Anda di halaman 1dari 13

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SEKS BEBAS

Oleh:
Kelompok : 1
1. DWI INDAH SARI
2. INDAH PURNAMA SARI
3. MAULIDINA AWALIA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 MURUNG PUDAK


PROGRAM KEAHLIAN KEPERAWATAN
TABALONG, 2015

LEMBAR PERSETUJUAN
Satuan Acara Penyuluhan dengan Judul :
Seks Bebas

Disusun Oleh :
Kelompok 1
1. Dwi Indah Sari
2. Indah Purnama Sari
3. Maulidina Awalia

Telah disetujui pada tanggal

24 Februari 2015

Ka.Progli Keperawatan ,

Pembimbing akademik,

Deviana Sunarya, S.kep.Ns

Reza Safiqri, S.Kep

LEMBAR KONSULTASI PENKES

No

Hari/Tanggal

Materi

Catatan Pembimbing

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Paraf

Pokok bahasan

: Seks Bebas

Sub pokok bahasan

:
1.
2.
3.
4.

Pengertian Seks Bebas


Faktor Penyebab Seks Bebas
Cara Cara Pencegahan Seks Bebas
Bahaya Seks Bebas

Sasaran

: Remaja smkn 1 murung pudak 24 februari

Waktu

: 20 menit

Hari/Tanggal

: Jumat, 25 februari 2015

Tempat

: Smkn 1 murung pudak 24 februari

A. Tujuan Instruksional Umum


Setelah mengikuti kegiatan penyuluhan, diharapkan remaja Smkn 1 Murung Pudak dapat
mengerti tentang bahaya seks bebas.
B. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan selama 20 menit pengunjung dapat :
1. Mengerti arti dari seks bebas
2. Mengetahui faktor penyebab seks bebas
3. Mengetahui cara-cara pencegahan seks bebas
4. Mengetahui bahaya seks bebas
C. Materi
1. Pengertian Seks Bebas
2. Faktor Penyebab Seks Bebas
3. Cara Cara Pencegahan Seks Bebas
4. Bahaya Seks Bebas
D. Metode
Metode : Ceramah dan Tanya jawab
E. Media
Leaflet dan Power Point
F. Kegiatan Penyuluhan
No
1

Waktu
menit

Kegiatan Penyuluh
Pembukaan :
1. membuka
dengan

Kegiatan Peserta

kegiatan

1. Menjawab salam

mengucapkan

salam
2. Memperkenalkan

2. Mendengarkan
diri

dan anggota kelompok

3. Memperhatikan

Pelaksana
Moderator

3. Menyampaikan kontrak
4. Memperhatikan

waktu
4. Menyebutkan

materi

5. Memperhatikan

yang akan disampaikan


5. Menyampaikan tujuan
2

10 menit

dari penyuluhan
Pelaksanaan :

Tim Penyaji

1. Apersepsi materi

1. Mendengarkan dan
menjawab
2. Memperhatikan

2. Menjelaskan :
a. Menjelaskan
pengertian antenatal
care
b. Menjelaskan tujuan
antenatal care
c. Menjelaskan jadwal
kunjungan antenatal
care
d. Menjelaskan
pemeriksaan

