Anda di halaman 1dari 7

Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan

2013
Artikel Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknologi Pendidikan Unnes 2013
Cari jurnal

Senin, 11 November 2013

Seks bebas
Seks Bebas
BARATA
Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang
Blogbarata@yahoo.com

Abstrak
Pembuatan jurnal ini sekedar memberi tahu tentang seks bebas, Negara Indonesia adalah
negara yang memiliki beraneka macam suku bangsa dan budayanya. Tapi kebudayaan sekarang
itu semua sudah terasa hampir hilang, yang jadi penyebabnya adalah pengaruh budaya asing,
seperti saja dari segi berpakaian dulu wanita Indonesia memakai baju kurung tapi sekarang ini
baju kurung telah dianggap kuno dan diganti dengan pakaian seksi seperti rok pendek . Semakin
zaman berubah sekarang ini budaya Indonesia berubah mengikuti kebudayaan
barat. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi dampak buruk bagi remaja
sehingga menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Kemajuan teknologi telah merubah
pemikiran remaja. Perubahan pemikiran remaja juga disertai dengan perubahan perilaku
remaja dalam menyikapi zaman modernisasi. Kenakalan remaja tidak hanya disebabkan oleh
pengaruh teknologi yang semakin modern, namun bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor
yang menjerumuskan remaja ke dalam seks bebas. Oleh karena itu, orang tua dan para guru
harus memberi bimbingan yang banyak. Pergaulan zaman sekarang ini terasa sangat bebas,
bahkan terlalu bebas. Sehingga banyak remaja yang menyalah gunakan kebebasan itu.
Kata kunci: Seks Bebas, Remaja.
Pendahuluan
Pada zaman modern seperti sekarang ini, jumlah persenan tiap-tiap kota pertahun meningkat
tentang masalah seks bebas. Perkembangan teknologi sekarang ini telah banyak memberi
dampak buruk bagi remaja sehingga menyebabkan terjadinya kenakalan remaja. Kemajuan
teknologi telah mengubah pikiran remaja. Perubahan pola pikir remaja juga disertai dengan
perubahan perilaku remaja dalam menyikapi zaman modernisasi. Kenakalan remaja tidak hanya

