Anda di halaman 1dari 36

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

DIRJEN MANAJEMEN PENDIDIKAN MENENGAH


DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH ATAS
TEST SELEKSI TINGKAT NASIONAL
CALON PESERTA
INTERNATIONAL BIOLOGY OLYMPIAD (IBO) TAHUN 2012
SOAL TEORI BAGIAN A

PETUNJUK :
1. Waktu mengerjakan tes: 2 Jam (120 menit).
2. Sebelum mengerjakan tes, periksalah kelengkapan naskah yang diberikan.
3. Tulislah jawaban anda dengan memberi tanda (X) pada lembar jawaban yang telah
disediakan.
4. Isilah nama, asal sekolah, kelas, pada lembar jawaban.
5. Gunakan ballpoint/pulpen untuk menulis setiap jawaban anda.
6. Mulailah bekerja setelah pengawas memberi tanda dimulai dan berhenti bekerja
setelah pengawas memberi tanda selesai.
7. Handphone ditinggalkan di pengawas sebelum memulai tes.
8. Total nilai keseluruhan berjumlah 100.
9. Peserta diperkenankan menggunakan kalkulator.
10. Lembar Jawaban harus dikumpulkan kembali ke pengawas

www.tobi.or.id

Olimpiade Sains Nasional - Manado


11 16September 2011

JAWABAN SOAL OSN

1.

Enzim yang tidak berperan dalam replikasi DNA adalah:

A.

DNA polimerase

B.

Protein SSb (single strand binding)

C.

Helikase

D.

Primase

E.

Topoisomerase

Jawaban: B
Penjelasan : Enzim yang berperan dalam proses replikasi DNA :
1.

Enzim Helicase berfungsi untuk memotong untaian DNA yang doble heliks pada

proses replikasi DNA menggunakan enegi kimia. Helicase adalah enzim yang penting untuk
semua organisme hidup. Mereka adalah protein motor yang bergerak terarah sepanjang tulang
punggung fosfodiester asam nukleat, memisahkan dua untai asam nukleat anil (yaitu, DNA,
RNA, DNA atau RNA-hybrid) dengan menggunakan energi yang berasal dari hidrolisis ATP.
2.

Enzim topoisomerase berfungsi untuk membantu helicase untuk memotong untaian

DNA dengan mengurangi tegangan untaian DNA. merupakan enzim yang mengatur
overwinding atau underwinding DNA. Masalah DNA muncul karena sifat saling terkait dari
struktur heliks ganda nya. Sebagai contoh, selama replikasi DNA , DNA menjadi overwound
depan garpu replikasi. Jika dibiarkan berlanjut, ketegangan ini akhirnya akan menggiling
replikasi berhenti (acara serupa terjadi selama transkripsi). Untuk membantu mengatasi
masalah jenis topologi yang disebabkan oleh helix ganda, topoisomerase mengikat baik DNA
beruntai tunggal atau double-stranded dan memotong tulang punggung fosfat DNA. Fase
istirahat ini antara memungkinkan DNA yang akan diuraikan atau dibatalkan, dan, pada akhir
proses ini, tulang punggung DNA disegel kembali lagi. Karena komposisi kimia secara
keseluruhan dan konektivitas dari DNA tidak berubah, DNA kusut dan diuraikan adalah
isomer kimia, hanya berbeda dalam topologi global mereka, sehingga topoisomerase adalah
isomerase enzim yang bekerja pada topologi dari DNA
3. Enzim DNA polimerase berfungsi untuk memperpanjang untaian DNA baru. DNA
polimerase adalah enzim penting dalam replikasi DNA maupun dalam reparasi DNA. DNA
polimerase

merupakan

sebuah

enzim

yang

mengkatalisasi

reaksi

polimerisasi

deoksiribonukleotida menjadi rantai DNA, dengan kata lain enzim ini mengkatalisasi reaksi
pembentukan DNA. DNA polimerase membaca rantai DNA utuh sebagai cetakan (templat)
dan menggunakannya untuk membentuk rantai baru. Molekul polimer yang baru terbentuk
merupakan komplemen atau pasangan dari rantai yang digunakan sebagai cetakan, dan
identik dengan pasangan dari rantai cetakan sebelum terjadi reaksi.
4.

Enzim Ligase berfungsi untuk melekatkan fragmen-fragmen okazaki.

5.

Enzim Primerase yang memungkinkan akses pembentukan RNA primer. Primase

adalah enzim yang terlibat dalam replikasi DNA. Primase mengkatalisis sintesis dari RNA
pendek atau DNA dalam beberapa organisme,segmen disebut primer pelengkap ke DNA
template. Primase adalah kunci penting dalam replikasi DNA karena tidak diketahui DNA
polimerase dapat memulai sintesis dari DNA untai tanpa RNA atau DNA awal primer (untuk
perpanjangan DNA sementara).DNA primer disintesis dari trifosfat ribonucleoside dan 4-15
nukleotida panjang.
Sedangkan Protein SSB, mengikat rantai tunggal daerah DNA untuk mencegah dini
annealing, untuk melindungi DNA rantai tunggal dari yang dicerna oleh nucleases, dan untuk
menghilangkan struktur sekunder dari DNA untuk memungkinkan enzim lain untuk berfungsi
secara efektif atasnya. Protein ini diproduksi selama semua aspek metabolisme DNA:
replikasi, rekombinasi dan perbaikan. Serta menstabilkan DNA ini beruntai tunggal, protein
SSB mengikat dan mengatur fungsi protein yang banyak terlibat dalam proses ini.
Protein SSB telah diidentifikasi dalam organisme dari virus ke manusia.Jadi protein SSB
bukan merupakan enzim dalam replikasi DNA.
2.

Dari suatu fragmen DNA untai ganda, diketahui urutan untai sense DNA adalah
sebagai berikut: 5 'ATG TGA TCC TTG ACG 3'. Apakah urutan mrna dari DNA
tersebut

A.

5 'AUG uga UCC UUG ACG 3'

B.

5 'ATG TGA TCC TTG ACG 3'

C. 5 'CGU caa GGA uca CAU 3'


D.

5 'CGT caa GGA TCA CAUT 3'


Jawaban:

Penjelasan

Setiap jenis basa tertentu dalam heliks ganda hanya dapat membentuk pasangan dengan
satu jenis basa specifik yang lain. Adenin (A) selalu berpasangan dengan Timin (T),
sedangkan Guanin (G) berpasangan dengan Sitosin (C), tapi pada RNA tidak terdapat

basa Timin (T) sehinggga Adenin (A) berpasangan dengan Urasil (U) . Jika kita hendak
membaca sekuens basa di sepanjang salah satu untai sambil menyusuri heliks ganda,
maka kita akan mengetahui sekuens basa pada untai yang satu lagi. Jika salah satu bagian
basa memiliki sekuens basa 5 ATG TGA TCC TTG ACG 3 : maka kita mengetahui dari
urutan perpasangan basa bahwa sekuens mRNA bagian yang sama pada untai yang satu
lagi pastilah sekuens 3 UAC ACU AGG AAC UGA 5 atau 5 CGU CAA GGA UCA
CAU 3

kedua untai pada heliks ganda bersifat komplementer. Masing-masing

merupakan pasangan yang bisa di prediksi dari untai yang satu lagi.
5 ATG TGA TCC TTG ACG 3
3 TAC ACT AGG AAC TGC 5 DNA Template
5 AUG UGA UCC UUG ACG 3
mRNA
3.

Komponen DNA yang memberikan muatan negatif adalah ...


A. Basa nitrogen
B. Gugus Fosfat
C. Ikatan fosfodiester
D. Gula
E. Nukleotida

Jawaban:B
Penjelasan :
A. basa nitrogen
basa nitrogen yang terdiri golongan purin yaitu adenin (Adenin = A) dan guanin
(guanini = G), serta golongan pirimidin, yaitu sitosin (cytosine = C) dan timin (thymine = T).
Baik purin ataupun pirimidin yang berkaitan dengan deoksiribosa membentuk suatu molekul
yang dinamakan nukleosida atau deoksiribonukleosida yang merupakan prekursor elementer
untuk sintesis DNA.Prekursor merupakan suatu unsur awal pembentukan senyawa
deoksiribonukleosida yang berkaitan dengan gugus fosfat.DNA tersusun dari empat jenis
monomer nukleotida. Keempat basa nitrogen nukleotida di dalam DNA tidak berjumlah sama
rata.Akan tetapi, pada setiap molekul DNA, jumlah adenin (A) selalu sama dengan jumlah
timin (T).Demikian pula jumlah guanin (G) dengan sitisin(C) selalu sama.Fenomena ini
dinamakan ketentuan Chargaff.Adenin (A) selalu berpasangan dengan timin (T) dan
membentuk dua ikatan hidrogen (A=T), sedagkan sitosin (C) selalu berpasangan dengan
guanin (G) dan membentuk 3 ikatan hirogen (C = G).
B. gugus fosfat
gugus fosafat merupakan komponen yang bermuatan negatif yang tertarik ke kutub.
C. ikatan fosfodiester
Rangka utama untai DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula yang berselang-seling.
Gula pada DNA adalah gula pentosa (berkarbon lima), yaitu 2-deoksiribosa. Dua gugus gula
terhubung dengan fosfat melaluiikatan fosfodiester antara atom karbon ketiga pada cincin

satu gula dan atom karbon kelima pada gula lainnya. Salah satu perbedaan utama DNA dan
RNA adalah gula penyusunnya; gula RNA adalah ribosa.
D. Gula
DNA merupakan polimer unit deoksiribonukleotida. Suatu molekul terdiri dari sebuah
basa nitrogen, sebuah gula dan satu atau lebih gugus fosfat. Gula dalam deoksiribonukleotida
merupakan deoksiribosa.Awalan deoksi menunjukkan bahwa gula ini kekurangan satu atom
oksigen yang ada pada ribosa, senyawa induknya.
Basa Nitrogen merupakan derivat purin dan pirimidin, purin dalam DNA adalah
adenin (A) dan guanin (G) dan pirimidinnya adalah timin (T) dan sitosin (S).
E. Nukleotida
Suatu nukleotida merupakan suatu ester fosfat dari suatu nukleosida.Tempat
esterifikasi yang paling umum dalam nukleotida yang terdapat secara alamiah adalah gugus
hidroksil C-5 pada gula. Senyawa seperti ini disebut nukleosida 5-fosfat atau 5nukleotida. Misalnya dATP (gambar 6.4), merupakan prekursor yang aktif pada sintesis DNA;
nukleotida ini diaktifkan kalau ada dua ikatan fosfoanhidra dalam unit trifosfatnya. Jumlah
dengan tanda menunjukkan atom pada gula, sedangkan jumlah tanpa tanda menunjukkan
atom pada cincin purin atau pirimidin. Awalan d dalam dATP menunjukkan bahwa gulanya
berupa deoksiribosa untuk membedakan senyawa ini dari ATP gula dalam bentuk ribose.

