Anda di halaman 1dari 14

JAMUR

dalam kehidupan sehari hari , kita memanfaatkan jenis jamur tertentu dalam pembuatan bahan
makanan ,misalnya tempe dan oncom . jamur dapat tumbuh di kulit dan menyebabkan noda noda putih
seta menimbulkan rasa gatal . kita pun dapat menemukan jamur di tempat pembuangan sampah , di
bagian kayu yang lapuk atau ditumpukkan jerami padi .
Ciri-ciri kelompok jamur, dalam hal morfologi, cara memperoleh nutrisi dan Reproduksi.
Ciri-ciri jamur/fungi
Tidak memiliki klorofil
Tubuhnya terdiri dari filament atau benang
Benang bercabang-cabang yang disebut hifa
Benang hifa berkumpul membentuk suatu anyaman masa atau gumpalan yang disebut
miselium
Cara hidupnya bersifat heterotrof baik parasit maupun saprofit
STRUKTUR TUBUH JAMUR
Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Di dalam hifa terdapat
sitoplasma dengan organel yang biasa ditemukan pada eukariotik. Hifa membentuk suatu anyaman
yang disebut miselium (jamak, miselia), yang merupakan jaringan makanan dari suatu jamur.
Sebagian besar jamur merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), kecuali khamir (ragi)
adalah organisme bersel tunggal (uniseluler). Hifa dibagi menjadi sel-sel oleh sekat atau septum
(jamak, septa). Septa umumnya memiliki pori yang cukup untuk mengalirkan isi sel dari satu sel ke
sel yang lain.
Beberapa jamur yang hifanya tidak bersekat, dikenal sebagai senositik. Sebagian besar jamur
membentuk dinding selnya terutama dari kitin (chitin), suatu karbohidrat yang mengandung nitrogen.
Jamur parasitik umumnya memiliki sejumlah hifa yang termodifikasi sebagai hausteria, ujung hifa

penyerap makanan yang menembus jaringan inang. Miselium jamur tumbuh sangat cepat, menyebar
ke tempat sekitarnya.

Cara Memperoleh Makanan


Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan
(absorpsi). Jamur akan menyerap organik kecil dari lingkungan sekitarnya, kemudian dicerna di luar
tubuhnya dengan cara mengeluarkan berbagai enzim. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekulmolekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, yang dapat diserap dan digunakan oleh
jamur. Cara memperoleh makanan dengan penyerapan ini menjadikan jamur sebagai pengurai
(saproba), parasit, dan simbiosis mutualis. Jamur saprobik menyerap zat-zat makanan dari bahan
organik yang sudah mati, seperti pohon tumbang, bangkai hewan atau buangan organisme hidup.
Dapatkah kamu sebutkan contohnya? Jamur parasitik menyerap makanan dari sel-sel inang yang
masih hidup, misalnya jenis jamur tertentu yang menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik.
Jamur mutualistik juga menyerap makanan dari inangnya, tetapi jamur tersebut memberi keuntungan
kepada pasangannya. Contohnya: lumut kerak (lichen), perpaduan antara jamur dan alga. Jamur
hidup di lingkungan yang sangat beraneka ragam, bersimbiosis dengan banyak organisme.
Kebanyakan kelompok jamur ini hidup di darat, ada juga beberapa jenis jamur yang hidup di laut dan
air tawar.

Perkembangbiakan Jamur
Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. Hifa yang
khusus sebagai penghasil spora menghasilkan spora haploid (kromosom tidak berpasangan). Jika
kondisi lingkungan memungkinkan, jamur menghasilkan banyak spora secara aseksual. Spora
terbawa angin atau air, mendarat di tempat yang lembap, kemudian berkecambah. Miselium
membentuk suatu badan penghasil spora yang bersifat haploid. Gambar 5.3 memperlihatkan siklus
hidup jamur secara umum. Reproduksi seksual terjadi ketika ada perubahan lingkungan. Ada dua
tahapan reproduksi seksual, yaitu plasmogami dan kariogami. Plasmogami adalah penyatuan
sitoplasma dua miselia yang berdekatan. Plasmogami akan menghasilkan suatu tahap dikariotik
(n+n) karena nukleus haploid dari masing-masing induk membentuk pasangan, tetapi tidak menyatu.
Kariogami adalah penyatuan dua inti haploid, menghasilkan inti diploid (kromosom berpasangpasangan). Sel diploid mengalami pembelahan meiosis langsung. Siklus hidup pada sebagian besar
jamur meliputi tiga fase, yaitu haploid (n), dikariotik (n + n), dan diploid (2n). Perkembangbiakan
secara seksual merupakan salah satu ciri yang dijadikan dasar klasifikasi jamur.
Pengelompokkan Jamur

