Anda di halaman 1dari 12

TUGAS BIOKIMIA VETERINER II

Diajukan untu memenuhi tugas mata kuliah Biokimia Veteriner II

FADLI AMRI
1302101010028

Program Studi Pendidikan Dokter Hewan

Fakultas Kedokteran Hewan


Universitas Syiah Kuala
2014

BAB I
INTERKONVERSI METABOLISME

Menurut (Anonim,2000) Sel merupakan unit kehidupan yang terkecil, oleh karena itu sel dapat
menjalankan aktivitas hidup, di antaranya metabolisme. Metabolisme adalah proses-proses kimia yang
terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena
metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim.
Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Anabolisme/Asimilasi/Sintesis, yaitu proses pembentakan molekul yang kompleks dengan
menggunakan energi tinggi. energi cahaya 6 CO2 + 6 H2O > C6H1206 + 6
02 klorofil glukosa (energi kimia)
a. Fotosintesis
Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi
cahaya atau foton. Pada kloroplas terjadi transformasi energi, yaitu dari energi cahaya sebagai
energi kinetik berubah menjadi energi kimia sebagai energi potensial, berupa ikatan senyawa
organik pada glukosa. Dengan bantuan enzim-enzim, proses tersebut berlangsung cepat dan
efisien. Bila dalam suatu reaksi memerlukan energi dalam bentuk panas reaksinya disebut reaksi
endergonik. Reaksi semacam itu disebut reaksi endoterm. Pada tahun 1937 : Robin Hill
mengemukakan bahwa cahaya matahari yang ditangkap oleh klorofil digunakan untak
memecahkan air menjadi hidrogen dan oksigen. Peristiwa ini disebut fotolisis (reaksi terang).
H2 yang terlepas akan diikat oleh NADP dan terbentuklah NADPH2, sedang O2 tetap dalam
keadaan bebas. Menurut Blackman (1905) akan terjadi penyusutan CO2 oleh H2 yang dibawa oleh
NADP tanpa menggunakan cahaya. Peristiwa ini disebut reaksi gelap NADPH2 akan bereaksi
dengan CO2 dalam bentuk H+ menjadi CH20. CO2 + 2 NADPH2 + O2 > 2 NADP + H2 +
CO+ O + H2 + O2 Ringkasnya : Reaksi terang :2 H20 > 2 NADPH2 + O2

Reaksi gelap :CO2 + 2 NADPH2 + O2>NADP + H2 + CO + O + H2 +O2 atau 2 H2O +


CO2 > CH2O + O2 atau 12 H2O + 6 CO2 > C6H12O6 + 6 O2
b. Kemosintesis
Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai
sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan
asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri
sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut
memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawa-senyawa tertentu.

Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara oksidasi Fe2+ (ferro) menjadi Fe3+
(ferri).
Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus memperoleh energi dengan cara mengoksidasi NH3,
tepatnya Amonium Karbonat menjadi asam nitrit dengan reaksi:
Nitrosomonas (NH4)2CO3 + 3 O2 > 2 HNO2 + CO2 + 3 H20 + Energi
Nitrosococcus

c.Sintesis Lemak
Lemak dapat disintesis dari karbohidrat dan protein, karena dalam metabolisme, ketiga
zat tersebut bertemu di dalarn daur Krebs. Sebagian besar pertemuannya berlangsung melalui
pintu gerbang utama siklus (daur) Krebs, yaitu Asetil Ko-enzim A. Akibatnya ketiga macam
senyawa tadi dapat saling mengisi sebagai bahan pembentuk semua zat tersebut.
Lemak dapat dibentuk dari protein dan karbohidrat, karbohidrat dapat dibentuk dari lemak dan
protein dan seterusnya.
Sintesis Lemak dari Karbohidrat : Glukosa diurai menjadi piruvat > gliserol. Glukosa
diubah > gula fosfat > asetilKo-A > asam lemak. Gliserol + asam lemak
> lemak.
Sintesis Lemak dari Protein: Protein > Asam Amino protease Sebelum
terbentuk lemak asam amino mengalami deaminasi lebih dabulu, setelah itu memasuki daur
Krebs. Banyak jenis asam amino yang langsung ke asam piravat > Asetil Ko-A. Asam
amino Serin, Alanin, Valin, Leusin, Isoleusin dapat terurai menjadi Asam pirovat, selanjutnya
asam piruvat > gliserol > fosfogliseroldehid Fosfogliseraldehid dengan asam lemak
akan mengalami esterifkasi membentuk lemak. Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori)
cadangan. Nilai kalorinya lebih tinggi daripada karbohidrat. 1 gram lemak menghasilkan 9,3
kalori, sedangkan 1 gram karbohidrat hanya menghasilkan 4,1 kalori saja.

