Anda di halaman 1dari 26

Gagal Ginjal Kronik

Gejala Gagal Ginjal Kronik dan Penyebab Gagal Ginjal Kronik dan
Pengobatan Gagal Ginjal Kronik
Skip to content

Home
Sitemap

>>> Xamthone Plus Membantu Pengobatan Penyakit Ginjal, Lihat Testimoni


Disini!

Faktor Penyebab Penyakit Gagal Ginjal


Kronik
Posted by Gagal Ginjal Kronik

Suatu keadaan yang ditandai dengan penurunan dari laju


filtrasi glomerulus yang sifatnya tidak reversible dan
kemudian dibagi dalam 4 stadium dengan jumlah nefron
yang masih berfungsi adalah pengertan dari penyakit gagal
ginjal kronik. Penyebab gagal ginjal kronikdisebabkan
karena glomerulonefritik, nefropati analgesic, nefropati
refluks, ginjal polikistik, nefropati, diabetes, serta karena
penyakit lainnya. Dan faktor penyebab gagal ginjal kronik
yang lainnya adalah karena infeksi yang terjadi
pielonefritis kronik, penyakit karen radang misalnya
glomerulonefritis, penyakit karena vaskuler hipertensif
misalnya adalah nefrosklerosis dan juga stenosis arteri
renalis, serta gangguan dari congenital dan herediter
yang misalnya seperti penyakit polikistik ginjal atau juga
asidosis tubulus. Penyakit dari metabolic misalnya
adalah penyakit diabetes melitus, penyakit asam urat gout,
hiperparatiroidisme, dan juga amiloidosis.
Faktor penyebab penyakit gagal ginjal lainnya juga adalah
karena penyakit ginjal obstruktif misalnya adalah
pembesaran prostat, batu saluran kemih dan juga refluks
yang terjadi pada ureter. Dan walau bagaimanapun juga,
penyebab yang paling utama dari masalah gagal ginjal
kronik ini adalah penyakit diabetes melitus dan juga
tekanan darah yang tinggi. Penyakit diabetes yang terjadi

jika kadar gulanya yang berada diatas normal ini bisa


menyebabkan suatu kerusakan organ yang terjadi pada
organ jantung dan ginjal. Serta juga bisa mengganggu
masalah pembuluh darah, syaraf, dan juga mata.
Faktor penyebab penyakit gagal ginjal kronik
karena tekanan darah tinggi atau penyakit
hipertensi ini terjadi jika tekanan darah yang
terjadi pada pembuluh darah ini mengalami suatu
peningkatan dan jika tidak dikawal, maka penyakit
hipertensi ini bisa mengalami punca yang utama
pada masalah serangan jantung, stroke, atau juga
penyakit gagal ginjal kronik.Penyakit gagal ginjal
kronik ini bisa menyebabkan masalah hipertensi darah
tinggi.
Laju filtrasi dari glomerulus ini biasanya disumbangkan dari
satu juta unit nefron yang ada pada ginjal untuk hasil
akhirnya. Tanpa mengambil suatu penyebab dari masalah
kerusakan jaringan ginjalnya ini, yang sifatnya progresif dan
juga menahun, maka penyakit ginjal ini mempunyai suatu
usaha untuk tetap mempertahankan laju filtrasi dari
glomerulus yang kemudian diteruskan melalui hiperfiltrasi
dan juga mekanisme kompensasi suatu kerja yakni
hipertrofi yang ada pada nefron yang masih berfungsi.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep
gagal ginjal kronik, asuhan keperawatan gagal ginjal akut, asuhan
keperawatan gagal ginjal kronik, epidemiologi gagal ginjal kronik, gagal ginjal
akut, gagal ginjal kronik, gagal ginjal kronik hemodialisa, gagal ginjal kronik
pada anak, gagal ginjal kronik pdf, ginjal kronis, latar belakang gagal ginjal
kronik, pathway gagal ginjal kronik, penatalaksanaan gagal ginjal
kronik,pengertian gagal ginjal kronik, terapi gagal ginjal kronik | Leave a
comment

