Anda di halaman 1dari 47

Doctors Need To Know and Do

IPSG (International Patient Safety Goals)


No
Pertanyaan
Jawaban
1. Ceritakan mengenai
IPSG :
Cara melakukan Identifikasi
pasien
dengan
benar
identifikasi pasien merupakan standar IPSG 1, yang diawali
dengan memperkenalkan diri kemudian
mengajukan pertanyaan terbuka dengan
menanyakan nama lengkap dan tanggal
lahir sambil mencocokkan dengan gelang
identitas pasien) bila pasien memakai
gelang.
IK Melakukan Identifikasi Pasien
Kapan dilakukan
identifikasi
pasien?

Setiap akan melakukan prosedur pemberian


makanan, obat, transfusi darah/ produk
darah, pengambilan sampel darah atau
spesimen lain, prosedur tindakan/ operasi.
SK Pedoman Penerapan IPSG

Sebutkan warna
gelang identitas
pasien dan
gelang risiko!

Warna gelang identitas pasien:


Biru muda: Pasien dengan jenis kelamin
laki-laki.
Merah muda: Pasien dengan jenis
kelamin perempuan.
Warna gelang risiko menunjukkan :
Merah : Pasien dengan risiko alergi
Kuning : Pasien dengan risiko jatuh
Ungu : Pasien DNR (Do Not Resuscitate)
Abu-abu : Pasien dengan pemasangan
implant radio aktif
Putih : Keterbatasan ekstremitas.
Lihat SK Pedoman Penerapan IPSG

Bagaimana
pelepasan
gelang?

Gelang identitas digunting saat pasien


pulang, gelang risiko dilepaskan dan
dibersihkan dengan kapas alkohol untuk
dipakai kembali pada pasien berikutnya.
SK Pedoman Penerapan IPSG

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No
2.

Pertanyaan
Untuk pasien
yang tidak
memungkinkan
memakai
gelang identitas,
bagaimana
identifikasinya?

Jawaban
Untuk pasien yang tidak dapat dipasang
gelang identitas (pasien luka bakar luas,
pasien psikiatri yang tidak koop eratif/ psikosis
gaduh gelisah, pasien dengan multitrauma
amputasi) petugas melakukan identifikasi
dengan mencocokkan wajah pasien dengan
foto pasien di status rekam medis.
Prosedur:
1. Petugas kesehatan melakukan penilaian
apakah pasien memerlukan dokumentasi
foto.
a. Untuk pasien rawat jalan, dokumentasi
foto dilakukan di Bagian Humas
b. Untuk pasien rawat inap, perawat
menghubungi Bagian Humas RSCM
setiap hari pada pukul: 08.00 21.00
WIB.
Pada pukul 21.00 08.00 perawat
ruangan dapat menghubungi perawat
Dinas Kontrol.
2. Foto yang diambil adalah foto wajah tampak
depan ukuran postcard dan dilengkapi
dengan identitas pasien tersebut.
3.

Hasil foto diletakkan pada halaman


pertama rekam medis pasien oleh perawat
penanggung jawab pasien.

4. Dokumentasi foto pasien yang menjalani


operasi wajah dalam beberapa tahap
dilakukan oleh dokter yang melakukan
operasi sebelum dan sesudah operasi.

Jelaskan
mekanisme
komunikasi
efektif

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

SPO Identifikasi Pasien Menggunakan


Dokumentasi Foto
Komunikasi efektif dapat dilakukan dengan
cara menerapkan Teknik SBAR (Situation,
Background, Assessment, Recomendation)
dan TBaK, baca Tebak, (Tulis, Bacakan
kembali, Konfirmasi).

Doctors Need To Know and Do


NO

Pertanyaan
Kapan SBAR
digunakan?

Jawabam
SBAR digunakan saat menyampaikan
kondisi pasien seperti pada waktu serah
terima pasien, terutama pasien kritis/ sangat
bermasalah pada saat pergantian shift jaga/
dinas, pada saat menitipkan pasien. Orang
yang mengkonsul atau melaporkan keadaan
pasien yang dianggap penting melakukan
pelaporan dengan urutan sesuai SBAR.
SPO Komunikasi Efektif

Kapan TBaK
digunakan?

Teknik TBaK digunakan saat petugas medis/


paramedis mendapatkan instruksi verbal
secara langsung ataupun via telepon dimana
dokter pemberi instruksi tidak menuliskan
instruksi di catatan terintegrasi.

Bagaimana cara T: Tulis. Orang yang menerima pesan


melakukan TBaK? menuliskan pesan/ instruksi yang diterima.
Ba: Baca. Orang yang menerima pesan
membacakan kembali apa yang ditulis
tersebut.
K: Konfirmasi.
Cara konfirmasi yang dilakukan saat
melakukan Teknik TBaK adalah dengan
menanyakan kembali benar/ tidaknya instruksi
yang diberikan dan kemudian pemberi pesan
membubuhkan tanda tangan di cap konfirmasi
di lembar terintegrasi tempat hasil TBaK
dituliskan dalam waktu 24 jam.
Apa saja
komunikasi
yang tidak
diperkenankan?

Tidak diperkenankan untuk berkomunikasi/


memberikan
instruksi
dengan
cara
meninggalkan pesan di kotak suara/voice
mail.
Pemberian instruksi verbal/ per telepon tidak
diperkenankan pada:
- Pemberian obat-obatan epidural.
- Pemberian produk darah, kecuali pada
kondisi emergensi di OK atau ruang gawat
darurat.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
- Pemberian obat kemoterapi.
- Pemberian obat pada gagal ginjal berat
- Pemberian obat pada anak/ bayi.
SPO Komunikasi Efektif (IPSG)

Bagaimana
komunikasi
antara perawat
dengan dokter
jika ada pasien
yang kritis?

Jika pasien dalam kondisi kritis, perawat


akan menelpon dokter jaga atau DPJP atau
PPDS. Saat menyampaikan kondisi pasien
perawat akan menggunakan metode SBAR.
Jika gejala pasien berada dalam kondisi
code blue maka perawat akan mengaktifkan
alur penanganan code-blue.

Kapan dokter
dan perawat
menggunakan
ejaan (alpha,
beta, charlie,
dsb)?

Setiap penerimaan instruksi verbal dengan


nama obat yang sulit dipahami/ obat baru,
nama obat harus di eja perhuruf satu per
satu.

Apa saja obat


yang tergabung
dalam high alert
medication dan
bagaimana penanganannya?

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Obat- obatan yang termasuk dalam high alert


medication adalah :
1. Elektrolit pekat: Kalium klorida dalam
ampul 25 ml, Natrium klorida 3% dalam
kolf 500ml
2. Analgesik narkotik: Fentanil, morfin,
petidin, sufentanil
3. Anestetik local: Bupivakain,
levobupivakain, lidokain, ropivakain
4. Anestesi umum: Desflurane, enfluran
5. Antineoplastik: Bleomisin, daunorubisi
6. Obat yang memengaruhi darah:
Antitrombin, enoksaparin
7. Antidiabetik parenteral: Insulin analog
campur
8. Glikosida jantung: Digoksin
9. Inotropik: Dobutamin, dopamin, milrinon
asetat
10. Vasokonstriktor: Pinefrin, fenilefrin HCl
11. Uterotonik: Oksitosin sintetik
12. Penghambat neuromuscular: Atrakurium
besilat, pankuronium bromide

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
Obat-obatan yang ditulis di atas hanya
sebagian dari daftar obat-obatan high alert
lengkap yang dikeluarkan oleh farmasi
Penanganan high alert medication:
a. Penyimpanan di lokasi khusus dengan
akses terbatas dan diberi penandaan
yang jelas berupa stiker berwarna merah
bertuliskan High Alert
b. NaCl > 0,9% dan KCl tidak boleh
disimpan di ruang perawatan kecuali
di kamar operasi Jantung dan Unit
Perawatan Intensif (ICU).
Ruang perawatan yang boleh menyimpan
elektrolit pekat harus memastikan bahwa
elektrolit pekat disimpan di lokasi dengan
akses terbatas bagi petugas yang diberi
wewenang. Obat diberi penandaan yang jelas
berupa stiker berwarna merah bertuliskan
High Alert dan khusus untuk elektrolit pekat,
harus ditempelkan stiker yang dituliskan
Elektrolit pekat, harus diencerkan sebelum
diberikan.
SK Pedoman Penerapan IPSG.

Apa saja yang


Anda lakukan
sebelum
memulai
tindakan
operasi?

Protokol Universal:
1. Persiapan pasien di ruang rawat, IGD,
dan rawat jalan, terdiri dari: edukasi,
surat persetujuan operasi (informed
consent), penandaan lokasi atau sisi
operasi dengan melibatkan pasien.
2. Persiapan sebelum dilakukan induksi
anestesi (sign in)
3. Persiapan sebelum dilakukan insisi kulit
(time out)
4. Persiapan sebelum pasien meninggalkan
ruangan operasi (sign out)
SPO Keselamatan Operasi

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No
8

Pertanyaan
Apa saja
yang harus
diperhatikan
saan tindakan
invasif?

Sebutkan
daftar tindakan
invasif yang
memerlukan
gelang identitas
dan Inform
Consent!
10

Praktek & teori


kebersihan
tangan

Jawaban
1. Penggunaan gelang identitas pasien
2. Inform consent
3. Ceklist Tindakan Invasif
4. Penerapan Time Out secara verbal dipimpin oleh dokter/perawat
1. Hemodialisa
2. Kemoterapi
3. Tranfusi darah dan produk darah
4. Radiasi eksterna
5. Radiasi Interna
Pencegahan infeksi nosokomial di rumah
sakit merupakan standar IPSG 5, yang
diwujudkan dengan gerakan cuci tangan
enam langkah pada lima momen.
Semua petugas di rumah sakit termasuk
dokter melakukan 6 langkah kebersihan
tangan pada 5 momen yang telah ditentukan,
yakni:
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan prosedur invasif
aseptik
3. Setelah kontak dengan pasien
4. Setelah terkena cairan tubuh pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien .
Tindakan cuci tangan enam langkah:

SPO Kebersihan Tangan

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
Jawaban
11 Dapatkah Anda Mencuci tangan dengan handrubs 20-30
menyebutkan,
detik (4 gosokan per langkah),
Cuci tangan dengan air mengalir 40-60
Berapa lama
detik (7 gosokan per langkah).
prosedur
mencuci tangan
harus dilakukan?

