Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEPERAWATAN SISTEM PENCERNAAN

KLIEN AN M DENGAN DISPEPSYIA


DI RUANG BAJI ADA II KAMAR 410
RS LABUANG BAJI MAKASAR.
No.Register

: 0575 29

Tgl masuk

: 04/01/07

Tgl pengkajian

: 08/01/07

DX

: DISPEPSYIA

I.DATA BIOGRAFI
A.Identitas klien
Nama

: An M

Alamat

: Andi tonro no.25

Kawin / belum kawin

: belum

Pendidikan

: SMA

Agama

: Islam

Pekerjaan

: -

Umur

: 21 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Suku / Bangsa

: Bugis

B.Penanggung

: PT.AKES

II.RIWAYAT KESEHATAN SAAT INI.


a.Keluhan utama

: Sakit kepala

b. Riwayat keluhan utama : Klien masuk dengan keluhan nyeri ulu hati mual,muntah kurang lebih 2 x
sehari,pusing,demam.Dialami

sejak

2 hari sebelum masuk rumah

sakit,sifatnya hilang timbul,tidak menggigil,tidak berkeringat bila demam


turun,tidak ada mimisan,yidak ada gusi berdarah.Klien juga batuk sejak 1
minggu sebelum masuk rumah sakit,tidak berlendir,tidak ada darah,kepala
dirasakan berat bila klien dalam posisi duduk.Nyeri ulu hati disertai dengan
mual dan muntah sebanyak 2 x sehari.
1..faktor pencetus : makan yang pedas
2.sifat keluhan

: hilang timbul

3.lokasi dan penyebaran : Daerah perut kiri atas tepatnya didaerah ulu hati
3.Upaya yang dilakukan keluarga : membawa kerumah sakit.

4.Hal hal yang meringankan : makan sedikit tapi sering dan minum obat
- Yang memperberat

: terlambat makan atau perut kosong

5.Pertolongan obat yang diberikan :


- Diet TKTP
- Infus RL 28 tts/i
- PCT 3 x 1
- GG tab 3 x 1
- Ulsikur 3 x 1
c.Riwayat penyakit sebelum msuk rumah sakit.
Keluhan dirasakan pada hari selasa tanggal 02 01 2007 dirumahnya setelah mengkonsumsi makanan
yang pedas,dan oleh keluarga di bawa ke RS labuanG baji ke IRD dan oleh dokter di
anjurkan untuk rawat inap.
d.Penyakit kesehatan yang lalu :
1.pernah dirawat dirumah sakit sebelumnya dengan penyakit yang sama.
2.panas dan batuk sebelumnya
3.tidak ada riwayat transfusi
4.tidak ada riwayat alergi
5.tidak pernah mengalami kecelakaan.

e. Riwayat Kesehatan Keluarga


Genogram
80

79

45

90

40

62

60

58

89

55

50

48

40

49

21

19

17

Keterangan :
: laki laki dan perempuan yang sudah meninggal.
: Klien
: laki laki dan perempuan yang masih hidup
: garis perkawinan
: garis keturunan
: garis tinggal serumah
- Tinggal serumah dengan klien tidak ada yang menderita penyakit kronis yan gmenular
- Saudara bapak dan ibu klien meninggal karena ketuaan dan ada yang meninggal karena penyakit yang
tidak diketahui penyebabnya.
III.PEMERIKSAAN FISIK
a.status kesehatan
Kesadaran

: composmentis

KU

: Demam

b. BB selama sakit : 40 Kg

TB : 150 cm

BB sebelum masuk rumah sakit : 42 Kg


c. TTV :
TD : 120/80 mmHg

N : 80 x/i

P : 24 x/i

: 39 C

d.keadaan kulit
Turgor

: baik / normal

Kebiasaan perawatan kulit

: mandi

Warna kulit : sawo matang


e. Kepala
Rambut
Distribusi merata,tidak alopesia,warna rambut hitam
Keadaan kulit rambut tidak berketombe
Tidak ada massa,nyeri tekan,luka riwayat trauma
Klien mengeluh pusing.
f.Muka
Inspeksi
Simetris kiri dan kanan
Ekspresi wajah murung
Palpasi
Tidak ada nyeri tekan
g.Mata
Inpeksi
Palpebra : tidakada oedema,tidak ada radang
Sclera tidak icterus,conjungtiva pucat,pupil isokor kiri / kanan
Tidak ada penonjolan bola mata
Palpasi
Tekanan bola mata tidak ada
Penglihatan tidak kabur
h.Hidung
Inpeksi
Polip tidak ada,septum tidak bengkok,tidak ada secret,dan ada radang.
Palpasi