disebabkan oleh pengaruh teknologi yang semakin modern, namun bisa juga disebabkan oleh
berbagai faktor. Para remaja sudah terjerumus dalam seks bebas. Oleh karena itu, orang tua dan
para guru harus memberi bimbingan yang banyak. Pergaulan zaman sekarang ini terasa sangat
bebas, bahkan terlalu bebas. Sehingga banyak remaja yang menyalah gunakan kebebasan itu,
banyak yang bilang masa remaja adalah masa yang paling indah buat pacaran. Tapi terkadang
keindahan itu banyak yang disalah gunakan, pacaran banyak yang berakhir dengan
kekerasan,seks bebas dan bunuh diri.
Sebab dari akhir pacaran yang disebutkan diatas, contohnya seperti remaja yang tidak
memperdulikan dan menuruti nasihat orang tua, dan tidak jarang juga orang tua yang terlalu
memberikan kebebasan kepada anaknya sendiri. Yang namanya pacaran pasti ada dampaknya
pada kehidupan, seperti itu positif atau pun negatif tergantung pada yang menjalaninnya. Hal
seperti ini sangat berpengaruh pada yang berpacaran sangatlah memperhatikan dengan serius
tentang seks bebas. Dorongan rasa menginginkan seks bebas sangat banyak buat kalangan
remaja dan mengakibatkan remaja ini menjadi tidak takut terhadap pengaruh buruk seks bebas.
Menurut teori Kohlberg, Perilaku seks bebas sebagai salah satu perilaku menyimpang remaja
dari tahun ke tahun semakin beresiko, remaja melakukan semua itu karena mereka tidak
mendapatkan pendidikan kesehatan reproduksi, sehingga kurang tahu bahaya atau dampak dari
seks bebas. Remaja yang pada umumnya mempunyai rasa ingin tahu yang besar tentang
seksualitas terpaksa mencari informasi sendiri guna memuaskan rasa keingintahuannya tersebut.
Pergaulan bebas di kalangan remaja yang akhir-akhir ini terjadi adalah karena remaja mencari
pengetahuan dan informasi tentang seksualitas sendiri lewat teman yang sama-sama belum tahu
akibat seks bebas. Majalah-majalah porno, video, dan tempat hiburan malam yang memberikan
akses informasi tanpa sensor sehingga proses kematangan alat reproduksi pada remaja tidak
diimbangi dengan informasi yang baik.
Seks bebas pada remaja banyak dilakukan. Karena pada dasarnya pada masa itu remaja melihat
lingkungan sekitarnya yang mana lingkungan yang lebih banyak diikuti adalah lingkungan
teman-temannya (teman sebaya). Apalagi jika seks bebas di lingkungannya merupakan hal yang
biasa atau dinilai baik oleh remaja jika memenuhi harapan kelompoknya, maka remaja akan
menganggap jika dia tidak melakukan hal tersebut berarti dia tidak mengikuti harapan yang
kelompoknya inginkan. Remaja akan meniru apa yang ada di lingkungannya selama prosesya
sebagai belajar. Jika hal tersebut sudah ditiru berulang-ulang maka akan menjadi kebiasaan.
Mungkin awalnya hanya ingin mencoba karena keingintahuannya. Yang mana pada masa remaja
keingintahuannya akan sesuatu yang baru lebih besar untuk mencari identitas mereka.[1]
Dariyo. A (dalam Dwi Arsita. R, 2009: 1) mengatakan pergaulan bebas yang tak terkendali
secara normatif dan etika-moral antarremaja yang berlainan jenis, akan berakibat adanya
hubungan seksual di luar nikah (pergaulan bebas/ seks pranikah). Free sexs atau seks bebas
menjadi hal yang sangat biasa bagi kalangan remaja saat ini. Tanpa merasa malu mereka
meminta pasangannya untuk melakukan hal itu, hal yang sebenarnya dianggap tabu oleh
masyarakat sekitar. Bukan hanya wanita dewasa (> 20 tahun) saja yang melakukannya, namun
sekarang kalangan remaja SMP-SMA sudah melakukannya walaupun hanya satu kali. Kita juga
tidak tahu lagi berapa jumlah wanita dan pria yang masih perawan dan masih perjaka, karena
tidak sedikit masyarakat di Indonesia telah melakukan seks bebas.
Pembahasan
Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka macam suku bangsa dan budayanya. Tapi
kebudayaan sekarang itu semua sudah terasa hampir hilang, yang jadi penyebabnya adalah

