Anda di halaman 1dari 20

S1 AKUNTANSI

AKUNTANSI-S1/2
Alviana Agustin
C10130070
Alit Rubaedah
C10130090
Anisha Andriani
C10130060
Bella IndrayaniC10130086
Hanisa Nurfauzia
C10130073
Khusnul AuliaC10130056
Kiki Hanna D
C10130089
Linda Oktavia
C10130051
Nur AfiantiC10130068
RosdianiC10130063
Siska Agnestia YC10130072

STIE EKUITAS BANDUNG


Angkatan 2014-2015

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta
hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga
penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah Ekonomi Makro.
Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita
Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Quran
dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Makro
di program studi Akuntansi S1 di STIE EKUITAS. Selanjutnya penulis
mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada IbuDr. Ester
Manik, S.E,.MM. selaku dosen pembimbing mata kuliah Ekonomi Makro
dan kepada kedua orangtua yang telah memberikan dukungan selama
penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangankekurangan dalam penulisan makalah ini, maka itu penulis mengharapkan
kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Bandung, April
2014

Penulis

|Page

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..........................................................

DAFTAR ISI....................................................................

ii

BAB

I
.............................................................................
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................
B. Rumusan Masalah.......................................................
C. Tujuan.........................................................................

1
1
1

BAB II PEMBAHASAN
A.
B.
C.
D.
E.
F.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi..............................


2
Menghitung Pertumbuhan Ekonomi............................
4
Manfaat Pertumbuhan Ekonomi..................................
6
Kebijakan untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi
Gambaran Pertumbuhan Ekonomi.............................. 11
Aplikasi Dari Pertumbuhan Ekonomi........................... 14

10

BAB III PENUTUP


A.

Simpulan.....................................................................

15

B.

Saran..........................................................................

15

DAFTAR PUSTAKA..........................................................

16

|Page

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang

Selama ini banyak negara sedang berkembang telah berhasil


menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, tetapi masih
banyak permasalahan pembangunan yang belum terpecahkan, seperti :
tingkat pengganguran tetap tinggi, pembagian pendapatan tambah tidak
merata, masih banyak terdapat kemiskinan absolut, tingkat pendidikan
rata-rata masih rendah, pelayanan kesehatan masih kurang, dan
sekelompok kecil penduduk yang sangat kaya cenderung semakin kaya
sedangkan sebagian besar penduduk tetap saja bergelut dengan
kemiskinan, yang terjadi bukan trickle down tapi trickle up. Keadaan ini
memprihatinkan, banyak ahli ekonomi pembangunan yang mulai
mempertanyakan arti dari pembangunan.
Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi merupakan dua
istilah yang berbeda, sekalipun ada beberapa ahli mengatakan sama.
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator dari keberhasilan
pembanguanan ekonomi. Jadi akan ada pertumbuhan ekonomi jika ada
pembangunan
ekonomi
dimana
pembangunan
ekonomi
itu
mengakibatkan perubahan-perubahan pada sektor ekonomi. Pendirian
industri-industri baru dan meningkatnya kegiatan ekspor dan impor akan
membawa perubahan dalam sektor industri dan sektor perdagangan.
Sektor pertanian juga akan berubah melalui pembangunan di bidang
sarana dan prasarana, seperti penambahan ruasa jalan.
Perubahan-perubahan pada berbagai sektor ekonomi tersebut akan
mengakibatkan terjadinya pertumbuhan ekonomi, yang ditandai dengan
naiknya produksi nasional, pendapatan nasional, dan pendapatan
perkapita. Situasi semacam itu akan berlangsung secara terus-menerus.

B. Rumusan Masalah
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi?


Bagaimana cara menghitung pertumbuhan ekonomi ?
Apa saja manfaat pertumbuhan ekonomi ?
Apa saja kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana gambaran pertumbuhan ekonomi ?
Bagaimana aplikasi dari pertumbuhan ekonomi ?

C. Tujuan
1.
2.
3.
4.
5.

Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui
Mengetahui

pengertian pertumbuhan ekonomi


bagaimana cara menghitung pertumbuhan ekonomi
manfaat pertumbuhan ekonomi
kebijakan mempercepat pertumbuhan ekonomi
gambaran pertumbuhan ekonomi
|Page

6. Megetahui aplikasi dari pertumbuhan ekonomi

BAB II
PEMBAHASAN
A.

