Anda di halaman 1dari 39

1.

0 PENGENALAN
Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa cembung yang
digunakan untuk mengamati benda-benda renik (sangat kecil) supaya terlihat lebih
besar.

2.0

ASAL USUL MIKROSKOP

Mikroskop dalam bahasa Yunani : micron = kecil dan scopos = tujuan. Mikroskop
adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang tidak
terlihat oleh mata sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi mikroskop
adalah alat yang digunakan untuk melihat sesuatu benda yang bersifat mikroskopis.
Mikroskopik bererti sangat kecil dan tidak mudah terlihat oleh mata kasar.

3.0

JENIS-JENIS MIKROSKOP

Mikroskop terbahagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya iaitu :


i.
ii.

mikroskop cahaya
mikroskop elektron.

Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya


matahari dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan
listrik. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada mikroskop cahaya.
(Mochamad Indrawan, 25:2003)
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil sehingga
dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan mikroskop
elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah digunakan dalam
bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ), geologi ( untuk meneliti
batuan ), industri (untuk menguji ketahanan suatu benda), untuk meneliti tumbuhan dan
hewan tingkat tinggi, serta dalam bidang makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki
bakteri beracun dalam makanan).(Stevlana, 60:2005)

JENIS MIKROSKOP :

MIKROSKOP ELEKTRON

MIKROSKOP MONOKULER

MIKROSKOP BIASA

Mikroskop dalam bahasa Yunani bermaksud Micros = kecil dan scopein = melihat,
adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata
kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut
mikroskopi,

dan

kata.

Dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisma hidup yang


berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata kasar, sehingga mikroskop
memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisma dan perkembangan
sejarah mikrobiologi. Organisma yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisma
atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Ia dapat dilihat
dengan

menggunakan

mikroskop.

Salah satu penemuan sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah Antonie


Van Leeuwenhock pada tahun 1632-1723. Pada tahun 1675 Antonie membuat
mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak
lensa sehingga beliau dapat melihat mikroorganisma yang terdapat pada air hujan dan
air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut bendabenda

bergerak

tadi

dengan

animalcule.

3.0 JENIS-JENIS MIKROSKOP


Jenis paling umum dari mikroskop dan yang pertama diciptakan
adalah MIKROSKOP OPTIS. Mikroskop ini merupakan alat optik yang
terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang
diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa
tersebut. Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop terbahagi kepada
dua iaitu mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang
dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan
menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop
monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler
merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2
lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan,
mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya
digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase
kontras, nomarski dic, dan konfokal).
struktur mikroskop

ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:


Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja
objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.
pembesaran
tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda
yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor,
diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau
jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang
mata normal(sn). Rumus:

sifat bayangan
baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung.
Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang
mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula,
lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada
mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan
sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron
bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar,
dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan
huruf a di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf a yang terbalik dan
diperbesar.
PERKEMBANGAN MIKROSKOP
Mikroskop Optis
Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop
optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa
yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di
bidang fokal dari lensa tersebut.
Pada 1674 Leeuwenhok dengan menggunakan mikroskop sederhana, dia dapat
melihat mikroorganisme. Mikroorganime terlihat dari setetes air danau yang diamati
dengan menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda itu disebut animalcules
terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. Leeuwenhoek mengamati
organisme yang dikorek dari sela-sela giginya. Kemudian hasil pengamatannya
digambarkan dalam bentuk sketsa sel bakteri dengan bentuk seperti bola, batang,
dan spiral sama seperti bentuk bakteri yang dikenal pada saat ini.

Leeuwenhoek telah membuat lebih dari 500 gambar mikroskop. Dalam desain
dasar mikroskop Leeuwenhoek, sebagian orang menganggap itu hanyalah kaca
pembesar (karena hanya terbuat dari 1 lensa saja), bukan mikroskop seperti
yang digunakan sekarang (yang terdiri dari 2 lensa). Dibandingkan dengan
mikroskop modern, mikroskop buatannya adalah perangkat yang sangat
sederhana, hanya menggunakan satu lensa, terpasang dalam lubang kecil di
piring kuningan yang membentuk tubuh instrumen. Spesimen dipasang pada titik
fokus yang menempel di depan lensa, dan posisi dan fokus bisa disesuaikan
dengan memutar dua sekrup. Seluruh instrumen panjangnya hanya 3-4 inci dan
harus diangkat mendekat dengan mata dan memerlukan pencahayaan yang baik
serta kesabaran yang besar dalam penggunaanya. Meskipun pada jamannya
telah ditemukan mikroskop 2 lensa yang hampir mirip dengan mikropskop saat
ini, namun pada saat itu pembuatannya masih rumit dibandingkan mikroskop ala
Leewenhoek. Dan dengan ketrampilan Leewenhoek dalam membuat lensa, dia
berhasil membuat mikroskop yang mampu memperbesar objek sampai lebih dari
200 kali sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas dan lebih terang. Meskipun
ia sendiri tidak bisa menggambar dengan baik, ia mempekerjakan ilustrator untuk
menggambar objek yang ia amati dan gambar itu digunakan untuk melengkapi
uraian tertulis dari objek yang ia amati.

