Anda di halaman 1dari 10

PROPOSAL SKRIPSI

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak atas Tanah Perihal


Terjadinya Sertipikat Tumpang Tindih di Kabupaten Tangerang
Selatan

Oleh:

Nama : Catherine Claudia Simanjuntak


NIM

: 2011-050-256
FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMAJAYA
JAKARTA
2014

Persetujuan Proposal

Perlindungan Hukum Terhadap Pemegang Hak atas Tanah Perihal


Terjadinya Sertipikat Ganda di Kabupaten Bogor

Nama
Nim
Peminatan

Catherine Claudia S
:

2011 050 256

Hukum Perdata

Telah Disetujui oleh Dosen Pembimbing Akademik


Jakarta, 8 Agustus 2014

Dedy Yudhistira , S.H., M.Hum.

Daftar isi.

0....................................................................................................................Lembar Pengesahan
1.............................................................................................................................Latar Belakang
2...................................................................................................................... Masalah Penelitian
3.........................................................................................................................Tujuan Penelitian
4.........................................................................................................................Tinjauan Pustaka
4.1.....................................................................................................................Pengertian Tanah
4.2 ........................................................................................................... Hak Milik Atas Tanah
4.2.1........................................................................................................... Pengertian Hak Milik
4.2.2........................................................................................................................Subyek Hak Milik

4.2.3...........................................................................................................Terjadinya Hak Milik


4.3..................................................................................................................Pendaftaran Tanah
4.3.1...................................................................................................................Sertipikat Tanah
4.4...........................................................................................Sertipikat Hak atas tanah Ganda
5........................................................................................................................Metode Penelitian
6.........................................................................................................................Jadwal Penelitian
7.............................................................................................................................Daftar pustaka
7.1.................................................................................................................................Buku-buku
7.2................................................................................................................Perundang-undangan
7.3.......................................................................................................................................Internet

1.Latar Belakang
Tanah merupakan salah satu faktor penting dalam kehidupan manusia, apalagi di negara
agraris seperti negara kita Indonesia , tanah merupakan tempat pemukiman, tempat manusia
melakukan kegiatan , tempat melangsungkan hidup, bahkan setelah manusia meninggal pun
tanah masih diperlukan. Di negara Indonesia yang sebagian penduduknya masih hidup dengan
menggantungkan pada hasil tanah, fungsi tanah amat penting bagi kelangsungan kehidupan
mereka. Apalagi mereka yang hidup di daerah pedesaan yang pada umumnya tunduk dan patuh
pada hukum yang berlaku khususnya hukum adat masyarakat tersebut.
Tanah memiliki kedudukan sangat penting dalam hukum adat yaitu:
1. Karena sifatnya, yakni merupakan satu-satunya benda kekayaan yang meskipun
mengalami keadaan yang bagaimanapun juga masih bersifat tetap dalam keadaannya
melakukan menjadi lebih menguntungkan.
Karena fakta yaitu kenyataan bahwa tanah : ( Supomo, 1983 : 17 )
1. Tempat tinggal persekutuan
2. Memberikan kehidupan dan persekutuan
3. Merupakan tempat dimana warga persekutuan yang meninggal dikebumikan.
Tanah dengan dimensinya yang unik kerap melahirkan permasalahan tidak sederhana,baik
permasalahan yang berdimensi sosial,ekonomi,politik,hukum,atau berdimensi lebih luas dan
kompleks melingkupi berbagai bidang kehidupan manusia. Berbagai aspek mengenai tanah
sudah banyak disajikan melalui penelitian-penelitian dan tulisan oleh para pakar berbagai
disiplin ilmu1
Sesuai dengan ketentuan Pasal 19 UUPA bahwa: Untuk menjamin kepastian hukum oleh
Pemerintah diadakan pendaftaran tanah di seluruh wilayah RI menurut ketentuan yang diatur
1