Penyakit Gagal Ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (GGK) adalah salah satu


penyakit tidak menular, merupakan keadaan
gangguan fungsi ginjal yang bersifat menahun
berlangsung progresif dan irreversible(tidak dapat
kembali ke keadaan semula). Dimana kemampuan
tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan
keseimbangan cairan dan elektrolit yang menyebabkan
uremia (retensi urea dan sampah nitrogen lain dalam
darah).
Penyakit gagal ginjal kronik memang merupakan masalah
kesehatan yang cukup penting di negeri kita. Menurut
catatan Sub Bagian ginjal. Penyebab gagal ginjal kronik
yang sering dijumpai adalah batu, infeksi yang disebut
pirlonefritis, hipertensi, nefropati karena asam urat,
nefropati karena lupus dan kencing manis.

Hilangnya fungsi cadangan ginjal seringkali tidak disadari


penderita. Pada gagal ginjal kronik gangguan fungsi ginjal
acapkali sudah disertai gejala yang nyata dalam aktivitas
sehari-hari. Penderita mulai menunjukkan gejala
anemia (pada suami ibu sudah terdapat penurunan
hemoglobin).

Tes kreatinin klirens dapat membedakan berat ringannya


gangguna fungsi ginjal. Pada keadaan normal Tes Kreatinin
Klirens (TKK) adalah 100 sampai 125 ml/mm. Pada TKK 75
sampai 100 sudah terjadi hilangnya fungsi cadangan ginjal.
Sedangkan TKK 25 sampai 75 disebut keadaan insufisiensi
ginjal. Pada TKK 5 sampai 25 digolongkan gagal ginjal
kronik. TKK yang di bawah 5 disebut gagal ginjal terminal.
Gagal ginjal kronik dan gagal ginjal terminal memerlukan
perhatian khsusu karena bila dibiarka dapat menjurus
keadaan yang membahayakan jiwa penderita. Pada gagal
ginjal kronik dapat dimulai terapi konservatif yang

bertujuan menghilangkan gejala yang mengganggu


penderita, sehingga penderita dapat hidup secara normal.
Komponen utama terapi konservatif adalah diet yaitu
dengan mengatur asupan protein. Di samping itu juga harus
diatur air dan garam, vitamin, elektrolit, dan asam amino
essensial diberikan jika diperlukan.
Penderita gagal ginjal kornik acapkali mengeluh mual
sehingga asupan makannya dapat terbatas. Karena itu
evaluasi asupan makanan perlu dilakukan dengan baik. bila
terapi konservatif ini dapat dijalankan dnegan baik dan
fungsi ginjal dapat dipertahankan maka belum diperlukan
terapi cuci darah.
Gagal ginjal kronik atau penyakit ginjal tahap akhir adalah
penyimpangan progresif, fungsi ginjal yang tidak dapat
pulih dimanan kemampuan tubuh untuk mempertahankan
keseimbangan metabolik dan cairan dan elektrolit
mengalami kegagalan yang mengakibatkan uremia. Kondisi
ini mungkin disebabkan oleh gloumerulonefritis kronis.
Preparat lingkungan dan okupasi yang telah menunjukkan
mempunyai dampak dalam gagal ginjal kronis termasuk
timah, kadmium, merkuri, dan kromium. Pada akhirnya

dialisis atau transplantasi ginjal diperlukan untuk


menyelematkan pasien.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep
gagal ginjal kronik, gagal ginjal akut,gagal ginjal kronik, gagal ginjal
kronis, ginjal kronis, patofisiologi gagal ginjal kronik, penatalaksanaan gagal
ginjal kronik | Leave a comment

Faktor Penyebab Gagal Ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik adalah destruksi struktur ginjal yang


progresif dan terus menerus.Selain itu, pada individu
yang rentan, nefropati analgesik, destruksi papila
ginnjal yang terkait dengan pemakaian harian obatobat analgesik selama bertahun-tahun dapat
menjadi faktor penyebab gagal ginjal kronik. Apapun
sebabnya. terjadi perburukan fungsi ginjal secara progresif
yang ditandai dengan penurunan GFR yang progresif.
Faktor penyebab terjadinya gagal ginjal kronik adalah
radang ginjal menahun, batu ginjal dan batub saluran kemih
yang kurang mendapat perhatian, obat-obatan modern
ataupun tradisional yang digunakan dalam jangka waktu

lama, hipertensi, diabetes, narkoba, serta penyakit ginjal


turunan (genetik).