Mikroskop Cahaya
Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan
penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang
pertama pada tahun 1931.
LOVE AND LIVE
Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya
hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang
pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan
magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut
dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang
menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari
mikroskop cahaya pada masa itu)

Bagian-bagian dari mikroskop cahaya:


1. lensa okuler
2. lensa objektif
3. lensa objektif yang lain
4. pengatur fokus secara kasar
5. pengatur fokus secara halus
6. papan letak objek/sampel/preparat yang dilihat
7. sumber cahaya
8. kondensor cahaya
9. penjepit sampel
Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama Compound light microscope
adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti
cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat
dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam
kondensor.
Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop
mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan
stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa
okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua
ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa
tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop
terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau
lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan
tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor
berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.
Contoh sehari-hari menggambarkan masalah utama mikroskop cahaya. Ketika
digunakan dalam biologi sel modern, cluster padat ribuan sel menghamburkan
cahaya sehingga kuat bahwa sel-sel yang terletak di belakang sebuah objek
tidak dapat dilihat. Meskipun lebih dikenal dari fiksi ilmiah, konsep diri
merekonstruksi sinar laser menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masalah
ini. percobaan yang terbentuk laser khusus balok mampu diri merekonstruksi
bahkan di hadapan berbagai hambatan, misalnya tingginya jumlah hamburan
biologi sel-cahaya, yang berulang kali menghancurkan laser sinar profil. Selfrekonstruksi bekerja karena foton tersebar (kuanta cahaya) di pusat balok terus
digantikan oleh foton baru dari samping. Foton dari semua pihak bertemu di
tengah balok hampir di fase dalam rangka membangun profil balok baru, tidak
terpengaruh oleh cukup tertinggal dari hamburan tersebut. Para ilmuwan itu

menggunakan hologram komputer (alat yang mengubah fasa cahaya) untuk


memodifikasi sinar laser konvensional ke yang disebut Bessel sehingga fase
profil balok yang memiliki bentuk kerucut. Meskipun Bessel balok yang dikenal
sebagai difraksi-bebas dalam ruang bebas, telah benar-benar jelas apakah, dan
apa gelar, mereka bisa mendapatkan kembali bentuk balok pertama mereka juga
di media homogen, di mana hamburan cahaya yang cukup.

Mikroskop cahaya

Mikroskop Cahaya
Bagian-bagian dari mikroskop cahaya: 1. lensa okuler, 2. lensa objektif, 3. lensa
objektif yang lain, 4. pengatur fokus, 5. pengatur fokus secara halus, 6. papan
letak objek/sampel/preparat yang dilihat, 7. sumber cahaya, 8. kondensor
cahaya, 9. penjepit sampel
Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama "Compound light microscope"
adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti
cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari
yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat
dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam
kondensor.
Mikroskop cahaya menggunakan tiga jenis lensa, yaitu lensa obyektif, lensa

okuler, dan kondensor.


Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop
sedangkan penggunaan lensa okuler terletak pada mikroskop bisa berbentuk
lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop
terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau
lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan
tempat preparat.
Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk
menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Cara kerja
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan
menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir
serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat
memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang
akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur
renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar
bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya
pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang
tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu
dan pembesarannyapun akan kurang optimal.
Preparasi sediaan
Persiapan preparat di dalam mikroskop cahaya terbagi menjadi dua jenis, yaitu :
Preparat Non-permanen, yang dapat diperoleh dengan menambahkan air pada
sel hidup di atas kaca objek, kemudian diamati di bawah mikroskop.

Preparat permanen, yang dapat diperoleh dengan melakukan fiksasi yang


bertujuan untuk membuat sel dapat menyerap warna, membuat sel tidak
bergerak, mematikan sel, dan mengawetkannya.
Tahap selanjutnya, yaitu pembuatan sayatan, yang bertujuan untuk memotong
sayatan hingga setipis mungkin agar mudah diamati di bawah mikroskop.
preparat dilapisi dengan monomer resin melalui proses pemanasan karena pada
umumnya jaringan memiliki tekstur yang lunak dan mudah pecah setelah
mengalami fiksasi, kemudian dilanjutkan dengan pemotongan menggunakan
mikrotom. Umumnya mata pisau mikrotom terbuat dari berlian karena berlian
tersusun dari atom karbon yang padat. Oleh karena itu, sayatan yang terbentuk
lebih rapi. Setelah dilakukan penyayatan, dilanjutkan dengan pewarnaan, yang
bertujuan untuk memperbesar kontras antara preparat yang akan diamati
dengan lingkungan sekitarnya. Setiap pewarna mengikat molekul yang memiliki
kespesifikan tertentu, contohnya : Hematoksilin, yang mampu mengikat asam
amino basa (lisin dan arginin) pada berbagai protein, dan eosin, yang mampu
mengikat molekul asam (DNA dan rantai samping pada aspartat dan glutamat).