d. Sintesis Protein
Sintesis protein yang berlangsung di dalam sel, melibatkan DNA, RNA dan Ribosom.
Penggabungan molekul-molekul asam amino dalam jumlah besar akan membentuk molekul
polipeptida. Pada dasarnya protein adalah suatu polipeptida. Setiap sel dari organisme mampu
untuk mensintesis protein-protein tertentu yang sesuai dengan keperluannya. Sintesis protein
dalam sel dapat terjadi karena pada inti sel terdapat suatu zat (substansi) yang berperan penting
sebagai "pengatur sintesis protein". Substansi-substansi tersebut adalah DNA dan RNA.

2. Katabolisme (Dissimilasi),
Yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia yang tersimpan dalam senyawa
organik tersebut.
Contoh: enzim C6H12O6 + 6 O2 > 6 CO2 + 6 H2O + 686 KKal.
Energi kimia saat molekul terurai menjadi molekul yang lebih kecil terjadi pelepasan energi
sehingga terbentuk energi panas. Bila pada suatu reaksi dilepaskan energi, reaksinya disebut reaksi
eksergonik. Reaksi semacam itu disebut juga reaksi eksoterm.
Molekul ATP adalah molekul berenergi tinggi. Merupakan ikatan tiga molekulfosfat dengan
senyawa Adenosin. Ikatan kimianya labil, mudah melepaskan gugus fosfatnya meskipun digolongkan
sebagai molekul berenergi tinggi. Perubahan ATP menjadi ADP (Adenosin Tri Phosphat) diikuti dengan
pembebasan energi sebanyak 7,3 kalori/mol ATP. Peristiwa perubahan ATP menjadi ADP merupakan
reaksi yang dapat balik.
Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang
mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan
utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila
pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirasi, bila dalam
lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.
Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 > 6CO2 + 6H2O + 688KKal. (glukosa)
Contoh Fermentasi :C6H1206 > 2C2H5OH + 2CO2 + Energi. (glukosa) (etanol)
Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui
proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak
kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.
Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :
1. Glikolisis.
2. Daur Krebs.
3. Transpor elektron respirasi.

A.Glikolisis

BAB II
LATAR BELAKANG
Tubuh makhluk hidup layaknya sebuah mesin, memiliki alat-alat spesifik untuk melakukan
kinerja yang spesifik pula. Rutinitas makhluk hidup membutuhkan sejumlah energi yang dijadikan
bahan baku utama sebagai penggeraknya. Energi yang dibutuhkan tersebut diperoleh dari dalam tubuh
yang dihasilkan melalui proses-proses yang sangat rumit. Proses-proses ini lebih dikenal dengan istilah
Metabolisme.
(Idun Kistinnah dan Endang Sri Lestari.2009) Metabolisme sangat penting bagi makhluk hidup

untuk kelangsungan hidupnya. Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam
tubuh makhluk hidup, mulai dari makhluk hidup bersel satu sampai makhluk hidup yang susunan
tubuhnya sangat kompleks. Metabolisme terdiri atas dua proses sebagai berikut.
1. Anabolisme
Anabolisme adalah proses-proses penyusunan energi kimia melalui sintesis senyawa-senyawa
organik.
2. Katabolisme
Katabolisme adalah proses penguraian dan pembebasan energi dari senyawa-senyawa organik
melalui proses respirasi. Semua reaksi tersebut dikatalisis oleh enzim, baik oleh reaksi yang
sederhana maupun reaksi yang rumit.
Proses metabolisme yang terjadi di dalam sel makhluk hidup seperti pada tumbuhan dan
manusia, melibatkan sebagian besar enzim (katalisator) baik berlangsung secara anabolisme dan
respirasi katabolisme.
Menurut (Subardi, dkk.2008) Enzim adalah biokatalisator organik yang dihasilkan organisme

