Anda di halaman 1dari 43

Asam lemak

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Belum Diperiksa
Asam lemak (bahasa Inggris: fatty acid) adalah senyawa alifatik dengan gugus karboksil.
Bersama-sama dengan gliserol, asam lemak merupakan penyusun utama minyak nabati atau
lemak dan merupakan bahan baku untuk semua lipid pada makhluk hidup. Asam ini mudah
dijumpai dalam minyak masak (goreng), margarin, atau lemak hewan dan menentukan nilai
gizinya. Secara alami, asam lemak bisa berbentuk bebas (sebagai lemak yang terhidrolisis)
maupun terikat sebagai gliserida.

Daftar isi

1 Karakteristik

2 Aturan penamaan

3 Beberapa asam lemak

4 Biosintesis asam lemak

5 Nilai gizi

6 Lihat pula

7 Pranala luar

Karakteristik

Perbandingan model asam stearat (C18:0, atas), poke (C18:1, tengah), dan asam -linolenat (C18:3, bawah). Posisi
cis pada ikatan rangkap dua mengakibatkan melengkungnya rantai dan mengubah perilaku fisik dan kimiawi ketiga
asam lemak ini. Pelengkungan tidak terjadi secara nyata pada ikatan rangkap dengan posisi trans.

Asam lemak tidak lain adalah asam alkanoat atau asam karboksilat dengan rumus kimia RCOOH or R-CO2H. Contoh yang cukup sederhana misalnya adalah H-COOH yang adalah asam
format, H3C-COOH yang adalah asam asetat, H5C2-COOH yang adalah asam propionat, H7C3COOH yang adalah asam butirat dan seterusnya mengikuti gugus alkil yang mempunyai ikatan
valensi tunggal, sehingga membentuk rumus bangun alkana.
Karena berguna dalam mengenal ciri-cirinya, asam lemak dibedakan menjadi asam lemak jenuh
dan asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atomatom karbon penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan
ganda di antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak merupakan asam lemah, dan dalam air terdisosiasi sebagian. Umumnya berfase cair
atau padat pada suhu ruang (27 Celsius). Semakin panjang rantai C penyusunnya, semakin
mudah membeku dan juga semakin sukar larut.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh.
Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi).
Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak.
Keberadaan ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh menjadikannya memiliki dua bentuk: cis
dan trans. Semua asam lemak nabati alami hanya memiliki bentuk cis (dilambangkan dengan
"Z", singkatan dari bahasa Jerman zusammen). Asam lemak bentuk trans (trans fatty acid,
dilambangkan dengan "E", singkatan dari bahasa Jerman entgegen) hanya diproduksi oleh sisa
metabolisme hewan atau dibuat secara sintetis. Akibat polarisasi atom H, asam lemak cis
memiliki rantai yang melengkung. Asam lemak trans karena atom H-nya berseberangan tidak
mengalami efek polarisasi yang kuat dan rantainya tetap relatif lurus.

Ketengikan (Ingg. rancidity) terjadi karena asam lemak pada suhu ruang dirombak akibat
hidrolisis atau oksidasi menjadi hidrokarbon, alkanal, atau keton, serta sedikit epoksi dan alkohol
(alkanol). Bau yang kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini.

Aturan penamaan
Beberapa aturan penamaan dan simbol telah dibuat untuk menunjukkan karakteristik suatu asam
lemak. Nama sistematik dibuat untuk menunjukkan banyaknya atom C yang menyusunnya (lihat
asam alkanoat). Angka di depan nama menunjukkan posisi ikatan ganda setelah atom pada posisi
tersebut. Contoh: asam 9-dekanoat, adalah asam dengan 10 atom C dan satu ikatan ganda setelah
atom C ke-9 dari pangkal (gugus karboksil). Nama lebih lengkap diberikan dengan memberi
tanda delta () di depan bilangan posisi ikatan ganda. Contoh: asam 9-dekanoat.
Simbol C diikuti angka menunjukkan banyaknya atom C yang menyusunnya; angka di belakang
titikdua menunjukkan banyaknya ikatan ganda di antara rantai C-nya). Contoh: C18:1, berarti
asam lemak berantai C sebanyak 18 dengan satu ikatan ganda.
Lambang omega () menunjukkan posisi ikatan ganda dihitung dari ujung (atom C gugus metil).

Beberapa asam lemak


Berdasarkan panjang rantai atom karbon (C), berikut sejumlah asam lemak alami (bukan sintetis)
yang dikenal. Nama yang disebut lebih dahulu adalah nama sistematik dari IUPAC dan diikuti
dengan nama trivialnya.

Asam oktanoat (C8:0), asam kaprilat.

Asam dekanoat (C10:0), asam kaprat.

Asam dodekanoat (C12:0), asam laurat.

Asam 9-dodekenoat (C12:1), asam lauroleinat, -3.

Asam tetradekanoat (C14:0), asam miristat.

Asam 9-tetradekenoat (C14:1), asam miristoleinat, -5.

Asam heksadekanoat (C16:0), asam palmitat.

Asam 9-heksadekenoat (C16:1), asam palmitoleinat, -7.

Asam oktadekanoat (C18:0), asam stearat.

Asam 6-oktadekenoat (C18:1), asam petroselat, -12.

Asam 9-oktadekenoat (C18:1), asam oleat, -9.

Asam 9-hidroksioktadekenoat (C18:1), asam ricinoleat, -9, OH-7.

Asam 9,12-oktadekadienoat (C18:2), asam linoleat, -6, -9.

Asam 9,12,15-oktadekatrienoat (C18:3), asam -linolenat, -3, -6, -9.

Asam 6,9,12-oktadekatrienoat (C18:3), asam -linolenat, -6, -9, -12.

Asam 8,10,12-oktadekatrienoat (C18:3), asam kalendulat, -6, -8, -10.

Asam 9,11,13-oktadekatrienoat (C18:3), asam -elaeostearat, -7, -9, -11.

Asam 9,11,13,15-oktadekatetraenoat (C18:4), asam -parinarat, -3, -5, -7, -9.

Asam eikosanoat (C20:0), asam arakidat.

Asam 5,8,11,14-eikosatetraenoat (C20:4), asam arakidonat, -6, -9, -12, -15.

Asam 9-eikosenoat (C20:1), asam gadoleinat, -11.

Asam 11-eikosenoat (C20:1), asam eikosenat, -9.

Asam dokosanoat (C22:0), asam behenat.

Asam 13-dokosenoat (C22:1), asam erukat, -9.

Asam tetrakosanoat (C24:0), asam lignoserat.

Asam 15-tetrakosenoat (C24:1), asam nervonat, -9.

Asam heksakosanoat (C26:0), asam cerotat.

Biosintesis asam lemak


Pada daun hijau tumbuhan, asam lemak diproduksi di kloroplas. Pada bagian lain tumbuhan dan
pada sel hewan (dan manusia), asam lemak dibuat di sitosol. Proses esterifikasi (pengikatan
menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma, dan minyak (atau lemak) disimpan pada
oleosom. Banyak spesies tanaman menyimpan lemak pada bijinya (biasanya pada bagian
kotiledon) yang ditransfer dari daun dan organ berkloroplas lain. Beberapa tanaman penghasil
lemak terpenting adalah kedelai, kapas, kacang tanah, jarak, raps/kanola, kelapa, kelapa sawit,
jagung dan zaitun.

Proses biokimia sintesis asam lemak pada hewan dan tumbuhan relatif sama. Berbeda dengan
tumbuhan, yang mampu membuat sendiri kebutuhan asam lemaknya, hewan kadang kala tidak
mampu memproduksi atau mencukupi kebutuhan asam lemak tertentu. Asam lemak yang harus
dipasok dari luar ini dikenal sebagai asam lemak esensial karena organisme yang memerlukan
tidak memiliki cukup enzim untuk membentuknya.
Biosintesis asam lemak alami merupakan cabang dari daur Calvin, yang memproduksi glukosa
dan asetil-KoA. Proses berikut ini terjadi pada daun hijau tumbuh-tumbuhan dan memiliki
sejumlah variasi.
Kompleks-enzim asilsintase III (KAS-III) memadukan malonil-ACP (3C) dan asetil-KoA (2C)
menjadi butiril-ACP (4C) melalui empat tahap (kondensasi, reduksi, dehidrasi, reduksi) yang
masing-masing memiliki enzim tersendiri.
Pemanjangan selanjutnya dilakukan secara bertahap, 2C setiap tahapnya, menggunakan malonilKoA, oleh KAS-I atau KAS-IV. KAS-I melakukan pemanjangan hingga 16C, sementara KAS-IV
hanya mencapai 10C. Mulai dari 8C, di setiap tahap pemanjangan gugus ACP dapat dilepas oleh
enzim tioesterase untuk menghasilkan asam lemak jenuh bebas dan ACP. Asam lemak bebas ini
kemudian dikeluarkan dari kloroplas untuk diproses lebih lanjut di sitoplasma, yang dapat berupa
pembentukan ikatan ganda atau esterifikasi dengan gliserol menjadi trigliserida (minyak atau
lemak).
Pemanjangan lebih lanjut hanya terjadi bila terdapat KAS-II di kloroplas, yang memanjangkan
palmitil-ACP (16C) menjadi stearil-ACP (18C). Enzim 9-desaturase kemudian membentuk
ikatan ganda, menghasilkan oleil-ACP. Enzim tioesterase lalu melepas gugus ACP dari oleat.
Selanjutnya, oleat keluar dari kloroplas untuk mengalami perpanjangan lebih lanjut.

Nilai gizi
Asam lemak mengandung energi tinggi (menghasilkan banyak ATP). Karena itu kebutuhan
lemak dalam pangan diperlukan. Diet rendah lemak dilakukan untuk menurunkan asupan energi
dari makanan.
Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan
antioksidan di dalam tubuh.
Posisi ikatan ganda juga menentukan daya reaksinya. Semakin dekat dengan ujung, ikatan ganda
semakin mudah bereaksi. Karena itu, asam lemak Omega-3 dan Omega-6 (asam lemak esensial)
lebih bernilai gizi dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Beberapa minyak nabati (misalnya
-linolenat) dan minyak ikan laut banyak mengandung asam lemak esensial (lihat macammacam asam lemak).
Karena mudah terhidrolisis dan teroksidasi pada suhu ruang, asam lemak yang dibiarkan terlalu
lama akan turun nilai gizinya. Pengawetan dapat dilakukan dengan menyimpannya pada suhu
sejuk dan kering, serta menghindarkannya dari kontak langsung dengan udara.

Lemak
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang
dengan mencantumkan referensi yang dapat
dipertanggungjawabkan.
Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya.
Ada usul agar Lipid digabungkan ke artikel atau bagian ini. (Diskusikan)

Struktur kimia untuk trimiristin, sejenis trigliserida.

Jaringan lemak yang terdapat dalam tubuh.

Lemak (bahasa Inggris: fat) merujuk pada sekelompok besar molekul-molekul alam yang terdiri
atas unsur-unsur karbon, hidrogen, dan oksigen meliputi asam lemak, malam, sterol, vitamin-

vitamin yang larut di dalam lemak (contohnya A, D, E, dan K), monogliserida, digliserida,
fosfolipid, glikolipid, terpenoid (termasuk di dalamnya getah dan steroid) dan lain-lain.
Lemak secara khusus menjadi sebutan bagi minyak hewani pada suhu ruang, lepas dari
wujudnya yang padat maupun cair, yang terdapat pada jaringan tubuh yang disebut adiposa.
Pada jaringan adiposa, sel lemak mengeluarkan hormon leptin dan resistin yang berperan dalam
sistem kekebalan, hormon sitokina yang berperan dalam komunikasi antar sel. Hormon sitokina
yang dihasilkan oleh jaringan adiposa secara khusus disebut hormon adipokina, antara lain
kemerin, interleukin-6, plasminogen activator inhibitor-1, retinol binding protein 4 (RBP4),
tumor necrosis factor-alpha (TNF), visfatin, dan hormon metabolik seperti adiponektin dan
hormon adipokinetik (Akh).
Daftar isi

1 Sifat dan Ciri ciri

2 Fungsi

2.1 Membran

2.2 Cadangan energi

2.3 Pensinyalan

2.4 Fungsi lainnya

3 Metabolisme
o

3.1 Biosintesis

3.2 Degradasi

4 Gizi dan kesehatan

5 Referensi

6 Lihat pula

Sifat dan Ciri ciri

Karena struktur molekulnya yang kaya akan rantai unsur karbon(-CH2-CH2-CH2-)maka lemak
mempunyai sifat hydrophob. Ini menjadi alasan yang menjelaskan sulitnya lemak untuk larut di
dalam air. Lemak dapat larut hanya di larutan yang apolar atau organik seperti: eter, Chloroform,
atau benzol

Fungsi

Secara umum dapat dikatakan bahwa lemak memenuhi fungsi dasar bagi manusia, yaitu: [1]
1. Menjadi cadangan energi dalam bentuk sel lemak. 1 gram lemak
menghasilkan 39.06 kjoule atau 9,3 kcal.
2. Lemak mempunyai fungsi selular dan komponen struktural pada membran
sel yang berkaitan dengan karbohidrat dan protein demi menjalankan aliran
air, ion dan molekul lain, keluar dan masuk ke dalam sel.
3. Menopang fungsi senyawa organik sebagai penghantar sinyal, seperti pada
prostaglandin dan steroid hormon dan kelenjar empedu.
4. Menjadi suspensi bagi vitamin A, D, E dan K yang berguna untuk proses
biologis
5. Berfungsi sebagai penahan goncangan demi melindungi organ vital dan
melindungi tubuh dari suhu luar yang kurang bersahabat.