Fungsi Mikroskop Bagian dan Cara Kerja


Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan). Mikroskop
adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang kecil yang
tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati susunannya. Jadi
mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda yang bersifat
mikroskopis. Mikroskop terbagi menjadi 2 berdasarkan fungsinya, yaitu
mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
Mikroskop cahaya adalah mikroskop yang digunakan dengan bantuan cahaya
matahari dan mikroskop elektron adalah mikroskop yang digunakan dengan
bantuan listrik. Berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan yaitu pada
mikroskop cahaya. (Mochamad Indrawan, 25:2003)
Mikroskop dapat membantu kita melihat benda-benda yang sangat kecil
sehingga dapat terlihat oleh kita, itulah fungsi utamanya. Mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron memiliki manfaat yang sangat penting. Mikroskop telah
digunakan dalam bidang kedokteran, ilmu forensik ( untuk menyelidiki sidik jari ),
geologi ( untuk meneliti batuan ), industri (untuk menguji ketahanan suatu

benda), untuk meneliti tumbuhan dan hewan tingkat tinggi, serta dalam bidang
makanan dan lingkungan (untuk menyelidiki bakteri beracun dalam makanan).
(Stevlana, 60:2005)
B. Alat dan Bahan
Alat : Mikroskop monokuler cahaya
C. Cara Kerja
Bebarapa petunjuk sewaktu memakai mikroskop
Setiap memulai atau selesai menggunakan Mikroskop, harus memeriksa
terlebih dahulu alat-alatnya, apakah lengkap atau tidak. Kemudain tempat
dan alat harus dibersihkan.
Menggunakan cahaya matahari lebih menguntungkan daripada cahaya
buatan. Jika praktikum didalam ruangan, dimana cahaya berasal dari satu
arah maka sebaiknya menggunakan cermin cekung.
Jika menggunakan preparat yang basah, harus dijaga agar kedudukan
meja selalu mendatar agar cairannya tidak mengalir keluar. Apabila
menggunakan preparat awetan maka posisi meja bias dibuat miring.
1.

Persiapan
Memilih tempat kerja yang terang dan situasi bekerja yang bersih.
Bersihkan kaca lensa/cermin mikroskop dengan kain yang lembut
sehingga tidak menimbulkan goresan pada lensa.
Memeriksa terlebih dahulu apakah semua bagian-bagiannya lengkap
( apakah ada bagian yang lepas, longgar atau pecah )
Menyisipkan preparat yang akan diamati pada penjepit pereparat yang
terletak di meja mikroskop

2.

Pelaksanaan

Mengatur penerangan
Menggunakan objek perbesaran 10x.
Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak keatas.
Memutar cermin sedemikian rupa sehingga bidang penglihatan nampak
seterang-terangnya.
Mengatur diafragma
Memasang preparat, letakkan tepat diatas lubang meja.
Menjepit dengan penjepit preparat.

Melihat preparat dengan lensa okuler.


Mengatur objektif serendah mungkin, tetapi hati-hati jangan sampai
objektifnya terhimpit oleh kaca preparat yang akibatnya akan merusak
preparat dan pecah.
Memasang salah satu mata pada okuler dan yang satunya tetap dibuka.
Usahakan melihat dengan keadaan kedua mata terbuka, jangan biasakan
memejamkan atau menutup salah satu mata karena hal tersebut dapat
menimbulkan kesilindrisan pada mata.
Memutar pengatur kasar sehingga objektif bergerak ke atas, sambil
mengamati gambarnya nampak.
Mengganti objektif dengan perbesaran yang lebih besar. Perbesaran
bayangan dapat dihitung dengan mengalikan perbesaran objektif dan
perbesaran okulernya.
Memperjelas gambar dengan memutar pengatur halus.
Menggambar hasil pengamatan yang didapat.
3.

Pengakhiran
Mengambil preparat dari mikroskop.
Membersihkan semua alat dan mikroskop, terutama pada lensa mikroskop
dengan tujuan menghindari kerusakan pada lensa yang disebabkan oleh
jamur.
Selesai menggunakan alat simpan dengan rapi ditempat semula

D. Hasil Pengamatan

Gambar. 1 Mikroskop Monokuler Cahaya


Keterangan Gambar. 1
1. Lensa okuler
2. Pengatur fokus kasar
3. Lensa obyektif
4. Pengatur fokus halus
5. Meja mikroskop
6. Badan mikroskop
7. Pengatur letak preparat mekanik
8. Tempat preparat
9. Kondensor
10.
Pengatur fokus kondensor
11.Diafragma
12.
Cermin
13.
Kaki mikroskop
14.
Tabung

Bagian-bagian Mikroskop

1.

Mekanik

Adalah bagian tempat memasang bagian-bagian yang lainya. Seperti:


Kaki, umumnya berbentuk V atau U
Tabung, Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
Penjepit Objek, Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar
preparat tidak bergeser.
Tiang, merupakan pendukung optic dan terpasang diatas kaki.
Meja benda, terbuat dari logam pipih berbentuk bulat atau segi empat.
Ditengahnya terdapat lubang untuk meneruskan cahaya dari cermin .
Pada meja terdapat dua penjepit untuk menahan preparat.
Pengatur kasar, berfungsi untuk mengatur jarak tepat antara objek dan
objektif
Pengatur halus, berguna untuk memperjelas bayangan yang telah
diperoleh melalui pengaturan kasar.
2.