Tidak ada nyeri pada sinus maxilaris,sinus frontalis,sinus ethomoidalis


i.Telinga
Inpeksi
Canalis bersih,tidak ada serumen,tidak ada nanah.
Tidak memakai malat bantu.
Pendengaran baik.
j.Rongga mulut
Inspeksi
1.Gigi
Keadaan gigi : tidak caries,sebagian gigi tanggal
Tidak memakai gigi palsu
2.Gusi
Gusi berwarna merah muda,tidak perdarahan.
3.Lidah tidak kotor
4.Mulut / bibir
Tidak pucat,tidak pecah pecah dan tidak kering
k.Leher
Inspeksi
Kelenjar tyroid tidak nampak membesar
Palpasi
Arteri karotis teraba kuat
Kelenjar tyroid tidak teraba membesar
Vena jugularis tidak ada bendungan dan pembesaran.
l.Ketiak
Inspeksi
Tidak nampak pembesaran getah bening
Palpasi
Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening.
m.Thoraks dan paru
Inspeksi
Bentuk dada normal chest,tidak ada kelainan,frekuensi pernafasan 24 x / i
Pergerakan dada mengikuti gerak nafas,tidak ada retraksidinding dada
Palpasi
Vocal premitus terdengar sama di semua lapang paru kiri dan kanan.

Tidak ada massa dan nyeri


Auskultasi
Bunyi pernafasan : ronchi
Bunyi tambahan : tidak ada
Perkusi
Sonor pada semua area paru
n.Jantung
Inspeksi
Ictus cordis tidak tampak,denyut nampak normal
Palpasi
Ictus cordis teraba pada ICS 4 5 sisi dada kiri
Perkusi
Pekak,pembesaran jantung tidak ada,terdapat pekak pada daerah ICS 3 4 mid clavikularis kiri,dan
ICS 2 4 parasternalis kiri dan kanan
Asukultasi
BJ I : menutupnya katup mitral trikupidalis
Terdengar pada ICS 4,5
BJ II : menutupnya katup aorta pulmunal
Terdengar pada ICS 2,3
H.Rate : 80 x/i
o.Abdomen
Inspeksi
Perut nampak datar,tidak membuncit / membusung
Tidak nampak bekas luka,klien kadang memegang perutnya
Auskultsi
Bising usus terdengar
Peristaltik usus : 9 12 x/ i
Perkusi
Tympani pada semua kuadran
Palpasi
Tidak ada pembesaran pada hepar dan lien
Terdapat nyeri tekan pada abdomen kiri bagian atas
p.Genetalia dan anus
Menurut klien tidak ada kelainan atau gangguan.

q.Ekstremitas
1.Ekstremitas atas
Inspeksi
Simetris kiri dan kanan
Tidak ada oedema
Tidak ada lesi
Tidak ada tremor
Tidak berkeringat
Palpasi
Ada nyeri tekan
Tidak ada mati rasa.
Perkusi
Biceps kiri / kanan : +/+
Triceps kiri / kana : +/+
2.Ekstremitas bawah
Inspeksi
Simetris kiri / kanan
Tidak ada oedema
Tidak ada lesi
Tidak ada tremor
Tidak berkeringat.
Palpasi
Tidak ada nyeri tekan
Tidak hilang rasa
r.Pemeriksaan penunjang
1.Hasil LAB
TGL 04/01/07
Darah rutin
- BBS

: 35 / l

- HGB : 12,9

- WBC

: 4,5

- RBC : 6,40

- HCT

: 41,0

- PLT : 185

Kimia darah
- SGOT
: 37 u/l
- SGPT : 18 u/l
3.Pola kegiatan sehari hari

a.Nutrsi
1.kebiasaan
Pola makan : nasi,sayur,lauk pauk,kadang susu
Frekuensi

: 3 x sehari

Nafsu makan : baik


Makanan pantangan

: tidak ada

Jenis makanan yang disukai

: tidak spesifik

Tidak ada alergi terhadap makanan


2.perubahan selama sakit
Pola makan : nasi, sayur,lauk pauk.
Frekuensi makanan
Nafsu makan

: 3 x sehari

: selera makan berkurang

Makanan pantangan

:-

Jenis minuman air putih : 1200 cc


b.Eliminasi
1.BAK
a.kebiasaan
Frekuesnsi

: 2 3 x sehari

Warna

: kunig

Jumlah

: 700 1500 ml

Bau

: amoniak

b.perubahan selama sakit


Frekuensi : 5 6 x sehari
Warna

: kuning

Jumlah

: 700 1000 ml

Bau

: amoniak

2.BAB
a.Kebiasaan
Konsistensi
Warna

: lembek

: kuning

Frekuensi : 3 x / hari
b.Perubahan selama sakit
Konsistensi
Warna

: lembek

: kuning

Frekuensi : 1 x / hari
c.Olah raga dan aktivitas
Klien selama sakit tidak melakukan olahraga tertentu
Aktivitas makan kadang kadang dibantu oleh keluarganya.
Berjalan ke kamar mandi dipegang orang keluarganya.
Mengambil air minum dibantu oleh keluarganya.
d.Istirahat dan tidur
Kebiasaan
Tidur malam : jam 21.00 05.30
Tidur siang

: jam 10.00 14.00

Hal yang membantu atau pengantar tidur adalah suasana tenang


Perubahan selama di rumah sakit
Tidur malam tidak menentu jam 22.00 02.30
Tidur siang tidak menentu jam 14.00 15.00
Klien mudah terbangun.
e.Hygiene
Kebiasaan
Mandi pakai sabun 3 x sehari
Cuci rambut 1 2 x / hari
Sikat gigi 3 x / hari
Perubahan selama dirumah sakit
Mandi dengan sabun
Frekuensi : 1 x/ hari
Sikat gigi pakai odol
Frekuensi : 3 x/hari
3.Pola interaksi sosial
Orang yang terdekat dengan klien adalah ibunya.
Klien jika punya masalah di bicarakan dengan ibunya.
4.Keadaan psikososial selama sakit
Klien mengatakan cemas dan gelisah dengan penyakit yang dialaminya.
Interaksi dengan petugas kesehatan dan lingkungan baik
5.Spiritual
Klien rajin mengikuti kegiatan keagamaan sebelum sakit,seperti ke mesjid
6.Perawatan dan pengobatan

Istirahat di tempat tidur.