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi ( Economic Growth ) adalah perkembangan


kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang
diproduksikan
dalam
masyarakat
bertambah
dan
kemakmuran
masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang
sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan
kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan
faktor-faktor
produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi
barang dan jasa yang sama besarnya. Pertambahan potensi memproduksi
seringkali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya.
Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari
potensinya. (Sadono Sukirno, 1994;10).
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan
kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah
balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun
tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya. Berkelanjutan
pertumbuhan ekonomi harus mengarah standar hidup yang lebih tinggi
nyata dan kerja meningkat.
Simon Kuznet mendefenisikan pertumbuhan ekonomi suatu
negara sebagai kemampuan negara itu untuk menyediakan barangbarang ekonomi yang terus meningkat bagi penduduknya, pertumbuhan
kemampuan ini berdasarkan pada kemajuan teknologi dan kelembagaan
serta penyesuaian ideologi yang dibutuhkannya.
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu kondisi dimana terjadinya
perkembangan GNP yang mencerminkan adanaya pertumbuhan output
perkapita dan meningkatnya standar hidup masyarakat.

Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi


Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan
GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP)
adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai
pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode
waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah
negara.
Kenaikan GDP dapat muncul melalui:
a) Kenaikan penawaran tenaga kerja

|Page

Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan


keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga
kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif
dibandingkan tenaga kerja lama.
b) Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia
Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika
tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan
baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara
langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya
manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.
c) Kenaikan produktivitas
Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan
tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas
masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan
teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala
produksi. (Case dan Fair, 1999;326)

Faktor-faktor yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi suatu


negara, yaitu sbb :

1. Sumber daya manusia


Input tenaga kerja terdiri dari
keterampilan angkatan kerja .

kuantitas

tenaga

kerja

dan

2. Sumber daya alam


Kekayaan alam dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan
perekonomian suatu negara, terutama pada masa-masa permulaan
proses pertumbuhan ekonomi.
3. Sumber daya modal
Sumber daya modal meliputi barang modal dan modal uang,
barang-barang modal pentingn peranannya dalam meningkatkan
pertumbuhan di bidang ekonomi. Sedangkan uang juga merupakan
modal yang sangat menetukan dan berkontribusi seara langsung
dalam pertumbuhan ekonomi.
4. Teknologi dan inovasi
Kemajuan teknologi menimbulak beberapa efek positif dalam
pertumbuhan ekonomi yaitu :
a. Dapat memepertinggi efisiensi dalam kegiatan produksi
b. Menimbulkan penemuan barang-barang baru yang belum pernah
diproduksi sebelumnya
c. Meninggikan mutu barang yang diproduksi tanpa meningkatkan
harga.

Hubungan antara produk nasional dan faktor-faktor dan


pertumbuhan ekonomi dapat dinyatakan dalam bentuk fungsi :
|Page

Q = f(R,L,K,T,S,Inf)

Q = Ouput nasional (GNP)

Keterangan :
R = Sumber daya alam
K = Barang Modal
L = Tenaga Kerja
S = Keahlian
T = Pajak

Perbedaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi

a) Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya


pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan
dalam struktur perekonomian.
b) Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif,
yaitu adanya kenaikandalam standar pendapatan dan tingkat output
produksi yang dihasilkan.

Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi

1) Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.


2) Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.
3) Kedua-duanya
menjadi
tanggung
jawab
pemerintah
dan
memerlukan dukungan rakyat.
4) Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat

B. Perhitungan Pertumbuhan Ekonomi


Untuk dapat mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, maka harus
dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Produk Domestik
Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).
PDB atau GDP adalah total produksi barang dan jasa yang dihasilkan
di dalam suatu wilayah pada periode tertentu, misalnya satu tahun. (Di
level provinsi di Indonesia biasanya disebut Produk Domestik Regional
Bruto-PDRB)
PDB jika dibagi dengan jumlah penduduk maka menjadi PDB per
kapita. Ukuran ini lebih spesifik karena memperhitungkan jumlah
penduduk serta mencerminkan kesejahteraan penduduk di suatu tempat.
Ada banyak pendapat mengenai penyebab naik turunnya total
produksi barang dan jasa, namun banyak ahli ekonomi yang setuju akan
dua penyebab berikut ini :
(1) Sumber pertumbuhan. Ahli-ahli ekonomi sering merujuk pada tiga
sumber pertumbuhan, yaitu :
a. peningkatan tenaga kerja,
|Page