Pertanyaan No. 4-6 mengacu pada keterangan di bawah ini.


Tiga tipe sel diamati pada mikroskop. Hasil pengamatan ditampilkan pada tabel di
bawah ini.
Tipe sel Nukleus
Dinding sel Kloroplas
A
Tidak ada Ada
TIdak ada
B
Ada
Ada
Tidak ada
C
Ada
Ada
Ada
Ketiga sel tersebut ditumbuhkan pada kultur yang berbeda dengan jumlah oksigen dan
makanan melimpah. Gambar di bawah menunjukkan grafik pertumbuhan dari ketiga tipe sel
ini. Pada Time 1 , oksigen telah habis.

4.

Berdasarkan informasi yang diberikan pada tabel, sel tipe A kemungkinan adalah

A.

Fungi

B.

Tumbuhan

C.

Bakteri

D.

Hewan

E.

Protista

Jawaban:C
Penjelasan :
Dari tabel yang diberikan terdapat ciri-ciri dari BAKTERI. ciri-ciri bakteri adalah:
1.
2.
3.
4.

Organisme multiselluler
Prokariot (tidak memiliki membran inti sel
Umumnya tidak memiliki klorofil
Memiliki ukuran tubuh yang bervariasi antara 0,12 s/d ratusan mikron umumnya

5.
6.
7.

memiliki ukuran rata-rata 1 s/d 5 mikron.


Memiliki bentuk tubuh yang beraneka raga
Hidup bebas atau parasit
Yang hidup di lingkungan ekstrim seperti pada mata air panas,kawah atau gambut

dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan


8. Yang hidupnya kosmopolit diberbagai lingkungan dinding selnya mengandung
peptidoglikan

5.
I.

Diantara reaksi kimia di bawah ini, reaksi mana yang dapat dijalankan oleh sel tipe C?
C 6 H 12 O 6 + 6O 2 6CO 2 + 6H 2 O + ATP

II. H 2 O + cahaya O 2 + ATP + NADPH


III.

6CO 2 + 6H 2 O + ATP + NADPH C 6 H 12 O 6

A.

Hanya I

B.

Hanya II

C.

I dan III

D.

II dan III

E. I, II dan III
Jawaban:E
Penjelasan :
Sel tipe C adalah TUMBUHAN, karena tumbuhan memiliki nukleus, memiliki dinding sel
dan memiliki klorofil. tumbuhan mampu melakukan reaksi respirasi ,lisis air, dan juga
forosintesis.

6. Dengan memperhatikan data yang ada pada gambar, tentukan pernyataan yang
paling tepat untuk menjelaskan alasan perbedaan antara kurva pertumbuhan dari
sel tipe B dan tipe C.
A.

Sel tipe B tidak dapat bertahan hidup dengan kehadiran oksigen, sementara sel C
dapat melakukan fermentasi

B.

Produk hasil proses fermentasi yang dilakukan oleh sel C beracun bagi sel
tersebut dan mereka selalu berada pada kondisi sekarat

C.

Sel tipe B adalah sel-sel obligate aerobe sementara sel tipe C dapat melakukan
fermentasi

D. sel tipe B adalah sel-sel anaerob fakultatif sementara sel tipe C adalah aerob obligat
E.

Sel tipe C adalah sel-sel aerob obligat sementara sel tipe B adalah anaerob obligat

Jawaban:E
Penjelasan:
Sel tipe C adalah sel yang bersifat aerob obligat sehingga hanya mampu hidup jika
ada oksigen.Sementara Sel tipe B merupakan sel yang mampu hidup apabila ada oksigen dan
tanpa oksigen.

7.

Pada teknologi rekayasa genetik dengan cara membuat tanaman transgenik


dengan memasukan gen asing ke dalam tanaman inang, ternyata kadang
diperoleh level ekspresi gen asing tersebut cenderung fluktuatif. Dari hasil
penelitian diketahui adanya faktor pembatas yang mempengaruhi level ekpresi
suatu gen pada tanaman transgenik yang berada pada elemen regulator suatu
ekspresi gen yaitu ...

A.

Terminator

B.

Enhancer

C.

promoter

D.

Exon

E.

Intron

Jawaban:C
Penjelasan :
Gen Terminator merupakan suatu proyek bersama Departemen Pertanian AS dan
Delta and Pine Land. Gen ini dirancang untuk meniru suatu ciri pada banyak tumbuhan

hybrid konvensional yang mencegah benih tanaman rekayasa genetic digunakan lebih dari
sekali, sehingga menjaga agar kualitasnya dan hasil panennya tetap tinggi.
Enhancer adalah sekuensi DNA regulator yang posisinya relatif jauh dari
transcription start, dapat berfungsi tanpa tergantung pada posisi atau orientasinya, dan dapat
mendorong proses transkripsi berbagai gen yang ada di dekatnya.
Promotor terdiri atas informasi untuk inisiasi transkripsi dan situs pengendalian
ekspresi gen. Promotor dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan tingkat kontrol ekspresi
gen. (1) Promotor konstitutif merupakan promotor yang mengendalikan ekspresi gen pada
semua jaringan dan umumnya tidak bergantung pada faktor lingkungan dan fase
perkembangan. (2) Promotor ubiquitin memiliki pengaruh dalam proses seperti perubahan
protein, pembentukan struktur kromatin, kontrol pada siklus sel, perbaikan DNA, dan respon
pada berbagai stress. (3) Promotor actin berperan dalam pembentukan sel, pembelahan sel,
pergerakan organel dan pertumbuhan sel. (4) Promotor sintetik, merupakan promotor buatan,
yang terdiri atas elemen utama dari daerah promotor alami (TATA box, GC box, dan CAAT
box) yang dapat berasal dari organisme yang berbeda. Promotor sintetik digunakan pada
organisme yang berbeda dalam rekayasa genetika untuk mengekspresikan suatu gen. (5)
Promotor terinduksi merupakan promotor yang mengendalikan ekspresi gen hanya pada saat
terinduksi di bawah pengaruh faktor tertentu dan pada keadaan normal aktivitas promotor
dibatasi. (6) Promotor spesifik jaringan merupakan promotor yang mengendalikan ekspresi
gen pada jaringan spesifik atau fase perkembangan tertentu dan dapat diinduksi oleh faktor
eksogen maupun endogen. Promotor spesifik ini sangat membantu perkembangan
bioteknologi tanaman dalam rangka menggali fungsi gen.
Exon adalah urutan pengkodean suatu gen. Intron adalah urutan campuran gen (tanpa
pengkodean). Exon dan/atau Intron dapat berfungsi sebagai Matrix untuk amplifikasi.
Rangsangan akan mengaktifkan bagian promoter inti,[6] segmen gen yang berfungsi
sebagai pencerap RNA polimerase[7] yang terletak di bagian hulu bagian yang akan disalin
(disebut transcription unit), tidak jauh dari ujung 5' gen. [7] Promoter inti terdiri dari kotak
TATA, kotak CCAAT dan kotak GC
8. Pada pembuatan tanaman transgenik umumnya digunakan promoter konstitutif
berupa CaMV35S. Keuntungan dari penggunaan promoter tersebut adalah ekspresi
gen asing pada tanaman tersebut selama masa pertumbuhan dan perkembangan dari
tanaman tersebut. Berikut ini yang bukan kerugian penggunaan promoter konstitutif
dalam teknologi rekayasa geneti ka tanaman adalah
A.

Ekspresi gen asing mengambil energ i yang cukup tinggi untuk tanaman inang

B.

Ekspresi gen asing terkadang memberikan efek racun bagi pertumbuhan


tanaman inang

C.
D.

Mempengaruhi karakteristik agronomic dari tanaman inang


meningkatkan level ekspresi gen asing pada tanaman inang

E.

Mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman inang

Jawaban:D
Penjelasan :
Promotor CaMV lebih disukai di atas promotor potensial lainnya karena merupakan
promotor lebih kuat daripada yang lain dan sangat tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan
atau jenis jaringan. CaMV memiliki dua Promotor 19s dan 35S, kedua promotor 35S paling
sering digunakan dalam bioteknologi karena paling kuat. Promotor 35S adalah DNA (atau
RNA) urutan sekitar 400 pasangan basa panjang.

9.

ATP dibutuhkan pada seluruh proses di bawah ini, KECUALI:

A.

Proses transport aktif oleh protein transport

B. Membantu proses difusi


C.

Gerakan mikrotubul di dalam flagella

D.

Aktivitas pompa Na + / K +

E.

Sintesis protein

Jawaban:B

Penjelasan :
Peran ATP
1. Berperan dalam transport Energi
Molekul yang terdapat secara universal pada organisme hidup ini merupakan suatu
mata uang energi, suatu medium pertukaran energi, yang menyederhanakan siklus-siklus
metabolik yang kompleks di dalam sel. Dengan demikian semua mekanisme pelepasan energi
dari makanan yang banyak macamnya mengarah ke pembentukan ATP dari prekursorprekursornya., misalnya ADP. Dalam cara yang serupa, semua proses pengonsumsi energi
yang beragam, misalnya kontraksi otot dan transfor aktif, menggunakan ATP sebagai sumber
energi dan mendegradasinya kembali menjadi ADP. Terkadang, nukleotida-nukleotida terkait
misalnya saja sitosin trifosfat(cytosine triphosphate, CTP) dan guanosin trifosfat (guanosine
triphosphate, GTP), bisa menggantikan peran ATP. Energi di dalam nukleotida-nukleotida
tersebut disimpan dalam dua ikatan fosfat terakhir dari molekulnya. Ikatan-ikatan berenergi
tinggi tersebut biasanya dilambangkan dengan tanda tilde(-), misalnya saja adenosin P-P-P.