Lemak juga merupakan sarana sirkulasi energi di dalam tubuh dan komponen utama yang
membentuk membran semua jenis sel.
Membran

Sel eukariotik disekat-sekat menjadi organel ikatan-membran yang melaksanakan fungsi biologis
yang berbeda-beda. Gliserofosfolipid adalah komponen struktural utama dari membran biologis,
misalnya membran plasma selular dan membran organel intraselular; di dalam sel-sel hewani
membran plasma secara fisik memisahkan komponen intraselular dari lingkungan ekstraselular.
Gliserofosfolipid adalah molekul amfipatik (mengandung wilayah hidrofobik dan hidrofilik)
yang mengandung inti gliserol yang terkait dengan dua "ekor" turunan asam lemak oleh ikatanikatan ester dan ke satu gugus "kepala" oleh suatu ikatan ester fosfat. Sementara gliserofosfolipid
adalah komponen utama membran biologis, komponen lipid non-gliserida lainnya seperti
sfingomielin dan sterol (terutama kolesterol di dalam membran sel hewani) juga ditemukan di
dalam membran biologis.[2] Di dalam tumbuhan dan alga, galaktosildiasilgliserol,[3] dan
sulfokinovosildiasilgliserol,[4] yang kekurangan gugus fosfat, adalah komponen penting dari
membran kloroplas dan organel yang berhubungan dan merupakan lipid yang paling melimpah
di dalam jaringan fotosintesis, termasuk tumbuhan tinggi, alga, dan bakteri tertentu.
Dwilapis telah ditemukan untuk memamerkan tingkat-tingkat tinggi dari keterbiasan ganda yang
dapat digunakan untuk memeriksa derajat keterurutan (atau kekacauan) di dalam dwilapis
menggunakan teknik seperti interferometri polarisasi ganda.

Organisasi-mandiri fosfolipid: liposom bulat, misel, dan dwilapis lipid.


Cadangan energi

Triasilgliserol, tersimpan di dalam jaringan adiposa, adalah bentuk utama dari cadangan energi di
tubuh hewan. Adiposit, atau sel lemak, dirancang untuk sintesis dan pemecahan sinambung dari
triasilgliserol, dengan pemecahan terutama dikendalikan oleh aktivasi enzim yang peka-hormon,
lipase.[5] Oksidasi lengkap asam lemak memberikan materi yang tinggi kalori, kira-kira 9 kkal/g,
dibandingkan dengan 4 kkal/g untuk pemecahan karbohidrat dan protein. Burung pehijrah yang
harus terbang pada jarak jauh tanpa makan menggunakan cadangan energi triasilgliserol untuk
membahanbakari perjalanan mereka.[6]
Pensinyalan

Di beberapa tahun terakhir, bukti telah mengemuka menunjukkan bahwa pensinyalan lipid
adalah bagian penting dari pensinyalan sel.[7] Pensinyalan lipid dapat muncul melalui aktivasi
reseptor protein G berpasangan atau reseptor nuklir, dan anggota-anggota beberapa kategori lipid
yang berbeda telah dikenali sebagai molekul-molekul pensinyalan dan sistem kurir kedua.[8]
Semua ini meliputi sfingosina-1-fosfat, sfingolipid yang diturunkan dari seramida yaitu molekul
kurir potensial yang terlibat di dalam pengaturan pergerakan kalsium,[9] pertumbuhan sel, dan
apoptosis;[10] diasilgliserol (DAG) dan fosfatidilinositol fosfat (PIPs), yang terlibat di dalam
aktivasi protein kinase C yang dimediasi kalsium;[11] prostaglandin, yang merupakan satu jenis
asam lemak yang diturunkan dari eikosanoid yang terlibat di dalam radang and kekebalan;[12]
hormon steroid seperti estrogen, testosteron, dan kortisol, yang memodulasi fungsi reproduksi,
metabolisme, dan tekanan darah; dan oksisterol seperti 25-hidroksi-kolesterol yakni agonis
reseptor X hati.[13]

Fungsi lainnya

Vitamin-vitamin yang "larut di dalam lemak" (A, D, E, dan K1) yang merupakan lipid berbasis
isoprena gizi esensial yang tersimpan di dalam jaringan lemak dan hati, dengan rentang fungsi
yang berbeda-beda. Asil-karnitina terlibat di dalam pengangkutan dan metabolisme asam lemak
di dalam dan di luar mitokondria, di mana mereka mengalami oksidasi beta.[14] Poliprenol dan
turunan terfosforilasi juga memainkan peran pengangkutan yang penting, di dalam kasus ini
pengangkutan oligosakarida melalui membran. Fungsi gula fosfat poliprenol dan gula difosfat
poliprenol di dalam reaksi glikosilasi ekstra-sitoplasmik, di dalam biosintesis polisakarida
ekstraselular (misalnya, polimerisasi peptidoglikan di dalam bakteri), dan di dalam protein
eukariotik N-glikosilasi.[15][16] Kardiolipin adalah sub-kelas gliserofosfolipid yang mengandung
empat rantai asil dan tiga gugus gliserol yang tersedia melimpah khususnya pada membran
mitokondria bagian dalam.[17] Mereka diyakini mengaktivasi enzim-enzim yang terlibat dengan
fosforilasi oksidatif.[18]
Metabolisme

Lemak yang menjadi makanan bagi manusia dan hewan lain adalah trigliserida, sterol, dan
fosfolipid membran yang ada pada hewan dan tumbuhan. Proses metabolisme lipid menyintesis
dan mengurangi cadangan lipid dan menghasilkan karakteristik lipid fungsional dan struktural
pada jaringan individu.
Biosintesis

Karena irama laju asupan karbohidrat yang cukup tinggi bagi makhluk hidup dan puri mirip
hanoman, maka asupan tersebut harus segera diolah oleh tubuh, menjadi energi maupun
disimpan sebagai glikogen. Asupan yang baik terjadi pada saat energi yang terkandung dalam
karbohidrat setara dengan energi yang diperlukan oleh tubuh, dan sangat sulit untuk menggapai
keseimbangan ini. Ketika asupan karbohidrat menjadi berlebih, maka kelebihan itu akan diubah
menjadi lemak. Metabolisme yang terjadi dimulai dari:

Asupan karbohidrat, antara lain berupa sakarida, fruktosa, galaktosa pada


saluran pencernaan diserap masuk ke dalam sirkulasi darah menjadi
glukosa/gula darah. Konsentrasi glukosa pada plasma darah diatur oleh tiga
hormon, yaitu glukagon, insulin dan adrenalin.

Insulin akan menaikkan laju sirkulasi glukosa ke seluruh jaringan tubuh. Pada
jaringan adiposa, adiposit akan mengubah glukosa menjadi glukosa 6-fosfat
dan gliserol fosfat, masing-masing dengan bantuan satu molekul ATP.
o

Jaringan adiposit ini yang sering dikonsumsi kita sebagai lemak.

Glukosa 6-fosfat kemudian dikonversi oleh hati dan jaringan otot menjadi
glikogen. Proses ini dikenal sebagai glikogenesis, dalam kewenangan insulin.

Pada saat rasio glukosa dalam plasma darah turun, hormon glukagon
dan adrenalin akan dikeluarkan untuk memulai proses glikogenolisis
yang mengubah kembali glikogen menjadi glukosa.

Ketika tubuh memerlukan energi, glukosa akan dikonversi melalui proses


glikolisis untuk menjadi asam piruvat dan adenosin trifosfat.

Asam piruvat kemudian dikonversi menjadi asetil-KoA, kemudian menjadi


asam sitrat dan masuk ke dalam siklus asam sitrat.
o

Pada saat otot berkontraksi, asam piruvat tidak dikonversi menjadi


asetil-KoA, melainkan menjadi asam laktat. Setelah otot beristirahat,
proses glukoneogenesis akan berlangsung guna mengkonversi asam
laktat kembali menjadi asam piruvat.

Sementara itu:

lemak yang terkandung di dalam bahan makanan juga dicerna dengan asam
empedu menjadi misel.

Misel akan diproses oleh enzim lipase yang disekresi pankreas menjadi asam
lemak, gliserol, kemudian masuk melewati celah membran intestin.

Setelah melewati dinding usus, asam lemak dan gliserol ditangkap oleh
kilomikron dan disimpan di dalam vesikel. Pada vesikel ini terjadi reaksi
esterifikasi dan konversi menjadi lipoprotein. Kelebihan lemak darah, akan
disimpan di dalam jaringan adiposa, sementara yang lain akan terkonversi
menjadi trigliserida, HDL dan LDL. Lemak darah adalah sebuah istilah
ambiguitas yang merujuk pada trigliserida sebagai lemak hasil proses
pencernaan, sama seperti penggunaan istilah gula darah walaupun:

trigliserida terjadi karena proses ester di dalam vesikel kilomikron

lemak yang dihasilkan oleh proses pencernaan adalah berbagai


macam asam lemak dan gliserol.

Ketika tubuh memerlukan energi, baik trigliserida, HDL dan LDL akan diurai
dalam sitoplasma melalui proses dehidrogenasi kembali menjadi gliserol dan
asam lemak. Reaksi yang terjadi mirip seperti reaksi redoks atau reaksi
BrnstedLowry; asam + basa --> garam + air; dan kebalikannya garam + air
--> asam + basa
o

Proses ini terjadi di dalam hati dan disebut lipolisis. Sejumlah hormon
yang antagonis dengan insulin disekresi pada proses ini menuju ke
dalam hati, antara lain:

Glukagon, sekresi dari kelenjar pankreas

ACTH, GH, sekresi dari kelenjar hipofisis

Adrenalin, sekresi dari kelenjar adrenal

TH, sekresi dari kelenjar tiroid

Lemak di dalam darah yang berlebih akan disimpan di dalam jaringan


adiposa.

Lebih lanjut gliserol dikonversi menjadi dihidroksiaketon, kemudian menjadi


dihidroksiaketon fosfat dan masuk ke dalam proses glikolisis.

Sedangkan asam lemak akan dikonversi di dalam mitokondria dengan proses


oksidasi, dengan bantuan asetil-KoA menjadi adenosin trifosfat,
karbondioksida dan air.