Optik

Optik berfungsi untuk memperbesar bayangan dari ukuran benda yang


sesungguhnya. Bagian ini terdiri atas sebuah pembuluh dan dua buah lensa
okuler dan objektif.
Lensa okuler, fungsinya untuk memperbesar bayangan dan
memproyeksikan ke retina mata. Lensa okuler terletak di ujung optic yang
menghadap kemata.
Lensa objektif, fungsinya untuk memperbesar objek dan memproyeksikan
bayangan ke arah lensa okuler. Lensa okuler terletak dibagian ujung
tubus yang menghadap ke meja benda.
Diafragma, fungsinya untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk
dengan jalan mengatur besar atau kecilnya lubang yang dilalui cahaya.
Apabila menggunakan cahaya buatan seperti cahaya listrik alat
pada mikroskop yang kita butuhkan terdapat dibagian bawah diafragma
biasanya terdapat tempat untuk memasang gelas filter
Kondensor, fungsinya untuk memproyeksikan sinar untuk menyinari objek
yang akan diamati. Kondensor ini terbuat dari konvergen yang berfungsi
untuk memusatkan cahaya, sehingga preparat dapat dilihat dengan jelas.
Cermin, Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam
mikroskop. Ada 2 jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber
cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila

3.

sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan,


gunakan cermin datar.
Alat Penerangan

Terdapat dibawah meja dan terdiri dari cermin (miror) yang berfungsi untuk
menerangkan dan memantulkan cahaya sehingga menerangi preparat. Cermin
terdiri dari cermin datar dan cermin cekung.
E. Pembahasan
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang teramat kecil.
Berdasarkan fungsinya mikroskop dibagi menjadi 2 yaitu mikroskop cahaya dan
mikroskop elektron . Mikroskop cahaya merupakan mikroskop yang
menggunakan bantuan sinar matahari sedangkan Mikroskop elektron yaitu
mikroskop yang menggunakan bantuan cahaya listrik.
Berdasarkan praktik biologi umum mikroskop yang penulis gunakan adalah
mikrosop monokuler cahaya berarti kita menggunakan bantuan sinar matahari.
Sesuai dengan funsinya mikroskop yaitu dapat melihat benda terkecil. Dari
praktikum ini penulis menjelaskan secara singkat cara menggunakan mikroskop.
1. Mengambil mikroskop dan letakkan pada tempat yang datar danbersih
2. Mempersiapkan alat yang dibutuhkan dalam melakukan praktikum
3. Menggunakan lensa okuler untuk melihat bahan yang di teliti
4. Mengatur cermin untuk mendapatkan cahaya matahari
5. Mengatur pengtur kasar untuk mendapatkan hasil yang diamati
6. Untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal gunakan pengatur halus.
7. Menggambar hasil yang diteliti.
Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Bagian Mekanik terdiri atas:
a. Statip/ tangkai/ lengan mikroskop
b. Tabung
c. Revolver/ pengatur fokus
d. Alas/Kaki
e. Penjepit/ klep
f. Sekrup penggeser objek
g. Meja benda
2.
a.

Bagian Optik terdiri atas:


Lensa Okuler

b. Lensa objektif
c. Diafragma
d. Kondensor
e. Cermin
F. Simpulan
Mikroskop adalah alat untuk memperoleh bayangan yang besar dari benda yang
kecil yang tidak terlihat oleh mata, sehingga dapat dilihat dan diamati
susunannya. Jadi mikroskop adalah benda yang digunakan untuk melihat benda
yang bersifat mikroskopis.
Mikroskop dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Bagian Mekanik terdiri atas:
a. Statip/ tangkai/ lengan mikroskop
b. Tabung
c. Revolver/ pengatur fokus
d. Alas/ Kaki
e. Penjepit/ klep
f. Sekrup penggeser objek
g. Meja benda
2.
a.
b.
c.
d.
e.

Bagian Optik terdiri atas:


Lensa Okuler
Lensa objektif
Diafragma
Kondensor
Cermin

1. Mikroskop

M
ikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa
cembung yang digunakan untuk mengamati benda-benda renik
(sangat kecil) supaya terlihat lebih besar.

A.

Macam-macam mikroskop

Mikroskop terdiri dari banyak macam di antaranya:


1) Mikroskop sederhana:

2) Mikroskop monokuler:

3) Mikroskop Elektron:

B.

Bagian-bagian mikroskop

Bagian-bagian Mikroskop ialah sebagai berikut :

Perhatikan Gambar 1.1


Lensa Okuler
Tabung Mikroskop
Tombol pengatur fokus kasar
Tombol pengatur fokus halus
Revolver
Lensa Objektif
Lengan Mikroskop
Meja Preparat
Penjepit Objek Glass
Kondensor
Diafragma
Reflektor/cermin
Kaki Mikroskop

Fungsi bagian-ian mikroskop


1. Lensa Okuleruntuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa
objektif

2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan

3. Tombol pengatur fokus kasar


Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung
mikroskop turun atau naik dengan cepat

4. Tombol pengatur fokus halus


Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung
mikroskop turun atau naik dengan lambat

5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan

6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang
diamati. Umumnya ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan
40x.

7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop

8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati

9. Penjepit Objek Glass


Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.

10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya
yang masuk dalam mikroskop

11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada
meja objek. Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan
masuk mikroskop

12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2
jenis cermin, yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan
sinar lampu, digunakan cermin cekung tetapi bila sumber cahaya kuat,
misalnya sinar matahari yang menembus ruangan, gunakan cermin datar.

13. Kaki Mikroskop


Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.

2. Cara kerja Mikroskop

Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan


menentukan struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan
akhir serta berkemampuan untuk memperbesar bayangan obyek sehingga
dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu ukuran daya pisah suatu lensa
obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu
menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.

Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung


atas tabung berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar
antara 4 hingga 25 kali.

Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung

terciptanya pencahayaan pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan


pengaturan yang tepat maka akan diperoleh daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi
satu dan pembesarannyapun akan kurang optimal.

3. Sifat Bayangan

aik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung.
Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara
yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda
mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah
lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang
sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar.
Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti
gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang
menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop,
maka yang ia lihat adalah huruf A yang terbalik dan diperbesar.