yang

dilakukan

saat

Moderator

kunjungan antenatal
care
3. Memberikan
kesempatan

kepada

audience

untuk

bertanya mengenai hal- 3. Bertanya


hal
3

5 menit

yang

belum

dimengerti
Evaluasi
1. Menanyakan
kepada

Menjawab

Moderator

kembali
audience

mengenai materi yang


2 menit
4

sudah di jelaskan
Terminasi :
1. Mengucapkan

Moderator
terima 1. Memperhatikan

kasih atas peran peserta


2. Mengucapkan
salam
penutup

2. Menjawab salam

G. Evaluasi
Pertanyaan :
1. Apa yang dimaksud dengan antenatal care?
2. Sebutkan tujuan antenatal care?
3. Sebutkan! Kapan saja jadwal kunjungan ANC?
4. Pemeriksaan apa sajakah yang dilakukan ketika kunjungan ANC?
Jawaban :
1. Antenatal care adalah pengawasan atau pemeriksaan sebelum persalinan terutama
ditujukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim.
2. Tujuan dari antenatal care :
a. Mengenal dan menangani sedini mungkin penyulit yang terdapat saat kehamilan,
saat persalinan, dan kala nifas.
b. Mengenal dan menangani penyakit yang menyertai hamil, persalinan, dan kala
nifas.
c. Memberikan nasihat dan petunjuk yang berkaitan dengan kehamilan, persalinan,
kala nifas, laktasi, dan aspek keluarga berencana.
d. Menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan perinatal
3. Jadwal kunjungan :
a. Satu kali kunjungan hingga usia kehamilan 28 minggu (usia kehamilan 1-4 bulan)
b. Satu kali kunjungan selama kehamilan 28-32 minggu (usia kehamilan 4-8 bulan)
c. Dua kali kunjungan selama kehamilan 32 minggu sampai melahirkan
4. Pemeriksaan yang dilakukan :
a. Anamnesa
b. Pemeriksaan fisik
c. Pemeriksaan psikologis
d. Pemeriksaan laboraturium
e. Diagnosis kehamilan
H. Pengorganisasian
1. Moderator
2. Tim Penyaji
3. Observer

: mengatur jalannya diskusi ()


: menyajikan materi (Maulidina Awalia)
: mengobservasi jalannya penyuluhan tentang ketepatan waktu,
ketepatan masing-masing peran ()

Materi Penyuluhan
SEKS BEBAS
A. Pengertian
Seks bebas adalah hubungan seks atau hubungan badan diluar nikah. Tidak
sepantasnya apabila seorang manusia melakukan hubungan seks diluar nikah. Dalam
islam seks bebas atau hubungan badan diluar nikah disebut zina.
Seks bebas dapat diartikan sebagai hubungan kelamin yang dilakukan secara bebas
(berganti-ganti pasangan) yang tidak sesuai dengan norma-norma yang ada di
masyarakat.
B. Faktor Penyebab Seks Bebas
Sebagian kecil yang melakukan hubungan seks diluar nikah disebabkan karena ada
beberapa tahapan yang biasanya dilakukan sebelum seseorang berani melakukan
hubungan seks yaitu:
Pegangan tangan
Ciuman sebatas ciuman di pipi dan kening
Ciuman bibir (kiss franc)
Pelukan
Petting (mulai berani melepas pakaian bagian atas)
Meraba kebagian-bagian yang sensitif (mulai berani buka-bukaan)
Melakukan hubungan seks
Ironisnya hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka
berlindung, hubungan seks pada umumnya dilakukan atas dasar suka sama suka, dan
bahkan ada yang berganti-ganti pasangan. Sebagian besar mereka menggunakan alat
kontrasepsi yang dijual bebas dan menggunakan metode coitus interuptus.
Faktor-faktor yang menyebabkan seks bebas yaitu:
1. Lingkungan keluarga
Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknya pendidikan agama
yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukup tidaknya kasih sayang dan
perhatian yang diperoleh sang anak dari keluarganya. Cukup tidaknya keteladanan
yang diterima sang anak dari orangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak
dari orangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan-jalan
serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akan dibesarkan di
lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya. Anak akan tumbuh di
lingkungan pergaulan bebas.
2. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat yang kurang mendukung, seperti masyarakat yang