b. peningkatan modal, dan


c. peningkatan efisiensi dimana kedua faktor ini digunakan. Jumlah
tenaga kerja dapat meningkat jika pekerja yang telah tersedia
bekerja lebih lama, atau jika ada tambahan tenaga kerja baru.
Sedangkan persediaan modal dapat meningkat jika perusahaan
mendorong kapasitas produktifnya dengan menambah pabrik
dan peralatan (investasi). Efisiensi bertambah ketika output yang
lebih dapat diperoleh dari jumlah tenaga kerja dan/atau modal
yang sama. Ini sering disebut sebagai Total Factor Productivity
(TFP).
(2) Terjadinya penurunan (downturns) pada ekonomi. Ini menjawab
pertanyaan mengapa output dapat turun atau naik lebih lambat.
Secara logika, apapun yang menyebabkan penurunan pada tenaga
kerja, modal, atau TFP akan menyebabkan penurunan pada output
atau setidaknya pada tingkat pertumbuhan output. Misalnya,
peristiwa seperti bencana alam, penyebaran penyakit berbahaya
dan kerusuhan.
Lalu bagaimana PDB diukur? Caranya, total nilai berbagai macam
barang dan jasa diagregasikan. Namun karena berton-ton baja tidak
mungkin dijumlahkan begitu saja dengan, misalnya, produksi roti, maka
proses agregasi dilakukan berdasarkan nilai uang produksi barang-barang
tersebut. Di Indonesia PDB diukur setiap tiga bulanan dan tahunan oleh
Biro Pusat Statistik (BPS).
Nilai total pendapatan nasional dalam satuan harga sekarang
disebut dengan PDB nominal (PDB atas dasar harga berlaku). Nilainya
tentu berubah dari waktu ke waktu, seiring dengan perubahan kuantitas
produksi barang/jasa atau dalam harga dasarnya.
Jika nilai nominal ini dihitung dalam harga yang tetap atau dipatok,
didapatlah nilai PDB riil (PDB atas dasar harga konstan). Untuk
menghitung nilai riil tersebut dipilihlah satu tahun dasarmisalnya tahun
2000. Kemudian, nilai semua barang dan jasa dihitung berdasarkan harga
masing-masing yang berlaku pada tahun tersebut. Karena harga barang
sudah tetap, PDB riil dianggap hanya berubah sesuai dengan adanya
perubahan kuantitas barang/jasa.
Perubahan PDB ini mencerminkan perubahan kuantitas output
produksi secara riil. Inilah yang sehari-hari disebut dengan pertumbuhan
ekonomi. Jadi yang disebut sebagai pertumbuhan ekonomi tidak lain
mengacu pada peningkatan nilai total barang dan jasa yang diproduksi
dalam sebuah perekonomian.
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi adalah sebagai berikut :
1. Jika laju pertumbuhan ekonomi (LPE) dihitung hanya untuk satu
periode untuk satu periode, dapat dihitung berdasarkan rumus
berikut :
GNPtRGNP Rt 1
LPE t=
x 100
GNP Rt 1

|Page

Untuk LPE per kapita digunakan rumus berikut:

GNP t GNP
R
GNP t1

R
t1

x 100

LPE/Kapita=
N= ( penduduk)

2. Jika LPE yang dihitung lebih dari satu periode rumus yang digunakan
adalah:
GNPRt = GNPR0 (1 + r)t
Tujuan utama dari perhitungan pertumbuhan ekonomi adalah untuk
melihat apakah kondisi perokonomian semakin membaik atau sebaliknya,
ukuran baik buruknya dapat dilihat dari struktur produksi dan daerah asal
produksi .