4. Kesimpulan
M

ikroskop berasal dari bahasa yunani yaitu Micron = kecil dan Scopos =
tujuan, adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk
dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan
menggunakan alat disebut Mikroskopi. Dan kata Mikroskopi berarti
sangat kecil (tidak mudah terlihat oleh mata).

Sebelum melakukan praktikum dengan menggunakan mikroskop cahaya maka


perhatikan langkah-langkah berikut:

1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan mikroskop


sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai !

2. Putar revolver sehingga lensa obyektif dengan perbesaran lemah berada pada
posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi klik pada revolver

3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk,


hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).

4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan jepit

dengan penjepit obyek/benda!

5. Aturlah fokus untuk memperjelas gambar obyek dengan cara memutar


pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah
pemutar halus !

6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar gantilah


lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara memutar
revolver hingga bunyi klik.

7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan mikroskop dan simpan pada


tempat yang tidak lembab.

Mikroskop - Jenis,fungsi,bagian, dan cara kerja

Mikroskop adalah alat optik yang terdiri dari dua buah lensa cembung yang
digunakan untuk mengamati benda-benda renik (sangat kecil) supaya terlihat lebih
besar

JENIS MIKROSKOP :

MIKROSKOP ELEKTRON

MIKROSKOP MONOKULER

MIKROSKOP BIASA

BAGIAN-BAGIAN MIKROSKOP :

Lensa Okuler

Tabung Mikroskop

Tombol pengatur fokus kasar

Tombol pengatur fokus halus

Revolver

Lensa Objektif

Lengan Mikroskop

Meja Preparat

Penjepit Objek Glass

Kondensor

Diafragma

Reflektor/cermin

Kaki Mikroskop

Fungsi Dari Bagian Mikroskop :


1. Lensa Okuler
untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa objektif

2. Tabung Mikroskop
Untuk mengatur fokus, dapat dinaikkan dan diturunkan
3. Tombol pengatur fokus kasar
Untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan cepat
4. Tombol pengatur fokus halus
Untuk memfokuskan bayangan objek secara lambat, sehingga tabung mikroskop turun atau
naik dengan lambat
5. Revolver
Untuk memilih lensa obyektif yang akan digunakan
6. Lensa Objektif
Untuk menentukan bayangan objektif serta memperbesar benda yang diamati. Umumnya
ada 3 lensa objektif dengan pembesaran 4x, 10x, dan 40x.
7. Lengan Mikroskop
Untuk pegangan saat membawa mikroskop
8. Meja Preparat
Untuk meletakkan objek (benda) yang akan diamati
9. Penjepit Objek Glass
Untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar preparat tidak bergeser.
10. Kondensor
Merupakan lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk
dalam mikroskop
11. Diafragma
Berupa lubang-lubang yang ukurannya dari kecil sampai selebar lubang pada meja objek.
Berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang akan masuk mikroskop
12. Reflektor/cermin
Untuk memantulkan dan mengarahkan cahaya ke dalam mikroskop. Ada 2 jenis cermin,
yaitu datar dan cekung. Bila sumber cahaya lemah, misalkan sinar lampu, digunakan cermin
cekung tetapi bila sumber cahaya kuat, misalnya sinar matahari yang menembus ruangan,
gunakan cermin datar.
13. Kaki Mikroskop
Untuk menjaga mikroskop agar dapat berdiri dengan mantap di atas meja.

CARA KERJA :
Lensa obyektif berfungsi guna pembentukan bayangan pertama dan menentukan
struktur serta bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir serta berkemampuan
untuk memperbesar bayangan obyek sehingga dapat memiliki nilai "apertura" yaitu suatu
ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen,

sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.
Lensa okuler, adalah lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung
berdekatan dengan mata pengamat, dan berfungsi untuk memperbesar bayangan yang
dihasilkan oleh lensa obyektif berkisar antara 4 hingga 25 kali.
Lensa kondensor, adalah lensa yang berfungsi guna mendukung terciptanya pencahayaan
pada obyek yang akan dilihat sehingga dengan pengaturan yang tepat maka akan diperoleh
daya pisah maksimal.
Jika daya pisah kurang maksimal maka dua benda akan terlihat menjadi satu dan
pembesarannyapun akan kurang optimal.

SIFAT BAYANGAN
Baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis
besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu,
terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat
bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir
mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi
diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti
gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop
cahaya meletakkan huruf A di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf A yang
terbalik dan diperbesar.

Gambar di atas adalah mikroskop yang digunakan untuk memperbesar benda yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang (benda dengan diameter <0.1 mm>
A. Dimana kita bisa menemukan alat ini ?
Mikroskop bisa kita temukan didunia pendidikan mulai dari jenjang pendidikan
Sekolah Dasar sampai dengan Perguruan Tinggi dan instansi/lembaga lain yang