JAMUR

ZYGOMYCO

MUCOR

ASCOMYCOT

MUCEDO
KHAMIR

BASIDIOMY

JAMUR

JERAMI
Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah
selama tahap-tahap
seksual dalam daur hidupnya. Jamur yang diketahui tingkat seksualnya disebut jamur perfek

(sempurna). Sedangkan jamur yang belum diketahui tingkat seksualnya disebut jamur imperfek.
selama belum diketahui tingkat perfeknya digolongkan pada fungi imperfecti atau Deuteromycota
1. Zygomycota
Jamur ini hidup di darat, pada jamur muda talusnya bermiselium aseptat (tidak bersekat) dan
berseptat pada jamur yang lebih tua.
Reproduksi seksualnya melalui gametangium dan menghasilkan Zigospora
Contoh : Mucor mucedo

Beberapa jenis jamur dari kelompok zygomycota hidup di dalam tanah, bersimbiosis dengan akar
tumbuhan tinggi. Hidup bersama antara akar dan filamen jamur semacam ini disebut mikoriza, yang
umumnya terjadi sejak akar masih muda. Simbiosis ini menguntungkan kedua belah pihak. Jamur
memperoleh makanan berupa zat organik dari akar tanaman, sedangkan penyerapan air dan mineral
dari dalam tanah meningkat karena dibantu oleh jamur. Selain itu, hifa jamur menghasilkan hormon
yang merangsang pertumbuhan tanaman.
2. Ascomycota
Ascomycota merupakan kelompok jamur yang terbesar meliputi sekitar 30.000 spesies yang hidup
bebas, ditambah 18.000 spesies yang bersimbiosis dengan alga. Sebagian besar bersel banyak,
membentuk hifa yang bersekat dengan inti haploid. Hanya sebagian kecil yang bersel tunggal,
seperti ragi (Saccharomyces) yang bisa digunakan untuk mengembangkan roti. Kebanyakan
ascomycota merupakan saproba, tetapi ada juga yang hidup parasit dan menimbulkan penyakit pada
tumbuhan.
Perkembangbiakan secara aseksual pada Askomikotina bersel banyak dengan membentuk
konidiospora yang dihasilkan secara berantai oleh ujung hifa. Konidiospora kecil, ringan seperti
debu, mudah terbawa angin, dan akan tumbuh pada tempat yang sesuai. Reproduksi seksual
dilakukan dengan pembentukan spora di dalam kantung kecil yang disebut askus. Oleh karena itu,
sporanya disebut askospora dan kelompok jamur ini disebut ascomycota

Ciri utama :
a. Mempunyai talus yang terdiri dari miselium septat
b. Reproduksi seksualnya dengan membentuk askospora di dalam askus, sedangkan aseksualnya
dengan membentuk konidium tunggal atau berantai pada ujung hifa yang disebut konidiosfor.
c. Ada yang hidup sebagai saprofit yang menghancurkan sisa-sisa organik, ada pula yang parasit
Contoh jamur yang termasuk ascomycota adalah :
1. Khamir (Saccharomyces) (pembuatan roti dan minuman beralkohol)
2. Penicillium

Penicillium notatum, Penicillium chryzogenum (penghasil anti biotik)


Penicillium comemberti dan Penicillium requoforti untuk peningkatan kualitas dalam
pembuatan keju.
Penicillium italicum, Penicillium digitatum (perusak buah jeruk).
3. Aspergilus :
Aspergilus fumigates penyebab aspergilosis (penyakit yang berbahaya pada unggas
piaraan dan liar yang menyerang saluran pernapasan. Jamur ini tumbuh pada kotoran.
Aspergilus fumigates penghasil aflatoksin yang merupakan penyebab kanker hati.