12

Bagaimana cara Dilakukan pada saat Initial Assessment rawat


menilai risiko
inap dan setiap kunjungan pasien ke poliklinik
jatuh ?
(dilakukan oleh perawat dan diketahui oleh dokter)
Rawat inap, meliputi:
Penilaian pasien anak (usia 0-18 tahun)
memakai Skala Humpty Dumpty
Penilaian pasien dewasa (usia >18-59
tahun) memakai Skala Jatuh Morse
Penilaian risiko jatuh pasien geriatri (usia
60 tahun) memakai Penilaian Risiko
Jatuh Pasien Geriatri
Rawat jalan, meliputi:
Penilaian pasien Anak (usia 0-18 tahun)
memakai skala Humpty Dumpty
Penilaian pasien Dewasa & Geriatri memakai
Modified Get Up and Go Test
SK Pedoman Penerapan IPSG
Apa yang
dilakukan Dokter
bila pasien
berisiko tinggi
jatuh?

Rawat Inap
Perawat memasang gelang risiko berwarna
kuning di lengan pasien, memasang segitiga jatuh
di bed pasien, dan meletakkan standing akrilik
untuk edukasi keluarga di meja samping tempat
tidur pasien sambil mengedukasi pasien maksud
pemasangan gelang/ tanda-tanda tersebut dan
untuk tidak bertukar gelang dengan pasien lain.
Dokter membuat konsul ke Dokter
Rehabilitasi Medik
Rawat Jalan
Perawat memasang pita kuning di lengan
pasien dan memberikan brosur edukasi jatuh
sambil menyampaikan pada keluarga dan
pasien maksud pemasangan pita dan brosur
tersebut. Pita disarankan untuk dilepas setelah
pasien sampai di rumah.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
Dokter membuat surat konsul ke Dokter
Rehabilitasi
Medik
untuk
tatalaksana
pencegahan jatuh.

13

IK Cara Penilaian Risiko Jatuh Pasien Anak,


Dewasa, dan Geriatri.
Prosedur:
Apa yang
I. Perawat/ petugas kesehatan membantu
dilakukan
evakuasi ketika pasien jatuh
jika ada
pasien yang II. Perawat melakukan penilaian awal apakah
pasien mengalami cedera atau luka dan
jatuh?
mengumpulkan informasi mengenai apa yang
telah terjadi. Penilaian didokumentasikan
dalam catatan terintegrasi. Informasi yang
diperlukan adalah:
a. Tanggal atau waktu jatuh
b. Deskripsi pasien mengenai kejadian jatuh
(bila memungkinkan :
Apa yang sedang dilakukan pasien
saat terjatuh?
Dimana lokasi pasien saat terjatuh?
c. Pemberitahuan kepada keluarga atau wali
d. Pemeriksaan tanda vital (suhu, nadi,
pernapasan, tekanan darah dalam
posisi berbaring, duduk dan berdiri, tingkat
kesadaran, dan skala nyeri)
e. Pengobatan yang sedang diterima
(apakah semua obat telah diberikan,
apakah ada obat yang diberikan ganda)
f. Pemeriksaan pasien:
Daerah atau lokasi cedera
Kemungkinan penyebab jatuh
Kondisi komorbid, misalnya
demensia, penyakit jantung, neuropati,
dll)
Faktor risiko, misalnya gangguan
keseimbangan atau cara berjalan
Penilaian ulang risiko jatuh

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
g.

Faktor-faktor lain:
Apakah pasien menggunakan alat
bantu jalan? Bila ya jenis apa?
Apakah pasien menggunakan alas kaki
yang tepat?
Apakah terdapat pakaian yang terserak
di lantai?
Apakah pasien menggunakan alat
bantu sensorik (kacamata, alat bantu
dengar)?
Lingkungan
1. Ranjang pada posisi rendah?
2. Roda pada ranjang terkunci?
3. Kursi roda terkunci?
4. Lantai basah?
5. Pencahayaan cukup?
6. Bel perawat terjangkau?
7. Meja di sisi ranjang dapat
terjangkau?
8. Lokasi tidak terdapat barang-barang
berserakan
9. Siderail digunakan? Bila ya, berapa
banyak? Berapa yang terdapat pada
ranjang?
Apakah rencana pengobatan intervensi
diikuti? Bila tidak, mengapa demikian?
III. Perawat melaporkan kondisi pasien kepada
DPJP
IV. DPJP melakukan pemeriksaan terhadap
kondisi pasien jatuh
V. Perawat/ petugas melaporkan insiden
pasien jatuh ke tim keselamatan pasien
unit kerja menggunakan formulir insiden
keselamatan pasien dalam waktu maksimal
2x24 jam (Lihat SPO Pelaporan Insiden)
VI. Tim keselamatan Pasien Unit Kerja
melaporkan secara periodik setiap bulan
ke Tim Keselamatan Pasien RSCM (UPJM
KMKK)
SPO Penatalaksanaan Pasien Jatuh

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


ACC (Access to Care and Continuity of Care)
No
1

10

Pertanyaan

Jawaban

Dapatkah
Anda
menjelaskan,
Bagaimana
kebijakan
transfer
pasien?
apa saja
yang perlu
dipersiapkan?

1. Keputusan untuk transfer pasien dilakukan


oleh DPJP
2. DPJP memberikan penjelasan mengenai
alasan pemindahan pada pasien sebelum
pemindahan dilakukan
3. Memastikan kesiapan ruang penerima
pasien dan kesiapan tenaga medis di tempat
pasien akan ditransfer
4. Tiga puluh menit sebelum pasien dipindahkan,
diperiksa keadaan umum dan tanda vital
pasien, dan dicatat di catatan terintegrasi
berikut jam periksa.
5. Pasien-pasien yang memerlukan pemantauan
tanda vital secara berkesinambungan (EKG,
tekanan darah, saturasi oksigen) dan peralatan
resusitasi lengkap termasuk defribilator perlu
mendapat perhatian khusus. DPJP wajib
melakukan pendampingan
6. Pengisian Formulir Transfer Pasien Antar Ruang
7. Persiapan transportasi pasien yang dilengkapi
dengan resume pasien pindah
8. Melakukan pendampingan transfer pasien
jika pasien mendapat transfusi darah, terapi
obat kewaspadaan tinggi, pasien dengan
masalah irama jantung
9. Serah terima menggunakan Teknik SBAR,
dan membawa Formulir Transfer Pasien
Antar Ruang, hasil pemeriksaan pasien,
status rekam medis pasien
- Kriteria berdasarkan gangguan sistem organ:
kardiovaskular (contoh: sindrom koroner akut,
aritmia mengancam nyawa, efusi perikardial
dengan tamponade), respirasi (contoh: PaO2
< 60 mmHg, atau SaO2 < 90%, PaCO2 >
60 mmHg dan pH < 7,1, FiO2 > 0,50 atau
peningkatan kebutuhan FiO2 lebih dari 4-8
jam), gastrointestinal (contoh: perdarahan
akut saluran cerna atas atau bawah yang
menyebabkan hipotensi ortostatik,

Sebutkan
kriteria pasien
masuk ICU!

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
renal (contoh: produksi urin < 0,5 ml/kg/
jam selama lebih dari 3 jam), endokrin
(contoh: ketoasidosis dengan dg pH <7,20),
hematologi (contoh: trombositopenia < 70100.000 dengan bukti perdarahan aktif),
sepsis (contoh: SIRS dengan TD sistolik <90
mmHg, laktat >4,0 mmol/ L), dan kondisi lain
seperti intoksikasi
- Kriteria lainnya adalah kriteria berdasarkan
prioritas (prioritas 1-3).

- Kriteria lainnya adalah kriteria masuk ICU


pasien pasca bedah (prioritas 1-4).
Sebutkan
1. Sindrom Koroner Akut
indikasi pasien 2. Edema Paru Akut
masuk ICCU
3. Gagal Jantung Akut
4. Aritmia Maligna
5. Post Cor Angio
6. Post TPM/ PPM
7. Syok Kardiogenik
Sebutkan
1. Sebagian bayi dengan berat lahir di bawah
indikasi pasien
1200 gram
masuk NICU
2. Bayi yang membutuhkan bantuan ventilasi:
non invasif (CAP/ high flow/ NIPPV) + invasif
(ventilator konvensional, HFOV)
3. Bayi dengan apneu berulang
4. Bayi dengan eritoblastosis berat
5. Bayi dengan pneumotorak yang membutuhkan
drainase interkostal
6. Bayi yang sakit dan membutuhkan pengawasan
serta perawatan medis yang ketat
7. Bayi dengan kejang-kejang yang sulit teratasi

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

11

Doctors Need To Know and Do


PFR (Patient and Family Rights)
No

Pertanyaan

Sebutkan
jenis-jenis
inform consent
di RSCM!

12

Jawaban

1. General Consent
2. Radiologi dengan kontras
3. Kemoterapi
4. Bedah, anestesi, dan tindakan invasif lain
5. Penolakan dan persetujuan pemberian darah/
produk darah
6. Penelitian
7. Transplantasi ginjal, hati, mata
Sebutkan
1. Drainase abses (lokasi dalam)
daftar
2. Angiografi
tindakan
3. Angioplasty
invasif di
4. Pemasangan Arterial-line
luar kamar
5. Intervensi bilier
operasi yang
6. Biopsi perkutaneus
memerlukan
7. Biopsi transvaskuler
universal
8. Bronkoskopi
protocol dan
9. Kateterisasi jantung
inform consent 10. Kateterisasi central venous system untuk
tujuan apapun
11. Cystourethoroscopy dengan/ atau tanpa
biopsi
12. Pemasangan kateter Denver
13. Intubasi endotrakeal
14. Injeksi epidural
15. Pemasangan enterostomy tube
16. Drainase cairan asites
17. Prosedur endoskopi gastrointestinal
18. Histeroskopi
19. Injeksi intratekal
20. Pemasangan kateter intratekal
21. Kyphoplasty
22. Nefrostomi/ pemasangan saluran nefrouretetostomi
23. Pemberian kemoterapi Ommaya reservoir
24. Perikardiosintesis
25. Pleuroskopi
26. Pemasangan kateter arteri pulmonalis
(Swan Ganz)
27. Radiofrequency ablation
28. Anestesi blok regoinal
29. Blok ganglion stellata
30. Kanulasi / embolisasi duktus toraksikus

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Bagaimana
kebijakan
mengenai
pemberian
informasi
kepada
pasien?
Kapan saja
kemungkinan
memberi
informasi
kepada
keluarga
dan apa saja
informasi yang
diberikan
tersebut?