memiliki laboratorium khususnya yang berkaitan dengan Ilmu Pengetahuan Alam


(IPA/Biologi). Biologi adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari tentang makhluk
hidup dan segala perikehidupannya.
B. Bagian-bagian Mikroskop
Mikroskop terdiri dari bagian optik dan non optik. Bagian optik meliputi lensa-lensa.
Lensa-lensa mikroskop merupakan lensa gabungan (compound lenses) yang disatukan
menjadi suatu unti kesatuan. Bagian non optik meliputi antara lain kaki, meja objek
dan lengan.
Perhatikan gambar di atas :
Keterangan gambar :
1. Lensa okuler
2. tabung
3. Pengatur kasar/makrometer
4. Pengatur halus/mikrometer
5. Revolver
6. Lensa objektif
7. Lengan
8. MejaObjek
Lensa Okuler, lensa yang terletak pada ujung mikroskop, dekat mata (biasanya
pembesaraanya 5 kali, 10 kali, 15 kali)
Lensa objektif, lensa yang terletak pada tabung, dan menempel pada revolver, lensa
ini dengan pembesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya.
Misalnya 4 kali, 10 kali, 40 kali, dan 100 kali.
Meja Preparat, tempat meletakkan objek (preparat yang akan dilihat.
Kondensor, tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.
Diafragma, berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur
bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop
sederhana hanya ada diafragma tanpa konensor.
Cermin, mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi
memantulkan sinar dari sumber sinar.
Pengatur kasar dan Pengatur halus, komponen ini letaknya pada bagian lengan dan
berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat.

C. Macam-macam Mikroskop
Ada dua macam mikroskop yaitu Mikroskop Cahaya dan Mikroskop
Listrik.Mikroskop cahaya meliputi mikroskop medan terang, medan gelap, fase kontras
dan flurescen. Mikroskop yang sering digunakan di sekolah-sekolah menengah untuk
praktikum ialah mikroskop medang terang.
Mikroskop medan terang merupakan mikroskop dengan medan (lapang pandang) yang
mengelilingi specimen kelihatan terang,, sedangkan spesimennya tampak lebih gelap.
Hal ini disebabkan karena cahaya dari sumbernya (cermin atau lampu) lewat melalui
sistem lensa ke atas tanpa mengalami perubahan sehingga terbentuklah medan yang
terang. Mikroskop yang umum dipakai sekarang ini menggunakan dua atau lebih lensa
(sistem lensa) seperti lensa okuler dan objektif untuk memperbesar benda .
Macam atau jenis ini beraneka ragam, dari yang sederhana, untuk keperluan sekolah
menengah, sampai dengan yang cukup canggih untuk keperluan penelitian. Ciri utama
dari keragamanannya antara lain dari mikroskop satu okuler (monokuler) dengan
tabung tegak dan miring, penggunaan dua okuler (binokuler) atau tiga (trinokuler),

kekuatan lensa yang dipakai, sumber sinar (menggunakan lampu yang terpasang),
bahkan dapat dipasang kamera (kamera-diam atau video) pada mikroskop trinokuler
dan dapat disambung ke TV.
Sebagai tambahan informasi macam-macam mikroskop silahkan klik disini.
D. Prinsip Kerja
Perbesaran total diperoleh dengan cara mengalikan perbesaran objektif dengan
perbesaran okuler. Misalnya perbesaran total yang diperoleh dari objektif 40 kali dan
okuler 10 kali ialah 40 x 10 = 400 kali. Sedangkan prinsip kerja/proses pemantulan
cahaya/pengamatan pada miksorskop, silahkan klik pada bagian ini.
Perbesaran saat menggunakan objektif 100 kali, diafragma iris kondensor harus
digunakan dalam keadaan terbuka penuh, karena objektif dengan perbesaran tiggi
memebutuhkan lebih banyak cahaya. Perbesaran objektif 100 kali juga harus
menggunakan minyak imersi. Hal ini bertujuan untuk mencegah hilangnya cahaya yang
disebabkan oleh perbedaan bias (refraktif) antara kaca dan udara. Indeks bias udara 1,
sedangkan kaca 1.56 dan indeks bias minyak imersi sama dengan kaca yaitu 1,56.
Perhatikan gambar ini untuk memperlihatkan proses difraksi.

Cara Menggunakan Mikroskop


Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar kamu
lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung
mikroskop. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang
aman, atur pencahayaan dan peralatan yang telah siap
dipakai, kemudian lakukan pengaturan pencahayaan. Objek
pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan
jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop
ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu
sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal
menghidupkan lampunya saja. Mikroskop yang belum
dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan
cahaya lampu maupun sinar matahari. Bila menggunakan
lampu, arahkan lampu pada jarak kira-kira 20 cm dari
mikroskop. Jika sumber cahaya dari sinar matahari, bagian
cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber
cahaya matahari, misalnya dekat pintu/jendela.
Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya
terpantul melalui lubang meja objek. Jangan mengarahkan
cermin ke arah sinar matahari secara langsung, karena
cahaya yang memantul ke mata dapat mengganggu

penglihatan. Pencahayaan sudah tepat dan memadai, bila


diamati dari lensa okuler akan tampak lingkaran yang
terangnya merata. Inilah yang disebut dengan lapangan
pandang. Apabila lapangan pandang sudah tampak namun
belum jelas, cobalah putar/ganti lensa objektif dengan cara
memutar revolver.
Setelah pengaturan pencahayaan, maka untuk dapat melihat
objek (preparat/ sediaan) melalui mikroskop gunakan lensa
objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu, kemudian
lakukan langkah langkah berikut:
1. Letakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang
akan diamati (preparat/sediaan) pada meja objek.
Aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan
diamati berada pada lapangan pandang.
2. Jepitlah kaca benda dengan penjepit yang terletak di
atas meja objek.
3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif
secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar
hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati
kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik
turun bukan lensa objektifnya tetapi meja objek (Hatihati! Jangan sampai lensa objektif
menyentuh/membentur gelas benda. Hal ini dapat
menyebabkan lensa objektif tergores).
4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan
pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan
lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila
bayangan belum terlihat, ulangi langkah (3).