Siklus Hidup Ascomycota

Reproduksi Seksual Ascomycota multiseluler

Askus dengan
AskoTrikogin
Anteredium
Tiap 8 askosporaJenis jantangoniu
inti
Inti haploid jantan
m
haplo
Jenis betina
Berpindah ke dalam

id
mem
belah
Meiosis
sekal
i
deng
Askus
anmuda
mitos
Nukleus
isdiploid (2n)

askogonium
Hifa
dikariot
ik
(n + n)
berkem
bang
dari
askogo
Askokarp terdiri dari hifa dikariotiknium
(n + n) dan hifa steril (n)

3. Basidiomycota
Kelompok jamur ini banyak dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau
substrat lainnya, seperti jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk
payung. Tubuh buahnya disebut basidiokarpus terdiri atas jalinan hifa dikariotik (setiap sel
intinya berpasangan). Ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidia yang di dalamnya
terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis
yang menghasilkan 4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan yang berisi
protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan, dan
terbentuk empat buah basidiospora haploid.
Pertemuan dua hifa berbeda, hifa (+) dan hifa (-), terjadi di dalam tanah menghasilkan hifa
dikariotik yang dengan cepat tumbuh menjadi tubuh buah (basidiokarpus). Perkembangan
basidiokarpus terjadi di atas permukaan tanah, sampai dihasilkannya basidiokarpus. Pembentukan
basidiospora terjadi di dalam basidium yang terletak di permukaan bawah tudung basidiokarpus
(cendawan). Tudung cendawan menyokong dan melindungipermukaan basidia yang sangat luas.
Cendawan melepaskan banyak basidiospora yang jatuh di bawah tudung dan tertiup angin. Jika
siklus hidup Ascomycota dibandingkan dengan siklus hidup Basidiomikotina, manakah yang
masa dikariotiknya lebih panjang? Hanya sebagian kecil basidiomycetes yang berkembang biak
secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi hifa.

Ciri utama :
a. Jamur ini mayoritas memiliki tubuh buah makroskopis, seringkali ditemukan di lingkungan
sekitar kita dan hutan.
b. Jamur ini memiliki hifa berseptat (bersekat) dengan sambungan apit (clamp connection).
c. Spora seksualnya adalah basidiospora yang dibentuk pada basidium
d. Hifa mempunyai satu atau dua inti sel. Hifa yang berinti satu disebut hifa primer, sedangkan
yang berinti dua disebut hifa sekunder.
Contoh : Jamur Jerami (Volvariela volvacea)

Reproduksi Basidiomycota

Basidium

Hifa
+
Basidiospora

Hifa bermiselia

Basidiospora
Hifa -

Miselium dikariotik

Basidium
Sterigma

Basidiokarp muda
Bilah-bilah
dengan basidia
Tudung

Perkembangan
basidia

Bilah
Basidiokarp
(tubuh buah)

4. Deuteromycota
Jamur ini disebut juga Fungi imperfecti (jamur tidak sempurna) karena jamur ini hanya diketahui
cara reproduksi aseksualnya saja yang dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas),
artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa) dan konidia. Sedangkan reproduksi
seksualnya belum diketahui dengan jelas. Tetapi jika dalam penelitian diketahui reproduksi
seksualnya maka akan dikeluarkan dari kelompok jamur tidak sempurna misalnya jamur Monilia
sitophila, sebelum diketahui reproduksi seksualnya digolongkan pada Deuteromycota tetapi

setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora di dalam askus
(peritesium) dikelompokkan ke dalam Ascomycota dan diganti dengan nama Neurospora
sitophila atau Neurospora crassa.
Ciri-ciri Deuteromycota :
1. Hidup saprofit maupun parasit
2. Hifa bersekat
3. Umumnya mikroskopis
Contoh jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya :
1. Epidermophyton floocosum, parasit pada kaki
2. Epidermophyton, Microsporium, Trichopyton penyebab penyakit dermatomikosis
3. Alternaria, parasit pada tanaman kentang
4. Helminthosporium, parasit pada tanaman padi
5. Colletrichum, parasit pada bawang merah

JAMUR

Ciri-ciri kelompok jamur, dalam hal morfologi, cara memperoleh nutrisi dan Reproduksi.
Ciri-ciri jamur/fungi
Tidak memiliki klorofil
Tubuhnya terdiri dari filament atau benang
Benang bercabang-cabang yang disebut hifa
Benang hifa berkumpul membentuk suatu anyaman masa atau gumpalan yang disebut
miselium
Cara hidupnya bersifat heterotrof baik parasit maupun saprofit
STRUKTUR TUBUH JAMUR

Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Di dalam hifa terdapat
sitoplasma dengan organel yang biasa ditemukan pada eukariotik. Hifa membentuk suatu anyaman
yang disebut miselium (jamak, miselia), yang merupakan jaringan makanan dari suatu jamur.
Sebagian besar jamur merupakan organisme bersel banyak (multiseluler), kecuali khamir (ragi)
adalah organisme bersel tunggal (uniseluler). Hifa dibagi menjadi sel-sel oleh sekat atau septum
(jamak, septa). Septa umumnya memiliki pori yang cukup untuk mengalirkan isi sel dari satu sel ke
sel yang lain.
Beberapa jamur yang hifanya tidak bersekat, dikenal sebagai senositik. Sebagian besar jamur
membentuk dinding selnya terutama dari kitin (chitin), suatu karbohidrat yang mengandung nitrogen.
Jamur parasitik umumnya memiliki sejumlah hifa yang termodifikasi sebagai hausteria, ujung hifa
penyerap makanan yang menembus jaringan inang. Miselium jamur tumbuh sangat cepat, menyebar
ke tempat sekitarnya.

Cara Memperoleh Makanan


Jamur merupakan organisme heterotrof yang mendapatkan makanan melalui penyerapan
(absorpsi). Jamur akan menyerap organik kecil dari lingkungan sekitarnya, kemudian dicerna di luar
tubuhnya dengan cara mengeluarkan berbagai enzim. Enzim-enzim itu akan menguraikan molekulmolekul kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana, yang dapat diserap dan digunakan oleh
jamur. Cara memperoleh makanan dengan penyerapan ini menjadikan jamur sebagai pengurai
(saproba), parasit, dan simbiosis mutualis. Jamur saprobik menyerap zat-zat makanan dari bahan
organik yang sudah mati, seperti pohon tumbang, bangkai hewan atau buangan organisme hidup.
Dapatkah kamu sebutkan contohnya? Jamur parasitik menyerap makanan dari sel-sel inang yang
masih hidup, misalnya jenis jamur tertentu yang menginfeksi paru-paru manusia, bersifat patogenik.
Jamur mutualistik juga menyerap makanan dari inangnya, tetapi jamur tersebut memberi keuntungan
kepada pasangannya. Contohnya: lumut kerak (lichen), perpaduan antara jamur dan alga. Jamur
hidup di lingkungan yang sangat beraneka ragam, bersimbiosis dengan banyak organisme.
Kebanyakan kelompok jamur ini hidup di darat, ada juga beberapa jenis jamur yang hidup di laut dan
air tawar.

Perkembangbiakan Jamur
Jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan secara aseksual atau seksual. Hifa yang
khusus sebagai penghasil spora menghasilkan spora haploid (kromosom tidak berpasangan). Jika
kondisi lingkungan memungkinkan, jamur menghasilkan banyak spora secara aseksual. Spora
terbawa angin atau air, mendarat di tempat yang lembap, kemudian berkecambah. Miselium
membentuk suatu badan penghasil spora yang bersifat haploid. Gambar 5.3 memperlihatkan siklus
hidup jamur secara umum. Reproduksi seksual terjadi ketika ada perubahan lingkungan. Ada dua
tahapan reproduksi seksual, yaitu plasmogami dan kariogami. Plasmogami adalah penyatuan
sitoplasma dua miselia yang berdekatan. Plasmogami akan menghasilkan suatu tahap dikariotik
(n+n) karena nukleus haploid dari masing-masing induk membentuk pasangan, tetapi tidak menyatu.
Kariogami adalah penyatuan dua inti haploid, menghasilkan inti diploid (kromosom berpasangpasangan). Sel diploid mengalami pembelahan meiosis langsung. Siklus hidup pada sebagian besar
jamur meliputi tiga fase, yaitu haploid (n), dikariotik (n + n), dan diploid (2n). Perkembangbiakan
secara seksual merupakan salah satu ciri yang dijadikan dasar klasifikasi jamur.
Pengelompokkan Jamur