hidup di dalam protoplasma, yang terdiri atas protein atau suatu senyawa yang berikatan dengan protein.
Enzim mempunyai dua fungsi pokok sebagai berikut.
1. Mempercepat atau memperlambat reaksi kimia.
2. Mengatur sejumlah reaksi yang berbeda-beda dalam waktu yang sama.
Secara kimia enzim terdiri atas dua bagian (enzim lengkap/holoenzim), yaitu bagian protein
(apoenzim) dan bagian bukan protein (gugus prostetik) yang dihasilkan dalam sel makhluk hidup. Jika
gugus prostetiknya berasal dari senyawa organik kompleks (misalnya, NADH, FADH, koenzim A dan
vitamin B) disebut koenzim, apabila berasal dari senyawa anorganik (misalnya,besi, seng, tembaga)
disebut kofaktor.
Enzim disintesis dalam bentuk calon enzim yang tidak aktif, kemudian diaktifkan dalam
lingkungan pada kondisi yang tepat. Misalnya, tripsinogen yang disintesis dalam pankreas, diaktifkan

dengan memecah salah satu peptidanya untuk membentuk enzim tripsin yang aktif. Bentuk enzim yang
tidak aktif ini disebut zimogen. Enzim memiliki sifat khusus, yaitu hanya dapat mengakatalisis suatu
reaksi tertentu, sebagai contoh enzim lipase hanya dapat mengkatalisis reaksi perubahan dari lemak
menjadi gliserol dan asam lemak.

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA

A.Karbohidrat
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen dan oksigen.
Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap
1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses
oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan
berbagai fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan
berbagai aktivitas fisik seperti berolahraga atau bekerja.
Di dalam sistem pencernaan dan juga usus halus, semua jenis karbohidrat yang dikonsumsi akan
terkonversi menjadi glukosa untuk kemudian diabsorpsi oleh aliran darah
dan ditempatkan ke berbagai organ dan jaringan tubuh.Molekul glukosa hasil konversi berbagai macam
jenis karbohidrat inilah yang kemudian akan berfungsi sebagai dasar bagi
pembentukan energi di dalam tubuh.
Melalui berbagai tahapan dalam proses metabolisme, sel-sel yang terdapat di dalam tubuh dapat
mengoksidasi glukosa menjadi CO & H O 2 dimana proses ini juga akan disertai dengan produksi
energi. Proses metabolisme glukosa yang terjadi di dalam tubuh ini akan memberikan kontribusi hampir
lebih dari 50% bagi ketersediaan energi. Di dalam tubuh, karbohidrat yang telah terkonversi menjadi
glukosa tidak hanya akan berfungsi sebagai sumber energi utama.
Bagi kontraksi otot atau aktifitas fisik tubuh, namun glukosa juga akan berfungsi sebagai sumber
energi bagi sistem syaraf pusat termasuk juga untuk kerja otak. Selain itu, karbohidrat yang dikonsumsi
juga dapat tersimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen di dalam otot dan hati. Glikogen
otot merupakan salah satu sumber energi tubuh saat sedang berolahraga sedangkan glikogen hati dapat
berfungsi untuk membantu menjaga ketersediaan glukosa di dalam sel darah dan sistem pusat syaraf.
B.Protein
Protein adalah makromolekul yang unik sekaligus memiliki struktur yang kompleks.
Meskipun protein hanya tersusun atas asam amino yang ada 20 jenis saja, namun untuk dapat
berfungsi ia akan melipat-lipat dan membentuk suatu struktur tertentu yang sangat presisi sekaligus sulit
diprediksi hingga saat ini. Karena strukturnya yang unik dan presisi itulah maka protein memiliki
fungsi yang spesifik yang berbeda satu dengan lainnya. Struktur protein memiliki tingkatan, kita
akan melihat bagaimana asam amino sebagai monomer penyusun protein tersusun sehingga membentuk
struktur protein, yang terbagi atas 4 macam, yaitu Struktur Primer, Sekunder, Tersier dan Quartener.
Biosintesis protein merupakan proses pembentukan protein dari monomer peptida menjadi
polipeptida yang diarahkan oleh DNA sebagai pembawa kode genetik yang akan ditransfer kepada
generasi berikutnya. Proses pembentukan protein yang terdiri atas dua tahapan, yaitu Transkripsi dan
Translasi.