pengaruh budaya asing misalnya saja dari segi berpakaian dulu wanita Indonesia memakai baju
kurung tapi sekarang ini baju kurung telah dianggap kuno dan diganti dengan pakaian seksi
seperti rok pendek.
Indonesia yang terkenal akan kebudayaan timurnya sekarang berubah mengikuti
kebudayaan barat. Modernisasi yang menuntut kalangan remaja untuk tanggap terhadap segala
perubahan teknologi. Mereka pun mulai mengubah pola pikir dan cara bergaul. Namun tak
semua perubahan perilaku ini bersifat positif. Banyak kalangan remaja yang salah dalam
menyaring perubahan kebudayaan, salah satunya adalah seks bebas. Seks bebas adalah perilaku
menyimpang yang dilakukan di kalangan remaja, namun tak hanya kalangan remaja saja,
kalangan orang dewasa pun banyak yang melakukannya.
Seks merupakan naluri alamiah yang dimiliki oleh setiap makhluk hidup di muka bumi ini.
Seks diperlukan untuk menjaga kelangsungan hidup hidup suatu spesies atau suatu kelompok
(jenis) makhluk hidup. Artinya setiap makhluk hidup melakukan seks untuk memperoleh
keturunan agar dapat menjaga dan melestarikan keturunannya. Selain itu tujuan seks adalah
sebagai sarana untuk memperoleh kepuasan dan relaksasi dalam kehidupan (bagi manusia).
Hubungan seks yang dilakukan di luar pernikahan disebut seks bebas (free sex). Hawa nafsu
merupakan hal yang sangat menentukan terjadinya seks bebas. Seks bebas merupakan pengaruh
budaya yang datang dari barat dan kemudian diadopsi oleh masyarakat Indonesia tanpa
memfilternya terlebih dahulu, 93,7% pernah berciuman hingga petting (bercumbu), 62,7%
remaja SMP sudah tidak perawan, 21,2% remaja SMA pernah aborsi. Ada Survey Perkumpulan
Keluarga Berencana (100 remaja SMP & SMA Di Samarinda) 56% Pelajar sudah berhubungan
seks. Bahkan ada yang terang terangan mengaku berhubungan seks dengan pekerja seks. Survey
Synovate Researc yaitu; 44% mengaku punya pengalaman seks di usia 16-18 tahun, 16%
mengaku pengalaman seks di dapat di usia 13-15 tahun, tempat melakukan seks di rumah (40%),
kamar kos (26%) dan hotel (26%). Survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia; 32% remaja 14
18 tahun pernah berhubungan seks, 21,2% remaja putri pernah melakukan aborsi, 97%
penyebab remaja melakukan seks yaitu dari internet.
Dari survey di atas dapat dikatakan bahwa seks bebas bukanlah lagi hal yang tabu
dikalangan remaja saat ini. Maraknya seks bebas di kalangan pelajar seolah menjadi trend bahwa
jika seorang siswi masih perawan maka akan tergolong siswi yang "nggak gaul" dan terkucilkan
dalam pergaulan anak zaman sekarang.[2]
Dalam proses perkembangan pembangunan sekarang ini para generasi muda harus benarbenar mendapat perhatian yang khusus, karena dengan perkembangan teknologi yang semakin
pesat menyebabkan remaja cepat menerima perubahan yang disebabkan oleh munculnya
teknologi. Secara tidak langsung teknologi dapat menyebabkan terjadinya prilaku seks bebas di
kalangan remaja, seperti peredaran situs-situs porno di internet sehingga bagi remaja yang
melihat bisa tergoda untuk mencoba adegan yang ada di internet tersebut. Seks bebas sangat
berkaitan erat dengan pergaulan bebas. Seorang remaja yang mengenal pergaulan bebas tentunya
akan merasakan seks bebas.
Menurut para ahli ada beberapa pengaruh yang dapat terjadinya seks bebas:
(1) Pengaruh dari dalam
Yang dimaksud pengaruh dari dalam adalah pengaruh yang timbul dari dalam jiwa remaja
tersebut dalam men
cari jati dirinya. Sifat remaja antara lain adalah selalu ingin mencoba halhal baru yang belum mereka rasakan, selain itu mereka selalu berekperimen dengan hal-hal baru
yang baru mereka temukan tersebut. Ditambah lagi jiwa muda mereka yang selalu meledakledak membuat mereka selalu memutuskan sesuatu hal tanpa pemikiran dengan matang, mana