Faktor penyebab gagal ginjal kronik harus diobati untuk


menghambat laju proses gagal ginjal agar tidak menjadi
gagal ginjal terminal, atau gagal ginjaltidak dapat
berfungsi lagi. Tekanan darah dan gula darah harus
dikendalikan, dan antibiotik secara teratur diberikan bila
terjadi infeksi. Jangan sampai terjadi infeksi pada salah satu
ginjal yang dapat dengan mudah menular pada ginjal yang
lain. Penderita harus menjalaninya dengan kemauan untuk
sembuh yang tinggi dan disiplin ketat. Olahraga pun harus
dibatasi hanya yang ringan, seperti jalan kaki dan berenang
secukupnya.
Di sisi lain, akibat pemecahan protein tubuh yang
meningkat penderita gagal ginjalterminal perlu mendapat
terapi nutrisi agar kecukupan protein untuk keperluan
perbaikan jaringan tubuh. Selain itu, perlu mengatur
keseimbangan cairan elektrolit, mencegah penurunan massa

tulang dan kelemahan otot, memperbaiki gangguan irama


jantung yang tidak seimbang (aritmia), dang menghambat
peningkatan lemak tubuh. Penderita juga perlu
mempertahankan kekebalan tubuh menghadapi infeksi
virus dan bakteri.

Posted in Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep gagal ginjal kronik, asuhan
keperawatan gagal ginjal akut, asuhan keperawatan gagal ginjal
kronik, epidemiologi gagal ginjal kronik, gagal ginjal akut, gagal ginjal akut dan
kronik,gagal ginjal kronik, gagal ginjal kronik adalah, gagal ginjal kronik
hemodialisa, gagal ginjal kronik pada anak, gagal ginjal kronik pdf, gagal
ginjal kronik ppt, latar belakang gagal ginjal kronik, leaflet gagal ginjal
kronik, patofisiologi gagal ginjal kronik, penatalaksanaan gagal ginjal
kronik, pengertian gagal ginjal kronik, penyebab gagal ginjal kronik,prevalensi
gagal ginjal kronik | Leave a comment

Gagal Ginjal Kronik Pada Anak


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Ginjal memiliki kemampuan


filtrasi glomerulus pada anak sehat umur di atas 2 tahun
adalah 89 ml/menit/1,73 m2. Apabila kemampuan
filtrasinya menetap di bawah angka tersebut, maka keadaan
ini disebut sebagai insufisiensi renal kronik.
Bilamana kemudian gejalanya nyat-nyata didapatkan secara
klinis, maka kini keadaan tersebut disebut sebagai gagal
ginjal kronik dan keadaan seperti ini memerlukan
pengobatan yang spesifik. Gejala yang sering ada diantarnya
: hipertensi, hiperfosfatemia, asidosis, anemia dan gagal
tumbuh yang biasanya timbul bila kemampuan filtrasi
glomerulus di bawah 30 ml/menit/1,73 m2.
Pada keadaan yang lebih berat, di mana kemampuan filtrasi
glomerulus semakin rendah, di bawah 10 ml/menit/1,73

m2, disebut sebagai stadium terminal dari penyakit ginjal


ini. Bila pada stadium ini tidak dilakukan usaha untuk
menopang fungsi ginjal maka umur anak tidak dapat
dipertahankan lagi. Dialisis atau transplantasi adalah satu
cara untuk menekan komplikasi serius akibat gagal ginjal
kronik.
Penyebab dari gagal ginjal kronik dan stadium
terminal penyakit ginjal pada anak dan remaja
adalah : glomerulusonefritis, nefropati refluks,
ekainan kongenital (sindrom Alport, nefronoptisi,
sistinosis, penyakit polisistik, dll), displasia
(dengan obstruksi atua tanpa obstruksi) dan
sondroma uremik hemolitik.
Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep
gagal ginjal kronik, gagal ginjal akut,gagal ginjal kronik, gagal ginjal kronik
pada anak, gagal ginjal kronis, ginjal kronis, patofisiologi gagal ginjal
kronik,penatalaksanaan gagal ginjal kronik | Leave a comment