JAMUR

ZYGOMYCO

MUCOR

ASCOMYCOT

MUCEDO
KHAMIR

BASIDIOMY

JAMUR

JERAMI
Klasifikasi jamur terutama didasarkan pada ciri-ciri spora seksual dan tubuh buah
selama tahap-tahap
seksual dalam daur hidupnya. Jamur yang diketahui tingkat seksualnya disebut jamur perfek
(sempurna). Sedangkan jamur yang belum diketahui tingkat seksualnya disebut jamur imperfek.
selama belum diketahui tingkat perfeknya digolongkan pada fungi imperfecti atau Deuteromycota
5. Zygomycota
Jamur ini hidup di darat, pada jamur muda talusnya bermiselium aseptat (tidak bersekat) dan
berseptat pada jamur yang lebih tua.
Reproduksi seksualnya melalui gametangium dan menghasilkan Zigospora
Contoh : Mucor mucedo

Beberapa jenis jamur dari kelompok zygomycota hidup di dalam tanah, bersimbiosis dengan akar
tumbuhan tinggi. Hidup bersama antara akar dan filamen jamur semacam ini disebut mikoriza, yang
umumnya terjadi sejak akar masih muda. Simbiosis ini menguntungkan kedua belah pihak. Jamur
memperoleh makanan berupa zat organik dari akar tanaman, sedangkan penyerapan air dan mineral
dari dalam tanah meningkat karena dibantu oleh jamur. Selain itu, hifa jamur menghasilkan hormon
yang merangsang pertumbuhan tanaman.
6. Ascomycota
Ascomycota merupakan kelompok jamur yang terbesar meliputi sekitar 30.000 spesies yang hidup
bebas, ditambah 18.000 spesies yang bersimbiosis dengan alga. Sebagian besar bersel banyak,
membentuk hifa yang bersekat dengan inti haploid. Hanya sebagian kecil yang bersel tunggal,
seperti ragi (Saccharomyces) yang bisa digunakan untuk mengembangkan roti. Kebanyakan
ascomycota merupakan saproba, tetapi ada juga yang hidup parasit dan menimbulkan penyakit pada
tumbuhan.
Perkembangbiakan secara aseksual pada Askomikotina bersel banyak dengan membentuk
konidiospora yang dihasilkan secara berantai oleh ujung hifa. Konidiospora kecil, ringan seperti
debu, mudah terbawa angin, dan akan tumbuh pada tempat yang sesuai. Reproduksi seksual
dilakukan dengan pembentukan spora di dalam kantung kecil yang disebut askus. Oleh karena itu,
sporanya disebut askospora dan kelompok jamur ini disebut ascomycota

Ciri utama :
d. Mempunyai talus yang terdiri dari miselium septat
e. Reproduksi seksualnya dengan membentuk askospora di dalam askus, sedangkan aseksualnya
dengan membentuk konidium tunggal atau berantai pada ujung hifa yang disebut konidiosfor.
f. Ada yang hidup sebagai saprofit yang menghancurkan sisa-sisa organik, ada pula yang parasit
Contoh jamur yang termasuk ascomycota adalah :
4. Khamir (Saccharomyces) (pembuatan roti dan minuman beralkohol)
5. Penicillium
Penicillium notatum, Penicillium chryzogenum (penghasil anti biotik)
Penicillium comemberti dan Penicillium requoforti untuk peningkatan kualitas dalam
pembuatan keju.
Penicillium italicum, Penicillium digitatum (perusak buah jeruk).
6. Aspergilus :
Aspergilus fumigates penyebab aspergilosis (penyakit yang berbahaya pada unggas
piaraan dan liar yang menyerang saluran pernapasan. Jamur ini tumbuh pada kotoran.
Aspergilus fumigates penghasil aflatoksin yang merupakan penyebab kanker hati.