Proses

ini

terlaksana

dengan

kerjasama

yang

terkoordinasi

lebih

dari

seratus

makromolekul, termasuk mRNA, tRNA, Ribosom, enzim-enzim pengaktif dan faktor-faktor protein.
Sintesis protein dimulai dengan pengaktifan asam amino oleh amino asil-tRNA sintetase (sebagai enzim

pengaktif) dengan menggunakan ATP, yang akan mengikat gugus karboksil suatu asam amino ke gugus
hidroksil 2 atau 3- pada unit adenosin di ujung 3 tRNA.
Proses sintesis protein terjadi didalam sel, yaitu tahap Transkripsi (di dalam Nukleus) dan
Translasi
(di dalam Sitoplasma) dengan melibatkan Ribosom yang terdiri dari subunit besar dan subunit kecil
yang duapertiganya berupa RNA dan sepertiganya lagi berupa protein. Pada organisme prokaryotik seperti
E.coli, ribosom 70S (dengan BM 2700 kd) dibentuk oleh subunit 30S dan subunit 50S. Subunit 30S terdiri
lagi dari RNA ribosom 16S (rRNA 16S) dan 21 jenis protein yang berbeda- beda, sedangkan subunit 50S
terdiri dari rRNA 23S dan 5S dan 34 jenis protein yang berbeda-beda. Proses sintesis protein berlangsung
dari arah 5

3, yaitu dari ujung amino ke ujung karboksil dan mRNA.

Protein tersusun atas satu atau lebih polipeptida yang terbentuk sebagai benang panjang
untaian
asam amino yang beragam. Struktur protein lebih kompleks dibanding DNA dan mempunyai tatanan tiga
dimensi dan pola ikatan antar molekul yang merupakan ciri spesifik dari berbagai protein yang berakibat
pada kekhasan fungsi masing-masing protein. Gambaran penting proses sintesis suatu untai polipeptida
ditentukan oleh gen tertentu. Gen berperan dalam proses pewarisan sifat (Informasi genetik), gen memiliki
materi yang disebut dengan DNA. DNA diubah menjadi mRNA dengan proses transkripsi, dan RNA
diubah menjadi protein (polipeptida) disebut translasi. Kedua proses ini disebut dogma sentral.
C.Lipid

Menurut (K.Murray,Robbert.2006) Lipida senyawa yang larut dalam pelarut nonpolar Contoh
pelarut nonpolar : bensin, eter, minyak kelapa, minyak tanah Lemak atau bahasa Jawanya gajih adalah
suatu contoh dari lipida (TG, kholesterolester, fosfolipida dll) Pembagian lebih komplek daripada
karbohidrat.Fungsinya dalam tubuh kita adalah :
1.Sebagai cadangan energi, contoh trigliserida atau triasilgliserol
2.Sebagai penghasil senergi, contoh asam lemak (asam palmitat)
3.Sebagai pelindung, lipida disekitar ginjal
4.Sebagai alat transport dalam darah, contoh lipoprotein
5.Sebagai penyusun membran
6.Sebagai insulator, dalam susunan saraf (sebagai insulator listrik)
7.Sebagai insulator panas, lipida dibawah kulit
Gliserol diserap lansung masuk pembuluh vena mesenterikum.Di dalam sel usus halus 2 mono
asilgliserolakan disintesis menjadi triasilgliserol. Satu monoasilgliseroltriasilgliserol. Triasilgliserolyang
terbentuk dalam sel usus diserap masuk kedalam pembuluh limpe dalam bentuk lipoproteinkhilomikron.
Asam lemak dioksidasi menjadi aseil-KoA dan disentesis dari asetil-KoA. Namun jalur dan tempat yang
dipakai berlainan. Pada keadaan kelaparan atau pada penderita diabetes mellitus yang tidak terkontrol