2. Berperan dalam metabolisme


Adenosin-5-trifosfat (ATP) adalah multifungsi nukleotida yang memainkan peran
penting dalam biologi sel sebagai koenzim, yaitu molekul unit mata uang intraselular energi
transfer. Ini adalah sumber energi yang dihasilkan selama fotosintesis dan respirasi sel dan
dikonsumsi oleh banyak enzim dan berbagai proses selular, termasuk reaksi biosintetik,
motilitas, dan pembelahan sel. ATP terdiri dari adenosin difosfat (ADP) atau adenosin
monofosfat (AMP ) dan penggunaannya dalam metabolisme mengubahnya kembali ke
prekursor ini in ATP each day. Oleh karena itu ATP didaur ulang terus-menerus dalam
organisme, dengan membalik tubuh manusia beratnya sendiri dalam ATP setiap hari. ATP
digunakan sebagai substrat dalam transduksi sinyal jalur oleh kinase yang memfosforilasi
protein dan lipid, maupun oleh adenilat siklase, yang menggunakan ATP untuk menghasilkan
pembawa pesan kedua molekul siklik AMP. Rasio antara ATP dan AMP digunakan sebagai
cara untuk sel merasakan betapa besar energi yang tersedia dan mengontrol jalur-jalur
metabolisme yang menghasilkan dan mengkonsumsi ATP. Terlepas dari peran dalam
metabolisme energi dan sinyal, ATP juga dimasukkan ke dalam asam nukleat oleh polimerase
dalam proses replikasi DNA dan transkripsi.
Struktur molekul ini terdiri dari purin basa (adenin) terikat pada 1 karbon atom dari
sebuah. Ini adalah penambahan dan penghapusan gugus fosfat ini yang mengkonversi antar
ATP, ADP dan AMP. . Ketika ATP digunakan dalam sintesis DNA, maka gula ribosa pertama
dikonversi menjadi deoksiribosa oleh ribonukleotida reduktase.
Sifat fisik dan kimia
ATP terdiri dari adenosin terdiri dari adenin cincin dan ribosa gula dan tiga fosfat
kelompok (trifosfat). Kelompok yang phosphoryl, dimulai dengan kelompok paling dekat
dengan ribosa, yang disebut sebagai alpha (), beta (), dan gamma () fosfat. ATP sangat
larut dalam air dan sangat stabil dalam larutan pH antara 6,8-7,4, tetapi cepat dihidrolisis pada
pH yang ekstrim. Akibatnya, ATP paling baik disimpan sebagai garam anhidrat. ATP adalah
molekul yang tidak stabil di unbuffered air, yang hydrolyses untuk ADP dan fosfat. Hal ini
karena kekuatan ikatan antara residu fosfat dalam ATP kurang dari kekuatan dari hidrasi

ikatan antara produk-produknya (ADP + fosfat), dan air. Jadi, jika ATP dan ADP berada
dalam kesetimbangan kimia dalam air, hampir semua ATP pada akhirnya akan dikonversi ke
ADP. Sebuah sistem yang jauh dari kesetimbangan mengandung energi bebas Gibbs, dan
mampu melakukan pekerjaan. Sel hidup menjaga rasio ATP menjadi ADP pada suatu titik
sepuluh lipat dari kesetimbangan, dengan konsentrasi ATP ribuan kali lipat lebih tinggi
daripada konsentrasi ADP. Perpindahan dari kesetimbangan berarti bahwa hidrolisis ATP
dalam sel melepaskan energi dalam jumlah besar.
Peranan ATP sebagai sumber energi untuk metabolisme di dalam sel berlangsung
dengan suatu mekanisme mendaur. ATP berperan sebagai alat angkut energi kimia dalam
reaksi katabolisme keberbagai proses reaksi dalam sel ayng membutuhkan energi seperti
proses biosintesis, proses pengangkutan proses kontraksi otot, proses pengaliran listrik dalam
sistem syaraf, dan proses pemancaran sinar (bioluminesensi) yang terjadi pada organisme
tertentu, seperti kunang-kunang.
ATP terbentuk dari ADP dan Pi dengan suatu reaksi phosforilasi yang dirangkaikan
dengan proses oksidasi molekul penghasil energi. Selanjutnay ATP yang terbentuk ini
dialirkan ke proses reaksi yang membutuhkan energi dan dihidrolisis menjadi ADP dan
phosfat anorganik (Pi). Demikian seterusnya sehingga terjadilah suatu mekanisme daur ATPADP secara continue dan berkeseimbangan.
Dalam hal ini gugus phosfat ujung pada molekul ATP secara kontinu dipindahkan ke
molekul penerima gugus phosfat dan secara kontinu pula diganti oleh gugus phosfat lainnya
selama katabolisme.
3. ATP dapat digunakan untuk menyimpan dan mentranspor energi kimia dalam sel. ATP
juga berperan penting dalam sintesis asam nukleat.
4. Molekul ATP juga digunakan untuk menyimpan energi yang dihasilkan tumbuhan
dalam respirasi selular. ATP yang berada di luar sitoplasma atau di luar sel dapat berfungsi
sebagai agen signaling yang memengaruhi pertumbuhan dan respon terhadap perubahan
lingkungan.
5. Sebagai pembawa energi dalam bentukyang tertukar sebagai ATP dan ADP yang
berlangsung di berbagai kompartemen sel, akan tetapi kebanyakan terjadi pada sitosol (ruang
dalam sitoplasma yang berisi cairan kental)
6. Pada mitokondria ATP dan nukleosida lainnya dapat berada di luar sel yang menenpati
matriks ekstraseluler yang berperan sebagai agen signaling yang merespon perubahan
lingkungan atau gangguan dari organisme lain untuk kemudian ditangkap oleh reseptor pada
membran sel .
7. sebagai penyimpan energi yang sewaktu-waktu siap digunakan dan bersifat universal
(reaksi bolak balik), maka disebut sebagai universal energy carrier.

8. Berperan dalam pergerakan mikrotubul di dalam flagella


sekarang ini tidak hanya mempelajari peran genom inti saja, tetapi juga mempelajari
peran mitokondria dan genomnya (mtDNA). Hal ini didasari suatu pemikiran bahwa
mitokondria memegang peran penting dalam pengaturan pergerakan atau motilitas
spermatozoa, yang merupakan salah satu parameter penentu fertilitas pria (Machenna, 1995).
Mitokondria yang terletak di daerah midpiece sperma merupakan mesin energi (power
house) yang diperlukan untuk pergerakan. Gangguan struktur dan organisasi mitokondria
telah diamati pada pasien astenozoospermia dan nekrospermia (Rao and Martin, 1989).
Pergerakan spermatozoa membutuhkan sejumlah energi ATP yang digunakan untuk
menggerakan aparatus flagela, gangguan pada fungsi respirasi mitokondria dapat
menyebabkan menurunnya motilitas dan fertilitas (Kao et al.,1998). Telah dibuktikan oleh
Ruiz-Pesini et al.(2000) bahwa terdapat korelasi variasi haplogroup DNA mitokondria dengan
motilitas sperma. Spiropoulus et al. (2002) juga menemukan mutasi mtDNA berkorelasi kuat
menurunkan motilitas sperma. Mutasi titik atau delesi yang terjadi pada DNA mitokondria
dapat mengganggu motilitas spermatozoa (Thangaraj et al., 2003; St. John et al., 2005).
Berbeda dengan Pereira et al. (2007) yang melakukan studi perbandingan sikuen mtDNA
pada pasien astenozoospermia dengan teratoastenozoospermia yang menunjukkan tidak ada
polimorfisme spesifik antara keduanya dan tidak terbukti adanya peran mtDNA pada motilitas
sperma. Dengan demikian peran mtDNA terhadap motilitas spermatozoa masih sedikit
kontroversial. Hal ini menjadi menarik untuk dikaji dalam tulisan ini terkait dengan peran
DNA mitokondria (mtDNA) terhadap motilitas spermatozoa.
MtDNAbersama-sama dengan genom inti bertanggung jawab menyandi kompleks
enzim respirasi yang sangat diperlukan untuk transfer elektron pada proses fosforilasi
oksidasi dalam menghasilkan energi ATP, yang digunakan untuk menggerakkan mikrotubul
flagela ekor. Mutasi genetik mtDNA menyebabkan gangguan kompleks enzim yang
berdampak menurunnya produksi ATP dan timbulnya radikal bebas yang bersifat merusak
membran plasma. Penurunan ATP dan adanya radikal bebas diyakini sebagai penyebab
menurunnya motilitas spermatozoa.
9. Berperan dalam aktivitas pompa Na dan K
Setiap tingkat kehidupan dari yang paling sederhana (seperti sel) sampai yang paling
kompleks (seperti organisme) memerlukan energi untuk melangsungkan hidupnya. Energi ini
dipakai atau diekspresikan menjadi aktivitas bagi setiap tingkat kehidupan tersebut. Energi
yang dipakai ini berasal dari yang dikenal sebagai ATP. ATP adalah molekul kompleks yang
terdiri dari inti yang disusun oleh adenosine dan ekor yang terdiri dari tiga phosphate.
Molekul ini membawa sejumlah energi yang komposisinya tepat untuk hampir seluruh reaksi

biologis. Setiap mekanisme fisiologis yang memerlukan energi dalam kerjanya mendapatkan
energi langsung dari ATP. Kemudian beberapa kegunaan ATP dapat dibagi menjadi tiga
bagian besar, yaitu transport work, mechanical work, dan chemical work.1
Transport work2
ATP digunakan oleh sel untuk memindahkan zat keluar dan masuk membran sel.
Transportasi zat yang terjadi di sel ini dikenal dengan nama transportasi aktif. Dengan
transportasi aktif, sebuah molekul atau ion bergabung dengan molekul pembawa.
Penggabungan ini mengubah bentuk dari molekul pembawa. Dengan menggunakan ATP zatzat diangkut oleh molekul pembawa dari konsentrasi rendah menuju konsentrasi tinggi
(melawan gradien konsentrasi).
Transportasi Aktif
Transportasi aktif adalah mekanisme transportasi molekul dengan bantuan energi.
Artinya, sel harus menggunakan energi yang tersimpan dalam ikatan ATP untuk
mentransportasikan molekul melintasi membran plasma.
Transportasi aktif terjadi karena molekul-molekul zat terlarut melintasi membran
plasma melawan gradien konsentrasi sehingga membutuhkan energi dalam bentuk ATP untuk
melewatinya. Zat terlarut yang ditransportasikan melalui transportasi aktif adalah molekul
berukuran besar dan ion. Dan sel yang melakukan transportasi aktif ini adalah sel yang
memiliki tingkat respirasi yang tinggi dan memiliki mitokondria dalam jumlah yang banyak
untuk menghasilkan ATP dengan konsentrasi tinggi.
a. Transportasi Aktif Langsung
Contohnya adalah pompa Natrium-Kalium (Na-K). Dalam transportasi ini, ATP
dihidrolisis dan ikatan dari gugus fosfat ke protein kanal (ATPase) mengubah bentuk dari
protein ini (sisi-sisinya). Selain itu sel ATP juga berperan untuk menjaga stabilitas konsentrasi
ion natrium dan kalium di dua sisi membran. Konsentrasi ion natrium cenderung lebih tinggi
di luar sel sedangkan konsentrasi ion kalium cenderung lebih tinggi di dalam sel (sel
memompa tiga ion Na+ keluar sel dan menerima dua ion K+ masuk ke sel). Hal ini perlu untuk
transmisi impuls saraf.
Berikut adalah peran dari pompa Na-K:

1. Membuat gradien konsentrasi dari Na+ dan K+ melalui plasma membran di seluruh sel.
Hal ini penting bagi sel saraf dan sel otot untuk membangkitkan sinyal listrik yang
diperlukan dalam fungsi sel tersebut.
2. Menjaga volume sel dengan mengatur zat terlarut dalam sel dan memperkecil
pengaruh dari osmosis yang akan mengakibatkan sel mengalami swelling
(mengembang) atau shrinking (mengkerut)
3. Energi yang dipakai dalam pompa Na-K ini secara tidak langsung menjadi penyedia
energi bagi transportasi glukosa dan asam amino melewati sel usus dan sel ginjal.
b. Transportasi Aktif Tidak Langsung
Contoh dari transportasi tidak langsung ini adalah pemasukan karbohidrat ke dalam
sel usus halus. Proses ini dikenal dengan cotransport. ATP digunakan oleh pompa ion Na+
yang keluar sel dan ini menciptakan gradien konsentrasi dari ion Na +. Selanjutnya karbohidrat
dan Na+ berikatan pada protein transmembran yang sama yang dikenal sebagai protein
cotransport. Kemudian keduanya dipindahkan ke dalam sel. Na+ bergerak sesuai dengan
gradien konsentrasinya (dari luar membran yang berkonsentrasi tinggi ke dalam membran
yang berkonsentrasi rendah) dan karbohidrat bergerak melawan gradien konsentrasinya
dengan bantuan Na+.
Mechanical work3
Pemicu otot untuk bergerak adalah impuls listrik dari saraf. Rangsangan dari listrik ini
menimbulkan reaksi yang terjadi antara aktin dan miosin yang ada di otot yang nantinya
menghasilkan force. Di sini akan dibahas mengenai bagaimana mekanisme yang terjadi pada
otot.

1. Sinyal listrik masuk ke dalam sel saraf yang menyebabkan sel saraf mengeluarkan
sinyal kimia (neurotransmiter) di celah (sinapsis) antara sel saraf dan sel otot.
2. Sinyal kimia memasuki sel otot dan berikatan langsung dengan protein reseptor yang
ada di membrane plasma sel otot (sarkolema) dan menimbulkan potensial aksi di sel
otot.
3. Potensial aksi yang terjadi ini menyebar ke seluruh bagian sel otot dan masuk ke sel
melalui T-tubule.
4. Potensial aksi membuka gerbang bagi tempat penyimpanan kalsium (sarcoplasmic
reticulum).
5. Ion Ca2+ bergerak ke sitoplasma sel otot (sarkoplasma) tempat di mana aktin dan
miosin berada.
6. Ion kalsium berikatan pada molekul troponin-tropomiosin yang terletak di daerah
lekukan filamen aktin. Biasanya molekul tropomiosin melilit aktin di mana miosin
dapat membentuk crossbrigdes.
7. Saat berikatan dengan ion kalsium, troponin mengubah bentuk dan menggeser
tropomiosin keluar dari lekukan aktin, memperlihatkan ikatan aktin-miosin.
8. Miosin berinteraksi dengan aktin melalui putaran crossbrigdes. Dan kemudian otot
berkontraksi, menghasilkan tenaga dan memendek.
9. Setelah potensial aksi lewat gerbang Ca2+ menutup kembali, Ca2+ yang ada di
retikulum sarkoplasma akhirnya dilepaskan dari sarkoplasma.

10. Saat itu juga troponin kehilangan konsentrasi Ca2+.


11. Troponin kembali ke posisi semula dan tropomiosin kembali melilit ikatan aktinmiosin di filamen aktin.
12. Karena tidak terbentuknya site di mana terjadi ikatan aktin-miosin, maka tidak ada
crossbridges yang terbentuk dan otot kembali rileks.
Semua aktivitas di atas memerlukan energi. Otot menggunakan energi dalam bentuk ATP.
Energi dari ATP dipakai untuk mengulang kembali dari awal kepala crossbridges miosin dan
melepaskan filamen aktin. Dan untuk menghasilkan ATP, otot melakukan hal berikut:
1. Memecah

fosfokreatin

(bentuk

penyimpanan

fosfat

berenergi

tinggi)

dan

menambahkan fosfat pada ADP untuk membentuk ATP.


2. Melakukan respirasi anaerob, menghasilkan asam laktat dan membentuk ATP.
3. Melakukan respirasi aerob, memecah glukosa, lemak, dan protein dalam suasana O 2
menghasilkan ATP.4
Chemical work
Dan di dalam reaksi kimia, ATP memiliki banyak peran di dalam mensuplai energi
untuk mensintesis berbagai molekul lain yang dibutuhkan sel untuk tetap bertahan hidup.
Contoh dari reaksi kimia tersebut adalah glikolisis, siklus asam sitrat (siklus Krebs), dan
transport electron.
10. Jika kromosom dari sel eukariot tidak memiliki telomere, maka sel tersebut
A.

Memiliki potensi lebih besar menjadi sel kanker dibandingkan sel yang memiliki
telomere

B.

Memiliki kemampuan untuk memperbaiki kesalahan dalam instalasi basa


(mismatched pair) pada proses replikasi

C.

Tidak dapat menghasilkan fragmen Okazaki

D.

menjadi jauh lebih pendek setelah proses replikasi

E.

Tidak dapat mengambil DNA yang terdapat pada larutan di sekeliling sel

Jawaban:D
Penjelasan :

Telomer merupakan istilah yang menunjukkan daerah terujung pada kromosom.


Telomer berfungsi untuk menjaga stabilitas bagian terujung kromosom agar DNA di daerah
tersebut tidak terurai. Karena pentingnya telomer, sel yang telomer kromosom nya mengalami
kerusakan umumnya segera mati.

Perlindungan terhadap rekombinasi homolog (jam) dan non-homolog akhir bergabung


(NHEJ) merupakan "pembatasan" peran penting dari telomer yang membedakan mereka dari
DNA untai ganda istirahat (DSBs) (Lundblad, 2000; Ferreira '' et al.'', 2004).
Dalam sebagian besar prokariota, kromosom melingkar dan tidak mempunyai
berakhir menderita prematur replikasi penghentian. Sebagian kecil dari bakteri kromosom
(seperti Streptomyces dan Borrelia) linear dan memiliki telomer, yang sangat berbeda dari
orang-orang kromosom eukariota dalam struktur dan fungsi.
Struktur dikenal bakteri telomer mengambil bentuk protein yang terikat ke ujung kromosom
linear, atau hairpin loop tunggal DNA di ujung kromosom linear.
Dalam organisme eukariotik paling multisel, telomerase aktif dalam sel nutfah, stem
cells dan sel darah putih. Ada teori bahwa the pemendekan mantap telomer dengan setiap
banyaknya replikasi di dalam sel-sel somatik (tubuh) mungkin memiliki peran dalam
kompleks dan pencegahan kanker. Hal ini karena telomer bertindak seperti waktu-tunda
"sekering", akhirnya habis setelah sejumlah sel Divisi dan mengakibatkan hilangnya akhirnya
informasi genetik yang vital dari sel kromosom dengan Divisi masa depan.

Telomer panjang sangat bervariasi spesies, dari sekitar 300-600 pasangan basa dalam
ragi (Shampay '' et al.'', 1984) untuk banyak kilobases pada manusia, dan biasanya terdiri
array guanina-kaya, enam sampai delapan mengulangi basis-pasangan-panjang. Telomer
eukariotik biasanya berakhir dengan 3 ' satu-terdampar-DNA overhang yang penting untuk
pemeliharaan telomer dan capping.
Beberapa protein mengikat satu - dan double-terdampar telomer DNA telah
diidentifikasi (Blackburn, 2001; Smogorzewska dan de Lange, 2004; Robert Cech, 2004; De
Lange '' et al.'', 2005; Kota dan Runge, 1999). Ini fungsi telomer pemeliharaan dan
pembatasan. Telomer membentuk struktur loop besar yang disebut telomer loop, atau T-loop.
Di sini, DNA tunggal Segarkan sekitar dalam lingkaran panjang stabil oleh protein
mengikat telomer.Pada akhir dari T-loop, telomer tunggal DNA dipercayai ke wilayah gandaterdampar DNA untai telomer mengganggu DNA heliks ganda dan basis pemasangan ke salah
satu helai dua.
Struktur triple-terdampar ini disebut perpindahan loop atau D-loop.
Telomer memperpendek pada manusia dapat menyebabkan penuaan replikasi yang
blok pembelahan sel. Mekanisme ini muncul untuk mencegah genom ketidakstabilan dan
perkembangan kanker di sel umur manusia dengan membatasi jumlah sel divisi.
Sel-sel ganas yang memotong penangkapan ini menjadi diabadikan oleh telomer
ekstensi sebagian besar karena untuk aktivasi telomerase, enzim reverse transcriptase
bertanggung jawab untuk sintesis telomer. Namun, 5-10% manusia kanker mengaktifkan jalur
alternatif pemanjangan dari telomer (ALT) yang bergantung pada ditengahi rekombinasi
elongasi.
Telomer manusia, kanker, dan ALT
Sel-sel somatik manusia yang kurang telomerase secara bertahap kehilangan telomeric
urutan sebagai akibat dari lengkap replikasi (Counter '' et al.'', 1992). Sebagai manusia
telomer tumbuh lebih pendek, akhirnya sel mencapai batas replikasi kapasitas dan kemajuan
mereka ke kompleks. Penuaan melibatkan p53 dan pRb jalur dan mengarah pada
penangkapan proliferasi sel (Campisi, 2005).
Diperkirakan bahwa senescence memainkan peran penting dalam penindasan
munculnya kanker. Namun, lebih lanjut proliferasi sel dapat dicapai oleh inaktivasi jalur p53