Jawaban
31. Torakostomi
32. Torakosintesis
33. Echo Transesofageal
34. Pemasangan drainase ventrikel
35. Vertebroplasti
36. Aferesis
37. Reposisi fraktur (Manipulations and reductions)
38. Ekstraksi gigi
39. Biopsi gusi
40. Elektroconvulsive treatment (ECT)
41. Biopsi Endometrial
42. Kolposkopi
43. Kidney stone lithotripsy
44. Stereotactic radiosurgery
45. Brakhiterapi implantasi
46. Biopsi (breast, liver, muscle, kidney, genitourinary, prostate, bladder, skin, sum-sum
tulang, tiroid)
47. WSD
48. Trakeostomi
49. IABP (Intra Aortic Baloon Pump)
50. CRRT (Continuous Renal Replacement
Therapy)
Pemberian informasi diberikan sesuai kebutuhan,
dan diberikan oleh petugas dengan kompetensi
yang sesuai.
SK Pemberian Informasi Pelayanan (PFR)

Untuk informasi pertama diberikan pada saat


pendaftaran (admisi), di ruang rawat informasi
diberikan setelah initial assessment oleh perawat,
setiap akan tindakan dan sesuah tindakan, setiap
ada perubahan kondisi.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

13

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban

Dimana
pasien bisa
mendapatkan
informasi
pelayanan
kerohanian?

Pelayanan kerohanian terdiri dari rutin dan atas


permintaan. Pasien yang membutuhkan pelayanan
kerohanian akan melaporkan ke perawat ruangan
dan mengisi formulir permintaan pelayanan
kerohanian. Kemudian perawat akan menghubungi
petugas terkait sesuai daftar yang ada.

Dapatkah
Anda
menjelaskan,
bagaimana
prosedur
rumah
sakit dalam
memenuhi hak
pasien atas
privasi terkait
informasi
pasien selama
perawatan
dirawat inap?
Bagaimana
implementasi kebijakan
privasi pasien
di IGD?
Penyimpanan
barang pasien
yang ada di
IGD? Dan
siapa yang
bertanggung
jawab
menyimpan?

14

SPO Pelayanan Kerohanian


1. Petugas admisi memberi penjelasan bahwa
rumah sakit menjamin dan melindungi privasi
dan kerahasiaan penyakit pasien selama
dalam perawatan dan menanyakan kepada
pasien apakah ada privasi khusus pasien yang
perlu dilindungi oleh rumah sakit.
2. Petugas admisi menindaklanjuti kepada
perawat dan dokter yang merawat pasien.
Untuk pengambilan dokumentasi pasien berupa
foto, rekaman wawancara di luar kepentingan
keperawatan dan pengobatan harus seijin
pasien
Saat
dilakukan
pemeriksaan,
konsultasi,
tatalaksana antar pasien akan dibatasi dengan
tirai.
SK Privasi Pasien
SPO Penyimpanan Barang Milik Pasien
1. Petugas menyimpan barang milik pasien
dalam kantong yang telah disediakan.
2. Petugas membuat daftar barang sesuai
spesifikasi barang dan kondisi barang yang
meliputi: nama lengkap pasien, tanggal
lahir, NRM, waktu dan nama petugas yang
menerima barang.
3. Daftar barang milik pasien ditandatangani oleh
pasien atau perawat jika pasien tidak sadar
dan tidak ada pendamping, Manager on Duty
(MOD) yang bertugas dan dua orang saksi dari
rumah sakit.
4. Daftar barang dibuat dalam dua rangkap, satu
lembar untuk pasien dan satu lembar untuk
rumah sakit.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Apakah
rumah sakit
menyediakan
loker untuk
pasien?

10 Perlindungan
pasien
terhadap
kekerasan
fisik?

Jawaban
5. Jika pasien dalam kondisi tidak sadar, maka
satu lembar yang seharusnya untuk pasien
disimpan dalam rekam medis pasien.
6. Daftar barang untuk rumah sakit disimpan oleh
Manager on Duty (MOD)
7. Apabila pasien pindah ruang perawatan maka
barang milik pasien akan diserahkan kepada
perawat ruangan pasien dirawat dengan
formulir serah terima barang.
8. Penyerahan barang milik pasien setelah
pasien sadar diri atau kepada keluarga setelah
diidentifikasi dengan berita acara serah terima.
9. Berita acara serah terima dibuat dalam
rangkap dua dan ditandatangani oleh pasien
atau keluarga dan petugas Manager on Duty
(MOD)/ Kepala Perawat ruangan.
10.Berita acara serah terima barang milik pasien
yang sudah ditandatangani satu rangkap
diserahkan pada pasien atau keluarga dan satu
rangkap disimpan dalam rekam medik pasien .
Loker untuk pasien hanya terdapat di area seperti
ODC, IGD. Jika pasien tidak sadar, rumah sakit
akan menjaga barang-barang milik pasien sesuai
kebijakan SPO Penyimpanan Barang Milik
Pasien. Untuk pasien normal lainnya, kebijakan
rumah sakit mengatakan bahwa rumah sakit tidak
bertanggung jawab atas barang milik pasien. Hal
ini ditulis dalam TataTertib Rumah Sakit.
Kriteria kekerasan fisik di lingkungan Rumah
Sakit terdiri atas; pelecehan seksual, pemukulan,
penelantaran dan pemaksaan fisik terhadap pasien
baik yang dilakukan oleh penunggu /pengunjung
pasien maupun petugas. Kecuali terdapat indikasi,
petugas kesehatan dapat melakukan pemaksaan
fisik (spt : pengekangan) sesuai standar medis dan
etika rumah sakit yang berlaku.
Setiap petugas keamanan sudah terlatih untuk
menangani hal tersebut.
Setiap pengunjung hanya boleh berkunjung pada
jam tertentu denganmenggunakan identitas.
SK Perlindungan Pasien Dari Kekerasan Fisik
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

15

Doctors Need To Know and Do


No
11

12

13

16

Pertanyaan
Pasien apa
saja yang
termasuk
kelompok
berisiko?

Jawaban
a. Anak anak (0-18 tahun)
b. Pasien dengan usia lanjut ( 60 tahun)
c. Pasien dengan sakit terminal atau stadium
akhir
d. Pasien dengan nyeri hebat atau nyeri kronis
e. Wanita bersalin dan wanita yang mengalami
terminasi kehamilan.
f. Pasien dengan gangguan jiwa.
g. Pasien yang dicurigai memiliki ketergantungan
obat dan atau alkohol.
h. Pasien korban penganiayaan dan penelantaran.
i. Pasien dengan penyakit infeksi menular dan
atau ganguan sistem kekebalan tubuh.
j. Pasien yang menjalani kemoterapi dan atau
terapi radiasi
k. Pasien cacat
SK Perlindungan Pasien Sesuai Kelompok
Risiko
Dalam formulir second opinion dituliskan identitas
pasien, alasan rujukan, resume perjalanan penyakit
pasien.

Data apa saja


yang boleh
dilampirkan
dalam formulir
SPO Second Opinion
second
opinion?
Bagaimana
1. DPJP mengkaji secara medis terkait kondisi
kebijakan
terminal,
merevisi
discharge
planning,
pasien dalam
membuat rencana pengobatan.
kondisi
2. DPJP melakukan pelayanan terminal
terminal?
3. Identifikasi pasien dalam kondisi terminal
4. Perawat
melaksanakan
asuhan
dan
pengobatan pada pasien terminal
5. Perawat yang merawat pasien menghubungi
keluarga untuk memberitahu kondisi pasien.
6. Perawat memfasilitasi kebutuhan terhadap
pelayanan kerohanian, kehadiran sanak
saudara dan kebutuhan privasi pasien.
7. Keluarga pasien diberi kesempatan untuk
mendampingi pasien dan berdoa sesuai
kepercayaan pasien.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


AOP (Assessment of Patients)
No
1

Pertanyaan

Jawaban

Saat menerima
pasien baru di
ruang rawat inap,
apa yang Dokter
lakukan?

Menanyakan identitas pasien dengan pertanyaan


terbuka: siapa nama lengkap pasien, dan
tanggal lahir pasien, sambil mencocokkannya
dengan gelang identitas pasien.
Pasien baru: membuat initial assessment
medis dalam waktu 1 x 24 jam dan melihat hasil
initial asessement perawat untuk mengetahui
adakah hal-hal yang harus ditindaklanjuti: bila
pasien memiliki risiko tinggi jatuh, dilakukan
tatalaksana mencegah risiko jatuh termasuk
membuat surat konsul ke Dokter Rehabilitasi
Medik, persetujuan discharge planning yang
dibuat perawat, mengetahui adakah riwayat
alergi, bila skala nyeri pasien 4 dilakukan
tatalaksana nyeri, dll
Pasien lama: membuat evaluasi di catat
terintegrasi dengan format SOAP.
Menuliskan obat-obat yang telah dan
sedang digunakan pasien dalam Riwayat
Penyakit Sekarang (harus ditanyakan oleh
Dokter dan dituliskan jawaban apa pun yang
diberikan pasien).
Membuat terapi nutrisi sesuai kondisi status
nutrisi pasien yang diskrining oleh perawat,
berkolaborasi dengan dietisien.

