Anda di halaman 1dari 10

PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

SYARIAH
Oleh : Padlah Riyadi, SE, Ak
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Bicara mengenai akuntansi Syariah, tidak akan lepas dengan perhitungan keuangan yang mesti
tertulis secara terperinci dan jelas, agar dapat menghasilkan laporan keungan yang mudah dipahami oleh
semua pihak dan dapat membantu suatu perusahaan dalam menganalisis keuangannya.
Dalam suatu laporan keuangan akuntansi syariah, ada beberapa faktor yang harus kita pahami
sebelumnya, untuk menunjang laporan-laporan keuangan baik yang masuk maupun yang keluar dalam
suatu perusahaan atau perBankkan. Faktor-faktor yang ada akan menjadi acuan dalam laporan akuntansi
adalah : pernyataan posisi keuangan, pernyataan pendapatan, pernyataan perubahan dalam saham pemilik
atau pernyataan laba ditahan, pernyataan aliran kas, pernyataan perubahan dalam investasi terbatas dan
setaranya, pernyataan sumber dan penggunaan dana zakat serta dana sosial, dan pernyataan sumber dan
penggunaan dana dalam Qaradh. Faktor-faktor inilah yang akan kita kaji dalam makalah ini untuk
membuat kerangka laporan keuangan syariah secara baik.
Suatu laporan keuangan bermanfaat apabila informasi yang di sajikan dalam laporan keuangan
tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat di perbandingkan. Akan tetapi, perlu di sadari pula
bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin di butuhkan oleh pihakpihak yang berkepentingan dengan bank karena secara umum laporan keuangan hanya menggambarkan
pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu dan tidak di wajibkan untuk menyediakan informasi non
keuangan.
Ada beberapa perbedaan unsur antara laporan keuangan lembaga syariah dan laporan lembaga
keuangan konvensional. Unsur-unsur yang ada dalam laporan keuangan lembaga syariah antara lain,
neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas, laporan perubahan dana investasi
terikat, laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infaq dan shodaqoh, laporan sumber dan penggunaan
dana qardhul hasan. Sedangkan unsur-unsur yang ada dalam laporan keuangan lembaga konvensional
adalah neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas.
B. Rumusan masalah
1.
Apa unsur-unsur dasar laporan keuangan syariah?
2.
Apa tujuan dari laporan keuangan syariah?
3.
Bagaimana bentuk laporan keuangan syariah?
4.
Bagaimana prosedur penyajian laporan keuangan syariah?
C. Tujuan penulisan
1.
Mengetahui unsure-unsur laporan keuangan syariah
2.
Mengetahiu tujuan laporan keuangan syariah
3.
Mengetahui bentuk laporan keuangan syariah
4.
Mengetahui tata cara penyajian laporan keuangan syariah

BAB II
PEMBAHASAN

A.
1.

2.

3.
4.

Unsur-unsur Dasar Laporan Keuangan


Pernyataan posisi keuangan
a. Aset
Merupakan sesuatu yang mampu menimbulkan aliran kas positif atau manfaat bagi ekonomi
lainnya, baik dengan dirinya sendiri ataupun dengan aset lainnya, yang haknyadi dapat oleh bank
syariah sebagai hasil dari transaksi atau suatu peristiwa di masa lalu.
b. Liabilitas
Liabilitas merupakan kewajiban yang berjalan untuk memindahkan suatu aset dan meneruskan
penggunaannya atau menyediakan jasa untukpihak lain di masa depan sebagai hasil dar transaksi
atau peristiwa dimasa lalu.
c. Porsi pemegang rekening investasi takterbatas
Rekening investasi tak terbatas merujuk pada dana-dana yang diterima oleh bank syariah dari
individu-individu atau kelompok dengan dasar bahwa bank syariah akan memiliki hak untuk
menggunakan dan menginvestasikan dana-dana tersebut tanpa adanya batasan. Dengan demikian,
bank syariah berhak mencampurkan dana yang di investasikan itu dengan modalnya sendiri.
d. Saham Pemilik
Saham pemilik merujuk pada jumlah yang tersisa pada tanggal pernyataan posisi keuangan dari
aset bank syariah sesudah dikurangi kewajiban, porsi pemegang rekening investasi tak terbatas
dan yang serta dengannya, serta pendapatan yang dilarang jika ada.1[2].
Pernyataan Pendapatan
a. Pendapatan
Pendapatan merupakan kenaikan kotor dalam aspek atau penurunan dalam liabilitas atau
gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh penyertaan pendapatan yang berakibat
dari investasi yang halal, perdagangan, memberikan jasa, dan lain-lain.
b. Biaya
Biaya merupakan penurunan kotor dalam suatu aspek atau kenaikan dalam liabilitas atau
gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat
dari investasi yang halal, perdagangan, atau aktivitas yang termasuk pemberian jasa.
c. Keuntungan
Keuntungan merupakan kenaikan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari memegang aset yang
mengalami peningkatan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan.
d. Kerugian
Kerugian merupakan penurunan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari pemegang aset yang
mengalami penurunan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan.
e. Keuntungan pada rekening investasi tak terbatas yang setaranya menunjukkan kondisi atau posisi
rekening investasi mudharabah mutlaqoh.
f. Keuntungan bersih (kerugian bersih)
g. Gambaran keberadaan keuntungan atau kerugian bersih yang diperoleh bank syariah selama
periode akuntansi.
Pernyataan perubahan dalam saham pemilik atau pernyataan laba ditahan.
Pernyataan aliran kas
a. Kas dan setara kas