Kejadian ini melibatkan sintesis asam lemak dari asetil-KoA dan esterifikasi asam lemak pada
saat pembuatan triasilgliserol, suatu proses yang disebut lipogenesis atau sintesis asam lemak.[19]
Asam lemak dibuat oleh sintasa asam lemak yang mempolimerisasi dan kemudian mereduksi
satuan-satuan asetil-KoA. Rantai asil pada asam lemak diperluas oleh suatu daur reaksi yang
menambahkan gugus asetil, mereduksinya menjadi alkohol, mendehidrasinya menjadi gugus
alkena dan kemudian mereduksinya kembali menjadi gugus alkana. Enzim-enzim biosintesis
asam lemak dibagi ke dalam dua gugus, di dalam hewan dan fungi, semua reaksi sintasa asam
lemak ini ditangani oleh protein tunggal multifungsi,[20] sedangkan di dalam tumbuhan, plastid
dan bakteri memisahkan kinerja enzim tiap-tiap langkah di dalam lintasannya.[21][22] Asam lemak
dapat diubah menjadi triasilgliserol yang terbungkus di dalam lipoprotein dan disekresi dari hati.
Sintesis asam lemak tak jenuh melibatkan reaksi desaturasa, di mana ikatan ganda diintroduksi
ke dalam rantai asil lemak. Misalnya, pada manusia, desaturasi asam stearat oleh stearoil-KoA
desaturasa-1 menghasilkan asam oleat. Asam lemak tak jenuh ganda-dua (asam linoleat) juga
asam lemak tak jenuh ganda-tiga (asam linolenat) tidak dapat disintesis di dalam jaringan
mamalia, dan oleh karena itu asam lemak esensial dan harus diperoleh dari makanan.[23]
Sintesis triasilgliserol terjadi di dalam retikulum endoplasma oleh lintasan metabolisme di mana
gugus asil di dalam asil lemak-KoA dipindahkan ke gugus hidroksil dari gliserol-3-fosfat dan
diasilgliserol.[24]
Terpena dan terpenoid, termasuk karotenoid, dibuat oleh perakitan dan modifikasi satuan-satuan
isoprena yang disumbangkan dari prekursor reaktif isopentenil pirofosfat dan dimetilalil
pirofosfat.[25] Prekursor ini dapat dibuat dengan cara yang berbeda-beda. Pada hewan dan
archaea, lintasan mevalonat menghasilkan senyawa ini dari asetil-KoA,[26] sedangkan pada
tumbuhan dan bakteri lintasan non-mevalonat menggunakan piruvat dan gliseraldehida 3-fosfat
sebagai substratnya.[25][27] Satu reaksi penting yang menggunakan donor isoprena aktif ini adalah

biosintesis steroid. Di sini, satuan-satuan isoprena digabungkan untuk membuat skualena dan
kemudian dilipat dan dibentuk menjadi sehimpunan cincin untuk membuat lanosterol.[28]
Lanosterol kemudian dapat diubah menjadi steroid, seperti kolesterol dan ergosterol.[28][29]
Degradasi

Oksidasi beta adalah proses metabolisme di mana asam lemak dipecah di dalam mitokondria
dan/atau di dalam peroksisoma untuk menghasilkan asetil-KoA. Sebagian besar, asam lemak
dioksidasi oleh suatu mekanisme yang sama, tetapi tidak serupa dengan, kebalikan proses
sintesis asam lemak. Yaitu, pecahan berkarbon dua dihilangkan berturut-turut dari ujung
karboksil dari asam itu setelah langkah-langkah dehidrogenasi, hidrasi, dan oksidasi untuk
membentuk asam keto-beta, yang dipecah dengan tiolisis. Asetil-KoA kemudian diubah menjadi
Adenosina trifosfat, CO2, dan H2O menggunakan daur asam sitrat dan rantai pengangkutan
elektron. Energi yang diperoleh dari oksidasi sempurna asam lemak palmitat adalah 106 ATP.[30]
Asam lemak rantai-ganjil dan tak jenuh memerlukan langkah enzimatik tambahan untuk
degradasi.
Gizi dan kesehatan

Sebagian besar lipid yang ditemukan di dalam makanan adalah berbentuk triasilgliserol,
kolesterol dan fosfolipid. Kadar rendah lemak makanan adalah penting untuk memfasilitasi
penyerapan vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak (A, D, E, dan K) dan karotenoid.[31]
Manusia dan mamalia lainnya memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan asam lemak
esensial tertentu, misalnya asam linoleat (asam lemak omega-6) dan asam alfa-linolenat (sejenis
asam lemak omega-3) karena mereka tidak dapat disintesis dari prekursor sederhana di dalam
makanan.[32] Kedua-dua asam lemak ini memiliki 18 karbon per molekulnya, lemak majemuk tak
jenuh berbeda di dalam jumlah dan kedudukan ikatan gandanya. Sebagian besar minyak nabati
adalah kaya akan asam linoleat (safflower, bunga matahari, dan jagung). Asam alfa-linolenat
ditemukan di dalam daun hijau tumbuhan, dan di beberapa biji-bijian, kacang-kacangan, dan
leguma (khususnya flax, brassica napus, walnut, dan kedelai).[33] Minyak ikan kaya akan asam
lemak omega-3 berantai panjang asam eikosapentaenoat dan asam dokosaheksaenoat.[34] Banyak
pengkajian telah menunjukkan manfaat kesehatan yang baik yang berhubungan dengan asupan
asam lemak omega-3 pada perkembangan bayi, kanker, penyakit kardiovaskular (gangguan
jantung), dan berbagai penyakit kejiwaan, seperti depresi, kelainan hiperaktif/kurang
memperhatikan, dan demensia.[35][36] Sebaliknya, kini dinyatakan bahwa asupan lemak trans,
yaitu yang ada pada minyak nabati yang dihidrogenasi sebagian, adalah faktor risiko bagi
penyakit jantung.[37][38][39]
Beberapa pengkajian menunjukkan bahwa total asupan lemak yang dikonsumsi berhubungan
dengan menaiknya risiko kegemukan[40][41] and diabetes.[42][43] akan Tetapi, pengkajian lain yang
cukup banyak, termasuk Women's Health Initiative Dietary Modification Trial (Percobaan
Modifikasi Makanan Inisiatif Kesehatan Perempuan), sebuah pengkajian selama delapan tahun

terhadap 49.000 perempuan, Nurses' Health Study (Pengkajian Kesehatan Perawat dan Health
Professionals Follow-up Study (Pengkajian Tindak-lanjut Profesional Kesehatan),
mengungkapkan ketiadaan hubungan itu.[44][45][46] Kedua-dua pengkajian ini tidak menunjukkan
adanya hubungan antara dari persentase kalori dari lemak dan risiko kanker, penyakit jantung,
atau kelebihan bobot badan. Nutrition Source, sebuah situs web yang dipelihara oleh Departemen
Gizi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard, mengikhtisarkan bukti-bukti terkini pada
dampak lemak makanan: "Sebagian besar rincian penelitian yang dilakukan di Harvard ini
menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan lemak di dalam makanan tidak berhubungan dengan
bobot badan atau penyakit tertentu."[47]
Referensi
1.
2.

^ (Inggris)"Lipids introduction". Elmhurst College, Charles E. Ophardt.


Diakses 2010-02-22.
^ Stryer et al., pp. 329331

3.

^ Heinz E.(1996). Plant glycolipids: structure, isolation and analysis. in


Advances in Lipid Methodology - 3, pp. 211332 (ed. W.W. Christie, Oily Press,
Dundee)

4.

^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan


teks untuk ref bernama pmid17599463

5.

^ Brasaemle DL (December 2007). "Thematic review series: adipocyte


biology. The perilipin family of structural lipid droplet proteins: stabilization of
lipid droplets and control of lipolysis". J. Lipid Res. 48 (12): 254759.
doi:10.1194/jlr.R700014-JLR200. PMID 17878492.

6.

^ Stryer et al., p. 619.

7.

^ Wang X. (2004). "Lipid signaling". Current Opinions in Plant Biology 7


(3): 32936. doi:10.1016/j.pbi.2004.03.012. PMID 15134755.

8.

^ Eyster KM. (2007). "The membrane and lipids as integral participants


in signal transduction". Advances in Physiology Education 31: 516.
doi:10.1152/advan.00088.2006. PMID 17327576.

9.

^ Hinkovska-Galcheva V, VanWay SM, Shanley TP, Kunkel RG. (2008).


"The role of sphingosine-1-phosphate and ceramide-1-phosphate in calcium
homeostasis". Current Opinion in Investigational Drugs 9 (11): 1192205.
PMID 18951299.

10.

^ Saddoughi SA, Song P, Ogretmen B. (2008). "Roles of bioactive


sphingolipids in cancer biology and therapeutics". Subcellular Biochemistry
49: 41340. doi:10.1007/978-1-4020-8831-5_16. PMC 2636716.
PMID 18751921.

11.

^ Klein C, Malviya AN. (2008). "Mechanism of nuclear calcium signaling


by inositol 1,4,5-trisphosphate produced in the nucleus, nuclear located
protein kinase C and cyclic AMP-dependent protein kinase". Frontiers in
Bioscience 13: 120626. doi:10.2741/2756. PMID 17981624.

12.

^ Boyce JA. (2008). "Eicosanoids in asthma, allergic inflammation, and


host defense". Current Molecular Medicine 8 (5): 33549.
doi:10.2174/156652408785160989. PMID 18691060.

13.

^ Betowski J. (2008). "Liver X receptors (LXR) as therapeutic targets in


dyslipidemia". Cardiovascular Therapy 26 (4): 297316. doi:10.1111/j.17555922.2008.00062.x. PMID 19035881.

14.

^ Indiveri C, Tonazzi A, Palmieri F (October 1991). "Characterization of


the unidirectional transport of carnitine catalyzed by the reconstituted
carnitine carrier from rat liver mitochondria". Biochim. Biophys. Acta 1069
(1): 1106. doi:10.1016/0005-2736(91)90110-T. PMID 1932043.

15.

^ Parodi AJ, Leloir LF (April 1979). "The role of lipid intermediates in the
glycosylation of proteins in the eucaryotic cell". Biochim. Biophys. Acta 559
(1): 137. doi:10.1016/0304-4157(79)90006-6. PMID 375981.

16.

^ Helenius A, Aebi M. (2001). "Intracellular functions of N-linked


glycans". Science 291: 236469. doi:10.1126/science.291.5512.2364.
PMID 11269317.

17.

^ Gohil VM, Greenberg ML. (2009). "Mitochondrial membrane


biogenesis: phospholipids and proteins go hand in hand". Journal of Cell
Biology 184 (4): 46972. doi:10.1083/jcb.200901127. PMID 19237595.

18.

^ Hoch FL. (1992). "Cardiolipins and biomembrane function".


Biochimica et Biophysica Acta 1113 (1): 71133. PMID 10206472.

19.

^ Stryer et al., p. 634.

20.

^ Chirala S, Wakil S. (2004). "Structure and function of animal fatty


acid synthase". Lipids 39 (11): 104553. doi:10.1007/s11745-004-1329-9.
PMID 15726818.

21.

^ White S, Zheng J, Zhang Y. (2005). "The structural biology of type II


fatty acid biosynthesis". Annual Review of Biochemistry 74: 791831.
doi:10.1146/annurev.biochem.74.082803.133524. PMID 15952903.

22.

^ Ohlrogge J, Jaworski J. (1997). "Regulation of fatty acid synthesis".


Annual Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology 48: 109136.
doi:10.1146/annurev.arplant.48.1.109. PMID 15012259.

23.

^ Stryer et al., p. 643.

24.

^ Stryer et al., pp. 73339.

25.

^ a b Kuzuyama T, Seto H. (2003). "Diversity of the biosynthesis of the


isoprene units". Natural Product Reports 20 (2): 17183.
doi:10.1039/b109860h. PMID 12735695.

26.

^ Grochowski L, Xu H, White R. (2006). "Methanocaldococcus


jannaschii uses a modified mevalonate pathway for biosynthesis of
isopentenyl diphosphate". Journal of Bacteriology 188 (9): 319298.
doi:10.1128/JB.188.9.3192-3198.2006. PMID 16621811.

27.

^ Lichtenthaler H. (1999). "The 1-Dideoxy-D-xylulose-5phosmemelphate pathway of isoprenoid biosynthesis in plants". Annual


Review of Plant Physiology and Plant Molecular Biology 50: 4765.
doi:10.1146/annurev.arplant.50.1.47. PMID 15012203.

28.

^ a b Schroepfer G. (1981). "Sterol biosynthesis". Annual Review of


Biochemistry 50: 585621. doi:10.1146/annurev.bi.50.070181.003101.
PMID 7023367.

29.

^ Lees N, Skaggs B, Kirsch D, Bard M. (1995). "Cloning of the late


genes in the ergosterol biosynthetic pathway of Saccharomyces cerevisiaea
review". Lipids 30 (3): 22126. doi:10.1007/BF02537824. PMID 7791529.

30.

^ Stryer et al., pp. 62526.

31.

^ Bhagavan, p. 903.

32.

^ Stryer et al., p. 643.

33.

34.

^ Russo GL. (2009). "Dietary n-6 and n-3 polyunsaturated fatty acids:
from biochemistry to clinical implications in cardiovascular prevention".
Biochemical Pharmacology 77 (6): 93746. doi:10.1016/j.bcp.2008.10.020.
PMID 19022225.
^ Bhagavan, p. 388.

35.

