Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH KAJIAN

INSTABILITAS POSTURAL

DISUSUN OLEH:
Bening Putri Ramadhani Usman
1110103000084

KEPANITERAAN KLINIK GERIATRI


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
2013

BAB 1
ILUSTRASI KASUS

IDENTITAS
Nama pasien

: Ny. S

Usia

: 63 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Status perkawinan

: Janda

Alamat

: Panti Werdha Budi Mulia IV Radio Dalam

Suku

: Jawa

Agama

: Islam

Pendidikan

: Tidak sekolah

Jumlah Anak

:-

Jumlah Cucu

:-

Ruang rawat

: Ruang Melati

Masuk sejak

: Juli 2011

ANAMNESIS
2

Keluhan Utama
Sesak nafas sejak tadi malam
Riwayat Penyaki Sekarang
Pasien merasa sesak nafas sejak tadi malam setelah kena air dingin ketika
buang air kecil. Sesak nafas tidak disertai bunyi ngik-ngik. Pasien merasa lebih
sulit membuang nafas dibanding menarik nafas. Sesak nafas dirasakan mereda
setelah pasien berbaring di tempat tidurnya.
Sejak tahun 2005, pasien didiagnosis asma oleh dokter puskesmas. Sesak
sering kambuh-kambuhan, dalam satu tahun paling sedikit dua kali kambuh.
Sesak biasanya muncul setelah pasien mengangkat beban berat, dalam keadaan
kedinginan, atau kelelahan. Sejauh ini, pasien tidak pernah merasakan bunyi ngikngik ketika sesaknya kambuh. Setiap kali sesak, biasanya membaik setelah pasien
istirahat. Pasien terakhir kali sesak sebelum ini adalah di bulan Agustus 2013.
Pasien merasakan pandangan buram sejak 5 tahun yang lalu, pandangan
dirasakan seperti berkabut atau tertutup awan putih. Sejak 5 tahun yang lalu,
pandangan buram dirasakan semakin berat hingga sekarang. Saat ini, pasien
mengaku sulit melihat bahkan dalam jarak yang dekat. Pasien juga kesulitan untuk
berjalan-jalan keluar ruangan karena pandangannya sangat buram. Pasien belum
berobat untuk keluhan pandangan buram tersebut.
Sejak 5 hari yang lalu, pasien mengeluhkan adanya nyeri pada kedua lutut.
Rasa nyeri paling dirasakan ketika pasien rukuk atau sujud saat shalat. Rasa nyeri
seperti ditusuk dan terkadang seperti berdenyut. Keluhan kaku pada lutut
disangkal. Nyeri lutut memberat ketika pasien beraktivitas, dan membaik ketika
pasien istirahat. Pasien juga merasa kedua lututnya menjadi bengkak dan
kemerahan. Keluhan nyeri pada pangkal paha, pinggang, punggung, leher, dan
pergelangan tangan disangkal. Pasien belum berobat untuk mengatasi nyeri
sendinya.
Saat ini pasien tidak mengeluhkan adanya batuk atau pilek. Gatal-gatal atau
kemerahan pada kulit disangkal. Pasien tidak mengeluhkan adanya demam. BAK

lancar, warna kuning jernih. BAB lancar, setiap hari, konsistensi lunak, warna
kuning kecoklatan. Adanya keluhan lain disangkal.
Riwayat Penyakit Dahulu
Hipertensi (+) sejak usia 30 tahun, pasien rutin minum obat Captopril 2
kali sehari
Riwayat sakit maag (+) sejak 1 tahun yang lalu
Riwayat kecelakaan, terjatuh, atau terbentur (-)
Riwayat rawat inap (-)
Riwayat sakit berat (-)
Kencing manis (-)
Asam urat tinggi (-)
Riw Alergi (-)
Riw Pembedahan (-)
Riwayat Penyakit Keluarga
Di keluarga tidak ada riwayat :
Kencing manis
Hipertensi
Asam urat
Penyakit jantung
Penyakit stroke
Kanker dan tumor
Riwayat kebiasaan & Sosial

Riwayat merokok (-)

Riwayat minum alkohol (-)

Pasien olahraga 2x seminggu sesuai jadwal olahraga di panti

Pasien jarang keluar kamar karena keterbatasan dalam penglihatan

Pasien sering dikasihani oleh


penglihatannya

teman-temannya

karena gangguan

Analisa Finansial
Penghasilan

untuk

kehidupan

sehari-hari

ditanggung

oleh

panti

(sandang,pangan, kesehatan).
Analisa Lingkungan Panti
Kamar pasien di lantai 1. dalam 1 kamar terdiri dari 15 orang. Tidak ada
karpet, lantai terbuat dari keramik yang tidak licin, penerangan kurang cukup.
Terdapat Kloset duduk, kamar mandi terang. Dengan bau yang kurang sedap.