Saat menerima
pasien di
poliklinik, apa
yang dokter
lakukan?

Menuliskan tanggal, jam periksa, paraf dan


nama Dokter.
Setelah menanyakan identitas pasien dengan
pertanyaan terbuka (Siapa nama lengkap Ibu/
Bapak?, Kapan tanggal lahir Ibu/ Bapak?
sambil mencocokkannya dengan data
identitas di Rekam Medis pasien):
Pasien baru: membuat initial assessment/
data dasar medis dan melihat hasil initial
assessment perawat apakah ada yang perlu
ditindaklanjuti.
Pasien lama: membuat evaluasi di catatan
terintegrasi dengan format SOAP.
Menuliskan tanggal, jam periksa, paraf dan
nama Dokter.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

17

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban

Hal penting
apa terkait
penggunaan obat
yang harus ditulis
Dokter pada
Riwayat Penyakit
Sekarang pada
pasien rawat inap
maupun rawat
jalan?
Dapatkah Anda
menjelaskan, Apa
yang dimaksud
dengan penilaian
status fungsional
dan apa yang
Anda lakukan
bila pasien
membutuhkan
bantuan?
Mengapa
dilakukan?
Dapatkah Anda
menjelaskan,
poin apa saja
yang dikaji
perawat pada
pasien baru?

Riwayat penggunaan obat sebelumnya untuk


rekonsiliasi (penyelarasan) obat-obat yang
akan digunakan.

18

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Penilaian status fungsional untuk mengetahui


tingkat kemandirian pasien dalam melakukan
kegiatan sehari-hari, menggunakan formulir
Bartel Index.
Bila hasil skor < 4 atau ketergantungan
total, PPDS/ perawat melaporkan ke DPJP
dan selanjutnya DPJP membuat konsul ke
dokter Rehabilitasi Medik. Kemudian dokter
Rehabilitasi Medik melakukan pengkajian
lanjut untuk menentukan terapi dan tindakan
rehabilitasi oleh tim Rehabilitasi Medik.
Terdapat 11 poin yang dilakukan dalam
pengkajian awal keperawatan, yaitu
1. Riwayat alergi.
2. Alasan masuk rumah sakit.
3. Riwayat kesehatan / perawatan sebelumnya.
4. Riwayat psikososial.
5. Pemeriksaan fisik.
6. Skrining gizi .
7. Risiko jatuh/cedera.
8. Skrining nyeri .
9. Status fungsional
10. Kebutuhan edukasi.
11. Kebutuhan perencanaan pulang
(discharge planning)

Doctors Need To Know and Do


No
6

Pertanyaan
Jika pasien
merupakan
pasien dari
luar dengan
membawa surat
rawat, maka
dalam waktu
berapa lama
pasien tersebut
akan dilihat oleh
dokter?
Apa yang
dioperkan saat
serah terima
pasien pada
pergantian
shift?.

Bagaimana
mekanisme
penyusunan
Discharge
Planning saat
pasien datang?

Jawaban
Pasien akan diperiksa oleh DPJP/ PPDS
sebelum memulai tatalaksana apapun.
Pengkajian awal medis/ initial assessment
medis pasien rawat inap dilakukan sebelum
24 jam.
SK dan SPO Initial Assessment

Saat serah terima akan dibahas:


1. Identitas dan identifikasi pasien
2. Diagnosis pasien
3. Riwayat tindakan
4. Rencana tindakan
5. Masalah keperawatan dari tindakantindakan
6. Pasien-pasien high dependence
7. Rekapitulasi rencana bedah
8. DPJP setiap pasien
9. Rekapitulasi jadwal pulang
10. Pasien-pasien dengan risiko Code Blue +
penanganannya
11. Berapa jumlah perawat dan jumlah
perawat cuti/ tidak masuk.
Dalam 48 jam setelah pasien masuk, perawat
akan membuat discharge planning pasien
yang mencakup beberapa topik dan kriteria
tentang bagaimana pasien akan dirawat
setelah pulang. Hal ini didokumentasikan di
formulir pengkajian awal keperawatan rawat
inap.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

19

Doctors Need To Know and Do


COP (Care of Patients)
No
Pertanyaan
1 Siapa yang
bisa mengambil
keputusan
mengenai
tindakan medis
yang akan
dilakukan ?
2 Bila pemeriksaan
penunjang
memakan waktu
lama maka apa
yang harus
dilakukan?
3 Apa yang
dilakukan setelah
pemberian obat
ke pasien?

Jawaban
DPJP.

Memberikan informasi kepada pasien bahwa


hasil akan didapatkan dalam berapa lama
dan rencana tindakan. Jika hasil merupakan
hasil kritis maka hasil dapat diberikan terlebih
dahulu secara verbal menggunakan metode
TBaK.
Setelah pemberian obat, saya akan melakukan
observasi mengenai reaksi obat pada setiap
kunjungan ke pasien.

Bagaimana
Dokter menduga
bahwa terjadi
efek samping
obat?

Dengan menggunakan Algoritma Naranjo


yang ada di Formulir Pelaporan Efek Samping
Obat.

Apa yang Dokter


lakukan bila
diduga ada efek
samping obat?
Pasien
bagaimana yang
bisa difiksasi/
restraint?

Saya akan mengisi Formulir Pelaporan Efek


Samping Obat dan mengirimkannya ke
Panitia Farmasi dan Terapi RSCM melalui
nurse station.
Pasien gaduh gelisah yang membahayakan
diri sendiri dan orang lain.

Bagaimana
Dokter menggunakan PANSS-EC. Bila
mengukur pasien nilai PANSS-EC lebih dari 3, indikasi untuk
gaduh gelisah
dilakukan fiksasi.
tsb?

20

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan
Maksimal, berapa
lama pasien
boleh difiksasi?
Apabila ada
pasien baru
langkah apa
saja yang harus
dilakukan di IGD
setelah melewati
triase 2?

Bagaimana
manajemen
pasien yang
dirawat bersama
oleh beberapa
DPJP?

Jawaban
Paling lama 4 jam untuk pasien usia 18 tahun,
2 jam untuk usia 9-17 tahun, dan 1 jam untuk
usia < 9 tahun.
Pasien baru di IGD yang telah melewati triase
2, sudah memiliki catatan kondisi pasien dalam
formulir triase. Pasien akan dikirim ke IMET
(Integrated Medical Team) Square dimana
asesmen gejala pasien dan tatalaksana sudah
akan diberikan berdasarkan hasil konsultasi
dengan konsulen, sementara keluarga
pasien mengurus pendaftaran. Ini akan
didokumentasikan dalam formulir evaluasi
IMET terintegrasi.
Jika pasien butuh konsultasi ke bagian lain
maka akan dibuatkan formulir konsul ke
bidang ilmu yang dituju.
Jika pasien berada dalam kondisi yang
membutuhkan resusitasi maka akan langsung
dikirim ke ruang resusitasi tanpa melalui IMET.
Jika pasien merupakan pasien false
emergency, maka pasien akan melalui
tahapan yang awal.
Pasien baru masuk ruang rawat inap
dilengkapi rekam mediknya dalam 24 jam
pertama oleh DPJP yang menerima pasien.
DPJP tersebut menentukan konsul kepada
siapa saja.
Dalam 2x24 jam pertama dilakukan pertemuan
dengan seluruh DPJP yang merawat pasien
dan ditetapkan siapa DPJP Utamanya (yang
menjadi kapten) berdasarkan masalah utama
pasien.
DPJP yang bukan DPJP Utama memberikan
saran (terapi maupun saran konsultasi ke
bidang lain) terhadap perawatan pasien
sesuai bidang ilmunya namun keputusan
ada di tangan DPJP Utama apakah akan
menerapkan usul tersebut atau tidak.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

21

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
DPJP Utama ditentukan berdasarkan 4
kriteria, yaitu:
1. Sesuai majoring kasus pasien
2. Kesepakatan tim interdisiplin
3. DPJP yang pertama kali menerima pasien
4. DPJP atas permintaan pasien
Minimal sebelum pasien pulang, ada satu kali
lagi pertemuan di antara tim dan DPJP yang
merawat pasien.

22

Bagaimana
tatalaksana nyeri
pada wanita
hamil?

Bagaimana
tatalaksana nyeri
pasien dengan
gangguan fungsi
ginjal?

DPJP yang bukan DPJP utama atau yang


menjawab konsul harus menuliskan apakah
pasien rawat bersama/tidak. Bilarawat
bersama, artinya DPJP tersebut akan
melakukan visit setiap hari.
Pertama secara non farmakologis dahulu. Bila
tidak teratasi, pilihan pertama adalah aspirin
atau parasetamol. Perlu dipertimbangkan
dengan hati-hati bila ingin menggunakan
NSAID karena dapat menyebabkan keguguran.
Penggunaan opioid cukup aman, namun tidak
dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang.
Obat analgesik yang dapat diberikan adalah:
Fentanil, ketamin, parasetamol
Amitriptilin, bupivakain, ropivakain, levobupivakain, lignokain (lidokain), klonidin,
gabapentin, kodein, morfin, and tramadol.
Kurangi dosis pada gangguan ginjal berat.

NSAIDs dan petidin harus dihindari. Kodein


sebaiknya dihindari/ di adjust dosisnya karena
dapat memperpanjang efek sedasi dan henti
napas pada pasien gagal ginjal.
Manajemen nyeri Manajemen nyeri dapat dilakukan dengan
untuk pasien end 2 cara:
of life care?
Farmakologi
Obat analgesik, sedatif, dan obat-obat
tambahan yang dapat meminimalkan
ketidaknyamanan.
Umumnya, obat narkotik untuk mengatasi
nyeri, benzodiazepin untuk agitasi dan
ansietas.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

10

Pertanyaan

Bagaimana
tatalaksana nyeri
untuk pasien
geriatri?