^ Riediger ND, Othman RA, Suh M, Moghadasian MH. (2009). "A


systemic review of the roles of n-3 fatty acids in health and disease". Journal
of the American Dietetic Association 109 (4): 66879.
doi:10.1016/j.jada.2008.12.022. PMID 19328262.

36.

^ Galli C, Ris P. (2009). "Fish consumption, omega 3 fatty acids and


cardiovascular disease. The science and the clinical trials". Nutrition and
Health (Berkhamsted, Hertfordshire) 20 (1): 1120. PMID 19326716.

37.

^ Micha R, Mozaffarian D. (2008). "Trans fatty acids: effects on


cardiometabolic health and implications for policy". Prostaglandins,

Leukotrienes, and Essential Fatty Acids 79 (35): 14752.


doi:10.1016/j.plefa.2008.09.008. PMID 18996687.
38.

^ Dalainas I, Ioannou HP. (2008). "The role of trans fatty acids in


atherosclerosis, cardiovascular disease and infant development".
International Angiology: a Journal of the International Union of Angiology 27
(2): 14656. PMID 18427401.

39.

^ Mozaffarian D, Willett WC. (2007). "Trans fatty acids and


cardiovascular risk: a unique cardiometabolic imprint?". Current
Atherosclerosis Reports 9 (6): 48693. doi:10.1007/s11883-007-0065-9.
PMID 18377789.

40.

^ Astrup A, Dyerberg J, Selleck M, Stender S. (2008). "Nutrition


transition and its relationship to the development of obesity and related
chronic diseases". Obesity Review. 9 Suppl 1: 4852. doi:10.1111/j.1467789X.2007.00438.x. PMID 18307699.

41.

^ Astrup A. (2005). "The role of dietary fat in obesity". Seminars in


Vascular Medicine 5 (1): 4047. doi:10.1055/s-2005-871740.

42.

^ Ma Y. et al (2006). "Low-carbohydrate and high-fat intake among


adult patients with poorly controlled type 2 diabetes mellitus". Nutrition 22:
11291136. doi:10.1016/j.nut.2006.08.006. Unknown parameter |iissue=
ignored (help)

43.

^ Astrup A. (2008). "Dietary management of obesity". JPEN Journal of


Parenteral and Enteral Nutrition 32 (5): 57577.
doi:10.1177/0148607108321707. PMID 18753397. Diakses 2009-04-12.

44.

^ Beresford SA, Johnson KC, Ritenbaugh C, et al. (2006). "Low-fat


dietary pattern and risk of colorectal cancer: the Women's Health Initiative
Randomized Controlled Dietary Modification Trial". JAMA: the Journal of the
American Medical Association 295 (6): 64354. doi:10.1001/jama.295.6.643.
PMID 16467233.

45.

^ Howard BV, Manson JE, Stefanick ML, et al. (2006). "Low-fat dietary
pattern and weight change over 7 years: the Women's Health Initiative
Dietary Modification Trial". JAMA: the Journal of the American Medical
Association 295 (1): 3949. doi:10.1001/jama.295.1.39. PMID 16391215.

46.

^ Howard BV, Van Horn L, Hsia J, et al. (2006). "Low-fat dietary pattern
and risk of cardiovascular disease: the Women's Health Initiative Randomized
Controlled Dietary Modification Trial". JAMA : the Journal of the American
Medical Association 295 (6): 65566. doi:10.1001/jama.295.6.655.
PMID 16467234.

47.

^ "Fats and Cholesterol: Out with the Bad, In with the Good - What
Should You Eat? - The Nutrition Source - Harvard School of Public Health".
Diakses 2009-05-12.

MAKALAH LIPIDA DAN BIOSINTESIS


ASAM LEMAK

Rabu, 06 Maret 2013

BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Lipid didefinisikan sebagai senyawa yang tidak larut dalam air yang diekstraksi dari
makhuk hidup dengan menggunakan pelarut non polar, istilah lipid mencakup golongan senyawa
dengan keanekaragaman struktur, definisi di atas berdasarkan sifat fisik yang berlawanan dengan

definisi protein, karbohidrat maupun asam nukleat yang berdasarkan struktur kimianya, untuk itu
diharapkan setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa dapat :
Menjelaskan Pengertian Lipida
Menjelaskan Asam Lemak dan Sintesis Asam Lemak
Fungsi Asam Lemak dan Lipida
Lemak memiliki sifat-sifat yang khas yaitu tidak larut atau sedikit larut dalam air dan
dapat diekstrasi dengan pelarut non-polar seperti chloroform, eter, benzene, heksana, aseton dan
alcohol panas. Lemak mempunyai banyak fungsi biologis yang sangat menunjang kehidupan
organisme, antara lai berperan dalam transport aktif sel, penyusun membrane sel, sebagai
cadangan energi dan isolator panas, sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K. Lemak dapat
mengalami reaksi hidrolisis, ketengikan, hidrogenasi, penyabunan dan lain-lain.

A. Pengertian Lipida

1. Lipid
Struktur beberapa lipid umum. Di bagian atas adalah asam oleat dan kolesterol.Struktur
bagian tengah adalah trigliserida yang terdiri dari rantai oleoil, stearoil, dan palmitoil yang
melekat pada kerangka gliserol. Di bagian bawah adalah fosfolipid yang umum, fosfatidilkolina.
Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik.
Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut
nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk
menyimpan energi, sebagai komponen struktural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul.
Lipid adalah senyawa organik yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal
rangkaian hidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti
vesikel, liposom, atau membran lain dalam lingkungan basah. Lipid biologis seluruhnya atau
sebagiannya berasal dari dua jenis subsatuan atau "blok bangunan" biokimia: gugus ketoasil dan
gugus isoprena. Dengan menggunakan pendekatan ini, lipid dapat dibagi ke dalam delapan
kategori:asil lemak, gliserolipid, gliserofosfolipid, sfingolipid, sakarolipid, dan poliketida
(diturunkan dari kondensasi subsatuan ketoasil); serta lipid sterol dan lipid prenol (diturunkan
dari kondensasi subsatuan isoprena).
Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga meliputi
molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di-, dan
monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol
Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan membentuk lipid,
beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh melalui makanan.

2. Kategori lipid

a. Asam lemak
Asam lemak atau asil lemak ialah istilah umum yang digunakan untuk menjabarkan
bermacam-ragam molekul-molekul yang disintesis dari polimerisasi asetil-KoA dengan gugus
malonil-KoA atau metilmalonil-KoA di dalam sebuah proses yang disebut sintesis asam lemak.
Asam lemak terdiri dari rantai hidrokarbon yang berakhiran dengan gugus asam
karboksilat; penyusunan ini memberikan molekul ujung yang polar dan hidrofilik, dan ujung
yang nonpolar dan hidrofobik yang tidak larut di dalam air. Struktur asam lemak merupakan
salah satu kategori paling mendasar dari biolipid biologis dan dipakai sebagai blok bangunan
dari lipid dengan struktur yang lebih kompleks. Rantai karbon, biasanya antara empat sampai 24
panjang karbon, baik yang jenuh ataupun tak jenuh dan dapat dilekatkan ke dalam gugus
fungsional yang mengandung oksigen, halogen, nitrogen, dand belerang. Ketika terdapat sebuah
ikatan valensi ganda, terdapat kemungkinan isomerisme geometri cis atau trans, yang secara
signifikan memengaruhi konfigurasi molekuler molekul tersebut. Ikatan ganda-cis menyebabkan
rantai asam lemak menekuk, dan hal ini menjadi lebih mencolok apabila terdapat ikatan ganda
yang lebih banyak dalam suatu rantai. Pada gilirannya, ini memainkan peranan penting di dalam
struktur dan fungsi membran sel.
Asam lemak yang paling banyak muncul di alam memiliki konfigurasi cis, meskipun bentuk
trans wujud di beberapa lemak dan minyak yang dihidrogenasi secara parsial.
Contoh asam lemak yang penting secara biologis adalah eikosanoid, utamanya
diturunkan dari asam arakidonat dan asam eikosapentaenoat, yang meliputi prostaglandin,
leukotriena, dan tromboksana. Kelas utama lain dalam kategori asam lemak adalah ester lemak
dan amida lemak. Ester lemak meliputi zat-zat antara biokimia yang penting seperti ester lilin,
turunan-turunan asam lemak tioester koenzim A, turunan-turunan asam lemak tioester ACP, dan
asam lemak karnitina. Amida lemak meliputi senyawa N-asiletanolamina, seperti penghantar
saraf kanabinoid anandamida.
Asam lemak adalah asam alkanoat dengan rumus bangun hidrokarbon yang panjang.
Rantai hidrokarbon tersebut dapat mencapat 10 hingga 30 atom. Rantai alkana yang non polar
mempunyai peran yang sangat penting demi mengimbangi kebasaan gugus hidroksil.
Pada senyawa asam dengan sedikit atom karbon, gugus asam akan mendominasi sifat molekul
dan memberikan sifat polar kimiawi. Walaupun demikian pada asam lemak, rantai alkanalah
yang mendominasi sifat molekul.

b. Gliserolipid
Gliserolipid tersusun atas gliserol bersubstitusi mono-, di-, dan tri-, yang paling terkenal
adalah ester asam lemak dari gliserol (triasilgliserol), yang juga dikenal sebagai trigliserida. Di
dalam persenyawaan ini, tiga gugus hidroksil gliserol masing-masing teresterifikasi, biasanya
oleh asam lemak yang berbeda. Karena ia berfungsi sebagai cadangan makanan, lipid ini terdapat
dalam sebagian besar lemak cadangan di dalam jaringan hewan. Hidrolisis ikatan ester dari
triasilgliserol dan pelepasan gliserol dan asam lemak dari jaringan adiposa disebut "mobilisasi
lemak".

Subkelas gliserolipid lainnya adalah glikosilgliserol, yang dikarakterisasi dengan keberadaan


satu atau lebih residu monosakarida yang melekat pada gliserol via ikatan glikosidik. Contoh
struktur di dalam kategori ini adalah digalaktosildiasilgliserol yang dijumpai di dalam membran
tumbuhan dan seminolipid dari sel sperma mamalia.
Gliserida adalah ester dari asam lemak dan sejenis alkohol dengan tiga gugus fungsional
yang disebut gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-propantriol). Karena gliserol memiliki tiga gugus
fungsional alkohol, asam lemak akan bereaksi untuk membuat tiga gugus ester sekaligus.
Gliserida dengan tiga gugus ester asam lemak disebut trigliserida. Jenis asam lemak yang terikat
pada ketiga gugus tersebut seringkali tidak berasal dari kelas asam lemak yang sama.
Fosfolipid
Fosfatidiletanolamina[3]
(Glisero)fosfolipid (bahasa Inggris: phospholipid, phosphoglycerides,
glycerophospholipid) sangat mirip dengan trigliserida dengan beberapa perkecualian. Fosfolipid
terbentuk dari gliserol (nama IUPAC, 1,2,3-propantriol) dengan dua gugus alkohol yang
membentuk gugus ester dengan asam lemak (bisa jadi dari kelas yang berbeda), dan satu gugus
alkohol membentuk gugus ester dengan asam fosforat.
Gliserofosfolipid, juga dirujuk sebagai fosfolipid, terdapat cukup banyak di alam dan merupakan
komponen kunci sel lipd dwilapis, serta terlibat di dalam metabolisme dan sinyal komunikasi
antar sel. Jaringan saraf termasuk otak, mengandung cukup banyak gliserofosfolipid. Perubahan
komposisi zat ini dapat mengakibatkan berbagai kelainan saraf.
Contoh gliserofosfolipid yang ditemukan di dalam membran biologis adalah fosfatidilkolina
(juga dikenal sebagai PC, GPCho, atau lesitin), fosfatidiletanolamina (PE atau GPEtn), dan
fosfatidilserina (PS atau GPSer). Selain berperan sebagai komponen primer membran sel dan
tempat perikatan bagi protein intra- dan antarseluler, beberapa gliserofosfolipid di dalam sel-sel
eukariotik, seperti fosfatidilinositol dan asam fosfatidat adalah prekursor, ataupun sendirinya
adalah kurir kedua yang diturunkan dari membran.[21] Biasanya, satu atau kedua gugus hidroksil
ini terasilasi dengan asam lemak berantai panjang, meskit terdapat gliserofosfolipid yang terikat
dengan alkil dan 1Z-alkenil (plasmalogen). Terdapat juga varian dialkileter pada arkaebakteria.
Gliserofosfolipid dapat dibagi menurut sifat kelompok-kepala polar pada posisi sn-3 dari tulang
belakang gliserol pada eukariota dan eubakteria, atau posisi sn-1 dalam kasus archaea.
Karena pada gugus ester asam fosforat masih mempunyai satu ikatan valensi yang bebas,
biasanya juga membentuk gugus ester dengan alkohol yang lain, misalnya alkohol amino seperti
kolina, etanolamina dan serina. Fosfolipid merupakan komponen yang utama pada membran sel
lapisan lemak.
Fosfolipid yang umum dijumpai adalah:

Lecitin yang mengandung alkohol amino jenis kolina

Kepalin yang mengandung alkohol amino jenis serina atau etanolamina.