didominasi oleh pelacur, preman, pemabuk dll, sehingga dapat mempengaruhi remaja
di lingkungan tersebut.
3. Lingkungan pergaulan
Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yang kesannya lebih
mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif, yaitu istilah Anak Gaul.
Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remaja masa kini yang ditandai dengan
nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal, memahami istilah bokul, gaya fun,
berpakaian serba sempit dan ketat kemudian memamerkan lekuk tubuh, dan
mempertontonkan bagian tubuhnya yang seksi.
Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarik dengan hal yang
disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidak gaul dan kampungan.
Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanya menjadi korban dari pergaulan
bebas, di antaranya terjebak dalam perilaku seks bebas.
4. Kurangnya pendidikan agama dari keluarga
Kurangnya pendidikan agama yang tidak diperoleh sejak dini dari keluarga,
terutama orangtuanya, sehinga mereka dapat dengan mudah terjerumus ke dalam halhal yang negative.
5. Kurangnya pendidikan seks
Saat ini, kekurangan informasi yang benar tentang masalah seks akan
memperkuatkan kemungkinan remaja percaya dan salah paham yang diambil dari
media massa dan teman sebaya. Akibatnya, kaum remaja masuk ke kaum beresiko
melakukan perilaku berbahaya untuk kesehatannya.
6. Menonton media pornografi, di antaranya VCD dan DVD Porno
VCD dan DVD porno begitu mudah diperoleh hanya dengan Rp 5.000. Sekali
dirazia, setelah itu bebas lagi diperjualbelikan. Sistem pendidikan yang mengejar
angka-angka pun memberi andil kerusakan generasi muda itu.
7. Tayangan televis (telenovela dan film-film lainnya)
Faktor penyebab remaja melakukan perilaku seks bebas salah satu di antaranya
adalah akibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG tonton,
berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentuk perilaku mereka, terutama
tayangan film dan sinetron, baik film yang ditonton di layar kaca maupun film yang
ditonton di layar lebar.
Disyukuri memang karena ada kecenderungan dunia perfilman Indonesia mulai
bangkit kembali, yang ditandai dengan munculnya beberapa film Indonesia yang laris
di pasaran. Sebutlah misalnya, film Ada Apa Dengan Cinta, Eiffel Im in Love, 30
Hari Mencari Cinta, serta Virgin. Tetapi rasa syukur itu seketika sirna seiring dengan
munculnya dampak yang ditimbulkan dari film tersebut. Terutama terhadap penonton
usia remaja.