Asupan Gizi

Status gizi

Berat badan

: 40 kg

Tinggi badan (arm span)

: 140 cm

IMT

: 20.4 kg/m2 ( Ideal)

Analisis Gizi

BBI = 140 100 = 40 kg

Status Gizi = (40 : 40) x 100% = 100 % BB ideal

Kebutuhan kalori per hari :


1. Kebutuhan basal
40 x 25 = 1000 kalori
2. Koreksi
- Umur diatas 40 tahun:-5%
(1000 x 0,05 = 50)
- Aktivitas ringan : +10%
(1000 x 0,1 = 100)
Jadi total kebutuhan kalori per hari untuk penderita :
1000-50+100 =1050 kalori
Distribusi gizi :
1. Karbohidrat 60% x 1050 = 630 kalori setara dengan 157,5 gr karbohidrat
2. Protein 20% x 1050 = 210 setara dengan 52,5 gr protein
3. Lemak 20% x 1050 = 210 setara dengan 23,3 gr lemak

Sistem
Penglihatan
Pendengaran
Kardiovaskular
Paru-paru
Pencernaan
Saluran Kemih
Hematologi
Endokrin
Saraf
Muskuloskeletal
Psikiatri

Keluhan
Kedua mata kabur
Tidak ada keluhan
Riwayat darah tinggi sejak usia 30 tahun
Sesak nafas
Riwayat sakit maag sejak 1 tahun lalu
Tidak ada keluhan
Tidak ada keluhan
Tidak ada keluhan
Tidak ada kelainan
Nyeri pada kedua sendi lutut
Tidak ada keluhan

Anamnesis sistem
PEMERIKSAAN FISIK

1. Pola dan analisis jalan

Keseimbangan
Keseimbangan statis
o Posisi tidur

: keseimbangan baik.

o Posisi duduk : keseimbangan baik.


o Posisi berdiri :

Pasien mengalami kesulitan untuk berdiri secara


mandiri selama 30 detik

Dorongan anterior cenderung jatuh

Dorongan posterior cenderung jatuh

Dorongan lateral cenderung jatuh

Keseimbangan dinamis
o Transfer

: pasien dapat melakukan gerakan bangun


dari duduk menjadi berdiri secara mandiri
dengan bantuan kedua tangan

o Ambulasi

: swing phase menghilang, tampak wide step

Sikap tubuh
Tampak lateral :
o Kepala tampak maju ke depan
o Servikal tampak lurus
o Torakal kifosis
o Kedua lengan tidak menempel pada tubuh, dan cenderung
berusaha mencari pegangan ke benda di sekitarnya
o Lumbosakral hiperlordotik
o Wide base support
o Lutut tidak fleksi
o Tidak tampak pedis eversi atau inversi
Tampak anterior
o Trakea tampak di tengah
o Mammae tertarik ke bagian bawah
o Abdomen tampak membuncit

Tampak posterior
o Bahu tampak simetris
o Curvatura vertebra baik
o Pelvic tidak tampak miring
o Tidak tampak adanya genu valgus maupun genu varus

Alat bantu

: pasien tidak tampak menggunakan alat bantu ketika


berjalan, namun selalu berjalan dengan meraba dan
berpegangan pada dinding atau benda-benda di sekitarnya.