C. Manfaat Pertumbuhan Ekonomi


Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:
1. Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai
hasil
pembangunan
nasional
Pendapatan
perkapitanya
dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk,
sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja
konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga
produktivitasnya.
2. Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan
negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral
dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan
luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional
lainnya
3. Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan
penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan
produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal).
(Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)
A. Hal yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi

|Page

1. Akumulasi Modal
Capital accumulation terjadi sebagian dari pendapatan
ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar
output. Pengadaan peralatan kerja, mesin-mesin, bahan baku dapat
meningkatkan stock modal suatu negara dan memungkinkan
terjadinya peningkatan output di masa mendatang.
Untuk meningkatkan kesejahteraan dapat berupa :
a) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menerapkan kebijakankebijakan moneter, dan kebijakan fiskal yang dapat menaikan
daya beli masyarakat.
b) Memperluas kesempatan kerja
c) Meningkatkan produktifitas
2. Pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja
Secara tradisional dianggap sebagai salah satu faktor positif
yang memacu pertumbuhan ekonomi. Dimana jumlah tenaga kerja
lebih besar akan menambah tenaga yang produktif. Di negara
berkembang kelebihan tenaga kerja bukan menjadi hal positif atau
negatif tetapi sepenuhnya tergantung kepada kemampuan sistem
perekonomian
yang
bersangkutan
untuk
menyerap
dan
memanfaatkan tenaga kerja tersebut.
3. Kemajuan teknologi
Bagi kebanyakan ekonom merupakan sumber pertumbuhan
ekonomi yang sangat penting. Kemajuan teknologi terjadi karena
ditemukan cara baru yang efektif untuk menangani setiap
pekerjaan.
Kemajuan teknologi diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
a. Kemajuan teknologi yang netral (neutral technological
progress)
Teknologi ini memungkinkan mencapai tingkat produksi
yang lebih tinggi karena menggunakan jumlah faktor input yang
sama, serta inovasi-inovasi yang dapat mendorong peningkatan
output dan kenaikkan konsumsi masyarakat.
b. Kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labour
saving technological progress)
Kemajuan teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa
untuk menghemat pemakaian modal atau tenaga kerja.
Penggunaan komputer, mesin otomatis, dll.
c. Kemajuan teknologi hemat
technological progress)

modal

(capital

saving

|Page

Penerapan teknologi mampu meningkatkan mutu atau


keterampilan angkatan kerja secara umum. Kemajuan ini terjadi
jika penggunaan teknologi memungkinkan kita memanfaatkan
barang modal yang lebih produktif.ihi
4. Tingkat kesejahteraam
Rakyat dikatakan makin sejahtera jika setidak-tidaknya ouput
nasional perkapita meningkat. Tingkat kesejahteraan tersebut
meningkat apabila pertumbuhan GNP perkapita harus melebihi
pertumbuhan penduduk.
Teori Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu bidang penyelidikan
yang telah lama dibahas oleh ahli-ahli ekonomi. Berikut ini diuraikan teoriteori pertumbuhan ekonomi dari berbagai aliran :
a. Aliran Merkantilisme
Pertumbuhan ekonomi atau perkembangan ekonomi suatu
negara menurut kaum Merkantilis ditentukan oleh peningkatan
perdagangan internasional dan penambahan pemasaran hasil
industri serta surplus neraca perdagangan.

b. Aliran Klasik
Tokoh-tokoh aliran Klasik antara lain Adam Smith dan David Ricardo.
1) Adam Smith
Adam Smith mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi
dalam sebuah buku yang berjudul An Inquiry Into the Nature and
Causes of the Wealth of Nations tahun 1776.
Menurut Adam Smith, ada empat fackor yang memengaruhi
pertumbuhan ekonomi, yaitu:
a. jumlah penduduk,
b. jumlah stok barang-barang modal,
c. luas tanah dan kekayaan alam, dan
d. tingkat teknologi yang digunakan.
2) David Ricardo
David Ricardo mengemukakan teori pertumbuhan ekonomi
dalam sebuah buku yang berjudul The Principles of Political
Economy and Taxation. Menurut David Ricardo, pertumbuhan
ekonomi suatu Negara ditentukan oleh pertumbuhan penduduk, di