Sifat fosfolipid bergantung dari karakter asam lemak dan alkohol amino yang diikatnya.
Sfingolipid
Sfingolipid adalah keluarga kompleks dari senyawa-senyawa yang berbagi fitur struktural
yang sama, yaitu kerangka dasar basa sfingoid yang disintesis secara de novo dari asam amino

serina dan asil lemak KoA berantai panjang, yang kemudian diubah menjadi seramida,
fosfosfingolipid, glisosfingolipid, dan senyawa-senyawa lainnya.
Nama sfingolipid diambil dari mitologi Yunani, Spinx, setengah wanita dan setengah
singa yang membinasakan siapa saja yang tidak dapat menjawab teka-tekinya. Sfingolipid
ditemukan oleh Johann Thudichum pada tahun 1874 sebagai teka-teki yang sangat rumit dari
jaringan otak.
Sfingolipid adalah jenis lemak kedua yang ditemukan di dalam membran sel, khususnya
pada sel saraf dan jaringan otak. Lemak ini tidak mengandung gliserol, tetapi dapat menahan dua
gugus alkohol pada bagian tengah kerangka amina.
Fosfosfingolipid utama pada mamalia adalah sfingomielin (seramida fosfokolina),
sementara pada serangga terutama mengandung seramida fosfoetanolamina dan pada fungi
memiliki fitoseramida fosfoinositol dan gugus kepala yang mengandung manosa.
Basa sfingoid utama mamalia biasa dirujuk sebagai sfingosina. Seramida (Basa N-asil-sfingoid)
adalah subkelas utama turunan basa sfingoid dengan asam lemak yang terikat pada amida. Asam
lemaknya biasanya jenuh ataupun mono-takjenuh dengan panjang rantai dari 16 atom karbon
sampai dengan 26 atom karbon.
Glikosfingolipid adalah sekelompok molekul beraneka ragam yang tersusun dari satu residu gula
atau lebih yang terhubung ke basa sfingoid melalui ikatan glikosidik.
c.

Lipid sterol
Lipid sterol, seperti kolesterol dan turunannya, adalah komponen lipid membran yang
penting, bersamaan dengan gliserofosfolipid dan sfingomielin. Steroid, semuanya diturunkan
dari struktur inti empat-cincin lebur yang sama, memiliki peran biologis yang bervariasi seperti
hormon dan molekul pensinyalan. Steroid 18-karbon (C18) meliputi keluarga estrogen,
sementara steroid C19 terdiri dari androgen seperti testosteron dan androsteron. Subkelas C21
meliputi progestagen, juga glukokortikoid dan mineralokortikoid. Sekosteroid, terdiri dari
bermacam ragam bentuk vitamin D, dikarakterisasi oleh perpecahan cincin B dari struktur inti.
Contoh lain dari lemak sterol adalah asam empedu dan konjugat-konjugatnya, yang pada
mamalia merupakan turunan kolesterol yang dioksidasi dan disintesis di dalam hati. Pada
tumbuhan, senyawa yang setara adalah fitosterol, seperti beta-Sitosterol, stigmasterol, dan
brasikasterol; senyawa terakhir ini juga digunakan sebagai bagi pertumbuhan alga. Sterol
dominan di dalam membran sel fungi adalah ergosterol.
d. Lipid prenol
Lipid prenol disintesis dari prekursor berkarbon 5 isopentenil pirofosfat dan dimetilalil
pirofosfat yang sebagian besar dihasilkan melalui lintasan asam mevalonat (MVA). Isoprenoid
sederhana (alkohol linear, difosfat, dan lain-lain) terbentuk dari adisi unit C5 yang terus menerus,
dan diklasifikasi menurut banyaknya satuan terpena ini. Struktur yang mengandung lebih dari 40
karbon dikenal sebagai politerpena. Karotenoid adalah isoprenoid sederhana yang penting yang
berfungsi sebagai antioksidan dan sebagai prekursor vitamin A. Contoh kelas molekul yang
penting secara biologis lainnya adalah kuinon dan hidrokuinon yang mengandung ekor
isoprenoid yang melekat pada inti kuinonoid yang tidak berasal dari isoprenoid. Vitamin E dan
vitamin K, juga ubikuinon, adalah contoh kelas ini. Prokariota mensintesis poliprenol (disebut
baktoprenol) yang satuan isoprenoid terminalnya yang melekat pada oksigen tetap tak jenuh,
sedangkan pada poliprenol hewan (dolikol) isoprenoid terminalnya telah direduksi.

Sakarolipid
Struktur sakarolipid Kdo2-Lipid A. Residu glukosamina berwarna biru, residu Kdo berwarna
merah, rantai asil berwarna hitam, dan gugus fosfat berwarna hijau.
Sakarolipid (bahasa Inggris: saccharolipid, glucolipid) adalah asam lemak yang terikat langsung
dengan molekul glukosa dan membentuk struktur yang sesuai dengan membran dwilapis. Pada
sakarolipid, monosakarida mengganti ikatan gliserol dengan asam lemak, seperti yang terjadi
pada gliserolipid dan gliserofosfolipid.
Sakarolipid yang paling dikenal adalah prekursor glukosamina terasilasi dari komponen lipid A
lipopolisakarida pada bakteri gram-negatif. Molekul Lipid-A yang umum adalah disakarida dari
glukosamina, yang diturunkan sebanyak tujuh rantai asil-lemak. Lipopolisakarida minimal yang
diperlukan untuk pertumbuhan E. coli adalah Kdo2-Lipid A, yakni disakarida berheksa-asil dari
glukosamina yang diglikosilasikan dengan dua residu asam 3-deoksi-D-mano-oktulosonat (Kdo).
Proses hidrolisis sakarolipid akan menghasilkan amino gula.
e. Poliketida
Poliketida adalah metabolit sekunder yang terbentuk melalui proses polimerisasi dari
asetil dan propionil oleh enzim klasik maupun enzim iteratif dan multimodular yang berbagi fitur
mekanistik yang sama dengan asam lemak sintasi. Enzim yang sering digunakan adalah
poliketida sintase, melalui proses kondensasi Claisen.
Poliketida merupakan metabolit sekunder yang dihasilkan secara alami oleh bakteri, fungi,
tumbuhan, hewan, sumber daya laut dan organisme yang memiliki keanekaragaman struktural
yang tinggi.

Lipid memiliki reaksi kimia yang khas, antara lain:


a. Hidrolisis
Hidrolisis lipid seperti triasilgliserol dapat dilakukan secara enzimatik dengan bantuan
lipase, menghasilkan asam-asam lemak dan gliserol. Sifat lipase pancreas dapat dimanfaatkan
yang lebih suka memecahkan ikatan ester pada posisi 1 dan 3 daripada posisi 2 dari triasilgliserol
(Harper, 1980).
b. Penyabunan
Hidrolisis lemak oleh alkali disebut penyabunan. yang dihasilkan adalah gliserol dan
garam alkali asam lemak yang disebut sabun (Harper, 1980).
c. Penguraian (kerusakan, ketengikan) lipid

Ketengikan adalah perubahan kimia yang menimbulkan bau dan rasa tidak enak pada
lemak (Harper, 1980).
Penyebabnya antara lain auto oksidasi, hidrolisis dan kegiatan bakteri (Riawan, 1990).
Oksigen udara dianggap menyerang ikatan rangkap pada asm lemak untuk membentuk ikatan
peroksida. Dengan demikian bilangan yodium turun, walaupun sedikit asam lemak bebas dan
gliserol dilepaskan. Timbal atau tembaga mengkatalisis ketengikan.
Mengasingkan oksigen atau menambah zat antioksidan menghambat proses ketengikan. Radikalradikal bebas dihasilkan dihasilkan selama pembentukan peroksida, dan ini dapat merusak
jaringan-jaringan jidup kecuali terdapat antioksidan, misalnya tokoferol (vitamin E) yang
bereaksi radikal-radikal bebas

Berdasarkan kemiripan struktur kimianya, lipida dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
asam lemak
Asam lemak adalah asam organik yang terdapat sebagai ester trigliserida atau lemak,
Berasal dari hewan atau tumbuhan. Asam lemak ini adalah asam karboksilat yang mempunyai
rantai karbon panjang.
b. Lemak
Lemak adalah suatu ester asam lemak dengan gliserol. Gliserol ialah suatu trihidroksi
alkohol yang terdiri atas tiga atom karbon. Lemak pada hewan umumnya berupa zat padat pada
suhu ruangan. Sedangkan lemak yang berasal dari tumbuhan berupa zat cair.
a.

c.

Lilin
Yang dimaksud dengan lilin (wax) disini ialah lemak dengan monohidroksi alkohol yang
mempunyai rantai karbon panjang, antara 14 sampai 34 atom karbon. Sebagai contoh alkohol
adalah setil alkohol dan mirisialkohol.Lilin dapat diperoleh dari lebah madu dan dari ikan paus
atau lumba-lumba. Pada tumbuhan terdapat pada epidermis daun, batang, dan buah.
d.
Fosfolipida
Fosfolipida atau fosfatidat ialah suatu gliserida yang mengandung fosfor dalam bentuk
ester asam fosfat. Oleh karenanya fosfolipida ialah suatu fosfogliserida. Senyawa-senyawa dalam
golongan fosfogliserida dapat dipandang sebagai derivat asam fosfatidat. Gugus yang diikat
oleh asam fosfatidat antara lain kolin, etanolamina, serin, dan inositol. Dengan demikian
senyawa yang termasuk fosfolipid ini ialah fosfatidilkolin, fosfatidiletanolamina, fosfatidilserin,
dan fosfatidilinositol.
Fosfolipid pada tumbuhan terdapat dalam kedelai. Pada manusia atau hewan terdapat dalam
telur, paru-paru, dan jantung.
e.
Sfingolipida

Senyawa yang termasuk golongan ini dapat dipandang sebagai derivat sfingosin atau
mempunyai struktur yang mirip, misalnya dihidrosfingosin. Terdapat dalam memberan sel
tumbuhan maupun hewan, dan dalam saraf dan otak.

Sfingolipida terdiri dari 3 komponen yaitu:


molekul sfingosin,

molekul asam lemak,

dan kepala polar.

f.

Terpen

Tarpen ialah senyawa yang molekulnya dapat dianggap terdiri atas beberapa molekul
isoprena (2-metilbutadiena) atau mempunyai hubungan struktural dengan isoprena.
CH2
H2C = C CH = CH2
Isoprena
Yang termasuk tarpen antara lain ialah sitral, pinen, geraniol, kamfer, karoten, vitamin A,
fitol, dan skualen. Sitral, pinen, dan geraniol terdapat dalam minyak atsiri (minyak yang mudah
menguap) yang berasal dari tumbuhan misalnya minyak mawar. Kamfer dalam alam terdapat
dalam pohon camfer (chinnamomum camphora). Karoten terdapat dalam wortel. Vitamin A dapat
diperoleh dari minyak ikan paus.
g. teroid
Ada sejumlah besar senyawa lipid yang mempunyai struktur dasar yang sama dan dapat
dianggap sebagai derivat perhidrosiklopentanofenantrena, yang terdiri atas 3 cincin sikloheksana
terpadu seperti bentuk fenatrena dan sebuah cincin siklopentana yang bergabung pada ujung
cincin sikloheksana tersebut.
Beberapa senyawa penting yang termasuk golongan steroid akan dibahas berikut ini:
a. Kolesterol
Kolesterol adalah steroid yang terdapat pada hampir semua sel hewan dan manusia. Pada
tubuh manusia kolesterol terdapat dalam darah, empedu, kelenjar adrenal bagian luar (adrenal
cortex) dan jaringan syaraf. Apabila dalam konsentrasi tinggi, kolestrol mengkristal dalam
bentuk kristal yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau dan mempunyai titik lebur
150-151 C.

b. Ergosterol
Sterol ini mempunyai struktur inti sama dengan 7 Dehidrokolesterol tetapi berbeda pada
rantai sampingnya. Apabila terkena sinar ultra violet juga akan membentuk vitamin D.
CH2 CH2 CH2
CH2 CH-CH = CH CH CH CH3CH2
c.