5.

6.

7.

b. Aliran kas dan transaksi


c. Aliran kas dari aktivitas investasi
d. Aliran kas dari aktivitas pembiayaan
Pernyataan perubahan dalam investasi
a. Investasi terbatas
b. Simpanan dan penarikan oleh pemegang rekening investai terbatas dan ekuivalensinya.
c. Keuntungan atau kerugian investasi sebelum bagian keuntungan manager investasi sebagai
seorang mudharib atau konvensasiseabagi investasi.
d. Bagian manager investasi dalam keuntungan investasi terbatas dari seorang mudharib atau
kompensasi sebagai manager investasi.
Pernyataan sumber dan pengguanaan dana zakat serta dana social
a. Sumber dana zakat dan dana social
b. Penggunaan dana zakat dan dana social
c. Saldo dana zakat dan dana social
Pernyataan sumber dan penggunaan dana dalam karadh
a.
Karadh
b.
Sumber dana dalam karadh
c.
Penggunaan dana dalam karadh
d.
Saldo dana dalam karadh.

B. Tujuan laporan keuangan


Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi, menyangkut posisi keuangan, kinerja serta
perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam
pengambilan keputusan ekonomi, Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi
keuangan dan kinerja keuangan dari suatu entitas syariah. Tujuan laporan keuangan untuk tujuan umum
adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas entitas syariah yang
bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusankeputusan
ekonomi serta menunjukkan pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumbersumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan
keuangan menyajikan informasi mengenai entitas syariah yang meliputi:
1. asset
2. kewajiban
3. dana syirkah temporer
4. ekuitas
5. pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian
6. arus kas
7. dana zakat; dan
8. dana kebajikan.
beberapa tujuan lainnya adalah:
1.
Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan
kegiatan usaha.
2.
Informasi kepatuhan entitas syariah tidak sesuai dengan prinsip syariah, serta
informasi aset, kewajiban pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah bila ada
dan bagaimana perolehan dan penggunaannya.
3.
Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tangung jawab entitas
syariah terhadap amanah dalam mengamankan dana, menginvestasikan pada tingkat keuntungan
yang layak.

4.

Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanam modal


dan pemilik dana syirkah temporer; dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban (obligation)
fungsi sosial entitas termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Laporan keuangan harus menyajikan secara wajar posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas
syariah dengan menerapkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan secara benar disertai pengungkapan
yang diharuskan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Informasi lain tetap diungkapkan untuk menghasilkan penyajian yang wajar walaupun pengungkapkan
tersebut tidak diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan
Laporan keuangan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagai pengguna laporan keuangan,
serta dapat digunakan sebagai bentuk laporan dan pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya
yang dapat dipercayakan kepadannya.
C.

