatikan prinsip saling memerlukan, saling memperkuat
dan
saling
menguntungkan,
sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 44 tahun 1997
tentang Kemitraan.

10) Syarat perdagangan (trading terms) adalah syarat-syarat dalam perjanjian kerjasama
antara
Pemasok dan Toko Modern/ Pengelola Jaringan Minimarket yang berhubungan dengan
pemasokan produk-produk yang diperdagangkan dalam Toko Modern yang bersangkutan.
11) Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional selanjutnya disebut IUP2T, Izin Usaha Pusat
Perbelanjaan selanjutnya disebut IUPP dan Izin Usaha Toko Modern selanjutnya disebut IUTM
adalah izin untuk dapat melaksanakan usaha pengelolaan Pasar Tradisional,
Pusat
Perbelanjaan dan Toko Modern yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah setempat.
12) Peraturan Zonasi adalah ketentuan-ketentuan Pemerintah Daerah setempat yang mengatur
pemanfaatan ruang dan unsur-unsur pengendalian yang disusun untuk setiap zona peruntukan
sesuai dengan rencana rinci tata ruang.
13) Pejabat Penerbit Izin Usaha Pengelolaan Pasar Tradisional, Izin Usaha Pusat Perbelanjaan dan
Izin Usaha Toko Modern, yang selanjutnya disebut Pejabat Penerbit adalah Bupati/Walikota
atau Gubernur untuk Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
14) Surat Permohonan adalah surat permintaan penerbitan Izin Usaha Pengelolaan
Tradisional, Izin Usaha Pusat Perbelanjaan dan Izin Usaha Toko Modern.

Pasar

15) Menteri adalah Menteri yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang perdagangan.
Pasal 2
1) Lokasi untuk Pendirian Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern wajib mengacu
pada Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan Rencana Detail Tata Ruang Wilayah
Kabupaten/Kota, termasuk peraturan zonasinya.
2) Kabupaten/Kota yang belum memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota dan
Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota tidak diperbolehkan memberi izin lokasi
untuk pembangunan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.
Pasal 3
1) Pendirian Pasar Tradisional atau Pusat Perbelanjaan atau Toko Modern
selain
Minimarket
harus memenuhi persyaratan ketentuan
peraturan
perundang-undangan
dan
harus melakukan
analisa
kondisi
sosial
ekonomi
masyarakat, keberadaan Pasar
Tradisional dan UMKM yang berada di wilayah bersangkutan.
2) Analisa kondisi sosial ekonomi masyarakat dan keberadaan Pasar Tradisional dan UMKM
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a) Struktur penduduk menurut mata pencaharian dan pendidikan;
b) Tingkat pendapatan ekonomi rumah tangga;

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B
6) Pendirian Minimarket baik yang berdiri sendiri maupun yang terintegrasi dengan Pusat
Perbelanjaan atau bangunan lain wajib memperhatikan:

c) Kepadatan penduduk;
d) Pertumbuhan penduduk;

a. Kepadatan penduduk;

e) Kemitraan dengan UMKM lokal;

b. Perkembangan pemukiman baru;

f) Penyerapan tenaga kerja lokal;

c. Aksesibilitas wilayah (arus lalu lintas);

g) Ketahanan dan pertumbuhan Pasar Tradisional sebagai sarana bagi UMKM lokal;

d. Dukungan / ketersediaan infrastruktur; dan

h) Keberadaan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang sudah ada;

e. Keberadaan Pasar Tradisional dan warung/toko diwilayah sekitar yang lebih kecil
daripada Minimarket tersebut.

i) Dampak positif dan negatif yang diakibatkan oleh jarak antara Hypermarket dengan
Pasar Tradisional yang telah ada sebelumnya; dan
j) Tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
3) Penentuan jarak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf i harus mempertimbangkan:
a. Lokasi pendirian Hypermarket atau Pasar
Pasar Tradisional yang sudah ada sebelumnya;

Tradisional dengan Hypermarket atau

b. Iklim usaha yang sehat antara Hypermarket dan Pasar Tradisional;

d. Dukungan / ketersediaan infrastruktur; dan e. Perkembangan pemukiman baru.


1) Analisa kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2), berupa kajian
yang dilakukan oleh badan/lembaga independen yang berkompeten.
2) Badan/lembaga independen sebagaimana dimaksud pada ayat (4) melakukan kajian analisa
kondisi sosial ekonomi masyarakat di wilayah yang bersangkutan.
3) Hasil analisa kondisi sosial ekonomi masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan
dokumen pelengkap yang tidak terpisahkan dengan syarat-syarat dalam mengajukan Surat
Permohonan:
a. Izin pendirian Pasar Tradisional atau Pusat Perbelanjaan atau Toko Modern selain
Minimarket; atau
b. Izin usaha Pasar Tradisional atau Pusat Perbelanjaan atau Toko Modern selain
Minimarket.
4) Toko Modern yang terintegrasi dengan Pusat Perbelanjaan atau bangunan lain wajib memiliki
persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (2).
Modern

sebagaimana dimaksud

pada ayat

Pasal 4
1) Pasar Tradisional atau Pusat Perbelanjaan atau Toko Modern harus menyediakan areal parkir yang
cukup dan sarana umum lainnya.
2) Penyediaan sarana parkir sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan berdasarkan
kerjasama dengan pihak lain.

c. Aksesibilitas wilayah (arus lalu lintas);

5) Toko

7) Pendirian Minimarket sebagaimana dimaksud pada ayat (9) diutamakan


untuk
diberikan
kepada
pelaku
usaha
yang domisilinya sesuai dengan lokasi Minimarket
dimaksud.

(7) dikecualikan untuk Minimarket.

Pasal 9
1) Batasan luas lantai penjualan Toko Modern adalah sebagai berikut:
a. Minimarket, kurang dari 400 m2 (empat ratus meter persegi);
b. Supermarket, 400 m2 (empat ratus meter persegi) sampai dengan 5.000 m2 (lima ribu meter
persegi);
c. Hypermarket, lebih dari 5.000 m2 (lima ribu meter persegi);
d. Department Store, lebih dari 400 m2 (empat ratus meter persegi); dan
e. Perkulakan, lebih dari 5.000 m2 (lima ribu meter persegi).
2) Usaha Toko Modern dengan modal dalam negeri 100% (seratus persen) adalah:
a. Minimarket dengan luas lantai penjualan kurang dari 400 m2 (empat ratus meter persegi);
b. Supermarket dengan luas lantai penjualan kurang dari 1.200 m2 (seribu dua ratus meter
persegi); dan
c. Department Store dengan luas lantai penjualan kurang dari 2.000 m2 (dua ribu meter persegi).

Apartement - Mall, Sempidi, Badung Peraturan Hotel, Apartemen,


dan Rumah Susun
Cluster 3 Sub Cluster 3B