Asam-asam empedu
Cairan empedu dibuat oleh hati dan disimpan dalam kantung empedu yang kemudian
dikeluarkan kedalam usus dua belas jari (duodenum) untuk membantu proses pencernaan
makanan. Cairan empedu ini mengandung bilirubin yaitu zat warna yang terjadi dari penguraian
hemoglobin, asam-asam empedu dalam bentuk garam empedu dan kolesterol. Asam empedu
yang terdapat dalam cairan empedu antara lain asam kolat, asam deoksikolat, dan asam litokolat.
OH CH3
CH = CH2 CH2 CH3COOH

B. Asam Lemak dan Biosintesis Asam Lemak


1.

Asam lemak
Lemak merupakan komponen utama dari membrane sistem kehidupan, Dua tipe lemak
yang dapat tersaponifikasi dalam membrane memiliki suatu gugusan fosfat dalam strukturnya
dan dengan demikian disebut fosfolipid.
Salah satu jenis memiliki gliserol sebagai senyawa induk (fosfogliserida) dan yang lain memiliki
sfingosin (sfingolipid). Dua komponen lemak lain yang penting dari membrane adalah glikolipid
yang mengandung karbohidrat dan steroid kolesterol, yang disebut terakhir ini merupakan suatu
lemak non-saponifikasi yang berasal dari eukariotik yang ditemukan dalam membrane seluler
hewan.

Contoh Gambar Asam Lemak :

a. Oksidasi Asam Lemak


Oksidasi asam lemak terjadi dalam 3 tahap, aktivasi, pengangkutan ke dalam sel
mitokondria, dan oksidasi menjadi asetil CoA. Secara umum, masuknya asam lemak ke dalam
lintas metabolik didahului dengan perubahan asam lemak menjadi turunan koenzim A (CoASH).
Turunan asil ini disebut alkanoil atau alkenoil-CoA, dan di dalam bentuk ini asam lemak
dikatakan berada dalam keadaan teraktivasi.

Aktivasi asam lemak akan memicuh pembentukan tioester dari asam lemak dan CoA. Proses ini
dibarengi dengan hidrolisis ATP menjadi AMP. Enzim yang mengkatalisis reaksi ini adalah asilCoA sintetase.

Fungsi lemak dalam tubuh dikenal sebagai :


bahan bakar metabolisme seluler
merupakan bagian pokok dari membran sel
sebagai mediator atau second massenger aktivitas biologis antar sel
sebagai isolasi dalam menjaga keseimbangan temperatur tubuh dan melindungi organ-organ
tubuh
pelarut vitamin A, D, E, dan K agar dapat diserap tubuh.
Sedangkan asam lemak tak jenuh mempunyai fungsi yang lebih kompleks , antara lain:
sebagai bioregulator endogen, misalnya dalam pengaturan homeostasis ion,
transkripsi gen.
signal transduksi hormone.
mensintesis lemak.
serta mempengaruhi pembentukan protein.

Berdasarkan struktur kimianya, asam lemak dapat dibedakan menjadi :


1. asam lemak jenuh (saturated fatty acids=SFAs)
yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap.
Asam lemak jenuh hanya memiliki ikatan tunggal di antara atom-atom karbon
penyusunnya, sementara asam lemak tak jenuh memiliki paling sedikit satu ikatan ganda di
antara atom-atom karbon penyusunnya.
Asam lemak jenuh bersifat lebih stabil (tidak mudah bereaksi) daripada asam lemak tak jenuh.
Ikatan ganda pada asam lemak tak jenuh mudah bereaksi dengan oksigen (mudah teroksidasi).
Karena itu, dikenal istilah bilangan oksidasi bagi asam lemak
2. asam lemak tidak jenuh (unsaturated fatty acids),
Asam lemak yang memiliki ikatan rangkap. asam lemak tak jenuh ini masih dibedakan
lagi menjadi dua kelompok besar yaitu:
-

Monounsaturated fatty acids (MUFAs), dimana ikatan ikatan rangkapnya hanya satu,
dan Polyunsaturated fatty acids (PUFAs) dimana ikatan rangkapnya lebih dari satu.
PUFAs dibedakan lagi menjadi dua bagian besar yaitu :
asam lemak Omega-6 Cis dan
asam lemak Omega-3 Cis (berdasarkan letak ikatan rangkapnya pada ikatan karbon
berapa dilihat dari gugus omega ).

nomor

Penambahan lemak dalam makanan memberikan efek rasa lezat dan tekstur makanan
menjadi lembut serta gurih. Di dalam tubuh, lemak menghasilkan energi dua kali lebih banyak
dibandingkan protein dan karbohidrat, yaitu 9 kkal/gram lemak yang dikonsumsi. Dalam
mengkaji hubungan antara diet lemak dengan penyakit jantung perlu diperhatikan proporsi energi
yang berasal dari lemak serta jenis lemak yang dikonsumsi.
Dianjurkan konsumsi lemak sebesar 30% atau kurang untuk kebutuhan kalori setiap
harinya, yang terdiri dari 10% asam lemak jenuh, 10% asam lemak tak jenuh tunggal dan 10%
asam lemak tak jenuh ganda.

Secara umum lemak hewani umumnya banyak mengandung asam lemak jenuh
(SFAs=Saturated fatty acids),sementara lemak nabati lebih banyak mengandung asam lemak tak
jenuh tunggal (MUFAs= Monounsaturated fatty acids) maupun ganda (PUFAs=Polyunsaturated
fatty acids) kecuali minyak kelapa.
Bahan Makanan sumber SFAs, MUFAs dan PUFAs
Tipe Lemak: Asam Lemak Jenuh(SFAs)
Sumber : Minyak kelapa, daging berlemak, kulit ayam, susu full cream, keju, mentega, kelapa,
minyak inti sawit, minyak kelapa sawit.
Tipe Lemak: Asam lemak tak jenuh tunggal (MUFAs)
Sumber : Alpokat, margarine, minyak kacang tanah, minyak zaitun, minyak biji kapas
Tipe Lemak: Asam lemak tak jenuh ganda (PUFAs)
Sumber : Minyak wijen, margarin, minyak kacang kedelai, minyak jagung, minyak biji matahari.

Tabel Komponen Lemak dan Titik Didih

Struktur asam lemak jenuh


Struktur asam lemak tak jenuh
Asam-asam lemak penting bagi tubuh
Simbol
Nama
Struktur
numeric
Umum
14:0
Asam
CH3(CH2)12COOH

Keterangan
Sering terikat

miristat

16:0
16:1D9
18:0
18:1D9
18:2D9,12
18:3D9,12,15
20:4D5,8,11,14

Asam
palmitat

CH3(CH2)14COOH

Asam
CH3(CH2)5C=C(CH2)7COOH
palmitoleat
Asam
CH3(CH2)16COOH
stearat
Asam oleat CH3(CH2)7C=C(CH2)7COOH
Asam
CH3(CH2)4C=CCH2C=C(CH2)7COOH
linoleat
Asam
CH3CH2C=CCH2C=CCH2C=C(CH2)7COOH
linolenat
Assam
CH3(CH2)3(CH2C=C)4(CH2)3COOH
arakhidonat

dengan atom N
terminal dari
membran plasma
bergabung dengan
protein sitoplasmik
Produk akhir dari
sintesis asam
lemak mamalia

Asam lemak
esensial
Asam lemak
esensial
Prekursor untuk
sintesis eikosanoid

b. Gliserida netral (lemak netral)


Gliserida netral adalah ester antara asam lemak dengan gliserol. Fungsi dasar dari
gliserida netral adalah sebagai simpanan energi (berupa lemak atau minyak). Setiap gliserol
mungkin berikatan dengan 1, 2 atau 3 asam lemak yang tidak harus sama. Jika gliserol berikatan
dengan 1 asam lemak disebut monogliserida, jika berikatan dengan 2 asam lemak disebut
digliserida dan jika berikatan dengan 3 asam lemak dinamakan trigliserida. Trigliserida
merupakan cadangan energi penting dari sumber lipid.

Struktur trigliserida sebagai lemak netral


Apa yang dimaksud dengan lemak (fat) dan minyak (oil)? Lemak dan minyak keduanya
merupakan trigliserida. Adapun perbedaan sifat secara umum dari keduanya adalah:
Umumnya diperoleh dari hewan
Berwujud padat pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak jenuh
Minyak
Umumnya diperoleh dari tumbuhan
Berwujud cair pada suhu ruang
Tersusun dari asam lemak tak jenuh
c. Fosfogliserida (fosfolipid)

d.

Lipid dapat mengandung gugus fosfat. Lemak termodifikasi ketika fosfat mengganti
salah satu rantai asam lemak.
Penggunaan fosfogliserida adalah:
Sebagai komponen penyusun membran sel
Sebagi agen emulsi
Struktur dari fosfolipid
Fosfolipid bilayer (lapisan ganda) sebagai penyusun membran sel

Lipid kompleks
Lipid kompleks adalah kombinasi antara lipid dengan molekul lain. Contoh penting dari
lipid kompleks adalah lipoprotein dan glikolipid.
Lipoprotein
Lipoprotein merupakan gabungan antara lipid dengan protein.
Gabungan lipid dengan protein (lipoprotein) merupakan contoh dari lipid kompleks

Ada 4 klas mayor dari lipoprotein plasma yang masing-masing tersusun atas beberapa jenis lipid,
yaitu:
Perbandingan komposisi penyusun 4 klas besar lipoprotein
1.Kilomikron
Kilomikron berfungsi sebagai alat transportasi trigliserid dari usus ke jaringan lain, kecuali
ginjal
2. VLDL (very low density lypoproteins)
VLDL mengikat trigliserid di dalam hati dan mengangkutnya menuju jaringan lemak
3. LDL (low density lypoproteins)
LDL berperan mengangkut kolesterol ke jaringan perifer
4. HDL (high density lypoproteins)
HDL mengikat kolesterol plasma dan mengangkut kolesterol ke hati.
Ilustrasi peran masing-masing dari 4 klas besar lipoprotein
e. Lipid non gliserida
Lipid jenis ini tidak mengandung gliserol. Jadi asam lemak bergabung dengan molekulmolekul non gliserol. Yang termasuk ke dalam jenis ini adalah sfingolipid, steroid, kolesterol dan
malam.
Sfingolipid
Sifongolipid adalah fosfolipid yang tidak diturunkan dari lemak. Penggunaan primer dari
sfingolipid adalah sebagai penyusun selubung mielin serabut saraf. Pada manusia, 25% dari lipid
merupakan sfingolipid.
f. Kolesterol
Selain fosfolipid, kolesterol merupakan jenis lipid yang menyusun membran plasma.
Kolesterol juga menjadi bagian dari beberapa hormon.

Kolesterol berhubungan dengan pengerasan arteri. Dalam hal ini timbul plaque pada dinding
arteri, yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah karena arteri menyempit, penurunan
kemampuan untuk meregang. Pembentukan gumpalan dapat menyebabkan infark miokard dan
stroke.
g. Steroid
Beberapa hormon reproduktif merupakan steroid, misalnya testosteron dan progesteron.
Steroid lainnya adalah kortison. Hormon ini berhubungan dengan proses metabolisme
karbohidrat, penanganan penyakit arthritis rematoid, asthma, gangguan pencernaan dan
sebagainya.
h. Malam/lilin (waxes)
Malam tidak larut di dalam air dan sulit dihidrolisis. Malam sering digunakan sebagai
lapisan pelindung untuk kulit, rambut dan lain-lain. Malam merupakan ester antara asam lemak
dengan alkohol rantai panjang.
Ester antara asam lemak dengan alkohol membentuk malam
Tabel. Daftar Malam Yang Digunakan
Nama Jenis
Sumber
Kegunaan
Malam Lebah
Sarang lebah
Semir dan Farmasi
Spermasati
Sejenis Ikan Paus
Bahan Kecantikan dan Lilin
Karnauba
Carnauba Palm
Semir Lantai dan Mobil
Lanolin
Wool (bulu Domba)
Salep / Farmasi

Nama Jenis
Malam Lebah
Spermasati
Karnauba

i.