|Page

mana bertambahnya penduduk akan menambah tenaga kerja dan


membutuhkan tanah atau alam.
c. Aliran Neo Klasik
Tokoh-tokoh aliran Neo Klasik di antaranya Schumpeter,
Harrod Domar, dan Sollow Swan.
1) Schumpeter
Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan
pengusaha dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan para
pengusaha merupakan golongan yang akan terus-menerus
membuat pembaruan atau inovasi dalam ekonomi. Hal ini bertujuan
untuk peningkatan pertumbuhan perekonomian jika para pengusaha
terus-menerus mengadakan inovasi dan mampu pengadakan
kombinasi baru atas investasinya atau proses produksinya. Adapun
jenis-jenis inovasi, di antaranya dalam hal berikut :
a. Penggunaan teknik produksi.
b. Penemuan bahan dasar.
c. Pembukaan daerah pemasaran.
d. Penggunaan manajemen.
e. Penggunaan teknik pemasaran.
2) Harrod Domar
Dalam analisis teori pertumbuhan ekonomi menurut Teori
Harrod Domar, menjelaskan tentang syarat yang harus dipenuhi
supaya perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh
(steady growth) dalam jangka panjang. Asumsi yang digunakan oleh
HarrodDomar dalam teori pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh
beberapa hal-hal berikut.
a. Tahap awal perekonomian telah mencapai tingkat full
employment.
b. Perekonomian terdiri atas sektor rumah tangga (konsumen)
dan sektor perusahaan (produsen).
c. Fungsi tabungan dimulai dari titik nol, sehingga besarnya
tabungan proporsional dengan pendapatan.
d. Hasrat menabung batas (Marginal Propencity to Save)
besarnya tetap.
Sehingga menurut Harrod Domar pertumbuhan ekonomi
yang teguh akan mencapai kapasitas penuh (full capacity) dalam
jangka panjang.
3) SollowSwan
Menurut teori SollowSwan, terdapat empat anggapan dasar
dalam menjelaskan pertumbuhan ekonomi.
a. Tenaga kerja (penduduk) tumbuh dengan laju tertentu.

|Page

b. Fungsi produksi Q = f (K,L) berlaku bagi setiap periode (K :


Kapital, L : Labour).
c. Adanya kecenderungan menabung dari masyarakat.
d. Semua tabungan masyarakat diinvestasikan.
d. Aliran Historis
Tokoh-tokoh yang menganut aliran historis antara lain
Friederich List, Bruno Hildebrand, Karl Bucher, Werner Sombart, dan
Walt Whitman Rostow.
1) Friederich List (178918456)
Menurut Friederich List, perkembangan ekonomi ditinjau dari
teknik
berproduksi
sebagai
sumber
penghidupan.Tahapan
pertumbuhan ekonominya antara lain: masa berburu atau
mengembara, masa beternak atau bertani, masa bertani dan
kerajinan, masa kerajinan industri dan perdagangan. Buku hasil
karyanya berjudul Das Nationale System der Politischen Oekonomie
(1840).
2) Bruno Hildebrand (18121878)
Menurut Bruno Hildebrand, perkembangan ekonomi ditinjau
dari cara pertukaran (tukar-menukar) yang digunakan dalam
masyarakat. Tahap pertumbuhan ekonominya: masa pertukaran
dengan natura (barter), masa pertukaran dengan uang, dan masa
pertukaran dengan kredit/giral. Pendapatnya ditulis dalam sebuah
buku yang berjudul Die National Ekonomie der gegenwart und
Zukunfit (1848).
3) Karl Bucher (18471930)
Menurut Karl Bucher, perkembangan ekonomi ditinjau dari
jarak antara produsen dengan konsumen. Tahap pertumbuhan
ekonominya antara lain: rumah tangga tertutup, rumah tangga kota,
rumah tangga bangsa, dan rumah tangga dunia.
4) Werner Sombart (18631941)
Menurut Werner Sombart, perkembangan ekonomi ditinjau
dari susunan organisasi dan idiologi masyarakat. Tahapan
pertumbuhan ekonomi menurut Werner Sombart adalah Zaman
perekonomian tertutup, Zaman perekonomian kerajinan dan
pertukangan, Zaman perekonomian kapitalis (Kapitalis Purba,
Madya, Raya, dan Akhir). Karyanya ditulis dalam sebuah buku yang
berjudul Der Moderne Kapitalismus (1927).
5) Walt Whitman Rostow
Dalam bukunya yang berjudul The Stage of Economic Growth,
W.W. Rostow membagi pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahap
atas dasar kemajuan tingkat teknologi. Kelima tahap itu adalah

|Page

masyarakat tradisional, prasyarat lepas landas, lepas landas,


gerakan ke arah kedewasaan, dan tahap konsumsi tinggi.