Bentuk Laporan Keuangan


Laporan keuangan Entitas terdiri atas
Entitas syariah mengungkapkan hal-hal berikut di Neraca atau di Catatan atas Laporan Keuangan :
untuk setiap jenis saham
jumlah saham modal dasar
jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh
nilai nominal saham
ikhtisar perubahan jumlah saham beredar
hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekat pada setiap jenis saham,
termasuk pembatasan atas dividen dan pembayaran kembali atas modal;
saham entitas syariah yang dikuasai oleh entitas syariah itu sendiri atau oleh anak
entitas syariah atau entitas syariah asosiasi; dan
saham yang dicadangkan untuk hak opsi dan kontrak penjualan, termasuk nilai
dan persyaratannya
penjelasan mengenai sifat dan tujuan pos cadangan dalam ekuitas; dan
penjelasan apakah dividen yang diusulkan tapi secara resmi belum disetujui untuk
dibayarkan telah diakui atau tidak sebagai kewajiban.
1.

Posisi keuangan entitas syariah, disajikan sebagai neraca. Laporan ini menyajiakn
informasi tentang sumber daya yang dikendalikan. Likuiditas dan solvabilitas serta kemampuan
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Laporan ini berguna untuk memprediksi kemampuan
perusahaan dimasa yang akan dating
2.
Informasi kinerja entitas syariah, yang dapat disusun berdasarkan definisi dana
seperti seluruh sumber daya keuangan, modal kerja aset likuid atau kas. Kerangka ini tidak
mendefinisikan dana secara spesifik. Akan tetapi, melaluii laporan ini dapat diketahui aktivitas
investasi, pendanaan dan operasi selama periode pelaporan.
3.
Informasi lain, seperti laporan penjelasa tentang pemenuhan fungsi sosial entitas
syariah. Merupakan informasi yang tidak diatur secara khusus tatapi relevan bagi pengambilan
keputusan sebagai besar pengguna laporan keuangan.
4.
Catatan dan skedul tambahan, merupakan penampung dari informasi tambahan
yang relevan termasuk pengungkapan tentang resiko dan ketidak pastian yang mempengeruhi
entitas, informasi tentang segmen industri dan geografi serta pengaruh perubahan harga terhadap
entitas juga dapat disajikan.
D.

Unsur-unsur laporan keuangan bank syariah


1.
Laporan posisi keuangan( statement of financial position)

2.
3.
4.
5.

Laporan laba rugi (statement of income)


Laporan arus kas (statement of cashflows)
Laporan laba ditahan atau saldo laba (statement of retained earning)
Laporan perubahan dana investasi terikat (statement of change in restricted
investment)

6.

Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah (statement of
source and use of fund in zakat and charity fund)
7.
Laporan sumber dan penggunaan dana qadhuk hasan (statement of source of fund
in qard fund)
Empat laporan pertama adalah unsur laporan keuangan yang sudah dikenal selama ini secara
konvensional, sedangkan tiga yang terakhir bersifat khas. Ketiga laporan yang terakhir muncul akibat
perbedaan peran dan fungsi bank syariah, dibandingkan bank konvensional.
E.

Penyajian laporan Keuangan Bank Syariah


1.
Laporan posisi keuangan (neraca)
Unsur-unsur neraca meliputi aktiva, kewajiban, investasi tidak terikat, dan ekuitas. Penyajian
aktiva pada neraca atau pengungkapan pada catatan atas laporan keuangan atas aktiva yang
dibiayai oleh bank sendiri dan aktiva yang dibiayai oleh bank bersama pemilik dana investasi
tidak terikat, dilakukan secara terpisah.
2.
Laporan laba dan rugi
Dengan memperhatikan ketentuan dalam PSAK lainnya,dalam laporan laba rugi mencakup, tetapi
tidak terbatas pada pos-pos pendapatan dan beban.
3.
Laporan arus kas
4.
L aporan perubahan ekuitas
5.
Laporan perubahan investasi terikat
Laporan perubahan dana investasi terikat memisahkan dana investasi terikat berdasarkan sumber
dana dan memisahkan investasi berdasarkan jenisnya.
6.
Laporan sumber dan penggunaan dana zakat, infaq dan shadaqah
Bank syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan zakat, infaq, dan shodaqoh sebagai
komponen utama laporan keuangan yang menunjukkan:2[4][7]
a.
Sumber dana zakat, infaq dan shadaqah yang berasal dari penerimaan;
a.
Zakat dari
bank syariah
b.
Zakat
dari
pihak luar bank syariaah
c.
Infaq
d.
Shadaqah
b.
Penggunaan
dana zakat, infaq dan shadaqah untuk:
a.
Fakir
b.
Miskin
c.
Hamba
sahaya
d.
Orang yang
terlilit hutang
e.
Orang yang
baru masuk Islam

f.