Senyawa Kimia
C15H31COOC30H61
C15H31COOC16H33
C25H31COOC30H61

Nama Kimia
Mirisilpalmitat
Setilpalmitat
Mirisilserotat

Metabolisme lipid
Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu
trigliserid (ester antara gliserol dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid
adalah asam lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid.
Karena larut dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam
lemak rantai pendek juga dapat melalui jalur ini.
Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut dalam air, maka
diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke dalam sel epitel
usus (enterosit). Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk menjadi

trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron. Selanjutnya
kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena kava, sehingga
bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan menuju hati dan
jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asamasam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk kembali
menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan esterifikasi.
Sewaktu-waktu jika kita membutuhkan energi dari lipid, trigliserida dipecah menjadi asam lemak
dan gliserol, untuk ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi. Proses
pemecahan lemak jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh
albumin ke jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty
acid/FFA).
Secara ringkas, hasil akhir dari pemecahan lipid dari makanan adalah asam lemak dan
gliserol. Jika sumber energi dari karbohidrat telah mencukupi, maka asam lemak mengalami
esterifikasi yaitu membentuk ester dengan gliserol menjadi trigliserida sebagai cadangan energi
jangka panjang. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi, baik asam lemak dari diet maupun jika harus memecah cadangan trigliserida
jaringan. Proses pemecahan trigliserida ini dinamakan lipolisis.
Proses oksidasi asam lemak dinamakan oksidasi beta dan menghasilkan asetil KoA.
Selanjutnya sebagaimana asetil KoA dari hasil metabolisme karbohidrat dan protein, asetil KoA
dari jalur inipun akan masuk ke dalam siklus asam sitrat sehingga dihasilkan energi. Di sisi lain,
jika kebutuhan energi sudah mencukupi, asetil KoA dapat mengalami lipogenesis menjadi asam
lemak dan selanjutnya dapat disimpan sebagai trigliserida.
Beberapa lipid non gliserida disintesis dari asetil KoA. Asetil KoA mengalami
kolesterogenesis menjadi kolesterol. Selanjutnya kolesterol mengalami steroidogenesis
membentuk steroid. Asetil KoA sebagai hasil oksidasi asam lemak juga berpotensi

j.

menghasilkan badan-badan keton (aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton). Proses ini
dinamakan ketogenesis. Badan-badan keton dapat menyebabkan gangguan keseimbangan asambasa yang dinamakan asidosis metabolik. Ikhtisar metabolisme lipid
Metabolisme gliserol
Gliserol sebagai hasil hidrolisis lipid (trigliserida) dapat menjadi sumber energi. Gliserol
ini selanjutnya masuk ke dalam jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. Pada tahap awal,
gliserol mendapatkan 1 gugus fosfat dari ATP membentuk gliserol 3-fosfat.
Selanjutnya senyawa ini masuk ke dalam rantai respirasi membentuk dihidroksi aseton fosfat,
suatu produk antara dalam jalur glikolisis.
Oksidasi asam lemak (oksidasi beta)
Untuk memperoleh energi, asam lemak dapat dioksidasi dalam proses yang dinamakan
oksidasi beta. Sebelum dikatabolisir dalam oksidasi beta, asam lemak harus diaktifkan terlebih
dahulu menjadi asil-KoA. Dengan adanya ATP dan Koenzim A, asam lemak diaktifkan dengan
dikatalisir oleh enzim asil-KoA sintetase (Tiokinase).
Aktivasi asam lemak menjadi asil KoA

Asam lemak bebas pada umumnya berupa asam-asam lemak rantai panjang. Asam lemak
rantai panjang ini akan dapat masuk ke dalam mitokondria dengan bantuan senyawa karnitin,
dengan rumus (CH3)3N+-CH2-CH(OH)-CH2-COO-.
k. k. Asil karnitin
Mekanisme transportasi asam lemak trans membran mitokondria melalui mekanisme
pengangkutan karnitin
Langkah-langkah masuknya asil KoA ke dalam mitokondria dijelaskan sebagai berikut:
Asam lemak bebas (FFA) diaktifkan menjadi asil-KoA dengan dikatalisir oleh enzim tiokinase.
Setelah menjadi bentuk aktif, asil-KoA dikonversikan oleh enzim karnitin palmitoil transferase I
yang terdapat pada membran eksterna mitokondria menjadi asil karnitin. Setelah menjadi asil
karnitin, barulah senyawa tersebut bisa menembus membran interna mitokondria.

Pada membran interna mitokondria terdapat enzim karnitin asil karnitin translokase yang
bertindak sebagai pengangkut asil karnitin ke dalam dan karnitin keluar.
Asil karnitin yang masuk ke dalam mitokondria selanjutnya bereaksi dengan KoA dengan
dikatalisir oleh enzim karnitin palmitoiltransferase II yang ada di membran interna mitokondria
menjadi Asil Koa dan karnitin dibebaskan.
Asil KoA yang sudah berada dalam mitokondria ini selanjutnya masuk dalam proses oksidasi
beta.

Dalam oksidasi beta, asam lemak masuk ke dalam rangkaian siklus dengan 5 tahapan proses dan
pada setiap proses, diangkat 2 atom C dengan hasil akhir berupa asetil KoA. Selanjutnya asetil
KoA masuk ke dalam siklus asam sitrat. Dalam proses oksidasi ini, karbon asam lemak
dioksidasi menjadi keton.
Oksidasi karbon menjadi keton
Keterangan:
Frekuensi oksidasi adalah ( jumlah atom C)-1
Jumlah asetil KoA yang dihasilkan adalah ( jumlah atom C)
Oksidasi asam lemak dengan 16 atom C. Perhatikan bahwa setiap proses pemutusan 2 atom C
adalah proses oksidasi dan setiap 2 atom C yang diputuskan adalah asetil KoA.
Aktivasi asam lemak, oksidasi beta dan siklus asam sitrat
Telah dijelaskan bahwa asam lemak dapat dioksidasi jika diaktifkan terlebih dahulu menjadi
asil-KoA. Proses aktivasi ini membutuhkan energi sebesar 2P. (-2P)
Setelah berada di dalam mitokondria, asil-KoA akan mengalami tahap-tahap perubahan sebagai
berikut:
Asil-KoA diubah menjadi delta2-trans-enoil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi dengan
menghasilkan energi 2P (+2P)
delta2-trans-enoil-KoA diubah menjadi L(+)-3-hidroksi-asil-KoA
L(+)-3-hidroksi-asil-KoA diubah menjadi 3-Ketoasil-KoA. Pada tahap ini terjadi rantai respirasi
dengan menghasilkan energi 3P (+3P)
Selanjutnya terbentuklah asetil KoA yang mengandung 2 atom C dan asil-KoA yang telah
kehilangan 2 atom C.

Dalam satu oksidasi beta dihasilkan energi 2P dan 3P sehingga total energi satu kali oksidasi
beta adalah 5P. Karena pada umumnya asam lemak memiliki banyak atom C, maka asil-KoA
yang masih ada akan mengalami oksidasi beta kembali dan kehilangan lagi 2 atom C karena
membentuk asetil KoA. Demikian seterusnya hingga hasil yang terakhir adalah 2 asetil-KoA.
Asetil-KoA yang dihasilkan oleh oksidasi beta ini selanjutnya akan masuk siklus asam sitrat.
Penghitungan energi hasil metabolisme lipid
Dari uraian di atas kita bisa menghitung energi yang dihasilkan oleh oksidasi beta suatu asam
lemak. Misalnya tersedia sebuah asam lemak dengan 10 atom C, maka kita memerlukan energi 2
ATP untuk aktivasi, dan energi yang di hasilkan oleh oksidasi beta adalah 10 dibagi 2 dikurangi
1, yaitu 4 kali oksidasi beta, berarti hasilnya adalah 4 x 5 = 20 ATP. Karena asam lemak memiliki
10 atom C, maka asetil-KoA yang terbentuk adalah 5 buah.
Setiap asetil-KoA akan masuk ke dalam siklus Krebs yang masing-masing akan menghasilkan
12 ATP, sehingga totalnya adalah 5 X 12 ATP = 60 ATP. Dengan demikian sebuah asam lemak
dengan 10 atom C, akan dimetabolisir dengan hasil -2 ATP (untuk aktivasi) + 20 ATP (hasil
oksidasi beta) + 60 ATP (hasil siklus Krebs) = 78 ATP.
Sebagian dari asetil-KoA akan berubah menjadi asetoasetat, selanjutnya asetoasetat berubah
menjadi hidroksi butirat dan aseton. Aseto asetat, hidroksi butirat dan aseton dikenal sebagai
badan-badan keton. Proses perubahan asetil-KoA menjadi benda-benda keton dinamakan
ketogenesis.
Proses ketogenesis
Lintasan ketogenesis di hati
Sebagian dari asetil KoA dapat diubah menjadi kolesterol (prosesnya dinamakan
kolesterogenesis) yang selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan untuk disintesis menjadi
steroid (prosesnya dinamakan steroidogenesis).

2. Biosintesis asam lemak


BIOSINTESIS merupakan proses pembentukan suatu metabolit (produk metabolisme )
dari molekul yang sederhana sehingga menjadi molekul yang lebih kompleks yang terjadi pada
organisme hidup .
Pada daun hijau tumbuhan, asam lemak diproduksi di kloroplas. Pada bagian lain
tumbuhan dan pada sel hewan (dan manusia), asam lemak dibuat di sitosol. Proses esterifikasi
(pengikatan menjadi lipida) umumnya terjadi pada sitoplasma, dan minyak (atau lemak)
disimpan pada oleosom. Banyak spesies tanaman menyimpan lemak pada bijinya
(biasanya pada bagian kotiledon) yang ditransfer dari daun dan organ berkloroplas lain. Beberapa
tanaman penghasil lemak terpenting adalah kedelai, kapas, kacang tanah, jarak, raps/kanola,
kelapa, kelapa sawit, jagung dan zaitun.
Proses biokimia sintesis asam lemak pada hewan dan tumbuhan relatif sama. Berbeda
dengan tumbuhan, yang mampu membuat sendiri kebutuhan asam lemaknya, hewan kadang kala
tidak mampu memproduksi atau mencukupi kebutuhan asam lemak tertentu. Asam lemak yang
harus dipasok dari luar ini dikenal sebagai asam lemak esensial karena organisme yang
memerlukan tidak memiliki cukup enzim untuk membentuknya.

Biosintesis asam lemak alami merupakan cabang dari daur Calvin, yang memproduksi
glukosa dan asetil-KoA. Proses berikut ini terjadi pada daun hijau tumbuh-tumbuhan dan
memiliki sejumlah variasi.

a. Penyimpanan lemak dan penggunaannya kembali


Adapun tahap-tahap penyimpanan tersebut adalah:
-

Asam lemak ditransportasikan dari hati sebagai kompleks VLDL.


Asam lemak kemudian diubah menjadi trigliserida di sel adiposa untuk disimpan.
Gliserol 3-fosfat dibutuhkan untuk membuat trigliserida. Ini harus tersedia dari glukosa.
Akibatnya, kita tak dapat menyimpan lemak jika tak ada kelebihan glukosa di dalam tubuh.

b. Nilai gizi
Asam lemak mengandung energi tinggi (menghasilkan banyak ATP). Karena itu kebutuhan
lemak dalam pangan diperlukan. Diet rendah lemak dilakukan untuk menurunkan asupan energi
dari makanan.
Asam lemak tak jenuh dianggap bernilai gizi lebih baik karena lebih reaktif dan merupakan
antioksidan di dalam tubuh.
Posisi ikatan ganda juga menentukan daya reaksinya. Semakin dekat dengan ujung, ikatan ganda
semakin mudah bereaksi. Karena itu, asam lemak Omega-3 dan Omega-6 (asam lemak esensial)
lebih bernilai gizi dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Beberapa minyak nabati (misalnya
-linolenat) dan minyak ikan laut banyak mengandung asam lemak esensial.
a

Daftar Pustaka
Armstrong, Frank B. 1995. Buku Ajar Biokimia. Edisi ketiga. EGC: Jakarta
Gilvery, Goldstein. 1996. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. Edisi 3. Airlangga University
Press: Surabaya
Harper, et al. 1980. Biokimia (Review of Physiological Chemistry). Edisi 17. EGC: Jakarta
Girindra, A. 1986. Biokimia 1. Gramedia. Jakarta.
Kay, E.R.M. 1966. Biochemistry : An Introduction to Dynamic Biology. CollierMacmillan.Canada.
Kuchel, P., G. B. Ralston. 2006. Biokimia. Schaum. Terjemahan. Erlangga. Jakarta.
Ngili Yohanis.2009. Biokimia : Struktur dan Fungsi Biomolekul. Graha Ilmu. Yogyakarta.