Siklus Hidup Ascomycota

Reproduksi Seksual Ascomycota multiseluler

Askus dengan
AskoTrikogin
Anteredium
Tiap 8 askosporaJenis jantangoniu
inti
Inti haploid jantan
m
haplo
Jenis betina
Berpindah ke dalam

id
mem
belah
Meiosis
sekal
i
deng
Askus
anmuda
mitos
Nukleus
isdiploid (2n)

askogonium
Hifa
dikariot
ik
(n + n)
berkem
bang
dari
askogo
Askokarp terdiri dari hifa dikariotiknium
(n + n) dan hifa steril (n)

7. Basidiomycota
Kelompok jamur ini banyak dikenal karena tubuh buahnya tampak jelas di permukaan tanah atau
substrat lainnya, seperti jamur merang (Volvariella volvacea) dengan tubuh buah berbentuk
payung. Tubuh buahnya disebut basidiokarpus terdiri atas jalinan hifa dikariotik (setiap sel
intinya berpasangan). Ujung-ujung hifa menggembung membentuk basidia yang di dalamnya
terjadi peleburan dua inti haploid menjadi satu inti diploid, disusul dengan pembelahan meiosis
yang menghasilkan 4 inti haploid. Selanjutnya, basidium membentuk empat tonjolan yang berisi
protoplasma dan keempat inti haploid tadi masing-masing akan mengisi tiap tonjolan, dan
terbentuk empat buah basidiospora haploid.
Pertemuan dua hifa berbeda, hifa (+) dan hifa (-), terjadi di dalam tanah menghasilkan hifa
dikariotik yang dengan cepat tumbuh menjadi tubuh buah (basidiokarpus). Perkembangan
basidiokarpus terjadi di atas permukaan tanah, sampai dihasilkannya basidiokarpus. Pembentukan
basidiospora terjadi di dalam basidium yang terletak di permukaan bawah tudung basidiokarpus
(cendawan). Tudung cendawan menyokong dan melindungipermukaan basidia yang sangat luas.
Cendawan melepaskan banyak basidiospora yang jatuh di bawah tudung dan tertiup angin. Jika
siklus hidup Ascomycota dibandingkan dengan siklus hidup Basidiomikotina, manakah yang
masa dikariotiknya lebih panjang? Hanya sebagian kecil basidiomycetes yang berkembang biak
secara aseksual, yaitu dengan fragmentasi hifa.
Ciri utama :

e. Jamur ini mayoritas memiliki tubuh buah makroskopis, seringkali ditemukan di lingkungan
sekitar kita dan hutan.
f. Jamur ini memiliki hifa berseptat (bersekat) dengan sambungan apit (clamp connection).
g. Spora seksualnya adalah basidiospora yang dibentuk pada basidium
h. Hifa mempunyai satu atau dua inti sel. Hifa yang berinti satu disebut hifa primer, sedangkan
yang berinti dua disebut hifa sekunder.
Contoh : Jamur Jerami (Volvariela volvacea)

Reproduksi Basidiomycota

Basidium

Hifa
+
Basidiospora

Hifa bermiselia

Basidiospora
Hifa -

Miselium dikariotik

Basidium
Sterigma

Basidiokarp muda
Bilah-bilah
dengan basidia
Tudung

Perkembangan
basidia

Bilah
Basidiokarp
(tubuh buah)

8. Deuteromycota
Jamur ini disebut juga Fungi imperfecti (jamur tidak sempurna) karena jamur ini hanya diketahui
cara reproduksi aseksualnya saja yang dengan membentuk blastospora (berbentuk tunas),
artrospora (pembentukan spora dengan benang-benang hifa) dan konidia. Sedangkan reproduksi
seksualnya belum diketahui dengan jelas. Tetapi jika dalam penelitian diketahui reproduksi
seksualnya maka akan dikeluarkan dari kelompok jamur tidak sempurna misalnya jamur Monilia
sitophila, sebelum diketahui reproduksi seksualnya digolongkan pada Deuteromycota tetapi
setelah diketahui reproduksi seksualnya yaitu dengan menghasilkan askospora di dalam askus

(peritesium) dikelompokkan ke dalam Ascomycota dan diganti dengan nama Neurospora


sitophila atau Neurospora crassa.
Ciri-ciri Deuteromycota :
4. Hidup saprofit maupun parasit
5. Hifa bersekat
6. Umumnya mikroskopis
Contoh jamur yang belum diketahui reproduksi seksualnya :
6. Epidermophyton floocosum, parasit pada kaki
7. Epidermophyton, Microsporium, Trichopyton penyebab penyakit dermatomikosis
8. Alternaria, parasit pada tanaman kentang
9. Helminthosporium, parasit pada tanaman padi
10. Colletrichum, parasit pada bawang merah