Brahmana Adhie dan Hasan Basri Nata Menggala (peny.) Reformasi pertanahan:
Pemberdayaan Hak-Hak atas Tanah ditinjau dari Aspek
Hukum,Sosial,Politik,Ekonomi,Hankam,Teknis,Agama,dan Budaya,Mandar
maju,Bandung.2002.

dengan PP, tujuan pendaftaran tanah ialah dalam rangkan menjamin kepastian hukum di bidang
pertanahan (rechtkadaster atau legal cadaster). Dengan memiliki sertifikat, maka kepastian
hukum berkenaan dengan jenis hak atas tanah, subyek hak, dan obyek haknya menjadi nyata.
Pendaftaran hak atas tanah akan menghasilkan:
1.Kepastian Hak atas tanah
2.Kepastian Subyek haknya
3.Kepastian Obyek haknya
4.Kepastian Hukumnya
Secara terperinci tujuan pendaftaran tanah ialah:
1.Untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas
suatu bidang tanah, satuan rumah susun dan hak-hak lain yang terdaftar, agar dengan mudah
dapat membuktikan dirinya sebagai pemegang hak yang bersangkutan
2.Untuk menyediakan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan, agar dengan mudah
dapat memperoleh data yang diperlukan dalam mengadakan perbuatan hukum mengenai bidang
tanah dan satuan rumah susun yang sudah terdaftar
3.Untuk terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.2
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, kebutuhan dan permintaan atas
ketersediaan tanah jug meningkat,namun hal ini tidak didukung dengan ketersediaan lahan yang
semakin lama semakin sedikit, alih fungsi tanah dan semakin tajamnya konflik dalam
penggunaan tanah antara berbagai sektor pembangunan dalam berbagai tingkatan kemiskinan,
sempitnya lapangan kerja ,semakin tingginya nilai jual tanah yang disebabkan oleh
perkembangan pembangunan dan pemanfaatan tanah sebagai sarana umum maupun sarana
pribadi dan akses yang mempengaruhi dalam perolehan adalah beberapa contoh kenyataan yang
harus dihadapi saat ini.
Dalam perkembangannya Banyak terjadi keadaan dimana terdapat lebih dari satu
sertipikat hak atas tanah terhadap suatu bidang tanah yang sama dengan nama pemegang hak atas
tanah yang berbeda. Hal ini tentunya tidak diharapkan dan dapat merugikan pemegang hak atas
tanah yang sah.
2

http://pendaftaran-tanah.blogspot.com/2008/08/tujuan-pendaftaran-tanah.html

Dalam rangka mengatur dan menertibkan masalah pertanahan telah dikeluarkan berbagai
peraturan hukum pertanahan yang merupakan pelaksanaan dari Undang-Undang nomor 5 tahun
1960 (UUPA) sebagai Hukum Tanah Nasional.
Mengapa sertifikat sebagai alat bukti yang kuat, tidak sebagai alat bukti mutlak? Hal ini
berkaitan dengan sistem publikasi yang dianut oleh hukum pertanahan Indonesia baik Peraturan
Pemerintah Nomor 10 tahun 1961 maupun Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 yakni
sistem publikasi negatif yang mengandung unsur positif karena akan menghasilkan surat-surat
tanda bukti hak (sertifikat) yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. Jadi tidak sistem
publikasi positif, karena menurut sistem publikasi positif adalah apa yang tercantum dalam buku
pendaftaran tanah dan surat-surat tanda bukti hak yang dikeluarkan merupakan alat pembuktian
yang mutlak Pihak ketiga (yang beriktikad baik) yang bertindak atas dasar bukti-bukti tersebut
tidak mendapat perlindungan, biarpun kemudian ternyata bahwa keterangan-keterangan yang
tercantum di dalamnya tidak benar3
Penyelesaian sengketa Sertifikat Tumpang tindih
2.Masalah Penelitian.
Dari latar belakang tersebut diatas maka masalahnya adalah adakah jaminan hukum terhadap
pemegang hak atas tanah perihal terjadinya sertipikat tumpang tindih di kabupaten Tangerang
Selatan.
Untuk itu secara khusus diteliti:
1. Apa faktor-faktor yang menyebabkan terdapatnya sertifikat dengan dua atau lebih subyek
pemegang hak yang berbeda pada suatu objek tanah yang sama.
2. Apa upaya yang telah dilakukan Badan Pertanahan Nasional guna menghindari terjadinya
terdapat sertifikat tumpang tindih pada suatu objek tanah yang sama.
3. Bagaimana Peran Badan Pertanahan Nasional dalam menyelesaikan sengketa Sertifikat
tumpang tindih diluar pengadilan?
4. Bagaimana cara pembuktian terhadap sengketa sertifikat Tumpang tindih?