Jawaban
Non-farmakologi.
Dukungan keluarga dan teman atau
pemuka agama sesuai agama pasien.
Lingkungan perawatan pasien yang
nyaman dan terjaga privasinya.
Terapi harian oleh perawat dan akomodasi
pasien yang memudahkan pasien untuk
melaksanakan ritual keagamaan dan
keyakinannya.
Analgesik yang dapat diberikan untuk pasien
geriatri adalah: opioid (setengah dosis dewasa
muda), parasetamol and NSAID (dengan
monitoring efek samping). PCA juga menjadi
metode pilihan.
Untuk pasien rawat inap, pengkajian nyeri
dan efektivitas terapi dilakukan tiap 8 jam,
termasuk monitoring efek samping obat.

11

Bagaimana
tatalaksana nyeri
di IGD?

Untuk pasien rawat jalan, pengkajian nyeri


dilakukan tiap kunjungan pasien. Bila nyeri
bertambah hebat, dikirim ke IGD.
Dievaluasi oleh Tim Manajemen Nyeri dari
Dept Anestesi.

ASC (Anasthesia and Surgical Care)


No
Pertanyaan
1 Proses apa yang
ada di tempat
Anda untuk
memastikan
operasi/ tindakan
invasif yang
benar dilakukan
pada pasien yang
benar?

Jawaban
IPSG 4 keselamatan operasi yang meliputi
proses:
Sign in, pembacaan dan pengisian formulir sign in yang dilakukan sebelum pasien
dianestesi di holding area
Time out, dilakukan di ruang operasi/ tindakan invasif sesaat sebelum insisi pasien
operasi/ sebelum tindakan invasif.
Sign out, setelah operasi/ tindakan invasif
selesai (dapat dilakukan di recovery room).

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

23

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Seberapa sering
anda melakukan
monitoring
terhadap
pasien yang
mendapatkan
prosedur sedasi
dalam?
Seberapa sering
anda melakukan
monitoring
terhadap
pasien yang
mendapatkan
anestesi umum
dalam untuk
operasi?

Jawaban
Proses sign in, time out dan sign out ini dipandu
oleh perawat sirkuler dan diikuti oleh operator,
dokter anestesi, perawat. Dokumentasi prosedur
ini disimpan dalam form checklist keselamatan
operasi/ tindakan invasif.
SPO Keselamatan Operasi dan Checklist
Keselamatan Operasi.
Dilakukan dengan frekuensi setiap 5 menit.
SPO Pemantauan Selama Anestesi dan
Sedasi

Setelah pembedahan selesai, kedalaman


anestesi tetap dipantau dan dicatat di status
anestesi.
Sebelum dipindahkan ke ruang pulih,
kondisi pasien dievaluasi lagi
Jika pasien belum sadar setibanya di ruang
pulih maka dipantau dengan lebih ketat
oleh staf ruang pulih
DPJP
Anestesiologi
atau
PPDS
mengidentifikasi keadaan pasien bila terjadi
keadaaan anestesi yang berkepanjangan
akibat komplikasi atau pemulihan anestesi
yang lambat.
Setiap pasien pasca anestesi diobservasi
di ruang pulih dan dinilai secara periodik
menggunakan kriteria skor Aldrette.
Semua proses pasca anestesi harus
terdokumentasi dan dimasukkan dalam
rekam medis pasien.
Pemantauan dilakukan
setiap 5 menit.

dengan

frekuensi

SPO Pemantauan Selama Anestesi dan


Sedasi

24

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
4
Apa saja kriteria
pemulangan
pasien setelah
operasi/
pembedahan?

Dimana anda
mencatat
instruksi pasca
operasi untuk
pasien?

Jawaban
Kriteria pengeluaran pasien yang dipakai
adalah skor Aldrette yang terdapat di
status anesthesia halaman 4 dan catatan
keperawatan intra dan pasca operatif
halaman 4
Penilaian skor Aldrette dilakukan dengan
pemantauan 5 parameter yaitu aktivitas,
pernafasan, sirkulasi, kesadaran, dan
saturasi oksigen.
Dari setiap parameter tersebut diberikan
skor 0-2
Semua skor parameter dijumlahkan
Bila skor Aldrette > 8 maka pasien dapat
dipindahkan ke ruang rawat
Pemantauan terhadap skor Aldrette
dilakukan secara periodik setiap 15 menit
Pemantauan skor Aldrette di ruang pulih
dilakukan maksimal 6 jam.
Rasio antara perawat ruang pulih dengan
pasien disesuaikan dengan kondisi pasien:
Jika pasien sudah sadar = 1: 2
Jika pasien sudah ke tahap persiapan
pulang = 1: 4
Semua kondisi pasien pasca operasi harus
diinformasikan kepada keluarga pasien
DPJP atau peserta anestesiologi yang bertugas
di ruang pulih mengisi dan menandatangani
kriteria skor Aldrette yang terdapat di status
anesthesia halaman 4 dan catatan keperawatan
intra dan pasca operatif halaman 4.
Dokter anestesi mencatat instruksi di
catatan anestesi
Dokter bedah akan mencatat di laporan
pembedahan.
Dokter di ruang pulih akan mencatat di
formulir transfer pasien antar ruang untuk
keseluruhan instruksi perawatan pasien di
ruang rawat.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

25

Doctors Need To Know and Do


MMU (Medication Management and Use)
No
Pertanyaan
1 Apa saja daftar
obat-obat yang
tergabung dalam
LASA (Look Alike
Sound Alike)?
Dapat dilihat
dimana daftar
tersebut?

26

Bagaimana
kebijakan
mengenai
pasien-pasien
yang membawa
obat-obatnya
sendiri?
Bagaimana
alur pelaporan
insiden
apabila terjadi
medication
error?

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Jawaban
Look Alike = 67 obat dan Sound Alike = 81
obat
Contoh Obat Look Alike:
Adalat Adalat oros
Albuminar 50 ml - Albuminar 100 ml
Amaryl 1 mg Amaryl 2 mg Amaryl 3 mg
Amlodipin 5 mg Amlodipin 10 mg
Aprovel 30 mg Aprovel 150 mg
Arcoxia 60 mg Arcoxia 90 mg Arcoxia
120 mg
Contoh Obat Sound Alike:
Activel Actonel
Amaryl Reminyl
Amilorid Amlodipin Amiodaron
Amitriptilin Aminofilin Ampisilin
Amoksisilin Ampisilin
Anafranil Tofranil
Artane - Atarax
Tidak diijinkan, namun jika kondisi memaksa
harus dimintakan persetujuan DPJP.
SPO pengelolaan perbekalan farmasi yang
dibawa pasien dari luar.

Membuat laporan insiden dengan Form


Laporan Insiden Keselamatan Pasien yang
dapat diperoleh di nurse station dan dikirimkan
ke supervisor ruang rawat/ PJ Keselamatan
Pasien unit kerja.
SPO Pelaporan Insiden

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
Jawaban
4 Bagaimana
1. Mengidentifikasi terjadinya efek samping
monitoring
obat
terhadap adverse
a. Perawat/ apoteker
event obat/
Perawat atau apoteker yang menemukejadian tidak
kan atau mendapat laporan terjadinya
diharapkan?
efek samping obat mencatat data
pasien, reaksi efek samping obat, dan
data obat yang dicurigai.
Melaporkan segera kepada dokter
yang merawat pasien untuk dievaluasi
dan ditangani lebih lanjut
b. Dokter
Dokter yang menemukan atau
mendapat laporan terjadinya efek
samping obat mencatat data pasien,
reaksi efek samping obat, dan data
obat yang dicurigai di rekam medis.
Dokter mengevaluasi dan menangani
efek samping yang terjadi.
2. Dokter/ apoteker/ perawat mengisi dengan
lengkap Formulir MESO (berwarna kuning)
yang tersedia di nurse station.
3. Laporan ESO dikirim oleh unit kerja ke
Panitia Farmasi dan Terapi tingkat RSCM
dan tembusan ke KMKK dalam waktu
7 hari setelah reaksi efek samping obat
terdeteksi

Apakah di ruang
rawat dibolehkan
menyimpan
kalium klorida
pekat (KCl
7,46%)?
Bagaimana
kebijakan
penyimpanan
elektrolit pekat di
RSCM?

SPO Pemantauan dan Pelaporan Efek


Samping Obat
Kebijakan Pengelolaan dan Penggunaan
Perbekalan Farmasi dan SPO Penanganan
Obat High Alert: HANYA ruang rawat intensif
(ICU, ICCU, PICU, NICU,HCU) dan kamar
operasi jantung yang boleh menyimpan
elektrolit pekat (Kalium klorida 7,46% dalam
ampul, dan Natrium klorida 3% dalam kolf)

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

27

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
6 Apakah di sini
tersedia obat
sampel dari
pabrik obat? Jika
ya, bagaimana
penyimpanannya? Bagaimana
pemantauannya?
7 Apa peran
Dokter terhadap
defibrilator yang
ada di unit kerja?
8 Apa yang Anda
lakukan ketika
akan menulis
resep?

Jawaban
Kebijakan Pengelolaan dan Penggunaan
Perbekalan Farmasi: Obat sampel tidak
boleh digunakan dalam pelayanan di RSCM.

Mengecek fungsi defibrilator setiap hari (oleh


dokter/ perawat).

Kebijakan Pengelolaan dan Penggunaan


Perbekalan Farmasi:
Melakukan
medication
reconciliation:
membandingkan antara obat yang akan
diresepkan dengan obat yang sedang
digunakan pasien) untuk mencegah duplikasi
atau terhentinya pengobatan (omission), atau
terjadinya kesalahan obat lain (dosis, interaksi
obat, kontraindikasi, alergi obat)
9 Apakah ada
Pedoman PPRA:
pembatasan
Ya, antibiotika di RSCM dikelompokkan menjadi
dalam peresepan 3 lini: Lini 1 (kelompok A) boleh diresepkan
antibiotik?
oleh semua dokter; Lini 2 (kelompok B)
boleh diresepkan oleh semua dokter tetapi
hanya untuk indikasi tertentu sesuai dengan
standar pelayanan medik Departemen; Lini
3 (kelompok C) boleh diresepkan setelah
mendapat persetujuan dari Tim Pokja PPRA
tingkat Departemen/UPT/Instalasi atau Tim
PPRA yang telah ditunjuk oleh Direktur Utama.
Antibiotika Lini 1-3 bisa dilihat di buku
Formularium RSCM Tahun 2012, halaman
16-27, di kolom Keterangan dimana A = lini 1,
B = lini 2, dan C = lini 3.
10 Apakah ada
Ya, RSCM telah menerbitkan buku Standar
singkatan standar Singkatan RSCM.
dalam penulisan
resep?