Film-film yang disebutkan tadi laris di pasaran bukan karena mutu pembuatan
filmnya akan tetapi lebih karena film tersebut menjual kehidupan remaja, bahkan
sangat mengeksploitasi kehidupan remaja. Film tersebut diminati oleh banyak remaja
ABG bukan karena mutu cinematografinya, melainkan karena alur cerita film tersebut
mengangkat sisi kehidupan percintaan remaja masa kini. Film tersebut diminati
remaja ABG, karena banyak mempertontonkan adegan-adegan syur dengan membawa
pesan-pesan gaya pacaran yang sangat berani, dan secara terang-terangan
melanggar norma sosial kemasyarakatan, apalagi norma agama
8. Narkoba
Seks bebas dan narkoba sangat erat kaitannya. Dimana orang-orang yang telah
terjerumus kedalam pengaruh napza, sebagian besar dari mereka dapat dipastikan
telah melakukan seks bebas. Baik hubungan diluar nikah maupun dengan bergantiganti pasangan.
9. Pengaruh kebudayaan barat
Kebersamaan nyaris sirna dalam kasih sayang, kejujuran, moral dan etika kini
semakin memudar dalam kehidupan kita di tengah arus globalisasi, bahkan dengan
bangga mereka mengadopsi budaya barat dan sadar atau tidak sadar menjadi agen
budaya asing.
Dengan mencontoh gaya hidup barat yang liberal pergaulan anak-anak
muda/remaja kita terutama di kota-kota besar kian semakin mengkhawatirkan orang
tua. Orang tua jadi pusing tujuh keliling. Mereka tidak mampu lagi membendung pola
tingkah anak muda sekarang.
10. Media cetak
Makin banyaknya majalah dan buku-buku porno yang juga memuat gambargambar porno, sehingga membuat anak-anak remaja sekarang banyak terjerumus
dalam pergaulan bebas dan melakukan seks bebas
11. Gaya hidup
Gaya hidup remaja sekarang yang selalu diikuti dengan dunia gemerlap malam,
seperti dugem, clubbing, minum-minuman keras, merokok, nongkrong di kafe dan
lain sebagainya.
12. Kemajuan tekhnologi (internet)
Dengan menggunakan internet, orang dapat mencari banyak situs terlarang,
seperti halnya situs yang memperlihatkan banyak pose orang telanjang khususnya
wanita atau situs seks.
Situs-situs itu tidak berguna dan tidak cocok untuk dilihat. Situs itu akan
mengurangi keimanan kepada Tuhan dan cenderung membawa mereka untuk
melakukan sesuatu yang salah. Tetapi banyak orang tidak tahu atau tidak memikirkan
tentang itu. Mereka terlalu bernafsu untuk melihat gambar-gambar itu semua.
13. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi, seperti kemiskinan adalah salah satu penyebab terjadinya seks
bebas.
14. Kondom yang terjual bebas
Kondom yang terjual bebas di apotik-apotik adalah salah satu penyebab seks
bebas karena kita tahu kalau kondom dapat mencegah kehamilan, sehingga dapat
melakukan seks bebas kapanpun.
C. Pencegahan Seks Bebas
Sebenarnya untuk menjauhkan remaja dari pergaulan seks bebas dapat dilakukan dengan
cara:
1. Memberikan bimbingan positif dari sekolah maupun orangtua di rumah
2. Meningkatkan kedisiplinan di sekolah maupun di rumah
3. Memberikan pendidikan seks melalui seminar atau talk show kesehatan atau seks,
agar remaja mengetahui betapa bahayanya melakukan seks bebas.
4. Peran penting orangtua dalam memberikan nasehat dan mendidik anak-anaknya
dengan bimbingan agama yang kuat.
5. Peran penting orang tua dalam masa tumbuh kembang remaja sangatlah penting,
antara lain orang tua harus bisa menjadi sahabat anaknya
6. Menjalin hubungan baik antara orangtua dengan anak yaitu dengan komunikasi yang
baik
7. Pemerintah juga harus menegakkan hukum setegak-tegaknya. Misalnya memberantas
pelaku perdangan anak yang menjadi salah satu sumber terjadinya perbudakan seks.
8. Menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis
9. Latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya
10. Pengembangan harga diri anak
11. Mengembangkan ketrampilan dan kemandirian anak
12. Meningkatkan iman dan takwa
13. Tidak berganti-ganti pasangan dalam melakukan hubungan seks
D. Bahaya Seks bebas
Bahaya dari seks bebas adalah:
1. Terputusnya sekolah
Akibat dari pergaulan bebas dan seks bebas adalah terputusnya sekolah karena dengan
seks bebas dan pergaulan bebas, mereka tidak sepenuhnya focus dengan belajar saat di
sekolah dan hanya memikirkan pacarnya atau mau ngapain setelah sekolah (kencan di
tempat-tempat romantic, makan malam, dll). Itulah yang dapat menyebabkan anak
putus sekolah karena malas belajar dan hanya memikirkan pacarnya saja, apalagi
kalau sudah patah hati, pasti malas umtuk melakukan kegiatan apapun.
2. Perkawinan usia muda
Dari seks bebas yang sudah dilakukan, maka dipaksakan untuk dapat menikah pada
usia muda karena harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukan oleh
kedua belah pihak. Menikah diusia muda juga banyak mempunyai dampak yang tidak
baik untuk kedua pihak, misalnya: karena ketidaksiapan psikis dan psikologi, maka
dapat menyebabkan pertengkaran dan perceraian dan bagi seorang istri, karena organ-