Diet TKTP
Infus RL 28 tts/i
PCT 3 x 1
GG 3 x1
Ulsikur 3 x 1
KLASIFIKASI DATA
DATA SUBJEKTIF
Klien mengeluh nyeri ulu hati
Klien mengatakan lemah
Klien mengatakan selera makan berkurang
Klien megatakan kurang tidur
Klien mengatakan pusing kepalanya
Klien mengatakan ADLnya di bantu
Klien mengatakan semoga cepat sembuh
Klien sering menanyakan penyakitnya
DATA OBJEKTIF
TTV
TD : 120 / 80

S : 39 C

N : 80 x/i

P : 24 x / i

Klien nampak lemah


Porsi makan tidak di habiskan ( porsi )
Ekpresi wajah nampak murung
Klien nampak meringis
Conjungtiva pucat
Klien tampak cemas
BB sebelum sakit : 42 Kg
BB selama sakit : 40 Kg
TB : 150 cm

ANALISA DATA
No
1. DS :

DATA

Klien Mengatakan nyeri ulu

PENYEBAB
Adanya peningkatan produksi

MASALAH
Nyeri ulu hati

HCL

hati
Klien mengatakan lemah
DO :

Kerusakan sawar mukosa


lambung

Ekpresi wajah murung


Klien nampak lemah

Merangsang zar
bradikanin,histamin,serotonin

Klien nampak meringis


TTV :
T : 120/ 80 mmHg

Rangsangan ditreuskan ke
talamus

N : 80 x/ i
S : 39 C

Menurunkan ambang nyeri

P : 24 x/i
BB sebelum sakit : 42 Kg
BB selama sakit : 40 Kg

Dipersepsikan sebagai nyeri ulu


hati

TB : 150 cm
Rangsangan ditalamus
2.

DS :
Klien mengatakan lemah
Klien mengatakkan selera

kebutuhan nutrsi
Perasaan jernuh terhadap
makanan tertentu

makan berkurang
DO :

Tidak ada selera makan

Porsi makan tidak dihabiskan


Klien nampak lemah

Gangguan pemenuhan

asupan nutrisi kurang ke dalam


tubuh
Kebutuhan nutrsi tidak terpenuhi

Adanya peningkatan produksi

3.

DS :

HCL

Gangguan istirahat tidur

Klien mengatakan kurang


tidur
Klien mengatakan susah tidur
DO :
Klien nampak lemah

Merangsang pengeluaran zat


bradikinin,histamin,serotini
Merangsang saraf otonom
Mengaktifkan norepinephirine

Conjungtiva pucat
TTV :
T : 120/80 mmHg

Saraf simpatis terangsang untuk


mengaktifkan RAS,mengaktifkan
kerja organ tubuh

N : 80 x/i
S : 39 C

REM menurun

P : 24 x/i
Pasien terjaga

4.

DS :
Klien mengatakan kebutuhan

Saraf simpatis terangsang untuk


mengaktifkan,RAS,megaktifkan
kerja organ tubuh

Kelemahan

sehari hari dibantu.


Klien mengatakan lemah
Klien mengatakan pusing

Terejadi vasokontraksiarterial
kapiler

DO :
Klien nampak lemah

Peningkatan tekanan darah

Wajah klien nampak murung


Wajah klien nampak meringis

Suplay darah ke jaringan


menurun
Supaly O2 dan nutrisi ke jaringan
kurang

5.

DS :
Klien sering menanyakan

Terjadi perubahan status


kesehatan

keadaanya
Klien mengatakan lemah
DO :

Ketidak mampuan koping


individu

Cemas

Klien nampak lemah


Wajah klien murung

Klien merasa suatu ancaman

Klien tampak cemas


Cemas
kelemahan

PRIORITAS MASALAH
1.Nyeri b/d dengan adanya peradangan pada mukosa lambung,ditandai dengan :
DS :
Klien mengatakan sakit ulu hati
DO :
Expresi wajah murung
TTV :
T : 120/ 80 mmHg
P : 24 x /i
N : 80 x/ i
S : 39 C
2.Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi b/d intake yang tidak adekuat,ditandai dengan :
DS :
Klien mengatakan lemah
Klien mengatakan selera makan berkurang.
DO :
Klien nampak lemah
Porsi makan porsi yang di habiskan
TTV :
T : 120/80 mmHg
P : 24 x/i
N : 80x/i
S : 39 C
BB sebelum sakit : 42 Kg
BB selama sakit : 40 Kg
TB : 150 cm
3.Gangguan istirahat tidur b/d adanya nyeri ulu hati dan kecemasan,ditandai dengan :
DS :
Klien mengatakan kurang tidur
Klien mengatakan mudah terbangun
DO :
Klien nampak lemah
Conjungtiva anemis

