Anda di halaman 1dari 6

HIDRAULIKA FLUIDA PEMBORAN

1. Rheology Fluida Pemboran


1.1. Sifat Aliran.
Ada dua jenis Aliran Fluida Dalam Pipa :
1. Aliran Laminer : Suatu aliran fluida dimana aliran partikel
fluida yang bergerak pada rate yang lambat adalah teratur
dan gerakannya sejajar dengan aliran (dinding)

2. Aliran Turbulen : Suatu aliran fluida dimana fluida bergerak


dengan kecepatan yang lebih besar dan partikel-partikel
fluida bergerak pada garis-garis yang tak teratur sehingga
terdapat aliran berputar dan shear (geser) yang tidak
teratur
Untuk menentukan aliran tersebut Turbulen atau Laminer
digunakan Bilangan Reynold (Reynold Number)
Untuk aliran didalam pipa :
 .V .di
N Re  928 x

q( gal / min) 17.16  q(bbl / min)
V 
2.448  di 2 di 2
Untuk aliran di Annulus :
 .V .de
N Re  928 x

q( gal / min) 17.16  q(bbl / min)
V 
2.448  (d 2  d1 )
2 2
(d 22  d12 )

dimana :
 = Densitas Fluida, ppg
V = Kecepatan Aliran, fps
di = inside diameter pipa, in
de = 0.816(d2-d1), equivalent diameter annulus, in

Page 1 of 6
d1 = external diameter pipa, in
d2 = Internal diameter Casing atau diameter lubang
bor, in
 = Viscositas Fluida, cp
Dimana Apabila :
NRe  4000 maka Aliran Turbulen
2000  NRe  4000 maka Aliran Transisi
NRe  2000 maka Aliran Laminer

1.2. Jenis-Jenis Fluida Pemboran


Fluida pemboran 2 Jenis :
1. Fluida Newtonian : Fluida Pemboran dimana viscositasnya
hanya dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur, misalnya
air, gas dan minyak yang encer.
Perbandingan antara Shear Stress dan Shear Rate adalah
konstan dinamakan Viscositas.
2. Fluida Non Newtonian : Fluida Pemboran dimana
perbandingan antara Shear Stress dan Shear Rate tidak
Konstan.
Jenis Fluida Non Newtonian :
1. Bingham Plastis
Fluida pemboran sebelum terjadi aliran harus ada
minimum Shear Stress yang melebihi suatu harga
minimum , yang disebut Yield Point.
2. Power Law

Page 2 of 6
2. Kecepatan Alir Pompa

Jenis Pompa Lumpur Pemboran :


1. Pompa Sentrifugal
2. Pompa Torak / Piston

Yang Sering dipakai dalam pemboran adalah type torak karena


mempunyai kelebihan dapat dilalui fluida pemboran yang
berkadar solid tinggi dan abrasif.
Kemampuan Pompa dibatasi oleh Horse Power Maximumnya :

P.Q
Hp 
1714
dimana :
Hp = horse power yang diterima pompa dari mesin
penggerak, hp
P = Tekanan Pemompaan, Psi
Q = Kecepatan alir, gpm

Kecepatan alir maksimum dapat ditentukan :

Q  0,00679 S . N .(2 D 2  d 2 ).e

dimana :
S = Panjang Stroke, inchs
N = Rotasi per Menit, rpm
d = Diameter tangkai Piston, inchs
D = Diameter Liner, inchs
e = Effesiensi Volumetrik

Page 3 of 6
3. Kecepatan Alir Fluida di Annulus

Cutting yang dihasilkan oleh bit harus dapat terangkut


kepermukaan oleh fluida pemboran supaya tidak terjadi
penumpukan cutting di dasar sumur sehingga tidak terjadi
Regrinding dan pipe sticking.
Dalam pengangkatan cutting diannulus kepermukan diperlukan
kecepatan fluida. Slip Velocity adalah kecepatan minimum yang
diperlukan untuk mengangkat cutting kepermukaan .

 
Vs  86.5 dc  c  1 
 m 

dimana :
Vs = Kecepatan Slip, ft/menit
dc = Diameter cutting terbesar, inchs
c = Densitas Cutting, ppg
m = Densitas lumpur, ppg

Sedangkan Rate Minimumnya :

 
 0.5 
   c  ROP 
Q min  85.5  dc   1  .A
       dp 
2

 m
1     Ca 
   dh   
dimana :
Qm = Rate Minimum, gpm
ROP = Laju Penembusan, fph
Ca = Fraksi volume cutting di annulus, %
Dp = Diameter pipa, inchs
Dh = Diameter lubang bor, inchs
A = Luas Annulus, in2

Page 4 of 6
4. BIT HYDRAULIC
Konsep Hidrolika Bit tidak lain mengoptimasikan aliran lumpur
pada pahat pemboran, sedemikian rupa sehingga dapat
membantu laju penembusan (ROP). Kerja aliran atau pancaran
lumpur yang keluar dari bit menuju batuan formasi merupakan
hal pokok pada Hidrolika Bit.
Faktor-faktor yang menentukan dan mempengaruhi Hidrolika
serta disainnya adalah :
1. Ukuran dan geometri sistim sirkulasi, hal ini menyangkut
variasi diameter sumur maupun diameter peralatan dan
kemampuan peralatan pompa.
2. Sifat fisik fluida pemboran
3. Pola aliran, dimana menyangkut pola aliran laminer yang
diwajibkan pada tempat-tempat tertentu serta pola aliran
turbulen yang terpaksa diperbolehkan pada tempat-tempat
tertentu pula.
Ada 3 prinsip dalam usaha mengoptimasikan hidraulika ini, yaitu
1. Bit Hydraulic Horse Power (BHHP)
Prinsip dasarnya adalah menganggap bahwa semakin besar
daya yang disampaikan fluida terhadap batuan akan semakin
besar pula effek pembersihannya, sehingga metoda ini
berusaha untuk mengoptimumkan Horse Power (daya) yang
dipakai di Bit dari horse power pompa yang tersedia di
permukaan.
2. Bit Hydraulic Impact (BHI)
Prinsip dasarnya adalah menganggap bahwa semakin besar
impact (tumbukan sesaat) yang diterima batuan formasi dari
lumpur yang dipancarkan bit semakin besar pula effek
pembersihnya, sehingga metoda ini berusaha
mengoptimumkan impact pada bit.

Page 5 of 6
3. Jet Velocity (JV)
Prinsip dasarnya adalah menganggap bahwa semakin besar
rate yang terjadi di bit akan semakin besar pula effek
pembersihan dasar lubang, maka metoda ini berusaha untuk
mengoptimumkan rate pompa supaya rate di bit maksimum.

A. KONSEP BHHP :
Besarnya bisa tergantung kekuatan formasi, hole size dan tipe bit,
guide yang umum :
1. Soft – hard formation = 2,5 – 5 hp/in2
2. Untuk lubang ukuran besar bhhp = 30 hp/in 2
3. Untuk diamond bit bhhp = 1,5 – 2,5 hp/in2

B. KONSEP BHI
Guide :
1. Soft – hard formation = 14,5 lbs/in2

C. KONSEP JV
Guide :
1. Harga rata-rata yang umum adalah : 250 ft/sec.

Page 6 of 6