dan pRb. Sel-sel yang memasuki proliferasi setelah inaktivasi jalur p53 dan pRb mengalami
krisis. Krisis dicirikan oleh penataan ulang kromosom yang kotor dan ketidakstabilan genom,
dan hampir semua sel mati. Sel-sel yang jarang muncul dari krisis yang diabadikan melalui
telomer elongasi telomerase diaktifkan atau ALT (Colgina dan Reddel, 1999; Reddel dan
Bryan, 2003).
Gambaran pertama dari garis ALT sel menunjukkan bahwa telomer sangat heterogen
panjang dan meramalkan mekanisme yang melibatkan rekombinasi (Murnane et al., 1994).
Penelitian berikutnya telah mengkonfirmasi peran rekombinasi dalam pemeliharaan telomer
oleh ALT (Dunham et al., 2000), namun, mekanisme yang tepat dari lintasan ini belum
ditentukan. ALT sel menghasilkan berlimpah t-lingkaran, produk intratelomeric rekombinasi
dan t-loop resolusi (Tomaska '' et al.'', 2000; 2009; Cesare dan Griffith, 2004; Wang '' et al.'',
2004).
Telomerase adalah "ribonucleoprotein kompleks" terdiri dari komponen protein dan
RNA sekuens primer yang bertindak untuk melindungi terminal ujung kromosom. Tindakan
telomerase diperlukan karena, selama replikasi, DNA polimerase hanya dapat mensintesis
DNA dalam 5' 3' arah dan hanya dapat melakukannya dengan menambahkan polynucleotides
ke RNA primer yang sudah ditempatkan di berbagai titik sepanjang DNA.
Helai RNA ini kemudian harus diganti dengan DNA. Penggantian ini RNA primers
bukanlah sebuah masalah pada asal-usul replikasi dalam kromosom karena DNA polimerase
dapat menggunakan bentangan sebelumnya DNA 5' template RNA sebagai template untuk
backfill urutan di mana RNA primer itu; juga di ujung terminal kromosom, namun, DNA
polimerase tidak dapat mengganti RNA primer karena tidak ada posisi 5' RNA primer di
mana primer lain dapat ditempatkan tidak ada DNA Hulu yang dapat digunakan sebagai
primer sehingga DNA polimerase dapat menggantikan RNA primer.
Tanpa telomer pada akhir DNA, urutan genetik ini di ujung kromosom akan dihapus
dan kromosom akan tumbuh lebih pendek dan pendek di replications berikutnya. Telomer
mencegah timbulnya masalah ini dengan menggunakan mekanisme yang berbeda untuk
mensintesis DNA pada titik ini, sehingga mempertahankan urutan pada terminal kromosom.
Ini mencegah kromosom berjumbai dan mencegah ujung kromosom diproses sebagai
istirahat DNA untai ganda, yang dapat menyebabkan kromosom untuk kromosom telomer
fusions. Telomer diperluas oleh telomerases, bagian dari subkelompok protein enzim
transkriptase khusus yang dikenal sebagai TERT (TElomerase reverse transcriptases) yang

terlibat dalam sintesis telomer pada manusia dan banyak lainnya, tapi tidak semuanya,
organisme. Namun, karena dari mekanisme replikasi DNA, Stres oksidatif, dan karena TERT
ekspresi sangat rendah di berbagai jenis sel manusia, telomer sel-sel ini menyusut sedikit
setiap kali sel membagi meskipun dalam kompartemen sel lain yang memerlukan luas
pembelahan sel, seperti sel-sel induk dan sel darah putih, TERT diungkapkan pada tingkat
yang lebih tinggi dan telomer memperpendek sebagian atau sepenuhnya dicegah.
Selain komponen protein TERT, telomerase juga mengandung sepotong template
RNA dikenal sebagai TERC (TElomerase RNA Component) atau TR (Telomerase RNA).
Dalam manusia, urutan telomer TERC ini adalah serangkaian berulang TTAGGG, antara 3
dan 20 kilobases panjang. Ada tambahan 100-300 kilobases terkait telomer mengulangi antara
telomer dan sisa kromosom. Urutan telomer bervariasi antar spesies, tetapi biasanya satu
untai kaya g dengan lebih sedikit Cs. Urutan-urutan G-kaya ini dapat membentuk empatterdampar struktur (G-quadruplexes), dengan set empat basa yang diselenggarakan di pesawat
dan kemudian ditumpuk di atas satu sama lain dengan ion natrium atau kalium antara planar
quadruplexes.
Jika telomer menjadi terlalu pendek, mereka akan berpotensi terungkap dari struktur
tertutup mereka dianggap. Diperkirakan bahwa sel mendeteksi ini uncapping sebagai
kerusakan dan kemudian memasuki kompleks selular, pertumbuhan penangkapan atau
apoptosis, tergantung pada latar belakang genetik sel (p53 status). Membuka tutup telomer
juga menghasilkan fusions kromosom. Karena kerusakan ini tidak dapat diperbaiki di sel
somatik normal, sel mungkin bahkan pergi ke apoptosis. Banyak penuaan yang berhubungan
dengan penyakit yang berhubungan dengan telomer singkat. Organ memburuk lebih dan lebih
dari sel-sel mereka mati atau masukkan senescence selular.
Pada akhir sangat distal telomer adalah 300 bp tunggal porsi yang membentuk TLoop. Loop ini analog dengan 'simpul' yang menstabilkan telomer, mencegah ujung telomer
diakui sebagai titik-titik istirahat oleh DNA memperbaiki mesin. Harus bergabung dengan
non-homolog akhir terjadi pada ujung telomeric, fusi kromosom akan menghasilkan. T-loop
diselenggarakan bersama oleh tujuh protein yang dikenal; terutama TRF1, TRF2, POT1,
TIN1, dan TIN2, kolektif dirujuk sebagai shelterin kompleks.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam edisi 3 Mei 2005 jurnal American Heart
Association '' sirkulasi '' menemukan bahwa berat badan dan resistensi insulin peningkatan
berkorelasi dengan lebih besar telomer memperpendek waktu.

11. Percobaan analisis DNA manusia menghasilkan data 30,9% Adenine (A) dan 19,9%
Guanine (G). Berdasarkan data ini, maka persentase dari Thymine (T) dan Cytosine
(C) yang diperoleh pada percobaan tersebut adalah ...
A.

19,8% T dan 19,8% C

B.

19,8% T dan 29,4% C

C. 29,4% T dan 19,8% C


D.

29,8% T dan 29,8% C

E.

19,9% T dan 30,9% C

Jawaban:C
Penjelasan :
DNA merupakan materi genetik sel, pernyataan ini telah dibuktikan dengan berbagai
percobaan. Bukti lainnya sebelum mengalami mitosis, sel eukariotik dengan tepat
mengadakan kandungan DNAnya, dan selama mitosis DNA ini akan terdistribusi tepat sama
kedua sel anaknya. Selain itu, kromosom diploid mempunyai DNA dua kali lebih banyak
daripada kromosom haploid yang ditemukan dalam gamet-gamet organisme yang sama. Bukti
lainnya adalah hasil penelitian Erwin Chargaff pada tahun 1947, ia ,melaporkan bahwa
komposisi DNA berbeda-beda anatara satu spesies dengan spesies lainnya. Dalam spesies
apapun yang dipilih banyaknya keempat basa nitrogen tidaklah sama tetapi hadir dalam rasio
yang khas. Chargaff juga menemukakan adanya keteraturan yang agak ganjil dalam rasio dari
basa-basa nukleeotida ini. Dalam DNA setiap spesies yang dipelajarinya, jumlah adenin
kurang lebih sama dengan jumlah timin, dan jumlah guanin kurang lebih sama dengan sitosin.
Contohnya pada DNA manusia keempat basa nitrogen hadir dalam persentase A= 30,9 %, T =
29,4%, G= 19,9% dan C=19,8%. Kesamaan A=T dan G=C yang kemudian dikenal sebagai
aturan Chargaff.
12. Berikut adalah beberapa pernyataan tentang komponen sistem imun manusia dan
patogenisitas mikroba.
I.
II.

Setiap antigen hanya memiliki satu epitop


Setiap imunogen adalah antigen

III.

Sel T CD4 adalah sel T sitotoksik

IV.

Daerah spesifik yang mengenali antigen di antibodi terdapat pada bagian light

chain saja
V.

Ada bakteri patogen yang dapat hidup dalam sel eukariot

Pernyataan yang SALAH adalah:


A.

I, II, III

B.

I, II, IV

C.

I,III, IV

D.

I, II, V

E.

I, III, V

Jawaban:C
Penjelasan :
System imun bawaan
System imun adaftif
Respon tidak spesifik
Respon spesifik pathogen dan antigen
Eksposur menyebabkan respon maksimal Perlambatan waktu antara eksposur dan
secara maksimal
respon
Komponen imunitas seluler dan respon imun Komponen imunitas seluler dan respon imun
humoral
Tidak ada memori imunologikal
Adanya memori imunologikal
Ditemukan hampir pada semua bentuk Hanya ditemukan pada Gnathostomata
kehidupan
Tabel_komponen system imun
Mikroba yang secara alamiah menghuni tubuh manusia disebut flora normal, atau
mikrobiota.Selain itu, disebutkan bahwa flora normal adalah kumpulan mikroorganisme yang
secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat.Kebanyakan flora normal yang
terdapat pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri.Namun beberapa virus, jamur, dan
protozoa juga dapat ditemukan pada orang sehat.
Untuk dapat menyebabkan penyakit, mikroorganisme patogen harus dapat masuk ke
tubuh inang, namun tidak semua pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh inang dapat
menyebabkan penyakit.Banyak mikroorganisme tumbuh pada permukaan tubuh inang tanpa
menyerang jaringan tubuh dan merusak fungsi normal tubuh.Flora normal dalam tubuh
umumnya

tidak

patogen,

namun

pada

kondisi

tertentu

dapat

menjadi

patogen

oportunistik.Penyakit timbul bila infeksi menghasilkan perubahan pada fisiologi normal


tubuh. Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan, akan tetapi juga di tubuh
manusia. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme, begitu manusia
dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme.
Mikroba yang secara alamiah menghuni tubuh manusia disebut flora normal, atau
mikrobiota.Selain itu, disebutkan bahwa flora normal adalah kumpulan mikroorganisme yang

secara alami terdapat pada tubuh manusia normal dan sehat.Kebanyakan flora normal yang
terdapat pada tubuh manusia adalah dari jenis bakteri.Namun beberapa virus, jamur, dan
protozoa juga dapat ditemukan pada orang sehat.
Untuk dapat menyebabkan penyakit, mikroorganisme patogen harus dapat masuk ke
tubuh inang, namun tidak semua pertumbuhan mikroorganisme dalam tubuh inang dapat
menyebabkan penyakit.Banyak mikroorganisme tumbuh pada permukaan tubuh inang tanpa
menyerang jaringan tubuh dan merusak fungsi normal tubuh.Flora normal dalam tubuh
umumnya

tidak

patogen,

namun

pada

kondisi

tertentu

dapat

menjadi

patogen

oportunistik.Penyakit timbul bila infeksi menghasilkan perubahan pada fisiologi normal


tubuh.
Mikroorganisme tidak saja terdapat dan hidup di lingkungan, akan tetapi juga di tubuh
manusia. Tubuh manusia tidaklah steril atau bebas dari mikroorganisme, begitu manusia
dilahirkan ia langsung berhubungan dengan mikroorganisme.