TTV :
T : 120/80 mmHg
N : 80 x/i
S : 39 C
P : 24 x/i
4.Penurunan ADL b/d kelemahan fisik,ditandai dengan :
DS :
Klien mengatakan kebutuhan sehari hari di bantu
Klien mengatakan lemah
Klien mengatakan pusing
DO :
Klien nampak lemah
Wajah klien murung
TTV:
T : 120/80 mm Hg
N : 80 x/ i
S : 39 C
P : 80 x/i
5.Ansietas b/d terjadinya perubahan status kesehatan ,ditandai dengan :
DS :
Klien sering menanyakan penyakitnya
Klien mengatakan lemah
DO :
Klien nampak lemah
Wajah klien murung
Klien tampak cemas

ASUHAN KEPERAWATAN
Nama

:An M
No.Register

Umur

: 057529

: 21 tahun
Tgl MSR : 04/02/07

Jenis kelamin

: perempuan
Tgl pengkajian : 08/0107

Alamat

: Andi tonro no.25

DX.Medik

: DISPEPSYA

TUJUAN

NO
DX KEPERAWATAN
1. Nyeri b/d peradangan pada Klien akan mengungkapkan nyeri

RENCANA KEPERAWATAN
INTERVENSI
1.observasi tanda tanda vital

1.

lambung,ditandai engan:

teratasi atau berekurang dengan

kl

DS :

kreteria :

un

Klien

mengatakan Klien tidak mengeluh nyeri

se

nyeri perut bagian Expresi wajah ceria


kiri atas

Klien nampak rileks

Skala nyri sedang TTV dalam batas normal


( skala 6 )

2 kaji tingkat nyeri setiap hari

2.

Dengan skala : 1 - 10

sk

Ringan : 1 3

un

Sedang : 4 6

DO :

Berat : 7 - 10

Wajah klien nampak


murung
Klien nampak emah
Klien

3.anjurkan klien merubah posisi 3.

nampak

tidur ke semi fowler

meringis

fo

tid

TTV :
4.HE tentang pentingnya nutrisi

T : 120 / 80 mmHg

4.

N : 80 x/i

pe

S : 39 C

tu

P : 24x/i
5.kolaborasi
dalam

dengan

dokter 5.

penatalaksanaan pe

pemberian obat

la

PCT 3x 1
GG 3 x 1
Ulsikur 3 x 1
2.

Nutrisi

kurang

dari

kebutuhan b/d intake yang


tidak

adekuat,ditandai

nutrisi terpenuhi dengan kreteria :


- klien nampak segar
- selera makan baik

DS :
Klien

1.kaji pola makan klien

mengatakan

BB dalam keadaan semula / normal

1.

as
2.beri makanan yang bervariasi

- porsi makan di habiskan

dengan :

2.

3.beri makanan lunak sedikit tapi 3.


sering

la

ab

lemah
Klien

mengatakan

selera

makan

berkurang
DO :

Klien menampakkan kebutuhan

4.mengukur BB tiap hari dengan 4.


timbangan yang sama.

st

Porsi makan tidak


dihabiskan

porsi )
Klien nampak lemah
TTV :
T : 120/80 mm Hg
N : 80 x / i
S : 39 C
P : 24 x/i
BB sebelum sakit : 40 Kg
BB selam sakit : 40 Kg

1.

TB : 150 cm
3.

Klien mengatakan istirahat tidur

1.observasaiTTV 8 jam

da

Ganguan istirahat tidur b/d terpenuhi dengan kreteria :


Tidur nyenyak
adanya
nyri
ulu
hati,ditandaidengan :

Tidak mudah terbangun

DS :

Klien nampak ceria

Klien

megatakan

kurang tidur
Klien

se

2.
2.beri

minum

susu

hangat 3.

sebelum tidur

Conjungtiva tidak pucat


Jam tidur 6 8 jam

se
3.ciptakan

lingkungan

yang ny

tenang dan batasi pembesuk

mengatakan

4.

an

mudah terbangun
DO :
4.memberikan

Klien nampak lemah

keluarga

Conjungtiva nampak

HE
klien

kepada
tentang

pentingya tidur cukup.

pucat
TTV :
T : 120 / 80 mmHg
N : 80 x/i
P : 24 x /i

1.

S : 39 C

ke

4.

Klien mengatakan kebutuhan


Penurunan

kemampuan

ADLnya tidak dibantu lagi dengan


kreteria :

1.kaji kemampuan klien untuk m


melakukan aktivitas tiap hari

2.