Gagal ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Gagal ginjal kronik (chronic renal failure, CRF) terjadi


apabila kedua ginjal sudah tidak mampu mempertahankan
lingkungan dalam yang cocok untuk kelangsungan hidup.
Kerusakan pada kedua ginjal ini ireversibel. Eksaserbasi

nefritis, obstruksi saluran kemih, kerusakan vaskular akibat


diabetes mellitus dan hipertensi yang berlangsung terusmenerus dapat mengakibatkan pembentukan jaringan perut
pembuluh darah dan hilangnya fungsi ginjal secara
progresif.

Selama gagal
ginjal kronik, beberapa nefron termasuk glomeruli dan
tubula masih berfungsi, sedangkan nefron yang lain sudah
rusak dan tidak berfungsi lagi. Nefron yang masih utuh dan
berfungsi mengalami hipertrofi dan menghasilkan filtrat

dalam jumlah banyak. Reabsorpsi tubula juga meningkat


walaupun laju filtrasi glomerulos berkurang. Kompensasi
nefron yang masih utuh dapat membuat ginjal
mempertahankan fungsinya sampai tiga perempat nefron
yang rusak.
Posted in Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep gagal ginjal kronik, gagal ginjal
akut, gagal ginjal kronik, gagal ginjal kronis, ginjal kronis, patofisiologi gagal
ginjal kronik, penatalaksanaan gagal ginjal kronik | Leave a comment

Pengobatan Gagal Ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali. Tidak


jarang, seseorang kehilangan 90% fungsi ginjal padahal
tanpa merasakan keluhan apapun. Ginjal terletak di bagian
belakang, tepat dibawah tulang rusuk. Rasa sakit di
punggung tengah, dapat mengindikasikan bahwa ada
masalah dengan ginjal. Kondisi gagal ginjal dapat
menyebabkan tubuh menahan air lebih dari yang
seharusnya. Inilah yang menyebabkan bengkak di sekitar
mata dan pembengkakan di tangan dan kaki.
Setelah memfilter darah, ginjal mengekskresikan kelebihan
air, limbah dan racun melalui urin. Ginjal yang rusak atau
sakit tidak dapat memfilter urin dalam jumlah banyak.

Karena itu, orang dengan ginjal bermasalah bisa ditandai


dengan penurunan volume urin, atau kebalikannya sering
buang air kecil, dan nyeri saat berkemih.

Gambar
tahapan penyakit gagal ginjal kronik
Seseorang sebaiknya waspada jika mengalami gejala-gejala :
tekanan darah tinggi, perubahan jumlah dan frekuensi urin;
sering berkemih di malam hari atau sulit berkemih, urin
berbuih atau berwarna pekat, atau ada darah dalam urin.
Atau bengkak pada kaki, pergelangan kaki; kelopak mata
bengkak saat bangun di pagi hari; rasa lemah, sulit tidur,
kehilangan nafsu makan, sakit kepala, susah berkonsentrasi,
gatal-gatal, sesak nafas, mual, muntah dan sering merasa
sangat haus. Itu tanda bahwa ginjal bermasalah.

Mereka yang sering mengalami salah satu atau beberapa


gejala tersebut, dianjurkan untuk segera melakukan
pemeriksaan laboratorium. Mulai dari pemeriksaan urin
lengkap, ureum dan kreatinin, gula darah, kolesterol, LDL
kolesterol dan trigliserida adalah pemeriksaan awal yang
murah untuk melakukan pencegahan.
Pemeriksaan Urin
Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, untuk
mengetahui kondisi ginjal. Petunjuk awal adanya kerusakan
ginjal, bisa diketahui terutama melalui pemeriksaan urin.
Pemeriksaan urin rutin (urinalisis) terdiri dari analisa kimia
untuk mendeteksi protein, kreatinin, gula dan keton; dan
analisa mikroskopik untuk mendeteksi sel darah merah dan
sel darah putih. Adanya sel darah dan albumin (sejenis
protein) dalam urin, bisa merupakan petunjuk terjadinya
kerusakan ginjal.
Proteinuria, protein di dalam urin
Ginjal sehat mengambil limbah dari darah, tapi
meninggalkan protein. Gangguan ginjal menyebabkan
kegagalan untuk memisahkan protein darah yang disebut
albumin dari limbah. Awalnya hanya sejumlah kecil
albumin bocor ke dalam urin; kondisi ini dikenal sebagai