organ reproduksinya belum berfungsi dengan baik seperti wanita yang sudah dewasa,
maka bisa menyebabkan perdarahan saat melahirkan dan penyakit-penyakit lainnya.
3. Kehamilan di luar nikah
Pacaran yang bebas, akan membuka kemungkinan terjadinya kegiatan seks bebas
yang berujung pada kehamilan. Jika, terjadi kehamilan, maka yang bersangkutan
harus siap untuk menjadi orang tua. Menjadi orang tua, tentu membewa banyak
konsekuensi seperti harus kehilangan kesempatan menyelesaikan studi, mencarikan
nafkah untuk keluarga, kesiapan psikis untuk menjadi kepala keluarga, kesiapan untuk
membangun keluarga, kesiapan untuk berhadapan dengan orang tua (menjelaskan
tentang kehamilan tersebut), kesiapan psikis untuk berhadapan dengan berbagai
pertanyaan dari masyarakat sekitar dan kelurga dan lain-lain.
Jika harus menjadi orang tua di usia muda, maka sudahkah kita memiliki bayangan,
kira-kira pekerjaan apa yang paling mungkin kita kerjakan untuk membiayai keluarga
kita? Sementara pada sisi yang lain, bekal untuk berkompetinsi mencari pekerjaan
yang layak, mungkin belum kita miliki. Jika, setelah kita analisis ternyata kita belum
siap untuk menjadi orang tua di usia muda, maka lebih baik tidak usah pacaran
terlebih dahulu. Maka, bahwa di usia muda lebih baik kita menghindari pacaran
terlebih dahulu agar waktu yang kita miliki dapat betul-betul kita maksimalkan untuk
mempersiapkan masa depan kita.
4. Pengguguran kandungan (aborsi)
Kehamilan di luar nikah dapat menyebabkan pasangan tersebut memutuskan untuk
menggugurkan kandungannya karena takut jika diketahui orang tua, pasangannya
belum siap untuk menikah dan lain-lain.
Remaja wanita yang berusaha menggugurkan kandungannya pada tenaga non medis
(dukun, tenaga tradisional) sering mengalami kematian strategis. Perlu diketahui
bahwa aborsi dapat dilakukan dengan dua macam tindakan yaitu:
a) Aborsi dilakukan sendiri
Aborsi yang dilakukan sendiri misalnya dengan cara meminum obat0obatan yang
membahayakan janin, atau dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang dengan
sengaja menggugurkan janin.
b) Aborsi dilakukan orang lain
Orang lain disini bisa seorang dokter, bidan atau dukun beranak. Cara-cara yang
digunakan juga beragam.
Aborsi yang dilakukan seorang dokter atau bidan pada umumnya dilakukan dalm 5
tahapan, yaitu:
1. Bayi dibunuh dengan cara ditusuk atau diremukkan didalam kandungan
2. Bayi dipotong-potong tubuhnya agar mudah dikeluarkan
3. Potongan bayidikeluarkan satu persatu dari kandungan

4. Potongan-potongan disusun kembali untuk memastikan lengkap dan tidak


tersisa
5. Potongan-potongan bayi kemudian dibuang ke tempat sampah/sungai, di kubur
di tanah kosong, atau di bakar di tungku
Sedangkan seorang dukun beranak biasanya melakukan aborsi dengan cara
memberi ramuan obat pada calon ibu dan menguurut perut calon ibu untuk
mengeluarkan secara paksa janin dalam kandungannya. Hal ini sangat berbahaya,
sebab pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan dan
kemungkinan dapat membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu.
Tindakan aborsi memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan maupun
keselamatan seorang wanita.

Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi adalah:


1) Resiko Kesehatan dan Keselamatan Fisik
Pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi ada beberapa resiko
yang akan dihadapi seorang wanita, yaitu:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Kematian mendadak karena pendarahan hebat


Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal
Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan
Rahim yang sobek
Kerusakan leher rahim yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya
Kanker payudara (karena ketidak seimbangan hormone estrogen pada wanita)
Kanker indung telur
Kanker leher rahim
Kanker hati
Kelainan pada plasenta/ ari-ari yang akan menyebabkan cacat pada anak

berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya


k. Menjadi mandul atau tidak mampu memiliki keturunan
l. Infeksi rongga panggul
m. Infeksi pada lapisan rahim
2) Resiko Kesehatan Mental
Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi
kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki
dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita.

Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai Sindrom Paska Aborsi atau
PAS.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami hal-hal
seperti berikut ini:
a. Kehilangan harga diri
b. Berteriak-teriak histeris
c. Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi
d. Ingin melakukan bunuh diri
e. Mulai mencoba menggunakan obat-obat terlarang
f. Tidak bisa menikmati lagi hubungan seksual