ADL b/d kelemahan fisik

Klien nampak melaksanakan

ditandai dengan :

aktivitas sendiri

DS :

Klien nampak segar

m
2.berikan

support

untuk di

melakukan aktivitas

ri

Klien tidak mengeluh pusing

Klien mengatakan

ja

kebutuhan sehari

3.

hari dibantu

be
3.libatkan

keluargannya

keluarga

dalam m

membantu ADL klien

Klien mengatakan

kl

lemah
DO :
Klien nampak
lemah

1.

Klien nampak

ke

dibantu
5.

keluarganya

Klien mengatakan tidak


cemas,dengan kreteria :

Ansietas b/d perubahan

Klien memahami penyakitnya

status kesehatan ditandai

Klien nampak segar

dengan :

Klien tidak lemah

1.bina hubungan saling percaya ak


antara

klien

,keluargadan 2.

tenaga kesehatan.
2.dorong

ya

klien

untuk da

mengungkapkan perasaannya

tin

3.

DS:

ke

Klien sering
menanyakan

3.bantu

klien

keadaanya dan

meningkatkan

berharap cepat

koping

untuk da

mekanisme m

4.

te

sembuh
DO :
Klien tampak cemas
Klien nampak lemah
Wajah klien murung

4.HE

kepada

penyakitnya

klien

tentang pe

bagaimana pe

mencegah dan merawatnya.

se

CATATAN PERKEMBANGAN

HARI / TGL
Selasa

NDX
1

09/01/07

IMPLEMENTASI
Jam 14.30 15.00

Jam 22.00

EVALUASI

1.Mengkaji tingkat nyeri

S : - Klien Mengatakan Sudah Tidak

Hasil : sudah tidak nyeri lagi

Nyeri Lagi

2.merubah posisi klien dari berbaring


ke semi folwler

O : - Ekpresi Wajah Nampak


ceria

Hasil : klien mampu melaksanalan


3.Mengobservasi TTV

- Klien Nampak Segar


Bugar

Hasil : TTV dalam batas normal

TTV Dalam Batas Normal

T : 110/80 mmHg

T : 110/80 Mmhg

N : 80 x/i

N : 80 X / I

P : 20 x/i

P : 20 X/I

S : 37 C

S : 37 C

4.penatalaksanaan pemberian obat

A : Masalah Nyeri Sudah Teratasi

PCT 3 X 1

P : Pertahankan Intrvensi 1,2,3,4 &

GG 3 X 1

Ulsikur 3 X 1

1.observasi TTV
2.kaji tingkat nyeri
3.menganjurkan klien merubah
posisi tidur ke semi fowler
4.HE tentang pentingnya nutrisi
5.kolaborasi penatalaksanaan
pemberian obat.
PCT 3 x 1
GG 3 x 1
Ulsikur 3 x 1

II

Jam 16.00 16.30


1.Mengkaji pola dan kebiasaan makan

S : Klien Mengatakan Aktivitasnya

klien

Sudah Di Lakukan Sendiri

Hasil : porsi makan di habiskan

2.Membantu klien dalam melakukan

Kebutuhannya Sendiri

aktivitas yang tidak ditoleransi

A : Masalah Intoleransi Aktivitas

Klien

Dapat

Memenuhi

Hasil : klien mampu melakukan sendiri

Sudah Teratasi

3.menganjurkan klien untuk

P : Pertahankan Intervensi 1,2,3,& 4

meningkatkan aktivitas sesuai dengan

1.kaji pola makan

yang di tolerransi

2.beri makanan yang bervariasi

Hasil : klien mampu melakukannya

3.beri makanan lunak sedikit tapi

sendiri

sering

4.memberikan dorongan untuk

4.mengukur BB tiap hari dengan

melakukan aktivitas secara bertahap

timbangan yang sama.

Hasil : klien berusaha bangun dan


duduk
S : Klien Mengatakan Tidur Cukup
III

Jam 15.00 16.00

O : Klien Nampak Ceria

1. Observasi TTV 8 jam

TTV :

Hasil : TTV dalam batas normal

T :110 /80 Mmhg

2.menganjurkan kepada klien minum

N : 80 X/I

susu hangat sebelum tidur

S : 37 C

Hasil : klien menerima dan

P : 20 X/I

melaksanakanya

A : Masalah Istirahat Tidur Teratasi

3.membreikan HE kepada

P : Pertahankan Intervensi 1,2,3, &

klien,keluarga tentang pentingnya tidur

cukup

1.observasi TTV
2.beri minum susu hangat sebelum
tidur
3.ciptakan lingkungan yang tenang
dan batasi pembesuk
4.memberikan HE kepada keluarga
klien

tentang

pentingnya

tidur

cukup.
S: Klien mengatakan sudah mampu
IV

Jam 19.00 19.45

melakukan kebutuhan

1.mengkaji kemampuan aktivitas klien

O : klien tampak segar

Hasil : semua aktivitas di lakukan

Klien nampak melakukan

sendiri

ADLnya sendiri

2.memberi support untuk melakukan

A : masalah ADL sudah teratasi

aktivitas

P : pertahankan intervensi 1,2,& 3

Hasil : klien mau melakukan

1.kaji kemampuan klien melakukan

aktivitasnya sendiri

aktivitas

3.HE kepada keluarga klien agar klien

2.beri support untuk melakukan

mau melakukan ADLnya sendiri.

aktivitas

Hasil : keluarga mengerti dan mau

3.libatkan keluarga dalam

melaksanakannya

membantu ADL klien

S : klien sudah tidak menanyakan


V

Jam 20.00 20.30

penyakitnya lagi

1.mengadakan komunikasi trebuka

O : klien tidak nampak cemas lagi

dengan klien.