28

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
11 Bagaimana
prosedur instruksi
verbal untuk
terapi obat
diberikan?

12 Bagaimana
kebijakan
RSCM tentang
persyaratan
resep yang
lengkap?

Jawaban
IK Instruksi Lisan:
Instruksi verbal dilakukan hanya jika dokter
tidak sedang berada di ruang rawat. Instruksi
verbal tidak boleh dilakukan untuk
obat high alert, kecuali dalam keadaan
emergensi.
Prosedur
instruksi
verbal:
petugas yang menerima instruksi verbal
harus menulis instruksi yang diberikan,
membacakan kembali, untuk nama obat
dieja, dan memastikan dokter mengonfirmasi
kebenarannya.
Kebijakan Pengelolaan dan Penggunaan
Perbekalan Farmasi: Resep harus memenuhi
kelengkapan:
Nama pasien
Tanggal lahir dan no rekam medik.
Berat badan pasien (untuk pasien anak)
Nama dokter
Tanggal penulisan resep
Nama ruang pelayanan
Memastikan ada tidaknya riwayat alergi
obat dengan mengisi kolom riwayat alergi
obat pada bagian kanan atas lembar resep
manual atau secara elektronik dalam sistem
informasi farmasi
Tanda R/ pada setiap sediaan
Untuk nama obat tunggal ditulis dengan
nama generik. Untuk obat kombinasi
ditulis sesuai nama dalam Formularium,
dilengkapi dengan bentuk sediaan obat
(contoh: injeksi, tablet, kapsul, salep), serta
kekuatannya (contoh: 500 mg, 1 gram)
Jumlah sediaan
Bila obat berupa racikan dituliskan nama
setiap jenis/ bahan obat dan jumlah bahan
obat (untuk bahan padat: mikrogram,
miligram, gram) dan untuk cairan: tetes,
milliliter, liter.
Pencampuran beberapa obat jadi dalam
satu sediaan tidak dianjurkan, kecuali
sediaan dalam bentuk campuran tersebut
telah terbukti aman dan efektif.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

29

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

13 Siapa yang
memberikan
edukasi tentang
penggunaan
obat ke pasien?
Poin-poin apa
saja yang
disampaikan ke
pasien?

Jawaban
Penggunaan obat off-label (penggunaan
obat yang indikasinya di luar indikasi yang
disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan
Makanan RI) harus berdasarkan panduan
pelayanan medik yang ditetapkan oleh
Departemen.
Aturan pakai (frekuensi, dosis, rute
pemberian). Untuk aturan pakai jika perlu
atau prn atau pro re nata, harus dituliskan
dosis maksimal dalam sehari.
SPO Pelayanan Konseling Obat (untuk
edukasi yang diberikan farmasis):
Edukasi tentang penggunaan obat dapat
diberikan oleh dokter, perawat, atau farmasis
(untuk ruang rawat yang sudah ada farmasis
kliniknya). Poin-poin yang disampaikan: indikasi,
dosis, waktu dan cara minum/ menggunakan
obat, hasil terapi yang diharapkan, efek samping
obat, cara penyimpanan obat dan hal-hal lain
yang harus diperhatikan selama penggunaan
obat.

DPJP harus memastikan bahwa edukasi


tersebut sudah diberikan pada pasien.
14 Bagaimana Anda SPO Pemantauan dan Pelaporan Efek
melaporkan
Samping Obat:
jika pasien
Laporan mengisi formulir khusus (warna
mengalami efek
kuning) dan mengirimkannya ke Panitia
samping obat?
Farmasi dan Terapi melalui nurse station
paling lambat 7 hari setelah ditemukannya
ESO.
15 Bagaimana Anda SPO Pemantauan Respon Pasien terhadap
memonitor efek
Terapi Obat:
obat?
Pemantauan respon pasien terhadap terapi
obat dilakukan secara kolaboratif oleh dokter,
perawat dan farmasis klinik. Pemantauan
dilakukan setiap kunjungan dokter.

30

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


PFE (Patient and Family Education)
No
Pertanyaan
1 Kapan saja
edukasi diberikan
kepada pasien
dan keluarga?

Siapa yang
memberikan
edukasi?

Bagaimana
mekanisme
pasien dan
keluarga
mendapatkan
edukasi di rawat
jalan?
Bagaimana
mekanisme
pasien dan
keluarga
mendapatkan
edukasi di rawat
inap?

Jawaban
Mulai dari pendaftaran, sebelum dan sesudah
melakukan tindakan, pemberian obat, diagnosis
dan perubahan diagnosisnya, discharge
planning.
Sesuai SPO Pemberian Edukasi di
Pendaftaran, IGD, Rawat Inap, Rawat
Jalan, discharge planning (PFE).
Petugas yang sesuai dengan bidangnya.
Misalnya edukasi mengenai gizi akan
diberikan oleh dietisien setelah resep diit
diberikan oleh dokter, edukasi mengenai
diagnosis dan pengobatannya diberikan oleh
dokter, dst.
Dokter mengidentifikasi kebutuhan edukasi
pasien dan keluarga lalu memberikan edukasi
kepada pasien dan keluarga sesuai kondisi
penyakit/ masalah pasien. Edukasi yang
diberikan dicatat di catatan terintegrasi.
IK Pemberian Edukasi di Rawat Inap (PFE)
1. Edukator memperkenalkan diri kepada
pasien dan keluarga.
2. Edukator
mengidentifikasi
kebutuhan
edukasi pasien dan keluarga untuk
menentukan kasus yang akan diedukasi
3. Edukator menyiapkan media edukasi yang
sesuai dengan kebutuhan pasien dan
keluarga, seperti poster, leaflet, video, dll.
4. Edukator memberi informasi tentang penyakit
pasien, rencana pemeriksaaan, tindakan
medik, dan tatalaksana keperawatan yang
akan dilakukan.
5. Edukator memberi informasi tentang
pengobatan, efek samping, dan lama
pengobatannya.
6. Edukator memotivasi pasien dan keluarga
untuk berpartisipasi dengan petugas
kesehatan dalam pengambilan keputusan
perawatan.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

31

Doctors Need To Know and Do


No

32

Pertanyaan

Jawaban
7. Edukator
mendokumentasikan
hasil
edukasi dalam formulir edukasi terintegrasi.
8. Formulir edukasi terintegrasi disimpan di
dalam rekam medis pasien.
9. Informasi diberikan oleh petugas kesehatan
sesuai dengan kompetensinya.
Apa bukti edukasi Tanda tangan pasien dan edukator di formulir
telah diberikan
edukasi terintegrasi yang ada di rekam medik.
kepada pasien?
Sesuai dengan:
IK Pemberian Edukasi kepada Pasien dan
Keluarga di Rawat Jalan
IK Pemberian Edukasi kepada Pasien dan
Keluarga di Rawat Inap
Bagaimana
Jika
tidak
ada
pendamping
pasien
penanganan
(penerjemah) lakukan identifikasi daftar
edukasi pasien
petugas yang kompeten, kemudian koordinasi
jika terkendala
dengan tim edukasi atau PKRS untuk
bahasa/ fisik?
mendapatkan bantuan penerjemah.
Sesuai SPO Pemberian Edukasi pada
Pasien dengan Hambatan Bahasa dan
Kebutuhan Khusus (PFE)
Bagaimana
Melalui kolom evaluasi di formulir edukasi
monitoring
terintegrasi, ada bagian re-edukasi, repencapaian
demonstrasi, atau sudah mengerti. Jika
keberhasilan
membutuhkan re-edukasi akan ada tanggal
edukasi yang
rencana pelaksanaan. Metode pengisian akan
telah diberikan?
dilakukan berdasarkan tanya jawab dengan
pasien atau pasien diminta mengulangi
edukasi yang telah diberikan.
Sesuai IK Formulir Edukasi Terintegrasi.
Apakah ada
Ada di program kerja klinik edukasi dan URJT.
program
Jika di rawat inap akan dilakukan oleh perawat
mengenai
di rawat inap.
edukasi
Melalui banner, poster, media televisi, dll.
pengunjung dan
Berdasarkan Program Kerja unit PKRS
pasien terhadap
dan PPIRS
cuci tangan?

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


QPS (Quality Improvement and Patient Safety)
No
Pertanyaan
1
Apakah definisi
kejadian
sentinel?

Jawaban
Kejadian sentinel merupakan suatu kejadian
tidak diantisipasi yang dapat mengakibatkan
kematian atau
suatu
kejadian
yang
mangakibatkan kehilangan fungsi permanen,
dimana kejadian tersebut tidak berhubungan
dengan riwayat alamiah penyakit yang
mendasari
atau
penyakit
penyerta.
Kejadian sentinel merupakan kejadian yang
membutuhkan investigasi dan respon segera
(lihat SK Kejadian Sentinel).
Apakah definisi
Terjadinya insiden yang belum sampai
near miss
terpapar ke pasien.
(Kejadian Nyaris Contoh: Darah transfusi sudah siap dipasang
Cedera)?
pada pasien yang salah, namun kesalahan
segera diketahui sehingga darah tidak jadi
diberikan kepada pasien yang salah tersebut.
Apa yang Dokter Menangani segera dampak insiden tersebut,
lakukan bila
lalu membuat laporan insiden dan dikirim
ada insiden
ke PJ Keselamatan Pasien Unit Kerja atau
keselamatan
langsung ke Komite Mutu, Keselamatan, dan
pasien?
Kinerja (KMKK) dalam waktu 2 x 24 jam.
Bila laporan
Dilakukan investigasi sederhana atau RCA/
insiden dikirim ke Analisis Akar Masalah tergantung pita risiko.
PJ Keselamatan Setelah diketahui penyebab yang mendasari /
Pasien Unit Kerja, akar masalah dilakukan tindakan pencegahan
Dokter tahu apa
dan perbaikan agar insiden serupa tidak
yang kemudian
terulang kembali.
dilakukan oleh
unit kerja thd
laporan insiden
tersebut?
Kasus-kasus apa Ada 5 kasus:
saja yang harus
1. Stroke iskemik
menggunakan
2. Tetralogy of Fallot
Format Clinical
3. Katarak
Pathway di
4. Sectio Cesaria
RSCM saat ini?
5. Infark Miokard Akut
Kasus-kasus
Ada 5 kasus:
apa saja yang
1. Pneumonia
harus sesuai
2. CHF
dengan Panduan 3. CAD
Pelayanan Klinik 4. Karsinoma Naso Faring
di RSCM saat ini? 5. Ca Servix
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

33

Doctors Need To Know and Do


PCI (Prevention and Control of Infection)
No
Pertanyaan
1 Dapatkah Anda
menjelaskan,
Bagaimana Anda
membersihkan
stetoskop setiap
pergantian
pasien?
2 Dapatkah Anda
menjelaskan,
Apa yang
harus dilakukan
jika pasien
mengalami
airborne
disease?.