Pertanyaan No. 1 3 - 15 mengacu pada keterangan berikut ini.


Anda melakukan persilangan antara dua galur E. coli dengan genotip:
leu + trp + ara + Sm S Hfr dan leu - trp - ara - Sm R F ( S = suceptible / rentan; R = resistant)
Transkonjugan lalu ditebar pada media berikut selama waktu tertentu.
Medium 1: medium minimal, glukosa, leucine, streptomycin
Medium 2: medium minimal, leucine, tryptophan, streptomycin
Medium 3: medium minimal, glukosa, tryptophan, streptomycin
Leucine dan tryptophan adalah asam amino dan arabinosa adalah gula. Banyaknya
transkonjugan yang berhasil diperoleh adalah sebagai berikut:

13. Gen mana yang ditransfer pertama kali?


A.

leu

B.

trp

C.

ara

D.

Sm

E.

Hfr

Jawaban:A
Penjelasan :
Karena gen leu (leucine) merupakan gen awal yang terdapat dalam dua galur E. coli
tersebut.

14. Gen mana yang ditransfer paling akhir?


A.

leu

B.

trp

C.

ara

D.

Sm

E.

Hfr

Jawaban:B
Penjelasan:

(Versi 1) Genom dari organisme yang diberikan berisi ribuan gen, tetapi tidak semua
gen harus aktif pada saat tertentu. Sebuah gen diekspresikan ketika sedang ditranskripsi
menjadi mRNA (dan diterjemahkan menjadi protein), dan terdapat banyak metode seluler
mengendalikan ekspresi gen sehingga protein yang diproduksi hanya bila diperlukan oleh sel.
Faktor transkripsi adalah protein peraturan yang mengikat ke awal gen, baik mempromosikan
atau menghambat transkripsi gen. Dalam genom Escherichia coli''''bakteri, misalnya, ada
serangkaian gen yang diperlukan untuk sintesis asam amino triptofan. Namun, ketika
tryptophan telah tersedia bagi sel, gen-gen untuk sintesis tryptophan tidak lagi diperlukan.
Kehadiran triptofan langsung mempengaruhi aktivitas gen-triptofan mengikat molekul
represor triptofan (suatu faktor transkripsi), mengubah struktur represor itu sedemikian rupa
sehingga represor mengikat ke gen. Blok represor triptofan transkripsi dan ekspresi gen,
sehingga menciptakan regulasi umpan balik negatif dari proses sintesis tryptophan
(Versi 2) Sebuah contoh dari suatu operon yang dapat ditekan (repressible) melalui
kontrol negatif ditemukan pada sistem triptofan E. coli. Asam amino triptofan disintesis
dalam lima tahap, masing-masing tahap diperantarai oleh enzim spesifik. Gen gen yang dapat
melakukan respon untuk lima enzim tersebut disusun dalam suatu operon umum pada

perintah yang serupa, sebagai protein enzimatiknya menghasilkan fungsi dalam jalur
biosintetik. Gen regulator untuk sistem konstitutif ini mensintesis suatu protein nonfungsional
yang disebut aporepressor. Pada saat triptofan terdapat secara berlebihan, peran triptofan
yang berlebihan tersebut sebagai corepressor. Pengikatan corepressor kepada aporepressor
membentuk suatu kompleks repressor fungsional.
Repressor fungsional tersebut berikatan kepada operator trp dan secara terkoordinir
menekan transkripsi semua gen struktural dalam operon. Daerah promoter dan operator
overlap secara signifikan, dan secara kompetitif mengikat repressor aktif dan RNA
polimerase. Pada saat triptofan dalam keadaan konsentrasi rendah, triptofan dilepaskan dari
aporepressor, dan protein aporepressor melepaskan operator. Selanjutnya RNA polimerase
dapat mensintesis mRNA polycistronic untuk kelima enzim dari jalur triptofan.

Gambar 6.5 Proses represi enzim a) repressor tak dapat menghambat operator sehingga terjadi
transkripsi, b) adanya corepresor menghambat transkripsi (Sumber : Brock & Madigan,1991)
Mekanisme regulator kedua juga berada dalam sistem triptofan. Pada ujung 5 mRNA
polycistronic operon ini, 162 basa mengkode segmen untuk lima enzim tersebut. Daerah ini
disebut suatu urutan pemimpin/awal (leader sequence). Bagian dari urutan ini
ditranskripsikan menjadi peptida awal /14 asam amino. Pada saat triptofan terdapat dalam
keadaan berlebihan, transkripsi operon trp yang sedang beristirahat tersebut dicegah karena
RNA polimerase menghasilkan suatu urutan terminasi transkripsi; fenomena ini dikenal
sebagai atenuasi (pelemahan/penipisan).
Dari suatu model yang menjelaskan atenuasi diduga bahwa (ketika triptofan
ditingkatkan) pergerakan ribosom bakteri diikuti langsung oleh pergerakan RNA polimerase

sebagai pensintesis mRNA, dan semua pasangan basa intramolekuler dicegah untuk kontak
dengan ribosom pada segmen mRNA. Pada percobaan tanpa ribosom, hanya mRNA awal
yang ditranskripsikan dan tidak terjadi translasi. Segmen awal 1 dan 2 dilipat menjadi batang
dan lengkungan A dengan pasangan basa yang komplemen, sedangkan segmen 3 dan 4
melipat menjadi batang dan lekukan C yang berperan sebagai suatu sinyal terminasi
transkripsi. RNA polimerase mensintesis urasil ke 7 yang diikuti segmen 4, urasil ini dan
daerah pasangan 3-4 mRNAyang berdekatan (hanya bagian yang melipat menjadi batang dan
lekukan C) membentuk suatu sinyal terminasi yang menyebabkan RNA polimerase
dipisahkan secara prematur/sebelum waktunya dari DNA sebelum dapat mentranskripsikan
beberapa segmen pengkode DNA untuk lima enzim dari operon trp.
Ketika konsentrasi trp-tRNA teraktifkan dalam keadaan rendah, ribosom mulai
mentranslasi daerah 1, dengan cara tersebut dapat mencegah berpasangannya daerah 1 dan 2.
Walau bagaimanapun ribosom cenderung menghentikan secara sementara (khususnya pada
pasangan kodon triptofan), dan hal ini mengijinkan pasangan daerah 2 dan 3 untuk
membentuk suatu struktur batang-dan-lekukan B yang disebut antiterminator.; daerah 3 dan 4
dengan cara tersebut dicegah dari pembentukan sinyalterminasi C, dan RNA polimerase
diperbolehkan untuk terus mentranskripsi pada operon trp.
Jika trp-tRNA yang teraktifkan meningkat, ribosom diikuti RNA polimerase
didekatnya yang tidak dapat membentuk struktur B antiterminator, dan oleh karena itu
struktur C terminator terbentuk. Jadi, seluruh peptida awal (tapi tidak satupun dari lima enzim
dari operon) dapat ditranslasi dari mRNA terakhir secara prematur/ sebelum waktunya.
Mekanisme represor secara kasar mengatur sistem triptofan, sedangkan mekanisme
atenuasi mengendalikan konsentasi triptofan secara halus. Atenuasi operon trp juga sensitif
terhadap konsentrasi beberapa asam amino selain triptofan. Operon untuk asam amino
histidin dan leusin, diduga diatur oleh atenuasi.
Resistensi Terhadap Eritromisin. Kontrol efisiensi translasional oleh struktur sekunder
pengganti pada mRNA sudah dicatat pada sistem bakteriofaga dan pada induksi resistensi
eritromisin pada S. aureus dan B. subtilis. Kasus berikut merupakan mekanisme attenuation
yang digambarkan di atas, kecuali hal ini merupakan fenomena translasional yang sangat
kuat. Seperti dalam atenuasi , suatu peptide pemula dan struktur sekunder pengganti yang
terdapat pada ujung 5 mRNA. Pada saat peptide pemula secara efisien ditranslasi, struktur
sekunder mRNA menghambat pengikatan ribosom kepada daerah inisiasi urutan pengkode
resistensi obat. Namun, pada saat eritromisin terdapat pada taraf rendah, ribosom berhenti
pada daerah peptida pemula. Hal ini mencegah pasangan-basa berhubungan dengan

kemacetan tempat pengikatan ribosom, jadi protein resisten-obat ditranslasi. Jadi akibatnya
adalah resistensi eritromisin diinduksi oleh eritromisin.

15. Berapakah waktu untuk mentransfer gen trp ?


A.

5 menit

B.

6 menit

C.

7 menit

D.

8 menit

E.

10 menit

Jawaban:E
Penjelasan :
Karena di tabel pada medium 2, tampak baru terbentuk transkonjugan pertama kali
pada menit ke 10. Sehingga dapat diketahui bahwa gen trp (tryptophan) yang merupakan gen
terakhir yang ditransfer pada proses persilangan dua galur E. coli tersebut baru ditransfer
dalam waktu 10 menit.

16. Berapa point of isoelectric (pI) dari aspartat jika PKA dari:
- Gugus karboksil (-COOH) adalah 1,88
- Gugus amino (-NH 3 + ) adalah 9,60
- Gugus rantai sampingnya (R) adalah 3,65
A. 2,77
B. 3,22
C. 5,04
D. 5,74
E. 6,64
Jawaban:A
Penjelasan :

17. Pernyataan berikut yang benar tentang nukleoli adalah:


I.
II.
III.

Nukleoli adalah struktur terlapisi membran yang ada di dalam inti.


Satu nukleolus selalu mewakili nucleolar organizer region (NOR) tunggal.
Pada hewan dan tumbuhan, menghilangnya nukleoli selama mitosis

berhubungan dengan berhentinya sintesis ribosom.


IV.

Sebagian besar DNA nukleoli Mengkode gen tRNA sel.

Nukleoli adalah ...


A.