Wajah klien tampak ceria

Hasil : mau mengungkapkan

A : masalah ansietas teratasi

masalahnya.

P : pertahankan intrevensi 1,2,3,& 4

2.memberikan perhatian penuh pada

1.bina hubungan saling percaya

saat komunikasi dengan tidak

antara klien

mengalihkan perhatian

2.dorong klien untuk

Hasil : klien tampak gembira

mengungkapkan perasaanya

3.memberikan dorongan spiritual

3.bantu klien untuk meningkatkan

sehingga klien yakin akan sembuh

mekanisme koping

dengan cepat.

4.HE kepada klien tentang

Hasil : klien sudah tidak cemas lagi

penyakitnya.

4.HE kepada klein tentang penyakitnya


Hasil : klien mengerti dan
memahaminya.

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN AN A DENGAN


DIAGNOSA GEA DI RS TK II PELAMONIA
MAKASSAR.

OLEH :
HUSAENI
NIM : P - 04018

CA Institusi
(

CA Lahan
)

AKADEMI KEPERAWATAN SANDI KARSA


MAKASSAR
2006.
LAPORAN PENDAHULUAN
FRAKTUR

A.KOSEP MEDIS
I.Pengertian
Fraktur adalah kerusakan kontinuitas jaringan tulang,yang melibatkan kerusakan vasikuler dan
jaringan sekitarnya yang ditandai nyeri dan pembengkakan atau terputusnya kontinuitas tulang yang
ditentukan sesuai jenis dan luasnya ( Brunner and Suddart,2001 ).
Klasifikasi fraktur dapat dibedakan menjadi :
Fraktur tertutup ( closed ) bila tidak ada hubungan antara fragmen tulang dengan dunia luar.
Fraktur terbuka ( open / compound ),bila terdapat hubungan antara fragmen tulang dengan dunia
luar,karena adanya pertukaran du kulit.
Fraktur komplit ,bilagaris patah tidak melalui seluruh penampung tulang atau patah pada seluruh
garis tengah tulang dan biasanya mengalami pergeseran ( pergeseran dari posisi normal )
Fraktur non komplit adalah patah hanya terjadi pada sebagian / garis patah tidak mengenbang
sehingga tidak mengenal konteks.
II.Etiologi
Penyebab primer fraktur dalah kecelakaan kendaraan bermotor atau jatuh olahraga,exercise yang
kuat dan menurunkan nutrisi atau pun di karenakan fraktur spontan yaitu karena kondisi patologis yang
mendasari.Hal lain yangh dapat menyebabkan adalah kecelakaan di tempat kerja sejalan perkembangan
industri dan Osteoporosis.
III. Patofisiologi
Klasifikasi fraktur di bagi menjadi 2 jenis :
1.Complite frakture adalah patah atau dikontiunitas jaringan tulang yang luas sehingga tulang terbagi dua
bagian dan garis patahnya menyebrang dari satu sisi lain sehingga mengenai konteks.
2.Complete fakture adalah patah diskontinuitas jaringan dengan garis patah tidak menyebrang sehingga
tidak mengenai konteks ( masalah konteks yang utuh ),sering terjadi pada anak anak.
Deskripsi frakture :
Grade I : sakit jelas dan sedikit kerusakan kulit
Grade II : Fraktur terbuka,merobek kulit dan otot.
Grade III : banyak sekali jelas kerusakan kuit,otot dan jaringan syaraf,pembuluh darah serta luka sebesar
minimal 6.8 cm
IV. Manifestasi klinik
Nyeri tekan
Bengkak
Kerusakan fungsi

Gerakan terbatas
Ekmosis disekitr lokasi
Krepitus disisi frakture
Status neurovaskuler pada daerah distal dari tempat frakture mengalami penurunan.
Atropi distalr
Perubahan warna
Pemendekan ekstremitas.
V.Komplikasi
Komplikasi awal
Shock,yang bisa berakibat fatal dalam beberapa jam setelah cedera
Emboli lemak yang dapat trjadi dalam 48 jam/ lebih
Sindrom kompartmant,yang brakibat kehilangan fungsi ekstremitas peremanen,jika tidak di
tangani segera.
Komplikasi lambat
Penyauan terlambat atau tidak ada penyaruan,penyatuan terlambat terjadi bila penyembuhan tidak
terjadi dengan kecepatan normal untuk jenis dan tempat frakture trtentu.Penyatuan terlambat
mungkin beehubungan dengan onfeksi sistemik dan distraksi ( tarikan jauh ) fragmen tulang,pada
akhirnya fraktur sembuh.
Tidak adanya penyatuan terjadi karena kegagalan penyatuan ujung ujung perubahan tulang
memobilisasi yang tidak menghentikan pembentukaan halus,jarak yang terlalu jaug antara fragmen
tulang,kontak tulang yang terbatas dan gangguan darah yang mengakibatkan nekrosis jaringan.
VI.Penanganan
Reduksi fraktur : mengembalikan fragmen tulang pada kesejajarannya dan rotas anatomis.
Reduksi tertutup : reduksi tertutup di lakukan dengan mengembalikan fragmen tulang ke posisinya
( ujung ujung ) dengan manipulasi traksi manual
Traksi : dapat digunakan untuk mendapatkan efek reduksi dan mobilisasi beratnya traksi dap[at di
gunakan / disesuaikan dengan spasme otot yang terjadi.
Reduksi terbuka : pada frakture tertentu memerlukan reduksi terbuka dan pendekatan
bedah,fragmen tulang di reduksi,alat fiksasi intana,dalam bentuk pin,kawat,sekrup,plat paku atau
batangan logam dapat di gunakan untuk mempertahankan fragmen tulang dalam posisinya sampai
penyembuhan tulang yang terjadi.