D. Kebijakan Mempercepat Pertumbuhan

Ekonomi

Menurut
Edward
Denison
(Sanuuelson
1992),
hasil
penelitiannya menyatakan langkah-langkah yang dapat mempercepat
peningkatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat sebaga iberikut ;
a. Menaikkan investasi neto nasional dan tingkat tabungan
b. Meningkatkan penelitian
c. Menurunkan tingkat pengangguran
d. Menghilangkan semua pemogokan
e. Mengalihkan
program-program
srategis
menjadi
investasi
pemerintah
MenurutSadonoSukirno(2004), kebijakan-kebijakan yang dapat
dilakukan untuk mempercepat pertumbuhan dan pembangunan ekonomi
adalah sebagai berikut :
1. Kebijakan diversifasi kegiatan ekonomi yaitu kegiatan dalam
modernisasi kegiatan-kegiatan ekonomi yang ada atau melakukan
transformasi kegiatan ekonomi yang bersifat tradisional kepada
kegiatan yang modern.
2. Mengembangkan infrastuktur. Kegiatan ekonomi akanberjalan
dengan baik apabila didukung oleh infrasturktur yang tersedia
dengan kondisi yang baik.
3. Meningkatk antara pendidikan masyarakat. Peningkatan taraf
pendidikan masyarakatakan meningkatkan kualitas tenaga kerja.
4. Mengembangkan institusi yang mendorong pembangunan.
5. Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.

E.Gambaran Pertumbuhan Ekonomi


Bilai PDB MenurutLapanganUsaha Tahun 2009-2011

|Page

LajupertumbuhanEkonomi (LPE) danSumberPertumbuhanEonomi (SPE)


Tahun 2011 (dalamtriliun rupiah)

Sektor Lapangan
Usaha

Atas harga berlaku


2009

2010

2011

Atas harga
konstan
201
2009
2011
0
5
6
7

1
1. Pertanian,
peternakan,
kehutanan dan
perikanan
2. Pertambangan
dan Penggalian

857.2

985.4

1.093
.5

285.9

592.1

718.1

886.3

180.2

3. Industri pengolahan

1477.
5

1.595
.8

1.803
.5

570.1

46.7

49.1

55.7

17.1

555.2

660.9

756.5

744.5

882.5

353.7

304.
7

LPE 2011
persen

313.7

189.2

1.4

634.2

6.2

18.1

18.9

4.8

140.3

150

160.1

6.7

1.022
.1

368.5

400.
5

437.2

9.2

423.2

491.2

192.2

218

241.3

10.7

405.2

466.6

535

209.2

221

236.1

6.8

9. Jasa-jasa

574.1

654.7

783.3

205.4

232.5

6.7

Produk Domestik
Bruto (PDB)

5.606
.2
5.141
.4

6436.
3
5936.
2

7427.
1
6794.
4

2.178
.9
2.036
.7

4. Listrik, gas dan Air


bersih
5. Kontruksi
(bangunan)
6. Perdagangan hotel
dan restoran
7. Pengankutan dan
komunikasi
8. Keuangan dan, real
estat, dan jasa
perusahaan

PDB tanpa migas

186.
6
597.
1

217.
8
2313
.6
2.17
1

2.463
.2
2.321
.8

6.5
6.9

Tabel tersebut menampilkan bersaran PDB Indonesia baik bersifat


nominal (atas harga berlaku) maupun bersifat riil (atas harga konstan)
dari tahun ke tahun. Terjadi laju pertumbuhan ekonomi dari tahun 2010 ke
2011 sebesar 6.5%. Hal ini terlihat PDB harga konstan (PDB riil) di tahun
2011 meningkat 6.5% dibanding PDB tahun 2010. Pertumbuhan terjadi
pada semua sector lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di
sektor pengangkutan dan komunikasi, yaitu 10.7% dan terendah di sektor
pertambangan dan pengalian 1.4%

|Page

Nilali PDB Nominal dan Distribusi setiap sector Lapangan Usaha.


