Anda di halaman 1dari 4

DIABETES MELITUS

1. Mengapa luka di kaki tidak cepat sembuh?


a. Karena terjadi lukaterkena bakteribakteri bersifat glukofilik
b. Glukosa banyak terdapat dalam darahsel-sel darah berkurang
c. Antibiotic tidak bisa bekerja dalam kadar gula>200mg/dl
d. Gangrene mengeluarkan pus karena leukosit kalah dengan bakteri.
2. Mengapa terjadi poliuri?
Gejala awalnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar gula darah yang tinggi.
Jika kadar gula darah sampai diatas 160-180 mg/dL, maka glukosa akan dikeluarkan
melalui air kemih. Karena di saluran pembuluh darah kental karena tercampur dengan
glukosa. Ginjal yang berfungsi menyaring maka kinerjanya berkurang, ginjal akan
membuang air tambahan untuk mengencerkan sejumlah besar glukosa yang hilang.
Karena ginjal menghasilkan air kemih dalam jumlah yang berlebihan, maka penderita
sering berkemih dalam jumlah yang banyak
3. Mengapa terjadi polidipsi?
Karena terjadi poliuri. Dengan kencing teruscairan dalam tubuh kurangsehingga
selalu merasa haus. Karena peningkatan gula darah , air akan tertarik keluar dari sel,
menyebabkan dehidrasi intraseluler dan stimulasi rasa haus di hipotalamus
4. Mengapa terjadi polifagi?
a. Terjadi defisiensi insulin: Glikogen terus menerus dipecah menjadi glukosa.Terjadi
perubahan

dari

anabolisme

menjadi

katabolisme

protein

dan

lemak

(glukoneogenesis). Karena lemak terurai, maka energy yang dihasilkan sedikit.


b. Sel tidak menerima suplay makanan walaupun di saluran pembuluh darah banyak
glukosa
c. Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih, sehingga penderita mengalami
penurunan berat badan. Untuk mengkompensasikan hal ini penderita seringkali
merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan
5. Mengapa gula darahnya lebih dari normal?
Karena kinerja insulin kurang maksimal, sehingga glukosa tidak dapat diubah menjadi
glikogen dan mungkin sekresi insulin terganggu
6. Mengapa berat badan turun padahal banyak makan?

Karena terjadi glukoneogenesis sehingga simpanan lemak dan protein dipakai untuk
diubah untuk pembentukan ATP
1. Bagaimana pathogenesis DM?
Infeksi virusmerusak sel beta dengan proses autoimunpankreas rusakDM
absolutehiperglikemiasel-sel tidak mendapat suplay makananlipolisis dan
pemecahan protein tinggi untuk mendapat energi
2. Bagaimana fisiologi kerja insulin?
Insulin berikatan dengan reseptor insulin (tirosin kinase)berinteraksi dg sel
sasaransistem saraf otonom menyuruh insulin untuk dikeluarkan apabila ada
peningkatan kadar glukosa dalam darah

Keterangan :
metabolisme karbohidrat dimulai dengan pencernaan di usus kecil dimana monosakarida
yang diserap ke dalam aliran darah. konsentrasi gula darah dikendalikan oleh tiga
hormon: insulin, glukagon, dan epinefrin. Jika kadar glukosa dalam darah terlalu tinggi,
insulin disekresikan oleh pankreas. Insulin merangsang transfer glukosa ke dalam sel,
terutama di hati dan otot, meskipun organ lain juga mampu memetabolisme glukosa.
Dalam hati dan otot, sebagian besar glukosa diubah menjadi glikogen oleh proses
glycogenesis (anabolisme). Glikogen disimpan dalam hati dan otot sampai dibutuhkan
pada beberapa waktu kemudian ketika tingkat glukosa rendah. Jika kadar glukosa darah
yang rendah, maka eqinephrine dan hormon glucogon yang dikeluarkan untuk
merangsang konversi glikogen menjadi glukosa. Proses ini disebut glikogenolisis
(katabolisme).
Jika glukosa diperlukan segera setelah memasuki sel untuk pasokan energi, ia mulai
proses metabolisme yang disebut glycoysis (katabolisme). Produk akhir dari glikolisis
adalah asam piruvat dan ATP

KOMPLIKASI DIABETES

Diabetes merupakan penyakit yang memiliki komplikasi (menyebabkan terjadinya


penyakit lain) yang paling banyak. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi
terus menerus, sehingga berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf dan struktur internal
lainnya.
Zat kompleks yang terdiri dari gula di dalam dinding pembuluh darah menyebabkan
pembuluh darah menebal dan mengalami kebocoran. Akibat penebalan ini maka aliran
darah akan berkurang, terutama yang menuju ke kulit dan saraf.
Kadar gula darah yang tidak terkontrol juga cenderung menyebabkan kadar zat berlemak
dalam darah meningkat, sehingga mempercepat terjadinya aterosklerosis (penimbunan
plak lemak di dalam pembuluh darah). Aterosklerosis ini 2-6 kali lebih sering terjadi pada
diabetes.
Sirkulasi darah yang buruk ini melalui pembuluh darah besar (makro) bisa melukai otak,
jantung, dan pembuluh darah kaki (makroangiopati), sedangkan pembuluh darah kecil
(mikro) bisa melukai mata, ginjal, saraf dan kulit serta memperlambat penyembuhan
luka.
Kerusakan pada pembuluh darah mata bisa menyebabkan gangguan penglihatan akibat
kerusakan pada retina mata (retinopati diabetikum). Kelainan fungsi ginjal bisa
menyebabkan gagal ginjal sehingga penderita harus menjalani cuci darah (dialisa).
Gangguan pada saraf dapat bermanifestasi dalam beberapa bentuk. Jika satu saraf
mengalami kelainan fungsi (mononeuropati), maka sebuah lengan atau tungkai biasa
secara tiba-tiba menjadi lemah.
Jika saraf yang menuju ke tangan, tungkai dan kaki mengalami kerusakan (polineuropati
diabetikum), maka pada lengan dan tungkai bisa dirasakan kesemutan atau nyeri seperti
terbakar dan kelemahan.

Kerusakan pada saraf menyebabkan kulit lebih sering mengalami cedera karena penderita
tidak dapat meradakan perubahan tekanan maupun suhu. Berkurangnya aliran darah ke
kulit juga bisa menyebabkan ulkus (borok) dan semua penyembuhan luka berjalan
lambat. Ulkus di kaki bisa sangat dalam dan mengalami infeksi serta masa
penyembuhannya lama sehingga sebagian tungkai harus diamputasi.