34

Dapatkah Anda
menjelaskan,
apa yang harus
dilakukan jika
pasien terinfeksi
lewat kontak?

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Jawaban
Dibersihkan menggunakan alcohol swab,
setiap kali selesai digunakan.
IK Perawatan dan Penyimpanan Stetoskop

Pasien harus ditempatkan di ruang isolasi


dengan tekanan negatif. Semua kebutuhan
perawatan
harian
dan
pemeriksaan
sederhana
tersedia
dalam
ruangan.
Sebelum dan setelah kontak dengan pasien
petugas harus melakukan cuci tangan,
menggunakan APD (surgical mask (khusus
untuk tuberkulosis menggunakan N 95),
apron, goggle, dan sarung tangan). Setelah
digunakan, APD (masker, sarung tangan dan
apron) dibuang ke tempat sampah infeksius,
dan goggle dimasukkan ke dalam cairan berisi
cairan desinfektan. Breket APD diletakkan di
anteroom
Di pintu masuk kamar pasien dipasang poster
kewaspadaan lewat airborne
SPO Isolasi Lewat Udara Untuk Pasien
Dewasa dan Kebijakan Kewaspadaan
Isolasi
1. Pasien diisolasi/ kohort
2. Melakukan kebersihan tangan
3. Menggunakan APD: sarung tangan dan
apron (sesuai dengan kebutuhan).
4. Menggunakan peralatan tersendiri untuk
pasien
5. Melakukan disinfeksi peralatan setiap
selesai dipakai
6. Jika pasien kontrol atau keluar dari ruangan,
pasien harus menggunakan masker bedah
7. Di pintu masuk kamar pasien dipasang
poster kewaspadaan lewat kontak

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
4 Dapatkah Anda
menjelaskan,
Apa yang harus
dilakukan jika
pasien terinfeksi
droplet?
5

Apakah Anda
tahu kriteria
penerimaan
pasien di ruang
isolasi?
Apakah Anda
tahu lokasi dari
kamar Isolasi di
RSCM? (Kamar
Isolasi Reguler
dan Kamar
dengan Negative
Pressure?
Bagaimana
proses
pembersihan
sterilisasi? Jika
ada pembersihan
alat di tempat
lain apakah
sama prosesnya
dan SPO-nya?
Unit apa saja
yang diizinkan
melakukan
sterilisasi sendiri?
Ruangan
yang tidak
memiliki ruang
pre cleaning
cleaning, apa
yang harus
dilakukan?

Jawaban
1. Pasien diisolasi/ kohort
2. Melakukan kebersihan tangan
3. Menggunakan APD: masker bedah
4. Jika pasien kontrol atau keluar dari ruangan,
pasien harus menggunakan masker bedah
5. Di pintu masuk kamar pasien dipasang
poster kewaspadaan lewat kontak
Pasien dengan infeksius baik penularan
melalui kontak langsung, airborne, maupun
droplet.
IGD, Perinatologi, Gedung A. lt 1, dan
Gedung A lt. 7 , Lantai 5 URM Poli Paru,
Lantai 4 Pokdisus

Proses sterilisasi di Instalasi Sterilisasi Pusat


(ISP) dan satelit dilakukan melalui 5 tahap:
1. Pre cleaning
2. Cleaning
3. Labelling/ packing
4. Sterilisasi
5. Penyimpanan dan pendistribusian
Jika ada pembersihan alat di tempat lain
prosesnya dan SPO-nya sama.
Sterilisasi sendiri dilakukan di IGD dan Kirana
dengan mengikuti SPO dari ISP.
Hanya pengumpulan instrumen ke box yang
sudah berisi enzim dan air kemudian segera
dikirim ke ISP.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

35

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
Jawaban
8 Bagaimana
Penggantian linen di ruangan sesuai
mekanisme/
dengan SPO/ IK
prosedur
Linen infeksius (linen yang terkena darah,
melakukan
cairan urin, feses, muntahan, dll) langsung
penggantian linen
dimasukkan ke kantong kuning (infeksius),
di ruangan?
linen non infeksius dimasukkan ke kantong
plasik hitam (non infeksius). Sesuai dengan
SPO linen kotor
Penghitungan tidak di ruangan, tapi di
laundry dengan disaksikan oleh petugas
laundry dan pengirim dari ruangan.
Linen diganti 2 hari sekali bila tidak kotor,
dan bila kotor segera diganti.
9 Jika di ruangan
1. Persiapan
Anda ada
a. Penandaan dengan kode warna
pemakaian
dilakukan oleh petugas pre cleaning di
alat single
unit kerja
use, namun di
b. Bahan kode warna terbuat dari karet
reuse, coba
berwarna atau selotip sesuai jumlah
Anda sebutkan
re use
instruksi
2. Pelaksanaan
kerjanya!
a. Petugas pre cleaning unit kerja
memeriksa kartu persetujuan proses
sterilisasi barang single use yang telah
ditanda tangani oleh dokter pengguna
terakhir alat dan perawat OK
b. Memilih bahan kode warna sesuai jenis
dan ukuran alat
c. Alat yang kecil menggunakan karet
warna, sedangkan alat yang besar
menggunakan selotip berwarna sesuai
dengan kode re use.
Kode re use:
Re use 1 (R-1) : hijau
Re use 2 (R-2) : biru
Re use 3 (R-3) : kuning
Re use 4 (R-4) : merah
Re use 5 (R-5) : hitam
Re use 6 (R-6) : merah muda
Re use 7 (R-7) : ungu
Re use 8 (R-8) : putih
Re use 9 (R-9) : orange

36

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

Jawaban
d. Melepaskan dan membuang kode warna
sebelumnya (jika ada)
e. Memasangkan bahan kode warna pada
alat di posisi yang tidak akan masuk
ke dalam bagian tubuh atau pembuluh
darah pasien
f. Memastikan pemasangan bahan kode
warna terpasang dengan aman
Semua limbah transfusi darah dimasukkan ke
sampah infeksius (plastik kuning).

10 Bagaimana cara
penanganan
limbah transfusi
darah?
11 Apa yang Anda
1. Lepaskan sarung tangan, cuci luka dengan
lakukan jika
air mengalir dan sabun
terjadi tertusuk
2. Mengisi formulir tertusuk jarum
jarum atau benda 3. Jika kejadian terjadi pada jam kerja,
tajam?
petugas berobat ke poli pegawai di lantai 3
4. Jika kejadian terjadi di luar jam kerja,
petugas berobat ke IGD
12 Bagaimana
Sesuai dengan SPO penggunaan APD
penyimpanan
Masker disimpan di tempat penyimpanan
masker untuk
APD
perawat/ dokter?
13 Apakah
Iya, pasien ditempatkan sesuai dengan
dipisahkan
sumber infeksi, apakah lewat kontak,
pasien infeksius
airborne, dan droplet.
dan non
infeksius?
14 Penanggalan
Tidak perlu ada penanggalan penggunaan
Hand rub
awal hand rub, namun harus ada expired date
15 Kapan pasien TB Jika pasien adalah pasien diagnosis baru
dipindahkan dari
dan saat ini dalam keadaan menular maka
ruang isolasi?
pasien akan diisolasi dan diberi Obat OAT
yang ketat sampai 3 minggu.
16 Jika masker
Sesuai dengan IK pemakaian N95. Idealnya
N95 terbatas,
masker N95 digunakan single use, tanpa
apa yang harus
surgical mask. Bila ternyata masker N95
dilakukan?
terbatas, agar dapat dipakai berulang, maka
terlebih dahulu dipakai surgical mask, lalu
memakai masker N95.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

37

Doctors Need To Know and Do


No

Pertanyaan

17 Tindakan apa
yang Anda
lakukan jika
terdapat pasien
infeksius udara
namun tidak
tersedia ruang
isolasi yang
kosong?

Jawaban
Masker N95 yang telah dipakai tersebut,
kemudian disimpan di amplop kertas yang
sudah diberi lubang dengan kondisi bersih
dan kering. Bisa dipertahankan sampai 5
hari, diberi nama pemilik masker N95.
Pasien diminta menggunakan masker
bedah
Petugas yang merawat pasien harus
menggunakan APD : masker N95
Matikan AC dalam ruangan, buka jendela
lebar-lebar
Pintu selalu ditutup

FMS (Facility Management and Safety)


No
Pertanyaan
1
Dapatkah Anda
menjelaskan,
apa saja kodekode warna
keadaan darurat
di RSCM?
2

38

Dokumentasi
apa saja yang
diperlukan pada
peralatan medik
yang Anda
gunakan?
Berapa banyak
pasien yang
bisa digandeng
untuk dievakuasi
petugas?