5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan


pemutar halus, naik turunkan lensa objektif agar tepat
pada fokus lensa (preparat tampak lebih jelas).
6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat
mengganti/mengubah lensa objektif dengan cara
memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak
bergeser. Bila hal ini terjadi maka kamu harus
mengulangi dari awal.
Cara Mengukur melalui Mikroskop
Miroskop digunakan untuk mengamati dan mempelajari objek
(preparat/spesimen) yang ukurannya sangat kecil. Ukuran
preparat yang kita amati dapat diperkirakan dengan cara
membandingkannya dengan ukuran lapangan pandang yang
berbentuk lingkaran. Mari kita mengukur menggunakan
mikroskop.

1. Gunakan lensa objektif dengan perbesaran lemah,


misalnya 10x. Letakkan penggaris/mistar plastik
transparan (tembus pandang) dengan skala milimeter
di atas meja objek. Unit pengukuran panjang yang
digunakan adalah milimeter atau micron. 1 milimeter
setara dengan 1000 mikron.
2. Aturlah pemutar kasar sehingga mistar terletak pada
fokus yang tepat.

3. Perlahan-lahan geserlah mistar sehingga diperoleh


bayangan
4. Jika ukuran lapangan pandang pada mikroskop seperti
pada Gambar, berarti ukuran lapangan pandang pada
mikroskop tersebut adalah 12 mm.
5. 12 mm = 6 mm.Gantilah mistar dengan
preparat/sediaan yang diamati. Misalkan
preparat/sediaan yang diamati setengah ukuran
bidang lapangan pandang, maka ukuran preparatnya
adalah x
6. 6 mm = 0,375 mm (perkiraan).10/40 x Bagaimana
mengetahui ukuran preparat yang diamati?
Penggunaan lensa objektif dengan perbesaran lemah,
akan sulit untuk memperkirakan ukuran bagian yang
lebih kecil. Untuk itu, perlu menggunakan lensa
objektif dengan perbesaran kuat, misalnya 40x. Jika
ukuran bayangan preparat yang diamati misalkan
ukuran lapangan pandang mikroskop, maka perkiraan
ukuran sebenarnya dari benda yang diamati adalah
x
Perawatan Mikroskop
Mikroskop merupakan peralatan biologi yang perlu dirawat
dengan baik. Cara membawa mikroskop dengan baik adalah
pegang tangkainya dengan tangan kanan dan letakkan
tangan kiri untuk menopangnya. Jangan mengayun,
melambungkan, atau menggetarkannya sewaktu meletakkan
mikroskop dan jangan mengangkat mikroskop pada tubuh
tabungnya, karena akan ada bagian yang lepas atau jatuh
apabila hal ini kamu lakukan. Mikroskop yang telah selesai

dipakai harus dibersihkan, pakailah penutup plastik atau


masukkan pada kotaknya agar terhindar dari debu. Simpan
pada tempat yang kering dan usahakan dalam lemari yang
dilengkapi dengan lampu untuk mengurangi kelembaban.
Lensa yang kotor harus dibersihkan dengan kain lembut,
kapas pengisap atau kertas lensa yang telah dibasahi dengan
air bersabun, alkohol, atau xilol. Lakukan dengan hati-hati
karena lensa mudah tergores, yang dapat mengakibatkan
pengamatan menjadi kurang jelas.
A. CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP
Seperti halnya alat-alat kompleks dan halus lainnya, mikroskop pun akan mudah
rusak bila digunakan secara ceroboh. Sebelum dipakai periksalah dahulu apakah
semua bagian-bagiannya lengkap (apakah ada bagian-bagian yang lepas,
longgar, pecah dan lain-lain).
Kalau mikroskop itu kotor, bersihkan bagian-bagian non-optiknya dengan flanel
yang bersih. Bagian optik terutama lensa dibersihkan secara hati-hati dengan
menggunakan kertas lensa yang dapat dibeli di toko alat foto/kamera. Untuk
menggunakan mikroskop, lakukanlah urutan kerja berikut ini.
1. Ambillah mikroskop dari kotak tempat penyimpan, dengan cara memegang
pemegang mikroskop dengan satu tangan, dan tangan lain menyangga kaki
mikroskop. Letakkan mikroskop di atas meja yang datar dengan bagian
pemegang di depan kalian.
2. Mikroskop diarahkan ke sumber cahaya dan putarlah (geserkan) revolver
sampai terdenga' "klik", agar lensa objektif yang lemah (10x) tepat berada di
tengah meja benda.
3. Naikkan kondenser sampai batas atas dan bukalah diafragmanya.
4. Turunkan tabung sampai batas terbawah (lensa objektif sampai kira-kira 1/2