Imobilisasi frakture : setelah frakture di reduksi fragmen tulang harus di imobilisaasi atau di
pertahankan dalam posisi dan ke sejajaran yang benar,sampai terjadi penyatuan.
VII.Pemeriksaan diagnostik
Tidak ada test laboratorium yang khusus untuk klien dengan frakture yang diperlu di ketahui
hemoglobin,hematorik,sering mudah di sebabksn perdarahan laju endap darah meningkat bila
kerusakan jaringan lunak sangat luas.
Pada masa penyembuhan Ca dan P meningkat didalam darah
Hasil radiografi melelui X Ray akan dapat dilihat gambaran frakturedeformitas
Senogram / anterogram menggambarkan arus vaskularisasi
Ct scan untuk mendeteksi struktur fraktur yang komplit.
B.PROSES KEPERAWATAN
I.Pengkajian
Yang perlu dikaji :
Biodata :
-

keluan utama

riwayat kesehatan sekarang

riwayat kesehatan masa lalu

riwayat kesehatan keluarga

pemeriksaan fisik

II.Diagnosa keperawatan

Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan.

Gangguan pemenuhan ADL b/d immobilisasi

Potensial terjadinya infeksi b/d adanya luka trbuka.

Cemas b/dkurangnya pengetahuan tentang penyakitnya.

III.Intervensi / implementasi
1.Nyeri b/d terputusnya kontinuitas jaringan.
Tujuan : nyeri dapat berkurang atau teratasi
Intervensi :
1.Observasi tanda tanda vital
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien
2.Kaji tingkat nyeri klien dengan skala nyeri
Rasional : untuk megetahui sejauh mana tingkat nyeri yang di rasakan
3.Atur posisi klien dengan menyokong ekstremitasyang berluka

Rasional : untuk memberikan kenyamanan pada klien


4.Beri obat analgetik sesuai program
Rasional : untuk mengurangi atau menghilangkan ras nyeri
2.Gangguan pemenuhan ADL / immobilisasi
Tujuan : semua kebutuhan dan aktivitas klien dapat dilakukan sendiri
Intervensi :
1.Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien
2.Bantu klien dalam memenuhi kebutuhan sehari hari
Rasional : utuk memenuhi kebutuhan ADLnya
3.Tingkatkan kemandirian klie dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sesuai kemempuan
Rasional : mengurangi ketergantungan kepada orang lain
4.Libatkan keluarga dalam memenuhi kebutuhan sehari harinya
Rasional : agar keluarga dapat membantu kebutuhan sehari hari.
3.Potensial terjadi infeksi b/d adanya luka terbuka
Tujuan: tidak terjadi infeksi
Intervensi :
1.Kaji keadaan luka klien dan TTV
Rasional : informasi awal dalam intervensi selanjutnya
2.Kaji apakah ada peningkatan nyeri,rasa terbakar
Rasional : tanda tanda tersebut merupakan awal terjadi infeksi
3.Ciptakan lingkungan yang bersih di sekitr klien
Rasional : menmcegah terjadinya infeksi
4.Ganti balutan / perban tiap hari
Rasional : untuk mencegah terjadinya infeksi
4.Cemas b/d kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya
Tujuan : klien dan keluarga klien dapat memahami penyakitnya
Intervensi :
1.Kaji tingkat kecemasan klien
Rasional : informasi untuk tindakan selanjutnya
2.Bina hubungan saling percaya antara perawat,klien dan keluarga klien
Rasional : untuk menjalin kerja sama
3.Jelaskan tentang penyakit klien
Rasional : agar klien dan keluarga klien dapat mengerti

IV.Evaluasi
1.Nyeri dapat berkurang atau teratasi
2.Kebutuhan ADL dapat terpenuhi
3 Infeksi tidak terjadi
4.Cemas dapat berkurang atau teratasi.
VIII.Penyimpangan KDM
Trauma yang terjadi pada tulang
memaksa aktivitas

Fraktur

Kerusakan intergritas kulit

Merangsang pengeluaran

Dan jaringan

dilakukan untuk mengatsi fraktur


Tindakan pembedahan

histamin,bradikinin.