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Jawaban
1. Code Blue : Kegawatdaruratan Medis
2. Code Red : Kebakaran
3. Code Pink : Penculikan Bayi
4. Code Purple : Evakuasi
5. Code Grey : Gangguan Keamanan
6. Code Green : Gempa
7. Code Black : Ancaman Bom
1. Maintanance alat
2. Kalibrasi alat (jika diperlukan sesuai
spesifikasi alat)

Tergantung ERP masing-masing gedung.

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
4 Dapatkah Anda
menjelaskan,
bagaimana
cara melakukan
Evakuasi pasien
bila terjadi
kebakaran?
5 Apakah Anda
tahu di mana spill
kit disimpan di
departemen Anda
dan bisa Anda
menjelaskan
langkahlangkah untuk
menggunakan
spill kit dalam
kasus darah/
tumpahan
sitotoksik?

Apakah
Anda sudah
mendapatkan
pelatihanpelatihan seperti
penggunaan
APAR dan
bencana?
Radiologi:
Bagaimana cara
anda memastikan
bahwa Anda
aman dari
bahaya radiasi?

Jawaban
Cara melakukan evakuasi: Jika ada komando
dari KKD (koordinator keadaan darurat)
untuk melakukan evakuasi pasien, maka
petugas berteriak code purple dan melakukan
evakuasi pada 2 kamar kanan dan kiri dari
kamar kejadian.
Penyimpanan spill kit tergantung kebijakan
masing-masing departemen
Jika ada darah/ tumpahan sitotoksik :
Bawa spill kit, buka kotak dan tutup area
tumpahan dengan potongan-potongan kain
kasa.
Pasang papan peringatan Awas berwarna
kuning
Hubungi staf rumah tangga.
Masukkan APD
Dengan bantuan gunting yang terdapat di
kotak kit, ambil kain kasa dan masukkan ke
dalam tas kuning/ungu.
Setelah daerah tumpahan telah dibersihkan
buang semua APD dan masukkan ke dalam
kantong plastik masing-masing.
Laporkan tumpahan dalam Laporan insiden
dan kirimkan laporan ke K3RS.
Sudah, terkait dengan jadwal yang diberikan
oleh K3RS berkoordinasi dengan Bagian
Diklat. Bila belum, saya akan melapor ke
Kepala Departemen.

Bekerja sesuai prosedur dan instruksi kerja,


pemakaian APD yang tepat, pengukuran
paparan radiasi baik ke pasien, pekerja dan
lingkungan terjadwal sesuai program proteksi
radiasi
(dalam Radiology Safety Plan)

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

39

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
8 Jika terdapat
kebakaran dan
tidak dapat
menanggulanginya dengan
APAR? Apa yang
anda lakukan
dan nomor siapa
yang dapat dihubungi?

Dimana tempat
berkumpul ketika
terjadi bencana?

10 Dimana letak
APAR terdekat
dalam lokasi
Anda jika terjadi
kebakaran?

40

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Jawaban
Pecahkan fire alarm glass di koridor
Bila tidak mendengar bunyi alarm, laporkan
ke Koordinator Lantai/ Zona atau telepon ke
nomor telepon darurat
Evakuasikan pasien di sekitar area terbakar
dan ikuti instruksi kerja evakuasi
Matikan semua peralatan yang menggunakan tenaga listrik dan cabut semua steker
dari stop kontaknya
Jika melihat api dekat dengan pipa aliran
oksigen segera laporkan ke Koordinator
Lantai
Bila api membesar dan asap berada di
langit-langit area selasar, segera laporkan
ke Koordinator Lantai
Bila asap menyebar di atas lantai terbakar,
segera laporkan ke Koordinator Lantai
Nomor yang dapat dihubungi: pos security
pusat ext 6666
SPO penyelamatan diri bila terjadi
kebakaran
Arah dan jalur evakuasi ada di semua
gedung
Jalur RAM dan Tangga Darurat evakuasi
(Gedung A, Gedung Kencana)
Denah tempat/ titik berkumpul masingmasing gedung
Denah lokasi masing-masing gedung

Doctors Need To Know and Do


SQE (Staff Qualification and Education)
No
Pertanyaan
1 Dapatkah Anda
menjelaskan
uraian jabatan
Anda?

Dapatkah Anda
menjelaskan
garis besar isi
personal file
Anda?

Jawaban
SK tentang penyusunan uraian jabatan di
RSUPN DR Cipto Mangunkusumo:
Uraian jabatan adalah proses, metode dan
teknik untuk memperoleh data jabatan yang
diolah menjadi informasi jabatan dan disajikan
untuk kepentingan program pegawai serta
memberikan umpan balik bagi organisasi dan
tatalaksana.
Uraian jabatan staff bersifat personal
tergantung pada jabatan yang dimiliki. Secara
umum uraian jabatan tersebut terdiri dari nama,
NIP, jabatan, misi organisasi, misi jabatan,
hasil kerja, bahan kerja, perangkat kerja, sifat
jabatan, pelaksanaan tugas (uraian tugas,
tanggung jawab dan wewenang), nama
jabatan bawahan langsung, korelasi jabatan,
kondisi pelaksanaan kerja, persyaratan
jabatan, kondisi fisik, butiran informasi lain
dan surat tugas.
Uraian jabatan ini disimpan oleh bagian
administrasi di masing- masing departemen/
divisi/ unit tempat bertugas dan salinannya
harus dimiliki oleh setiap staf medis yang
bersangkutan.
SK tentang pengelolaan dokumen/ arsip
pegawai di RSUPN DR Cipto
Mangunkusumo:
Personal file/ arsip pegawai adalah rekaman
kegiatan atau peristiwa dalam berbagai
bentuk meliputi dokumen surat maupun surat
keputusan yang berkaitan dengan data pegawai,
pengembangan pegawai, hak- hak pegawai
serta reward and punishment pegawai.
Personal file ini disimpan oleh bagian SDM
didepartemen/ divisi/ unit, bersifat rahasia
(hanya dapat dipinjam maksimal 1 hari)
dan dikelola secara sistematis pertahun
dan dimusnahkan 10 tahun sejak pegawai
berhenti, pensiun, atau pindah.
Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

41

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
3 Anda sudah
mendapatkan
pelatihan apa
saja?

42

Jawaban
Educational training dan pelatihan khusus
yang terkait pekerjaan yang saya lakukan.
(Pelatihan umum yang diperoleh misalnya:
BHD, Simulasi Bencana, Penggunaan APAR,
Infection control, Quality training (Pelaporan
Insiden, RCA, FMEA, PDSA, Patient Safety,
Pengumpulan Data Indikator), dll)
Apakah dilakukan Ya. Orientasi RSCM secara umum, orientasi
orientasi terhadap tempat kerja, dan orientasi pekerjaan yang
petugas yang
akan dilakukan.
baru masuk ?
SPO Program Orientasi Pegawai Baru
Orientasi apa
saja?
Bisakah Anda
Setiap dokter harus mengajukan permohonan
menjelaskan
penugasan klinis dengan menyertakan
proses Clinical
permintaan terhadap jenis kewenangan klinis
Privilege untuk
(clinical privilege) spesifik tertentu dalam
Anda?
Formulir Permohonan yang telah disiapkan
Komite Medik dengan melibatkan mitra bestari
pada saat berakhirnya masa berlaku surat
penugasan klinis
Sudah ada di dalam SK Clinical Privilege

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Doctors Need To Know and Do


MCI (Management of Communication and Information)
No
Pertanyaan
1 Apakah ada
prosedur
singkatansingkatan yang
dipakai dan yang
tidak dipakai
di dalam buku
daftar singkatan
RSCM?
2 Bagaimana
Dokter bisa
mengakses
daftar standar
singkatan RSCM
tersebut?

Bagaimana
standar Rekam
Medik RSCM?

Jawaban
RSCM memiliki Buku Standar Singkatan
RSCM, di dalamnya ada singkatan yang boleh
dan tidak boleh dipakai. Bila tidak ada dalam
Buku Standar Singkatan berarti kata tersebut
tidak boleh disingkat.

1. Melalui Buku Standar Singkatan RSCM


yang dapat diperoleh di setiap nurse station.
2. Melalui bentuk pdf dari Buku Standar
Singkatan RSCM yang dapat disimpan di
HP/ Ipad/ laptop masing-masing dokter
(soft copy pdf ini dapat diminta pada Kepala
Departemen/ Penanggung jawab JCI
Departemen/ PJ JCI PPDS Departemen).
3. Melalui layar monitor komputer di IGD
Rekam Medik harus dilengkapi sesuai dengan
Panduan Close Medical Record Review dari
JCI.
Rekam Medik harus dijaga kerahasiaannya.

Apa saja jenis


ronde di RSCM?

Apa kriteria
kasus medik
sulit?

Rekam Medik harus disertakan saat pasien


dikirim untuk dikonsul atau dilakukan prosedur
invasif, dibawa oleh petugas RS.
1. Ronde kasus medik sulit dan hospital
malnutrition
2. Ronde klinik
3. Ronde manajemen
Kasus medik sulit adalah penyakit dengan
diagnosis lebih dari tiga, LOS lebih dari
10 hari, biaya perawatan tinggi, berisiko
malnutrisi dan menggunakan nutrisi enteral
atau parenteral.

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

43

Doctors Need To Know and Do


No
Pertanyaan
6 Bagaimana
prosedur
pengisian
resume poliklinik
(summary list)
oleh dokter?

Jawaban
Resume poliklinik (summary list) adalah
ringkasan dari pengobatan seorang pasien
yang memiliki kunjungan berulang (penyakit
kronik) dan pelayanan khusus seperti
hemodialisa, radioterapi, kemoterapi, dan
rehabilitasi medik.
Pada setiap kunjungan, setelah pasien selesai
diperiksa, dokter yang memeriksa pasien
segera membuat resume poliklinik (summary
list).
Dokter mengisi resume poliklinik (summary
list) dengan jelas dan lengkap pada formulir
resume poliklinik (summary list) yang berlaku.
Resume poliklinik dibuat rangkap dua (lembar
asli kepada pasien/ penjamin, lembar kedua
disimpan di rekam medis).

44

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Catatan

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

45

Catatan

46

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

Catatan

Rumah Sakit
Dr. Cipto Mangunkusumo

47