mikroalbuminuria, tanda gagal fungsi ginjal. Seiring


memburuknya fungsi ginjal, jumlah albumin dan protein
lain dalam urin meningkat, disebut proteinuria. Bila protein
dalam urin positif dan terjadi selama lebih dari 3 bulan,
yang bersangkutan bisa dikatakan telah mengalami penyakit
ginjal kronis.
Proteinuria bisa terjadi terus menerus atau hilang timbul,
tergantung penyebabnya. Selain merupakan pertanda
penyakit ginjal, proteinuria terjadi secara normal setelah
berolahraga berat. Proteinuria juga bisa terjadi pada
proteinuria ortostatik, dimana protein baru muncul di urin
setelah penderita berdiri cukup lama, dan tidak ditemukan
di urin setelah penderita berbaring.
Hematuria, darah di urin
Hematuria bisa diketahui melalui pemeriksaan mikroskopik
atau dengan mata telanjang, yakni jika darah sangat banyak
maka urin akan berwarna kemerahan. Hematuria dapat
disebabkan oleh perdarahan di saluran kemih dan atau
terjadi kerusakan pembuluh darah di ginjal, sehingga ginjal
tidak dapat menjalankan fungsi filtrasinya.
Osmolaritas, kepekatan urin

Osmolaritas penting dalam mendiagnosis kelainan fungsi


ginjal. Untuk mendeteksi, pada salah satu tes seseorang
tidak boleh minum air putih atau cairan lain selama 12-14
jam. Pada tes lain, pasien diberi suntikan hormon
vasopresin. Kemudian kepekatan urin diukur. Dalam
keadaan normal, kedua tes seharusnya menunjukkan urin
yang sangat pekat, tapi pada penyakit ginjal tertentu urin
menjadi sangat encer.
Ureum
Pemeriksaan kadar ureum darah merupakan pemeriksaan
yang popular sebab mudah dikerjakan dengan teliti dan
tepat. Namun kadar ureum dipengaruhi banyak faktor di
luar ginjal, sehingga mempengaruhi penafsiran hasilnya.
Kadar ureum darah akan meningkat pada peningkatan
asupan protein, kurangnya aliran darah ginjal, perdarahan
saluran cerna bagian atas, infeksi ginjal, pasca operasi dan
trauma obat.
Kreatinin
Kreatinin adalah limbah yang dibentuk oleh kerusakan selsel otot normal. Ginjal sehat mengambil kreatinin darah dan
memasukkannya ke urin. Ketika ginjal tidak bekerja dengan
baik, kreatinin menumpuk dalam darah. Bila pada tes urin

ditemukan kadar kreatinin positif, maka orang tersebut


sudah mengalami penyakit ginjal kronis tingkat lanjut.
Pemeriksaan Darah
Selain pemeriksaan urin, bisa melakukan pemeriksaan
darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam
darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan
meningkat dalam darah. Laju penyaringan ginjal bisa
diperkirakan dengan cara mengukur kadar kreatinin serum.
Kadar urea nitrogen darah, juga bisa menunjukkan fungsi
ginjal.
Creatinine clearance adalah tes yang lebih akurat, yang
menggunakan suatu rumus yang menghubungkan kadar
serum kreatinin dengan usia, berat badan dan jenis kelamin.
Pemeriksaan Lanjutan
Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan ginjal,
berupa pemeriksaan imaging radiologis dan biopsy ginjal.
Biasanya, pemeriksaan ini atas indikasi tertentu dan sesuai
saran dokte. Prosedur imaging radiologis dapat
memperlihatkangambaran mengenai ukuran ginjal, letak
ginjal dan adanya penyumbatan atau kerusaka ginal. Jenis