yang baik dan mana yang buruk bagi mereka, begitu juga halnya dengan seks. Mereka selalu
ingin mencoba dan tertantang untuk melakukan apa yang di maksud dengan seks tersebut tanpa
memikirkan dampaknya bagi mereka.
(2) Pengaruh budaya asing
Kita sebagai orang timur dahulunya sangat menjaga tata krama dalam bergaul namun dengan
masuknya budaya yang tanpa batas tata krama dan kesopanan membuat masyarakat dan remaja
kita terpengaruh sehingga tanpa kita sadari tidak ada lagi batas antara kesopanan dan kebebasan.
Hal tersebutlah yang mendorong kita untuk berbuat dan bertingkah laku layaknya kebudayaankebudayaan asing khususnya kebudayaan barat. Alangkah menyedihkan ketika kita tahu bahwa
banyak remaja-remaja kta terpengaruh oleh dari budaya orang tersebut.
(3) Pengaruh Lingkungan
Keluarga
Sebagai ruang lingkup terkecil, keluarga mempunyai peranan yang sangat mendasar dalam
kehidupan kita termasuk remaja, seorang remaja yang kurang perhatian dari keluarga akan
berbuat seenaknya tanpa takut dilarang, dimarah maupun dinasehati sehingga budaya-budaya
atau apa saja yang mereka dapatkan diluar akan langsung mereka telan tanpa harus menyaring
dan memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka dan sebaliknya remaja
yang mendapatkan perhatian dari keluarga akan melakah hati-hati dalam segala hal karena segala
gerak -geriknya dinilai dari orang tua, diawasi dan diperhatikan dengan orang tua remaja yang
terlalu dikekang kebebasannya oleh orang tua, jiwa mereka akan memberontak. Jika hal tersebut
terjadi maka mereka (remaja) akan melakukan hal yang lebih dari yang kita (orang tua) takutkan.
Untuk itu perlunya kita tekankan kedisiplinan dan peraturan pada remaja tersebut dalam
kehidupan keluarga dengan batasan-batasan yang terlalu mengekang mereka secara garis besar
bisa kita katakan perhatian dan kasih sayanglah yang merupakan aspek terpenting dalam
keluarga demi masa depan remaja tersebut.
Teman
Terkadang remaja lebih mempercayai teman dibanding keluarganya sendiri. Teman dianggap
tempat yang paling dimengerti dengan hati mereka (remaja), karena sesama teman mereka
beranggapan akan lebih mudah berbicara, bergaul dan berinteraksi karena mereka merasa sejiwa,
seusia dan berperasaan serta berpenilaian sama. Namun tidak semua teman yang bisa membawa
kita ke jalan yang baik. Tidak sedikit teman malah menjerumuskan kita ke jalan yang buruk.
Seorang remaja yang memiliki teman yang seorang penjahat akan mudah untuk menjadi penjahat
juga. Seorang remaja yang memilki teman yangpergaulannya bebas akan mudah terpengaruh
bergaul bebas juga namun seorang remaja yang memiliki teman yang berakhlak serta berbudi
luhur untuk berperilaku sama dengan temannya. Karena itu perlunya kita pandai-pandai dalam
memilih teman.
Sekolah
Di sekolah para guru merupakan contoh atau tauladan bagi muridnya untuk itu perlunya sosok
seorang guru yang bisa dijadikan contoh bagi mereka, seorang guru yang berpenampilan penuh
kebebasan, berperilaku buruk, bertutur kata yang seenaknya dalam mengajar atau mempunyai
pergaulan bebas di luar sekolah akan mudah di contoh oleh murid-muridnya dan begitu juga
sebaliknya.
Berbicara soal disiplin di sekolah perlu sekali ditekankan kedisplinan di sekolah tersebut.
Contohnya dengan larangan berbaju dan bercelana ketat di sekolah, larangan penggunaan rok di
atas lutut maupun larangan penggunaan make-up ke sekolah atau di sekolah. Larangan-larangan
tersebut akan memperkecil dampak dari pengaruh pergaulan dan seks bebas. Remaja wanita