Syamsul Bahri, 1981, Hukum Agraria Indonesia Dulu dan Kini, Penerbit Fakultas Hukum dan
Pengetahuan Masyarakat, Universitas Andalas, Padang, halaman 22

3.Tujuan Penelitian:
Tujuan Penelitian ini adalah untuk menjawab masalah penelitian,juga untuk menambah
pengetahuan penulis, dan juga untuk memberikan pencerahan pada masyarakat awam agar
mendapatkan informasi dan pengetahuan yang jelas mengenai perlindungan hukum bagi
pemegang hak atas tanah perihal terjadinya sengketa sertifikat ganda.

5. Metode Penelitian
1.Objek Penelitian
Pendekatan masalah yang penulis gunakan dalam penulisan proposal skripsi ini adalah
pendekatan normatif empiris artinya yaitu berdasarkan pada ketentuan ketentuan hukum yang
berlaku, dalam hal ini penelitian dilakukan tentang Permasalahan dalam Perlindungan Hukum
Terhadap pemegang Hak atas Tanah perihat terdapatnya sertifikat ganda pada objek tanah yang
sama.
2.Sumber Data.
a.Bahan Hukum Primer adalah Bahan bahan hukum yang mengikat. Bahan hukum primer yang
digunakan adalah Kitab Undang-undang Hukum Perdata, dan Undang-undang Pokok Agraria.
b. Bahan Hukum Sekunder adalah bahan hukum yang memberi penjelasan mengenai mengenai
bahan hukum primer, dapat berupa literatur literatur yang berkaitan dengan Agraria
c. Bahan Hukum Tersier Bahan Hukum ini berupa tulisan yang diperoleh melalui media internet
yang berkenaan dengan Pendaftaran tanah .
3. Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan, studi kepustakaan dilakukan dibeberapa
tempat seperti perpustakaan nasional perpustakaan fakultas hukum Universitas Unika AtmaJaya
maupun mengakses data melalui internet dan wawancara

Wawancara dilakukan dengan Kepala Seksi bagian sengketa/konflik dan permasalahan Kantor
Pertanahan Kabupaten Tangerang Bapak Victor Simanjuntak.SH.MH. Dengan teknik
purposive/Judgemental Sampling untuk menanyakan pertanyaan:

Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya sengketa sertifikat ganda?


Bagaimana pembuktian mengenai sah nya suatu sertipikat?
Adakah perlindungan hukum bagi pemegang sah hak atas tanah yang mengalami

sengketa sertifikat ganda?


Bagaimana peranan BPN dalam penyelesaian sengketa sertifikat tumpang tindih?
Bagaimana prosedur mediasi di Badan Permasalahan Nasional