pemeriksaan ini diantaranya foto polos abdomen, rontgen,


USG, CT Scan dan sebagainya.
Sedangkan prosedur biopsi ginjal, dilakukan dengan
mengambil contoh jaringan ginjal untuk diperiksa dengan
mikroskop. Prosedur ini dilakukan untuk memperkuat
diagnosis dan untuk menilai hasil pengobatan.
Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik
| Tagged epidemiologi gagal ginjal kronik, gagal ginjal akut, gagal ginjal akut
dan kronik, gagal ginjal kronik hemodialisa, gagal ginjal kronik ppt, jurnal
gagal ginjal, latar belakang gagal ginjal kronik, leaflet gagal ginjal
kronik, pathway gagal ginjal kronik, patofisiologi gagal ginjal kronik,prevalensi
gagal ginjal kronik, woc gagal ginjal kronik | Leave a comment

Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Seseorang yang diyakini mempunyai gejala sakit ginjal tidak


perlu risau. Kehidupan normal masih tetap dapat dijalani
dengan baik. Bahkan dianjurkan untuk tetap berolahraga
dengan teratur dan makan dengan makanan yang wajar.
Untuk menghindari rusaknya ginjal, Anda bisa
mencegahnya melalui cara-cara berikut :
1. Olah Raga

Lakukan olah raga secara rutin dan teratur. Olah raga yang
teratur tidak terlalu berat akan lebih berdampak positif
bagi tubuh dibandingkan dengan olah raga berat namun
tidak teratur. Misalnya Anda bisa melakukan jalan santai
setiap pagi atau bersepeda 1-2 jam setiap minggu.
2. Berhenti Merokok
Merokok tidak hanya meningkatkan resiko penyakit ginjal,
tetapi juga meningkatkan kematian akibat stroke dan
serangan jantung pada orang dengan penyakit ginjal kronis.
Rokok dengan kandungan nikotinnya dalam proses jangka
waktu lama juga akan merusak organ-organ penting tubuh
Anda, baik paru-paru, kulit dan jantung. Kita sebaiknya
mencoba berhenti merokok.
3. Kurangi Makanan Berlemak
Makanan berlemak akan menyebabkan kandungan kolestrol
dalam darah Anda meningkat.
4. Berat Badan
Perhatikan berat badan sehingga Anda dapat terhindar dari
obesitas. Akan tetap, orang dengan fungsi ginjal yang
rendah harus sadar bahwa beberapa bagian dari diet yang
normal dapat memperburuk kegagalan ginjal.

5. Konsumsi Air Putih


Mengkonsumsi air putih yang cukup, menghindari
konsumsi jamu atau herbal yang tidak jelas, menghindari
konsumsi obat-obatan secara sembarangan (tanpa resep
dokter) merupakan hal sederhana yang bisa Anda lakukan
untuk mengurangi potensi munculnya penyakit ginjal.
6. General Checkup
Gagal ginjal juga dapat dicegah melalui pemeriksaan
kesehatan (medical chekup) secara rutin, termasuk
pemeriksaan urin dan darah. Memeriksakan gangguan
ginjal seperti kencing batu, prostat dapat mencegah
munculnya gagal ginjal.
Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged askep
gagal ginjal kronik, asuhan keperawatan gagal ginjal akut, asuhan
keperawatan gagal ginjal kronik, jurnal gagal ginjal kronik, penatalaksanaan
gagal ginjal kronik, terapi gagal ginjal kronik | Leave a comment

Penyebab Gagal Ginjal Kronik


Posted by Gagal Ginjal Kronik

Ginjal adalah sebuah organ kecil yang terletak di dalam


tubuh, akan tetapi mempunyai fungsi yang sangat kompleks
dan bekerja secara otomatis. Dengan memahami mengenai