Tahun 2009-2011
Sektor Lapangan Usaha
1
1. Pertanian, peternakan,
kehutanan dan perikanan
2. Pertambangan dan
Penggalian
3. Industri pengolahan
4. Listrik, gas dan Air bersih
5. Kontruksi (bangunan)
6. Perdagangan hotel dan
restoran
7. Pengangkutan dan
komunikasi
8. Keuangan dan, real estat,
dan jasa perusahaan
9. Jasa-jasa
Produk Domestik Bruto
(PDB)
PDB tanpa migas

Atas harga berlaku


2009
2010
2011
2
3
4
1.093.
857.2 985.4
5

Atas harga konstan


2009
2010
2011
5
6
7
15.3%

15.3%

14.7%

10.6%

11.1%

11.9%

26.4%

24.8%

24.3%

0.8%
9.9%

0.8%
10.3%

0.8%
10.2%

13.3%

13.7%

13.8%

592.1

718.1

886.3

1477.
5
46.7
555.2

1.595.
8
49.1
660.9

744.5

882.5

1.803.
5
55.7
756.5
1.022.
1

353.7

423.2

491.2

6.3%

6.6%

6.6%

405.2

466.6

535

7.2%

7.2%

7.2%

574.1
5.606.
2
5.141.
4

654.7
6436.
3
5936.
2

783.3
7427.
1
6794.
4

10.2%

10.2%

10.5%

100%

100%

100%

91.7%

92.2%

91.5%

Tabel tersebut menampilkan Distribusi PDB menurut sektor ekonomi


atau lapangan usaha atas dasar harga menunjukan perubahan struktur
ekonomi dari tahun ke tahun. Peranan yang terbesar terjadi pada sektor
industri pengolahan sebesar 24,8% di tahun 2010 terjadi penurunan di
tahun 2011 yaitu 24,3% .
Dibandingkan dengan tahun 2010 pada tahun 2011 terjadi
peningkatan peranan di beberapa sektor. Pertumbuhan ekonomi tahun
2011 sebesar 6,5 % juga dapat diamati dari sisi penggunaannya.
Nilai PDB Menurut Penggunaan 2009-2011
Laju pertumbuhan Ekonomi (LPE) tahun 2011 ( dalam trilyun
rupiah)
Sektor Lapangan
Usaha
1
1. Konsumsi Rumah
Tangga
2. Konsumsi
Pemerintah

Atas harga berlaku

Atas harga konstan

2009
2
3.291
.0

2010
3
3.643
.4

2009
5
1.249
.1

2010
6
1.308
.3

2011
7
1.369
.9

537.6

581.9

195.8

196.4

202.6

2011
4
4.053
.4
66.7.
4

LPE
2011
persen
8
4.7
3.2
|Page

3. Pembentukan
modal tetap bruto
4. Perubahan
Inventori
5. Permintaan Luar
negeri (Ekspor)
6. Dikurangi Impor
Produk Domsetik
Brotu (PDB)

1.744
.7
124.1
1.354
.4
1.197
.1
5.606
.2

2.065
.0

2.378
.3

510.1

553.3

602.1

8.8

37.9

223.1

0.1

11.6

10.4

-8.6

1.584
.7
1.476
.6
6.436
.3

1.955
.4
1.850
.5
7.427
.1

932.3

1.074
.6

1.220
.4

13.6

708.5

831.4

831.4

13.3

2.178
.9

2.313
.6

2.463
.2

6.5

Laju pertumbuhan penggunaan PDB (dihitung berdasarkan PDB atas


dasar harga konstan) tahun 2011 adalah 6,5 %. Pertumbuhan ini didukung
oleh semua komponen yang telah tertera diatas.
Nilai PDB Nominal Dan DistirbusiPenggunaan
Tahun 2009-2011
SektorLapangan Usaha
1
Konsumsi Rumah Tangga
Konsumsi Pemerintah
Pembentukan modal tetap
bruto
Perubahan Inventori
Permintaan Luar negeri
(Ekspor)
Dikurangi Impor
Produk Domsetik Bruto
(PDB)