akan terjadi oksidasi asam lemak yang berlebihan. terbentuknya senyawa keton. Senyawa keton adalah
suatu asam. Pembuangan lewat urine dari senyawa keton yang berlebihan ketoasidosis.

D.Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat,Protein,dan Lipid.


(Guyton AC, Hall JE, 1996,) Proses metabolisme karbohidrat, protein dan lemak daalam sel
tubuh manusia, satu sama lain saling terkait. Ketiga proses metabolsime tersebut akan melewati
senyawa asetil CO-A, sebagai senyawa antara untuk memasuki siklus Krebs. Begitu pula apabila terjadi
kelebihan sintesis glukosa, maka dalam tubuh akan diubah menjadi senyawa lemak sebagai cadangan
energi.

BAB IV
KESIMPULAN
Hasil pencernaan lemak (asam lemak dan gliserol) dan protein (asam amino) masuk
ke dalam jalur respirasi sel pada titik-titik yang diperlihatkan. Beberapa titik yang sama
bekerja untuk mengalirkan kelebihan zat intermedier ke dalam jalur anabolisme ke sintesis
lemak dan asam amino tertentu.

Gambar. Hubungan antara Metabolisme Karbohidrat dengan Metabolisme Lemak dan Protein

Daur Krebs merupakan jalur metabolisme yang utama dari berbagai hasil
metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein. Hasil dari Siklus Krebs adalah energi ATP,
CO2, dan H2O. Hal itu terjadi pada makhluk hidup aerob, sedangkan pada makhluk hidup
anaerob tidak menggunakan metabolisme Daur Krebs sebagai penghasil energinya.
Lemak (asam heksanoat) lebih banyak mengandung hidrogen terikat dan merupakan
senyawa karbon yang paling banyak tereduksi, sedangkan karbohidrat (glukosa) dan protein
(asam glutamat) banyak mengandung oksigen dan lebih sedikit hidrogen terikat adalah
senyawa yang lebih teroksidasi. Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan.
Energi dan apabila ada pembakaran sempurna akan membebaskan energi lebih banyak
karena adanya pembebasan elektron yang lebih banyak. Jumlah elektron yang dibebaskan
menunjukkan jumlah energi yang dihasilkan. Dari penjelasan itu dapat disimpulkan jika kita
makan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak akan lebih memberikan
rasa kenyang jika dibandingkan dengan protein dan karbohidrat. Karena rasa kenyang
tersebut disebabkan oleh kemampuan metabolisme lemak untuk menghasilkan energi yang
lebih besar.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, 2000, Petunjuk Praktikum Biokimia Untuk PSIK (B) Fakultas Kedokteran
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta: Lab. Biokimia FK UGM
Guyton AC, Hall JE, 1996, Buku Ajar Fisiologi Kedokteran, Edisi IX, Penerjemah:
Setiawan I, Tengadi LMAKA, Santoso A, Jakarta: EGC
Idun Kistinnah dan Endang Sri Lestari. BIOLOGI 3 Makhluk Hidup dan Lingkungannya
Untuk SMA/MA Kelas XII. 2009. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan
Nasional;Jakarta.
K.Murray,Robbert.2006.Biokimia Harper.Penerbit Buku Kedokteran.EGC:Jakarta
Poedjiadi,Anna.dkk.Dasar-Dasar Biokimia.2009.UI Press.Jakarta
Subardi, dkk. BIOLOGI 3 Untuk Kelas XII SMA dan MA. 2008. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidkan Nasional; Jakarta.
Stryer L, 1996, Biokimia, Edisi IV, Penerjemah: Sadikin dkk (Tim Penerjemah Bagian
Biokimia FKUI), Jakarta: EGC