4. Analisis Data
Data hasil penelitian ini dianalisis secara kualitatif,artinya data kepustakaan yang didapat
dianalisis secara mendalam, holistic, komprehensif. Penggunaan metode analisis secara kualitatif
didasarkan pada pertimbangan bahwa data yang dianalisis beragam, memiliki sifat dasar yang
berbeda antara satu sama lainnya, serta tidak mudah untuk dikuantititatifkan. Kemudian sifat
dasar data yang dianalisis adalah menyeluruh dan merupakan satu kesatuan bulat. Hal ini
ditandai dengan keanekaragaman datanya serta memerlukan informasi yang mendalam.
5.Kesimpulan
Cara Penarikan KesimpulanPengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan logika
deduktif, artinya adalah metode menarik kesimpulan yang bersifat khusus dari pernyataan
pernyataan yang sifatnya umum. Metode ini dilakukan dengan cara menganalisis pengertian atau
konsep konsep umum, antara lain mengenai konsep tentang prosedur Penyelesaian sengketa
sertifikat tumpang tindih yang dilakukan di badan Pertanahan Nasional

6. Jadwal Penelitian

NO.

Kegiatan

Agustus

September

Oktober

November

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penentuan objek
Penelitian dalam
Skripsi
Pencarian
data
dan
Pengumpulan
tinjauan pustaka
Penulisan Bab I

1.
2.
3.
4.
5.

Wawancara
Pembagian
Kuisioner

6.

Pengolaan data
Penelitian

7.

Penulisan Bab II

8.
9.

Penulisan Bab III

10.

Penulisan Bab IV

11.

Pengumpulan
Skripsi

Menganalisa Data

7. Daftar Pustaka
7.1. Buku-buku

1. Adi,Rianto.2010.Metodologi Penelitian sosial dan Hukum,Jakarta;Granit.


2. Abdulkadir Muhammad,2004 Hukum dan Penelitian Hukum, Bandung: Citra Aditya
Bakti.
3. Ali Achmad Chomzah, 2002.Hukum Pertanahan Seri I dan Seri II, Pemberian Hak Atas
Tanah Negara,Jakarta: Prestasi Pustaka,
4. A.Ridwan.Halim, 1983.Hukum Agraria Dalam Tanya Jawab,Jakarta : Ghalia Indonesia,
5. Boedi Harsono, 2002.Menuju Penyempurnaan Hukum Tanah Nasional dalam
hubungannya dengan TAP MPR RI IX/MPR/2001,Jakarta,Universitas Trisakti,
6. Maria S.W. Sumardjono. 2008. Tanah Dalam Prespektif Hak Ekonomi Sosial dan
Budaya,Jakarta:Kompas
7. Prof.DR. A.P.Parlindungan.S.H,Pendaftaran Tanah di Indonesia (berdasarkan PP 24
tahun 1997) dilengkapi dengan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (P).37 tahun
1998),1999,Bandung.
8. Hasan Basri Nata menggala,S.H. , Sarjita,S.H.,M.Hum. 2005 Pembatalan dan Kebatalan
hak atas Tanah Yogyakarta: Tugu Jogja Pustaka.
9. Brahmana Adhie dan Hasan Basri Nata Menggala (peny.) Reformasi pertanahan:
Pemberdayaan
Hak-Hak
atas
Tanah
ditinjau
dari
Aspek
Hukum,Sosial,Politik,Ekonomi,Hankam,Teknis,Agama,dan
Budaya,Mandar
maju,Bandung.2002
10. Syamsul Bahri, 1981, Hukum Agraria Indonesia Dulu dan Kini, Penerbit Fakultas Hukum
dan Pengetahuan Masyarakat, Universitas Andalas, Padang
7.2. Perundang-undangan
1.
2.
3.
4.

Undang-undang Dasar 1945.


Undang-undang No.5 Tahun 1960, Tentang Peraturan Pokok-Pokok Agraria.
Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997, Tentang Pendaftaran Tanah.
Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun
1999, Tentang Tata Cara Pemberian Dan Pembatalan Hak Atas Tanah Negara
Dan Hak Pengelolaan.
7.3.
Internet
1. http://sherlykamurahan.blogspot.com/2011/02/pemberian-hak-milik-atas-tanahnegara.html
2. http://coropendekar212.wordpress.com/2011/05/25/pengalihan-hak-atas-tanah/
3. http://www.lawskripsi.com/index.php?
option=com_content&view=article&id=112&Itemid=112