2. Pemeriksaan fisik general :

TD duduk

: 150/90 mmHg

Nadi/ menit

: 95 kali/menit, reguler, isi cukup

Laju pernapasan

: 30 kali/menit, regular, kedalaman cukup

Suhu

: 36.3oC

Rambut

: hitam sebagian putih beruban, tidak mudah dicabut

Mata

: konjungtiva anemis (-/-) , sklera ikterik (-/-)

Hidung

: deviasi septum (-), sekret (-), hipertrofi konka (-),


pernafasan cuping hidung (-)

Mulut

: higiene buruk, gigi tidak komplit , gigi palsu (-),


hiperemis (-), tonsil T1-T1, kripta (-), detritus (-)

Paru

Inspeksi

: pergerakan dada simetris saat statis dan dinamis,


retraksi (-)

Palpasi

: vocal fremitus normal, ekspansi dada simetris

Perkusi

: sonor pada seluruh lapang paru

Auskultasi

: vesikular di kedua lapang paru, ronkhi (-/-),


wheezing (-/-)

Jantung
Inspeksi
Palpasi
Perkusi
Auskultasi
Abdomen
Inspeksi

: ictus cordis tidak terlihat


: ictus cordis teraba di ICS 5 MCLS
: batas jantung normal
: S1 S2 murni, gallop (-), murmur (-)
: datar, tidak tampak membuncit, massa (-)

Auskultasi
Palpasi
Perkusi
Kulit
Rektum/anus
Punggung
Alat kelamin

: BU(+)normal
: nyeri tekan (-), hepar dan limpa tidak teraba
: tympani, shifting dullness (-)
: tampak kering , dekubitus (-), turgor cukup
: Tidak dilakukan pemeriksaan
: Tidak ada nyeri pada tulang belakang
: Tidak dilakukan pemeriksaan

Status Oftalmologis
OD
1/300, proyeksi baik

PEMERIKSAAN
Visus

OS
0

Orthoposisi
Bebas ke segala arah
Tenang
Tenang
Jernih
Jernih
Coklat tua, kripti teratur
Bulat, isokor, 3mm
Kekeruhan (+)
Tidak dapat dinilai
Tidak dapat dinilai

Posisi bola mata


Pergerakan bola mata
Palpebra
Konjungtiva
Kornea
Kamera okuli anterior
Iris
Pupil
Lensa
Cairan vitreus
Tekanan bola mata

Orthoposisi
Bebas ke segala arah
Tenang
Tenang
Jernih
Jernih
Coklat tua, kripti teratur
Bulat, isokor, 1mm
Kekeruhan (+)
Tidak dapat dinilai
Tidak dapat dinilai

Pemeriksaan Neurologi
Pemeriksaan Motorik
Kekuatan
Anggota
tubuh
D
S
Bahu
5
5
Siku
Perg.
Tangan
Jari tangan
Paha

Tonus
D S
N N

5
5

5
5

N
N

N
N

5
5

5
5

N
N

N
N

Trofi
R.Fisiologis
D S (++/++)
Eu Eu Bisep
(++/++)
Eu Eu
Eu Eu Trisep
(++/++)
Eu Eu
Eu Eu Patella
(++/++)

R.Patologis
Babinsky (-/-),
Klonus (-)
Patela (-/-)
Achiles (-/-)

Lutut
Perg. Kaki

5
5

5
5

N
N

N
N

Eu Eu
Eu Eu Achilles
(++/++)
Jari kaki
5
5
N N Eu Eu
Pemeriksaan tanda rangsang meningeal
Kaku kuduk
Laseque
-/Kernig
-/Brudzinski I
-/BrudzinskiII
-/-

Pemeriksaan Nervus Kranialis


Nervus kranialis

Kanan

Kiri

N. Olfaktorius
N. Optikus

Tidak diperiksa
AVOD 1/300 proyeksi baik , AVOS 0
Lapang pandang sama dengan pemeriksa

N. Okulomotorius

Ptosis (-)

N. III,IV,VI

Gerakan bola mata normal pd semua arah

N. Trigeminus

Otot kunyah normal, reflek kornea (+/+), reflek


masseter (+)

N. Fasialis

Parese N.VII (-)

N. VIII

Pendengaran normal

N. IX,X

Uvula terangkat simetris

N. XI

m.Sternokleidomastoid kuat, m.trapezius kuat

N. XII

Parese N. XII (-)

Ptosis (-)

Pemeriksaan Muskuloskeletal
Otot dan

Tl.belakang

Bahu

10

Siku

Perg.