Poedjiadi, A., F.M. T. Supriyanti. 2006. Dasar-Dasar Biokimia. UI-Press. Jakarta.


Stryer, L. 2000. Biokimia. Vol 1,2,3. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Diposkan oleh Dekmus tanyoe di 06.19 Tidak ada komentar:
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest
Posting Lama Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Mengenai Saya

Dekmus tanyoe
Lihat profil lengkapku

My Widget

My Widget

Arsip Blog

2013 (2)
o Maret (2)

BAB 1PENDAHULUAN<!--[if !supportLists]-->A. <...

BAB 1PENDAHULUAN<!--[if !supportLists]-->A. <...

http://www.blogwidget.web.id/wp-content/uploads/2013/03/Rotary-04-june.gif

Translate

http://www.blogwidget.web.id/wphttp://www.blogwidget.web.id/wpcontent/uploads/2013/03/Rotary-04- Powered by
content/uploads/2013/03/shinchan.gif
june.gif

T
ranslate
Template Picture Window. Diberdayakan oleh Blogger.

Biosintesis Asam Lemak: Fungal Fatty Acid Synthase (FAS)


10 December 2010
r2dyluminescence Biochemistry Leave a comment

I.

Asam Lemak

Asam lemak adalah rantai hidrokarbon alifatik panjang yang memiliki gugus asam karboksilat.
Panjang rantai hidrokarbon asam lemak bervariasi dari 10 sampai 30 karbon. Rantai hidrokarbon
ini bersifat nonpolar yang berfungsi untuk menyeimbangkan gugus asam karboksilat yang
bersifat polar. Rantai hidrokarbon asam lemak biasanya berjumlah genap karena berkaitan denga
tambahan dua karbon dari aseteil-CoA saat biosintesis asam lemak. Asam lemak dalam makhluk
hidup berasal dari hidrolisis ikatan ester yang berasal dari lemak atau minyak, misalnya
trigliserida.
Berdasarkan struktur rantai hidrokarbon, asam lemak terdiri dari asam lemak jenuh (saturated)
dan asam lemak tak jenuh (unsaturated) (gambar I.1). Asam lemak jenuh, misalnya asam stearat,
mempunyai rantai hidrokarbon yang lurus dan berikatan tunggal sedangkan asam lemak tak

jenuh, misalnya asam linoleat, memiliki struktur rantai hidrokarbon yang bengkok dan memiliki
ikatan rangkap. Karena struktur asam lemak jenuh lurus maka tipe asam lemak ini biasanya
tersusun secara teratur satu sama lain, berwujud padat, dan memiliki titik leleh yang lebih tinggi.
Berbeda dengan tipe asam lemak jenuh, tipe asam lemak tak jenuh mempunyai titik leleh yang
lebih rendah, berwujud cair, karena memiliki struktur yang tidak teratur.

Gambar I.1 Struktur asam lemak jenuh dan tak jenuh


Fungsi asam lemak di dalam organisme adalah sebagai tempat penyimpanan energi, pembentuk
komponen struktur pada membran lipid, dan komponen postranslasi pada sebagian protein yang
berfungsi sebagai enzim.

II.

Fatty Acid Synthase (FAS)

Di dalam organisme asam lemak disintesis oleh mesin molekul yang sangat mengagumkan, yaitu
enzim fatty acid synthase (FAS). FAS merupakan multienzim karena memiliki tujuh enzim yang
mempunyai fungsi berbeda membentuk kompleks fatty acid synthase (gambar II.1).

Gambar II.1 Enzim penyusun kompleks FAS

Enzim
Acyl carrier protein (ACP)

Fungsi
Membawa gugus asil melalui ikatan tioester

Acetyl-CoAACP transacetylase (AT) Mentransfer gugus asil dari CoA menuju KS


Ketoacyl-ACP synthase (KS)

Melakukan reaksi kondensasi malonil dan CoA

Malonyl-CoAACP transferase (MT) Mentransfer malonil dari CoA ke ACP


Ketoacyl-ACP reductase (KR)

Mereduksi gugus -keto menjadi -hidroksi

Hydroxyacyl-ACP dehydratase (HD) Menghilangkan air dari -hidroksi-ACP


Enoyl-ACP reductase (ER)

Mereduksi ikatan rangkap membentuk asil-ACP jenuh

Ketujuh enzim yang membangun kompleks FAS meiliki sistem arsitektur molekul yang
berbeda-beda pada masing-masing organisme (gambar II.2). Pada bakteri dan tanaman ketujuh
enzim ini masing-masing dikode oleh gen yang berbeda sehingga terdiri dari tujuh polipeptida
yang mempunyai tujuh aktifitas katalisis. Pada jamur dan ragi, enzim FAS terdiri atas dua
polipeptida terpisah yang memiliki tujuh aktifitas katalisis. Sedangkan pada vertebrata, struktur
FAS terdiri dari satu polipeptida panjang yang mempunyai tujuh aktifitas katalisis.
(i) tanaman, bakteri
vertebrata

(ii) fungi, ragi

(iii)

Gambar II.2 Perbandingan arsitektur molekul FAS pada tanaman, bakteri, jamur, ragi dan
vertebrata

Berdasarkan struktur enzimnya maka FAS diklasifikasikan menjadi dua sistem, yaitu FAS tipe I
dan FAS tipe II. FAS tipe I terdiri dari satu atau dua polipeptida yang memiliki tujuh aktifitas
enzim, misalnya terdapat pada fungi, ragi dan vertebrata. Sedangkan pada tumbuhan dan bakteri
polipeptidanya terpisah sehingga digolongkan FAS tipe II.

III.

Biosintesis Asam Lemak

Pada biosintesis asam lemak diperlukan tiga karbon intermediet, yaitu malonil CoA.
Pembentukan malonil-CoA berasal dari asetil-CoA dan bikarbonat yang dikatalisis oleh enzim
asetil-CoA karboksilase.
Sintesis asam lemak (gambar III.1) dimulai dengan transfer asetil-CoA pada gugus cys-SH enzim
ketoacyl-ACP synthase (KS). Proses transfer ini dikatalisis oleh enzim acetyl-CoAACP
transacetylase (AT). Sedangkan malonil CoA ditransfer pada gugus ser-SH acyl carrier protein
(ACP) melalui ikatan kovalen tioester. Proses transfer ini dikatalisis olehe enzim malonyl-CoA
ACP transferase (MT). ACP adalah molekul protein kecil yang memiliki gugus prostetik 4phosphopantetheine dan terdapat gugus tiol (SH) pada ujungnya. Gugus prostetik 4phosphopantetheine pada ACP memiliki lengan yang lentur sehingga memudahkan asam lemak
intermediet berinteraksi dengan gugus asil ketika terjadi perpanjangan rantai asam lemak.
Selanjutnya, gugus malonil dan gugus asil yang teraktifasi melakukan reaksi kondensasi
menghasilkan satu molekul CO2 dan acetoacetyl-ACP. Reaksi kondensasi ini dikatalisis oleh
enzim ketoacyl-ACP synthase (KS).
Acetoacetyl-ACP yang terbentuk pada tahap kondensasi kemudian mengalami reaksi reduksi
gugus karbonil pada karbon C-3 membentuk D--hydroxybutyryl-ACP. Reaksi ini dikatalis oleh

ketoacyl-ACP reductase (KR), dan yang berperan sebagai donor elektron adalah NADPH.
Tahap selanjutnya adalah reaksi dehidrasi. Pada tahap ini satu molekul air dilepaskan dari karbon
C-2 dan C-3 D--hydroxybutyryl-ACP membentuk ikatan ganda pada produknya trans-2butenoyl-ACP. Enzim yang mengkatalis reaksi dehidrasi adalah hydroxyacyl-ACP dehydratase
(HD).
Tahap terakhir biosintesis asam lemak adalah reaksi reduksi ikatan ganda trans-2- butenoylACP membentuk butyryl-ACP. Reaksi reduksi ini dikatalisis oleh enzim enoyl-ACP reductase
(ER). NADPH berperan sebagai donor elektron pada reaksi reduksi ini.
Keempat reaksi pada biosintesis asam lemak ini terus diulang-ulang sebanyak tujuh kali hingga
mencapai jumlah karbon sekitar enam belas (asam palmitat), Sampai saat ini masih belum jelas
diketahui kenapa biosintesis asam lemak berakhir sampai dengan 16 karbon. Reaksi keseluruhan
biosintesis asam lemak dari asetil-CoA membentuk asam palmitat adalah
Acetyl-CoA + 7 malonyl-CoA + 14NADPH + 14H+ asam palmitat + 7CO
14NADP+ + 6H2O

+ 8 CoA +

Gambar III.1 Biosintesis asam lemak

IV.

Struktur FAS Jamur

Struktur FAS jamur memiliki dua rantai, yaitu rantai dan (gambar IV.1). Rantai terdiri atas
enzim AT, ER, HD dan MP sedangkan domain terdiri atas enzim KR, KS dan ACP. Rantai
tersusun atas 2080 residu asam amino dengan ukuran sekitar 231,8 kDa dan rantai tersusun atas
1878 residu asam amino dengan ukuran sekitar 206,7 kDa.

Gambar IV.1 Struktur rantai dan fatty acid synthase (FAS) jamur
Enzim FAS yang diisolasi dari fungi Thermomyces lanuginosus merupakan enzim FAS tipe I.
Enzim ini memiliki struktur raksasa 66 heterododekamerik dengan ukuran sekitar 2,6
megadalton. Dari gambar IV.2 terlihat bahwa struktur rantai alfa terdapat di tengah-tengah yang
diapit oleh rantai beta. Tiga buah rantai beta terdapat di bagian atas dan tiga buah rantai beta
sisanya terdapat di bawah sedangkan enam buah rantai alfa terdapat ditengah-tengah dari struktur
3D enzim FAS fungi. Struktur seperti ini memudahkan substrat yang dibawa oleh ACP untuk
dikatalisis oleh ke enam enzim yang lain dalam biosintesis asam lemak.

Gambar IV.2 Struktur 3D fungal fatty acid synthase (FAS)

V.

Inhibitor FAS

Inhibitor enzim FAS berfungsi untuk menghambat biosintesis asam lemak. Inhibitor ini banyak
digunakan sebagai anti-bakteri dan anti-fungi. Biosintesis asam lemak adalah target yang sangat
cocok untuk pengembangan obat anti-bakteri dan anti-fungi. Hal ini berkaitan dengan
terhambatnya biosintesis asam lemak yang sangat penting pada proses metabolisme bakteri dan
jamur.
Beberapa senyawa alami dan buatan digunakan sebagai inhibitor FAS bakteri, diantaranya
isoniazid yang digunakan sebagai obat anti-tuberkolosis, triklosan dan diazobarin yang
diguanakan sebagai anti-mikroba. Mekanisme inhibisi isoniazid adalah dengan membentuk
ikatan kovalen pada C-4 cincin nikotinamida enzim ER. Triklosan dan diazobarin mempunyai
mekanisme inhibisi yang sama yaitu berinteraksi dengan 2 hidroksi ribosa kofaktor NADPH
enzim ER. Bedanya diazobarin membentuk ikatan kovalen dengan cincin nikotinamida
sedangkan triklosan hanya membentuk ikatan nonkovalen.
Beberapa senyawa yang digunakan sebagai anti-jamur diantaranya cerulenin, platenimisin dan
thiolaktomisin. Ceruleinin menginhibisi tahap reaksi ping enzim KS dengan cara membentuk
ikatan kovalen dengan cys-1305 sedangkan platenimisin dan thiolaktomisin menginhibisi tahap
reaksi pong enzim KS (gambar V.1)

Gambar V.1 Inhibitor FAS

VI.

Referensi

Heath R.J., White S.W., Rock C.O., (2002) Inhibitors of fatty acid synthesis as antimicrobial
chemotherapeutics. Appl Microbiol Biotechnol 58:695703.
Jenni, S. et.al., (2007) Structure of fungal fatty acid synthase and implications for iterative
substrate shuttling. Science 254:316.
Nelson, D.L., Cox, M.M., Lehninger principles of biochemistry, 4th Ed. Pg. 787-794.