Atas harga berlaku


2009
2
3.291.
0
537.6
1.744.
7
-124.1
1.354.
4
1.197.
1
5.606.
2

2010
3
3.643.
4
581.9
2.065.
0
37.9
1.584.
7
1.476.
6
6.436.
3

2011
4
4.053.
4
66.7.4
2.378.
3
223.1
1.955.
4
1.850.
5
7.427.
1

Distribusi pengunaan
PDB
2009
2010
2011
5
6
7
58.7%

56.6%

54.4%

9.6%

9.0%

9.0%

31.1%

32.1%

32.0%

-2.2%

0.6%

3.0%

24.2%

24.6%

26.3%

21.4%

22.9%

24.9%

100%

100%

100%

Distribusi penggunaan PBD Didominasi oleh Konsumsi Rumah


Tangga ditahun 2011 mencapai 54,4% , meskipun terlihat penurunan di
tahun tahun sebelumnya. Sementara Pengeluaran/konsumsi pemerintah
tidak mengalami perubahan ditahun 2011 dibandingkan tahun
sebelumnya, Pembentukan modal mengalami penurunan, Perubahan
inventori mengalami peningkatan ditahun 2009, nilai ekspor mengalami
kenaikan ditahun 2011 yang sama halnya dengan impor.
Peranan/Konstribusi wilayah dalam pembentukan PDB
Tahun 2009-2011

Wilayah/Pulau
1
1. Sumatra

Kontribusi PDB setiap


wilayah
2000
2010
2011
9
2
3
4
22.7% 23.1%
23.5%
|Page

2. Jawa
3. Bali dan Nusa
Tenggara
4. Kalimantan
5. Sulawesi
6. Maluku dan
Papua
Indonesia

F.

58.6%

58.1%

57.6%

2.8%

2.7%

2.6%

9.2%
4.4%

9.2%
4.5%

9.6%
4.6%

2.3%

2.4%

2.1%

100%

100%

100%

Aplikasi dari Pertumbuhan Ekonomi

Contoh dari LPE yang dihitung lebih dari satu periode


Diketahui GNP riil tahun 1990 = Rp 195.579 (milyar). Tahun 1995 Rp
267.003 (milyar).Hitung LPE rata-rata periode 1990-1995!
Jawaban :
GNPR1995 = GNPR1990 (1 + r)5
Dari persamaan ini bentuknya diubah menjadi persamaan logaritma.
log (GNPR1995) = log (GNPR1990 + 5 log ( 1 + r )
5 log ( 1 + r)
= log (GNPR1995) log (GNPR1990)
= log (267.003) log (195.579)
= 5,4265 5,2914
5 log (1 + r)
= 0,135195
log ( 1 + r)
= 0,135195/5 = 0,027
Dengan menggunakan antilog dari angka 0,027 diperleh 1 + r = 1,064
r = 0,064
Tingkat pertumbuhan rata-rata 1990-1995 adalah:
r = 0,064 x 100 % = 6,4 %

|Page

BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan
kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk
kenaikan pendapatan nasional.
Untuk dapat mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi, maka harus
dipahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan Produk Domestik
Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP).
Manfaat pertumbuhan ekonomi, Laju pertumbuhannya untuk
mengukur kemajuan ekonomi, sebagai dasar pembuatan proyeksi atau
perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional
atau sektoral dan regional dan sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis,
khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar
penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya
(tenaga kerja dan modal).

B. Saran
Semoga semua masyarakat bias berperan aktif. Tidak hanya
mengandalkan dari kebijakan-kebijakan atau upaya-upaya yang dilakukan
oleh pemerintah saja, tapi kita juga harus bias berpartisipasi agar
terciptanya pertumbuhan ekonomi yang dapat mensejahterakan
rakyatnya.

|Page

DAFTAR PUSTAKA
Murni, Asfia. 2013. EkonomiMakroEdisiRevisi. Bandung :refika ADITAMA.
Website Internet :
http://almasdi.unri.ac.id/bahan_ajar/Ekonomi_Pembangunan/Pertem
uan_3_pertumbuhan%20ekonomi.pdf
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2010/01/pertumbuhan-ekonomidefinisi-sumber.html
http://cafe-ekonomi.blogspot.com/2009/05/makalah-pertumbuhanekonomi.html
http://www.ekonomirakyat.org/edisi16/artikel1.html
http://adie-wongindonesia.blogspot.com/2010/02/makalahpertumbuhan-ekonomi-definisi.html
http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2099352-peranpemerintah-dalam-perekonomian-rakyat/
http://1clickforkrisna.wordpress.com/2010/03/11/kebijakan-fiskal/

|Page