Jari

kerangka

tangan

tangan

Deformitas

Nyeri

Benjolan/radang -

Normal

Normal

Normal

Normal

ROM

Normal

Otot dan
kerangka

Panggul

Lutut

Perg. Kaki

Jari kaki

Deformitas

(+)

Nyeri

(+)

(+)
Fleksi
terbatas
karena nyeri

Normal

Normal

Benjolan/radang ROM

Normal

Terdapat
krepitasi
pada ROM
pasif
Efusi (-)

11

Pemeriksaan Keseimbangan (Berg Balance Scale)

Skor total : 27, yang berarti pasien tergolong risiko jatuh sedang.
PEMERIKSAAN STATUS FUNGSIONAL
Indeks ADL Barthel
Jenis Kegiatan
Mengendalikan rangsang pembuangan tinja
Mengendalikan rangsang berkemih
Membersihkan diri
Menggunakan jamban
Makan
Berubah sikap dari berbaring ke duduk
Berpindah / berjalan
Memakai baju
Naik turun tangga
Mandi
TOTAL

12

Skor
2
2
1
2
2
3
3
2
1
1
19

Skor 12 : Status fungsional: Ketergantungan Ringan


PEMERIKSAAN PSIKIATRIK
Mini Mental-Status Examination (MMSE)

No Pertanyaan

Nilai

.
Orientasi
1. Sekarang ini (tahun), (musim), (bulan), (tanggal), (hari)
2. Kita berada di mana? (negara), (propinsi), (kota), (RS), (lt)
Registrasi
3. Sebutkan 3 objek: tiap satu detik, pasien disuruh mengulangi

1
2
3

nama ketiga objek tadi. Nilai 1 untuk tiap nama objek yang
disebutkan benar. Ulangi lagi sampai pasien menyebut dengan
benar: buku, pensil, kertas
Atensi dan Kalkulasi
4. Pengurangan 100 dengan 7. Nilai 1 untuk setiap jawaban yang

benar. Hentikan setelah 5 jawaban, atau eja secara terbalik kata


B A G U S (nilai diberi pada huruf yang benar sebelum
kesalahan).
Mengenal Kembali
5. Pasien disuruh menyebut kembali 3 nama objek di atas tadi
Bahasa
6. Pasien disuruh menyebut: pensil, buku
7. Pasien disuruh mengulangi kata: Jika tidak, dan atau tapi
8. Pasien disuruh melakukan perintah: Ambil kertas itu dengan
tangan anda, lipatlah menjadi 2, dan letakkan di lantai
Bahasa
9. Pasien disuruh membaca, kemudian melakukan perintah kalimat
10

pejamkan mata
Pasien disuruh menulis dengan spontan (terlampir)

.
11. Pasien disuruh menggambar bentuk (terlampir)
TOTAL

13

3
2
1
3

0
0
0
17

Mini Mental-Status Examination (MMSE) didapatkan total skor 17, yang berarti
pasien mengalami gangguan kognitif ringan.
Geriatric Depression Scale (GDS)
No Pertanyaan

Jawaban

Skor

.
1.
2.

Apakah anda sebenarnya puas dengan kehidupan anda?


Apakah anda telah meninggalkan banyak kegiatan dan

Ya
YA

0
1

3.
4.
5.
6.

minat atau kesenangan anda?


Apakah anda merasa kehidupan anda kosong?
Apakah anda merasa bosan?
Apakah anda mempunyai semangat yang baik setiap saat?
Apakah anda takut bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi

Tdk
Tdk
Ya
Tdk

0
0
0
0

7.

pada anda?
Apakah anda merasa bahagia untuk sebagian besar hidup Ya

8.
9.

anda?
Apakah anda sering merasa tidak berdaya?
YA
Apakah anda lebih senang tinggal di rumah daripada pergi YA

1
1

ke luar dan mengerjakan sesuatu yang baru?


10. Apakah anda merasa punya banyak masalah dengan daya Tdk

ingat anda dibandingkan dengan kebanyakan orang?


11. Apakah anda pikir bahwa hidup anda sekarang ini

Ya

menyenangkan?
12. Apakah anda merasa kurang dihargai?
13. Apakah anda merasa penuh semangat?
14. Apakah anda merasa bahwa keadaan anda tidak ada

Tdk
TIDAK
Tdk

0
1
0

harapan?
15. Apakah anda pikir bahwa orang lain lebih baik

Tdk

keadaannya dari anda?