Orang

yang

Orang

yang

berjihad
g.
dalam perjalanan
h.
c.

Amil
Kenaikan

atau penurunan sumber dana zakat, infaq dan shadaqah


d.

Saldo

awal

Saldo

akhir

dana penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah


e.
dana penggunaan dana zakat, infaq, dan shadaqah

7. Laporan sumber dan pengguna dana qardhul hasan


Bank syariah menyajikan laporan sumber dan penggunaan qardhul hasan sebagai komponen
utama laporan keuangan, yang menunjukkan:
a. Sumber dana qardhul hasan yang berasal dari penerimaan:

Infaq

Shadaqah

Denda

Dan
pendapatan non halal
b.
Penggunaan
dana qardhul hasan untuk:

Pinjaman

Sumbangan
c.
Kenaikan atau penurunan sumber dana qardhul hasan
d.
Saldo awal dana penggunaan dana qardhul hasan,
e.
Saldo akhir dana penggunaan dana qardhul hasan
8. Catatan-catatan laporan keuangan
Laporan keuangan harus mengungkapkan semua informasi dan material yang perlu unutuk
menjaikan laporan keuangan tersebut memadai, relevan, dan bisa dipercaya (andal) bagi para
pemakainya.
9.
Pernyataan, laporan dan data lain yang membantu dalam menyediakan informasi yang
diperlukan oleh para pemakai laporan keuangan sebagaimana ditentukan didalam statement of
obyektif.
Laporan ini diterbitkan dalam bentuk komparatif. Artinya, laporan tersebut menyajikan data
periode sekarang dan periode yang lalu. Untuk memberikan gambaran keadaan laporan keuangan bank
syariah.
F.

Asumsi Dasar
1.
Dasar Akrual (accrual basic)
Laporan keuangan disajikan atas dasar akrual, maksudnya bahwa pengaruh transaksi dan
peistiwa lain diakui pada saat kejadian (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau
dibayar) dan diungkapkan dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada
periode bersangkutan.
Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai
tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas tetapi juga
kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang merepsesentasikan kas yang

akan diterima di masa depan.Namun, dalam penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian
hasil usaha menggunakan dasar kas. Hal ini disebabkan bahwa prinsip pembagian hasil usaha
berdasarkan bagi hasil, pendapatan atau hasil yang dimaksud adalah keuntungan bruto (gross
profit).
2.
Kelangsungan Usaha (going consern)
Laporan keuangan biasannya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha entitas
syariah yang akan melanjutkan usahannya di masa depan. Oleh karana itu, entitas syariah
diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuiditas atau mgngurangi secara meterial
skala usahannya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus
disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.
Sedangkan menurut AAOIFI asumsi dasar akuntansi adalah
:
1. Pengakuan Penghasilan (revenue)
2. Pengakuan biaya
3. Pengakuan laba dan rugi
4. Pengakuan laba dan rugi dari investasi terikat (bersyarat)
Sementara itu yang berkaitan dengan konsep pengukuran akuntansi, lembaga ini menjelaskan
sikap tantang Konsep Matching dan Atribut Pengukuran.

Atribut yang diukur seperti:


1. Nilai kas dan setara kas yang akan direalisasi dan dibayar
2. Penilaian kembali aktiva, kewajiban dan investasi terikat
3. Penerapan penilaian kembali aktiva, kewajiban dan investasi terikat
4. Alternatif pengukuran lainnya terhadap kas dan setara kas.
G.

Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan


1. Dapat dipahami
Kualitas penting informasi yang ditampung dalam laporan keuanan adalah kemudahannya untuk
segera dapat dipahami oleh pemakai. Untuk maksud ini, pemakai diasumsikan memiliki
pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk
mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks
yaang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar
pertimbangan bahwai informasi tersebut terlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pemakai tertentu.
2. Relevan
a. Agar bermanfaat, informasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam
proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat
mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi
peristiwa masa lalu, masa kin atau masa depan, serta menegaskan atau mengoreksi hasil
evaluasi mereka di masa lalu. Relevan berarti juga harus berguna untuk peramalan
(predictive) dan penegasan (confirmatory) atas transaksi yang berkaitan satu sama lain.
b. Relevan juga dipengaruhi oleh hakikat dan tingkat meterialitasnya. Tingkat meterialitas
ditentukan berdasarka pengaruh kelalaian (ambang batas) terhadap keputusan ekonomi
pemakai yang diambil atas dasar laporan keuangan. Oleh karena itu, meterialitas
dipengaruhi oleh besarnya kesalahan dalam mencantumkan atau pencatatan.
c. Sementara itu, dasar penerapan dalaam bagi hasil harus mencerminkan jumlah yang
sebenarnya tanpa mempertimbangkan konsep materialitas.
3. Keandalan

a. Andal, diartikan sebagai bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material,
dan dapar diandalkan sebagai penyajian yang jujur (faithful representation) dari yang
seharusnya disajikan atau yang diharapkan dapat disajikan.
b. Informasi mungkin relevan tetapi jika hakikat atau penyajian tidak dapat diandalkan
maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. Misalnya, jika
keabsahan dan jumlah tuntunan atas kerugian dalam suatu tindakan hukum masih
dipersengketakan, mungkin tidak tepat bagi entitas syariah untuk mengakui jumlah
seluruh tuntunan tersebut dalam neraca, meskipun mungkin tepat untuk mengungkapkan
jumlah serta keadaan dari tuntunan tersebut. Agar dapat diandalkan maka informasi harus
memenuhi hal sebagai berikut.
c. Menggambarkan dengan jujur transaksi (penyajian jujur) serta peristiwa lainnya yang
seharusnya disajikan atau yang secara wajar dapaat diharapkan untuk disajikan.
Misalnya, neraca harus menggambarkan dengan jujur transaksi serta peristiwa lainnya
dalam bentuk aset, kewajiban, dana syirkah temporer, serta ekuitas entitas syariah pada
tanggal pelaporan.
d. Penggambaran tersebut harus memenuhi kriteria pengakuan, walaupun terkadang
mengalami kesulitan yang melekat untuk mengidentifikasikan transaksi baik disebabkan
oleh kesuitan yang melekat pada transaksi atau oleh penerapan ukuran dan teknik
penyajian yang sesuai dengan makna transaksi atau peristiwa tersebut.
e. Dicatat dan disajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi yang sesuai dengan
prinsip syariah dan bukan hanya bentuk hukumnya (substansi mengungguli bentuk).
f. Harus diarahkan untuk kebutuhan umum pemakai dan bukan pihak tertentu saja (netral).
g. Didasarkan atas pertimbangan yang sehat dalam hal menghadapi ketidakpastian peristiwa
dan keadaan tertentu. Pertimbangan ini mengandung unsur kehati-hatian pada saat
melakukan perkiraan atas kepastian tersebut.
h. Lengkap dalam batasan materialitas dan biaya. Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan
akan berakibat informasi menjadi tidak benar sehingga menjadi tidak dapat diandalkan
dan tidak sempurna.
4. Dapat dibandingkan
a. Pamakai harus dapat membandingkan laporan keuangan entitas syariah agar periode
untuk mengidentifikasikan kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai
juga harus dapat membandingkan laporan keuangan agar entitas syariah untuk
mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan secara relatif.
Oleh karena itu, pembandingan berupa pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari
transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan serta konsisten untuk entitas
syariah yang bebbeda, maupun entitas lain.
b. Agar dapat dibandingkan, informasi tentang kebijakan akuntansi yang digunakan dalam
penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan
tersebut juga harus diungkapkan termasuk ketaatan atas standart akuntansi yang berlaku.
Bila pemakai ingin membandingkan posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi
keuangan antar periode, maka entitas syariah syariah perlu menyajikan informasi periode
sebelumnya dalaam laporan keuangan.

BAB III
KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa suatu laporan keuangan dapat bermanfaat apabila informasi yang di
sajikan dalam suatu laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat di
perbandingkan. Laporan keuangan juga tidak hanya mencakup pernyataan mengenai keuangan tetapi juga
merupakan sarana komunikasi informasi yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung
atau dengan informasi yang di sediakan oleh akuntansi keuangan.dan laporan keuangan juga dapat
menggambarkan keadaan laporan keuangan bank syariah yang menyajikan data periode sekarang dan
data periode yang baru.