Kulit dan jaringan terbuka


Diterima oleh reseptor nyeri
Kontinuitas dengan lingkungan

Terputusnya kontinuitas jaringan

Pada modulla
Timbul nyeri

Resiko infeksi

Di hantarka ke talamus
Pergerakan terbatas
Corteks cerebri
ADL terganggu
Nyeri dipersepsikan
Nyeri

Kurang pengetahuan tentang penyakitnya

Stressor menigkat
Koping individu tidak efektive

Cemas

DAFTAR PUSTAKA

Branner and Suddart,2001,Keperawatan Medikal Bedah ,Jakarta EGC.

Corovin,Elizabeth.J .200,Buku Saku Patofisiologi,Jakarta ,EGC.

Tarvimoto dan Wartanah,2004.KDM dan Proses Keperawatan,Jakarta Salemba Modika

PENYIMPANGAN KDM DYSPEPSYA


Obat - obatan,alkohol,bahan kimia,gagal ginjal,pankreas

Merusak mukosa lambung & memungkinkan difusi kembali asam & pepsin
kke dalam Jaringan lambung

membran mukosa edema & hipesemia

Ulserasi / erosi superfesial


Nekrosis
Jika makanan masuk iritasi + di muntahkan
Perforasi dinding lambung
Mencapai usus
Perdarahan +peritonitis
Kolik

Nyeri

Diare
Kekurangan volume cairan

Dirasakan
ancaman

Nyeri
Gangguan perfusi jaringan
Kekurangan cairan

Takut

A. PROSES KEPERAWATAN
I. Diagnosa

Hipertermi b/d adanya proses infeksi

Nyeri b/d peradangan pada lambung

Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d intake yang tidak adekuat

Gangguan istirahat tidur b/d adanya nyeri ulu hati

Penurunan kemampuan ADL b/d kelemahan fisik

II.Intervensi dan Implementasi


1. Hipertermi b/d adanya proses infeksi
Tujuan : gangguan rasa nyaman demam dapat teratasi
Intervensi
1.Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan umum klien.
2.Kompres dengan air hangat pada dahi dan axila
Rasional : untuk menurunkan suhu badan klien
3.Anjurkan klien banyak minum
Rasional : supaya klien tidak kekeurangan cairan.
4.Penatalaksanaan pemberian obat paracetamol
Rasaional : untuk menurunkan suhu badan
2.Nyeri b/d peradangan pada lambung
Tujuan : klien akan mengungkapkan nyri teratasi / berkurang
Intrvensi :
1.Observasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien dan memudahkan dalam melakukan tindakan
selanjutnya.
2.kaji tingkat nyeri tiap 4 jam

Rasional : untuk mengetahui tingkat skala nyeri sebagai pedoman untuk bertindak.
3.Anjurkan klien posisi semi flowler.
Rasional : dengan posisi semi fowler,organ yang sakit tidak tertekan.
4.HE tentang pentingnya nutrisi
Rasaional :agar klien memahami dan melaksanakan arti dari pentingnya nutrisi bagi tubuh.
5.Penatalaksanaan dalam pemberian obat ulsidex 3 x 1
Rasional : untuk menekan peningkatan sama lambung
3.Nutrisi kurang dari kebutuhan b/d intake yang tidak adekuat.
Tujuan : klien akan menampakkan kebutuhan nutrsi terpenuhi.
Intervensi :
1.kaji pola makan klien
Rasional : untuk mengetahu jumlah asupan nutrisi bagi klien.
2.beri makanan yang berevariasi
Rasional : makanan bervariasi merangsang selera makan
3.beri makan lunak sedikit tapi sering
Rasional : mencegah kekosongan lambung dan memudahkan absorsi terhadap lambung
4.mengukur BB tiap hari dengan timbangan yang sama
Rasional : mengetahui perkembangan status nutrisi klien.
4.Gangguan istirahat tidur b/d adanya nyeri ulu hati
Tujuan : klien mengatakan istirahat tidur terpenuhi
Intervensi :
1.obsevasi TTV
Rasional : untuk mengetahui keadaan klien dan pedoman untuk tindakan selanjutnya
2.beri mninum susu hangat
Rasional : mengandung protein yang tinggi
3.ciptakan lingkungan yang tenang denag membatasi pembesuk
Rasional : lingkungan yang tenang memaksimalkan rangsangan sehingga klien tertidur nyenyak.
4.memberikan HE kepada keluarga klien tentang pentingnya tidur cukup
Rasional : istirahat tidur yang cukup antara 6 8 jam perhari
5.Penurunan kemampuan ADL b/d kelemahan fisik
Tujuan : klien mengatakan kebutuhan ADL nya tidak dibantu lagi
Intervensi :
1.kaji kemampuan klien untuk melakukan aktivitas.
Rasional : mengetahui kemampuannya dan membantu yang belum mampu melakukan sendiri

2.berikan support untuk melakukan aktivitas.


Rasional : denagan support klien merasa diperhatikan,aktivitas yang ringna bertahap.
3.libatkan keluarga dalam membantu ADL klien
Rasional : melibatkan keluarga untuk berperanaktif dalam membantu ADL sehingga klien merasa
diperhatikan.