TOTAL

Penapisan depresi dengan Geriatric Depression Scale (GDS) didapatkan total skor
: 4 (tidak depresi).
DIAGNOSIS

14

Diagnosis medik:
Asma bronkial
Osteoarthritis genu dekstra dan sinistra
Katarak senilis matur ODS
Hipertensi grade 1
Diagnosis Psikiatrik:

Gangguan kognitif ringan

Diagnosis Fungsional;

Impairment :
o Pengapuran pada lensa kedua mata
o Proses peradangan dan degeneratif kedua lutut

Disability:
o Pasien mengalami kesulitan berjalan, gangguan keseimbangan, dan
gangguan penglihatan

Handicap:
o Pasien tidak mampu mengikuti kegiatan-kegiatan sebagai WBS di
panti werdha dengan baik

Geriatric giant :

Instability e.c. katarak senilis matur ODS dan OA genu dekstra et sinistra

Immobility e.c. katarak senilis matur ODS

Impairment of vision e.c. katarak senilis matur ODS

Impecunity e.c. tidak memiliki pekerjaan dan tinggal di panti werdha

15

BAB II
KAJIAN INSTABILITAS POSTURAL

MASALAH PADA NY.S

Instabilitas postural e.c katarak senilis matur ODS dan osteoarthritis genu
dekstra et sinistra

Imobilitas e.c. katarak senilis matur ODS

Medium fall risk

16

INSTABILITAS POSTURAL
Definisi

instabilitas

postural

adalah

ketidakmampuan

untuk

mempertahankan pusat kekuatan anti gravitasi pada dasar penyangga tubuh


(misalnya, kaki saat berdiri), atau memberi respon secara cepat pada setiap
perpindahan posisi atan keadaan statis.
Diagnosis instabilitas postural pada pasien didasarkan oleh hasil
anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan keseimbangan menggunakan
Berg Balance Scale.
Berdasarkan anamnesis, pasien mengeluhkan pandangannya kabur sejak 5
tahun yang lalu. Pandangan pasien dirasakan seperti berawan atau tertutup kabut
putih. Pandangan kabur tersebut dirasakan hingga sekarang, dan semakin lama
semakin memberat. Menurut pasien, pandangan kabur ini cukup mengganggu
dirinya dan menyebabkan berbagai keterbatasan dalam melakukan fungsi
kehidupannya sehari-hari. Pandangan yang buram membuat pasien sering
menabrak benda-benda di sekitarnya ketika berjalan, sehingga semakin lama
pasien semakin berhati-hati ketika berjalan dan kehilangan keseimbangan.
Selain keluhan pandangan kabur, pasien juga mengeluhkan adanya nyeri
pada kedua lutut sejak 5 hari yang lalu. Rasa nyeri paling dirasakan ketika pasien
rukuk atau sujud saat shalat. Rasa nyeri seperti ditusuk dan terkadang seperti
berdenyut. Keluhan kaku pada lutut disangkal. Nyeri lutut memberat ketika pasien
beraktivitas, dan membaik ketika pasien istirahat. Pasien juga merasa kedua
lututnya menjadi bengkak dan kemerahan. Semua keluhan pada lutut tersebut
membuat gerakan pasien menjadi terbatas akibat nyeri, dan menyebabkan pasien
mengalami gangguan keseimbangan.
Berdasarkan pemeriksaan pola dan analisis jalan, didapatkan :

Keseimbangan
Keseimbangan statis
o Posisi tidur

: keseimbangan baik.

o Posisi duduk : keseimbangan baik.


o Posisi berdiri :

17

Pasien mengalami kesulitan untuk berdiri secara


mandiri selama 30 detik

Dorongan anterior cenderung jatuh

Dorongan posterior cenderung jatuh

Dorongan lateral cenderung jatuh

Keseimbangan dinamis
o Transfer

: pasien dapat melakukan gerakan bangun


dari duduk menjadi berdiri secara mandiri
dengan bantuan kedua tangan

o Ambulasi

: swing phase menghilang, tampak wide step

Sikap tubuh
Tampak lateral :
o Kepala tampak maju ke depan
o Servikal tampak lurus
o Torakal kifosis
o Kedua lengan tidak menempel pada tubuh, dan cenderung
berusaha mencari pegangan ke benda di sekitarnya
o Lumbosakral hiperlordotik
o Wide base support
o Lutut tidak fleksi
o Tidak tampak pedis eversi atau inversi
Tampak anterior
o Trakea tampak di tengah
o Mammae tertarik ke bagian bawah
o Abdomen tampak membuncit
Tampak posterior
o Bahu tampak simetris
o Curvatura vertebra baik
o Pelvic tidak tampak miring
o Tidak tampak adanya genu valgus maupun genu varus

Alat bantu

: pasien tidak tampak menggunakan alat bantu ketika


18

berjalan, namun selalu berjalan dengan meraba dan


berpegangan pada dinding atau benda-benda di sekitarnya.
Berdasarkan pemeriksaan tersebut, hal yang paling menunjukkan adanya
instabilitas postural pada pasien adalah hasil pemeriksaan keseimbangan dinamis
saat ambulasi yang menunjukkan bahwa swing phase menghilang dan tampak
wide step.