cm di atas meja benda) dan carilah sinar dengan cermin yang berada di bawah
kondenser. Jika dilihat dari lensa okuler akan tampak bidang pandang atau
bidang optik menjadi terang dan terlihat putih bersih jika menggunakan sinar
matahari. Dalam keadaan ini mikroskop sudah siap dipakai.
5. Cara pemakaian:
a. Jika yang diamati adalah preparat awetan, sebelum preparat dipasang pada
meja benda perhatikan bahwa letak gelas penutup ada di bagian permukaan
atas (dapat juga dilihat labelnya menghadap ke atas) karena ini akan
mempengaruhi indeks bias pada waktu pengamatan dengan lensa objektif
perbesaran kuat (lebih 40x). Pengamatan preparat awetan dapat menggunakan
meja benda yang dimiringkan sesuai posisi duduk kalian. Ingat, pengamatan
mikroskop yang tidak sesuai akan merusak mata kalian. |ika preparat yang akan
diamati adalah preparat segar dengan medium air atau cairan tertentu, meja
benda tidak boleh terlalu dimiringkan supaya cairan tidak tumpah ke meja benda.
Sebelum preparat dipasang pada meja benda, perlu diperhatikan bahwa di
dalam medium sudah tidak terdapat gelembung udara, karena akan
mengganggu pengamatan. Jika masih terlihat ada gelembung udara, tempelkan
sepotong kertas isap pada satu sisi gelas penutup dan teteskan medium dari sisi
lainnya sampai medium tampak homogen.
b. Pengamatan yang pertama dengan menggunakan lensa objektif 10x.
Geserlah revolver sampai lensa berada persis di atas lubang meja benda
(sampai bunyi "klik"). Dengan melihat objek melalui lensa okuler, kini putarlah
sekrup pengarah kasar agar tabung naik kembali dengan perlahan-lahan, hingga
bayangan objek terlihat agak jelas. Setelah itu putarlah sekrup pengarah halus
hingga bayangan tampak jelas.
c. Turunkan kondenser perlahan-lahan sehingga penerangan lebih rata. Bila
perlu cermin datar diatur kembali untuk melenyapkan bayangan yang mungkin
mengganggu, seperti misalnya bayangan jendela. Biasanya lebar bukaan
diafragma dibuat hampir sebesar bukaan objektif yang sedang dipakai. Untuk itu
angkatlah okuler, dan aturlah bukaan diaframa sampai 3/4 bukaan objektif

dengan melihat melalui tabung, dan letakkanlah okuler itu kembali pada alasnya.
d. Jika ingin mengamati dengan perbesaran yang lebih kuat (40x) tidak perlu
mengangkat tabung lagi, lensa objektif langsung dipindah dengan perbesaran
40x dengan memutar revolver. Biasanya, bayangan menjadi kabur. Untuk
memperjelas bayangan, putarlah sekrup pengarah halus dan jangan
menggunakan sekrup pengarah kasar lagi supaya gelas penutup tidak pecah.
Jika menggunakan objektif kuat, memfokus dilakukan dengan sekrup pengarah
halus saja. Bila menggunakan perbesaran kuat, fokus harus diganti-ganti terusmenerus sehingga terbentuk suatu gambaran tiga dimensi. Biasakanlah
mengamati dengan kedua mata terbuka untuk mengurangi kelelahan mata.
e. Pada waktu ingin mengganti preparat, lensa objektif 10x dikembalikan ke atas
preparat dan preparat diambil (tidak usah menggeser tabung karena akan
memperlama pencarian fokusnya).
6. Selesai pemakaian mikroskop, periksa kembali bagian-bagiannya. Keluarkan
preparat dan bersihkan kaca benda dan kaca penutup sebelum disimpan.
Bersihkan bagian-bagian mikroskop yang mungkin masih kotor, walaupun
selama pengamatan semua cairan ataupun debu yang mungkin melekat pada
mikroskop telah dibersihkan. Setelah itu turunkan kondenser; tutuplah diafragma;
pasanglah objektif 10x berhadapan dengan kondenser, dan turunkan pula lensa
objektif itu; cermin ditegakkan. Lalu simpanlah mikroskop tersebut.
B. MENENTUKAN PERBESARAN
Tujuan : memahami cara penentuan perbesaran objek dan luas bidang pandang
mikroskop Alat : mikroskop, silet, gelas benda dan gelas penutup
Bahan : preparat awetan irisan melintang batang/daun, empulur ketela pohon, air
Langkah Kerja
1. Coba pasanglah preparat irisan melintang batang di bawah mikroskop, atau
buatlah risan melintang dari empulur ketela pohon setipis mungkin dengan silet.

Gunakan lensa okuler 10x dan lensa objektif 10x kemudian amati preparat
tersebut dan lakukan butir 5a-e cara pemakaian di atas! Perbesaran yang kalian
lihat adalah perbesaran okuler dikalikan dengan perbesaran objektif. Berapa
perbesaran objek yang kalian peroleh?
2. Hitunglah jumlah sel yang kalian lihat dengan mikroskop! Berapakah
jumlahnya?
3. Sekarang putarlah lensa objektif 4x. Berapa sekarang perbesaran yang kalian
peroleh? Bandingkan dengan objek yang terlihat pada perbesaran 10 x 10,
bagaimanakah keadaan sel tadi? Semakin terlihat lebih besar atau lebih kecil?
Hitunglah jumlah sel tadi, semakin terlihat banyak atau lebih sedikit?
Dari kegiatan yang sudah kalian kerjakan, ternyata bahwa objek yang dilihat
pada perbesaran lemah tampak lebih kecil dibandingkan dengan perbesaran
kuat. Di pihak lain, dengan perbesaran kuat, jumlah objek yang menempati
bidang pandang menjadi lebih sedikit. Bidang pandang adalah luas bidang yang
dapat diamati melalui lensa okuler.