merupakan subjek utama dalam pelanggaran-pelanggaran seks, dari riset yang dilakukan para
ahli di dunia 62% terjadinya seks bebas karena mudahnya wanita dirayu oleh pria (suka sama
suka), 17% karena dipaksa oleh pasangan prianya, 10% karena tuntutan biaya hidupnya, 8%
karena kriminalitas dan 3% karena disebabkan oleh narkotika.
Untuk itu seorang remaja wanita perlunya memiliki keimanan yang kuat agar tidak mudah dirayu
oleh pasangan prianya atau jika perlu remaja wanita hendaknya memiliki keahlian bela diri untuk
menggulangi terjadinya pemaksaan dan memperkecil angka kejahatan seksual terhadap wanita.
Perlu diketahui wanita adalah tiang negara apabila runtuh akhlak wanita di negara tersebut
runtuh pulalah negara tersebut. Dan 75% penghuni neraka adalah wanita.
(4) Pengaruh Perkembangan teknologi
Media Massa
Pada masa kini banyak sekali beredar majalah-majalah, tabloid maupun surat kabar yang dengan
bebas menampilkan gambar-gambar seronok, porno atau semi porno contohnya majalah play boy
. Dengan bebasnya majalah-majalah tersebut memasang gambar atau cover yang semi porno atau
setengah bugil khusunya gambar-gambar tubuh wanita bikini, bergaun transparan, atau tubuh
polos tanpa sehelai benangpun. Gambar-gambar tersebut akan merangsang para remaja untuk
dapat mencoba bagaimana jika itu nyata dan dapat mereka rasakan.
Majalah-majalah dan tabloid-tabloid yang berunsur pornografi tersebut tidak sulit untuk
didapatkan oleh remaja-remaja karena dijual dengan bebas di pasaran. Entah apakah tidak ada
larangan dari pemerintah tentang hal itu atau memang pemerintah menutup matanya. Hanya
mereka yang tahu.
Media Elektronik
Dengan berkembangnya teknologi elektronik yang pesat, berkembang pengetahuan remaja
dalam segala hal termasuk pornografi yang mempengaruhi pergaulan dan kehidupan seks para
remaja. VCD porno dengan mudah kita dapatkan di pasaran. Film-film yang mempertontonkan
hubungan seks tersebut mempengaruhi otak remaja untuk mencoba hal-hal yang mereka lihat.
Ditambah lagi film-film yang disiarkan televisi-televisi yang mengandung unsur pornografi
walaupun kecil dan sangat mudah mempengaruhi para remaja. Perkembangan teknologi internet
di komputer. Banyak sekali website-website porno yang dengan mudah bisa kita buka di internet.
Hal-hal tersebut sangat berpengaruh sekali dalam kehidupan remaja khusunya dalam terjadinya
pergaulan dan seks bebas di kalangan remaja.
(5) Lemahnya keimanan
Lemahnya keimanan mereka bisa membuatnya masuk ke dalam dunia seks bebas, karena adanya
keimanan yang kuat bisa membuat kita tahu yang mana perbuatan yang besar dan perbuatan
yang salah.
(6) Ekonomi
Remaja yang terlahir dari keluarga yang orang tuanya cuman bisa menghidupinnya dengan
keadaan sederhana, remaja itu pun bisa berniat atau bertekad ingin membantu orang tuanya dan
mau hidupnya enak, keinginan itu pun harus ia lakukan dengan cara berkerja. Ada yang bekerja
dengan kerja keras dan kerjaannya yang halal dan ada juga yang bekerja dengan mudah dan itu
tidak halal, seperti itu biasanya kebanyakan remaja wanita, ia rela jadi wanita penghibur atau
wanita panggilan, demi ingin membantu keadaan ekonomi keluarganya dan ingin mempunyai
kebutuhannya tanpa memikirkan resikonya.
(7) Tekanan dari pacar
Karena sudah mencintai pasangannya, remaja itu pun biasanya menurut perkataan pacarnya.
Remaja itu pun rela berbuat dosa demi ingin dicintai pacarnya.

(8) Penasaran
Pada usia remaja keingtahuannya begitu besar terhadap seks, jika teman-temannya mengatakan
bahwa terasa nikmat, maka rasa penasaran tersebut semakin mendorong mereka untuk lebih jauh
melakukan macam percobaan sesuai dengan yang mereka harapkan.
Pencegahan Terjadinya Seks Bebas
Untuk menghindari seks bebas perlu dilakukan pengontrolan dan pengendalian nafsa syahwat.
Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah.
Mengawasi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
Seorang pemuda bila ia sendirian diwaktu-waktu kosong, akan datang kepadanya angan-angan,
bisikan-bisikan dan hawa nafsu yang membawa kepasa dosa juga khayalan-khayalan seksual.
Seorang pemuda harus mengetahui bagaimana ia menghabiskan waktunya dan mengisi waktu
kosongnya. Banyak sekali hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang remaja untuk mengisi
waktu kosongnya, bisa dengan olahraga, rekreasi, membaca buku yang berfaidah, membuat
kerajinan tangan, menghadiri pengajian, mengikuti perlombaan dan lain-lain aktifikas yang
bermanfaat.
Memilih teman yang baik
Suatu kenyataan dan pengalaman membuktikan bahwa ketika seorang remaja berteman dengan
teman yang baik maka ia akan terpengaruh pada mereka untuk melakukan kebaikan.
Menjahui dan menghindari media massa yang buruk
Media massa merupakan salah satu yang ikut bertanggung jawab terhadap seks bebas. Banyak
acara-acara ditelevisi dan pemberitaan di koran dan majalah yang menghidupkan nafsu seks,
gambar-gambar yang fulgar, iklan-iklan yang meninjau pornografi yang turut memperburuk
moral para remaja dan merangsang remaja untuk melakukan seks bebas. Maka dari itu remaja
harus bisa memilih bacaan atau tontonan yang menurut itu layak.
Peran orang tua
Orang tua harus memberikan pendidikan tentang agama yang benar samapi anak itu tahu benar
tentang agama dan menuruti omongan-omongan orang tua, hendaknya orang tua memberikan
perhatian kepada anaknya, menjadi sahabat atau teman curhat kepada anaknya dan menjadi
keluarga harmonis dalam keluarganya.
Memperdalam keimananan
Yaitu menyakini bahwa Allah AWT senantiasa bersamanya, mengetahui yang disembunyikan
dan terlihat meskipun itu dihati yang paling dalam.
Kesimpulan
Disimpulkan bahwa seks bebas merupakan tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual yang
ditujukan dalam bentuk tingkah laku. Seks bebas merupakan perilaku menyimpang, yang
dilakukan dengan pasangan, berganti pasangan maupun dengan sesama jeni. Seks bebas yang
kini merajalela di kalangan remaja membuat kekhawatiran bagi para orang tua. Dan zaman
modern yang semakin berkembangnya teknologi memberi pengaruh buruk bagi remaja yang
menyebabkan kenakalan remaja, tapi itu semua juga tergantung jati diri remaja itu sendiri, ada
yang menggunakan perkembangan teknologi itu dengan benar dan baik ada juga yang
menggunakan itu dengan salah dan buruk. Pergaulan remaja yang bebas sebenarnya dikarenakan
oleh segala perkembangan yang di salah artikan oleh remaja itu sendiri juga lingkungannya.
Ada beberapa faktor pengaruh seks bebas, antara lain adalah : (1) Pengaruh dari dalam; (2)
Pengaruh budaya asing; (3) Pengaruh lingkungan, antara lain keluarga, teman, sekolah; (4)