IMOBILITAS
Berdasarkan

hasil

anamnesis,

pasien

mengaku

bahwa

gangguan

penglihatan dan nyeri lutut yang dialaminya menyebabkan keterbatasan dalam


aktivitas sehari-hari. Saat ini, pasien masih dapat mengikuti beberapa kegiatan di
panti, namun seringkali ia menjadi malas dan takut untuk mengikuti kegiatan
karena sulit melihat dan nyeri ketika berjalan. Hal ini cenderung mengakibatkan
keadaan imobilisasi bagi pasien. Pasien lebih banyak menghabiskan waktunya
dengan berbaring atau duduk di tempat tidur.
Imobilisasi lama pada pasien geriatri dapat menyebabkan berbagai
komplikasi yang berbahaya. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah ulkus
decubitus akibat kontak dan gesekan lama antara kulit dan tempat tidur. Pada
pasien ini, belum ditemukan komplikasi apapun dari keadaan imobilisasi yang
dialaminya.

MEDIUM FALL RISK


Risiko jatuh pada pasien dinilai menggunakan Berg Balance Scale dengan
penilaian berikut ini :

19

Berdasarkan hasil penilaian, skor pasien menunjukkan bahwa pasien memiliki


risiko jatuh sedang.
Risiko jatuh dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor intrinsik dan faktor
ekstrinsik :

Risiko jatuh yang dimiliki oleh pasien ini adalah :


1. Faktor intrinsik
a. Gangguan penglihatan
b. Nyeri sendi
2. Faktor ekstrinsik
a. Lantai cukup licin
b. Tidak ada pegangan di kamar mandi
c. Banyak benda-benda berserakan di dalam kamar

20

BAB III
TATALAKSANA

PEMERIKSAAN ANJURAN
o Pemeriksaan slit lamp dan oftalmoskopi diagnosis katarak senilis
o Foto polos genu AP dan lateral diagnosis osteoarthritis genu
o Pemeriksaan profil lipid penilaian faktor risiko sindrom metabolik

21

o Pemeriksaan gula darah penilaian faktor risiko sindrom metabolik

TATALAKSANA NON FARMAKOLOGI


1. Konsul dan rujuk ke spesialis mata

Operasi katarak ECCE

2. Konsul dan Rujuk ke spesialis rehabilitasi medik

latihan LGS untuk ekstremitas yg sakit mencegah


kekakuan sendi

Stretching didahului dg terapi panas untuk menambah


fleksibilitas sendi dan rasa nyeri

3.

Modifikasi lingkungan (mis dengan lantai tidak licin, adanya tali ditempat
tidur untuk memudahkan pasien bangun)

4.

Pencegahan jatuh

Identifikasi faktor resiko

Penilaian berkala keseimbangan dan cara berjalan

Atasi penyakit metabolik dan osteoporosis sedini mungkin

TATALAKSANA FARMAKOLOGI
o Celecoxib 2 x 100 mg
o Captopril 2 x 25 mg

PROGNOSIS
o Quo ad vitam
o Quo ad functionam

: Bonam
: Dubia ad malam

22

o Quo ad sanationam

: Dubia ad malam

DAFTAR PUSTAKA
o Boedhi, Darmojo. Buku Ajar Geriatri. Jakarta: FKUI. 2009.
o FKUI. Farmakologi dan Terapi ed.5. Jakarta : FKUI; 2007.
o Ilyas, Sidarta. Ilmu Penyakit Mata. Jakarta : FKUI, 2011
o Katzung, BG. Farmakologi. Jakarta : EGC, 2008
o Longo, DL, et al. 2012. Harrisons Principles of Internal Medicine, 18th ed.
USA : The McGraw-Hill Companies
o Sudhoyo AW, dkk. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Jakarta: FKUI,
2009.

23

Anda mungkin juga menyukai