II, III, dan IV

B.

I dan III

C.

III dan IV

D.

III saja

E.

Semuanya salah

Jawaban:D
Penjelasan :
Selama proses mitosis pada sel hewan dan tumbuhan sedang berlangsung, kromosom
menjadi jelas sementara nukleoli menjadi tidak jelas. Karena di dalam nukleoli terjadi
produksi ribosom; selama mitosis, ketika kromosom memadat, produksi ribosom lenyap.
Sehingga pernyataan yang tepat tentang nukleoli yaitu: menghilangnya nukleoli selama
mitosis berhubungan dengan berhentinya sintesis ribosom pada sel hewan dan tumbuhan.

18. Pada sel eukariotik:


I.

Polimerase RNA kadang-kadang ditemukan melekat pada mrna saat ribosom juga

melekat adanya.
II.

Semua mrna memiliki suatu merek 5 '.

III.

Enhancer selalu berada di bagian hulu dari titik awal transkripsi.

IV.

tRNA inisiator yang membawa metionin merupakan satu-satunya tRNA yang

dapat berikatan langsung dengan P site dari subunit besar ribosom.


Sel Eukaryotik yaitu ...
A.

I, II, dan III benar

B.

II dan IV benar

C.

Hanya III benar

D.

II, III, dan IV benar

E.

Semuanyabenar

Jawaban:B
Penjelasan:

Memiliki suatu cap 5 >Pada prinsipnya, interaksi (pengenalan) kodonantikodon


adalah proses kemasangan basa antara antikodon tRNA dan kodon pada mRNA (Figure 11.6).
Pemasangan basa ini sesuai dengan pemasangan basa suatu polinukleotida yang bersifat
antiparalel. Oleh karena mRNA dibaca dengan 53, maka nukleotida pertama, kedua, dan
ketiga kodon mRNA akan berpasangan dengan nukleotida ke 36, 35, dan 34 antikodon tRNA.
Nukleotida ke 36, 35, dan 34 maksudnya adalah penghitungan dari awal nukleotida di
acceptor arm sampai ke sampai ke antikodon arm. struktur daun semanggi tRNA). Ribosom
mengontrol topologi interaksi tersebut sedemikian rupa sehingga hanya triplet nukleotida
tersebut yang berpasangan.
Pada bakteria inisiasi translasi meliputi tahaptahap sebagai berikut:
1. Proses inisiasi diawali ketika subunit kecil ribosom, bersamaan dengan faktor inisiasi IF3
mengikat pada situs pengikatan ribosom (ribosome binding site), juga dikenal sebagai urutan
ShineDalgarno (ShineDalgarno sequence).
Urutan ShineDalgarno ini, yang mempunyai urutan konsensus 5AGGAGGU3 pada E.
coli
Urutan ShineDalgarno terletak kurang lebih 310 basa di sebelah hulu kodon inisiasi (titik
awal translasi). Situs pengikatan ribosom ini komplemen dengan daerah ujung 16S rRNA.
Selain mengikat situs pengikatan ribosom, subunit kecil ribosom juga mengikat kodon
inisiasi
Kodon inisiasi biasanya adalah 5AUG3, yang menyandi metionin, walaupun kadang
kadang kodon 5GUG3 and 5UUG3 juga digunakan sebagai kodon inisiasi. Ketiga
kodon ini dikenali oleh tRNA inisiator yang sama.
Pada awalnya tRNA inisiator mengikat metionin, selanjutnya metionin tersebut dikonversi
menjadi Nformilmetionin

2. tRNAiMet inisiator dibawa ke subunit kecil ribosom oleh faktor inisiasi kedua, IF2,
bersama molekul GTP (molekul sebagai sumber energi pada tahap akhir inisiasi). Perlu
diingat bahwa tRNAiMet hanya dapat mengenali kodon inisiasi, tRNAiMet tidak dapat
mengenali kodon 5AUG3 internal pada mRNA.
3. Tahap inisiasi translasi diakhiri setelah faktor inisiasi, IF1, mengikat kompleks inisiasi ini.
Peran faktor inisiasi IF1 tidak jelas. tetapi diduga memicu perubahan konformasi kompleks
inisiasi sehingga memungkinkan subunit besar ribosom menempel pada kompleks ini.
Penempelan subunit besar, membutuhkan energi yang diperoleh dari hidrolisis GTP,
menyebabkan pelepasan faktor faktor inisiasi translasi.
Tahapan inisiasi translasi pada eukariot adalah sebagai berikut ( Figure 11.16 ; Dever,
1999):
1. Tahap pertama meliputi pembentukan kompleks preinisiasi (preinitiation complex).
Struktur ini terdiri dari subunit 40S ribosom, ternary complex' yang tersusun dari faktor
inisiasi eIF2 yang terikat tRNAMet inisiator, molekul GTP, dan tiga faktor eIF1, eIF1A,
eIF3.
Seperti pada bakteria, tRNA inisiator ini tidak mengenali kodon internal 5AUG3.
Berbeda dengan bacteria, tRNA inisiator eukariot diaminoasetilasi dengan metionin normal,
bukan oleh Nformilmetionin.
2. Kompleks preinisiasi selanjutnya bergabung dengan ujung 5 the mRNA. Tahap ini
memerlukan kompleks pengikatan tudung (cap binding complex), kadangkadang disebut
eIF4F, yang terdiri dari faktor inisiasi eIF4A, eIF4E dan eIF4G.
Faktor inisiasi eIF4G berfungsi sebagai jembatan antara eIF4E (yang terikat pada
tudung) dan eIF3 (yang terikat pada kompleks preinisiasi) (Hentze, 1997). Hasil dari
tahap ini adalah kompleks preinisiasi menjadi terikat pada daerah ujung 5 mRNA.
Pengikatan ini juga dipengaruhi oleh ekor poli (A) ujung 3 mRNA. Interaksi ini diduga
dimediasi oleh protein PADP (polyadenylatebinding protein), yang terikat pada ekor poli(A)
(Section 10.1.2).
3. Setelah kompleks preinisiasi mengikat ujung mRNA, kompleks ini sekarang disebut
kompleks inisiasi (initiation complex), harus menggeserkan posisinya (scanning) sepanjang
mRNA sampai mencapai kodon inisiasi.
Daerah yang harus dipindai (scanning) ini, disebut daerah leader mRNA eukariotik,
panjangnya dapat beberapa puluh, atau bahkan ratusan nukleotida dan seringkali mengandung

daerah yang membentuk struktur tusuk konde (hairpins) dan struktur pasangan basa lain. Ada
dugaan, struktur tersebut dihilangkan oleh kombinasi faktor inisisiasi eIF4A dan eIF4B.
Faktor inisiasi eIF4A, dan mungkin juga eIF4B, mempunyai aktivitas helikase yang
dapat memutuskan ikatan basa intramolekuler mRNAhas sehingga dapat melapangkan jalan
kompleks inisiasi (Figure 11.16B).
Kodon inisiasi, yang biasanya 5AUG3 pada eukariot, dapat dikenali sebab urutan ini
terdapat dalam urutan konsensus pendek, 5ACCAUGG3, yang dikenal sebagai
konsensus Koza (Kozak consensus).
4. Ketika kompleks inisiasi telah menduduki kodon inisiasi, subunit besar ribosom akan
mengikat kompleks inisiasi ini. Seperti pada bakteria, tahap ini memerlukan hidrolisis GTP
dan pelepasan faktorfaktor inisiasi. Faktor inisiasi terakhir yang terlibat pada tahap ini
adalah eIF5 (yang membantu pelepasan faktorfaktor inisiasi lain) dan eIF6 (yang
bergabung dengan subunit besar yang tidak terikat dan mencegah untuk menempel pada
subunit kecil di dalam sitoplasma).

19. Pernyatan berikut yang tepat tentang inisiasi transkripsi pada prokariot adalah :
A.

Inisiasi dimulai dengan menempelnya faktor sigma dari RNA polymerase pada
daerah operator

B. perlekatan RNA holoenzim pada daerah promoter mengakibatkan terjadinya


denaturasi DNA pada daerah tersebut.
C.

Pada proses inisiasi, polimerisasi RNA terjadi pada daerah +1 dari gen

struktural.
D.

Rifamicin memperkuat terbentuknya kompleks inisiasi transkripsi

E.

Semua

jawaban

diatas

benar

Jawaban:B
Penjelasan:
MEKANISME TRANSKRIPSI PADA PROKARYOT
Transkripsi pada dasarnya adalah proses penyalinan urutan nukleotida yang terdapat
pada molekul DNA. Dalam proses transkripsi, hanya salah satu untaian DNA yang disalin
menjadi urutan nukleotida RNA (transkip RNA). Urutan nukleotida pada transkrip RNA
bersifat komplemeter dengan urutan DNA cetakan (DNA template), tetapi identik dengan
urutan nukleotida DNA pada untaian pengkode (coding DNA strand/nontemplate strand). Hal

ini dapat digambarkan dengan skema sederhana berikut ini: 5-ATG GTC CTT TAC TTG
TCT GTA TTT -3 Untaian DNA pengkode 3-TAC CAG GAA ATG AAC AGA CAT AAA
-5 Untaian DNA cetakan Transkripsi 5-AUG GUC CUU UAC UUG UCU GUA UUU -3
RNA hasil transkripsi.
Perlu diingat bahwa pada struktur RNA tidak ada nukleotida T (thymine), karena
struktur T digantikan oleh U (uracil). Nukleotida T dan U mempunyai cincin yang serupa
yaitu cincin pirimidin, tetapi pada basa T ada gugus metil (CH3) pada atom C nomor 5,
sedangkan pada basa U tidak ada gugus metil.
Secara umum proses transkripsi pada prokaryot berjalan serupa dengan transkripsi
pada eukaryot, meskipun ada beberapa rincian proses yang berbeda antara kedua system
tersebut. Pada prokaryot, transkripsi dimulai dengan penempelan RNA polimerase holoenzim
pada bagian promoter suatu gen. pada awal penempelan, RNA polimerase masih belum
terikat secara kuat dan struktur promoter masih dalam keadaan tertutup (closed promoter
complex). Selanjutnya, RNA polimerase akan terikat secara kuat dan ikatan hydrogen
molekul DNA pada bagian promoter mulai terbuka (membentuk struktur open promoter
complex). Pada prokaryot, RNA polimerase menempel secara langsung pada DNA di daerah
promoter tanpa melalui suatu ikatan dengan protein lain. Dalam proses penempelan promoter
tersebut, subunit berperan dalam menemukan bagian promoter suatu gen sehingga RNA
polimerase dapat menempel. Diduga, proses pengenalan suatu promoter oleh RNA
polimerase diawali dengan penempelan enzim tersebut secara tidak spesifik pada molekul
DNA. Selanjutnya, RNA polimerase akan mencari bagian DNA yang mempunyai struktur
khas suatu promoter. Struktur khas tersebut berupa suatu kelompok ikatan hydrogen anatara
kedua untaian DNA pada posisi -35 dan -10.kecepatan suatu polimerase dalam menemukan
promoter diperkirakan mencapai 1.000 pasangan basa per detik.
Setelah RNA polimerase menempel pada promoter, subunit melepaskan diri dari
struktur holoenzim.Pelepasan subunit biasanya terjadi setelah terbentuk molekul RNA
sepanjang 8-9 nukleotida. RNA polimerase inti yang sudah menempel pada promoter akan
tetap terikat kuat pada DNA sehingga tidak lepas. Ikatan ini sangat penting dalam proses
transkripsi selesai.
Inisiasi Transkripsi
Tahapan proses inisiasi transkripsi meliputi 4 langkah yaitu: (1) pembentukan
kompleks promoter tertutup, (2) pembentukan kompleks promoter terbuka, (3) penggabungan
beberapa nukleotida awal (sekiatar 10 nukleotida), dan (4) perubahan konfirmasi RNA