Pengaruh perkembangan teknologi, meliputi media massa dan media elektronik; (5) Lemahnya
keimanan; (6) Ekonomi; (7) Tekanan dari pacar; (8) Penasaran
Juga ada cara mencegah seks bebas yaitu : (1) Mengawasi waktu luang dengan hal yang
bermanfaat; (2) Memilih teman yang baik; (3) Menjahui dan menghindari media massa yang
buruk; (4) Peran orang tua; (5) Memperdalam keimananan.
Saran
Untuk para remaja, tinggalkan lah tentang perkembangan yang menurut itu negatif. Belajar
pendidikan tentang agama dan menuruti omongan-omongan orang tua, hendaknya orang tua
memberikan perhatian kepada anaknya, menjadi sahabat atau teman curhat kepada anaknya,
Lingkungan masyarakat hendaknya tidak memberi contoh yang tidak bagus kepada remajaremaja tersebut. Dalam pergaulan sehendaknya bisa memilih yang mana yang baik dan tidak
baik, teruta tidak melakukan hal tentang seks bebas.
DAFTAR PUSAKA
Fadli, Ahmad. 2009. Penyebab Meningkatnya Seks Bebas Di Kalangan Remaja.
Tersedia
pada http://kabarmu.blogspot.com/2009/02/penyebab-meningkatnya-seksbebas-di.htmldi unduh 9 November 2013
Kohlberg.Tersedia http://www.psikologizone.com/teori-perkembangan-moralkohlberg/06511736. 9 November 2013
Sumber : Das'ad Latif ; Ketua Ikatan Dai Muda Profesional Makassar. 2006
http://www.fajar.co.id/news.php?newsid=19232. 9 November 2013
Adies, Permata. 2010. Makalah: Seks Bebas Dikalangan Remaja. Tersedia
pada http://permataadies.blogspot.com/2010/12/makalah-seks-bebasdikalangan-remaja.html. Di unduh 9 November 2013
http://www.wartanews.com/read/LifeStyle/1b9bb69c-5c5c-220a-09d4-cb47ba62bedd/SeksBebas-Kalangan-Pelajar di unduh pada 10 November 2013

[1] Di kutip dari Kohlberg.

Tersedia http://www.psikologizone.com/teori-perkembangan-moral-kohlberg/06511736
[2] Di kutip dari http://www.wartanews.com/read/LifeStyle/1b9bb69c-5c5c-220a-09d4-cb47ba62bedd/

Dipublikasikan pada Senin, 11 November 2013 12:04 AM