bagaimana cara kerja ginjal dapat membantu kita menjaga


kesehatan.
Ginjal adalah organ bagian tubuh yang masing-masing
berukuran serupa dengan kepalan tangan. Organ tersebut
terletak dekat pertengahan punggung, pas di bawah
kerangka tulang rusuk. Ginjal adalah mesin pendaur ulang
yang canggih. Setiap hari, ginjal kita menguraikan kurang
lebih 200 liter darah untuk menyaring sekitar dua liter
bahan ampas dan air berlebihan. Bahan ampas dan air
berlebihan menjadi air seni, yang mengalir ke kandung
kemih melalui pembuluh yang disebut ureter. Kandung
kemih kita menyimpan air seni sampai kita buang air kecil.
Sebagian besar penyakit ginjal menyerang nefron,
mengakibatkan kehilangan kemampuannya untuk
menyaring. Kerusakan pada nefron dapat terjadi secara
cepat, sering sebagai akibat pelukaan atau keracunan.
Tetapi kebanyakan penyakit ginjal menhancukan neefron
secara perlahan dan diam-diam. Kerusakan biasanya
dirasakan setelah beberapa tahun atau bahkan dasawarsa.
Sebagian besar penyakit ginjal menyerang kedua buah ginjal
sekaligus.

Penyebab gagal ginjal yang utama disebabkan oleh diabetes,


tekanan darah yang tinggi, sedangkan penyebab gagal ginjal
yang ketiga adalah oleh karena penyakit genetic seperti
kelainan kekebalan, cacat lahir dan sebab-sebab lainnya.

Berikut adalah gejala-gejala penting yang berkaitan


dengan menurunnya daya kerja ginjal yang
berpotensi menjadi penyakit gagal ginjal :
1. Penimbunan Sampah Dalam Darah
Hal ini ditandai dengan kelelahan, sekujur tubuh terasa
sakit-sakitan, gatal, kram, mudah lupa, susah tidur, mualmual, tidak ada nafsu makan, daya tahan tubuh terhadap
infeksi sangat berkurang.

2. Masalah Keseimbangan Cairan


Penimbunan cairan dengan tanda-tanda pergelangan kaki
dan juga wajah membengkak. Sebaliknya, pengeringan
cairan bisa ditandai dengan mata yang sangat cekung, mulut
kering, hampir tidak ada lendir dalam mulut.
3. Gangguan Hormon
Dengan berkurangnya daya kerja ginjal bisa menyebabkan
ginjal menghasilkan lebih banyak hormon atau ekstra
hormon. Akibatnya, akan menambah hormon tekanan
darah. Sebaliknya, hormon-hormon yang lain menjadi
berkurang produksinya. Hal ini menyebabkan tubuh
kekurangan darah, lelah dan juga tulang rapuh.
Penyebab penyakit ginjal yang lain
Keracunan dan trauma, misalnya terkena pukulan berat
langsung pada ginjal, dapat mengakibatkan penyakit ginjal.
Beberapa obat, termasuk obat tanpa resep, dapat meracuni
ginjal bila sering dipakai selama jangka waktu yang panjang.
Produk yang menggabungkan aspirin, asetaminofen, dan
obat lain misalnya ibuprofen ditemukan paling berbahaya
untuk ginjal. Bila kita sering memakai obat penawar nyeri,
sebaiknya kita membahas dengan dokter untuk memastikan
bahwa tidak beresiko untuk ginjal kita.

Posted in Gagal Ginjal Kronik, Penyebab Gagal Ginjal Kronik | Tagged gagal
ginjal kronik, gagal ginjal kronik adalah,gagal ginjal kronik pdf, gagal ginjal
kronis, ginjal kronis, makalah gagal ginjal kronik, pengertian gagal ginjal
kronik,penyakit gagal ginjal kronik, penyebab gagal ginjal kronik | Leave a
comment

Search

Recent Posts
Faktor Penyebab Penyakit Gagal Ginjal Kronik
Penyakit Gagal Ginjal Kronik
Faktor Penyebab Gagal Ginjal Kronik
Gagal Ginjal Kronik Pada Anak
Gagal ginjal Kronik
Pengobatan Gagal Ginjal Kronik
Asuhan Keperawatan Gagal Ginjal Kronik
Penyebab Gagal Ginjal Kronik

Gagal Ginjal Kronik - Gejala Gagal Ginjal Kronik dan Penyebab


Gagal Ginjal Kronik dan Pengobatan Gagal Ginjal Kronik