polimerase karena subunit dilepaskan dari kompleks holoenzim. Subunit tersebut


selanjutnya dapat digunakan lagi dalam proses inisiasi transkripsi selanjutnya. Bagian DNA
yang terbuka setelah RNA polimerase menempel biasanya terjadi pada daerah sekitar -9
sampai +3 sehingga menjadi struktur untai tunggal.Bagian DNA yang berkaitan dengan RNA
polimerase membentuk suatu struktur gelembung transkripsi (transcription bubble) sepanjang
kurang lebih 17 pasang basa. Setelah struktur promoter terbuka secara stabil, maka
selanjutnya RNA polimerase melakukan proses inisiasi transkripsi dengan menggunakan
urutan DNA cetakan sebagai panduannya. Dalam proses transkripsi, nukleotida RNA
digabungkan sehingga membentuk transkrip RNA. Nukleotida pertama yang digabungkan
hampir selalu berupa molekul purin. Kajian pada 88 promoter menunjukkan bahwa 51%
molekul RNA diawali dengan basa A, 42% diawali dengan G, 5% diawali dengan C, dan 2%
diawali dengan U. pada awalnya basa-basa RNA yang digabungkan membentuk ikatan
hidrogen dengan basa DNA cetakan, sehingga jika urutan DNA cetakan adalah ATG, maka
basa RNA yang digabungkan adalah UAC.
Subunit mempunyai peranan dalam menstimulasi inisiasi transkripsi tetapi tidak
mempercepat laju pertambahan untaian RNA. Proses inisiasi transkripsi merupakan prose
yang menentukan laju transkrpisi. Inisiasi transkripsi dapat dihambat oleh pemberian
antibiotic rifampisin, tetapi antibiotic ini tidak menghambat proses pemajangan transkrip.
Penelitian yang dilakukan oleh Alfred Heil dan Walter Zilig pada tahun 1970 membuktikan
bahwa subunit RNA polimerase yang menentukan kepekaan atau ketahanan terhadap
antibiotik rifampisin adalah subunit .
Setelah proses inisiasi transkripsi terjadi, selanjutnya subunit terlepas dari enzim inti
dan dapat digunakan oleh enzim inti RNA polimerase yang lain.siklus subunit tersebut
pertama kali diungkapkan oleh Travers dan Burgess pada tahun 1969. Mereka menunjukan
bahwa jika transkripsi berlangsung pada kekuatan ionic yang rendah, maka RNA polimerase
inti tidak terlepas dari DNA cetakan pada ujung suatu gen. Hal ini menyebabkan inisiasi
transkrisi berhenti. Jika ke dalam sistem tersebut dimasukkan RNA polimerase inti yang
baru maka, transkripsi kemudian berjalan kembali. Keadaan ini menunjukkan bahwa RNA
polimerase inti yang baru tersebut kemudian bergabung dengan subunit yang sebelumnya
telah dilepaskan dari enzim RNA polimerase inti lainnya.

20. Perhatikan jalur enzim berikut ini:

Suatu peningkatan pada zat F akan memicu inhibisi enzim 3. Berikut ini adalah hasil
dari proses tersebut, KECUALI:
A.

Peningkatan zat X

B.

Meningkatnya laju reaksi enzim 6

C.

Menurunnya laju reaksi enzim 4

D.

Meningkatnya laju reaksi enzim 5

E.

Penurunan zat

Jawaban:E
Penjelasan :
Penghambat yang irreversible adalah golongan yang bereaksi dengan, atau
merusakkan suatu gugus fungsional pada molekul enzim yang penting bagi aktivitas
katalitiknya. Sebagai contoh, adalah senyawa diisoprofilfluorofosfat (DFP), yang
menghambat enzim asetilkolinesterase, yaitu enzim yang penting di dalam transmisi impuls
syaraf.

Asetilkolinesterase

mengkatalisis

hidrolisis

asetilkolin,

suatu

senyawa

neurotransmitter yang berfungsi di dalam bagian sinaps yang dihasilkan oleh ujung syaraf
(akson) yang telah menerima impuls. Asetilkolin yang dihasilkan diteruskan ke sel syaraf
lainnya atau ke efektor (misalnya otot) untuk meneruskan impuls syaraf. Akan tetapi, sebelum
impuls kedua dapat dipancarkan melalui sinaps, asetilkolin yang dihasilkan setelah impuls
pertama harus dihidrolisis oleh asetilkolisnesterase pada sambungan sel syaraf.
Produk 124 Dasar-dasar Biokimia penguraian asetilkolin oleh asetilkolinesterase
adalah asetat dan kolin, dan tidak memiliki aktivitas transmitter. Penghambat DFP sangat
reaktif, dan bereaksi dengan bagian sisi aktif dari enzim asetilkolinesterase, yaitu gugus
hidroksil dari residu serin essensial, sehingga enzim tidak aktif untuk mengkatalisis
asetilkolin. DFP merupakan gas syaraf yang pertama kali ditemukan, jika diberikan pada
hewan, hewan tersebut menjadi lemah, tidak dapat lagi melaksanakan fungsi bagian-bagian
tertentu, karena impuls syaraf tidak lagi dapat ditransmisikan secara normal. Tetapi, terdapat
manfaat lain dari DFP. Senyawa ini menyebabkan berkembangnya malation dan insektisida
lain yang relatif tidak beracun bagi manusia. Malation diubah oleh enzimenzim pada insekta,
menjadi penghambat aktif asetilkolinesterase insekta ersebut.
DFP telah ditemukan menghambat semua jenis enzim, banyak diantaranya yang
mampu mengkatalisis hidrolisis ikatan peptida atau ester. Golongan ini tidak hanya mencakup

asetilkolinesterase, tetapi juga tripsin, khimotripsin, elastase, fosfoglukomutase, dan


kokoonase, suatu enzim yang dihasilkan oleh larva ulat sutra untuk menghidrolisis serat-serat
sutra kepompong, dan menyebabkan larva dapat dibebaskan. Semua enzim yang dihambat
oleh DFP memiliki residu serin essensial pada sisi aktifnya, yang berpartisipasi dalam
aktivitas katalitiknya.
Jenis kedua adalah, penghambat enzim yang dapat balik, yang dapat digolongkan
menjadi 2 jenis, yaitu: 1) zat penghambat yang bersaingan (kompetitif), 2) zat penghambat
yang tidak bersaingan (non-kompetitif). Zat penghambat yang bersaingan itu mempunyai
struktur mirip dengan struktur molekul substrat. Suatu penghambat kompetitif berlomba
dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim, tetapi, sekali terikat tidak dapat
diubah oleh enzim tersebut. Ciri penghambat komPengantar Tentang Enzim 125 petitif adalah
penghambatan ini dapat dihilangkan dengan meningkatkan konsentrasi substrat.
E + S ES E + P (produk)
E + S + I EI + S (enzim inaktif) + substrat enzim kompleks enzim substrat (aktif) +
inhibitor kompetitif enzim enzim inhibitor (inaktif)
Contoh

jenis

penghambatan

kompetitif

adalah

penghambatan

kompetitif

dehidrogenase suksinat oleh anion malonat dan oksaloasetat. Dehidrogenase suksinat adalah
anggota golongan enzim yang mengkalatisis siklus asam sitrat yang dapat membebaskan 2
atom hidrogen dari suksinat. Dehidrogenase suksinat dihambat oleh malonat yang struktur
molekulnya mirip suksinat.
COO- COOCH2
COO- C = O
CH2 CH2 CH2
COO- COO- COOsuksinat
malonat oksaloasetat
(substrat) Penghambat kompetitif
Oksaloasetat yang strukturnya mirip dengan substrat molekul suksinat. Sedangkan zat
penghambat yang tidak bersaingan (non kompetitif) dapat menempel pada enzim, pada sisi
regulasi enzim, sehingga mengubah konformasi molekul enzim, sehingga menyebabkan
inaktifasi enzim.
126 Dasar-dasar Biokimia
+++
substrat enzim inhibitor substrat konformasi enzim
non kompetitif berubah (inaktif)
7. Kontrol Terhadap Kerja Enzim

Dalam sistem biologis, kecepatan kerja enzim dapat dipengaruhi oleh kehadiran suatu
molekul lain yang dapat berperan sebagai pemicu (activator) atau penghambat (inhibitor),
keduanya biasanya disebut secara bersama-sama sebagai efektor. Pola umum pengontrolan
jalur metabolisme biasanya terjadi ketika enzim pertama pada jalur metabolisme tersebut
dihambat kerjanya oleh hasil akhir dari jalur metabolisme tersebut. Penghambatan ini
biasanya dinamakan feedback inhibition
Pengontrolan model feedback inhibition, dimana enzim yang bekerja pada tahap awal
(E1) dihambat kerjanya oleh produk akhir (Z), memberikan keuntungan pada sel, yaitu
organisme tersebut dapat mengatur supply energi, dan mencegah menumpuknya senyawa
intermediet (B-C-D ) selama proses metabolisme terjadi. Banyak jalur metabolisme dalam
tubuh organisme berbentuk cabang, sehingga proses feedback inhibition yang terjadi dapat
berlangsung di beberapa lokasi. Mekanisme penghambatan ini dinamakan sequential
feedback inhibition.